Macam-Macam Bid’ah di Bulan Ramadhan


Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan barakah dan penuh dengan keutamaan. Allah subhanahu wa ta’ala telah mensyariatkan dalam bulan tersebut berbagai macam amalan ibadah yang banyak agar manusia semakin mendekatkan diri kepada-Nya. Akan tetapi sebagian dari kaum muslimin berpaling dari keutamaan ini dan membuat cara-cara baru dalam beribadah. Mereka lupa firman Allah ta’ala, “Pada hari ini Aku telah menyempurnakan agama kalian.” (QS. Al-Maidah: 3). Mereka ingin melalaikan manusia dari ibadah yang disyariatkan. Mereka tidak merasa cukup dengan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat beliau ridhwanullahi ‘alaihim ajma’iin.

Oleh sebab itu pada tulisan ini kami mencoba mengangkat beberapa amalan bid’ah yang banyak dilakukan oleh kaum muslimin, yaitu amalan-amalan yang dilakukan akan tetapi tidak diajarkan oleh Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam maupun para sahabat beliau, semoga dengan mengetahuinya kaum muslimin bisa meninggalkan perbuatan tersebut.

Bid’ah Berzikir Dengan Keras Setelah Salam Shalat Tarawih

Berzikir dengan suara keras setelah melakukan salam pada shalat tarawih dengan dikomandani oleh satu suara adalah perbuatan yang tidak disyariatkan. Begitu pula perkataan muazin, “assholaatu yarhakumullah” dan yang semisal dengan perkataan tersebut ketika hendak melaksanakan shalat tarawih, perbuatan ini juga tidak disyariatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak pula oleh para sahabat maupun orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Oleh karena itu hendaklah kita merasa cukup dengan sesuatu yang telah mereka contohkan. Seluruh kebaikan adalah dengan mengikuti jejak mereka dan segala keburukan adalah dengan membuat-buat perkara baru yang tidak ada tuntunannya dari mereka.

Membangunkan Orang-Orang untuk Sahur

Perbuatan ini merupakan salah satu bid’ah yang tidak pernah dilakukan pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau tidak pernah memerintahkan hal ini. Perbedaan tata-cara membangunkan sahur dari tiap-tiap daerah juga menunjukkan tidak disyariatkannya hal ini, padahal jika seandainya perkara ini disyariatkan maka tentunya mereka tidak akan berselisih.

Melafazkan Niat

Melafazkan niat ketika hendak melaksanakan puasa Ramadhan adalah tradisi yang dilakukan oleh banyak kaum muslimin, tidak terkecuali di negeri kita. Di antara yang kita jumpai adalah imam masjid shalat tarawih ketika selesai melaksanakan shalat witir mereka mengomandoi untuk bersama-sama membaca niat untuk melakukan puasa besok harinya.

Perbuatan ini adalah perbuatan yang tidak di contohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga orang-orang saleh setelah beliau. Yang sesuai tuntunan adalah berniat untuk melaksanakan puasa pada malam hari sebelumnya cukup dengan meniatkan dalam hati saja, tanpa dilafazkan.

Imsak

Tradisi imsak, sudah menjadi tren yang dilakukan kaum muslimin ketika ramadhan. Ketika waktu sudah hampir fajar, maka sebagian orang meneriakkan “imsak, imsak…” supaya orang-orang tidak lagi makan dan minum padahal saat itu adalah waktu yang bahkan Rasulullah menganjurkan kita untuk makan dan minum. Sahabat Anas meriwayatkan dari Zaid bin Sabit radhiyallahu ‘anhuma, “Kami makan sahur bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian beliau shalat. Maka kata Anas, “Berapa lama jarak antara azan dan sahur?”, Zaid menjawab, “Kira-kira 50 ayat membaca ayat al-Qur’an.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Menunda Azan Magrib Dengan Alasan Kehati-Hatian

Hal ini bertentangan dengan perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menganjurkan kita untuk menyegerakan berbuka. Rasulullah bersabda,

لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

“Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari Muslim)

Takbiran

Yaitu menyambut datangnya ied dengan mengeraskan membaca takbir dan memukul bedug pada malam ied. Perbuatan ini tidak disyariatkan, yang sesuai dengan sunah adalah melakukan takbir ketika keluar rumah hendak melaksanakan shalat ied sampai tiba di lapangan tempat melaksanakan shalat ied.

Padusan

Yaitu Mandi besar pada satu hari menjelang satu ramadhan dimulai. Perbuatan ini tidak disyariatkan dalam agama ini, yang menjadi syarat untuk melakukan puasa ramadhan adalah niat untuk berpuasa esok pada malam sebelum puasa, adapun mandi junub untuk puasa Ramadhan tidak ada tuntunannya dari Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Mendahului Puasa Satu Hari Atau Dua Hari Sebelumnya

Rasulullah telah melarang mendahului puasa ramadhan dengan melakukan puasa pada dua hari terakhir di bulan sya’ban, kecuali bagi yang memang sudah terbiasa puasa pada jadwal tersebut, misalnya puasa senin kamis atau puasa dawud. Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian mendahului puasa ramadhan dengan melakukan puasa satu hari atau dua hari sebelumnya. Kecuali bagi yang terbiasa melakukan puasa pada hari tersebut maka tidak apa-apa baginya untuk berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Perayaan Nuzulul Qur’an

Yaitu melaksanakan perayaan pada tanggal 17 Ramadhan, untuk mengenang saat-saat diturunkannya al-Qur’an. Perbuatan ini tidak ada tuntunannya dari praktek Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, begitu pula para sahabat sepeninggal beliau.

Berziarah Kubur Karena Ramadhan

Tradisi ziarah kubur menjelang atau sesudah ramadhan banyak dilakukan oleh kaum muslimin, bahkan di antara mereka ada yang sampai berlebihan dengan melakukan perbuatan-perbuatan syirik di sana. Perbuatan ini tidak disyariatkan. Ziarah kubur dianjurkan agar kita teringat dengan kematian dan akhirat, akan tetapi mengkhususkannya karena even tertentu tidak ada tuntunannya dari Rasulullah maupun para sahabat ridhwanullahi ‘alaihim ajma’iin.

Inilah beberapa bid’ah yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin, khususnya di negeri kita, semoga Allah ta’ala memberikan kita ilmu yang bermanfaat, sehingga kita bisa meninggalkan perkara-perkara tersebut dan melakukan perbuatan yang sesuai dengan tuntunan Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

***

Penulis: Abu Sa’id Satria Buana
Muroja’ah: Ustadz Abu Salman
Artikel www.muslim.or.id

  • http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/bidah-bulan-ramadhan.html wong dheso

    kalau bisa di tambahi sering terlambat sholat berjamaah di masjid padahal sudah mendengar adzan dan tahu keutamaan sholat wajib secara berjamaah di masjid di bulan Ramadhan

  • http://salafiyunpad.wordpress.com amir

    mohon di infokan yah…jazakallah kaer

    HADIRILAH KAJIAN KHUSUS PUTRI

    CITA WANITA PERINDU SURGA
    Bersama: Ustadz ARIS SUGIYANTORO

    (Pimpinan PonPes Al Ukhuwah, Sukoharjo & Penasihat Majalah NIKAH)

    AHAD, 7 September 2008
    Pukul 08.00 s/d 11.30 WIB
    Di MASJID AN-NUUR SMA NEGERI 1 GEMOLONG, SRAGEN

    Gratis Untuk Putri

    INFORMASI:

    Akhowat: 0852 9363 1396

    Penyelenggara:

    Lembaga Bimbingan Islam Ilmiah (LBII) Gemolong

    Pesantren Remaja Ma’had Roudhotul ‘Ilmi Gemolong

    Majelis Kerohanian Islam SMAN 1 Gemolong

    Sumber: http://www.blogrohismanig.wordpress.com

  • mushlih

    artikelnya bagus dan bermanfaat
    trma ksih…
    semoga bermanfaat bagi kt semua.

  • krisna

    wah artikelnya bagus.. sesuatu yang terkadang tidak kita hiraukan..

  • rosyidah dewi

    rupanya begitu banyak hal”kliru yang telah di lakukan oleh kami masyarakat awam yang tidak di syariatkan dalam islam dan juga tidak pernah di contohkan oleh junjungan kita nabi muhammad dan para sahabatnya, sehingga tanpa sadar apa yang tlh kami lakukan mnjadi perbuatan bid’ah, semoga Alloh mengampuni kami semua dan semoga Alloh memberi putunjuk jalan kebenaran pada kami semua yang belum mngetahuinya, amin.

  • nea

    saya ingin bertanya apakah di sela – sela shalat tarawih ada dzikir2 tertentu.biasanya di kampung saya setiap selesai 4 raka’at tarawih,ada yang memimpin membaca syahadat3x,istighfar dst.Mohon pihak muslim.or.id dalam membahas tentang bid’ah di bulan ramadhan sebaiknya membahas secara tuntas mulai dari imsak sampai sahur kembali.terima kasih

  • http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/bidah-bulan-ramadhan.html wong dheso

    ikut bikin kolak,es dawet,es kopyor,atau urusan perut lainnya ,padahal Rasulullah SAW dan Sahabat-sahabatnya sangat sederhana sekali di bulan Ramadhan

  • http://kangdayat.wordpress.com akang

    alhamdulillah ana mulai mendapat pemahaman dien syukron muslim.or.id

  • http://kangdayat.wordpress.com akang

    oiya ana ikut posting diblog ana ya…. :D

  • http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/bidah-bulan-ramadhan.html wong dheso

    tetangga saya kalau tidak di bangunkan dengan ” sahur-sahur-sahur-sahur” tidak bangun

  • http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/bidah-bulan-ramadhan.html#comment-7682 wong dheso

    Saya juga punya teman namanya Akang beliau tinggal di Batam sekitar Masjid Raya Batam

  • Farro

    Mohon Maaf sebelumnya. saya mau tanya? kalo misalkan bid’ah seperti yang disebutkan diatas bisa memecah belah umat islam bagaimana? soalnya di indonesia ini begitu banyak aliran ajaran islam….terima kasih

  • Ikhwan IPDN

    Tolong penjelasan lebih rinci tentang:
    mengapa membangunkan orang-orang untuk sahur termasuk bid’ah????

  • heru h

    yang nulis tentang bidah ini orang stress,nginfokan hal ini lewat internet juga bidah,nama abu said satria buana juga bidah,ente makan nasi juga bidah karena semua itu nggak ada jaman rosul..
    Ente udah belajar ilmu tentang hal ini di kyai/ustad/mutawa/ulama mana//??tolong kalau mau jangan gampangan tntang hal ini,banyak yang masih harus belajar.

  • http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/bidah-bulan-ramadhan.html wong dheso

    Tidurnya Nabi Muhammad SAW dan para Sahabat-sahabatnya hanya sebentar ( ada ayatnya di Al-Qur’an yang sering ngaji dan ikut dauroh pasti pada tahu ) kalau kita tidurnya pulas kalau tidak di bangunkan dengan ” sahur-sahur-sahur ” atau suara musik dan nyanyian pasti tidak bangun . Ingat Allah Maha Tahu perbuatan manusia

  • adminrhpp

    kenapa semuanya ini termasuk bid’ah, dalilnya lebih lengkap dan rinci , jangan hanya di lihat dari satu hadits atau ilmu fiqh aja tapi dilihat juga dari hadits-hadits shoheh lainnya. Mohon pencerahannya dan rinciannya

  • Farro

    Tuh kan?ini yang saya takut kan soalnya banyak aliran islam di indonesia. marilah kita bersatu menjadi umat islam kita perkokoh tauhid kita….kita sama sama menyembah Allah Yang Maha Esa. dan Nabinya Muhammad Saw.

  • Farro

    Mungkin yang kita harus perbaiki pada bulan puasa ialah Akhlak atau Tauhid kita. jangan sampai waktu puasa masih menuhankan guru, menuhankan ajaran seakan2 kita paling bener, menuhankan harta, dan sebagainya….Allah Mengetahui Isi Hati kita.

  • sang pengamat

    bit’ah lagi bit’ah lagi
    kayaknya gak ada bahasan lagi yah.
    kenapa gak sekalian di kasih tau yang dibahas diatas termasuk bit’ah yang baik atau bit’ah yang tidak baik.
    -bangunin sahur : klo dilihat dari orang indonesia yang malas bangun jangankan bangun mau sholat aja susah daripada sehingga klo tidak dibangunkan jadi banyak yang tidak puasa dengan alasan tidak sahur (apakah itu jelek..?? dan tidak baik..??)

    -niat= memang klo niat itu dalam hati tapi klo diucapkan cuma sebagai penguat supaya kita tidak waswas sudah niat atau tidak

    -imsak= sudah tau orang indonesia ebih mau klo malan akhr jadi lebih baik agar di ingatkan klo sudah imsak (apakah itu jelek..?? apakah itu tidak baik..??))

    -nuzulul quran = itu cuma peringatan agar kita mengingat klo pada bulan ramadhan ada peringatan nuzulul quran, coba anda tanya anak anda nuzulul quran terjadi tanggal berapa..?? apakah anak anda tahu..??

    -ziarah kubur= biasanya saya ziarah kubur dengan tujuan untuk mendoakan orang tua yang sudah berpulang bisa diampuni dosanya , trus bisa membersihkan makamnya
    klo saya tanya apakah anda pernah menziarahi orang tau yang sadah berpulang ..??? saya rasa tidak

    lebih baik jangan membuat artikel yang tidak diambil dari ilmu yang terpercaya, yang tidak cuma baca dari buku tapi belajar dari seorang guru

    terakhir klo saya tanya apakah membaaca alquran itu adalah bit’ah..?? saya rasa anda bakal menjawab ya

    tapi awas jangan berdusta sesungguhnya kebenaran hanya dari Allah SWT dan Allah lah yang menilai baik atau buruk suatu perbuatan bukan nya anda

  • orang biasa

    lain ladang lain belalang, lain kepala lain pula isinya. amannya, yang kita kerjakan yang jelas kita tau kalo itu ada tuntunannya aja. lainnya ya ditinggalkan.

  • susilow

    mohon untuk di beri penjelasan lebih lanjut:
    1. membangunkan orang sahur…apakah yang kelling atao kalo kita bangunkan tetnagga juga bid’ah tau teman satu kos..
    2. apakah makan kolak bukan makan korma juga bid’ah
    3. apakah tadarusan bareng2 di masjid juga, memberi makan pada peserta tarawih dan tadarus..”jaburan dijawa”..
    dan hal2 yang saya kira masih khilaf lain
    jadi semua yang dikerjakan di kampung dan di kota dan di seluruh masjid indonesia adalah kebanyakan bid’ah dan sesat dan ancaman neraka

  • pencari ilmu

    Intinya, marilah sama-sama qta menuntut ilmu. Benar,,jangan terima2 ilmu saja. afwan,yg pnah sy dengar,,
    1.dalm sbuah pgjian y pnah sy ikuti,,bangunin sahur yg dmksd bid’ah yaitu sprt y srg dlkukn d msjd2,,”sahur mas-sahur mbak-sahur2!!!”yg dicnthkn adlh azan 2x. azan p1 utk mbangunkan sahur n y k2 utk azan subuh, sbagai tnd pula utk mulai waktu menahan(y dknl org2 sbg imsak)
    2.y dktkan niat adlh kehendak d hati. jd klo ht sdh bkhendak,itw sdh dktkn niat.
    3.jk pryaan nuzulul qur’an yg dlkukn dg acr2 y blbh2an…dg jmlh jama’ah k msjd yg dtg utk acr nuzulul qur’an lbh byk y hdr dbndgkn y dtg k msjd utk salat bjmaah. knp y wjb tidak bgt dbsar2kn, ttp y tdk dianjrkn jstru bgtu heboh..mksdx,qt srg mbudayakan hal2 y tdk dcontohkan.alagkah baikx prngtn yg dmksd u/dr sndr dg mpbyak bacaan al-qur’an,itulh intinya…sdhkh anda tilawah hr ini?
    4.ziarah kubur y dmksd krn tkhususkn pd even ttntu,misx krn mw msk bln puasa.tbkti bgtu byk org y ziarah kbur hx pd saat mjlg bln ramadhan.ziarah kubur bknx dlrg,aplg u/ mdoakn orngtua y tlh mnggl.hx sj mksdx tdk dniatkn krn mw msk bln puasa. tp bnr2 dniatkn u/ mdoakn org y tlh mnggl dan m’ingtkn qt akn kmatian,,,klopn niatx smata2 utk mdoakn org y tlh mnggl, hx sj kbtln wktux mjlg bulan puasa, mgkn itw yg dmksdkn tdk ap2,,asal niatx y itw td,,dlm artian,dkhwtrkn bhw tdk bziarah kbr klo tdk mjlg buln puasa.
    intix, kembali ke niatx. Amalan tgantung dari niatnya. Wallahu’alam bishawab. hamba berlindung dari ilmu yg salah,,smg lgkh hamba snantiasa dtuntun ke jalanNya,amin…
    afwan, ana jg dlm proses bljar,mohon maaf jika ada salah kata. y bnr dtgnya dr Allah SWT, dan y salah dr diri sy prbadi sbg hamba y dhoif….afwan ya akhi ya ukhti…wassalam

  • Farro

    Saya Setuju dengan sang pengamat. tapi untuk kemakam dan ziarah mungkin kalo ke kuburan kita hanya mengingatkan untuk mati. untuk berdoa apakah harus dimakam saja mendoakan orang tua yang sudah meninggal. pelengkap saja terima kasih…

  • Farro

    Sebaiknya kita jangan saling menyalahkan satu sama lain mungkin penulis itu benar apa yang dia tulis dan ada keterangan nya….islam banyak alirannya. yang penting kita Satu Tuhan Yaitu Allah SWT dan Nabi Nya Muhammad SAW. untuk fiqih banyak mana yang anda-anda yakini. terkecuali si penulis mengharus kan kita menyembah selain Allah kita harus lawan….cuma cara penyampaiannya yang salah mungkin, soalnya di forum ini kan dari berbagai aliran. tarengkyu. wassalam.

  • PUJI

    islam bukan arab,islam hanya diturunkan ditanah arab,lihatlah keluwesan para wali dalam menyebarkan islam. kalau seperti itu/saling menyalahkan. maka kita tidak akan bisa melihat candi borobudur,mendut dsb. lihat bagaimana para wali menyebarkan islam, islam tersebar, bahkan menjadi mayoritas, tanpa merusak tatanan yang ada. Itulah islam yang rahmatan lil alamin.

  • ari bapakost

    Bid’ah dan mem”Bid’ah”kan orang lain adalah sesuatu yang sangat di gemari di negeri kita ini.

    “Jangan naik kendaraan bermotor, itu bid’ah”!!!!!!!! kendaraan bermotor tidak di contohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

    apa jadinya misal memang kata2 di atas bener2 terjadi?

  • http://www.muslim.or.id abu sa’id satria

    sebagian pembaca tidak mengerti istilah bid’ah dengan utuh… coba lihat artikel http://muslim.or.id/manhaj-salaf/bidah-dalam-timbangan-islam.html
    semoga bisa lebih menjelaskan…
    jadi…, makan nasi bukan bid’ah, pake internet bukan bid’ah, nama abu sa’id satria buana bukan bid’ah…
    karena itu bukan ibadah… :) :)

  • http://www.muslim.or.id abu sa’id satria

    Membangunkan orang sahur masuk ke dalam kategori bid’ah ketika pelakunya menganggap perbuatan tersebut adalah perbuatan ibadah, dia merasa tidak afdhol kalau tidak membangunkan orang lain untuk sahur.
    Dan yang terjadi pada masyarakat adalah sebagian mereka menganggap membangunkan sahur termasuk dalam ritual-ritual kegiatan ramadhan. Karena alasan itu penulis memasukkannya dalam kategori bid’ah.
    Adapun jika alasannya bukan karena itu, maka tetap saja itu bukan termasuk perbuatan yang dianjurkan karena:
    1. Rasulullah dan para sahabatnya tidak pernah mencontohkannya, kita telah mengetahui keutamaan mereka.. tidak ada suatu kebaikan sedikitpun melainkan mereka telah mencontohkannya kepada kita, jikalau itu adalah suatu kebaikan tentulah mereka sudah melakukannya.
    2. Perbuatan tersebut bisa mengganggu sebagian orang, mereka merasa terganggu dengan suara-suara ribut yang ada di luar rumahnya, dan hal ini bisa menjadi salah satu perkara yang menimbulkan konflik dalam masyarakat. Adapun jika masyarakat suatu kampung mereka telah bermusyawarah kemudian sepakat agar sebagian orang membangunkan mereka agar bangun sahur, kemudian mereka tidak menjadikan perbuatan itu sebagai perbuatan ibadah, maka penulis tidak berani mengatakan itu bid’ah..
    semoga bisa lebih menjelaskan…

  • Al Fiqri

    heheheeee….maaf pak ustadt mungkin sekarang yang dibutuhkan masyarakat bukan saling menyalahkan, yang kami butuh persatuan umat islam pak….!!! asal perbuatan tersebut tidak menjadi syirik dan merusak akhidah. kita hormati…

  • santi

    setahu saya yang bisa disebut bid’ah itu adalah yang berhubungan dengan ibadah yg berlebihan,kalo bangunin orang sahur mah masalah akhlak watawassaubil haq,nonton TV di bulan ramadhan bid’ah juga ? gak kaaaan ?

  • nurdin

    makasih…ya!aku jd tahu mana yg bid”ah di bulan yang suci ini!!
    mudah2an bermanfat bagi muslim sdunia’.

