<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Fatwa Ramadhan: Hasil Ru&#8217;yah Saudi Arabia Berbeda dengan Negara Lain</title>
	<atom:link href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/fatwa-ramadhan-ruyah-saudi-arabia-dengan-negara-lain.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/fatwa-ramadhan-ruyah-saudi-arabia-dengan-negara-lain.html</link>
	<description>Pesantren online agama Islam berdasarkan Qur&#039;an dan Sunnah dengan pemahaman Salafus Shalih</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Feb 2012 06:03:43 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: Yulian Purnama</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/fatwa-ramadhan-ruyah-saudi-arabia-dengan-negara-lain.html/comment-page-1#comment-78349</link>
		<dc:creator>Yulian Purnama</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Sep 2011 05:58:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=342#comment-78349</guid>
		<description>#sutanto 
Wa&#039;alaikumussalam, 
Pertama, taat pada pemerintah itu hanya pada perkara yang ma&#039;ruf
Kedua, urusan penentuan 1 Syawal dan Ramadhan itu perkara jama&#039;i bukan perkara yang bebas masing-masing orang melakukan sesuai keyakinannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#sutanto<br />
Wa&#8217;alaikumussalam,<br />
Pertama, taat pada pemerintah itu hanya pada perkara yang ma&#8217;ruf<br />
Kedua, urusan penentuan 1 Syawal dan Ramadhan itu perkara jama&#8217;i bukan perkara yang bebas masing-masing orang melakukan sesuai keyakinannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yulian Purnama</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/fatwa-ramadhan-ruyah-saudi-arabia-dengan-negara-lain.html/comment-page-1#comment-78347</link>
		<dc:creator>Yulian Purnama</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Sep 2011 05:56:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=342#comment-78347</guid>
		<description>#darmawan wan 
Penggunaan metode hisab untuk perhitangan hari dan kalender dibolehkan oleh para ulama, namun khusus untuk penentuan 1 Syawal dan 1 Ramadhan wajib menggunakan ru&#039;yatul hilal.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#darmawan wan<br />
Penggunaan metode hisab untuk perhitangan hari dan kalender dibolehkan oleh para ulama, namun khusus untuk penentuan 1 Syawal dan 1 Ramadhan wajib menggunakan ru&#8217;yatul hilal.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sutanto</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/fatwa-ramadhan-ruyah-saudi-arabia-dengan-negara-lain.html/comment-page-1#comment-77887</link>
		<dc:creator>sutanto</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Sep 2011 00:39:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=342#comment-77887</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum,
Apakah beda ustadz,jika pada 17 agustus misalnya, seandainya kita tidak mau mengibarkan bendera, walaupun tidak ada orang lain yang tahu, setahu saya hal ini sudah termasuk tidak taat terhadap penguasa/ pemerintah, karena pemerintah sudah menetapkan aturannya dan harus diikuti oleh tiap2 warga negara. Nah kalau penetapan awal romadhon, awal bulan syawal, atau dzulhijjah bagaimana ustadz, karena sampai saat ini sayapun masih bingung, karena saya merasa keputusan pemerintah masih bersifat himbauan, terimakasih atas jawabannya ustadz.
Wassalamu&#039;alaikum.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum,<br />
Apakah beda ustadz,jika pada 17 agustus misalnya, seandainya kita tidak mau mengibarkan bendera, walaupun tidak ada orang lain yang tahu, setahu saya hal ini sudah termasuk tidak taat terhadap penguasa/ pemerintah, karena pemerintah sudah menetapkan aturannya dan harus diikuti oleh tiap2 warga negara. Nah kalau penetapan awal romadhon, awal bulan syawal, atau dzulhijjah bagaimana ustadz, karena sampai saat ini sayapun masih bingung, karena saya merasa keputusan pemerintah masih bersifat himbauan, terimakasih atas jawabannya ustadz.<br />
Wassalamu&#8217;alaikum.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: darmawan wan</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/fatwa-ramadhan-ruyah-saudi-arabia-dengan-negara-lain.html/comment-page-1#comment-77862</link>
		<dc:creator>darmawan wan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Sep 2011 14:24:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=342#comment-77862</guid>
