radio muslim

Fatwa Ramadhan: Hukum Bermain Musik di Bulan Ramadhan

Kategori: Fiqh dan Muamalah, Ramadhan

60 Komentar // 17 September 2008

Soal:

Kami adalah personil dari  grup musik, kami bermain musik di siang maupun di malam hari pada bulan Ramadhan. Apakah hukum perbuatan ini, diterimakah puasa kami?

Jawab:

Telah diketahui bahwa musik hukumnya tidak boleh, baik di Ramadhan maupun di luar Ramadhan, namun di Ramadhan dosanya lebih besar, hal ini karena kehormatan bulan Ramadhan. Adapun puasanya tetap sah, insya Allah.

Adapun dalil tentang haramnya bermain musik adalah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari di kitab shahihnya yang menceritakan ada sejumlah orang di akhir zaman nanti menghalalkan zina, sutera, khamr (segala hal yang memabukkan) dan alat musik, Allah menenggelamkan mereka ke bumi. Selain itu masih banyak dalil-dalil lain yang menerangkan tentang perkara ini. Barang siapa menghendaki untuk membahas secara detail perkara ini silakan merujuk ke kitab ighatsatul lahfan yang ditulis oleh Imam Ibnul Qoyyim dan Majmu’ Fatawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah juz sebelas.  Wallahu a’lam.

***

Penerjemah: Sigit Hariyanto
Muroja’ah: Ustadz Aris Munandar
Artikel www.muslim.or.id

==========

Silakan like FB fanspage Muslim.Or.Id dan follow twitter @muslimindo

==========

Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di muslim.or.id dengan menyertakan muslim.or.id sebagai sumber artikel
cara cepat mudah menghafal alquran

60 Komentar

  1. Ajeng
    04 Agu 2011 [#]

    Asaamualaikum, langsung saja
    bgaimana dengan musik” islami, sekarang muai banyak lagu” yang mengajak pendengarnya untuk bersolawat juga mngaji. juga ada musisi islami yang mengaraneman solawat shingga lebih masuk ke dalam kehidupan pemuda/i jaman skrang…???
    mohon jawabannya, terima kasih

  2. Yulian Purnama
    09 Agu 2011 [#]

    #Ajeng
    Pertama, tidak diperbolehkan berdakwah dengan sarana yang haram.
    Kedua, di zaman Nabi para pemuda juga sudah menggemari musik, namun Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam tidak pernah berdakwah melalui musik.

  3. Fajar Al Mahmud
    16 Okt 2011 [#]

    saya kurang paham masalah agama yah, maaf, tapi saya cuma mau ber opini saja..

    apa sih yang utamanya yang mendasari musik itu haram? kalau alasanya musik membuat lupa dari agama.. saya rasa makanan, minuman, tv, pantun, syair, pekerjaan, bisa jadi haram dong..?

    manusia oemusik misalnya, dia tidak bermain musik untuk sia2, kan buat cari nafkah? semntara yang dihibur,, mungkin butuh hiburan?

    ah kurang paham juga saya, tapi seandainya musik sedemikian merusak/haramnya,, entunya ga ada pelajaran seni dan musik di sekolah2 negeri ini..

  4. Muhammad Nur Ichwan
    20 Okt 2011 [#]

    @Fajar al-Mahmud
    Saudara Fajar, semoga Allah memberikan hidayah kepada kami dan anda. Patut diketahui bahwa slogan seorang mukmin terhadap perintah dan larangan Alla serta rasul-Nya adalah ucapan sami’na wa atha’na. Saya yakin anda sepakat dengan hal itu, sehingga ketika Allah dan rasul-Nya memerintahkan atau melarang sesuatu, maka tidak ada pilihan lain bagi kita kecuali untuk menaatinya. Hal ini sebagaimana firman Allah ta’ala,
    إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَّقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُوْلاَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
    “Sesungguhnya jawaban orang-orang Mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan RasulNya agar Rasul mengadili di antara mereka ialah ucapan, ‘Kami mendengar dan kami patuh.’ Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (An-Nur: 51).
    Maka, terkait dengan hal ini, yaitu hukum musik, tidak semestinya kita berlogika mencari-cari alasan untuk tidak menerima bahwa musik itu haram. Ayat dan hadits serta perkataan ulama yang menerangkan haramnya musik begitu banyak [Anda bisa lihat di link berikut: http://abul-jauzaa.blogspot.com/2008/05/hukum-musik-dan-nyanyian-1.html].
    Betapa banyak orang yang merasa terhibur dengan minuman keras, apakah dengan semata-mata orang tsb membutuhkan hiburan, minuman keras itu dapat dihalalkan? Bagaimana pendapat anda tentang seorang yang merasa terhibur dengan berzina? Tentu, kita tidak akan mengatakan zina dan minuman keras itu halal bukan?
    Kemudian, patut kita ketahui, kebenaran itu tidaklah identik dengan kuantitas orang, maksud kami suatu perbuatan yang dilakukan oleh banyak orang tidaklah menandakan bahwa perbuatan tersebut benar. Sama seperti dengan zina dan khamr di atas, apakah karena semata-mata ketika persentase orang yang berzina atau menenggak miras lebih banyak daripada mereka yang tidak, otomatis zina dan miras menjadi halal?
    Oleh karena itu, kita sebagai muslim, patut mencermati ayat di atas, tidak ada kata lain ketika kita berhadapan dengan perintah Allah dan rasul-Nya, kecuali tunduk dan bersikap sami’na wa atha’na (kami dengan dan kami taat).
    Semoga Allah membimbing kita untuk selalu berada di jalan-Nya.

  5. Evan Prapanca
    20 Okt 2011 [#]

    memang sulit menjauhi musik pada zaman sekarang…. tapi percayalah “barang siapa meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik”

    lebih baik kita melagukan KALAMULLAH…. imam mahzab pun tidak ada yang berselisih perndapat tentang ini(keharaman musik)…

  6. Maulidian
    24 Okt 2011 [#]

    Alhamdulillah, Terima kasih atas penjelasannya… Saya dulu pemusik, sekarang saya sudah meninggalkan semua pekerjaan saya dalam bermusik… Dengan menjadi hujah dari Shahih Bukhari sudah cukup untuk saya tinggalkan semua.

    Ada yang ingin saya tanyakan.
    Apakah alat2 musik yg saya miliki, boleh saya jual k orang d luar islam? krn saya mendapatkannya dari dana yg halal (perniagaan).

    Terima kasih.

    Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakaatuh.

  7. Edy Sugiono
    20 Jul 2012 [#]

    Menjadi baik memang tidak bisa Instan, butuh proses. Begitupula dengan musik.
    Dalil tentang haramnya musik sudah sampai, setidaknya ada usaha dan keinginan untuk menjauhi dan meninggalkan musik sekalipun sesekali masih mendengarkannya.
    Wallahua`lam

  8. Yudistyra
    21 Jul 2012 [#]

    Assalammua’alaikum

    Saya mau tanya, karena saya sendiri juga bingung dengan kebenarannya sejarah ini. Di kisahkan dulu bahwa ada salah satu sunan (wali songo) yang berdakwah menggunakan nyanyian/musik, sehingga di zaman sekarang, banyaklah puji-pujian yang berkumandang di masjid dan mushola. Bagaimanakah kita menyikapi hal tersebut

    Wassalammu’alaikum

  9. Yulian Purnama
    09 Agu 2012 [#]

    #Yudistyra
    Wa’alaikumussalam, wali songo sendiri disinyalir merupakan tokoh fiktif

Tinggalkan Komentar

Biojanna

Kembali ke Atas