1 September 2008 | 197 komentar

Kategori: Fiqh dan Muamalah / Ramadhan

Macam-Macam Bid’ah di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan barakah dan penuh dengan keutamaan. Allah subhanahu wa ta’ala telah mensyariatkan dalam bulan tersebut berbagai macam amalan ibadah yang banyak agar manusia semakin mendekatkan diri kepada-Nya. Akan tetapi sebagian dari kaum muslimin berpaling dari keutamaan ini dan membuat cara-cara baru dalam beribadah. Mereka lupa firman Allah ta’ala, “Pada hari ini Aku telah menyempurnakan agama kalian.” (QS. Al-Maidah: 3). Mereka ingin melalaikan manusia dari ibadah yang disyariatkan. Mereka tidak merasa cukup dengan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat beliau ridhwanullahi ‘alaihim ajma’iin.

Oleh sebab itu pada tulisan ini kami mencoba mengangkat beberapa amalan bid’ah yang banyak dilakukan oleh kaum muslimin, yaitu amalan-amalan yang dilakukan akan tetapi tidak diajarkan oleh Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam maupun para sahabat beliau, semoga dengan mengetahuinya kaum muslimin bisa meninggalkan perbuatan tersebut.

Bid’ah Berzikir Dengan Keras Setelah Salam Shalat Tarawih

Berzikir dengan suara keras setelah melakukan salam pada shalat tarawih dengan dikomandani oleh satu suara adalah perbuatan yang tidak disyariatkan. Begitu pula perkataan muazin, “assholaatu yarhakumullah” dan yang semisal dengan perkataan tersebut ketika hendak melaksanakan shalat tarawih, perbuatan ini juga tidak disyariatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak pula oleh para sahabat maupun orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Oleh karena itu hendaklah kita merasa cukup dengan sesuatu yang telah mereka contohkan. Seluruh kebaikan adalah dengan mengikuti jejak mereka dan segala keburukan adalah dengan membuat-buat perkara baru yang tidak ada tuntunannya dari mereka.

Membangunkan Orang-Orang untuk Sahur

Perbuatan ini merupakan salah satu bid’ah yang tidak pernah dilakukan pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau tidak pernah memerintahkan hal ini. Perbedaan tata-cara membangunkan sahur dari tiap-tiap daerah juga menunjukkan tidak disyariatkannya hal ini, padahal jika seandainya perkara ini disyariatkan maka tentunya mereka tidak akan berselisih.

Melafazkan Niat

Melafazkan niat ketika hendak melaksanakan puasa Ramadhan adalah tradisi yang dilakukan oleh banyak kaum muslimin, tidak terkecuali di negeri kita. Di antara yang kita jumpai adalah imam masjid shalat tarawih ketika selesai melaksanakan shalat witir mereka mengomandoi untuk bersama-sama membaca niat untuk melakukan puasa besok harinya.

Perbuatan ini adalah perbuatan yang tidak di contohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga orang-orang saleh setelah beliau. Yang sesuai tuntunan adalah berniat untuk melaksanakan puasa pada malam hari sebelumnya cukup dengan meniatkan dalam hati saja, tanpa dilafazkan.

Imsak

Tradisi imsak, sudah menjadi tren yang dilakukan kaum muslimin ketika ramadhan. Ketika waktu sudah hampir fajar, maka sebagian orang meneriakkan “imsak, imsak…” supaya orang-orang tidak lagi makan dan minum padahal saat itu adalah waktu yang bahkan Rasulullah menganjurkan kita untuk makan dan minum. Sahabat Anas meriwayatkan dari Zaid bin Sabit radhiyallahu ‘anhuma, “Kami makan sahur bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian beliau shalat. Maka kata Anas, “Berapa lama jarak antara azan dan sahur?”, Zaid menjawab, “Kira-kira 50 ayat membaca ayat al-Qur’an.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Menunda Azan Magrib Dengan Alasan Kehati-Hatian

Hal ini bertentangan dengan perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menganjurkan kita untuk menyegerakan berbuka. Rasulullah bersabda,

لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

“Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari Muslim)

Takbiran

Yaitu menyambut datangnya ied dengan mengeraskan membaca takbir dan memukul bedug pada malam ied. Perbuatan ini tidak disyariatkan, yang sesuai dengan sunah adalah melakukan takbir ketika keluar rumah hendak melaksanakan shalat ied sampai tiba di lapangan tempat melaksanakan shalat ied.