  • ari

    Di dalam kaidah ushul dikatakan bahwa hukum sarana sebagaimana hukum tujuan. Hal ini berlaku pada persoalan yang pada asalnya mubah (lihat penjelasan Risalah Lathifah). Membangunkan orang pada asalnya mubah, tidak ada dalil yang memerintahkan atau melarang. Sedangkan makan sahur hukumnya sunnah. Maka membangunkan makan sahur dapat dikatakan sebagai perantara menuju terwujudnya sunnah. Dengan demikian untuk mengatakan membangunkan sahur adalah bid’ah adalah ungkapan mujmal yang terlalu luas cakupannya sehingga akan mencakup perkara-perkara yang bukan bid’ah semacam membangunkan temen kos untuk sahur. Hal ini tentu bukan bid’ah. Namun yang dimaksudkan oleh penulis di sini -sejauh yang saya pahami- adalah kegiatan yang biasa dilakukan orang dengan membangunkan sahur dengan pengeras suara dan semacamnya yang menimbulkan suara yang keras dan mengganggu tidur orang lain yang tidak akan puasa seperti orang kafir misalnya. Padahal, mengganggu orang tidak boleh. Buktinya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kita mengeraskan bacaan Qur’an sehingga mengganggu orang lain yang ada di sekitarnya (HR. Ahmad). Begitu pula Rasulullah mengatakan, “Tidaklah beriman orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.” Kita tahu bersama jika seorang berbicara dengan microphone atau keliling kampung dengan kentongan akan mengganggu tetangga yang tidur, meskipun mereka adalah kafir maka kita tetap harus menghormati hak-hak mereka. Oleh sebab itu saya kira alangkah bijaknya jika gangguan-gangguan semacam ini kita jauhi agar Islam ini menjadi agama yang rahmatan lil ‘alamin. Dan hal itu akan terwujud jika kita menerapkan sunnah Nabi. Mari kita bangunkan teman atau saudara untuk makan sahur, tapi tidak perlu dengan pengeras atau teriak-teriak keliling kampung. Wallahu a’lam bish shawaab.

  • wong kampung

    ahhh…
    yang penting aku puasa, yang menjadi kewajiban wong iman, masalah banyak orang yang bilang banyak yang bid’ah itu terserah emang guwe pikirin, wong yang pada bilang itu bid’ah ini bid’ah, sedikit2 bid’ah mereka juga nggak tahu apakah puasa yang mereka kerjakan itu mendapat derajat tertinggi di sisi Tuhan, dan bid’ah itu mbok di pahami dulu artinya apa ? wong bid’ah sendiri kadang nggak tahu artinya…

  • http://terusbelajar.wordpress.com adiputra

    salamualeikoem…

    maaf saya sok tahu…

    kalo puasa terserah kita lalu siapa yang akan kasih pahalanya sodaraku….puasa ini kn aturan Allah, kalo gak ikut aturannya, lalu kita dapat dari mana pahalanya????

    ibadah itu jangan seenaknya aja,,semua ada aturannya,,bukannya islam itu telah sempurna bahkan sampai2 masalah cebok saja diatur…

  • pamungkas

    Pa ustad kalo bisa tamplkn permaslhn 2 bid’ah puasa berdasrkn buku2 imam besar /ulama yg ternama tp yg sdh diterjmhkn ind.agr sdra2 qt yg lain dpt membandingkan dg kitab2 yg merka anggap benr tp tdk ada dalil yg sohih ato rujukan ulama ahli hadis. dan referensinya makasih, tuk sdr ku yg blm yqn. jng mudh ter bw nafsu sbar dan trus blajar

  • marinir

    assalammualaikum…wr.wb….
    Beginilah kenyataan masayarakat islam di indonesia, beribadah cuma ikut ikutan tanpa ada dalil nya… coba yang menyalahkan artikel diatas harap antum belajar banyak lagi, biar antum tau yang haq dan yang bathil….

  • Subhanallah

    Asalamu’alaikum…

    Terima kasih kepada mas Abu Sa’id Satria, semoga Allah selalu melimpahkan rahmatNya atas diri anda, dan terima kasih juga kepada mas “pencari ilmu” dan mas Ari yang kalimatnya amat menenangkan, insyaAllah anda selalu dalam naungan Allah. Untuk mas marinir, salut untuk anda, semoga selalu dilimpahkan Allah kekuatan untuk membela yang haq. Amin.

    Wasalam,

  • pokijan

    assalammualaikum…
    setuju…,
    belajarlah lebih dahulu, sebelum banyak bicara atau komentar…

  • fauza wannajah

    assalammualaikum…
    yang penting hanyalah pada niatnya…
    jika kita meletakkan hukum pada satu2 perkara ibadah yg enggak dilakuin rasulullah malah enggak ada dalilnya,maka terjadinya bid’ah….
    enggak ada salahnya jika kita lakuin perkara yg baik seperti bangunin sahur,nuzul quran,ziarah kubur dan macem2 lagi lor…
    kerna pada semua itu ada baik dan manfaatnya pada diri kita dan juga saudara kita yg lain…

    *bagunin sahur=dgn harapan saudara kita yg sukar banget bangunnya dapat pahala lakuin sunnah rasul untuk sahurnya…

    *nuzul quran=dgn harapan saudara kita yg enggak pernah ketahuan saatnya peristiwa nuzul quran atau lupa akan ketahuan akhirnya…

    **cuma disini ingin sekali ana ingatkan janganlah sampai meletakkan hukum padanya,adapun PADA SETIAP AMALAN SERTA NIAT YANG BAIK ITU PASTI ADA GANJARANNYA

    WALLAHU A’LAM

  • http://www.azna-nardamas.blogspot.com nurazizah

    asslmkm,wr,wb.
    menurut saya membicarakan mslh bid’ah tidak akan ada hbsnya,krn memang tadinya agama nenek moyang bangsa kita beragama musyrik [animisme].
    dan setahu saya perbuatan yang dikatagorikan sebagai bid’ah apabila berkaitan dengan ibadah,sdgkan yang tidak berkaitan dengan ibadah tidak termasuk bid’ah.
    dan agar tidak terjadi perpecahan intern umat islam dalam mslh bid’ah ini berlakulah dengan bijaksana dengan mempertimbangkan mana yang lebih besar manfa’at atau mudlaratnya.
    wallohua’lam bishowab

  • http://www.yahoo.com Abu Ihsan

    assalamu’alaikum.
    he.he.he.bid’ah lagi.bid’ah lagi…
    >banyak yang alergi dengan bid’ah yach…ato mereka anggap tidak ada istilah bid’ah dalam beribadah ini???
    >untuk yg tidak setuju tolong donk kasih contoh perbuatan bid’ah menurut antum…(kalo ada)
    >biar hidup tenang dunia akhirat jauhi bid’ah ye…
    wassalamu’alaikum.

  • fachrul

    ada seorang ustadz, yang dalam setahun hanya lima hari tidak berpuasa. lalu datang orang yang mengatakan kepadanya, bahwa ibadahnya tidak pernah dicontohkan oleh nabi. dengan amat sopan si ustadz itu berkata saya sendiri tidak yakin apahkah ibadah puasa saya yang setahun sama dengan ibadah puasanya nabi dalam satu hari. karena memang maqom/kedudukan kita amat jauh dengan nabi & para sahabat. karena mereka tidak pernah memikirkan mau sahur dengan apa/buka puasa dengan apa. tapi bagaimana dengan kita ???. jadi biarkan saja mau ada orang bangunin sahur, mau ada imsak, mau ada nuzul quran. gitu aja kok repot !!!. wassalam

  • http://www.yahoo.com Fathoni arief

    tuk semua penulis artikel di muslim.or.id. semoga Allah ta’ala memberikan rahmatNya, dan selalu menjaga antum semua.
    sebarkan terus kebenaran, harapkan pahala dan surga Allah.
    Jangan hiraukan komentar2 miring.

  • fachrul

    memang wajib hukumnya untuk menyebarkan kebenaran, tapi naudzubillah min dzalik kalau merasa benar. karena kebenaran hanyalah milik allah semata. manusia bisa benar, bisa juga salah

  • Lutful Hakim

    Assalamu’alaikum
    Firman Allah : “Dan apa-apa yang Rasul berikan kepadamu, maka ambillah/terimalah. Dan apa2 yg dia (Rasul) larang/cegah kamu dari (mengerjakan)nya, maka berhentilah/tinggalkanlah” (QS Al Hasyr:7). Dari ayat ini sdh jelas bahwa apa2 yg tdk diajarkan dlm agama oleh Nabi Muhammad adalah mengada-ada (bid’ah) dan akan tertolak amalannya. Coba kita renungkan kalima ini: “Sekiranya perkara/perbuatan ini baik, tentulah para sahabat telah mendahului kita mengamalkannya”. Nabi bersabda: Aku telah tinggalkan kepada kamu 2 perkara, yg selama-lamanya kamu tdk akan pernah tersesat selama kamu berpegang dg keduanya yaitu : Kitabullah (AL-Qur’an) dan Sunnah Nabi-Nya. Wallahua’alam

  • http://www.yahoo.com Fathoni arief

    Setiap muslim wajib untuk yakin (tidak hanya sebatas merasa paling benar) bahwa mengikuti para salafus shalih adalah satu-satunya jalan kebenaran dalam beragama. Dan satu-satunya jalan menuju surga Allah adalah hanya dengan menempuh jalannya para salafus shalih (rosulullah dan para shahabatnya).

    Dan suatu musibah besar, jika seorang muslim masih ragu tentang kebenaran agamanya.

  • http://www.warteg.or.id abu hamzah

    mas fachrul, emang kebenaran itu dtg nya dari Alloh Ta’ala, maka jgn lah kita menjadi orang yg rag dlm mengamalkannya, jadi klo suatu amal itu ada sumbernya dari Alquran atau Hadits yg shahih, berarti itulah kebenaran yg datang dari Alloh, sdgkan yg tdk ada sumbernya dari Alquran & hadits, berarti bukan kebenaran, nah itu ya lg di bahas oleh Abu Sa’id Satria Buana, jelas2 dia menjelaskan amal2 yg umum dilakukan oleh kaum muslimin ttp tdk ada sumbernya……..itulah bid’ah, gitu lho mas, jadi yg tdk ada sumbernya ya jelas salah, klo ada sumbernya baru benar …………teruslah menyuarakan kebenaran muslim.or.id

  • http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/bidah-bulan-ramadhan.html wong dheso

    kalau membangunkan sahur kalau pakai HP dan jam bersuara musik boleh ngak karena saya sedang sholat malam mendengar suara musik dari HP penjaga masjid sekitar 03.00 wib

  • Abu Hafizh

    Kebenaran sudah jelas tinggal kita mau mengamalkan atau tidak. Toek Admin muslim.or.id tetap istiqomah dalam mendakwahkan kebenaran. Barokallohufiikum.

  • Kristin

    jika kita memahami Al Qur’an dan sunah dengan baik, mau bertanya kepada ahli nya, tidak keras kepala terhadap tradisi yang mencampur adukan ibadah dengan syirik misalnya, sesaji, jin, dsb yang merupakan peninggalan jaman hindu. jika ingin terhindar dari bid’ah kita harus memperkaya keilmuan di bidang agama terutama pemahaman Al’Quran dan hadist, dan istriqomah selalu. walaupun berat karena harus menentang kebiasaan masyarakat yang sudah berlangsung lama…iya tho..: )

  • Ali Rido

    Kategori Bid’ah itu hanya disandarkan pada hal-hal ibadah-ibadah dalam islam, seperti : Syahadat, Sholat, Puasa, Zakat, dan Haji ke baitulloh.
    Pengucapan Syahadat adalah terdiri dari dua unsur, pengakuan kemahaesaan Allah dan pengakuan existensi nabi Muhammad SAW sebagai rosululloh. kalo salah satu dua unsur ini tidak diucapkan ya itulah bid’ah. jadi penyebutannya harus lengkap.
    Sholat, sholat wajib dan sholat sunnah harus mengikuti cara rosululloh. bila ada yang sholat wajib 6 waktu, itu bid’ah.
    Puasa, puasa wajib dan puasa sunnah harus mengikuti cara rosululloh. bila ada yang puasa dari terbit fajar sampe tengah malam baru berbuka, itu bid’ah.
    Zakat, zakat fitrah dan zakat mal harus mengikuti cara rosululloh. bila ada yang memberikan zakat nya kepada syaithon, itu bid’ah.
    Haji ke baitulloh, harus mengikuti cara rosululloh. bila ada orang pergi haji ke hollywood, itu bid’ah.
    Adapun membangunkan orang untuk sahur,menyerukan imsak, kalau hal itu distate/diyakini sebagai ibadah wajib ataupun sunnah dari nabi, itu bisa dibilang bid’ah atau ngawur. karena perbuatan tersebut adalah perbuatan mubah/netral.
    disebut mubah atau netral karena perbuatan tersebut bisa berpotensi jadi pahala dan bisa berpotensi dosa.
    berpotensi pahala, kalau memberikan mashlahat bagi orang lain, dan berpotensi dosa kalau memberikan mudhorot bagi orang lain. Tapi ingat pahala dan dosa hak Allah. Allah yang menentukan apakah itu berpahala atau berdosa.
    dan saya berpesan, kalau sekiranya suatu perbuatan itu membuat keraguan/syubhat apakah boleh atau tidaknya, lebih baik tinggalkanlah. kemungkinan syubhat adalah salahsatu pintu masuknya syetan.
    Demikian komentar dari saya, kalau ada yang salah mohon dikoreksi.
    terima kasih.

  • mamby alice syahputra

    emang podho kurqang gwean arek2 …bengak-bengok kendangan ember nggugahi wong sahur…eeeee lha kok sing gugah2 malah ra sahur..lhais tenan cah.
    Imsaaaaaaaaaaaaaaaaaakkk
    he he he dikirone sangar po…kalo ane mending nunggu adzan baru stop.
    nuwun

  • Wardisechan

    Dalam sebuat surat disebutkan:
    Barang siapa berbuat kebaikan sebiji sawi-pun, maka ia akan mendapatkan kebaikan darinya.
    Kalo berbuat sesuatu (membangunkan orang) yang menyebabkan orang lain melakukan sunnah nabi (makan sahur), apakah itu bukan kebaikan?
    Sukron

  • Subhanallah

    Asalamu’alaikum wr. wbr.

    Alhamdulillah, komentar mas Fathoni Arief dan mas Ali Ridho juga sangat menenangkan hati, dan saya sangat yakin tujuan mas Abu Sa’id Satria hanyalah memberitakan kebenaran, mengingatkan kepada kita semua akan apa itu bid’ah sehingga perlu kiranya kita waspadai, dan mas Fathoni dan mas Ali kemudian menegaskannya kepada masing-masing pribadi untuk mengkajinya lebih dalam.

    InsyaAllah rahmat Allah selalu tercurah atas diri kita semua. Maha Suci Allah, Dzat Yang Maha Agung.

    Wasalam,
    Rayhan Susanto

  • Toto

    Info yang saya terima menyebutkan: “Semua ritual ibadah itu haram kecuali yang dituntunkan oleh syariat Islam.” Jadi janganlah repot2 melakukan perbuatan haram yang dianggap ibadah. Lakukan saja ibadah yang sudah pasti ada tuntunannya. Banyak sekali perbuatan yang membawa pahala yang bisa kita lakukan ketimbang melakukan bid’ah yang membawa dosa. Menyiapkan makan sahur atau buka lebih terjamin pahalanya daripada membangunkan orang sahur dengan ribut2 yang tidak jelas halal haramnya. Intinya lebih enak kalo kita hidup dan berpikir sederhana. Lebih enak melakukan sedikit ibadah lalu masuk surga daripada kecapekan melakukan bid’ah tapi akhirnya masuk neraka. Ingatlah! Satu2nya agama yang benar adalah Islam. Agama hanya ada satu, Islam. Agama lain timbul karena BID’AH. Jadi waspadalah! Waspadalah!

  • Jamaah Awam

    Iya… ya… kalo yang gak sesuai dengan Rosullulloh itu bid’ah, internetan juga bid’ah, naik mobil juga bid’ah (jaman nabi adanya onta), nulis komentar online ini juga bid’ah. Terus aku mau belajar agama ini lewat jalur mana? Pusing dech…. Katanya Islam itu mudah….

  • http://www.muslim.or.id Muslim.or.id

    Mas Jamaah Awam, kan sudah dijelaskan bahwa Bid’ah itu kaitannya dengan ibadah yang sudah disyariatkan, kayak shalat, zakat, puasa, haji, dll. Yang Anda sebutkan, seperti: Internet, naik mobil, nulis komentar… jelas itu bukan bid’ah :)

  • Toto

    Saudaraku, Islam itu sangat mudah. Islam tidak menyuruh mengada-adakan ibadah yang susah2 atau sulit2, ikuti saja tuntunan yang sudah ada. Beres. Ibadah yang saya maksud adalah perbuatan/kegiatan penyembahan kepada Allah. Jika kita melakukan perbuatan yang bukan ritual penyembahan kepada Allah tidak mengapa meskipun tidak ada contohnya dari nabi. Asalkan perbuatan itu bukan perbuatan maksiat atau yang mendekati maksiat.

    Allah punya aturan (berupa perintah dan larangan) yang harus kita taati. Saya ambil contoh pada waktu Jumatan, kita harus duduk diam dan memperhatikan kotbah yang disampaikan. Membaca al quran adalah perbuatan baik tetapi haram dilakukan pada waktu khutbah ini. Bayangkan seandainya kita sedang mengikuti upacara bendera yang juga punya aturan. Ketika Inspektur upacara menyampaikan amanat semua peserta upacara harus diam memperhatikan. Bagaimana seandainya ada seseorang yang membaca Pancasila atau Pembukaan UUD 1945 keras-keras. Apakah itu sopan? Apakah tidak melanggar aturan? Padahal membaca Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 juga dilakukan di dalam upaca bendera?

    Contoh lain misalnya ketika kita sedang sakit panu, maka obat yang benar menurut aturan pengobatan adalah salep obat kulit. Karena kita merasa pintar maka kita mencoba mengobatinya dengan obat nyamuk cair yang bisa mematikan serangga dengan harapan jamur panu pun dapat dimatikan. Akibatnya bukan kesembuhan yang diperoleh tetapi keracunan. Contoh ini adalah BID’AH dalam pengobatan. Bagaimana akibat BID’AH ini? Hal yang serupa juga terjadi dalam BID’AH Ibadah.

  • penuntu ilmu

    ya akhi..
    perkataan bid’ah secara lughawi bermakna sesuatu yang baru, sedangkan secara syariat adalah perkara yang diada-adakan dalam rangka ibadah, yang rasululloh tidak pernah memerintahkannya, dan tidak pula dilaksanakan oleh 3 generasi terbaik (para sahabat, tabi’in, dan tabiut tabi’in).

    bid’ah yang sesat yang dimaksudkan disini adalah bid’ah secara syariat. seperti halnya melafalkan niat shaum: nawaitu shommaghadin… dst. Rasululloh shallallohu ‘alaihi wassalam tidak pernah mencontohkan seperti itu, rasululloh tidak pernah menyuruh, begitu pula tidak dilakukan oleh para sahabat, tabi’in, dan tabiut tabi’in.

    Apabila kita menganggap yang demikian itu baik: “ah.. yang penting kan niatnya baik, itu kan cuman memantapkan niat saja, masa sesuatu yang baik tidak boleh…”. Yaa akhi.. baik menurut kita belum tentu baik menurut Alloh ta’ala dan Rasul nya shallallohu ‘alaihi wassalam.

    Jika kita menganggap perbuatan yang diada-adakan yang tidak ada contoh dari rasululloh itu baik, berarti kita telah menganggap rasululloh telah berkhianat, rasululloh tidak lengkap dalam menyampaikan risalah, sehingga ada yang perlu ditambahkan…

    subhanalloh..

    akhi.. agama ini mudah dan ilmiah. setiap perbuatan ibadah harus dilandaskan dengan DALIL yang shahih. tidak usahlah membuat-buat perkara yang tidak ada DALIL yang menjelaskannya. karena rasululloh telah menjelaskan dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh bukhari dan muslim:

    sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk muhammad shallallohu ‘alaihi wassalam, sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan, dan setiap yang diada-adakan adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat..

    smoga kita senantiasa istiqomah didalam manhaj yang haq ini, aamiin..

    wallohu ta’ala a’lam…

  • penuntu ilmu

    ralat: afwan, maksud ana bid’ah secara istilah (sebelumnya ana menuliskan bidah secara syariat)

    wallohu’alam..

  • pencari ilmu

    kalo mau diurai satu persatu semuanya yg telah kita lakukan masuk bid`ah dunk. Bukankah ceramah tarawih, ceramah shubuh, ceramah dzhuhur, ceramah menjelang berbuka puasa, bahkan kepanitiaan i’tikaf Ramadhan, pesantren kilat Ramadhan, undangan berbuka puasa bersama, semuanya pun tidak ada dalilnya yang bersifat eksplisit?

    Kita umat Islam tetap bisa membedakan mana ibadah mahdhah yang esensial, dan mana yang merupakan kegiatan yang bersifat teknis non formal. Semua yang disebutkan di atas itu hanya semata kegiatan untuk memanfaatkan momentum Ramadhan agar lebih berarti. Sama sekali tidak ada kaitannya dengan niat untuk merusak dan menambahi masalah agama

  • damara

    mestinya penulis menerangkan lebih rinci tentang bid’ah.ada 5 macam tentang bid’ah,diantaranya bid’ah baik yaitu adanya pesantren padahal jaman nabi tidak ada pesantren. saran saya sebaiknya kalau membicarakan bid’ah terangkan dulu apa itu bid’ah ?,ada berapa macam ?, terangkan setiap jenis bid’ahnya,supaya para pembaca mengerti.karena saya khawatir banyak para pembaca termasuk saya yg ilmu agamanya masih minim/awam menerimanya secara dangkal sehingga mengikuti apa yg penulis sampaikan bahwa apa yg tidak dilakukan oleh nabi adalah bid’ah. padahal kita tahu penulis pergi kemanapun menggunakan mobil/motor,apakah itu bukan bid’ah?.

