Bentuk Nikah yang Terlarang (4), Kawin Lari


Karena saking cinta di antara dua pasangan ketika tidak disetujui ortu, akhirnya kawin lari jadi pilihan. Ada orang yang asal copot diangkat sebagai wali, dan akhirnya mereka menikah. Padahal hakekatnya nikah seperti ini bermasalah. Inilah yang akan diterangkan selanjutnya dalam sebagian bahasan kali ini.

Kelima: Nikah dengan Mantan Istri yang Sudah Ditalak Tiga

Nikah seperti ini terlarang. Mantan isteri yang telah ditalak tiga tidak bisa dinikahi lagi oleh suaminya yang dulu sampai ia menikah dengan pria yang lain dan bercerai dengan cara yang wajar (bukan akal-akalan). Allah Ta’ala berfirman,

فَإِنْ طَلَّقَهَا فَلَا تَحِلُّ لَهُ مِنْ بَعْدُ حَتَّى تَنْكِحَ زَوْجًا غَيْرَهُ فَإِنْ طَلَّقَهَا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا أَنْ يَتَرَاجَعَا إِنْ ظَنَّا أَنْ يُقِيمَا حُدُودَ اللَّهِ وَتِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ يُبَيِّنُهَا لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Kemudian jika si suami mentalaknya (sesudah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak lagi halal baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan isteri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 230)

Wanita yang telah ditalak tiga kemudian menikah dengan laki-laki lain dan ingin kembali kepada suaminya yang pertama, maka ketententuannya adalah keduanya harus sudah bercampur (bersetubuh) kemudian terjadi perceraian, maka setelah ‘iddah ia boleh kembali kepada suaminya yang pertama. Dalil yang menunjukkan harus dicampuri adalah sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam,

أَتُرِيدِينَ أَنْ تَرْجِعِى إِلَى رِفَاعَةَ لاَ حَتَّى تَذُوقِى عُسَيْلَتَهُ وَيَذُوقَ عُسَيْلَتَكِ

Apakah engkau ingin kembali pada Rifa’ah (suamimu yang pertama). Tidak boleh sampai engkau merasakan madunya dan ia pun merasakan madumu.” (HR. Bukhari no. 2639 dan Muslim no. 1433)

Keenam: Kawin Lari

Kawin lari yang dimaksud di sini bisa jadi berbagai macam pengertian. Bisa jadi, tanpa wali nikah, atau ada wali (tidak jelas) dan tidak ada izin dari wali sebenarnya. Ada juga kawin lari dengan kumpul kebo, tinggal satu atap tanpa status nikah. Boleh jadi ketika hamil mereka menjalin hubungan RT secara resmi. Yang kami bahas di sini adalah kawin lari, lalu menikah dengan wali yang tidak jelas (asal copot), jadi sama saja tidak memakai wali. Dan yang wajib ada wali adalah si wanita, bukan laki-laki.

Padahal wali memiliki urutan yang ditetapkan oleh para ulama. Seperti ulama Syafi’iyah membuat urutan:

  1. Ayah
  2. Kakek
  3. Saudara laki-laki
  4. Anak saudara laki-laki (keponakan)
  5. Paman
  6. Anak saudara paman (sepupu)

Dan pengertian wali wanita adalah kerabat laki-laki si wanita dari jalur ayahnya, bukan ibunya. Jika masih ada kerabat yang lebih dekat seperti ayahnya, maka tidak boleh kerabat yang jauh seperti paman menikahkan si wanita. Boleh saja jika si wali mewakilkan kepada orang lain (seperti si ayah kepada paman) sebagai wali si wanita. Dan ketika itu si wakil mendapat hak sebagaimana wali. Dan ingat, syarat wali adalah: (1) Islam, (2) laki-laki, (3) berakal, (4) baligh dan (5) merdeka (Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 3: 142-145).

Dalil-dalil yang mendukung mesti adanya wali wanita dalam nikah.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : أَيُّمَا امْرَأَةٍ نَكَحَتْ بِغَيْرِ إِذْنِ وَلِيِّهَا فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ بَاطِلٌ بَاطِلٌ فَإِنِ اشْتَجَرُوْا فَالسُّلْطَانُ وَلِيُّ مَنْ لاَ وَلِيَّ لَهُ

Dari ‘Aisyah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang wanita yang menikah tanpa izin walinya maka pernikahannya adalah batiil, batil, batil. Dan apabila mereka bersengketa maka pemerintah adalah wali bagi wanita yang tidak memiliki wali”. (HR. Abu Daud no. 2083, Tirmidzi no. 1102, Ibnu Majah no. 1879 dan Ahmad 6: 66. Abu Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan)

عَنْ أَبِيْ مُوْسَى الأَشْعَرِيِّ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : لاَ نِكَاحَ إِلاَّ بِوَلِيٍّ