Padusan

Yaitu Mandi besar pada satu hari menjelang satu ramadhan dimulai. Perbuatan ini tidak disyariatkan dalam agama ini, yang menjadi syarat untuk melakukan puasa ramadhan adalah niat untuk berpuasa esok pada malam sebelum puasa, adapun mandi junub untuk puasa Ramadhan tidak ada tuntunannya dari Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Mendahului Puasa Satu Hari Atau Dua Hari Sebelumnya

Rasulullah telah melarang mendahului puasa ramadhan dengan melakukan puasa pada dua hari terakhir di bulan sya’ban, kecuali bagi yang memang sudah terbiasa puasa pada jadwal tersebut, misalnya puasa senin kamis atau puasa dawud. Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian mendahului puasa ramadhan dengan melakukan puasa satu hari atau dua hari sebelumnya. Kecuali bagi yang terbiasa melakukan puasa pada hari tersebut maka tidak apa-apa baginya untuk berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Perayaan Nuzulul Qur’an

Yaitu melaksanakan perayaan pada tanggal 17 Ramadhan, untuk mengenang saat-saat diturunkannya al-Qur’an. Perbuatan ini tidak ada tuntunannya dari praktek Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, begitu pula para sahabat sepeninggal beliau.

Berziarah Kubur Karena Ramadhan

Tradisi ziarah kubur menjelang atau sesudah ramadhan banyak dilakukan oleh kaum muslimin, bahkan di antara mereka ada yang sampai berlebihan dengan melakukan perbuatan-perbuatan syirik di sana. Perbuatan ini tidak disyariatkan. Ziarah kubur dianjurkan agar kita teringat dengan kematian dan akhirat, akan tetapi mengkhususkannya karena even tertentu tidak ada tuntunannya dari Rasulullah maupun para sahabat ridhwanullahi ‘alaihim ajma’iin.

Inilah beberapa bid’ah yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin, khususnya di negeri kita, semoga Allah ta’ala memberikan kita ilmu yang bermanfaat, sehingga kita bisa meninggalkan perkara-perkara tersebut dan melakukan perbuatan yang sesuai dengan tuntunan Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

***

Penulis: Abu Sa’id Satria Buana
Muroja’ah: Ustadz Abu Salman
Artikel www.muslim.or.id

Klik dan sebarkan:
  • Print
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Blogplay
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Kirim Komentar




Mohon memberikan komentar yang sesuai dengan topik artikel. Komentar Anda akan kami review dahulu sebelum ditampilkan.

197 Komentar

  • kita tidak bisa memandang suatu masalah hanya dari satu sisi/kajian.
    dalam menerima suatu kajian kita juga harus pandai pandai mencari rujukan/sumber yang lain ( sesuai dg Al Qur’an dan hadist).
    Semua yang di bahas diatas dilakukan bukan tanpa alasan dan juga bukan di lakukan oleh orang yang bodoh, semua saya yakin di lakukan untuk syiar islam.masalah ada perselisihan itu adalah hal wajar.
    akan lebih baik kalau bahasan diatas juga dikaitkan dengan budaya indonesia. toh kita bukan orang arab tetapi orang indonesia yang menjunjung tinggi kaidah-kaidah islam dan apa yang di contohkan oleh Nabi Muhamad SAW.

  • Assalamu alaikum sy mrasa sngat brsyukur dgn artikel ini menambah pengetahuan agama kita dr yg dl nya msh mnjadi ganjalan dlm hati kami temukan jawabanx dsni mudh-mudahan allah SWT merahmati kt smua dgn iman.

  • @Moh Iqra husain

    Antum bertanya:
    “…apakah melakukan kebaikan yang misalnya belum pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW termasuk kedalam Bid’ah??

    Kabaikan apa yg terlewat atau yg diabaikan oleh Nabi shalallahu’alaihi wasallam, sehingga antum menyatakan “pertanyaan” tsb?
    Ketahuilah wahai saudaraku, tidak ada lagi (amalan) yg mendekatkan kita ke Surga dan menjauhkan kita dari Neraka kecuali yg telah Beliau shalallahu’alaihi wa sallam ajarkan dan contohkan.
    Agama Islam telah Sempurna.

  • Masih adanya anggapan bi’ah hasanah mengaburkan esensi bid’ah yang sesunguhnya.apakah benar sesuai anggapan bahwa tak semua bid’ah adalah dholal.