  • mrcoco

    mas..mbak..abang..tante..om mo tanya nech klo sholat tarawih berjama’ah selama bulan ramadhan itu bid’ah gak? khan setau saya sholat tarawih berjama’ah selama bulan ramadhan (full) itu itu adanya di jaman sayidina umar.
    trus dalil yg bener tentang sholat tarawih itu gimana?
    jumlah rakaatnya berapa?, trus tata caranya gimana?
    trus membaca tahlil itu bid’ah gak? tadarusan itu bi’ah juga gak sech? satu lagi mas dab makan itu ibadah juga gak sech?mohon penjelasannya.

  • http://www.muslim.or.id Muslim.or.id

    @mrcoco:
    Shalat tarawih berjama’ah bukan bid’ah, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukannya. Berikut kutipan penjelasannya dari artikel http://www.muslimah.or.id Pernak-Pernik Seputar Puasa:

    — mulai kutipan —

    Ada sebagian orang yang sangat senang melakukan ibadah, namun kurang memperhatikan kebenaran dalil-dalil ibadah tersebut, atau bahkan tidak mengetahui sama sekali dalil ibadah tersebut. Biasanya, jawabannya ini adalah bid’ah hasanah. Tahukah engkau saudariku, tarawih bukan termasuk bid’ah dan tidak tepat dijadikan alasan pembenaran bagi orang yang melakukan ibadah baru dalam agama. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah melakukan tarawih bersama para sahabatnya ketika beliau masih hidup. Beginilah dikisahkan oleh ibunda kita tercinta Aisyah radhiallahu’anha,

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu malam keluar dan shalat di masjid (pada bulan Ramadhan-pen). Orang-orang pun ikut shalat bersamanya. Dan mereka memperbincangkan shalat tersebut, hingga berkumpullah banyak orang. Ketika beliau shalat, mereka pun ikut shalat bersamanya, mereka memperbincangkan lagi, hingga bertambah banyaklah penghuni masjid pada malam ketiga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar dan shalat, ketika malam keempat, masjid tidak mampu menampung jama’ah, hingga beliau hanya keluar untuk melakukan shalat subuh. Setelah selesai shalat (subuh), beliau menghadap manusia dan bersyahadat kemudian bersabda, ‘Amma ba’du. Sesungguhnya aku mengetahui perbuatan kalian semalam, namun aku khawatir diwajibkan atas kalian (shalat tarawih tersebut-pen), hingga kalian tidak mampu mengamalkannya’.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Begitulah belas kasih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya. Karena ketika beliau hidup, wahyu masih turun, maka beliau khawatir jika akhirnya shalat tarawih pada bulan Ramadhan itu diwajibkan bagi umatnya. Dan beliau khawatir hal tersebut tidak sanggup dijalankan oleh umatnya. Dari hadits ini, maka jelas tarawih merupakan sunnah yang telah diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena 3 alasan:

    1. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat tersebut selama 4 hari, walau akhirnya ditinggalkan dengan sebab yang telah disebutkan di atas. (Berarti ini termasuk sunnah fi’liyah – perbuatan nabi shallallahu’alaihi wa sallam-)

    2. Nabi menyatakan bahwa, “Barangsiapa yang mengikuti shalat bersama imam hingga selesai, maka Allah catat untuknya pahala shalat semalam suntuk.” (HR, Ahmad dishahihkan oleh Syaikh Al-Bani). Berarti tarawih juga termasuk sunnah qauliyah – perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam).

    3. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendiamkan (yang diamnya ini berarti menyetujui) dengan perbuatan para sahabat yang melakukan shalat tarawih berjama’ah.

    — kutipan selesai —

    Penjelasan tentang jumlah raka’at tarawih berikut kutipannya:

    — mulai kutipan —

    Jumlah raka’at shalat tarawih di berbagai ma sjid biasanya berbeda-beda, dan yang masyhur di negara kita kalau tidak 11 raka’at maka biasanya 23 raka’at. Lalu, yang mana yang benar ya?

    Tahukah engkau saudariku, berdasarkan hadits yang diriwayatkan ibunda Aisyah radhiallahu ‘anha, ternyata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah shalat malam melebihi 11 raka’at. Namun, berdasarkan penjelasan ulama, maksud hadits ini bukanlah pembatasan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya shalat malam sebanyak 11 raka’at saja. Karena terdapat riwayat shahih lainnya yang menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat malam sebanyak 13 raka’at. Jadi, maksud perkataan Aisyah radhiallahu ‘anha adalah yang biasa dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah shalat malam tidak lebih dari 11 raka’at.

    Nah, bukan berarti menjalankan shalat tarawih sebanyak 23 raka’at adalah kesalahan lho. Karena di hadits yang lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa, “Barangsiapa yang mengikuti shalat bersama imam hingga selesai, maka Allah catat untuknya pahala shalat semalam suntuk.” (HR, Ahmad)

    Dan hadits tentang shalat malam, “Shalat malam itu dengan salam setiap dua raka’at. Jika salah seorang dari kalian takut kedatangan subuh, maka hendaklah ia shalat satu raka’at sebagai witir untuk shalat yang telah ia lakukan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    — selesai kutipan —

    Tambahan dari artikel Serba-Serbi Ramadhan di muslim.or.id tentang rincian rakaat plus tata caranya:

    Adapun sholat taraweh yang dilakukan Rasulullah adalah dengan perincian sebagai berikut:

    1. 13 Rakaat dengan perincian: 2 rakaat-2 rakaat dan dengan satu witir.

    2. 13 Rakaat dengan perincian: 8 rakaat ditutup dengan salam pada setiap dua rakaat, ditambah 5 rakaat witir dengan tidak duduk dan salam kecuali di rakaat yang kelima.

    3. 11 rakaat dengan perincian: dua-dua rakaat dan ditutup dengan satu witir.

    4. 11 Rakaat dengan perincian: empat-empat dan ditutup dengan 3 rakaat witir.

    5. 11 Rakaat dengan perincian: 8 rakaat tanpa duduk kecuali di rakaat yang kedelapan, lalu bertasyahud dan sholawat serta berdiri tanpa salam, lalu berwitir serakaat dan salam dan ditambah 2 rakaat dilakukan dalam posisi duduk.

    6. 9 Rakaat dengan perinciaan: 6 rakaat dilakukan tanpa duduk kecuali di rakaat keenam, lalu bertasyahut dan bersholawat tanpa salam, kemudian berdiri untuk witir serakaat lalu salam, kemudian sholat 2 rakaat dengan duduk.

  • http://kangaswad.info aswad

    @penuntut ilmu yang kedua, @damara
    Akhi fillah, sebelumnya ada baiknya kita pahami dahulu sepaham-pahamnya tentang pengertian bid’ah. Sehingga kita tidak akan sampai mengira naik motor sebagai bid’ah. Bid’ah yang dilarang adalah dalam perkara ibadah. Sedangkan naik motor adalah perkara muamalah. Juga hal-hal yang disebutkan seperti:
    - Ceramah tarawih, ceramah shubuh, ceramah zhuhur, ceramah buka bersama: bagaimana bisa hal ini disebut bid’ah?? Semua ini adalah majlis ilmu syar’i, bahkan Rasulullah banyak menyelenggarakan majlis ilmu syar’i, menyampaikan Qur’an dan Hadits kepada para sahabat. Bahkan beliau bersabda yang artinya:
    Bila suatu kaum berkumpul di masjid untuk membaca dan mempelajari Al Qur’an maka akan diliputi rahmah, diliputi sakinah dan dinaungi malaikat” (HR. Muslim)
    Maka semua ini disyariatkan. Namun jika diyakini ceramah-ceramah wajib ada atau afdhol atau tercela bila tidak ada, maka bisa terjerumus dalam bid’ah.
    - Panitia i’tikaf: I’tikaf adalah ibadah, namun kegiatan kepanitiaanya bukan ibadah. Dan perlu dibedakan antara amal ibadah dengan amal mubah yang bernilai ibadah. Kegiatan kepanitiaan asalnya adalah perkara mubah (boleh dilakukan, boleh tidak). Bisa bernilai ibadah bila dilakukan untuk mendukung terlaksananya amal-amal ibadah yang disyari’atkan, namun ia tetap bukan ibadah hanya bernilai ibadah. Jika ia bukan ibadah, maka tidak termasuk bid’ah yang dilarang.
    - Pesantren kilat ramadhan, ini juga bentuk lain dari majlis ilmu syar’i dan majlis ilmu syar’i adalah suatu hal yang disyari’atkan, bukan bid’ah yang dilarang. Namun memang jika diyakini bahwa harus ada pesantren ramadhan setiap bulan ramadhan, bila tidak ada dianggap tercela maka bisa terjerumus ke dalam bid’ah.
    - Undangan buka bersama: Seseorang yang menganggap ini termasuk bid’ah adalah orang yang tidak faham ttg pengertian bid’ah yg dilarang dalam agama. Karena ini hanya perkara muamalah, bukan ibadah.
    Maka bisa disimpulkan, ternyata sebagian kaum muslimin yang merasa ‘gerah’ dengan kata bid’ah belum memahami pengertian bid’ah yang dilarang dalam agama. Sehingga mereka mengira perkara muamalah seperi mikrofon, adanya motor. mobil, SMS, dsb termasuk pembahasan bid’ah dalam agama. Padahal tidak demikian.

  • http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/bidah-bulan-ramadhan.html wong dheso

    saya sudah melihat shalat tarawih live lewat televisi sampai selesai pada shalat witir raka’at ketiga membaca qunut yang panjang dan mengangkat tangannya bermacam-macam menurut muslim.or.id gimana ?

  • http://kangaswad.info aswad

    @Wong Dheso
    Akhi, tentang hukum agama, janganlah bertanya menurut muslim.or.id gimana? Tapi bertanyalah ‘menurut Qur’an dan Sunnah bagaimana?’. Karena yang dibenarkan muslim.or.id belum tentu benar kecuali memang dibenarkan Qur’an dan Sunnah.

    Adapun mengenai shalat qunut, ketahuilah, bahwa qunut memang disyariatkan pada shalat Witir. Dalilnya banyak dari hadits, salah satunya hadits Ubay bin Ka’ab: “Rasulullah melakukan shalat witir kemudian qunut sebelum rukuk” (HR. Bukhari-Muslim). Dari hadits lain juga, bahwa witir disyariatkan saat ada sebuah musibah. Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Bari: “Kumpulan hadits Anas itu menunjukkan bahwa qunut dilakukan untuk sebuah kepentingan (berdoa untuk meminta hilangnya bala’) yang dilakukan setelah rukuk”. Sedangkan quut pada shalat shubuh, terdapat ikhtilaf.

    Dan disunnahkan mengangkat tangan saat qunut. Dari Anas bin Malik ia berkata: “Saya melihat Rasulullah ketika shalat shubuh ia mengangkat kedua tangan beliau dan berdoa untuk mereka” (HR. Ahmad). Abu Rafi’ berkata: “Saya pernah shalat dibelakang Umar bin Khathab, ia qunut setelah ruku’ dan mengangkat kedua tangannya dengan mengeraskan doa” (HR. Baihaqi)
    Namun mengusap muka setelah doa qunut adalah perbuatan yang diada-adakan.

    Sumber rujukan ana, kitab Shahih Fiqh Sunnah, Syaikh Abu Malik As Sayyid Salim. Wallahu’alam.

  • mubtada-khobar

    Sdr.aswad patut diacungi jempol, sangat jitu dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang menyangkut bid’ah. Saya hanya orang awam, tidak dapat berkomentar apa-apa karena saya masih harus banyak belajar, antara lain mendengarkan kajian ilmiah dari Radio RODJA 756 AM Teruskan perjuangan, suarakan kebenaran!

  • Pencari jalan lurus

    Saya juga gak bisa k0ment apa2, ilmu masih cethek. Menurut saya sih, memang perlu dijelaskan mcm2 bid’ah walo kliatanny sepele & gak penting, tapi m’bwt qt t’sesat. Dikit2 lama2 m’jadi bukit, kalo udah jadi bukit susah kan meratakannya. Mengingatkan tentang bid’ah bukannya memecah belah umat. Persatuan harus di atas landasan yg kuat, kalo gak, awalnya aja kliatan besar, kuat, tapi pd dasarnya rapuh. Ujung2nya kepentingan kelompok yg berbicara.

  • Hambah Allah SWT

    Assallamu’alaikum Wr wb

    Sebagai orang awam saya merasa masih perlu banyak belajar tentang agama Islam. Dan sebagai seorang muslim dalam hidup kita wajib berpedoman pada Al Qur an dan Al Hadist.

    Sebagai masukan untuk penulis, karena agama Islam itu berasaskan Al Qur ‘an dan Hadist jadi alangkah baiknya setiap artikel yang anda buat disertai dengan dalil-dalil yang sahih ( sesuai dengan Al Qur’qn dan Al Hadist). Apalagi dalam masalah bid’ah, hal ini untuk menghindari salah penafsiran dan hal yang bisa menyesatkan umat.
    Karena sebagai orang awam bagaimana kita bisa memahami suatu perkara tanpa ada Dalil yang jelas tapi hanya pendapat invidual semata.
    Maaf kalau ada kata-kata yang kurang berkenan

    wassalam

  • thalib

    *ilmu sebelum berkata dan berbuat ..

    Ahlussunnah memanglah seorang ghuroba ..

    Sesungguhnya sebenar-benar ucapan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shalallahu alaihi wassalam . Seburuk-buruk perkara adalah perkara yg diada-adakan dlm agama, setiap yg diada-adakan dlm agama adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan tempatnya di neraka ..
    Wallahul Musta’an ..

  • Abu Qisthi

    Islam dibuat mudah oleh Allah untuk dilaksanakan. Yang membuat repot ya manusia sendiri. Contohnya ya sholat tarawih tinggal sholat mengikuti tuntunan Rasulullah. Selesai sudah ibadahnya, tidak perlu membuat aturan lagi.

    Lantas datang orang yang menambah-nambahi dengan ritual ini dan itu, baca ini dan itu, doa ini dan doa itu yang dibuatnya sendiri. Akibatnya ibadah jadi terkesan rumit karena orang yang tidak paham merasa kesulitan sholat karena harus menghapal ini dan itu sebelum boleh tarawih. Akhirnya ya jadi malas.

    Contoh lain misalnya masalah imsak. Ada orang yang terbangun 10 menit menjelang fajar. Karena ketidaktahuan, akhirnya ia tidak sahur (yang berkah itu) karena merasa sudah haram untuk makan. saya kira banyak yang pernah mengalami seperti ini.

    Memang ada gunanya membangunkan orang untuk sahur, tetapi yang sering terjadi adalah cara membangunkannya membuat orang merasa terganggu.

    Penjelasan masalah bid’ah ini adalah suatu kewajiban. Jangan dianggap sebagai upaya merusak ukhuwah. Ukhuwah tentu wajib, tetapi bukan berarti dijalankan dengan cara menyembunyikan kebenaran agar persatuan tetap terjaga (walaupun di dalamnya penuh kesalahan).

    Ini adalah apa yang ada di hati ana, mohon maaf bila ada yang tidak berkenan membacanya. Sebaiknya kita sama-sama belajar kembali dan bila ada yang perlu didiskusikan dilakukan dengan ilmiyah.

    Wasalaamu’alaykum wr.wb.

  • Hamba Allah

    Marilah mulai hari ini umat islam menjalankan ibadah yang benar-benar diajarkan dalam Al-Qur’an dan Hadist, Insya Allah kita akan selamat dunia dan akherat. Jangan dicampur adukan dg kegiatan budaya yang mengatasnamakan agama.
    Semoga Allah memberi petunjuk kebenaran kpd umatNya

  • http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/bidah-bulan-ramadhan.html wong dheso

    mengumandangkan sahur-sahur-sahur bid’ah tapi menyetel HP dan jam bekernya untuk membangunkan sahur tidak bid’ah Ingat Allah Maha Mengetahui

  • http://o.gi.web.id Ogi

    banyak hal baru yang kutemui dari artikel ini.
    semoga emang bener, karena aku terlalu awam hal beginian

  • EEng

    ‘afwan, menurut saya perlu lebih dijelaskan lagi detailnya. Misalkan saja yang membangunkan sahur itu bid’ah, itu perlu dijelaskan di artikel bahwa maksudnya adalah ketika membangunkan sahur itu dianggap seperti sunnah, orang yang melakukannya nganggap itu ibadah. Kalau kata-katanya seperti di atas, bakal banyak yang bingung dan malah tambah benci ma dakwah di web ini. Karena dari yang saya amati, kalau dah terlanjur benci, udah gak mau mengenal dakwah salaf karena dianggap dakwah yang memecah belah persatuan. Orang bukannya akan mendekat tapi malah menjauh. Walaupun saya sebenernya gak punya banyak ilmu, tapi saya tahu kalau dakwah ini yang paling bagus. Hanya saja, kadang karena ada salah penyampaian, jadinya malah dakwah ini dituduh sebagai dakwah yang gak benar. Jadi mohon diperjelas lagi. Terima kasih.

  • sang pengamat

    banguning orang sahur klo mengganggu itu bit’ah

    cuma ada yang mau saya tanyakan klo orang yang membutuhkan lebih banyak dari yang orang yang merasa dirugikan dengan ada nya bangunin orang sahur bagaimana..??

    jika orang yang mempunyai masalah terlalu lelap tidur

    trus gak bangun2 nanti dia malah jadi gak sahur bahkan gak puasa, itu gimana..??

    Indonesia ini menganut ajaran islam atas jasa para walisongo
    benar apa kata salah satu rekan diatas bahwa walisongo menyebarkan ajaran islam dengan perjuangan dari kepercayaan kuno / animisme
    sehingga tidak mau merusak tatanan yang sudah ada maka di isilah dengan ajaran islam

    Jika hal2 tersebut dibilang hal2 yang dilarang oleh Islam maka bisa dipastikan kalau seluruh orang Islam di Indonesia akan masuk neraka
    itu baru dari wali songo
    belum dari para ulama, para orang tua yang sudah mengajarkan islam sejak dulu

    “Innama a’malu binniat” “segala sesuatu itu tergantung dari niat”

    maap klo salah dalam penulisan ayat

  • ryper

    Untuk sang pengamat..
    sedikit koreksi
    “Innama a’malu binniat” bukanlah ayat tetapi hadist nabi

    sedikit tanggapan
    sesuatu yang baik namun tidak sesuai dengan yang dituntunkan syariat maka akan menjadi sia2…
    di jaman nabi, tidak ada istilah yg namanya sahurrrr, sahuuuur atau imsaaaak, imsaaaak…
    tapi yang ada pada jaman nabi adalah syariat adzan dua kali sebelum subuh dan sesudah subuh…
    karena di dalam hadist disebutkan, makan dan minumlah kalian ketika mendengar adzan bilal, “dan berhentilah kalian dari hal tersebut ketika mendengar adzan ummi maktum”
    dari hal ini kita tahu klo pada jaman nabi, cara mereka untuk membangunkan kaum muslimin adalah dengan menggunakan adzan, bukan dengan teriak-teriak yang aneh2 entah itu untuk sahur atau imsak, jika kita menganggap cara kita membangunkan muslimin dengan teriak-teriak tersebut lebih baik dengan apa yang telah dicontohkan dari nabi dan para sahabatnya, berarti kita telah melecehkan syariat islam itu sendiri dan menganggap nabi tidak becus didalam mengajarkan yang baik bagi para sahabatnya…
    jika dengan demikian , maka ini adalah suatu perbuatan kekafiran, karena telah menolak sebagian syariat yang diberikan oleh nabi dan telah menghina nabi…

    dan dari hadist itu pun kita tahu bahwa tidak adanya syariat waktu imsak, jadi waktu imsak tidak perlu untuk dikumandangkan, karena rosulullah menahan makan dan minum ketika waktu imsak hanya merupakan suatu perbuatan dan kebiasaan beliau semata, namun bersabda seperti diatas, sehingga dalam suatu kaedah fiqh “jika perbuatan nabi menyelisihi apa yang dikatakannyaa, maka kerjakanlah apa yang dikatakannya”

  • ryper

    afwn ada kesalahan penulisan

    “tapi yang ada pada jaman nabi adalah syariat adzan dua kali sebelum subuh dan sesudah subuh…”

    Seharusnya
    tapi yang ada pada jaman nabi adalah syariat adzan dua kali, yakni adzan sebelum subuh dan ketika subuh…

    Sedikit catatan
    sesuatu dikatakan bidah menurut syariat adalah bidah yang berhubungan dengan ibadah kepada allah, sedangkan selain dari hal tersebut maka tidak termasuk bidah yang terlarang.
    Sehingga, jika kita membangunkan orang2 untuk sahur dalam rangka beribadah kepada allah atau mengangap hal tersebut merupakan syariat islam atau untuk mendapatkan pahala karena menyuruh orang lain untuk melakukan suatu kebaikan, maka hal inilah yang dikatakan bidah, namun jika kita membangunkan orang2 tersebut bukan dalam rangka beribadah atau untuk mendapat pahala dari allah maka hal ini tidak mengapa, namun ingat, ngapain kita melakukan sesuatu yang tidak ada manfaatnya bagi kita, yang hal tersebut tidak bernilai ibadah atau pahala, yang ada hanya rasa cape dan buang waktu semata, padahal nabi bersabda “diantara bagusnya keislaman seorang muslim adalah meninggalkan sesuatu yang sia2″, sehingga “innamal a’maalu binniat” segala amal perbuatan tergantung dari niat orang yang melakukannya…

    dan hal ini berbeda dengan kita membangunkan dengan menggunakan weker, kita menggunakan suatu wasilah untuk beribadah kepada allah dimana wasilah tersebut merupakan sesuatu yang mubah, maka ini adalah sesuatu yang boleh (hal ini seperti yang dikatakan oleh saudara aswad pada komentar diatar),sehingga hendaknya kita membedakan antara dua hal tersebut bedakan antara amal ibadah dan amal mubah yang bernilai ibadah.

    contoh yang lain untuk memudahkan….

    jika kita menggunakan komputer untuk berdakwah dalam rangka beribadah kepada Allah, maka hal ini dibolehkan, namun jika kita menggunakan komputer dalam rangka beribadah kepada Allah dengan menyakini bahwa dakwah dengan menggunakan komputer adalah sebaik2 perbuatan atau yang paling utama,atau mengatakan dakwah dengan komputer merupakan kewajiban, maka hal ini yang dilarang…

    sehingga inti dari permasalahan bidah ini adalah dalam masalah niat dari orang yang melakukannya, dan tata cara dalam melakukannya…

    semoga dapat dimengerti
    wallahu a’lam
    waffaqokumullah

  • iyom

    Saudara-saudaraku, ingatlah bahwa bid’ah itu sesaat, marilah kita mempunyai pola pikir bahwa yang biasa kita lakukan selama ini belum tentu benar, akan tetapi marilah yang benar itu kita biasakan. Kebenaran datangnya dari Al-Qur’an dan A;-Hadist. Jangan campuradukkan antara agama dengan kebiasaan yang selama ini kita lakukan tanpa ada dalilnya. Janganlah kita bangga disebut sebagai ahli ibadah (abid), tetapi kita tidak tau tuntunannya. Saudaraku sadarlah! jangan kau maki-maki orang lain yang justru mengingatkan kita untuk kebenaran. Mohonlah petunjuk kepada Allah SWT agar kita diberi keselamatan di dunia dan akherat.

