Fiqih Islam


Pengertian Fiqh

Fiqih menurut bahasa berarti ‘paham’, seperti dalam firman Allah:

“Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?” (QS. An Nisa: 78)

dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Sesungguhnya panjangnya shalat dan pendeknya khutbah seseorang, merupakan tanda akan kepahamannya.” (Muslim no. 1437, Ahmad no. 17598, Daarimi no. 1511)

Fiqih Secara Istilah Mengandung Dua Arti:

  1. Pengetahuan tentang hukum-hukum syari’at yang berkaitan dengan perbuatan dan perkataan mukallaf (mereka yang sudah terbebani menjalankan syari’at agama), yang diambil dari dalil-dalilnya yang bersifat terperinci, berupa nash-nash al Qur’an dan As sunnah serta yang bercabang darinya yang berupa ijma’ dan ijtihad.
  2. Hukum-hukum syari’at itu sendiri. Jadi perbedaan antara kedua definisi tersebut bahwa yang pertama di gunakan untuk mengetahui hukum-hukum (Seperti seseorang ingin mengetahui apakah suatu perbuatan itu wajib atau sunnah, haram atau makruh, ataukah mubah, ditinjau dari dalil-dalil yang ada), sedangkan yang kedua adalah untuk hukum-hukum syari’at itu sendiri (yaitu hukum apa saja yang terkandung dalam shalat, zakat, puasa, haji, dan lainnya berupa syarat-syarat, rukun-rukun, kewajiban-kewajiban, atau sunnah-sunnahnya).

Hubungan Antara Fiqh dan Aqidah Islam

Diantara keistimewaan fiqih Islam -yang kita katakan sebagai hukum-hukum syari’at yang mengatur perbuatan dan perkataan mukallaf- memiliki keterikatan yang kuat dengan keimanan terhadap Allah dan rukun-rukun aqidah Islam yang lain. Terutama Aqidah yang berkaitan dengan iman dengan hari akhir. Yang demikian Itu dikarenakan keimanan kepada Allah-lah yang dapat menjadikan seorang muslim berpegang teguh dengan hukum-hukum agama, dan terkendali untuk menerapkannya sebagai bentuk ketaatan dan kerelaan. Sedangkan orang yang tidak beriman kepada Allah tidak merasa terikat dengan shalat maupun puasa dan tidak memperhatikan apakah perbuatannya termasuk yang halal atau haram. Maka berpegang teguh dengan hukum-hukum syari’at tidak lain merupakan bagian dari keimanan terhadap Dzat yang menurunkan dan mensyari’atkannya terhadap para hambaNya.

Contohnya:

Allah memerintahkan bersuci dan menjadikannya sebagai salah satu keharusan dalam keiman kepada Allah sebagaimana firman-Nya:

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.” (QS. Al Maidah: 6)

Juga seperti shalat dan zakat yang Allah kaitkan dengan keimanan terhadap hari akhir, sebagaimana firman-Nya:

“(yaitu) orang-orang yang mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat.” (QS. An naml: 3)

Demikian pula taqwa, pergaulan baik, menjauhi kemungkaran dan contoh lainnya, yang tidak memungkinkan untuk disebutkan satu persatu. (lihat Fiqhul Manhaj hal. 9-12)

Fiqh Islam Mencakup Seluruh Perbuatan Manusia

Tidak ragu lagi bahwa kehidupan manusia meliputi segala aspek. Dan kebahagiaan yang ingin dicapai oleh manusia mengharuskannya untuk memperhatikan semua aspek tersebut dengan cara yang terprogram dan teratur. Manakala fiqih Islam adalah ungkapan tentang hukum-hukum yang Allah syari’atkan kepada para hamba-Nya, demi mengayomi seluruh kemaslahatan mereka dan mencegah timbulnya kerusakan ditengah-tengah mereka, maka fiqih Islam datang memperhatikan aspek tersebut dan mengatur seluruh kebutuhan manusia beserta hukum-hukumnya.