  • Utk Giani Siera Dani

    Yang dimaksud menyempurnakan puasa sampai malam
    adalah sampai datangnya malam.
    Bahkan hadits rosululloah ini sebagai penjelas ayat tersebut
    (Al-Baqoroh 187). Puasa dilaksanakan dari terbitnya fajar shidiq hingga terbenamnya matahari. Dan sudah kita ketahui bahwa malam dimulai dengan terbenamnya matahari (Saat sholat maghrib tiba).

    Wallohu a’lam

  • Assamualaikum wr.wb.

    Saya terkejut sekali dengan bahasan diatas, jujur saya katakan baru kali ini saya mengetahui bahwa kebiasaan yang sering dilakukan oleh kebanyakan masyarakat muslim kita pada saat bulan Ramadhon adalah bid’ah…

    Saya sangat bersyukur sekali atas keterangan tersebut dan saya yakin bahwa keterangan tersebut benar adanya, namun sayang sekali bid’ah yang dimaksud tersebut tidak dijelaskan secara rinci,apakah amalan tersebut termasuk bid’ah yang baik (bid’ah hasanah) ataukah bid’ah dholalah (bid’ah yang menyesatkan).

    Karena inti niat orang yang mengerjakan amalan tersebut tentunya ingin mendapatkan pahala Alloh SWT bukan sebaliknya.

    Maka menurut hemat saya sebaiknya dijelaskan juga amalan yang dikatagorikan tersebut, termasuk bid’ah baik atau bid’ah yang menyesatkan,ataupun bid’ah yang lain…(kalo memang ada)
    agar masyarakat semakin mengerti dan betul-betul faham tentang hukum dan faedah amalan tersebut…

    Demikian, terimakasih.
    Wassalam…

  • terima kasih atas informasinya n sekarang w jd tau

  • Assalamu’alaikum wr.wb
    Ane mau tanya tentang bid’ah ktnya ada beberapa macam, apa aja ya?
    Dan apabila itu cara2 baru yg tidak disyaria’tkan, apakah kutbah jum’at yg menggunakan bahasa indonesia termasuk bid’ah, dan shalat menggunakan celana panjang atau kaos termasuk bid’ah karena pakaian tersebut tidak dipakai untuk ibadah pada Zaman nabi.
    Terima kasih ditunggu jawabannya.

  • assalamualaikum…

    ijin copy artikelnya

  • Assalamualaikum…dalam islam kita harus memandang substansi ajaran islam dengan ilmu dan akal. Kebiasaan yang dibuat dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah merupakan sesuatu yang didasarkan pada niat. Bid’ah hasanah dibuat dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Ini harus kita pandang sebagai kebaikan bagi umat islam…wassalam

  • assalamualaikum
    sdr2 yang dirahmati Allah

    bagi yg belum mengetahui hakikat bid’ah, silahkan membaca byk2 artikel terutama yg berkaitan dg bid’ah. sudah byk situs2 islam yg membahas masalah ini. jgn hanya puas dgn yg ’sedikit’, apalagi yg merasa “islamnya” sdh cukup sehingga tdk perlu belajar lagi. ini musibah besar. perasaan sdh puas tsb perlu dihindari mengingat msh byk nya ilmu islam yg belum kita ketahui.

    bagi yg takut/alergi dgn perkataan bid’ah, silahkan baca baik2 dgn seksama, apa itu bid’ah. insya Allah kalao sdr2 jujur dalam mencari kebenaran, Allah akan menunjuki sdr2 sekalian.

    Ketika ada perkara ttg Islam “yg baru sdr ketahui” , jangan langsung memvonis/mengklaim bahwa perkara tsb “bukan Islam”. Justru jadikan ketidaktahuan sdr tsb menjadi pelecut/pendorong utk segera mencari tahu jawaban2 dari pertanyaan2 yg menggelayut di pikiran sdr sampai ketemu jawaban dari pertanyaan2 tsb.

    setelah sdr merasa maksimal dalam mencari jawaban2 dari pertanyaan2 yng mengganggu pikiran sdr, baru anda tanyakan kpd yg lebih berilmu. Atau kalo ditempat anda ada kajian2 Islam yg sesuai Alquran Sunnah, hadirilah kajian tsb dan bertanyalah disana. Juga mampir ke toko2 buku yg menyediakan buku2/majalah islami.

    sekesar tambahan: bidah dalam perkara agama adl tercela. sdgkan bidah dlm perkara dunia tdk tercela. contoh: sholat subuh 10 rokaat dgn niat memperbyk pahala walaupun niatnya baik, adl perbuatan tercela, krn tdk ada contohnya. sdgkan hndphone, komputer, pesawat, tidak tercela, krn tmsk perkara dunia yg diperbolehkan. jd, bidah yg wajib dihindari adl dlm perkara agama saja (suatu perbuatan yg dinsbatkan kpd agama ini).

    wallahua’lam

  • Allah tuhan kami yang Esa!!
    Rasululloh teladan kami!!!
    ISLAM ADALAH SATU!!!!

    mari bersatu padu umat islam!!
    mari kita kembali kepada Al-Qur’an dan Al-hadits yang shohih!!

