<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Berhari Raya Dengan Siapa?</title>
	<atom:link href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/berhari-raya-dengan-siapa.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslim.or.id/ramadhan/berhari-raya-dengan-siapa.html</link>
	<description>Pesantren online agama Islam berdasarkan Qur&#039;an dan Sunnah dengan pemahaman Salafus Shalih</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 12:06:33 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: Kumpulan Artikel Seputar Haji, Idul Adha dan Qurban &#171; Muslim.Or.Id Mobile</title>
		<link>http://muslim.or.id/ramadhan/berhari-raya-dengan-siapa.html/comment-page-2#comment-79356</link>
		<dc:creator>Kumpulan Artikel Seputar Haji, Idul Adha dan Qurban &#171; Muslim.Or.Id Mobile</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Oct 2011 10:22:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=374#comment-79356</guid>
		<description>[...] Berhari Raya Dengan Siapa? [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Berhari Raya Dengan Siapa? [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah &#187; Kumpulan Artikel Seputar Haji, Idul Adha dan Qurban</title>
		<link>http://muslim.or.id/ramadhan/berhari-raya-dengan-siapa.html/comment-page-2#comment-79348</link>
		<dc:creator>Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah &#187; Kumpulan Artikel Seputar Haji, Idul Adha dan Qurban</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Oct 2011 05:31:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=374#comment-79348</guid>
		<description>[...] Berhari Raya Dengan Siapa? [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Berhari Raya Dengan Siapa? [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yulian Purnama</title>
		<link>http://muslim.or.id/ramadhan/berhari-raya-dengan-siapa.html/comment-page-2#comment-77743</link>
		<dc:creator>Yulian Purnama</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Aug 2011 16:03:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=374#comment-77743</guid>
		<description>#Sum 
Kita taat pada aturan yang sesuai syariat dan tidak taat aturan yang tidak sesuai syariat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#Sum<br />
Kita taat pada aturan yang sesuai syariat dan tidak taat aturan yang tidak sesuai syariat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sum</title>
		<link>http://muslim.or.id/ramadhan/berhari-raya-dengan-siapa.html/comment-page-1#comment-77718</link>
		<dc:creator>Sum</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Aug 2011 03:02:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=374#comment-77718</guid>
		<description>&quot;Dan sesuai sunnah maupun firman Allah, kita harus mengikuti ulil amri atau Pemerintah dimana kita berada selama Pemerintah tidak munkar.&quot;
Terus bagaimana dengan pemerintah di Indonesia?Yang membuat hukumnya lebih mengutamakan Undang2nya daripada AlQuran &amp; Hadist.Sedang rasanya MUI nya pun jg kelihatannya tidak bisa berbuat banyak untuk merubah hukum di Indonesia lebih mengutamakan AlQuran dan Hadist Rasul diatas yang lain.Maaf mohon pencerahannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Dan sesuai sunnah maupun firman Allah, kita harus mengikuti ulil amri atau Pemerintah dimana kita berada selama Pemerintah tidak munkar.&#8221;<br />
Terus bagaimana dengan pemerintah di Indonesia?Yang membuat hukumnya lebih mengutamakan Undang2nya daripada AlQuran &amp; Hadist.Sedang rasanya MUI nya pun jg kelihatannya tidak bisa berbuat banyak untuk merubah hukum di Indonesia lebih mengutamakan AlQuran dan Hadist Rasul diatas yang lain.Maaf mohon pencerahannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kustri</title>
		<link>http://muslim.or.id/ramadhan/berhari-raya-dengan-siapa.html/comment-page-1#comment-77716</link>
		<dc:creator>kustri</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Aug 2011 02:42:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=374#comment-77716</guid>
		<description>Ah akhirnya di indonesia bukan hanya 1, tp ada 3 hari raya yg berbeda. Naqsabandiah hari senin, muhamadiah selasa, lainnya ikut umaro&#039; hari rabu.
Allah maha tahu segalanya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ah akhirnya di indonesia bukan hanya 1, tp ada 3 hari raya yg berbeda. Naqsabandiah hari senin, muhamadiah selasa, lainnya ikut umaro&#8217; hari rabu.<br />
Allah maha tahu segalanya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: anna</title>
		<link>http://muslim.or.id/ramadhan/berhari-raya-dengan-siapa.html/comment-page-1#comment-77713</link>
		<dc:creator>anna</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Aug 2011 01:42:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=374#comment-77713</guid>
		<description>Subhanallah, terimakasih pencerahannya, ijiN share ya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Subhanallah, terimakasih pencerahannya, ijiN share ya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abu hudAifah</title>
		<link>http://muslim.or.id/ramadhan/berhari-raya-dengan-siapa.html/comment-page-1#comment-77711</link>
		<dc:creator>Abu hudAifah</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Aug 2011 01:36:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=374#comment-77711</guid>