Penjelasannya sebagai berikut:

Kalau kita memperhatikan kitab-kitab fiqih yang mengandung hukum-hukum syari’at yang bersumber dari Kitab Allah, Sunnah Rasulnya, serta Ijma’ (kesepakatan) dan Ijtihad para ulama kaum muslimin, niscaya kita dapati kitab-kitab tersebut terbagi menjadi tujuh bagian, yang kesemuanya membentuk satu undang-undang umum bagi kehidupan manusia baik bersifat pribadi maupun bermasyarakat. Yang perinciannya sebagai berikut:

  1. Hukum-hukum yang berkaitan dengan ibadah kepada Allah. Seperti wudhu, shalat, puasa, haji dan yang lainnya. Dan ini disebut dengan Fiqih Ibadah.
  2. Hukum-hukum yang berkaitan dengan masalah kekeluargaan. Seperti pernikahan, talaq, nasab, persusuan, nafkah, warisan dan yang lainya. Dan ini disebut dengan Fikih Al Ahwal As sakhsiyah.
  3. Hukum-hukum yang berkaitan dengan perbuatan manusia dan hubungan diantara mereka, seperti jual beli, jaminan, sewa menyewa, pengadilan dan yang lainnya. Dan ini disebut Fiqih Mu’amalah.
  4. Hukum-hukum yang berkaitan dengan kewajiban-kewajiban pemimpin (kepala negara). Seperti menegakan keadilan, memberantas kedzaliman dan menerapkan hukum-hukum syari’at, serta yang berkaitan dengan kewajiban-kewajiban rakyat yang dipimpin. Seperti kewajiban taat dalam hal yang bukan ma’siat, dan yang lainnya. Dan ini disebut dengan Fiqih Siasah Syar’iah.
  5. Hukum-hukum yang berkaitan dengan hukuman terhadap pelaku-pelaku kejahatan, serta penjagaan keamanan dan ketertiban. Seperti hukuman terhadap pembunuh, pencuri, pemabuk, dan yang lainnya. Dan ini disebut sebagai Fiqih Al ‘Ukubat.
  6. Hukum-hukum yang mengatur hubungan negeri Islam dengan negeri lainnya. Yang berkaitan dengan pembahasan tentang perang atau damai dan yang lainnya. Dan ini dinamakan dengan Fiqih As Siyar.
  7. Hukum-hukum yang berkaitan dengan akhlak dan prilaku, yang baik maupun yang buruk. Dan ini disebut dengan adab dan akhlak.

Demikianlah kita dapati bahwa fiqih Islam dengan hukum-hukumnya meliputi semua kebutuhan manusia dan memperhatikan seluruh aspek kehidupan pribadi dan masyarakat.

Sumber-Sumber Fiqh Islam

Semua hukum yang terdapat dalam fiqih Islam kembali kepada empat sumber:

1. Al-Qur’an

Al Qur’an adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi kita Muhammad untuk menyelamatkan manusia dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang. Ia adalah sumber pertama bagi hukum-hukum fiqih Islam. Jika kita menjumpai suatu permasalahan, maka pertamakali kita harus kembali kepada Kitab Allah guna mencari hukumnya.

Sebagai contoh:

Bila kita ditanya tentang hukum khamer (miras), judi, pengagungan terhadap bebatuan dan mengundi nasib, maka jika kita merujuk kepada Al Qur’an niscaya kita akan mendapatkannya dalam firman Allah subhanahu wa Ta’ala: (QS. Al maidah: 90)

Bila kita ditanya tentang masalah jual beli dan riba, maka kita dapatkan hukum hal tersebut dalam Kitab Allah (QS. Al baqarah: 275). Dan masih banyak contoh-contoh yang lain yang tidak memungkinkan untuk di perinci satu persatu.

2. As-Sunnah

As-Sunnah yaitu semua yang bersumber dari Nabi berupa perkataan, perbuatan atau persetujuan.