Dari Abu Musa Al Asy’ari berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak sah pernikahan kecuali dengan wali”. (HR. Abu Daud no. 2085, Tirmidzi no. 1101, Ibnu Majah no. 1880 dan Ahmad 4: 418. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ لاَ تُزَوِّجُ الْمَرْأَةُ الْمَرْأَةَ وَلاَ تُزَوِّجُ الْمَرْأَةُ نَفْسَهَا وَالزَّانِيَةُ الَّتِى تُنْكِحُ نَفْسَهَا بِغَيْرِ إِذْنِ وَلِيِّهَا

Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Wanita tidak bisa menjadi wali wanita. Dan tidak bisa pula wanita menikahkan dirinya sendiri. Wanita pezina-lah yang menikahkan dirinya sendiri.” (HR. Ad Daruquthni, 3: 227. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dan Syaikh Ahmad Syakir)

Imam Al Baghawi berkata, “Mayoritas ulama dari kalangan sahabat Nabi dan sesudah mereka mengamalkan kandungan hadits “Tidak sah pernikahan kecuali dengan wali”. Hal ini merupakan pendapat Umar, ‘Ali, ‘Abdullah bin Mas’ud, ‘Abdullah bin ‘Abbas, Abu Hurairah, ‘Aisyah dan sebagainya. Ini pula pendapat Sa’id bin Musayyib, Hasan al-Bashri, Syuraih, Ibrahim An Nakha’I, Qotadah, Umar bin Abdul Aziz, dan sebagainya. Ini pula pendapat Ibnu Abi Laila, Ibnu Syubrumah, Sufyan Ats Tsauri, Al Auza’i, Abdullah bin Mubarak, Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq” (Syarh Sunnah, 9: 40-41).

Demikianlah sebagian pemuda, demi cinta sampai ingin mendapat murka Allah. Kawin lari sama saja dengan zina karena status nikahnya tidak sah.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wallahu a’lam.

 

@ Ummul Hamam, Riyadh KSA, 13 Shafar 1433 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Muslim.Or.Id

  • Pingback: Artikel Hari Ini February 22, 2012 - Pesantren Multimedia

  • fey

    assalamualaikum,
    ustad,saya ada pertanyaan,,mohon dijawab :
    1. didaerah saya ada kebiasaan masyarakat yaitu
    pria dan wanita pergi bersama2 (biasanya ke penghulu) menyatakan keinginan untuk menikah, lalu penghulu pergi memberi kabar kepada orang tua pria dan wanita tersebut bahwa anak mereka ingin dinikahkan,,dan kebanyakan pada akhirnya pria dan wanita tersebut dinikahkan oleh bapak wanita atau dinikahkan oleh wali dengan restu dari bapak wanita, bagaimana pandangan islam tentang adat tersebut?

    2. bagaimana hukumnya wanita yang dinikahkan oleh wali hakim (penghulu) yang ditunjuk oleh ayah wanita padahal masih ada wali wanita yang lain seperti saudara laki2/ paman?

    3. syarat dari saksi yg saya tahu salah satunya adalah “adil” (jika saya salah mohon diluruskan)
    yang dimaksud ADIL itu seprti apa?

    mohon penjelasannya,
    terimakasih

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      @ Fey
      Wa’alaikumus salam.
      1. Dari segi nikahnya selama diizinkan wali perempuan, nikahnya sah. Namun yg masalah adalah mereka berdua belum dibolehkan jalan berdua ke penghulu karena status belum sah untuk berdua-duaan, dosanya dari sisi ini.
      2. wali hakim tersebut adl sbg wakil ayahnya, maka tdk ada masalah.
      3. Adil adalah bukan orang yang suka maksiat, itu di antara pengertiannya.

  • Andi

    Assalamualaikum pak ustad mohon pencerahanya : apakah sah…dan apa hukumnya,bila seorang gadis dipinang tanpa sepengatahuanya,ia diberi tau keluarga dan pihak peminang setelah beberapa hari ia dipinang.

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      @ Andi
      Wa’alaikumus salam. Harus tetap dg ridho si perempuan.

  • fahri

    Assalamualaikum pak ustad, dari hadist

    Dari ‘Aisyah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang wanita yang menikah tanpa izin walinya maka pernikahannya adalah batiil, batil, batil. Dan apabila mereka bersengketa maka pemerintah adalah wali bagi wanita yang tidak memiliki wali”. (HR. Abu Daud no. 2083, Tirmidzi no. 1102, Ibnu Majah no. 1879 dan Ahmad 6: 66. Abu Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan)

    apakah yang dimaksud dengan “apabila mereka bersengketa” ?

    terima kasih

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #fahri
      Wa’alaikumussalam, maksudnya bila walinya mempersulit si wanita untuk menikah dengan alasan yang tidak syar’i, maka wanita tersebut bisa meminta wali hakim.