		<description>Padahal, cara mengetahui hilal adalah dengan ru’yah, bukan dengan cara lainnya, atau hisab. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Syekh Abu Malik Kamal ketika menjelaskan Shahih Fiqih Sunnah, bahwa cara mengetahui hilal adalah dengan ru’yah, yakni melihatnya secara langsung dan bukan dengan cara lainnya. Lalu beliau menjelaskan bahwa penetapan awal bulan Ramadhan dengan hisab adalah tidak sah. Alasannya, “Karena kita mengetahui secara pasti dalam agama Islam, penetapan hilal puasa, haji, ‘Iddah, ila’, atau hukum-hukum lainnya yang berkaitan dengan hilal, melalui informasi yang disampaikan oleh ahli hisab adalah tidak dibolehkan.” (Shahih Fiqih Sunnah, edisi Indonesia, Pustaka al-Tazkia, III/119)

Selain itu, sudah maklum bahwa hasil penglihatan ruyah meskipun hanya satu orang, sepanjang dia beriman (bersyahadat), maka diterima kesaksiannya. Hal ini sebagaimana sebuah riwayat dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, dia berkata: “Orang-orang sedang berusaha melihat hilal, lalu aku memberitahu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwa aku telah melihatnya, kemudian beliau berpuasa dan memerintahkan manusia untuk berpuasa.” (HR. Abu Dawud. Dishahihkan Al-Albani dalam al-Irwa’, no. 908)

Juga hadits ini. Diriwayatkan dari Gubernur Makkah al-Harits bin Hatib Radhiyallahu ‘Anhu, dia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah mengamanatkan kepada kami agar kami beribadah berdasarkan melihat bulan. Jika kami tidak bisa melihatnya dan telah bersaksi dua orang terpercaya (bahwa mereka telah melihatnya), maka kami beribadah berdasarkan persaksian mereka berdua.” (HR. Abu Dawud dan dishahihkan dalam Shahih Sunnah Abi Dawud, no. 205)...sadarlah wahai ulama penguasa</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Padahal, cara mengetahui hilal adalah dengan ru’yah, bukan dengan cara lainnya, atau hisab. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Syekh Abu Malik Kamal ketika menjelaskan Shahih Fiqih Sunnah, bahwa cara mengetahui hilal adalah dengan ru’yah, yakni melihatnya secara langsung dan bukan dengan cara lainnya. Lalu beliau menjelaskan bahwa penetapan awal bulan Ramadhan dengan hisab adalah tidak sah. Alasannya, “Karena kita mengetahui secara pasti dalam agama Islam, penetapan hilal puasa, haji, ‘Iddah, ila’, atau hukum-hukum lainnya yang berkaitan dengan hilal, melalui informasi yang disampaikan oleh ahli hisab adalah tidak dibolehkan.” (Shahih Fiqih Sunnah, edisi Indonesia, Pustaka al-Tazkia, III/119)</p>
<p>Selain itu, sudah maklum bahwa hasil penglihatan ruyah meskipun hanya satu orang, sepanjang dia beriman (bersyahadat), maka diterima kesaksiannya. Hal ini sebagaimana sebuah riwayat dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, dia berkata: “Orang-orang sedang berusaha melihat hilal, lalu aku memberitahu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwa aku telah melihatnya, kemudian beliau berpuasa dan memerintahkan manusia untuk berpuasa.” (HR. Abu Dawud. Dishahihkan Al-Albani dalam al-Irwa’, no. 908)</p>
<p>Juga hadits ini. Diriwayatkan dari Gubernur Makkah al-Harits bin Hatib Radhiyallahu ‘Anhu, dia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah mengamanatkan kepada kami agar kami beribadah berdasarkan melihat bulan. Jika kami tidak bisa melihatnya dan telah bersaksi dua orang terpercaya (bahwa mereka telah melihatnya), maka kami beribadah berdasarkan persaksian mereka berdua.” (HR. Abu Dawud dan dishahihkan dalam Shahih Sunnah Abi Dawud, no. 205)&#8230;sadarlah wahai ulama penguasa</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yulian Purnama</title>
		<link>http://muslim.or.id/ramadhan/berhari-raya-dengan-siapa.html/comment-page-1#comment-77701</link>
		<dc:creator>Yulian Purnama</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Aug 2011 22:43:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=374#comment-77701</guid>
		<description>#yusuf 
Persatuan haqiqi adalah persatuan dalam sunnah. Dan yang sunnah adalah mengikuti mathla&#039; negara masing2. Adapun persatuan dalam artian &#039;sama-sama&#039;, yaitu &#039;sama-sama kumpul&#039;, &#039;sama-sama membuat aturan sendiri&#039;, atau &#039;walau ada yang berbuat bid&#039;ah yang penting kumpul&#039;, maka ini bukanlah persatuan namun persatean.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#yusuf<br />
Persatuan haqiqi adalah persatuan dalam sunnah. Dan yang sunnah adalah mengikuti mathla&#8217; negara masing2. Adapun persatuan dalam artian &#8216;sama-sama&#8217;, yaitu &#8216;sama-sama kumpul&#8217;, &#8216;sama-sama membuat aturan sendiri&#8217;, atau &#8216;walau ada yang berbuat bid&#8217;ah yang penting kumpul&#8217;, maka ini bukanlah persatuan namun persatean.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yulian Purnama</title>
		<link>http://muslim.or.id/ramadhan/berhari-raya-dengan-siapa.html/comment-page-1#comment-77699</link>
		<dc:creator>Yulian Purnama</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Aug 2011 22:34:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=374#comment-77699</guid>
		<description>#marabunto 
Kita tidak ikut pemerintah pada hal yang bertentangan dengan syariat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#marabunto<br />
Kita tidak ikut pemerintah pada hal yang bertentangan dengan syariat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: marabunto</title>
		<link>http://muslim.or.id/ramadhan/berhari-raya-dengan-siapa.html/comment-page-1#comment-77693</link>
		<dc:creator>marabunto</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Aug 2011 19:59:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=374#comment-77693</guid>
		<description>kalo pemerintah menggunakan metode hisab untuk menentukan 1 syawal, kita ikut juga?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo pemerintah menggunakan metode hisab untuk menentukan 1 syawal, kita ikut juga?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