  • mana yang lebih baik, ketika yang ada, di masjid tarawih berjamaah, dengan ada yang menuntun assholatu jami’ah, dzikir berjamaah, ceramah di antara tarawih dan witir, kemudian di akhir witir, melafadzkan niat bersama-sama,

    atau lebih baik sholat sendiri di rumah?

  • Alhamdulillah…skrg tmbah ilmu lagi.Meakipun masih banyak yang masih melakukannya, seenggaknya bisa saling mengingatkan !!! Afwan…

  • Alhamdulillah…skrg tmbah ilmu lagi.Setidaknya bisa saling mengingatkan !!! Afwan…

  • assalamu alaikum ,, sy pribadi sangat setuju akan pembahasan di atas ,, karna sudah sesuai penjelasan yg di paparkan tidak lain di ambil dari alquran n hadist ,, trims bro for explenation nx … wassalam

  • terimakasih atas tambahan pengetahuan yang diberikan. kami mohon izin kpd penulis utk copy artikel ini

  • assalamu’alaikum Ustadz. saya mau tanya, kenapa membangunkan orang sahur, imsak dan niat disebut bid’ah? bukannya bagus kalau kita saling mengingatkan(membangunkan)orang untuk sahur? ditakutkan kalau tdk kita bangunkan malah orang tersebut tdk puasa dng alasan tdk ada yg membangunkan sahur. ke 2, kalau memang imsak itu bid’ah kenapa MUI tdk melarang adannya jadwal imsak. dan yg ke 3, niat. Apakah salah seorang imam mengajak membaca niat bersama pada saat selesai solat tarawih?maaf kalau pertanyaan saya seperti ini. karena saya seorang muslimah yg sedang mencari kebenaran. karena menurut saya banyak sekali dalam bid’ah dlm ajaran islam. Bukankah Rasulullah mengatakan bahwa agama islam itu mudah dan tidak memberatkan?atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.

  • saya mohon definisi untuk bid’ah, karena ada beberapa pertanyaan yang akan muncul, tapi saya ingin tahu dulu pengertian bid’ah

  • Assalamu’alaikum, mau tanya (maaf ga baca komen2 sblmnya,mgkn udah ada), @berdzikir dgn keras: bagaimana kalo niatnya agar org yg blm bisa/lancar berdzikir bisa mengikuti imam, takutnya msh bingung. karena tdk smua org merasakan pendidikan agama.

    @membangunkan org utk sahur: memang tdk dilakukan Rasul,tapi mencegah agar org tdk kesiangan sahur, apa salah? malah berpahala toh?
    @imsak: sama, hanya mengingatkan agar org tdk kebablasan mkn dan minum. Teriakan imsak kan hanya pemberitahuan bahwa sdh memasuki waktu2 menjelang terbit fajar dan waktu shubuh, agar org2 siap2 utk berpuasa.

    @melapazkan niat: sama spt berdzikir dgn keras, agar orang yg blm bisa (mgkn anak2) bisa mendengar dan mengikutinya. Dan menurut saya, niat itu harus di ucapkan dgn lisan, diniatkan dlm hati, lalu dilakukan dgn perbuatan. Tidak hanya dlm hati saja.

    demikian menurut hemat saya, smoga ada respon yg dapat menambah ilmu saya yg masih sangat dangkal ini. terima kasih.

  • kalau sy menjumpai hal-hal tersebut dilingkungan tempat tinggal saya bahkan depan rumah sy ada musholla yg perbuatan2 itu semua hampir dijalankan apa yg mestinya sy perbuat?