  • Abu Qisthi

    Untuk Sang Pengamat.

    Sebelum kita sampai kepada kesimpulan umat Islam di Nusantara masuk neraka semua karena mengikuti walisongo, maka tentunya harus kita teliti dulu dengan dasar prasangka baik kepada mereka.

    Sejarah walisongo sendiri agak ‘kabur’ karena riwayatnya sulit diteliti keshohihannya. Yang banyak beredar malahan berupa legenda yang penuh mistik seperti kesaktian, ritual pertapaan, dlsb. Dan kisah yang seperti inilah justru yang tumbuh subur dan diikuti oleh sebagian orang Indonesia yang memang banyak terpengaruh oleh hal mistik. Maka jangan heran kitab-kitab mistik seperti Mujarobat atau Syamsul Ma’arif dicari-cari orang karena menganggap itu elmu ‘putih’, elmu dari islam dsb., padahal tidak lain kitab yang penuh kemusyrikan namun tertutup dengan ayat-ayat al-Qur’an yang menyelimutinya. Ayatnya benar, tetapi cara dan penggunaannya yang salah. Yang inilah yang justru menjerumuskan kita ke neraka.

    Demikian, wallahu ‘alam.

  • http://kangaswad.info Aswad

    Untuk saudara Eeng, semoga Allah merahmati anda
    Pertama, sahur itu ibadah. Karena Rasulullah shallallahu’alahi wasallam bersabda
    Bersahurlah karena dalam sahur itu terdapat berkah” (HR. Bukhori-Muslim)
    Karena terdapat perintah untuk bersahur, maka sahur itu termasuk ibadah. Jika sahur itu ibadah, maka segala tata cara yang berkaitan dengan sahur, harus sesuai dengan yang dituntunkan dan tidak boleh ditambah-tambah. Jika kita membuat suatu aktivitas baru, yang dikaitkan dengan pelaksanaan sahur maka inilah letak bid’ahnya.
    Kedua, jika ide tentang membangunkan sahur dengan kentongan, teriakan, suara seperti adzan da semacamnya ini bagus. Nah kenapa Rasulullah dan para sahabat dahulu tidak melakukannya?
    Apakah mereka tidak sanggup dan tidak memungkinkan?
    Tentu mereka sanggup dan mungkin saja dilakukan jika mereka mau, Zaman dahulu sudah ada ketongan, sudah ada drum, dan sejak dahulu orang bisa berteriak-berteriak di jalan. Namun mengapa koq mereka tidak melakukannya? Mereka (Rasulullah dan para sahabat) kurang cerdas, ataukah kita yang merasa lebih tahu apa yg baik dalam agama ini?
    Lau kaana khoiron, lasabaquuna ilahi.
    Jika perbuatan tersebut baik, tentu Rasulullah dan para sahabat telah melakukannya (karena mereka mampu melakukannya)

    Wallahu’alam

  • yanti

    assalamualaikum….
    akhi wa ukhti…
    saya mau nanya
    kalau adzan subuh masih boleh makan dan minum ga?
    wassalam…
    yanti

  • Abu_Najwa

    assalamualaikum..

    membaca komentar2 sebelumnya, masih banyak saudara2 kita yang belum faham tentang bid’ah. mencampuradukkan bid’ah dalam istilah bahasa dan istilah syar’i. ada juga yang belum faham bahwa setiap bid’ah itu sesat dan mempunyai daya rusak yang sangat luar biasa terhadap syari’at islam sehingga memilih sikap kompromi, yaitu bagi yang mau melakukan bid’ah monggo dan yang menolak juga monggo. ini berbahaya kerena membiarkan kemaksiatan terhadap syari’at Allah Ta’ala.
    sebenarnya saudara ARI, LUTFUL HAKIM, ABU HAMZAH, TOTO, PENUNTUT ILMU dan penilis artikel ustadz ABU SAID sudah cukup menjelaskan masalah ini, hanya mungkin karena keangkuhan diri yang membuat beberapa orang disini belum bisa menerima kebenaran.
    berikut ini saya sampaikan tulisan hasil merangkum dari karya beberapa ustadz ahlussunnah-insya allah-untuk menambah khasanah keilmuan dalam forum ini.

    khususnya kepada saudara: HERU H, ADMINRHPP, FARRO, SANG PENGAMAT, PUJI, ARI BAPAKKOST, AL FIQRI, FAUZIA, FACHRUL, PENCARI ILMU dan yang lainnya yang belum faham dengan masalah BID’AH, alangkah baiknya jika saudara2 menyimak dengan teliti makalah berikut ini, semoga Allah memudahkan saudara2 dalam memahami agamaNya dan keluar dari kejahilan.

    —mulai makalah–

    BID’AH

    Pengertian Bid’ah

    Ibnu Hajar Al Asqalani ketika menjabarkan perkataan Imam Syafi’I tentang al-muhdatsah, beliau berkata:

    والمراد بها –أي المحدثات- ما أحدث وليس له أصل في الشرع، ويسمى في عرف الشرع بدعة. وما كان له أصل يدل عليه الشرع فليس ببدعة، فالبدعة في عرف الشرع مذمومة، بخلاف اللغة، فإن كل شيء أحدث لا على مثال يسمى بدعة، سواء كان محمودا أو مذموما
    “Dan yang dimaksud dengannya (Al Muhdatsah/perkara yang diada-adakan) ialah setiap perkara yang diada-adakan dan tidak ada dasarnya dalam syariat, dan dalam istilah syariat disebut BID’AH. Dan setiap perkara yang memiliki dasar dalam syariat, tidak disebut bid’ah. Dengan demikian bid’ah dalam pengertian syariat pasti tercela. Beda halnya dengan pengertian bahasa karena setiap hal yang diada-adakan tanpa ada contoh sebelumnya disebut bid’ah, baik hal itu terpuji atau tercela”. [Fathul Bari oleh Ibnu Hajar Al Asqalani 13/253, dan hendaknya dibaca pula penjelasan Imam Ibnu Rajab Al Hambali dalam kitabnya Jami’ Al Ulum wa Al Hikam, 267].

    Ringkasnya; bid’ah dalam pengertian syari’at adalah: segala sesuatu yang diada-adakan dalam agama yang belum pernah ada di zaman Nabi shollallahu’alaihiwasallam, dan tidak pula di zaman para sahabatnya, yang tidak bersumber dari syara’, baik dengan dalil yang tegas maupun dengan isyarat, dari Al Qur’an dan Sunnah Rasulllah shollallahu’alaihiwasallam. Sedangkan bid’ah dalam pengertian bahasa adalah: setiap hal yang diada-adakan tanpa ada contoh sebelumnya, baik hal itu terpuji atau tercela, misalnya: pesawat terbang, mobil, televisi dan yang lainnya.

    Para ulama telah memberikan beberapa definisi bidah. Definisi-definisi ini walaupun lafadl-lafadlnya berbeda-beda, menambah kesempurnaannya disamping memiliki kandungan makna yang sama. Termasuk definisi yang terpenting adalah:

    1. Definisi Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
    Syaikhul Islam Ibnu Taimiah berkata: “Bid’ah dalam agama adalah perkara wajib maupun sunnah yang tidak Allah dan rasu-Nya syariatkan. Adapun apa-apa yang Ia perintahkan baik perkara wajib maupun sunnah maka diketahui dengan dalil-dalil syariat, dan ia termasuk perkara agama yang Allah syariatkan meskipun masih diperslisihkan oleh para ulama. Apakah sudah dikerjakan pada zaman nabi ataupun belum dikerjakan.”

    2. Definisi Imam Syathibi
    Beliau berkata: “Satu jalan dalam agama yang diciptakan menyamai syariat yang diniatkan dengan menempuhnya bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Allah.”

    3. Definisi Ibnu Rajab
    Ibnu Rajab berkata: “Bidah adalah mengada-adakan suatu perkara yang tidak ada asalnya dalam syariat. Adapun yang memiliki bukti dari syariat maka bukan bid’ah walaupun bisa dikatakan bidah secara bahasa.”

    4. Definisi Imam Suyuthi
    Beliau berkata: “Bidah adalah sebuah ungkapan tentang perbuatan yang menentang syariat dengan suatu perselisihan atau suatu perbuatan yang menyebabkan menambah dan mengurangi ajaran syariat.

    Berikut adalah hadits-hadits yang menjelaskan tentang apabila orang membuat cara-cara baru dalam ibadah yang tidak ada dalam syariat:

    1.
    عن جابر بن عبد الله أن رسول الله قال: أما بعد فإن خير الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد وشر الأمور محدثاتها وكل بدعة ضلالة
    “Dari sahabat Jabir bin Abdillah rodhiallahu’anhu bahwasannya Rasulullah shollallahu’alaihiwasallam bersabda: “Amma ba’du: sesungguhnya sebaik-baik perkataan ialah kitab Allah (Al Qur’an) dan sebaik-baik petunjuk ialah petunjuk Nabi Muhammad shollallahu’alaihiwasallam, dan sejelek-jelek urusan ialah urusan yang diada-adakan, dan setiap bid’ah ialah sesat”. (Riwayat Muslim, 2/592, hadits no: 867).

    2.
    عن العرباض بن سارية قال: صلى بنا رسول الله ذات يوم ثم أقبل علينا فوعظنا موعظة بليغة ذرفت منها العيون ووجلت منها القلوب، فقال قائل: يا رسول الله كأن هذه موعظة مودع، فماذا تعهد إلينا؟ فقال: أوصيكم بتقوى الله والسمع والطاعة وإن عبدا حبشيا؛ فإنه من يعش منكم بعدي فسيرى اختلافا كثيرا، فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء المهديين الراشدين، تمسكوا بها وعضوا عليها بالنواجذ، وإياكم ومحدثات الأمور فإن كل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة

    “Dari sahabat ‘Irbadh bin As Sariyyah rodhiallahu’anhu ia berkata: Pada suatu hari Rasulullah shollallahu’alaihiwasallam shalat berjamaah bersama kami, kemudian beliau menghadap kepada kami, lalu beliau memberi kami nasehat dengan nasehat yang sangat mengesan, sehingga air mata berlinang, dan hati tergetar. Kemudian ada seorang sahabat yang berkata: Wahai Rasulullah, seakan-akan ini adalah nasehat seorang yang hendak berpisah, maka apakah yang akan engkau wasiatkan (pesankan) kepada kami? Beliau menjawab: Aku berpesan kepada kalian agar senantiasa bertaqwa kepada Allah, dan senantiasa setia mendengar dan taat ( pada pemimpin/penguasa , walaupun ia adalah seorang budak ethiopia, karena barang siapa yang berumur panjang setelah aku wafat, niscaya ia akan menemui banyak perselisihan. Maka hendaknya kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafa’ Ar rasyidin yang telah mendapat petunjuk lagi bijak. Berpegang eratlah kalian dengannya, dan gigitlah dengan geraham kalian. Jauhilah oleh kalian urusan-urusan yang diada-adakan, karena setiap urusan yang diada-adakan ialah bid’ah, dan setiap bid’ah ialah sesat“. (Riwayat Ahmad 4/126, Abu Dawud, 4/200, hadits no: 4607, At Tirmizy 5/44, hadits no: 2676, Ibnu Majah 1/15, hadits no:42, Al Hakim 1/37, hadits no: 4, dll).

    Pada kedua hadits ini dan juga hadits-hadits lain yang serupa, ada dalil nyata dan jelas nan tegas bahwa setiap urusan yang diada-adakan ialah bid’ah, dan setiap bid’ah ialah sesat. Rasulullah shollallahu’alaihiwasallam dalam hadits ini bersabda: كل بدعة ضلالة setiap bid’ah ialah sesat, dalam ilmu ushul fiqih, metode ungkapan ini dikatagorikan kedalam metode-metode yang menunjukkan akan keumuman, bahkan sebagian ulama’ menyatakan bahwa metode ini adalah metode paling kuat guna menunjukkan akan keumuman, dan tidak ada kata lain yang lebih kuat dalam menunjukkan akan keumuman dibanding kata ini كل. [Baca Al Mustasyfa oleh Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al Ghozali 3/220, dan Irsyadul Fuhul oleh Muhammad Ali As Syaukani 1/430-432].

    Dengan demikian dari kedua hadits ini, kita mendapatkan keyakinan bahwa setiap yang dinamakan bid’ah adalah sesat, demikianlah yang ditegaskan dan disabdakan oleh Nabi Muhammad shollallahu’alaihiwasallam. Sehingga tidak ada alasan bagi siapapun di kemudian hari untuk mengatakan, bahwa ada bid’ah yang hasanah atau baik. Keumuman hadits ini didukung oleh sabda Nabi shollallahu’alaihiwasallam dalam hadits lain:

    عن عائشة قالت: قال رسول الله: (من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد

    “Dari ‘Aisyah, ia berkata: Rasulullah shollallahu’alaihiwasallam bersabda: “Barang siapa yang mengada-adakan dalam urusan kami (agama) ini sesuatu yang bukan bagian darinya (syariat), niscaya akan ditolak”. (Riwayat Bukhori 2/959, hadits no: 2550, dan Muslim 3/1343, hadits no: 1718).

    Sebagai seorang muslim yang bernar-benar beriman bahwa Nabi Muhammad shollallahu’alaihiwasallam adalah utusan Allah, dia akan senantiasa bersikap sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan:

    وما كان لمؤمن ولا مؤمنة إذا قضى الله ورسوله أمرا أن يكون لهم الخيرة من أمرهم ومن يعص الله ورسوله فقد ضل ضلالا مبينا.
    Artinya:
    “Dan tidaklah patut bagi seorang mukmin dan tidak pula bagi seorang mukminah bila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, untuk mengambil pilihan lain tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguhlah ia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata”. (Al Ahzab 36).

    Ibnu Katsir berkata: “Ayat ini bersifat umum, sehingga mencakup segala urusan, yaitu bila Allah dan Rasul-Nya telah memutuskan suatu urusan dengan suatu keputusan, maka tidak dibenarkan bagi siapapun untuk menyelisihinya atau memutuskan atau berpendapat atau berkata lain”. [Tafsir Al Qur’an Al Azhim, oleh Ibnu Katsir 3/490].
    Layak dan beradabkah setelah Nabi shollallahu’alaihiwasallam bersabda bahwa setiap bid’ah ialah sesat, kemudian kita, atau yang lain mengatakan, bahwa ada bid’ah yang hasanah?

    Imam Syafi’i telah berkata:
    من استحسن فقد شرع

    “Barang siapa yang menganggap baik sesuatu (dalam agama), berarti ia telah membuat syari’at”. [Lihat Al Risalah oleh Imam As Syafi’i, 25, dan Al Mustasyfa oleh Al Ghozali 2/467].

    Sahabat Ibnu Umar rodhiallahu’anhu, beliau berkata:
    كل بدعة ضلالة وإن رآها الناس حسنة

    “Setiap bid’ah itu ialah sesat, walaupun orang-orang menganggapnya baik”. (Riwayat Al Lalaka’i, dalam kitabnya: Syarah Ushul I’itiqad Ahli As Sunnah 1/92).

    قال معاذ بن جبل: إن من ورائكم فتنا يكثر فيها المال ويفتح فيها القرآن حتى يأخذه المؤمن والمنافق والرجل والمرأة والصغير والكبير والعبد والحر، فيوشك قائل أن يقول: ما للناس لا يتبعوني وقد قرأت القرآن ما هم بمتبعي حتى أبتدع لهم غيره، فإياكم وما ابتدع فإن ما ابتدع ضلالة
    “Sahabat Mu’adz bin Jabal berkata: Sungguh setelah zaman kalian nanti, akan terjadi berbagai fitnah, harta benda akan melimpah, Al Qur’an akan banyak dibaca orang, hingga dihafal oleh orang mukmin, orang munafiq, laki, wanita, muda, tua, budak dan juga orang merdeka (non budak). Dan sebentar lagi akan ada orang yang berkata: “Mengapa orang-orang (masyarakat) enggan mengikutiku, padahal aku telah membaca Al Qur’an?! Sungguh mereka tidak akan mengikutiku, hingga aku mencetuskan (mengadakan) untuk mereka hal baru selain Al Qur’an. Jauhilah oleh kalian hal yang ia ada-adakan, karena yang ia ada-adakan itu adalah dhalalah (kesesatan)”. (Riwayat Abu Dawud 4/202, no: 4611).

    Ayyub As Sukhtiyani berkata:
    ما ازداد صاحب بدعة اجتهادا إلا ازدادا من الله بعدا
    “Tidaklah seorang pelaku bid’ah semakin rajin menjalankan bid’ahnya, melainkan ia akan semakin jauh dari Allah”. (Riwayat Abu Nu’aim Al Asbahani dalam kitabnya Hilyatul Auliya’ 3/9).

    Mu’adz bin Jabal ataupun Ayyub tidak membedakan antara bid’ah hasanah dengan bid’ah dhalalah, semuanya dikecam dan dikatakan sesat dan menjauhkan pelakunya dari Allah. Imam Malik bin Anas menjelaskan, alasan mengapa setiap bid’ah itu adalah sesat, beliau berkata:

    من أحدث في هذه الأمة اليوم شيئا لم يكن عليه سلفها فقد زعم أن رسول الله خان الرسالة لأن الله تعالى يقول: )حرمت عليكم الميتة والدم ولحم الخنزير وما أهل لغير لله به والمنخنقة والموقوذة والمتردية والنطيحة وما أكل السبع إلا ما ذكيتم وما ذبح على النصب وأن تستقسموا بالأزلام ذلكم فسق اليوم يئس الذين كفروا من دينكم فلا تخشوهم وخشون اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا فمن اضطر في مخمصة غير متجانف لإثم فإن الله غفور رحيم( (المائدة 3) فما لم يكن يومئذ دينا لا يكون اليوم دينا

    “Barang siapa pada zaman sekarang mengada-adakan pada ummat ini sesuatu yang tidak diajarkan oleh pendahulunya (Nabi shollallahu’alaihiwasallam dan sahabatnya), berarti ia telah beranggapan bahwa Rasulullah shollallahu’alaihiwasallam telah mengkhianati kerasulannya, karena Allah Ta’ala berfirman: “Diharamkan bagimu bangkai, darah ………pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam menjadi agamamu. Maka barang siapa yang terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha penyayang” (Al Maidah: 3) sehingga segala yang tidak menjadi ajaran agama kala itu (zaman Nabi shollallahu’alaihiwasallam dan sahabatnya) maka hari ini juga tidak akan menjadi ajaran agama”. (Riwayat Ibnu Hazem dalam kitabnya Al Ihkam 6/225).

    Inilah hakikat bid’ah. Pada hakikatnya bid’ah adalah sanggahan terhadap kesempurnaan agama Islam yang telah ditetapkan Allah pada surat Al Maidah ayat 3, dan merupakan tuduhan terhadap Nabi shollallahu’alaihiwasallam yang mendapatkan amanat menyampaikan risalah ini telah berkhianat. Seorang yang melakukan bid’ah seakan-akan ia berkata: Bahwa agama Islam ini belum sempurna, sehingga perlu ditambahkan amalan saya ini, atau Nabi shollallahu’alaihiwasallam telah berkhianat, sehingga amalan baik yang saya amalkan tidak beliau ajarkan kepada umatnya. Na’uuzubillah min zalika.