		<description>ass....saya orang awam bagaimana komitmen pemerintah tuk tahun 2011 penaggalan yg di keluarkan depag untuk tahun 1432 di bulan romadhon 29 hari ternyata setelah di rukyat jadi 30 hari apakah kalender yg tlah di buat depag akan di rubah lagi atau bagai mana ? dan hisab dengan rukyat apakah ada perintahnya untuk menentukan tanggal mana yg lebih kuat?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ass&#8230;.saya orang awam bagaimana komitmen pemerintah tuk tahun 2011 penaggalan yg di keluarkan depag untuk tahun 1432 di bulan romadhon 29 hari ternyata setelah di rukyat jadi 30 hari apakah kalender yg tlah di buat depag akan di rubah lagi atau bagai mana ? dan hisab dengan rukyat apakah ada perintahnya untuk menentukan tanggal mana yg lebih kuat?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abdullah</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/fatwa-ramadhan-ruyah-saudi-arabia-dengan-negara-lain.html/comment-page-1#comment-77606</link>
		<dc:creator>Abdullah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Aug 2011 23:04:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=342#comment-77606</guid>
		<description>Untuk Sdr. Widiatmoko. Saya setuju sekali bahwa kita harus bersatu di seluruh dunia. Namun saya kurang sependapat statement tidak terkait dengan &quot;batas teritorial buatan manusia&quot;. Coba kita perhatikan adanya International Date Line (IDL) seperti yang pernah saya sampaikan di forum ini. Wilayah yang terletak sedikit di sebelah Barat IDL misalnya hari Jumat atau Minggu, dimana ummat Islam dan Nasrani beribadah, saat/jam yang sama di tempat yang relatif sama tapi berbeda negara karena kebetulan terletak sedikit di sebelah Timur IDL ternyata masih hari Kamis atau Sabtu (satu hari sebelumnya), tentunya di daerah ini tidak bisa melakukan ibadah hanya karena alasan persatuan dunia bukan? Dan kita sadar IDL adalah ciptaan manusia moderen, jauh setelah agama dinubuatkan. Apalagi kita tahu dalam sejarah, bahwa IDL tsb. pernah mengalami pergeseran. Saya yakin, hal ini pasti di-ridhoi Allah swt. Kalau tidak, akan jadi debat kusir sampai hari akhir. Sekarang kita perhatikan tata cara ibadah ummat Islam yang menurut sunnah sebagian besar berdasarkan kalender lunar system (kecuali ibadah mingguan seperti sholat Jumat, puasa hari Senin dan Kamis), ini akan menjadi semakin kompleks, karena tidak sesederhana solar system. Sehingga mustahil di seluruh dunia, ummat Islam beribadah dalam satu tanggal yang sama (DALAM LUNAR SYSTEM), sehingga sesuai sunnah harus mengikuti mathla&#039; masing-masing (tentunya kalau ibadah haji sesuai mathla&#039; makkah, NB: bukan sholat Ied-nya). Jadi adalah keniscayaanlah terbentuknya teritorial buatan manusia tsb. sesuai firman Allah dalam surat al Hujuraat. Dan sesuai sunnah maupun firman Allah, kita harus mengikuti ulil amri atau Pemerintah dimana kita berada selama Pemerintah tidak munkar. Demikian pendapat saya. Saya yakin perbedaan pendapat tsb. jika kita semua arif, tidak akan memecah-belah persatuan ummat yang kita khawatirkan bersama. Wallaahu a&#039;lam bishshowaab.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk Sdr. Widiatmoko. Saya setuju sekali bahwa kita harus bersatu di seluruh dunia. Namun saya kurang sependapat statement tidak terkait dengan &#8220;batas teritorial buatan manusia&#8221;. Coba kita perhatikan adanya International Date Line (IDL) seperti yang pernah saya sampaikan di forum ini. Wilayah yang terletak sedikit di sebelah Barat IDL misalnya hari Jumat atau Minggu, dimana ummat Islam dan Nasrani beribadah, saat/jam yang sama di tempat yang relatif sama tapi berbeda negara karena kebetulan terletak sedikit di sebelah Timur IDL ternyata masih hari Kamis atau Sabtu (satu hari sebelumnya), tentunya di daerah ini tidak bisa melakukan ibadah hanya karena alasan persatuan dunia bukan? Dan kita sadar IDL adalah ciptaan manusia moderen, jauh setelah agama dinubuatkan. Apalagi kita tahu dalam sejarah, bahwa IDL tsb. pernah mengalami pergeseran. Saya yakin, hal ini pasti di-ridhoi Allah swt. Kalau tidak, akan jadi debat kusir sampai hari akhir. Sekarang kita perhatikan tata cara ibadah ummat Islam yang menurut sunnah sebagian besar berdasarkan kalender lunar system (kecuali ibadah mingguan seperti sholat Jumat, puasa hari Senin dan Kamis), ini akan menjadi semakin kompleks, karena tidak sesederhana solar system. Sehingga mustahil di seluruh dunia, ummat Islam beribadah dalam satu tanggal yang sama (DALAM LUNAR SYSTEM), sehingga sesuai sunnah harus mengikuti mathla&#8217; masing-masing (tentunya kalau ibadah haji sesuai mathla&#8217; makkah, NB: bukan sholat Ied-nya). Jadi adalah keniscayaanlah terbentuknya teritorial buatan manusia tsb. sesuai firman Allah dalam surat al Hujuraat. Dan sesuai sunnah maupun firman Allah, kita harus mengikuti ulil amri atau Pemerintah dimana kita berada selama Pemerintah tidak munkar. Demikian pendapat saya. Saya yakin perbedaan pendapat tsb. jika kita semua arif, tidak akan memecah-belah persatuan ummat yang kita khawatirkan bersama. Wallaahu a&#8217;lam bishshowaab.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kumpulan Artikel Ramadhan &#171; Blognya Ukht Yanti</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/fatwa-ramadhan-ruyah-saudi-arabia-dengan-negara-lain.html/comment-page-1#comment-75677</link>