  • Untuk saudari kasih,

    1. Membangunkan org sahur adalah bid’ah, sbnrnya pengertian bid’ah disini adalah untuk membangunkan org sahur dengan cara meneriakkan “sahur…sahur” melalui pengeras suara, memakai kentongan dan musik atau tidak jarang mengetok2 pagar/pintu rumah org yg akan sangat mengganggu penghuni rumah. Jadi, klo misalnya kita membangunkan org rumah kita dgn cara normal insya Allah tidak bid’ah. Islam sudah memiliki tatacara sendiri dari Rasulullah sebagai penanda waktu sahur dan subuh, yaitu dengan 2x adzan. Adzan pertama adalah sebagai penanda bolehnya santap sahur dan adzan kedua yaitu ketika adzan subuh adalah penanda berakhirnya santap sahur.

    2. Imsak adalah sesuatu yg baru yg tidak ada tuntunan dari Rasulullah, karena Allah Ta’ala berfirman, “…dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar” QS Al Baqoroh : 187. Dan Rasulullah bersabda, “Makan dan minumlah. Janganlah kalian menjadi takut oleh pancaran sinar (putih) yang menjulang. Makan dan minumlah sehingga tampak bagi kalian warna merah.” (HR Tirmidzi, Abu Daud dan Ibnu Khuzaimah, Syaikh Albani berkata hadits ini hasan shohih dalam Shohih wa Dhoif Sunan Abu Daud). Dari firman Allah lalu hadits Rasulullah diatas jelas bahwa waktu imsak (menahan diri dr makan & minum) yg sebenarnya adalah sejak terbit fajar -yaitu ketika adzan subuh dikumandangkan-, dan bukanlah 10 menit sebelum adzan subuh. Kebanyakan yg terjadi skrg adalah org2 mulai menahan makan dan minum justru 10 menit sebelum adzan subuh padahal itu adalah saat2 kita malah dianjurkan makan dan minum.

    3. Niat. Dalam memulai sholat tarawih berjamaah, imam membaca “Assholatu sunnatan tarawihi jami’ah rahimakulullah” dengan suara keras lalu jama’ah menjawab “Laa Ilaahaillallah Muhammad Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam”. Ini adalah perkara baru yg jelas2 tidak ada tuntunannya. Padahal Rasulullah bersabda “Mulailah sholat dengan takbiratul ihram”. Adapun niat itu adalah tempatnya didalam hati, tidak ada lafaz secara khusus bahkan terkadang lafaz khusus yg dibuat2 inilah yg menyulitkan kita untuk sholat. Karena jadi terpatri di pikiran kita, untuk memulai sholat harus menghapal niat terlebih dulu agar sah.

    Demikianlah untuk saudari kasih, semoga bisa membantu. Pesan saya, jnganlah alergi mendengar kata bid’ah. Saya dan anda juga sama2 sedang mencari kebenaran maka dari itu ikhlaskan niat kita. Saudara2 kita di tim muslim.or.id menerangkan bid’ah bukan dengan niat membid’ahkan tp agar kita terhindar dari bid’ah dan keburukannya. Seperti perkataan sahabat Hudzaifah ibnul Yaman -radhiyallahu ‘anhu-, “Ketika banyak org bertanya pada Rasulullah mengenai pahala dan surga, aku malah bertanya tentang neraka dan dosa, bukan karena aku menginginkannya tp karena aku takut terjerumus ke dalamnya.” Dan juga perkataan Abdullah ibnu Mas’ud RA, “Berapa banyak manusia melakukan kebaikan, tp itu semua sia-sia.”

    Salam

    Tommi

  • Sekali BID’AH tetap BID’AH tdk usah lagi di embel2i dgn BID’AH HAZANAH krn itu hanya kata untuk mempopulerkan PROYEK org2 tertentu yg berujung pada DUIT & KESYIRIKAN. Smg ALLAH senantiasa m’beri Hidayah Taufiq-NYA kpd qta semua yg mau menerima KEBENARAN. Perlu di camkan sabda Rasulullah ”Org yg SOMBONG adalah org yg MENOLAK KEBENARAN & MEMANDANG REMEH MANUSIA” Smg qta tdk termasuk org2 yg SOMBONG yg menolak kebenaran! AMIN..

  • Saya pernah baca bahwa bid’ah adalah perbuatan yang “semu” karena kelihatannya amalan yang dilakukan baik padahal tidak ada tuntunannya. Jadi lebih baik kita melaksanakan apa yang pernah diajarkan oleh Nabi Muhammad dan sahabat sahabatnya tanpa pernah menambah atau menguranginya hanya karena itu sesuai dengan budaya Indonesia.