  • Pingback: Artikel Hari Ini: Kawin Lari - Pesantren Multimedia

  • anna

    Assalamualaikum Ustadz,

    apakah yang dimaksud dengan syarat tidak syar’i dan apa saja contoh dari syarat yang tidak syar’i tersebut?

    terima kasih

  • budiman

    berarti klu tdk direstui dgn alasan materi,boleh dunk nikah lari..hehe..itu lurus sesuai dgn hadits…alhamdulillah dan semoga semua muslim berpikir spt itu,,.

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #budiman
      Tidak selamanya alasan materi itu tidak syar’i.

  • rarra

    jika seorang mualaf wanita yang akn menikah dg seorang pria muslim, dan ketika meminta restu kepada ayah wanita tersebut tdk di beri restu karena ayah wanita tersebut non muslim, bagaimana dengan wali yg sah menurut islam??

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #rarra
      Boleh digantikan dengan paman dari ayahnya jika muslim, atau kakeknya jika muslim, atau jika sulit bisa dengan na’ib dari KUA

  • antok

    assalamu’alaikum.
    Mu tanya p.ustad.bagaimana bila ayah dri wanita tidak merestui dg alasan calonnya duda ank 1.sedang wanitanya masih perawan.

    Trus,lebih baik mana antara kawin lari dg hamil diluar nikah(unt mendpt restu)
    Trimakasih,mhn dbntu.

    Wassalam.

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #antok
      wa’alaikumussalam, jika ayah calon wanita tidak merestui, kami sarankan tidak perlu memaksakan diri. Insya Allah masih banyak wanita muslimah shalihah yang siap dinikahi.
      Kawin lari (tanpa restu wali) hukumnya haram, tidak sah dan pelakunya berdosa. Dan hamil di luar nikah adalah zina yang merupakan dosa besar. Bahkan jika pelakunya seorang duda diancam hukuman rajam sampai mati andai negara ini menggunakan hukum Islam.

  • http://tinarbuka-aw.blogspot.com Anggit

    Asslmuailkum ustad.. Bgaimana pandangan islam terhadap orang yang tidak menikah dan konsekuensinya kpada orang ybs? jazakallah

  • dias

    assalamualaikum wr wb .
    saya suddah 7 th brpacaran dgn pacar saya , sbentarr lagi saya akan pergi melanjutkan kuliah diluar kota dan pastinya akan jauh dgn kkasih saya . saya berencana untuk kawin lari dgn dia krnaa org tua belum mengijinkan kami menikah , namun saya takut untuk kehilangannya .
    prtanyaan saya , bolehkah iitu ? apakah dosa ? dan apakah saya dan dia halal .
    mohon pencerahannya . terimakasih

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      @ Dias

      Wa’alaikumussalam. Pernikahannya tdk sah dan itu dosa, dan berujung zina. Lobilah ortu dg cara yg baik, tempuhlah cara yg halal.

  • dina

    Assalamu’alaikum wr wb. Ustad, saya seorang wanita dgn usia genap 32thn di bln Februari 2013 nti.saya&teman dekat laki2 saya sdh lama brniat ingin menikah namun stiap x niat ini disampaikn ke kelg saya sll menggantung&tak ada realisasi.kakak laki2 saya tdk mau menikahkn saya ataupn menjadi wali saya (ayah sdh meninggal)krn masih ada kakak prempuan diatas saya yg jg blm mnikah & tdk mau dilangkahi.dgn alasan slama kakak prempuan saya blm ada kata2 stuju dari mulut nya sdri utk dilangkahi mk kakak laki2 sy tdk akan mau menjadi wali saya.sementara sampai detik ini kakak prempuan saya trsebut itupun tdk brsedia dilangkahi lg utk yg kdua kali (stahun lalu kami berdua sdh dilangkahi oleh adik prempuan kami).adik laki2 saya jg tdk mau menjadi wali krn takut memecah keluarga.saya msh punya sepupu laki2 dr garis ayah namun jika mereka smua tdk mau menjadi wali saya juga apa yang mesti saya lakukan yang benar menurut islam?saya sdh benar2 ingin menikah dan kami takut terjerumus zina.Tolong pencerahan dari ustad yang mudah2an bs menjadi solusi baik buat smuanya.Terimakasih banyak ustad.

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #dina
      Wa’alaikumussalam, bantu kakak anda untuk segera menikah

  • Starvirly

    Ass,pak ustad…sy mw tanya pa boleh kawin lari krna sy g drestui krna alasany pcr sy org sunda,,,

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Starvirly
      Tidak boleh

  • http://poitography.blogspot.com reza

    Assalamualaikum Pak Ustad,
    mohon pencerahan apabila ada kasus pria muallaf dengan kedua orang tua non muslim ingin menikahi wanita muslim dengan orang tua muslim.