Contoh perkataan/sabda Nabi:

“Mencela sesama muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran.” (Bukhari no. 46, 48, muslim no. 64, 97, Tirmidzi no. 1906,2558, Nasa’i no. 4036, 4037, Ibnu Majah no. 68, Ahmad no. 3465, 3708)

Contoh perbuatan:

Apa yang diriwayatkan oleh Bukhari (Bukhari no. 635, juga diriwayatkan oleh Tirmidzi no. 3413, dan Ahmad no. 23093, 23800, 34528) bahwa ‘Aisyah pernah ditanya: “Apa yang biasa dilakukan Rasulullah di rumahnya?” Aisyah menjawab: “Beliau membantu keluarganya; kemudian bila datang waktu shalat, beliau keluar untuk menunaikannya.”

Contoh persetujuan:

Apa yang diriwayatkan oleh Abu Dawud (Hadits no. 1267) bahwa Nabi pernah melihat seseorang shalat dua rakaat setelah sholat subuh, maka Nabi berkata kepadanya: “Shalat subuh itu dua rakaat”, orang tersebut menjawab, “sesungguhnya saya belum shalat sunat dua rakaat sebelum subuh, maka saya kerjakan sekarang.” Lalu Nabi shollallahu’alaihiwasallam terdiam. Maka diamnya beliau berarti menyetujui disyari’atkannya shalat Sunat Qabliah subuh tersebut setelah shalat subuh bagi yang belum menunaikannya.

As-Sunnah adalah sumber kedua setelah al Qur’an. Bila kita tidak mendapatkan hukum dari suatu permasalahn dalam Al Qur’an maka kita merujuk kepada as-Sunnah dan wajib mengamalkannya jika kita mendapatkan hukum tersebut. Dengan syarat, benar-benar bersumber dari Nabi shollallahu’alaihiwasallam dengan sanad yang sahih.

As Sunnah berfungsi sebagai penjelas al Qur’an dari apa yang bersifat global dan umum. Seperti perintah shalat; maka bagaimana tatacaranya didapati dalam as Sunnah. Oleh karena itu Nabi bersabda:

“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.” (Bukhari no. 595)

Sebagaimana pula as-Sunnah menetapkan sebagian hukum-hukum yang tidak dijelaskan dalam Al Qur’an. Seperti pengharaman memakai cincin emas dan kain sutra bagi laki-laki.

3. Ijma’

Ijma’ bermakna: Kesepakatan seluruh ulama mujtahid dari umat Muhammad shollallahu’alaihiwasallam dari suatu generasi atas suatu hukum syar’i, dan jika sudah bersepakat ulama-ulama tersebut—baik pada generasi sahabat atau sesudahnya—akan suatu hukum syari’at maka kesepakatan mereka adalah ijma’, dan beramal dengan apa yang telah menjadi suatu ijma’ hukumnya wajib. Dan dalil akan hal tersebut sebagaimana yang dikabarkan Nabi shollallahu’alaihiwasallam, bahwa tidaklah umat ini akan berkumpul (bersepakat) dalam kesesatan, dan apa yang telah menjadi kesepakatan adalah hak (benar).

Dari Abu Bashrah rodiallahu’anhu, bahwa Nabi shollallahu’alaihiwasallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah tidaklah menjadikan ummatku atau ummat Muhammad berkumpul (besepakat) di atas kesesatan.” (Tirmidzi no. 2093, Ahmad 6/396)

Contohnya:

Ijma para sahabat ra bahwa kakek mendapatkan bagian 1/6 dari harta warisan bersama anak laki-laki apabila tidak terdapat bapak.

Ijma’ merupakan sumber rujukan ketiga. Jika kita tidak mendapatkan didalam Al Qur’an dan demikian pula sunnah, maka untuk hal yang seperti ini kita melihat, apakah hal tersebut telah disepakatai oleh para ulama muslimin, apabila sudah, maka wajib bagi kita mengambilnya dan beramal dengannya.