  • Saya setuju dengan artikel diatas dan saya termasuk yg selalu belajar untuk mencari informasi lainnya mengenai hal2 yg dianggap Bid’ah (hal2 yg tidak di contohkan oleh Rasulullah SAW, dan para sahabat nabi)sehingga dapat terhindar kedalam golongan orang2 yg melakukan hal2 yg berdasarkan perasaan dan bukan dalil yg shohih

  • Alhamdulillah saya setuju banget. saya lebih mudah mengamalkan islam. ternyata islam memang sempurna dan tak mempersulit.bid’ah itulah yang membuat kita repot.

  • Assalaamuálaikum Wr Wb.

    Saya sependapat dengan uraian di atas, namun sayang tanpa disertai dengan rujukan yang lengkap. mohon disertakan ayat Al Qurän atau Hadits yang Shahih. mohon maaf dan terim kasih.

    Wassalaamualaikum Wr Wb.

  • Barokallahufik,jazakallah khoir
    teramat byk orang lbh protes untuk berbuat bid’ah tp malah meninggalkan yg sunnah.klo msl antum semua yg krg sependapat mslh bid’ah di atas,mk tlg carikan dalil yg shahih sbg dasar antum melakukan hal yg diatas.karena asal hukum ibadah itu HAROM kecuali yg ALLAH perintahkan dan Rosul contohkan.

    Waallahu a’lam

  • buat ukhti nurul,
    Bid’ah scr bahasa artinya sesuatu yg baru,sdg mnrut istilah adl sesuatu ibadah yg diada-adakan tentunya dlm mslh agama yg tidak pernah Rasul ajarkan & tdk prnh para Sahabat ajarkn.karena jk kita berbuat bidah sm sj kita merasa lebih pintar drpd rosul&pr sahabat krn agama ini tlh sempurna,tidak perlu ada tmbhan lg

  • Ya Allah .., ampuni dosa hamba yang telah ikut dalam sebagian aktifitas diatas. Gimana cara menyadarkan mereka ya , karena sampai saat ini masih berlangsung di banyak mesjid/mushola di Indonesia..???

  • Assalamualaikum w.w.
    saudaraku seiman karna Allah.
    jangan dibantah dulu apabla ada yg mengatakan amalan ini bid’ah itu bid’ah
    tapi tanyakan dulu itu pernah di contohkan atau tisariatkan ga oleh rasulullah dan para sahaba??
    jawabnya MUDAH……..!
    tinggal kita cari tau ilmunya berdasarkan Alqur’an dan sunnah yg shahih, kalo ga sanggup mencarinya atau MALAS, cukup kita meninggalkannya, toh kita ga rugi kan….malahan kita pahala karna meninggalkan amalan yg kita tidak tahu asal-usulnya.
    MUDAHKAN„„„,;„„,!..
    jangan beribadah berdasarkan perasaan doank atau kata ustad saya,syaikh saya,ulama saya,ataupun kata kiyai saya, cari tau dulu dari mana mereka memperolehnya,
    INGAT…. SYARIAT INI SUDAH SEMPURNA DAN TIDAK BUTUH TAMBAHAN.
    Wallahu’alam bissawab
    wassalam….

  • assalamu`alaikum
    saya pernah mendengar ustadz berkata perbanyaklah sholat malam dan membaca alquran di bulan romadlon, yang saya tanyakan, bagaimana hukumnya? tadarusan dimasjid, yang baca salah satu kemudian yang hadir disitu menyimak, hal ini juga dikeraskan. maaf karena saya terkadang masih melakukan, niat saya hanya untuk menghidupkan bulan romadlon. terima kasih

  • #Phyton
    Sepengetahuan kami, membaca Qur’an bergantian sambil disimak yang lain, terdapat contoh dari para sahabat. Namun jangan menggunakan pengeras suara, karena terdapat hadits:
    لا إن كلكم مناج ربه فلا يؤذين بعضكم بعضا ولا يرفع بعضكم على بعض في القراءة أو قال في الصلاة
    Ketahuilah, kalian semua sedang bermunajat kepada Allah, maka janganlah saling mengganggu satu sama lain. Janganlah kalian mengeraskan suara dalam membaca Al Qur’an,’ atau beliau berkata, ‘Dalam shalat’” (HR. Abu Daud no.1332, Ahmad, 430, dishahihkan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Nata-ijul Afkar, 2/16)

    Menghidupkan Ramadhan bukan dengan membuat sesuatu yang ‘ramai-ramai’, ‘menggebyar’, ’sorak-sorai’ atau semacamnya. Menghidupkan Ramadhan itu dengan mengisi setiap waktu kita dengan amalan-amalan yang baik. Karena orang yang Ramadhannya kosong dengan amalan-amalan, banyak tidur, banyak main, kita bisa katakan Ramadhan telah mati baginya.