    —selasai makalah—

    mohon masukan kepada yang berilmu jika dalam tulisan diatas terdapat kekeliruan.

    semoga bermanfaat.

    wassalamualaikum..

  • http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/bidah-bulan-ramadhan.html wong dheso

    di zaman Nabi Muhammad SAW tidurnya hanya sebentar ( sedikit tidur ) karena adzanya 2 kali kalau kita tidurnya penuh 1001 malam ( tidur pulas ) meskipun ada masjid yang sudah mengumandangkan adzan 2 kali

  • jasmine212

    Berdakwah dengan blog begini juga bid’ah kali ye, kan tidak pernah disyari’atkan oleh rasululloh saw. yang dilaksanakan oleh rasul dan sahabat dakwah dengan jalan kaki naik onta bicara tanpa pengeras suara dan tidak pernah pake internet seperti yang penulis lakukan sekarang. Jadi kita semua pelaku bid’ah semua ya. hore penulis pelaku bid’ah ….. ntar lagi juga ada banyak orang yg akan melakukan bid’ah yaitu naik haji naik pesawat terbang karena tidak disyari’atkan rasul, yang disyari’atkan naik onta dan jalan kaki. Bagus juga ya pendapat penulis Abu Sa’id Satria Buana ini. Dimana ya belajar Islam-nya kasih tahu dong biar kami bisa juga ikutan belajar biar pinter seperti USTADZ. semoga Alloh mengampuni USTADZ kalau USTADZ seorang muslim kalau tidak ya semoga ALLOH memberikan petunjuk dan hidayahnya, amin.

  • http://www.muslim.or.id satria

    buat saudari jasmine
    Alhamdulillah seya banyak belajar islam di kota yogyakarta, di daerah pogung, utara fakultas teknik UGM oleh ustadz2 yang mengajarkan agar kita berislam dengan benar sesuai dalil yang kokoh berdasarkan al-Qur’an dan sunnah dengan pemahaman para pendahulu kita yang shalih, sekarang saya yang balik bertanya, saudari yang belajar di mana? kok bisa keluar komentar yang ‘lucu’ ini ya.
    Saya sudah bisa menebak kalau saudari belum membaca komentar2 di atas dengan seksama, saran saya tolong baca dahulu sebelum berkomentar. Juga tolong baca dengan cermat artikel-artikel yang menjelaskan tentang bid’ah pada link berikut:

    http://muslim.or.id/manhaj-salaf/bidah-dalam-timbangan-islam.html
    http://muslim.or.id/manhaj-salaf/mengenal-seluk-beluk-bidah-1.html
    http://muslim.or.id/manhaj-salaf/mengenal-seluk-beluk-bidah-2.html
    http://muslim.or.id/manhaj-salaf/mengenal-seluk-beluk-bidah-3.html
    http://muslim.or.id/manhaj-salaf/mengenal-seluk-beluk-bidah-4.html

    Amin, insya Allah saya seorang muslim.
    semoga Allah memberikan hidayah kepada kita untuk senantiasa menuntut ilmu yang Allah turunkan, ilmu tentang agama islam yang benar, semoga Allah mengampuni kita, memasukkan kita ke surganya yang penuh dengan kenikmatan, amin ya mujibas sailin

  • Muh Abduh T

    Kepada saudara kami jasmine212 -semoga Allah selalu memberi taufik padamu dan memudahkan dalam urusanmu-

    Saudaraku, yang kami sangat merindukan engkau mendapatkan taufik dan hidayah Allah. Mungkin saudara belum memahami pengertian bid’ah yang sebenarnya. Sebaiknya saudara merujuk pada tulisan kami (http://muslim.or.id/manhaj-salaf/mengenal-seluk-beluk-bidah-3.html)

    Dari tulisan tersebut inya Allah saudara akan mengetahui manakah yang dimaksud dengan bid’ah yang dicela dalam agama.

    Kami memohon pada Allah agar engkau selalu mendapatkan taufik-Nya dan tetap istiqomah dalam agama ini serta semoga Allah selalu memberi ampunan dan rahmat pada-Mu

    Amin Ya Mujibas Sa’ilin

    Dari saudaramu sesama muslim yang mencintaimu karena Allah

  • iksanudin

    gmn ya klo lebaran takbiranya cuma berangkat ke tempat slat id aja. kayanya ngga ngerasaiin lebaran deh

  • Iwan

    Assalamu’alaikum,
    Bismillah. Memang sungguh terasa nikmat pada waktu hidayah ALLOH AZZA WA JALLA datang kepada kami sekeluarga, sehingga kami dapat mudah meninggalkan yang dulu kami yakini sebagai ibadah tapi ternyata TIDAK ADA tuntunannya dari ROSULULLOH SAW.

    Alhamdulillah kami dapat mengesampingkan ego dan hawa nafsu sehingga sangat terang benderang bagi kami untuk meninggalkan yang bid’ah. Insya ALLOH saya tidak sum’ah, ujub dan riya’, hanya berniat semoga bisa diambil pelaran (ibroh) bagi yang masih dikuasai hawa nafsu.

    Dulu saya bekerja di tempat bunga berbunga(riba), saya fans berat metallica-bon jovi-skid row-europe-air supply-dewa-slank, dll, saya tahlilan, saya bersalaman dengan rekan kerja wanita, kami memperingati ultah kami sekeluarga ( tasyabuh kepada kaum kafir), kami ber-valentine, kami ber-tahun baru masehi, dsb. Tapi Alhamdulillah, berkat wasilah seorang ikhwan saya di tempat kerja dulu ( Semoga ALLOH memberikan kekuatan kepada dia, supaya dia juga bisa segera resign dari tempat riba tsb. Dia rutin menghadiri taklim Al Ustadz Abdul hakim bin Amir Abdat), saya mengenal manhaj yg berjalan di atas jalan ROSULULLOH SAW. Tidak dicampur dengan kebiasaan di masyarakat yang tidak ada petunjuk sama sekali dari Rosululloh SAW.

    Memang sungguh berat menggenggam sunnah Rosululloh SAW. Bagaikan menggenggam bara api. Itu kami rasakan sekarang ini.

    Akh Abu Satria, boleh saya tanya di sini sekalian Ya Akh? Istri saya malahan sekarang risau karena tetap ingin praktek tetapi ingin MENGHINDARI ber-khalwat dengan pasien lawan jenis yg bukan mahram. Bagaimana pendapat antum?
    JazakALLOHU Khoiron katsiron.

  • maz bambang

    assalamu’alaikum. trimakasih kami ucapkan sebelumnya. mudah-mudahan kelak bisa di baca oleh semua kalangan muslim khususnya. agar kita bisa menjadi lebih baik.

  • ardy

    @ sang pengamat & heru h
    klo mw komen,,bca n pahami dlu artikelnya,,n jga bnyk2 bljr ilmu syar’i.Biar komentarnya gk ngawur kyk gt,jgn menuruti hawa nafsu belaka.Komentar itu pke ilmu bukan pke nafsu.

  • KELIK

    Komentar yang bermacam-macam disini sangatlah wajar, karena pemahaman dan informasi yang didapat masing-masing dari kita berbeda-beda.

    Namun, bukan berarti admin membiarkan komentar-komentar yang bernada jorok.

    Kalo boleh kasih contoh yang ditulis heru h:
    “yang nulis…. orang stress..”

    Sejauh komentar-komentar tersebut memacu daya pikir kita untuk saling bertukar pemahaman dan menambah pengetahuan tentang ISLAM silahkan saja dipampang.

    Tp kalo pilihan katanya jorok, ah masak iya sih tetap dipampang, ya nggak bagus aja kita ngliatnya, apalagi ini WEB religi.

    Slow aja, Kalem aja, namanya juga sama-sama belajar.

    Saya berdoa, Semoga Tuhan Yang Maha Mulia, Alloh Subhanahu wa Ta’ala, memberikan berkahNya untuk kita semua. Amin.

  • m.ariansah

    ass. wr.wb terimakasih atas keterangannya tapi ada yang saya ingn tanyakan bgaimana hukum copi paste halaman web dalam ajaran islam dan apa yang harus saya lakukan apabila saya menggunaan software bajakan apakah harus bayar kifarat atau bagaimana…..? mohon jawabannya lewat email saya, dan saya waktu itu copi paste halaman ini

  • Giani Siera Dani

    Assalaamu’alaikum saya pernah membaca kl nggak salah dalam s. albaqarah ttg puasa bahwa Allah SWT memerintahkan manusia untuk menyempurnakan puasa hingga malam lalu bagaimana dengan seruan nabi Muhammad SAW yang menyuruh umatnya untuk menyegerakan berbuka puasa pada saat adzan maghrib padahal kadang2 adzan maghrib di negara kita berkumandang pada saat langit masih agak terang… terimakasih
    Assalaamu’alaikum.

  • mardika

    Rasululloh Sholallohu ‘alaihi was salam memang mengindikasikan akan timbulnya banyak aliran dalam Islam, tetapi Beliau juga mengisyaratkan bahwa hanya ada satu yang akan selamat. Jadi kalau dikatakan bahwa kita tidak perlu berselisih dan saling menyalahkan dengan alasan bahwa Islam punya banyak aliran saya rasa kurang tepat juga (kalau tidak mau dikatakan salah). Karena ada satu aliran, yang dijamin keselamatan dan kebenarannya untuk kita ikuti, oleh Rasululloh. Mohon maaf, mengomentari Sang Pengamat, saya rasa dalam beragama yang kita turuti adalah wahyu (dalam hal ini Al Qur ‘aan dan As Sunnah) bukan hawa nafsu, akal, atau malah kebiasaan masyarakat setempat. Jadi ketika datang ilmu kepada kita yang diperkuat oleh wahyu (nash) bukankah seharusnya kita tunduk dan ta’at ? (Islam juga bermakna tunduk/takluk bukan ?) dan bukan malah membiarkan umat dalam kebiasaannya yang keliru menurut syari’at. Jadi seharusnya bukan syari’at agama yang disuruh menyesuaikan dengan kebiasaan dan kehendak kita (manusia), tetapi justru manusialah yang harus tunduk dan taat kepada wahyu (Al Qur’aan dan Hadist)

  • Wambang

    Asalamualaikum.
    Ustadz Yth,
    Dalam melaksanakan sholat sunnah malam, saya melaksanakan sbb:
    1. Sholat Tahajud (2 rakaat)
    2. Sholat Taubat (2 rakaat)
    3. Sholat Istikharoh (2 rakaat)
    4. Sholat Hajad (2 rakaat)
    5. Sholat Witir (3 rakaat)
    Selama ini saya belajar shollat sunnah secara otodidak, jadi pelaksanaan sholat malam tersebut tanpa ada bimbingan dari guru/kiai, sehingga tidak ada yang mengijazahi.
    Mohon penjelasan:
    1. apakah sholat-sholat diatas, boleh dilaksanakan dengan urutan seperti diatas itu?
    2. yang lebih afdol, mengingat sholat 2,3&4 diatas bisa dilaksanakan disiang hari, apakah sebaiknya sholat 2,3&4 tidak usah dilaksanakan diwaktu malam, namun diganti semuanya dengan sholat tahajud saja (sholat tahajud 8 rakaat)?
    3. Sehabis sholat witir, saya biasanya membaca wirid :
    – Istighfar
    – Sholawat Nariyah
    – Al Fatekah
    – Ayat Qursy
    – 2 ayat terkhir Surat Al Baraah
    – Al Ikhlas
    – Al Falaq
    – An Naas
    – Do’a Nurun Nubbuwah
    – Do’a (hajad)
    4. Mohon penjelasan, apakah wirid diatas sudah baik? bila belum saya mohon pencerahan Ustadz.
    5. Mohon penjelasan, berapa Bilangan “Jumlah Wirid” yang baik untuk sholat malam :
    – Istighfar (…. kali)
    – Sholawat Nariyah (…. kali)
    – Al Fatekah (…. kali)
    – Ayat Qursy (…. kali)
    – 2 ayat terkhir Surat Al Baraah (…. kali)
    – Al Ikhlas (…. kali)
    – Al Falaq (…. kali)
    – An Naas (…. kali)
    – Do’a Nurun Nubbuwah (…. kali)
    Sebaiknya masing-masing dibaca berapa kali?
    Mohon petunjuk Ustadz.
    Saya berharap agar petunjuk Ustadz tersebut mohon dikirim juga ke alamat email saya.
    Demikian pertanyaan-pertanyaan ini saya sampaikan.
    Atas pencerahan Ustadz, saya mengucapkan terima kasih.
    Bekasi, 12 Juni 2009.
    Wassalam,
    WAMBANG

  • anita

    bagus bgt….
    semoga hal2 yang demikian bisa terus didakwahkan

  • Nurhartaji

    Alhamdulilah saya di beri Rahmat dan HidayaNya.
    setelah saya membaca artikel tersebut saya bertambah ilmu untuk diamalkan yang sesuai dengan ajaran Rasulullah. padahal point yang disebutkan diatas bertahun2 saya amalkan karena kebiasaan orang2 disekitar saya menjalaninya. mudah2an dengan saya banyak membaca maka saya bisa bertambah ilmu dan baru mengamalkan ajaran yang sesuai dengan Al’quran dan Hadits (Sunah Rasulullah).

  • Chesz

    allhamdulilah sudah ada artikel ini, dan semakin dekatnya kita dengan bulan ramadhan. semoga dengan adanya artikel ini kita semua dapat mengamalkan sesuatu sesuai dengan sunnah yang telah di contohkan oleh rasuuluah salalahua’laisalam. sehingga kita semua merasa cukup dengan itu, dan tidak menambah-nambah lagi ajaran islam. karena islam itu telah sempurna sanpai akhir zaman.

  • wijiyanti

    assalamu’alaikum wr wb,

    alhamdulillah jd tambah ilmu.saya ingin menanyakan soal membangunkan untuk saur memang gk ada sunahnya tp jika dilakukan bukankah banyak manfaatnya daripada mudlorotnya..mengingatkn kita buat segera bangun buat saur…mohon penjelasannya…
    jazakumullah khoiron katsiron.

  • deris faisa

    sukron…
    smg ramadan sbentar lagi akan menjadi ibadah yang makbull…

  • denmas elka

    maaf, saya copy ini ya…

  • Street.Walker

    Alhamdulillah
    syukron…

    izin menyebarkan artikel ini :)

  • http://qolbun.wen.ru Aqin

    Subahanallah,semoga umat muslim menyadari penyimpangan dari jalan yg dituntun oleh Rasulullah.

  • http://miemhypinky.wordpress.com baby_pink

    Assalamualaikum…
    tuLisan yang bagus…
    af1 sebelumnya,,,,bisa yah tulisanx saya salin d BLOGx daku…

    syukron…
    wassalamualaikum wrwb…

  • nashwa umar

    subhanaaloh …jadi bertambah ilmu ana…syukron untuk infonya…izin untuk ana copy lalu ana sebarkan…boleh kah?

  • kunta adnan sahiman

    : )

  • sae

    subhanallah,mudah2han bermanfaat bagi pembaca umum agar kualitas ibadah kita bisa di pertangung jawabkan disisi Allah

  • Abah Dedih

    Assalamu’alaikum wr.. wb..
    Smoga umat Islam tidak keras hatinya seperti batu !!!!
    tolong dalil-dalil dari perkara bid’ah di bulan Romadhon tsb diatas
    ditampilkan, biar saya bisa menyampaikan kembali dengan dasar-dasarnya. trimakasih
    Wassalamu’alaikum wr..wb..

  • Made

    Intinya islam mengikuti 2 hukum yaitu al qur’an dan hadist, di luar itu bid’ah atau membuat aturan baru dan setiap bid’ah adalah sesat

  • zikri irfandi

    Ramadhan sudah tiba…jadi kangen masa2 indah ramadhan di pogung, buka bareng di MPR, shalat tarawih dengan bacaan imam yang tartil..
    setidaknya melalui muslim.or.id bisa mengobati kerinduan itu..

    oya, mas2 pengurus sekalian, biasanya kajian2 bulan ramadhan di rekam ya?
    bisa tolong di upload, untuk kita2 yang berada di luar daerah…Thanx before..
    Assalmualaikum wrwb..

  • Muhammad Nadir

    Alhamdulillah
    syukron…

    izin menyebarkan artikel ini :)

  • Muhammad Nadir

    Assalamu’allaikum warokhmatullohi wabarokaatu.
    ana paham bid’ah, bahwa semua bid’ah dalam urusan agama sesat dan bid’ah urusan dunia dihukumi sesuai tujuannya.
    pertanyaan ana apakah membangunkan orang untuk bersahur tidak termasuk pada amarma’ruf? semisal membangunkan orang untuk mengerjakan sholat. apakah membangun orang supaya dapat mengerjakan sholat bukan kebaikan dengan alasan biarbangun sendiri, bukankah beramar ma’ruf nahimungkar itu disyariatkan. bukankah justru mebangunkan orang tidur agar dapat bersahur lebih utama karena berbeda dengan sholat yang dapat dikerjakan kapan saja sesaat setelah ia bangun tidur atau setelah ingat jika ia lupa, sholat subuh bisa dikerjakan pada jam 11 jika memang ketiduran yang tidak disengaja sedangkan makan sahur tidak bisa. mengenai teknis bagaimanah membangunkan itu yang perlu kita perbaiki bisa dengan mengetuk pintu misalnya atau menelphon atau yang lainya sehingga bisa terhindar dari hal hal yang tidak baik.
    demikian, mohon ditanggapi dan jika ada yang slah ana minta maaf
    Wasalamu’allaikum warokhmatullohi wabarokatu

  • dian

    asslm.
    aduh,,,bingung,,,emg bid’ah itu pengertiannya apa c???
    gak ngrti nih,,,jadi gak nyambung…
    jwb yah,,,ma’aciii

    yg td salah tulis,,hehe

  • Abu Aisyah

    Yang ana pahami dari tulisan penulis, bahwa membangunkan orang – orang disini adalah dengan menggunakan cara – cara tertentu seperti memukul kentongan, tabuh2an ataupun dengan suara – suara keras yang hal ini yang kadang – kadang sangat mengganggu orang2 yang mungkin tidak sedang berpuasa. Kalo hanya sekedar membangunkan anggota keluarga di rumah ana rasa bukan ini yang dimaksud oleh penulis.

  • kji_jabodetabek@yahoogroups.com

    Semoga bermanfaat yaaa… Amin

  • supriyadi

    Assalamu,alaikum Wr,wb

    kalau segala perbuatan yang tidak di lakukan oleh nabi itu merupakan bid.ah,(apa pun alasannya)?

    Wassalamu,alaikum wr.wb

  • Ukhti Lina

    Manfaat banget, bwt ana yang masih awam dengan macam – macam bid’ah

  • tommi

    Setuju ama akh abu aisyah, penulis menjabarkannya secara umum tanpa menyebut secara spesifik jadinya terkesan klo membangunkan sahur secara umum adalah bid’ah pdhl mungkin saja yg dimaksud oleh penulis adalah membangunkan dengan memukul kentongan yg amat sangat mengganggu warga bahkan mengganggu org2 non muslim yg sedang beristirahat.

  • http://www.friendster.com yanti

    subhanallah ini memang sungguh bermanfaat apalagi untuk umat islam yang kebanyakan memang sering melakukan hal2 bid’ah tersebut semoga dengan adanya info ini umat islam menjadi lebih tau dan lebih bisa mengerti sehingga mereka tau mana yang sesuai dengan sunnah rasul

  • Ihsan

    Bismillah.dipedesaan bidah sudah mengakar,semoga Allah memberi pertolongan pada Kita agar bisa memutus rantai Kebidahan.

  • nia

    Assalamu’alaikum. Wr.Wb.

    Syukron katsir…artikel yg sangat bermanfaat.
    Tapi ada 1 pertanyaan mengenai : Mendahului Puasa Satu Hari Atau Dua Hari Sebelumnya, Bagaimana dg perbedaan mulainya 1 Ramadhan sbgmn dengan mulainya 1 Syawal? Bgmn hukum bg yg berpuasa awal ?

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  • hilman

    ana golongan ahli sunnah waljama’ah

  • AQILAH

    ana minta izin mwnjadikan artikelnya sebagai sualah satu sumber reverensi bultin dakwah yang diterbitkan tiap bulan

  • Wawang andri k

    Asslm wr.wb
    Terima kasih,. Semoga bermanfaat utk mempertebal keimanan kt di Ramadhan ini

  • alton

    Islam memang agama yang sudah sempurna, nggak perlu da tambahan2 lagi. maka kalo kita mau beribadah harus tau dalailnya. bisa dari al-Qura’an ato al-Hadits. dan yang nggak kalah pentingnya noch, semua itu harus disertai dengan paham para sahabat karena pada zaman merekalah Qur’an dan Hadits di turunkan. dan merekalah yang lebih paham atas tafsir dan syarah dari ayat2 dan hadits2 tersebut.
    . kalo kita memahami qur’an dan hadits dengan dengan pemaham kita sendiri maka akan menimbulkan ibadah / pemahaman / bid’ah2 yang baru….

  • suheriyanto

    sy sangat sepakat apa yang disampaikan memang nabi tdk mengajarkan hal tsb.namun segala sesuatu dasarnya dari ucapan.seseoarang belajar pasti dibaca,dihafalkan,lalu difahami,namun dalam proses syiar islam mereka masing-masing memiliki cara,dan mungkin cara seperti ini/yang banyak kita lihat ditempat ibadah mereka melakukan yang memang dilarang.dan menurut saya sangat tdk mendasar sekali.