4. Qiyas

Yaitu: Mencocokan perkara yang tidak didapatkan di dalamnya hukum syar’i dengan perkara lain yang memiliki nash yang sehukum dengannya, dikarenakan persamaan sebab/alasan antara keduanya. Pada qiyas inilah kita meruju’ apabila kita tidak mendapatkan nash dalam suatu hukum dari suatu permasalahan, baik di dalam Al Qur’an, sunnah maupun ijma’.

Ia merupakan sumber rujukan keempat setelah Al Qur’an, as Sunnah dan Ijma’.

Rukun Qiyas

Qiyas memiliki empat rukun:

  1. Dasar (dalil).
  2. Masalah yang akan diqiyaskan.
  3. Hukum yang terdapat pada dalil.
  4. Kesamaan sebab/alasan antara dalil dan masalah yang diqiyaskan.

Contoh:

Allah mengharamkan khamer dengan dalil Al Qur’an, sebab atau alasan pengharamannya adalah karena ia memabukkan, dan menghilangkan kesadaran. Jika kita menemukan minuman memabukkan lain dengan nama yang berbeda selain khamer, maka kita menghukuminya dengan haram, sebagai hasil Qiyas dari khamer. Karena sebab atau alasan pengharaman khamer yaitu “memabukkan” terdapat pada minuman tersebut, sehingga ia menjadi haram sebagaimana pula khamer.

Inilah sumber-sumber yang menjadi rujukan syari’at dalam perkara-perkara fiqih Islam, kami sebutkan semoga mendapat manfaat, adapun lebih lengkapnya dapat dilihat di dalam kitab-kitab usul fiqh Islam (Fiqhul Manhaj ‘ala Manhaj Imam Syafi’i).

***

Sumber: Majalah Fatawa
Dipublikasikan kembali oleh www.muslim.or.id

  • http://orido.wordpress.com oRiDo

    assalamu’alaikum wr.wb.

    makasih banget utk artikel nya..
    mengingatkan kembali akan fiqih islam..

  • Abu Zaid

    Tolong Ana dijelaskan :
    1. Dalam satu sisi ijma lebih kuat daripada Al Qur’an
    2. Apakah perbedaan Qiroat Qur’an dapat berimplikasi pada perbedaan istimbat hukum islam

  • Danu

    Apa hukum merokok dan bgmn dalil/hadits terkait?

  • Danu

    Kl sy myaqini kbnaran riwayat bhw talak harus dgn prsaksian oleh 2 orng laki2 yg adil, apkh ada dalil lain yg lbh kuat yg mmbatalkannya?

  • abi

    Saya mencari – cari fikih sahabat nabi yaitu pada masa pemerintahan 4 khalifah. Saya ingin membaca nasehat dan keputusannya. Selama ini jarang sekali yang membahas. Bisakah anda menunjukkan.

  • siti aminah

    Assalamualaikum. saya sangat senang dengan adanya artikel ini memngingatkan saya semasa saya masih du2k dibangku sd,karena disitu awal saya mempelajari ilmu fiqih.belajar wudhu tata cara sholat dll tentang islam.menghapal bacaan sholat.boleh ju2r banyak sekali hal tentag islam yg sudah saya lupakan apalgi tentang bersuci yang benar.saya hrp diakan mendatang dilampirkan lagi artikel yang lebih lengkap lg.Tq………………..tbk.

  • http://nickzer.multipy.com Nickzer

    tolong bagi yang memiliki panduan fiqih lengkap..kirim ke email saya, saya sangat membutuhkan sebagai rujukan amal dan ibadah saya

    makasih sebelumnya

  • pingki

    bagus

  • http://persatuanislam.wordpress.com Yd.I

    Assalamu’alaikum,

    Blog Ikhwan sangat bagus, penuh dengan artikel dan tanya jawab yang menarik dan jarang diketahui oleh umum,

    Semoga Ikhwan sukses berda’wah melalui Blog ini.
    Amin.