  • Mungkin yang mesti ditekankan dalam bid’ah membangunkan sahur adalah karena membangunkan sahur telah menandingi syariat adzan dua kali sebelum shubuh.

    Sebenarnya Islam sudah memiliki tatacara sendiri untuk menunjukkan waktu bolehnya makan dan minum yaitu dengan adzan pertama sebelum adzan shubuh. Sedangkan adzan kedua ketika adzan shubuh adalah untuk menunjukkan diharamkannya makan dan minum. Inilah cara untuk memberitahu kaum muslimin bahwa masih diperbolehkan makan dan minum dan memberitahukan berakhirnya waktu sahur. Sehingga tidak tepat jika membangunkan kaum muslimin dengan meneriakkan “sahur … sahur ….” baik melalui speaker atau pun datang ke rumah-rumah seperti mengetuk pintu. Cara membangunkan seperti ini sungguh tidak ada tuntunannya sama sekali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga tidak pernah dilakukan oleh generasi terbaik dari ummat ini. Jadi, hendaklah yang dilakukan adalah melaksanakan dua kali adzan. Adzan pertama untuk menunjukkan masih dibolehkannya makan dan minum. Adzan kedua untuk menunjukkan diharamkannya makan dan minum. Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu memiliki nasehat yang indah, “Ikutilah (petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen), janganlah membuat bid’ah. Karena (sunnah) itu sudah cukup bagi kalian.”

    (Lihat pembahasan at tashiir di Al Bida’ Al Hawliyah, hal. 334-336)

    Jadi kelirunya membangunkan makan sahur di sini adalah karena amalan ini menandingi adzan dua kali sebelum shubuh sehingga para ulama dalam berbagai kitab membid’ahkan amalan semacam ini sebagaimana disebutkan dalam Al Bida’ Al Hawliyah. Namun kalau membangunkan kerabat, saudara atau pun tetangga untuk makan sahur, itu tidaklah mengapa selama hal itu tidak menandingi adzan pertama sebelum shubuh.

    Jadi seharusnya seperti ini yang ditekankan dalam tulisan ini.

    Wallahu a’lam. Semoga Allah membalas amalan penulis dengan yang lebih baik.

  • Saya suka sekali artikel ini.. Subhanallah.. Islam itu mudah… tapi sebagian orang kadang mempersulitnya sendiri.. padahal rasul tidak memberi contoh.. dikhawatirkan orang yg kemudian, hanya mengikuti tradisi tanpa tahu ilmunya (hadits/dalil-nya). Teruslah berjuang meluruskan aqidah.. Allahu Akbar… Insya allah WEB ini mendapat rahmat-Nya.. Amin..

  • Menanggapi komen sodara Muhammad Badar.

    Kita mengkaji bukan masalah negara atau kaum. Bukan masalah jawa, sunda, indonesia atau warga Arab.
    Sekarang silahkan anda pilih saja, mau mendapatkan rido Allah tdk?
    Ikuti ajaran Rosull-mu. Jangan ikuti kepala suku-mu. Islam sudah sempurna, tidak ada kesempurnaan yang menandingi Islam! Jangan kau nodai Ajran Islam dengan mencampur adukan dengan ajaran Adat istiadat mu.
    SEMOGA ALLAH MEMBERKAHI KITA SEMUA. KITA KEMBALIKAN KE ALLAH DAN ROSULL-NYA. WALLAHU’ALAM BISSHOWAB.
    JAZZAKUMULLAH

  • hal-hal yang medasar masalah bid`ah memberikan rambu-rambu kaum muslim termasuk saya sendiri perlu mengerti,karena karena amalan-amalan yang tidak di sariatkan,akan sia-sia amalannya(habhithot akmaaluhum)

  • Assalamu ` alikum wr..wb..
    syukur alalhahdulillah terkait masalah puasa mengawali dua hari sebelumnnya ternyata tidak diperbolehkan alias bid`ah,terkecuali sudah biasa puasa senen kamis/puasa Dawut.trim ust

  • Sya betrmksh atas ilmu yg diberikan, Saya mau menanyakan mengenai bersalaman setelah sholat,apakah itu termasuk bidah? saya jg tanya mengenai bacaan Assalamualaikum Wr Wb setelah selesai sholat. Bukankah salam itu diucapkan jika kita brtemu sesama muslim? terimaksih,mhon jwabannya, krn hal itu yg menjadi pedoman org bersalaman setelah melaksanakan sholat berjamaah,yaitu saling mendoakan.termksh

  • memang benar apa yang dikatakn dlm artikel ini bhw semua bid’ah itu sesat jd ngga ada bid’ah khasanah, ingatkah kalian semua saat allah berfirman pd rasulullah saat haji wada’? Telah Allah sempurnakan nikmat allah kpd qt semua dan telah sempurna islam ini sebagai agama kita…pelajarilah al qur’an sebagai petunjuk bagi kita dan sunnah rasulullah sebagai amalannya…..