  • suheriyanto

    salam segala sesuatu tergantung dari niat seseoarang yang merasakan sdh dewasakah seseorang yang memahami ilmu ketika melihat mereka yang tdk mengerti ilmu inilah peran kita tanpa harus menjatuhkan semangat mereka.

  • baginda

    apakah bida’ah mendirikan masjid (tempat shalat seperti,tenda,bedeng-bedeng dll.untuk shalat tarawih dan wajib) hanya dibulan ramdhan saja meski sudah ada masjid ditempat/kampung lain walau jarak masih dekat dari kampung kami

  • andhik

    jadikan ramadhan kali ini seolah-olah ini adalah ibadah yang terakhir bagi kita semua, sehingga kita akan khusyuk dalam melaksanakannya….

  • ahli bid’ah

    biarlah saya pelaku bidah yg penting gusti allah yg maha tahu dan rasulullah sbg wasilahku biarlah neraka jadi tempat tinggalku asal maulid rasulku tetap kukumandangkan dng sholawat dan ridho allah yg aku cari bersama safaat al mustofa bukan surga atau neraka biarlah aku kekal dalam neraka asalkan mulutku selalu mengucapkan wirid dan sholawat

  • http://kangaswad.wordpress.com Aswad

    Biarlah pelaku bid’ah mencelaku. Yang penting ku tahu Allah Ta’ala dan Rasul-Nya yang kucintai membenci bid’ah.
    Tak mengapa aku tidak ikut ber-Maulid dan mengumandangkan shalawat bid’ah, yang penting aku tetap mencintai Nabiku Shallallahu’alaihi Wasallam sebagai makhluk yang paling berhak mendapat ruangan terbesar di hati setiap insan.
    Sungguh aku berharap mendapatkan Jannah, karena ku tahu Rasulku tercinta pun tak ingin masuk ke neraka. Semoga di Jannah kelak aku berjumpa dengannya, serta memandang Rabb-ku tercinta.

  • Tommi

    Semoga akhi ahli bid’ah ditunjuki oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ke jalan yg haq.

    Semoga Allah mengampuni keinginan antum dan semoga antum sadar —> “biarlah neraka jadi tempat tinggalku”, “biarlah aku kekal dalam neraka”
    Ya akhi, saya harap akhi ga serius dengan kata2nya.

  • abu al-wahhab

    Syukron. Jadi tambah ilmunya nih. Tapi tadz, bagaimana dengan melakukan kajian di internet? bukankah pada jaman nabi tidak ada kajian semacam ini?

  • ahmad dasuki

    Assalamu’alaikum wr.wb

    Ane sdh baca artikel diatas dan ane mau tanya emang bid’ah ada berapa macem sih?
    Kemudian pada zaman nabi dan nabi sendiri tidak pernah shalat pakai celana panjang apakah itu bid’ah?
    Kalau shalat jum’at pd zaman nabi kutbah menggunakan bahasa Arab dan skrg bnyak menggunakan bahasa indonesia, apkah itu bukan bid’ah?
    Syukron

  • Jatinugroho

    Dulu saya pernah mendengar bahwa Abu Bakar ra menyatakan, bahwa puasa 7 hari syawal adalah Bid’ah yang nikmat …

    Sayangnya saya tidak mendengar lagi, apa pendapat para ulama sesudahnya, karena ada yang mengatakan bid’ah adalah sesat …

    namun mengapa saat itu diucapkan oleh Abu Bakar ra, tiada satupun yang mau mencegahnya …

    Subhanallah Abu Bakar ra adalah muslim yang sangat luar biasa, kita mungkin hanya seperti debu yang menempel dibaju apabila memperbandingkan dengan apa yang telah beliau lakukan …!)

    • http://www.muslim.or.id Muslim.or.id

      @Jatinugroho: Pak, Anda mendengar ‘perkataan’ yang katanya ucapan Abu Bakar itu dari mana sumbernya? jangan-jangan Anda salah dengar, atau mungkin Abu Bakar yang Bapak maksudkan itu bukan Abu Bakar sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baarokallahu fiik…

  • Wahyu

    Assalaamu’alaikum Wr. Wb
    Tentang artikel tsb menurut say bagus tapi masih penjelasan secara umum. Harap artikel2 berikut bisa dijelaskan scr khusus spy tdk bny yg bingung.
    Untuk ahli bid’ah
    Semoga Anda sadar, bahwa kelak nanti di neraka tidak ada daya dan kekuatan yang sanggup menerima siksa Alloh. Coba anda pegang bara api selama 5 menit tanpa ada daya apapun apakah Anda kuat? Nanti di neraka bukan hanya sholawat tp mereka yang menyesal juga menyebut nama Alloh. Dan semua itu sia2

  • alfaruk

    syukran, ana jadi lebih faham tentang amal-amal yang tidak dicontokan

  • Mirza

    Assalamu’alaikum
    Ana minta izin untuk mengcopy artikelnya buat ditempel di mading kampus
    syukran.

  • bayu

    untuk kegiatan membangunkan orang unt makan sahur, apakah kalo itu sudah jadi komitmen antara warga masyarakat dengan pengurus masjid masih bisa dikatakan bid’ah? semisal warga kampung agar tidak telat waktu sahur meminta takmir masjid unt membangunkan warga dengan pengeras suara di masjid. itu khan namanya amar ma’ruf…

  • slamet widada

    alhamdulilah tambah pengetahuan untuk disampaikan ke masyarkat luas, agar lebih paham permasalahan yang sebenarnya

  • Moh Iqra husain

    alhamdulillah ana sudah dapat lagi pengetahuan tentang ibadah bulan ramadhan…
    “Membangunkan orang yang ketiduran untuk sahur adalah sebiah kebaikan”
    saya jg ingin bertanya, apakah melakukan kebaikan yang misalnya belum pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW termasuk kedalam Bid’ah?? Smenatara Nabi menganjurkan melakukan amal kebaikan di bulan ramadhan, mohon penjelasannya.

  • abang

    mungkin yg dimaksud penulis adalah membangunkan sahur dengan cara ‘membabi buta’ dgn acara yg ‘meriah’ + BERISIK.

    kalo membangunkan sahur sebagaimana istri membangunkan suami, OK2 aja.

  • bambang juniatmoko

    Assalamu’alaikum…Mohon ma’af saya lancang menyebarkan tautan “macam-macam bid’ah di bulan Ramadhan” kedalam profil facebook saya. Tujuan awal adalah karena materi ini sangat menarik dan mengingatkan “teman-teman”kita agar tidak tersesat, tapi saya mendapat cemoohan dari mereka yang tidak sesuai dengan isi tauatan perlukah saya untuk menghapusnya. Bagaimana menurut pengasuh ??. terimakasih, wassalamu’alaikum

  • Abu Farhan

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

    Bagi yg belum mengetahui tentang bid’ah silahkan baca disini dulu :
    http://muslim.or.id/tag/bidah
    dan
    http://www.radiorodja.com/category/bidah
    Agar jangan sampai malah berdoa “masuk neraka” semoga Allah tidak mengabulkan, karena Rasulullah saja berlindung dari siksa Neraka.

    Sebatas niat dan semangat saja belum mencukupi dalam beribadah harus dilandasi Ilmu berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah menurut pemahaman yang benar dari salaf kita.

    “Apakah dengan Sebatas Niat dan Semangat Saja Allah akan menerima Sholat Subuh kita 10 Rakaat ???”
    (Niat 10 rakaat lebih baik dari dua rakaat, semangat karena mampu lebih dari org lain).

    Semoga kita mampu memahami Agama yang Haq ini.

  • Elis

    Salam.
    Ma’ap…
    Elis ni binguuung dari dulu..
    Apakah elis musti pindah kampung??? Trus pindah kemana???
    Soalnya semua yg penulis uraikan dlm artikel diatas.. SEMUANYA udah jadi kbiasa’an masyarakat kampungnya Elis.. Udah dr dulu, lama bngt!!
    Trus gmn ni elis…? Kasih solusinya dong!
    Makasieh
    wassalam.

  • Rusdi

    Ass. Wr. Wb
    Membangunkan utk sahur dgn bunyi2an atau dgn memukul tiang listrik adalah sangat mengganggu terutama buat sodara kita yg lagi sholat malam / tahajjud.

  • tri

    afwan ana juga telah mengcopy artikel ini

  • muhamad badar

    kita tidak bisa memandang suatu masalah hanya dari satu sisi/kajian.
    dalam menerima suatu kajian kita juga harus pandai pandai mencari rujukan/sumber yang lain ( sesuai dg Al Qur’an dan hadist).
    Semua yang di bahas diatas dilakukan bukan tanpa alasan dan juga bukan di lakukan oleh orang yang bodoh, semua saya yakin di lakukan untuk syiar islam.masalah ada perselisihan itu adalah hal wajar.
    akan lebih baik kalau bahasan diatas juga dikaitkan dengan budaya indonesia. toh kita bukan orang arab tetapi orang indonesia yang menjunjung tinggi kaidah-kaidah islam dan apa yang di contohkan oleh Nabi Muhamad SAW.

  • Fahrul

    Assalamu alaikum sy mrasa sngat brsyukur dgn artikel ini menambah pengetahuan agama kita dr yg dl nya msh mnjadi ganjalan dlm hati kami temukan jawabanx dsni mudh-mudahan allah SWT merahmati kt smua dgn iman.

  • Santoso

    @Moh Iqra husain

    Antum bertanya:
    “…apakah melakukan kebaikan yang misalnya belum pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW termasuk kedalam Bid’ah??

    Kabaikan apa yg terlewat atau yg diabaikan oleh Nabi shalallahu’alaihi wasallam, sehingga antum menyatakan “pertanyaan” tsb?
    Ketahuilah wahai saudaraku, tidak ada lagi (amalan) yg mendekatkan kita ke Surga dan menjauhkan kita dari Neraka kecuali yg telah Beliau shalallahu’alaihi wa sallam ajarkan dan contohkan.
    Agama Islam telah Sempurna.

  • Nurdin.Supriyatna

    Masih adanya anggapan bi’ah hasanah mengaburkan esensi bid’ah yang sesunguhnya.apakah benar sesuai anggapan bahwa tak semua bid’ah adalah dholal.

  • Abu Aisyah

    Utk Giani Siera Dani

    Yang dimaksud menyempurnakan puasa sampai malam
    adalah sampai datangnya malam.
    Bahkan hadits rosululloah ini sebagai penjelas ayat tersebut
    (Al-Baqoroh 187). Puasa dilaksanakan dari terbitnya fajar shidiq hingga terbenamnya matahari. Dan sudah kita ketahui bahwa malam dimulai dengan terbenamnya matahari (Saat sholat maghrib tiba).

    Wallohu a’lam

  • Syahronie

    Assamualaikum wr.wb.

    Saya terkejut sekali dengan bahasan diatas, jujur saya katakan baru kali ini saya mengetahui bahwa kebiasaan yang sering dilakukan oleh kebanyakan masyarakat muslim kita pada saat bulan Ramadhon adalah bid’ah…

    Saya sangat bersyukur sekali atas keterangan tersebut dan saya yakin bahwa keterangan tersebut benar adanya, namun sayang sekali bid’ah yang dimaksud tersebut tidak dijelaskan secara rinci,apakah amalan tersebut termasuk bid’ah yang baik (bid’ah hasanah) ataukah bid’ah dholalah (bid’ah yang menyesatkan).

    Karena inti niat orang yang mengerjakan amalan tersebut tentunya ingin mendapatkan pahala Alloh SWT bukan sebaliknya.

    Maka menurut hemat saya sebaiknya dijelaskan juga amalan yang dikatagorikan tersebut, termasuk bid’ah baik atau bid’ah yang menyesatkan,ataupun bid’ah yang lain…(kalo memang ada)
    agar masyarakat semakin mengerti dan betul-betul faham tentang hukum dan faedah amalan tersebut…

    Demikian, terimakasih.
    Wassalam…

  • http://7net_ht@yahoo.co.id rized

    terima kasih atas informasinya n sekarang w jd tau

  • ahmad dasuki

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Ane mau tanya tentang bid’ah ktnya ada beberapa macam, apa aja ya?
    Dan apabila itu cara2 baru yg tidak disyaria’tkan, apakah kutbah jum’at yg menggunakan bahasa indonesia termasuk bid’ah, dan shalat menggunakan celana panjang atau kaos termasuk bid’ah karena pakaian tersebut tidak dipakai untuk ibadah pada Zaman nabi.
    Terima kasih ditunggu jawabannya.

  • http://seto.web.ugm.ac.id ardy

    assalamualaikum…

    ijin copy artikelnya

  • Zulkarnain wahab

    Assalamualaikum…dalam islam kita harus memandang substansi ajaran islam dengan ilmu dan akal. Kebiasaan yang dibuat dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah merupakan sesuatu yang didasarkan pada niat. Bid’ah hasanah dibuat dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Ini harus kita pandang sebagai kebaikan bagi umat islam…wassalam

  • ali

    assalamualaikum
    sdr2 yang dirahmati Allah

    bagi yg belum mengetahui hakikat bid’ah, silahkan membaca byk2 artikel terutama yg berkaitan dg bid’ah. sudah byk situs2 islam yg membahas masalah ini. jgn hanya puas dgn yg ‘sedikit’, apalagi yg merasa “islamnya” sdh cukup sehingga tdk perlu belajar lagi. ini musibah besar. perasaan sdh puas tsb perlu dihindari mengingat msh byk nya ilmu islam yg belum kita ketahui.

    bagi yg takut/alergi dgn perkataan bid’ah, silahkan baca baik2 dgn seksama, apa itu bid’ah. insya Allah kalao sdr2 jujur dalam mencari kebenaran, Allah akan menunjuki sdr2 sekalian.

    Ketika ada perkara ttg Islam “yg baru sdr ketahui” , jangan langsung memvonis/mengklaim bahwa perkara tsb “bukan Islam”. Justru jadikan ketidaktahuan sdr tsb menjadi pelecut/pendorong utk segera mencari tahu jawaban2 dari pertanyaan2 yg menggelayut di pikiran sdr sampai ketemu jawaban dari pertanyaan2 tsb.

    setelah sdr merasa maksimal dalam mencari jawaban2 dari pertanyaan2 yng mengganggu pikiran sdr, baru anda tanyakan kpd yg lebih berilmu. Atau kalo ditempat anda ada kajian2 Islam yg sesuai Alquran Sunnah, hadirilah kajian tsb dan bertanyalah disana. Juga mampir ke toko2 buku yg menyediakan buku2/majalah islami.

    sekesar tambahan: bidah dalam perkara agama adl tercela. sdgkan bidah dlm perkara dunia tdk tercela. contoh: sholat subuh 10 rokaat dgn niat memperbyk pahala walaupun niatnya baik, adl perbuatan tercela, krn tdk ada contohnya. sdgkan hndphone, komputer, pesawat, tidak tercela, krn tmsk perkara dunia yg diperbolehkan. jd, bidah yg wajib dihindari adl dlm perkara agama saja (suatu perbuatan yg dinsbatkan kpd agama ini).

    wallahua’lam

  • dollah

    Allah tuhan kami yang Esa!!
    Rasululloh teladan kami!!!
    ISLAM ADALAH SATU!!!!

    mari bersatu padu umat islam!!
    mari kita kembali kepada Al-Qur’an dan Al-hadits yang shohih!!

  • diandra dani

    mana yang lebih baik, ketika yang ada, di masjid tarawih berjamaah, dengan ada yang menuntun assholatu jami’ah, dzikir berjamaah, ceramah di antara tarawih dan witir, kemudian di akhir witir, melafadzkan niat bersama-sama,

    atau lebih baik sholat sendiri di rumah?

  • BriNa

    Alhamdulillah…skrg tmbah ilmu lagi.Meakipun masih banyak yang masih melakukannya, seenggaknya bisa saling mengingatkan !!! Afwan…

  • BriNa

    Alhamdulillah…skrg tmbah ilmu lagi.Setidaknya bisa saling mengingatkan !!! Afwan…

  • rusnansigi

    assalamu alaikum ,, sy pribadi sangat setuju akan pembahasan di atas ,, karna sudah sesuai penjelasan yg di paparkan tidak lain di ambil dari alquran n hadist ,, trims bro for explenation nx … wassalam

  • amrullah

    terimakasih atas tambahan pengetahuan yang diberikan. kami mohon izin kpd penulis utk copy artikel ini

  • kasih

    assalamu’alaikum Ustadz. saya mau tanya, kenapa membangunkan orang sahur, imsak dan niat disebut bid’ah? bukannya bagus kalau kita saling mengingatkan(membangunkan)orang untuk sahur? ditakutkan kalau tdk kita bangunkan malah orang tersebut tdk puasa dng alasan tdk ada yg membangunkan sahur. ke 2, kalau memang imsak itu bid’ah kenapa MUI tdk melarang adannya jadwal imsak. dan yg ke 3, niat. Apakah salah seorang imam mengajak membaca niat bersama pada saat selesai solat tarawih?maaf kalau pertanyaan saya seperti ini. karena saya seorang muslimah yg sedang mencari kebenaran. karena menurut saya banyak sekali dalam bid’ah dlm ajaran islam. Bukankah Rasulullah mengatakan bahwa agama islam itu mudah dan tidak memberatkan?atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.

  • http://www.ketanan.webs.com nurul

    saya mohon definisi untuk bid’ah, karena ada beberapa pertanyaan yang akan muncul, tapi saya ingin tahu dulu pengertian bid’ah

  • ronie

    Assalamu’alaikum, mau tanya (maaf ga baca komen2 sblmnya,mgkn udah ada), @berdzikir dgn keras: bagaimana kalo niatnya agar org yg blm bisa/lancar berdzikir bisa mengikuti imam, takutnya msh bingung. karena tdk smua org merasakan pendidikan agama.

    @membangunkan org utk sahur: memang tdk dilakukan Rasul,tapi mencegah agar org tdk kesiangan sahur, apa salah? malah berpahala toh?
    @imsak: sama, hanya mengingatkan agar org tdk kebablasan mkn dan minum. Teriakan imsak kan hanya pemberitahuan bahwa sdh memasuki waktu2 menjelang terbit fajar dan waktu shubuh, agar org2 siap2 utk berpuasa.

    @melapazkan niat: sama spt berdzikir dgn keras, agar orang yg blm bisa (mgkn anak2) bisa mendengar dan mengikutinya. Dan menurut saya, niat itu harus di ucapkan dgn lisan, diniatkan dlm hati, lalu dilakukan dgn perbuatan. Tidak hanya dlm hati saja.

    demikian menurut hemat saya, smoga ada respon yg dapat menambah ilmu saya yg masih sangat dangkal ini. terima kasih.

  • Ahmad Mushollin

    kalau sy menjumpai hal-hal tersebut dilingkungan tempat tinggal saya bahkan depan rumah sy ada musholla yg perbuatan2 itu semua hampir dijalankan apa yg mestinya sy perbuat?

  • Tommi

    Untuk saudari kasih,

    1. Membangunkan org sahur adalah bid’ah, sbnrnya pengertian bid’ah disini adalah untuk membangunkan org sahur dengan cara meneriakkan “sahur…sahur” melalui pengeras suara, memakai kentongan dan musik atau tidak jarang mengetok2 pagar/pintu rumah org yg akan sangat mengganggu penghuni rumah. Jadi, klo misalnya kita membangunkan org rumah kita dgn cara normal insya Allah tidak bid’ah. Islam sudah memiliki tatacara sendiri dari Rasulullah sebagai penanda waktu sahur dan subuh, yaitu dengan 2x adzan. Adzan pertama adalah sebagai penanda bolehnya santap sahur dan adzan kedua yaitu ketika adzan subuh adalah penanda berakhirnya santap sahur.

    2. Imsak adalah sesuatu yg baru yg tidak ada tuntunan dari Rasulullah, karena Allah Ta’ala berfirman, “…dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar” QS Al Baqoroh : 187. Dan Rasulullah bersabda, “Makan dan minumlah. Janganlah kalian menjadi takut oleh pancaran sinar (putih) yang menjulang. Makan dan minumlah sehingga tampak bagi kalian warna merah.” (HR Tirmidzi, Abu Daud dan Ibnu Khuzaimah, Syaikh Albani berkata hadits ini hasan shohih dalam Shohih wa Dhoif Sunan Abu Daud). Dari firman Allah lalu hadits Rasulullah diatas jelas bahwa waktu imsak (menahan diri dr makan & minum) yg sebenarnya adalah sejak terbit fajar -yaitu ketika adzan subuh dikumandangkan-, dan bukanlah 10 menit sebelum adzan subuh. Kebanyakan yg terjadi skrg adalah org2 mulai menahan makan dan minum justru 10 menit sebelum adzan subuh padahal itu adalah saat2 kita malah dianjurkan makan dan minum.

    3. Niat. Dalam memulai sholat tarawih berjamaah, imam membaca “Assholatu sunnatan tarawihi jami’ah rahimakulullah” dengan suara keras lalu jama’ah menjawab “Laa Ilaahaillallah Muhammad Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam”. Ini adalah perkara baru yg jelas2 tidak ada tuntunannya. Padahal Rasulullah bersabda “Mulailah sholat dengan takbiratul ihram”. Adapun niat itu adalah tempatnya didalam hati, tidak ada lafaz secara khusus bahkan terkadang lafaz khusus yg dibuat2 inilah yg menyulitkan kita untuk sholat. Karena jadi terpatri di pikiran kita, untuk memulai sholat harus menghapal niat terlebih dulu agar sah.