  • syahrul ikhsan

    semoga amal antum mendapat pahala yang setimpal

  • Aziz Muslim

    السّلام عليكم الخ
    terima kasih atas artikelnya, ini mengingatkanku kembali masa2 belajar di MI dan madrasah Diniyah…
    Akhii….bagaimana tata cara mandi junub yang benar?
    Ana tunggu artikel berikutnya>>>
    والسلام عليكم

  • siti alya

    assalamu’alaikum. saya alya dari sukabumi,mau tanya,apa hukumnya darah yang keluar seminggu sebelum melahirkan,??? wajib solat/tidak.

  • http://trmotorcycle.blogspot.com Alwy

    makasih artikelnya, jadi bisa utk referensi kuliah

  • bunda

    Assalamualaikum..

    Apa hukumnya apabila kita melakukan kesalahan dan telah meminta maaf, tetapi yang berhak memaafkan tidak mau memaafkan.
    Lalu apakah dosa kita akan diampuni Allah jika kita belum dimaafkan oleh manusia ?

    Wassalam

  • Romi sastra,ss

    Subhanalloh.. Mdh2n dgn adanya pokok2 ajarn islam online ini,dpat memperbaiki akhlaq mnusia yg smkin lama smkin mprihatinkn.. Smoga!

  • lukman

    ana mw tanya fidyah ni…tlng dibantu y..

  • tatok petekx

    emank paLing hEbaT isLam itu . . .

  • nunu anwar

    assalamu alaikum w.w
    syukur alhamdulillah,saya telah menemukan blog ini karena saya sangat membutuhkan fatwa-fatwa,atau penjelasan mengenai ilmu fiqih saya sangat berterima kasih kepada semua ihkwan/ahkwat yang telah lebih dulu bergabung semoga apa yang di tampilkan di blog ini lebih bermanfaat terima kasih wassalam w.w

  • khalifah

    ass…
    saya sangat berterimakasih karna dengan adanya artikel ini saya mendapatkan ilmu dan pelajaran yang sangat bermanfaat.

  • http://www.yahoo.com felanie assyafi

    trimakasih saya ajukan kepada majalah fatwa yg menjadi sumber dan webside muslim.or.id atas segal artikelnya

  • syamsoel_setyawan

    asslmualakm.Wr.wb,thank’s buat artikel tentang penjelasan ilmu fiqih’ny semog’ ilmu’y dpT bermanfaat bG seluruh masyrakarakat yG membaca’ny and sedikit komentar saya untuk dituliskan kalimat arab’y dalam surat alquranny sup’Y lebih jelas … oCK….!?

  • puji suswati

    alhamdullilah dgn membaca fiqih.saya semakin banyak tahu ttg syariat islam.

  • http://Www.nia.com Nia

    Tlng jlskn apa saja yg trmsk kpd hkm qauliyun dan fi’liyun? Mksh

  • http://ediciponline.blogspot.com Endri

    As.Wr. Trimaksih artikel ini sangat membantu kita, tp barangkali perlu dikupas lebih dalam lagi ditambah dengan contoh nyata dalam kehidupan sehari2

  • ruswandi

    assalamu’alaikum???
    maf, bleh d perjelas gk mslah fiqih’a??

  • a.s. aisyah

    Alhamdulillah, Subhanallah … bermanfaat sekali. Syukron

  • ustdrusdi

    kembanglah yang lebih banyak lagi da’wah2 tersbut

  • Netty As

    Alhamdulillah inilah artikel yang saya cari2 selama ini. saya minta ijin untuk dicopy dan dibagikan pada teman2 di majta. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada kita kaum muslimin semua. Amin.