    Apakah boleh kedua orang tua pria yang non muslim menjadi wali nikah ? atau bisa di wali kan oleh orang lain ? atau si pria tidak usah memakai wali karena wali tidak wajib untuk pria, sehingga orang tua pria cukup menyaksikan saja saat ijab qobul ?

    untuk kasus seperti itu adakah hukumnya ?
    terima kasih
    Wassalamualaikum

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #reza
      Pengantin pria tidak disyaratkan wali

  • hadi

    Assalamualaikum,,,saya hanya mengagumi jawaban dari ustd,,,lanjutkan supaya kami yang belum mengerti bisa jadi mengerti,trimakasih

  • wans

    TADZ,apakah apakah sepupu termasuk mahrom??

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      @ Wans:
      Bukan mahrom, dan boleh dinikahi.

  • Zulyantara

    terkait pertanyaan sepupu termasuk mahrom? apakah itu sepupu dari pihak ayah/ibu saja atau kedua2nya?

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama, S.Kom.

      #Zulyantara
      Keduanya

  • budi

    assalamualaikum pak ustad,

    hukum islam menikahi wanita cucu dari saudara perempuan ibu saya
    mohon penjelasan secara hukum islam baik itu alqurán, hadis atau dalil-dalil nya.
    terimakasih atas bantuan pak ustad

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      @ Budi

      Wa’alaikumussalam. Itu boleh dinikahi karena bukan mahrom.

  • Riema

    Assalamualaikum. saya mau tanya. bagaimana hukumnya jika dlm ijab qobul nama ayah saya salah. misal,yg seharusnya binti abdul. tpi ketika ijab qobul jd binti harun. krn dlm surat nikah saya tertulis nama ayah saya adalah harun. sedangkan harun adalah nama ayah angkat saya,yg menikah dgn ibu saya stlh ayah kandung saya meninggal. tetapi yg menjadi wali nikah saya saudara laki2 saya. karna kebetulan ayah angkat sayapun sudah meinggal.

    • http://ustadzaris.com Aris Munandar

      #Riema
      Wa’alaikumussalam, jika terjadi dengan kesengajaan hukumnya haram bahkan dosa besar.

  • Eko

    Assalamu’alaikum Pak, Apakah sah jadi wali nikah jika Orang tua (ayah dari wanita) pernah berzina dengan anak wanitanya tersebut? Terimakasih, Wassalam.

    • http://ustadzaris.com Aris Munandar

      #Eko
      Wa’alaikumussalam, sah.

  • rahma

    assalamualaikum.. saya ingin bertanya.. haramkah jika menikah dengan sepupu (ayahnya saudara kandung),?sbb dikatakan sepupu itu boleh mnjdi wali nikah? mohon penjelasnnya,terimakasih

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama, S.Kom.

      #rahma
      Boleh menikah dengan sepupu

  • trisno

    asalammu,alaikum pak saya mau nikah terus tiba”calon saya bilang dia sudah tidak perawan apa yg harus saya lakukan pak

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #trisno
      Jika dia sudah bertaubat dari zinanya, dan menjadi muslimah yang mulatazimah, maka nikahi saja.

  • nurul

    Assalammulaikum
    px ustd sya mau tanya saya seorg wanita n pacaran sdh 5 thn, pacar sya seorg muaalaf 5 bln yg lalu km berniat ingin menikah tetapi org tua sya tdk merestui kmi krn pacar saya hanya tamatan smp dan seorang mualaf sdgkn saya tamatan sarjana muda jd org tua saya blg carilah jodoh yg setara biar mengangkat derajat keluarga,tetapi km berdua msh tetap ingin mewujudkn impian kmi menikah.jd kmi berniat nikah tmpah restu org tua saya.hukumny bagaimna dlm islm apakh sah pernikahan kmi mhn pnjlsanny

  • dewi

    assalamu’alaikum pak..
    pk,, jika seorang anak di lahirkn tdk mempunyai ayah,, dan pd identitasnya tertulis nama org lain sbg ayah,, ketika ia hendak menikah,, bagai mana mengenai wali nya..
    sementara tdk ada yg kenal dgn pihak kluarga sang ayah.

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #dewi
      Wa’alaikumussalam, walinya adalah wali hakim

  • dewi

    lalu bagai mana dengan pengucapan nama wali nya..
    sesuai identitas atau nama ayah asli..???
    di identitas tertera “Dani”
    Sedangkan nama ayah asli “Syahril”

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #dewi
      Dalam penyebutan nasab / nama ayah, wajib menyebutkan nama ayah kandung, jika dia tidak memiliki ayah yang sah (misalnya karena hasil hubungan di luar nikah) maka dinisbatkan kepada ibunya.

@muslimindo