		<dc:creator>Kumpulan Artikel Ramadhan &#171; Blognya Ukht Yanti</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Jul 2011 23:47:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=342#comment-75677</guid>
		<description>[...] Fatwa Ramadhan: Hasil Ru’yah Saudi Arabia Berbeda dengan Negara Lain [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Fatwa Ramadhan: Hasil Ru’yah Saudi Arabia Berbeda dengan Negara Lain [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah &#187; Kumpulan Artikel Ramadhan Di Muslim.Or.Id</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/fatwa-ramadhan-ruyah-saudi-arabia-dengan-negara-lain.html/comment-page-1#comment-75557</link>
		<dc:creator>Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah &#187; Kumpulan Artikel Ramadhan Di Muslim.Or.Id</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2011 17:09:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=342#comment-75557</guid>
		<description>[...] Fatwa Ramadhan: Hasil Ru’yah Saudi Arabia Berbeda dengan Negara Lain [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Fatwa Ramadhan: Hasil Ru’yah Saudi Arabia Berbeda dengan Negara Lain [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mari Sambut Ramadhan 2011 &#124; CIPTO</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/fatwa-ramadhan-ruyah-saudi-arabia-dengan-negara-lain.html/comment-page-1#comment-74814</link>
		<dc:creator>Mari Sambut Ramadhan 2011 &#124; CIPTO</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jul 2011 10:34:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=342#comment-74814</guid>
		<description>[...] Fatwa Ramadhan: Hasil Ru’yah Saudi Arabia Berbeda dengan Negara Lain [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Fatwa Ramadhan: Hasil Ru’yah Saudi Arabia Berbeda dengan Negara Lain [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: widiatmoko</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/fatwa-ramadhan-ruyah-saudi-arabia-dengan-negara-lain.html/comment-page-1#comment-57621</link>
		<dc:creator>widiatmoko</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Aug 2010 04:34:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=342#comment-57621</guid>
		<description>kenapa kita enggan bersatu,perintahnya saja hai orang yag beriman,tanpa tambahan arab,iandonesia,aljazair dsb,kenapa kita yang beriman tidak satu kata,bila diantara kita yang beriman telah menyaksikan hilal,berarti secara global kita telah wajib berpuasa/berbuka tanpa dikapling batas teritorial buatan manusia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kenapa kita enggan bersatu,perintahnya saja hai orang yag beriman,tanpa tambahan arab,iandonesia,aljazair dsb,kenapa kita yang beriman tidak satu kata,bila diantara kita yang beriman telah menyaksikan hilal,berarti secara global kita telah wajib berpuasa/berbuka tanpa dikapling batas teritorial buatan manusia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: a.munir</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/fatwa-ramadhan-ruyah-saudi-arabia-dengan-negara-lain.html/comment-page-1#comment-46130</link>
		<dc:creator>a.munir</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 11:38:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=342#comment-46130</guid>
		<description>terima kasih kiriman emailnya. perbedaan rukyat sekarang dari sisi teknologi sudah terjawab mestinya kita saksikan sepakbaola dunia  setiap hari mestinya kita bisa mengambil manfaat, tidak perbedaan hari jamnya saja yg beda antar negara dalam penyelenggara . tapi dalam penyelenggaraan hari raya haji kemarin terjadi perbedaan antara Arab Saudi dan Indonesia, tahun ini sama harinya. bagaimana ini terjadi !!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terima kasih kiriman emailnya. perbedaan rukyat sekarang dari sisi teknologi sudah terjawab mestinya kita saksikan sepakbaola dunia  setiap hari mestinya kita bisa mengambil manfaat, tidak perbedaan hari jamnya saja yg beda antar negara dalam penyelenggara . tapi dalam penyelenggaraan hari raya haji kemarin terjadi perbedaan antara Arab Saudi dan Indonesia, tahun ini sama harinya. bagaimana ini terjadi !!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