  • http://www.den.go.id ungut abdulrosyid

    assalamu’alaikum wr wb
    selamat berjuang teman tuk islam, semoga Allah Swt melindungi saudaraku yang baik, insya Allah. Saya juga mohon infonya ttg syiar yg slalu mengatasnamakan ahlussunnah,tetapi menyalahkan ibadah orang lain seperti tahlil, maulid nabi dan doa bersama dikatakan bid’ah malah sekarang sudah berani dikatakan haram. saya takut tuk generasi muda kita mendatang pada malas berdoa dan berkumpul shg syiar n ukuwah islam menjadi terbatas dan akhirnya mereka jadi tidak pandai berdoa dan itu banyak terlihat saat ini. dan 1 lagi ttg shalat, saya kadang menjadi ragu kalau ikut shalat jadi ma’mum dg imam yg shalatnya cepet banget, gmn solusinya sementara hukum tajwid wajib. terima kasih atas masukannya n mohon maaf kalau hal yg tak berkenan. wassalam. met berjuang.. sukses slalu

  • animaryam

    ass.mksi tas artikel nya mudah2an dpt ber mamfaat bagi semua muslim dan bagi semua muslim teruskan lah berjihad Allohuakkbar

  • zaza

    fikih dunia lebih baik menelusuri hal hal yang lebih spesifik yang hanyadi ketahui oleh ilmuan ilmuan dahulu yang ‘alim

  • fatimah binti abu yazid

    bagaimana sih yang seharusnya di bahas yang lebih mendetail semuanya yang di bahas di sini saya sudah hampir menguasaing seluruhnya tapi saya acungi jempol bagi siapa saja yang telah membuka situs ini trims.ok bgt

  • fatah

    kenapa hukum nikah siri itu di per bolehkan?kalo menurut aq itu salah

  • Sutrisno

    Segala puji bg ALLAH yg telah memberikan kmudhan bg umatx untuk beribadah kpd-NYA, Internet mrpkan salah stu teknologi yg bs kt manfaatkan untk ibdah kpd tuhan,dg membuka situs fiqih kita bisa langsung mengerti apa itu fiqih,shingga kita lebih mengerti hukum2 ALLAH Dlm menjalani hdup ini, dgan ilmu fiqih ini pula kita trjaga dr kemaksitan hidup ini. PEGANGLAH FIQIH INI DALAM KEHIDUPAN.

  • gunawan

    apakah hukumnnya orng yg berinfaq itu jika diumumkan dimasjid,..apakaH RIA jdnya atau bgaimna…,mhon penjelasannya…?

    • http://rumaysho.com Muslim.Or.Id

      @ Gunawan, sebaik2 infaq adalah yang sembunyi2.

  • gunawan

    saya gunawan dari pekanbaru riau,,saya ingin bertanya besar mana pahala shalat ketika mau melakukan shalat jum’at,apakh shalat 2 rekaat sebelum jum’at atau sesudahnya…?.mohon penjelasannya…?

  • http://hmtoyar@yahoo.co.id mohamad toyar

    tULISAN INI menambah pengetahuanku akan ilmu agama Islam. Tulisan anda bermanfaat bagi kami2 yang masih awam. Semoga Allah melimpahkan karunia NYA kepada kita sekalian

  • Hamiduddin

    Mohon ma’af dan minta ijin, mengcovy materi ini, saya butuh referensi, terima kasih Smoga Allah SWT membalasnya.amin

  • http://www.google.com Syaifulloh Albantany

    Tolong disertakan kitab2 referensi, untuk menguatkan uraian.
    Uraikan asal- usul hadist, sohih atau dlo’if dengan menggunakan ilmu hadist. terima kasih

  • SUGIANTO

    JazakaLLah atas bagi-bagi ilmunya, semoga semakin berkah

  • http://adhiwinadyo.blogspot.com Adhi W

    Ass..
    makasi atas artikelnya, menambah ilmu pengetahuan saya.

  • jon

    artikel yang setidak nya membuat saya berfikir,betapa saya mengabaikan apa yang sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai muslim,,,tolong dong bahasan fiqih dan aqidah lebih lengkap lagi,,terimakasih,,,,,asalammu’alaikum,,,

  • rere

    Ass
    makasi atas artikel,dan bisa menambah iman dan kekuatan bgi s’mua manusia

  • munawwaroh

    apa hukum bg orang tahu perbuatan zina itu haram namun masih tetap melakukannya?apa sudah zamannya hukum yang telah di tetapkan oleh agama itu tdk lagi di gunakan?sungguh kerdil otak manusia