    Demikianlah untuk saudari kasih, semoga bisa membantu. Pesan saya, jnganlah alergi mendengar kata bid’ah. Saya dan anda juga sama2 sedang mencari kebenaran maka dari itu ikhlaskan niat kita. Saudara2 kita di tim muslim.or.id menerangkan bid’ah bukan dengan niat membid’ahkan tp agar kita terhindar dari bid’ah dan keburukannya. Seperti perkataan sahabat Hudzaifah ibnul Yaman -radhiyallahu ‘anhu-, “Ketika banyak org bertanya pada Rasulullah mengenai pahala dan surga, aku malah bertanya tentang neraka dan dosa, bukan karena aku menginginkannya tp karena aku takut terjerumus ke dalamnya.” Dan juga perkataan Abdullah ibnu Mas’ud RA, “Berapa banyak manusia melakukan kebaikan, tp itu semua sia-sia.”

    Salam

    Tommi

  • http://muslim.or.id Raihan Syah

    Sekali BID’AH tetap BID’AH tdk usah lagi di embel2i dgn BID’AH HAZANAH krn itu hanya kata untuk mempopulerkan PROYEK org2 tertentu yg berujung pada DUIT & KESYIRIKAN. Smg ALLAH senantiasa m’beri Hidayah Taufiq-NYA kpd qta semua yg mau menerima KEBENARAN. Perlu di camkan sabda Rasulullah ”Org yg SOMBONG adalah org yg MENOLAK KEBENARAN & MEMANDANG REMEH MANUSIA” Smg qta tdk termasuk org2 yg SOMBONG yg menolak kebenaran! AMIN..

  • kamil

    Saya pernah baca bahwa bid’ah adalah perbuatan yang “semu” karena kelihatannya amalan yang dilakukan baik padahal tidak ada tuntunannya. Jadi lebih baik kita melaksanakan apa yang pernah diajarkan oleh Nabi Muhammad dan sahabat sahabatnya tanpa pernah menambah atau menguranginya hanya karena itu sesuai dengan budaya Indonesia.

  • Karyanto

    Saya setuju dengan artikel diatas dan saya termasuk yg selalu belajar untuk mencari informasi lainnya mengenai hal2 yg dianggap Bid’ah (hal2 yg tidak di contohkan oleh Rasulullah SAW, dan para sahabat nabi)sehingga dapat terhindar kedalam golongan orang2 yg melakukan hal2 yg berdasarkan perasaan dan bukan dalil yg shohih

  • hendri

    Alhamdulillah saya setuju banget. saya lebih mudah mengamalkan islam. ternyata islam memang sempurna dan tak mempersulit.bid’ah itulah yang membuat kita repot.

  • abu harits

    Barokallahufik,jazakallah khoir
    teramat byk orang lbh protes untuk berbuat bid’ah tp malah meninggalkan yg sunnah.klo msl antum semua yg krg sependapat mslh bid’ah di atas,mk tlg carikan dalil yg shahih sbg dasar antum melakukan hal yg diatas.karena asal hukum ibadah itu HAROM kecuali yg ALLAH perintahkan dan Rosul contohkan.

    Waallahu a’lam

  • abu harits

    buat ukhti nurul,
    Bid’ah scr bahasa artinya sesuatu yg baru,sdg mnrut istilah adl sesuatu ibadah yg diada-adakan tentunya dlm mslh agama yg tidak pernah Rasul ajarkan & tdk prnh para Sahabat ajarkn.karena jk kita berbuat bidah sm sj kita merasa lebih pintar drpd rosul&pr sahabat krn agama ini tlh sempurna,tidak perlu ada tmbhan lg

  • Suamrmo

    Assalaamuálaikum Wr Wb.

    Saya sependapat dengan uraian di atas, namun sayang tanpa disertai dengan rujukan yang lengkap. mohon disertakan ayat Al Qurän atau Hadits yang Shahih. mohon maaf dan terim kasih.

    Wassalaamualaikum Wr Wb.

  • Djoko Purwanto

    Ya Allah .., ampuni dosa hamba yang telah ikut dalam sebagian aktifitas diatas. Gimana cara menyadarkan mereka ya , karena sampai saat ini masih berlangsung di banyak mesjid/mushola di Indonesia..???

  • Mizan

    Assalamualaikum w.w.
    saudaraku seiman karna Allah.
    jangan dibantah dulu apabla ada yg mengatakan amalan ini bid’ah itu bid’ah
    tapi tanyakan dulu itu pernah di contohkan atau tisariatkan ga oleh rasulullah dan para sahaba??
    jawabnya MUDAH……..!
    tinggal kita cari tau ilmunya berdasarkan Alqur’an dan sunnah yg shahih, kalo ga sanggup mencarinya atau MALAS, cukup kita meninggalkannya, toh kita ga rugi kan….malahan kita pahala karna meninggalkan amalan yg kita tidak tahu asal-usulnya.
    MUDAHKAN„„„,;„„,!..
    jangan beribadah berdasarkan perasaan doank atau kata ustad saya,syaikh saya,ulama saya,ataupun kata kiyai saya, cari tau dulu dari mana mereka memperolehnya,
    INGAT…. SYARIAT INI SUDAH SEMPURNA DAN TIDAK BUTUH TAMBAHAN.
    Wallahu’alam bissawab
    wassalam….

  • phyton

    assalamu`alaikum
    saya pernah mendengar ustadz berkata perbanyaklah sholat malam dan membaca alquran di bulan romadlon, yang saya tanyakan, bagaimana hukumnya? tadarusan dimasjid, yang baca salah satu kemudian yang hadir disitu menyimak, hal ini juga dikeraskan. maaf karena saya terkadang masih melakukan, niat saya hanya untuk menghidupkan bulan romadlon. terima kasih

  • http://kangaswad.wordpress.com Aswad

    #Phyton
    Sepengetahuan kami, membaca Qur’an bergantian sambil disimak yang lain, terdapat contoh dari para sahabat. Namun jangan menggunakan pengeras suara, karena terdapat hadits:
    لا إن كلكم مناج ربه فلا يؤذين بعضكم بعضا ولا يرفع بعضكم على بعض في القراءة أو قال في الصلاة
    Ketahuilah, kalian semua sedang bermunajat kepada Allah, maka janganlah saling mengganggu satu sama lain. Janganlah kalian mengeraskan suara dalam membaca Al Qur’an,’ atau beliau berkata, ‘Dalam shalat’” (HR. Abu Daud no.1332, Ahmad, 430, dishahihkan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Nata-ijul Afkar, 2/16)

    Menghidupkan Ramadhan bukan dengan membuat sesuatu yang ‘ramai-ramai’, ‘menggebyar’, ‘sorak-sorai’ atau semacamnya. Menghidupkan Ramadhan itu dengan mengisi setiap waktu kita dengan amalan-amalan yang baik. Karena orang yang Ramadhannya kosong dengan amalan-amalan, banyak tidur, banyak main, kita bisa katakan Ramadhan telah mati baginya.

  • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

    Mungkin yang mesti ditekankan dalam bid’ah membangunkan sahur adalah karena membangunkan sahur telah menandingi syariat adzan dua kali sebelum shubuh.

    Sebenarnya Islam sudah memiliki tatacara sendiri untuk menunjukkan waktu bolehnya makan dan minum yaitu dengan adzan pertama sebelum adzan shubuh. Sedangkan adzan kedua ketika adzan shubuh adalah untuk menunjukkan diharamkannya makan dan minum. Inilah cara untuk memberitahu kaum muslimin bahwa masih diperbolehkan makan dan minum dan memberitahukan berakhirnya waktu sahur. Sehingga tidak tepat jika membangunkan kaum muslimin dengan meneriakkan “sahur … sahur ….” baik melalui speaker atau pun datang ke rumah-rumah seperti mengetuk pintu. Cara membangunkan seperti ini sungguh tidak ada tuntunannya sama sekali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga tidak pernah dilakukan oleh generasi terbaik dari ummat ini. Jadi, hendaklah yang dilakukan adalah melaksanakan dua kali adzan. Adzan pertama untuk menunjukkan masih dibolehkannya makan dan minum. Adzan kedua untuk menunjukkan diharamkannya makan dan minum. Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu memiliki nasehat yang indah, “Ikutilah (petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen), janganlah membuat bid’ah. Karena (sunnah) itu sudah cukup bagi kalian.”

    (Lihat pembahasan at tashiir di Al Bida’ Al Hawliyah, hal. 334-336)

    Jadi kelirunya membangunkan makan sahur di sini adalah karena amalan ini menandingi adzan dua kali sebelum shubuh sehingga para ulama dalam berbagai kitab membid’ahkan amalan semacam ini sebagaimana disebutkan dalam Al Bida’ Al Hawliyah. Namun kalau membangunkan kerabat, saudara atau pun tetangga untuk makan sahur, itu tidaklah mengapa selama hal itu tidak menandingi adzan pertama sebelum shubuh.

    Jadi seharusnya seperti ini yang ditekankan dalam tulisan ini.

    Wallahu a’lam. Semoga Allah membalas amalan penulis dengan yang lebih baik.

  • http://agungt.wordpress.com Agung Hartanto

    Saya suka sekali artikel ini.. Subhanallah.. Islam itu mudah… tapi sebagian orang kadang mempersulitnya sendiri.. padahal rasul tidak memberi contoh.. dikhawatirkan orang yg kemudian, hanya mengikuti tradisi tanpa tahu ilmunya (hadits/dalil-nya). Teruslah berjuang meluruskan aqidah.. Allahu Akbar… Insya allah WEB ini mendapat rahmat-Nya.. Amin..

  • dony

    Menanggapi komen sodara Muhammad Badar.

    Kita mengkaji bukan masalah negara atau kaum. Bukan masalah jawa, sunda, indonesia atau warga Arab.
    Sekarang silahkan anda pilih saja, mau mendapatkan rido Allah tdk?
    Ikuti ajaran Rosull-mu. Jangan ikuti kepala suku-mu. Islam sudah sempurna, tidak ada kesempurnaan yang menandingi Islam! Jangan kau nodai Ajran Islam dengan mencampur adukan dengan ajaran Adat istiadat mu.
    SEMOGA ALLAH MEMBERKAHI KITA SEMUA. KITA KEMBALIKAN KE ALLAH DAN ROSULL-NYA. WALLAHU’ALAM BISSHOWAB.
    JAZZAKUMULLAH

  • Su`aib rz

    hal-hal yang medasar masalah bid`ah memberikan rambu-rambu kaum muslim termasuk saya sendiri perlu mengerti,karena karena amalan-amalan yang tidak di sariatkan,akan sia-sia amalannya(habhithot akmaaluhum)

  • Su`aib rz

    Assalamu ` alikum wr..wb..
    syukur alalhahdulillah terkait masalah puasa mengawali dua hari sebelumnnya ternyata tidak diperbolehkan alias bid`ah,terkecuali sudah biasa puasa senen kamis/puasa Dawut.trim ust

  • andi

    Sya betrmksh atas ilmu yg diberikan, Saya mau menanyakan mengenai bersalaman setelah sholat,apakah itu termasuk bidah? saya jg tanya mengenai bacaan Assalamualaikum Wr Wb setelah selesai sholat. Bukankah salam itu diucapkan jika kita brtemu sesama muslim? terimaksih,mhon jwabannya, krn hal itu yg menjadi pedoman org bersalaman setelah melaksanakan sholat berjamaah,yaitu saling mendoakan.termksh

  • Heru

    memang benar apa yang dikatakn dlm artikel ini bhw semua bid’ah itu sesat jd ngga ada bid’ah khasanah, ingatkah kalian semua saat allah berfirman pd rasulullah saat haji wada’? Telah Allah sempurnakan nikmat allah kpd qt semua dan telah sempurna islam ini sebagai agama kita…pelajarilah al qur’an sebagai petunjuk bagi kita dan sunnah rasulullah sebagai amalannya…..

  • M. SAID

    Tulisan ini hendaknya bisa menjadi bahan renungan bagi para ummat yang biasa melakukan amalan-amalan yang dinilai bid’ah. Setelah direnungkan hendaknya disadarinya, dan kemudian kembali ke jalan yang benar. Kembali ke jalan yang benar tidak harus pindah golongan atau organisasi. Organisasi buykanb agama. Organisasi adalah alat dakwa.
    Buat buat penulis, tuylisan ini akan lebih mantap lagi, bila tulisan ini diawali dengan pengertian tentang bid’ah, macam-macam bid’ah, menurut pandangan para ualam yang duisarkan pada qur’an dan hadiuts yang shahih. Denag itu pembaca akan lebih ,antap lagi.

  • Ucok

    Bgaimn jika kita sdag puasa,sdag bljr,.lalu wktu shlat tiba dgn kumandag azan,kgiatan yg mana lbh d utamakan

  • sriyanto

    Mohon maaf Ustad tolong dijelaskan pengertian masalah bid’ad atau mengadakan yang baru dalam agama atau yang tidak dicontohkan/disunahkan oleh Rosul Saw /tidak dilakukan oleh para sahabat itu adalah sesat saya sangat setuju, tapi yang belum jelas adalah pengertian mengadakan yang baru dalam agama : menurut saya seperti kawarijd, Muktazilah, batiniyah, kelompok sempalan dan yang muncul belakangan seperti ahmadiyah, mozadek, lia eden, salat denga bahasa indonesia dan kelompok yang akan mengamanden Al Qur’an dll. namun kalau kita hanya melakukan zdikir disela-sela / sesudah salat tarawih,doa puasa bersama ( niatnya untuk pembelajaran kepada muslim awam /anak2, peringatan maulid nabi Saw adalah salah satu cara untuk mengajak muslim awam yang susah di ajak kajian agama yang rutin (niatnya untuk kajian agama)dll yang umum dapat dikatagorikan sama dg yg diatas tersebut. mohon penjelasan yang rinci untuk pembelajaran muslim awam.

  • toto

    Bid’ah adalah cara membuat agama baru. Agama Nasrani dulunya adalah Islam juga, tetapi karena bid’ah akhirnya berkembang menjadi agama baru. Alhamdulilah mereka memberi nama lain (bukan Islam). Yang bahaya justru bid’ah yang ada sekarang ini yang disandarkan kepada Islam.

  • nugroho

    saya memang sering bertanya2 dan prihatin dengan hal seperti ini, memang kadang dengan tujuan mencari dan memperoleh pahala sebanyak – banyaknya kita tergiur dengan amalan – amalan yang kita tidak tahu asal usulnya. orang tidak mau mencari tahu ilmunya tapi hanya sekedar mengikuti yang sering dilakukan oleh pendahulunya (gurunya). seperti contohnya kejadian pada saat kita datang ke masjid saat kotbah jum’at berlangsung. banyak orang langsung solat sunah tahiyatal masjid, padahal itu sunah yang wajib adalah mendengarkan kotbah… saya senang dengan pembahasan ini, mohon dibahas hal ringan yang sering dilakukan umat islam tetapi tidak kuat dasarnya atau mengandung unsur bid’ah… trim wassalam….

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      @ Nugroho, mungkin yang tepat, boleh melakukan shalat sunnah tahiyatul masjid ketika imam berkhutbah. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri pernah menegur seseorang ketika khutbah Jumat dan orang tersebut belum shalat tahiyatul masjid.

  • indra

    ijin copas……………….syukron

  • http://nopnopn@yahoo.co.id noufa

    seandainya muadzin sedang mungumandangkan azan apkah kt masih boleh untuk sholat tahiyatul masjid? atau melakukan sholat sunnah lainnya..? syukron..

    • http://rumaysho.com Muslim.Or.Id

      @ Noufa
      Dalam kondisi ini sebaiknya tunggu adzan selesai kecuali jika adzan jumat.

  • a priyatno

    saya senang dg adanya forum semacam ini, agar kita bisa berbagi ilmu syar’i. mungkin bagi sebagian saudara kita masalah bid’ah memang masih baru karena blm pernah diajarkan ustadz/kyai/da’i mereka. maka mohon bagi yg sdh tau dakwahkanlah dg sabar dg niat menyelamatkan saudara kita seiman. dan bagi yg belum tau maka terimalah ini sebagai ilmu baru kemudian recek lg dg buku2 yg baik atau ke ustadz2 yg benar2 baik akidahnya. hidup ini cuma sekali, sungguh rugi orang yg mana kala kebenaran menghampiri dia dalam keadaan menolak kebenaran itu. semoga Alloh ridho dengan niat kita mencari ilmu..

  • Umi nurul

    assalamualaikum wr.wb
    saya hanya ingin bertanya mengenai pernyataan di atas, bagaimana dg
    pembacaan dhikir,tahlil, tahmid membaca asma Alloh pada malam 2 ganjil 10 hari terakhir pada bln ramadhon ,yg di lakukan secara berjamaah apakah termasuk bi`dah ???

  • http://roriku.com minto

    Artikel diatas bagus memang kita harus memurnikan amalan kita dari bid’ah, syirik, tahayul dan taklid, tapi saya usul kalau bisa disertai rujukan dalilnya baik dalam Qur’an atau hadistnya, biar orang tambah yakin, karena bila tanpa dalil orang akan berpersepsi itu hanya berdasar ra’yu. Maturnuwun

  • Pingback: pgsd sukses cuy » Macam-Macam Bid’ah di Bulan Ramadhan

  • Zura

    asslm wr wb.

    Terima kasih atas informasinya.
    Mohon diizinkan untuk di publish di blog ana…

    syukron…

  • Pingback: Macam-Macam Bid’ah di Bulan Ramadhan : Catatan Muslimah

  • Luqman

    Assalamualaikum Warohmatullohiwabarokatuh,

    Mohon pencerahan seputar Ramadhon, bagaiamana cara imam mengumumkan bahwa Sholat
    Tarawih / witir dimulai, tanpa harus menyaringkan lafaz “assholatu jami’ah..”
    yang merupakan perbuatan ini bid’ah. padahal makmun yang jauh dibelakang harus
    mengetahui pengumuman tersebut.

    Dalam hal yang sama apakah pengumuman akan (mulai) dilakukannya Sholat Jenazah
    pada setiap setelah sholat fardhu di Masjidil Harom (pada saat musim Haji)
    termasuk perbuatan bid’ah?.

    Terima kasih atas penjelasannya.
    Wassalamualaikum Warohmatullohiwabarokatuh.
    A. Luqman yang fakir ilmu

    • http://rumaysho.com Abduh Tuasikal

      @ Luqman
      Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh.
      Cukup dengan imam berdiri itu sudah sebagai tanda dimulainya shalat tarawih.

  • mieta sikumbang

    Assalamu`alaikum Wr. Wb.
    1.Dari beberapa macam bid`ah diatas malah membuat semangat ramadahan ini jd apa sebaiknya yg dilakukan?
    2.Apa yg dilakukan agar dosa-dosa kita berkurang dan mengajak orang yg kita cintai berserah diri di bulan Ramadhan ini?
    Syukron …
    Wassalamu`alaikum Wr. Wb.

  • ghuroba

    syukron.. untuk tulisannya sangat bagus. ana berencana menyebarkannya di mesjid2 kArna ini di anngap hal biasa>

    untuk saudara q. ana punya tulisan2 yang berisi riba yang qt lakukan setiap hari tanpa sadar termasuk uang kertas yang qt gunakan.www.warungghuroba.wordpress.com

  • hammam

    telah banyak berbagaimacam barakah Bulan ramadhan, sampai-sampai persiapan umat muslim dari jauh hari. kita yg dalam setahun melupakan Orang tua-maupun saudara kita yg sudah meninggal di awal bulan suci ini(sebelum puasa) ramai kita berziarah kubur, kita memintakan ampun dan emngingat bvahwa kita juga akan mati…., jadi jangan sampai salah tafsir itu yg perlu diluruskanya, karena ziarah kubur juga dianjurkan rosullullah, dengan catatn jangan salah dalam berziarah.

    • http://rumaysho.com Abduh Tuasikal

      @ Hammam
      Iya betul sekali kata saudara. Namun kenapa dikhsuskan sebelum ramadhan? Apa istimewanya? Jika istimewa, apa dalilnya?
      Dalam beragama hendaklah berilmu dg dalil dulu, jangan asal beramal. Kita dianjurkan ziarah kubur namun setiap saat, bukan hanya sebelum ramadhan.

      Semoga Allah beri taufik.

  • ronny

    Assalamualaikum Warohmatullohiwabarokatuh,
    Alhamdulillah , akhirnya ada seorang Ustadz juga yang memberikan pengertian melalui forum ini.
    Banyak hal di sekitar kita yang saya lihat bersifat Taklid tanpa landasan Dalil.
    Tulisan ini sangat berlandaskan Dalil. Terima kasih,semoga Allah SWT selalu memberikan RahmahNYA dalam kesehatan dan kebahagiaan bagi Antum yang telah posting pengertian akan hal Ramadhan.

    Wassalamualaikum Warohmatullohiwabarokatuh.

  • farisi

    Assalamu’alaiku Warahmatullah.
    Ustadz, mhn dperinci pnjelasan tntg membangunkan orang untuk sahur.
    Apakah mmbangunkn kluarga untk sahur jg mrupakan hal yg tdk diajarkn dlm islam?

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #farisi
      Wa’alaikumussalam Warahmatullah,
      Yang dimaksud dalam artikel adalah tradisi membangunkan sahur dengan cara-cara khusus, misal membuat tim keliling kampung dengan membawa kentongan.

  • Wachid

    Izin share…

  • amin

    saya mau nanya nih, membaca Al-Qur’an dengan adanya mahroj2(fathah, kasroh, domah dll) itu kan termasuk bid’ah, kira2 kalo itu dilarang pada bisa baca Al-Qur’an dengan baik dan benar ga ya?