  • Tulisan ini hendaknya bisa menjadi bahan renungan bagi para ummat yang biasa melakukan amalan-amalan yang dinilai bid’ah. Setelah direnungkan hendaknya disadarinya, dan kemudian kembali ke jalan yang benar. Kembali ke jalan yang benar tidak harus pindah golongan atau organisasi. Organisasi buykanb agama. Organisasi adalah alat dakwa.
    Buat buat penulis, tuylisan ini akan lebih mantap lagi, bila tulisan ini diawali dengan pengertian tentang bid’ah, macam-macam bid’ah, menurut pandangan para ualam yang duisarkan pada qur’an dan hadiuts yang shahih. Denag itu pembaca akan lebih ,antap lagi.

  • Bgaimn jika kita sdag puasa,sdag bljr,.lalu wktu shlat tiba dgn kumandag azan,kgiatan yg mana lbh d utamakan

  • Mohon maaf Ustad tolong dijelaskan pengertian masalah bid’ad atau mengadakan yang baru dalam agama atau yang tidak dicontohkan/disunahkan oleh Rosul Saw /tidak dilakukan oleh para sahabat itu adalah sesat saya sangat setuju, tapi yang belum jelas adalah pengertian mengadakan yang baru dalam agama : menurut saya seperti kawarijd, Muktazilah, batiniyah, kelompok sempalan dan yang muncul belakangan seperti ahmadiyah, mozadek, lia eden, salat denga bahasa indonesia dan kelompok yang akan mengamanden Al Qur’an dll. namun kalau kita hanya melakukan zdikir disela-sela / sesudah salat tarawih,doa puasa bersama ( niatnya untuk pembelajaran kepada muslim awam /anak2, peringatan maulid nabi Saw adalah salah satu cara untuk mengajak muslim awam yang susah di ajak kajian agama yang rutin (niatnya untuk kajian agama)dll yang umum dapat dikatagorikan sama dg yg diatas tersebut. mohon penjelasan yang rinci untuk pembelajaran muslim awam.

  • Bid’ah adalah cara membuat agama baru. Agama Nasrani dulunya adalah Islam juga, tetapi karena bid’ah akhirnya berkembang menjadi agama baru. Alhamdulilah mereka memberi nama lain (bukan Islam). Yang bahaya justru bid’ah yang ada sekarang ini yang disandarkan kepada Islam.

  • saya memang sering bertanya2 dan prihatin dengan hal seperti ini, memang kadang dengan tujuan mencari dan memperoleh pahala sebanyak – banyaknya kita tergiur dengan amalan – amalan yang kita tidak tahu asal usulnya. orang tidak mau mencari tahu ilmunya tapi hanya sekedar mengikuti yang sering dilakukan oleh pendahulunya (gurunya). seperti contohnya kejadian pada saat kita datang ke masjid saat kotbah jum’at berlangsung. banyak orang langsung solat sunah tahiyatal masjid, padahal itu sunah yang wajib adalah mendengarkan kotbah… saya senang dengan pembahasan ini, mohon dibahas hal ringan yang sering dilakukan umat islam tetapi tidak kuat dasarnya atau mengandung unsur bid’ah… trim wassalam….

  • @ Nugroho, mungkin yang tepat, boleh melakukan shalat sunnah tahiyatul masjid ketika imam berkhutbah. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri pernah menegur seseorang ketika khutbah Jumat dan orang tersebut belum shalat tahiyatul masjid.

  • ijin copas……………….syukron

Silakan menyebarkan artikel yang ada di muslim.or.id dengan harus menyertakan muslim.or.id sebagai sumber artikel. Muslim.or.id menerima bantuan penerjemahan artikel muslim.or.id ke dalam bahasa inggris. Silakan hubungi muslim.or.id@gmail.com. Info iklan silakan hubungi muslimadv@gmail.com

Kasyen theme originally design by cizkah powered by Wordpress