    • http://muslim.or.id Sigit Hariyanto

      Seorang yang melakukan perbuatan zina maka dia telah melanggar larangan Allah. Zina merupakan dosa besar yang Allah ancam pelakunya dengan ancaman yang sangat keras. Banyak sekali ancaman terhadap pelaku zina baik di dalam Al Qur’an maupun As Sunnah. Diantaranya Allah ta’ala berfirman ,
      وَالَّذِينَ لا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلا بِالْحَقِّ وَلا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا (٦٨)يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا (٦٩)إِلا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا (٧٠)
      Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan lain berserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan alasan yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu niscaya dia mendapat pembalasan atas dosanya. Yakni akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan ia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina. Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shaleh, maka kejahatannya diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Furqaan 68-70)

      Di dalam shahih Bukhari pada sebuah hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang panjang, di dalam hadits itu disebutkan bahwa Jibril dan Mikail mendatangi Nabi Muhammad SAW dan bersabda: Maka mereka pergi sehingga mendatangi sebuah tungku, diatasnya terdapat lelaki dan wanita yang telanjng, didatangkan api dari arah bawah mereka, apabila nyala api itu mendatangi mereka maka merekapun berteriak. Maka aku bertanya: Siapakah mereka ini wahai Jirbil?. Jibril menjawab: Mereka adalah para wanita dan lelaki penzina”.
      Jika kita renungkan ayat dan hadits di atas maka kita akan dapati begitu kerasnya adzab yang Allah timpakan bagi para pezina.Satu hal yang semestunya kita waspadai bahwa Allah sangat keras siksaannya, maka kewajiban bagi orang tersebut adalah segera bertaubat dengan taubat nashuha serta memerbanyak amal sholih mudah-mudah dengan hal itu Allah mengampuni dosa-dosa kita, karena sesunggunya dia adalah Dzat yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

      Tambahan:
      Taubat nashuha adalah taubat yang memenuhi 5 syarat berikut ini:*
      1 Ikhlas karena Allah ta’ala
      yaitu dengan taubatnya tersebut dia mengharap (agar dapat melihat) wajah Allah (di surga kelak, pen), mengharap pahala serta agar terhindar dari adzabnya
      2. Menyesal
      yaitu dengan bersedih karena telah melakukan perbuatan tersebut serta berangan-angan andai saja dia tidak melakukannya
      3. Meninggalakan maksiat dengan segera
      Jika dosa yang dia lakukan berkaitan dengan hak Allah maka ada dua hal yaitu jika dosa tersebut berupa meninggalkan mengerjakan larangana Allah maka taubatnya adalah dengan meninggalkan larangan tersebut, jika perbuatan dosa tersebut berupa meninggalkan perintah Allah maka taubatnya adalah dengan sesegera mungkin melaksanakan perintah tersebut.
      Jika dosa tersebut berkaitan dengan hak anak adam maka sesegera mungkin meminta dihalalkan yaitu dengan cara mengembalikan hak yang telah kita ambil atau meminta dihalalkan.
      4. Tekad yang kuat untuk tidak akan mengulangi perbuatan dosa tersebut dimasa mendatang.
      5. Taubat dilakukan sebelum datang waktu dimana taubat tidak akan diterima lagi. yaitu sebelum datangnya ajal dan sebelum matahari terbit dari barat. Allah ta’ala berfirman,
      وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّى إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الآنَ وَلا الَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا (١٨)
      dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan : “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang”. dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih“. (Q.S. An Nisaa :18)
      Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa bertaubat sebelum terbitnya matahari dari barat maka Allah akan menerima taubatnya.” HR. Muslim

      *diterjemahkan dari Min al Ahkam al Fiqhiyah fi ath Thoharah wa ash Sholah wa al Janaiz, Syaikh Muhammmad bin Sholeh Al Utsaimin

  • w,adi wahana

    alhamdulillah…
    artikel ini bagus..
    alhamdulillah telah banyak menambah wawasanku tentang islam….
    andai saja aku bisa lebih tahu banyak lagi tentang ilmu islam,beruntungnya aku….
    karna wawasanku tentang islam masih jauhhhh dr cukup…

  • Pingback: Pengertian Fiqh « Belajar Aqidah Dan Fiqh Secara Sistematis

  • Bagoes K.W.