  • abdul rahman

    kalau silaturahim setiap hari raya,apa bukan bid’ah?itukan ibadah juga yg tdk pernah disyariatkan

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #abdur rahman
      Insya Allah bukan bid’ah.

  • abil

    mudah-mudahan kaum muslim di indonesia semakin di dekatkan kepada sunah yang sudah mulai hilang, karena sekarang yang bid’ah malah dianggap sunah oleh sebagian orang, apalagi yang taklid. Wassalam…

  • fajri

    assalamu’alaykum
    ana mau tanya. bagaimana hukumnya kita yang shalat tarawih d masjid yang selalu menyerukan beberapa bid’ah seperti melafazkan niat, bid’ah dzikir dengan suara keras? krn ana sdh tau hukumnya maka yang ana lakukan hny berdiam saja dan tidak menjawab dzikir yang diserukan. apakah bisa tarawih di lakukan sendirian di rumah saja krn ana takut melakukan bid’ah? kadang selesai witir ana pengen langsung pulang karena takut melakukan bid’ah yang panjang lagi (melafazkan niat untuk sahur) tapi ana takut tidak mendapatkan pahala seperti sabda Nabi : “siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh” (HR. Ahmad dan Tirmidzi, shahih).. apa shalat tarawih ana yang berjama’ah di masjid yang melakukan bid’ah itu tetap sah? apakah ana tergolong orang yang melkukan bid’ah? mohon penjelasannya. syukron jazakumullah khair……..

    • http://rumaysho.com Abduh Tuasikal

      @ Fajri
      Wa’alaikumus salam.
      Shalat tarawih yg antum lakukan tetap sah dan tdk perlu ikuti bid’ah yg mereka lakukan. Jd tetap shalat di masjid.

  • rochmat

    Maaf, saya numpang nulis dikit, kalo antum bilang bid’ah ada ga sih pengganti dari dari kegiatan yang atum bilang bid’ah. lagi pula setiap kegiatan yang selama inin di bilang bid’ah, itu bid’ah, baca itu bid’ah, sholawat bid’ah, qunut bid’ah, bukankah semua itu adalah baik dan kenapa harus menjadi sesuatu yang di hilangkan. ila (kecuali) hal itu membuat mudhorot bagi banyak orang. wass..

  • akang Gugum

    Syukron ustad iLmunya..
    untuk persatuan kenapa tidak menyesuaikan sepenuhnya ke sumber yang Haq al quran n hadist yang dicontohkan Oleh Rosululah SAW..
    TIDAK ADA PERSATUAN DALAM KEBATHILAN KECUALI YANG DISUKAI SETAN..
    Lanjutkan ustad penyampaian ilmu yg Haq mskipun banyak orang tidak suka..

  • Ummu ‘Azzam

    Saya telah membaca artikel ini dengan seluruh komentarnya. Saya ingin memberi beberapa catatan yang saya harapkan akan bermanfaat, catatannya yaitu:
    1. Banyak pertanyaan diulang yang padahal telah dijawab dengan sangat baik pada beberapa komentar sebelumnya. Saya mengimbau kepada yang ingin bertanya untuk melihat sebentar/sekilas (jika tidak ingin membaca keseluruhannya)kepada komentar2 sebelumnya, boleh jadi pertanyaan yang hendak diajukan telah diajukan dan telah tuntas pula dijawab.
    2. Saya berharap agar para komentator dapat menerima apa-apa yang disampaikan orang lain dengan pikiran yang tenang dan kesungguhan untuk mencari kebenaran. Lapangkanlah dada… jika telah datang dalil, tunduklah..
    3. Berkomentarlah dengan bijak, perhatikan akhlak..
    4. Jika berbicara tentang agama ini, bicaralah dengan ilmiah, bukan “menurut saya”, karena dalam hal ini kita sangat butuh kepada dalil
    5. Islam ini mudah, tapi kebanyakan kita membuatnya tampak susah
    6. Saya melihat dari web ini–dan dimana pun saya berada–pasti.. akan selalu ada penolong-penolong agama Allah. Barokallahu fiikum… Jazakumullohu khoyron…
    7. Sungguh, ilmu syar’i ini sangat berharga.

    Alhamdulillah…

    Maaf jika ada kata-kata yang salah.

    Semoga Allah mengaruniakan ilmu yang bermanfaat kepadaku dan kepada kalian semua.

    Mari kita manfaatkan sisa Ramadhan dengan sebaik-baiknya..
    Bukankah kita tidak pernah diberi tahu kapan ajal mengetuk kehidupan kita?

  • http://aryan.multiply.com aryan

    Saya heran sama orang2 yang ga terima dengan bid’ah2. Padahal mereka juga tau kalau perbuatan2 itu tidak ada contohnya dari Rasulullah. Mereka tidak marah kalau dibilang ‘tidak dicontohkan Rasulullah’ tapi marah dibilang ‘bid’ah’, padahal APA BEDANYA?? Untuk orang2 yang pasang TOA untuk membangunkan orang2 diwaktu sahur (ditempat saya bahkan disetel tape lagu2 shalawatan), apa mereka TERLALU MALAS untuk pasang weker untuk bangun sahur, sehingga membenarkan bid’ah tersebut?? Padahal disekitarnya banyak orang-orang non muslim yang tinggal juga. Dan kemudian bila kaum non muslim itu ingin hidup tenang dengan membikin pemukiman sendiri, sebagian kaum muslim lain ramai2 menentangnya.

  • khoiry

    Di masyarakat muslim kita bid’ah sudah membudaya mengakar kuat krn pemimpin umat jg melegalkan budaya bid’ah, dan dengan bangga akan bid’ahnya, klo kita membicarakan bid’ah selalu di lawan dengan kata”jangan memecahbelah umat islam” apakah pencerahan sudah berhenti? mari kita budayakan sunnah Rasulullah SAW, JGN MENSUNNAHKAN BUDAYA!!!

  • aguzz pencinta sunnah rasul

    Hidup Sunnah Rasul,,,
    Hidup Sunnah Rasul,,,
    Hidup Sunnah Rasul,,,
    Marilah kita belajar mencintai akhirat kita,,dengan melaksanakan Sunnah 2 Rasul,,,
    Yaa Allah,,
    Cintakanlah Kami Pada Sunnah 2 nya,,
    Agar kami semua,,mendapatkan Rahmat dan HidayahMuu,,,
    Amiin,,,

  • Budiono

    Assalamu’alaykum Wr Wb,
    Saya bersyukur kepada Allah swt karena dengan kasih sayangnya telah menurunkan manusia seperti Ustadz M Abduh Tuasikal dan teman temanya yang telah “Sudi” menyebarkan agama Islam yang benar melalui muslim.or.id maupun web lainya. Yang menjadi “khilaf” para pembaca yang menolaknya mungkin lupa dengan,bahwa Benar dan salah (khilaf) itu memang sifat manusia seperti halnya para ustadz tersebut. Bagi saya sepanjang maksud dan tujuanya baik ( bukan fitnah, gibah, riya ), saya secara pribadi sangat mendukung kegiatan para ustadz tersebut.
    Semoga apa yang dilakukan oleh para Ustadz tersebut menjadi amal baik di sisiNYA kelak. Amin.
    Mohon maaf jika ada kata maupun kalimat yang tidak berkenan bagi siapa saja
    Wassalam . .

  • M.Hidayatullahh.

    syukran atas ilmunya.

  • Pingback: jadi orang yang bermakna

  • http://ucute11@yahoo.com sholehuddin al ayyuby

    masalah niat ktka berpuasa, imam mengomandoi dgn tujuan mengingatkn pd ma’mum untk berniat atau pun mengajarkan bagi mereka yg blom bsa. Apa itu jg tak bleh?

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #sholehuddin al ayyuby
      Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak pernah mengajarkan lafadz niat, jadi tidak ada yang perlu diajarkan dalam hal ini.

  • Rifqy

    Bid’ah merupakan menambah dalam urusan agama, ritual keagamaan yang tidak dicontohkan Rasulullah SAW, atau menganggap sesuatu perbuatan bagian dari ibadah .
    istilah bid’ah merupakan polemik umat islam sejak lama. seseorang tidak tidak ingin dikatakan sebagai ahli bid’ah. tapi kenyataan dalam beribadah banyak yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Sementara Rasulullah mengatakan :
    “Barangsiapa yang mengerjakan sesuatu (dalam urusan agama) yang tidak dicontohkan oleh kami, maka hal itu ditolak”
    “Setiap bid’ah itu sesat, dan setiap yagn sesat tempatnya di neraka”
    Kita tinggal kembalikan saja pada diri kita, apakah segala amal ibadah kita ada contoh dari Rasulullah atau tidak, kalau ada berarti sunnah, kalau tidak berarti …..
    Dan yang paling harus kita ingat adalah “Kita tidak akan tersesat selama kita berpegang pada Al-Quran dan AS-Sunnah”……. selamanya
    Wallaahu A’lam.

  • SAGON

    sbenarnya saya senang dengan hadirnya muslim.or.id ini banyak pelajaran yg saya dapatkan..
    tapi knp ya saya ko kurang srek klo ad sesuatu ‘ibadah”‘ di bilang bid’ah..(“Barangsiapa yang mengerjakan sesuatu (dalam urusan agama) yang tidak dicontohkan oleh kami, maka hal itu ditolak”)
    nah klo mnurut sy yg anda lakukan saat inipun bisa di bilang bid’ah..karna sy yakin niat berdirinya situs ini adalah ibadah..
    karna internet ga ad pada zaman Rosulullah..

  • Pingback: Mari Sambut Ramadhan 1432 H | CIPTO

  • Pingback: Mari Sambut Ramadhan 2011 | CIPTO

  • Rini

    Syukran ustadz atas ilmunya,

    Smoga Islam kita tidak seperti buih dilautan,
    Islam datang dalam keadaan asing dan berakhir dalam keadaan asing pula.

    Lanjutkan dakwahnya
    Sermoga hidayah selalu turun pada kita semua, Amin

  • firman

    Assalamu’alaykum Wr Wb.
    syukron atas ilmunya dan jangan berhenti berdakwah walau orang lain menentang. Jnagan mundur hanya karena orang2 yang menyukai kebathilan dibandingkan kebathilan dan bid’ah.

  • Pingback: Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah » Kumpulan Artikel Ramadhan Di Muslim.Or.Id

  • Abu Saida

    Assalamu’alaikum
    Memang benar setan itu pandai dalam melakukan trik2 untuk menjerumuskan manusia ke dalam dosa.
    Pengalaman pribadi saya di tempat tinggal saya juga demikian. Kebidahan susah sekali di brantas malah jadi ramai anatar alhlul bidah & Ahlusunnah. Bagaimana ya carannya?
    Wassalam

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Abu Saida
      Caranya: ilmui, amalkan ilmu, dakwahkan, dan bersabar dalam dakwah.

  • iskandar

    jauhilah perbuatan yang baru,,karna dapat menjauhkan diri dari tali sunnahnya rasul,,,,,

  • adi nugraha

    ijin share yha mas,.

  • adi nugraha

    ijin nge share mas,.

  • http://www.metrobima.com Adi

    tolong apa dalilx rosul pernah berkata “perbuatan yang dikatagorikan sebagai bid’ah apabila berkaitan dengan ibadah,sdgkan yang tidak berkaitan dengan ibadah tidak termasuk bid’ah.” karena sy msh awam..

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Adi
      Dalilnya:
      الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
      Hari ini telah Ku sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan kusempurnakan nikmat-Ku bagi kalian, dan Aku ridha Islam sebagai agama kalian” (QS. Al Maidah: 3)
      من أحدث في أمرنا هذا ما ليس فيه فهو رد
      Barangsiapa membuat perkara baru dalam urusan kami, yang bukan berasal dari kami, maka perkara tersebut tertolak” (HR. Bukhari – Muslim)
      Para ulama mengatakan أمرنا (urusan kami) di sini maksudnya adalah urusan agama.

  • http://www.metrobima.com Adi

    “Barangsiapa yg membuat ajaran kebaikan (pahala) dalam islam (tidak melanggar syariah), maka baginya pahalanya, dan barangsiapa yg membuat ajaran buruk (dosa) maka baginya dosanya”. (HR Muslim).

    Al Hafidh Al Muhaddits Al Imam Muhammad bin Idris Assyafii rahimahullah (Imam Syafii)
    Berkata Imam Syafii bahwa bid’ah terbagi dua, yaitu bid’ah mahmudah (terpuji) dan bid’ah madzmumah (tercela), maka yg sejalan dg sunnah maka ia terpuji, dan yg tidak selaras dengan sunnah adalah tercela, beliau berdalil dg ucapan Umar bin Khattab ra mengenai shalat tarawih : “inilah sebaik baik bid’ah”. (Tafsir Imam Qurtubiy juz 2 hal 86-87)

    “Barangsiapa membuat buat hal baru yg baik dalam islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yg mengikutinya dan tak berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan barangsiapa membuat buat hal baru yg buruk dalam islam, maka baginya dosanya dan dosa orang yg mengikutinya” (Shahih Muslim hadits no.1017)

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Adi
      Hadits tersebut memiliki lafadz:
      من سن في الإسلام سنة حسنة ، فعمل بها بعده ، كتب له مثل أجر من عمل بها
      Jika menerjemahkan من سن في الإسلام سنة حسنة sebagai “barang siapa membuat hal baru yg baik dalam islam“, ini adalah terjemahan yang terlalu dipaksakan sesuai keinginan. sunnah secara bahasa artinya perbuatan / perilaku. Jadi kita terjemahkan “barang siapa menunjukkan sebuah perbuatan baik yang diajarkan Islam, lalu orang lain mengamalkannya setelah itu, ia mendapat pahala seperti yang pahala orang lain yang mengamalkannya tersebut”. Silakan simak lebih lanjut penjelasan hadits ini para artikel berikut:
      http://muslim.or.id/manhaj/jadilah-perintis-sunnah-hasanah-bukan-bidah-hasanah.html
      Mengenai perkataan Umar bin Khattab silakan baca pula:
      http://muslim.or.id/manhaj/mengenal-seluk-beluk-bidah-2.html

      Imam Asy Syafi’i adalah orang yang keras terhadap bid’ah, adapun pembagian beliau bahwa bid’ah ada yang mahmudah adalah bid’ah dari segi bahasa yang mencakup juga bid’ah dalam urusan non-ibadah, sehingga tidak masalah.

      Semoga Allah merahmati anda dan melimpahkan hidayah-Nya kepada anda.

  • http://www.metrobima.com Adi

    mas sy pingin nanya…sampean buat situs web ini niatnya apa..untuk ibadah…atau apa…klo bwat ibadah…sudah dipastikan situs ini adalah situs bid’ah

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Adi
      Perkara ibadah dan non-ibadah jelas bedanya. Setiap aktifitas yang perintahkan oleh Allah dan dicintai oleh-Nya adalah perkara ibadah.

      Shalat adalah perkara ibadah, walau yg melakukan tidak meniatkan beribadah dan meniatkan shalatnya untuk pamer misalnya, tetap saja aktifitas shalat dikategorikan sebagai ibadah, karena shalat itu diperintahkan dan dicintai oleh Allah. Yang lain, puasa, zakat, haji, doa, sujud, wudhu, i’tikaf itu semua ibadah.
      Makan adalah perkara non-ibadah, bila diniatkan untuk menunjang ibadah maka makan itu bernilai ibadah, dengan kata lain, berpahala. Namun tetap saja aktifitas makan dikategorikan sebagai perkara non-ibadah. Yang lain, berdiri, berjalan, menggerakkan tangan, naik mobil, naik motor, naik unta, naik pesawat, lompat, masak, berjualan, membuat website, menggunakan microphone, menggunakan handphone, pakai kemeja, pakai sarung, pakai celana, dll semua itu perkara non-ibadah.

      Semoga bisa dipahami.

  • Faiz

    maaf mau tanya, bagimana dg pembagian ibadah, ada ibadah mahdhoh (ritual) dan ghoiru mahdhoh?apakah benar?

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Faiz
      Mahdhoh artinya murni. Ibadah mahdhoh maksudnya aktifitas yang murni merupakan ibadah, dengan kata lain inilah ibadah itu sendiri. Ibadah ghayr mahdhoh maksudnya aktifitas yang didalamnya tercampur unsur ibadah dan non-ibadah, yaitu aktifitas non-ibadah yang diniatkan untuk ibadah.

      Perlu dijadikan catatan juga, aktifitas non-ibadah ataupun ibadah ghayr mahdhoh terkadang menjadi bid’ah jika dianggap sebagai ibadah mahdhoh. Misalnya, seseorang yang menganggap memakai pakaian berbahan wol itu berpahala. Padahal memakai pakaian adalah aktifitas non-ibadah, namun jika berkeyakinan bahwa memakai pakaian wol tersebut menjadi sebab mendapat pahala, maka ia menganggap perbuatan itu adalah murni ibadah, sehingga terjatuh dalam kebid’ahan.

      Allahu’alam.

  • yudha

    ijin berbagi ilmu ya,Jazakallohu khoyro

  • http://www.metrobima.com Adi

    ya semoga anda dibuka kesempitan berpikirx dan akalx oleh Allah…sy lihat orang sperti anda adalah orang smangant beragama tp suka kekerasan…pendukung teroris (pasif)

  • http://Www.ary@yahoo.com Ary bengkalis

    Saya mau nanya? Apakah memperingati maulid Nabi merupakan bid’ah?

  • jerni

    mohon diizinkan mengunduh

  • Ahmad

    Sangat disayangkan orang yang berpegang teguh pada sunnah Rasulullah malah dianggap sebagai pendukung teroris yang berfikiran sempit. Hal ini mungkin disebabkan karena kita telanjur terbiasa menambahkan hal-hal baru sebagai penambah keafdholan agama, seolah kita lebih pintar dari Rasulullah dan sahabatnya.
    Terus berjuang saudaraku…

  • hardi17

    saya setuju…. kita terus berjuang untuk menolong agama Allah ini, agar tetap terpelihara sampe akhir zaman

  • Wahyu

    Memberikan pemahaman kepada orang yang awam memang perlu kesabaran . Mudah mudahan Allah memberi hidayah dan kemudahan kita semua menemukan jalan kebenaran sehingga benar benar menjadi muslim yang kaffah dan terhindar dari berbagai bid’ah

  • saiful gayo

    wah semoga pak adi dimaafin oleh Allah dan di beri hidayah.. amin

  • syan

    JIka Kita belajar agama harus lah dengan Ilmu, Jangan memaksakan Ilmu untuk agama. Agama telah disempurnakan jadi tidak ada yang kurang barang sedikit pun.Jadi Tolong Dipahami dalam kita Belajar tentang Agama, Pak ADI….jadikan Kedewesaan untuk bisa memahami Agama Kita Sendiri.

  • Pingback: WASPADAI BID’AH DI BULAN RAMADLAN !! « cinta kajian sunnah

  • geo

    marilah saudara/i’ku kita berjuang untuk menegakan Tauhid yang tidak tercampur Tahayul, Bid’ah Churafat,dan berdoa semoga saudara-saudara kita yang diluaran sana terbuka hatinya untuk mengamalkan Dienul Islam yang Murni, seperti yang telah perintahkan Allah SWT dan diajarkan oleh Rasullulloh.

  • adjie

    memakai celana bidah ndak p.ustad?kan dijaman nabi tdk ada?

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #adjie
      Siapa bilang celana tidak ada di zaman Nabi? Nabi bersabda:
      من لم يجد إزارا فليلبس سراويل
      “Barangsiapa yang tidak memiliki izaar (kain semacam sarung), maka pakailah celana sirwal” (HR. Ibnu Maajah no.2389, shahih)

      Andaikan di zaman Nabi tidak ada celana pun, tetap boleh memakai celana. Silakan baca:
      http://muslim.or.id/manhaj/bidah-dalam-perkara-duniawi.html

  • Anwar

    baca yasin (alqur’an) bid’ah gak pak ustadz.. Saya baca yasin malam jumat (dirumah sendirian)+ tentu juga baca ayat alquran lainnya dan juga kirim doa ntuk orang tua, takuut ujung2nya kena bidah malah masuk neraka.

  • http://ibukuislam.com dimas

    semoga kita terlindungi dari perbuatan bid’ah…………..
    buku islami

  • http://www.indahwardani.id1945.com indah

    ya allah jauhkanlah kami dari perbuatan bid’ah sejauh-jauhnya

  • wkwkkw

    saya kaget bos, waktu saur tiba2 ada musik REOG euy

  • joel

    Mendakwahkan sunnah Rasulullah memang butuh kesabaran ekstra jaman sekarang ini. Karena begitu merebak kebidahan dalam agama. Hal ini juga diperparah oleh orang jahil yang berani bicara/komentar soal agama. Sesungguhnya sunnah Rasulullah menyatukan umat Islam diatas kebaikan seperti generasi salaf shalih. Kita lihat umat Islam saat ini yang begitu memprihatinkan dibarengi dengan merebaknya bidah dalam agama ini.

  • Rizky

    Subhanalloh… Indahnya keteguhan ikhwan fillah sekalian. Nikmat rasanya membaca kalimah pembela sunnah. Semoga Sunnah tetap tegak di Bumi Indonesia yang marak Bid’ah. Aneh memang klo kt lihat kenyataan… Orang lebih percaya ra’yu daripada hadits rasul. Orang lebih senang dibebani ritual yang berat daripada mengamalkan ajaran islam yg tidak memberatkan. Saudaraku, Selamat berjuang membela sunnah.

@muslimindo