    Ass wr wb. Semoga semakin banyak website yg mensyiarkan Islam, Amin. Wass wr wb.

  • lee

    apa perbedaan islam dengan hati…..

  • http://fiqihislam@yahoo.com andi m reza syach palevi

    alhamdulila sudah tidak terasa sekarang sudah mendekati bulan suci ramadhan

  • hendy

    semoga dapat bermanfaat bagi kita semua…….
    aminnn

  • hendy

    assalam…..
    somoga lebih banyak lagi pembahasanya.

  • redy susanto

    assalamu’alaikum

  • Kuntarti DW

    Trims atas infonya.

  • Ikhwan

    sembahyang, kata ini berasal dari kata sembah Hyang. dari bahasa Sansakerta, Hyang = Dewa. jadi sembahyang bisa diartikan: menyembah sang Dewa.

    namun kalo dilihat dari redaksi terjemahan Al Quran, kok ana lihat ada perbedaan seperti contoh dua surat dibawah ini. Sholat tetap ditulis sholat dan lainya diterjemahkan sembahyang. namun ana rasa yg paling tepat adalah yg pertama, tetap diterjemahkan sebagai sholat. bagaimana menurut antum? sukron.

    ———

    “(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan sholat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.” (Al-Baqarah: 2)

    “(yaitu) orang-orang yang mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat.” (QS. An Naml: 3)

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Ikhwan
      Dalam penggunaan bahasa Indonesia, acuan yg seharusnya dipakai adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Dan menurut KBBI,

      sem·bah·yang n 1 Isl salat: air — , air wudu; meninggalkan — , melalaikan kewajiban salat; 2 permohonan (doa) kpd Tuhan;

      Namun kami sarankan menggunakan kata ‘shalat’ saja, karena kata tersebut yang digunakan dalam Al Qur’an dan hadits.

  • elakuswanto

    Terima kasih untuk penjelasannya, akan semakin kaya pengetahuan kita,shg bermanfaant tuk sendiri dan orang lain.amin

  • Markaz Surabaya

    Terimakasih banyak atas artikel fiqihnya, Sekarang saya baru tahu ternyata fiqih itu tidak sekedar sholat, puasa, zakat, dan haji. Saya selalu menunggu pembahasan secara detail ke tujuh bagian fiqih-fiqih tersebut diatas Musyafir

  • Yeny lala

    Asalmmualaikum wr wb.
    Slam knal smua untk ahki fullan dn ukhti fillah
    Ats infut ya smga kta smkan lbh bsa mezakatkan fikih yg ada.
    Wslammualaikum wr wb.

  • Kak Les

    Siiipp,, selamat berdakwah,,, minta ijin copy paste…

  • taufik

    Assalamu’alaikum salam ukuwah, yang penting itu iman dahulu atau aqidah dahulu

  • krisna

    Tidak IstiQomah Iman Seseorang Sebelum IstiQomah Hati nya….dan tidak akan IstiQomah Hati nya sebelum IstiQomah Lisan nya…..
    Maka…jaga dan ber hati-hati lah akan Tutur kata yang kau Ucap kan……

  • http://fiqih alipb

    bagus lebih bermakna bagi pembacanya

  • http://santoaliwu.blogdetik.com Abdul Somat

    izin copas yaa

  • http://www.umy.ac.id farid afriyanto

    Terimakasih pengetahuanya tentang fiqih……….

  • http://fe.umy.ac.id paijo

    Trimakasih ilmunya pak

  • Pingback: ilmu fiqh | lylabozae

  • Pingback: Fiqih Islam | k n o w l e d g e of Islam

@muslimindo

    Message: Rate limit exceeded, Please check your Twitter Authentication Data or internet connection.