Beberapa Kesalahan Dalam Berwudhu

Kategori: Fiqh dan Muamalah

51 Komentar // 15 June 2008

Wudhu memiliki kedudukan yang penting dalam agama kita. Tidak sahnya wudhu seseorang dapat menyebabkan sholat yang ia kerjakan menjadi tidak sah, sedangkan sholat adalah salah satu rukun Islam yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Oleh karena itu merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim untuk memperhatikan bagaimana dia berwudhu. Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak diterima sholat yang dilakukan tanpa wudhu dan tidak diterima shodaqoh yang berasal dari harta yang didapat secara tidak halal.” (HR. Muslim)

Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh kaum muslimin pada tata cara berwudhu diantaranya:

1. Melafazhkan niat. Kebiasaan salah yang sering dilakukan kaum muslimin ini bukan hanya dalam masalah wudhu saja, bahkan dalam berbagai macam ibadah. Rosululloh tidak pernah melafazhkan niat ketika berwudhu sedangkan orang yang mengamalkan perkara ibadah yang tidak pernah ada contohnya dari Rosululloh maka amalan itu tertolak (Lihat hadits Arba’in Nawawiyah no. 5) dan bahkan akan mendatangkan murka Alloh. Patokan dalam tata cara ibadah adalah mengikuti Rosululloh, bukan akal pikiran atau perasaaan kita sendiri yang akan menjadi hakim mana yang baik dan mana yang buruk. Andaikan itu adalah hal yang baik, mengapa Rosululloh tidak mengajarkannya atau tidak melakukannya? Apa mereka merasa lebih pintar, lebih sholih, lebih bertaqwa, lebih berilmu daripada Rosululloh? Apakah mereka merasa bahwa Rosululloh bodoh terhadap hal-hal yang baik sampai mereka berkarya sendiri? Maka siapakah yang kalian ikuti dalam ibadah ini wahai para pelafazh niat…???

2. Membaca doa-doa khusus dalam setiap gerakan wudhu seperti doa membasuh muka, do’a membasuh kepala dan lain-lain. Tidak ada riwayat shohih yang menjelaskan tentang hal tersebut.

3. Tidak membaca “bismillah” padahal Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak sempurna wudhu’ sesorang yang tidak membaca basmallah.” (HR. Ahmad)

4. Hanya berkumur tanpa istinsyaq (memasukkan air ke hidung) padahal keduanya termasuk dalam membasuh wajah. Adapun yang sesuai sunnah adalah menyatukan antara berkumur-kumur dangan beristinsyaq dengan satu kali cidukan berdasarkan hadits Utsman bin Affan rodhiyallohu ‘anhu tentang tata cara berwudhu. (HR. Bukhari, Muslim)

5. Tidak membasuh kedua tangan sampai siku, hal ini sering kita lihat pada orang yang berwudhu cepat bagaikan kilat sehingga tidak memperhatikan bahwa sikunya tidak terbasuh. Padahal Alloh Ta’ala berfirman, “Dan basuhlah kedua tanganmu hingga kedua siku.” (Al Maaidah: 6)

6. Memisah antara membasuh kepala dengan membasuh telinga padahal yang benar adalah membasuh kepala dan telinga dalam satu kali ciduk. Dan ini hanya dilakukan satu kali, bukan tiga kali seperti pada bagian lain, hal ini berdasarkan hadits dari Utsman bin Affan rodhiyallohu ‘anhu tentang tata cara berwudhu. (HR. Bukhari, Muslim)

7. Tidak memperhatikan kebagusan wudhunya sehingga terkadang ada anggota wudhunya yang seharusnya terbasuh tetapi belum terkena air. Rosululloh pernah melihat seorang yang sedang sholat sedangkan pada punggung telapak kakinya ada bagian seluas uang dirham yang belum terkena air, kemudian beliau memerintahkannya untuk mengulang wudhu dan sholatnya.

8. Was-was ketika berwudhu. Sering kita melihat ketika seseorang berwudhu hingga sampai ke tangannya, dia teringat bahwa lafazh niatnya belum mantap sehingga dia mengulang wudhunya dari awal bahkan kejadian ini terus berulang dalam wudhunya tersebut hingga iqomah dikumandangkan, hal seperti ini adalah was-was dari syaithon yang tidak berdasar. Wallahul musta’an.

Demikianlah sedikit paparan mengenai sekelumit kesalahan dalam berwudhu yang banyak kita jumpai pada kaum Muslimin khususnya di negeri kita ini, semoga bermanfaat dan menjadikan kita lebih memperhatikannya lagi. Wallohu a’lam bish showab.

***

Penulis: Abu Fatah Amrullah Al Bakasy
Artikel www.muslim.or.id

51 Komentar

  1. ichwan muslim
    25 Jun 2008 [Permalink]

    “Memisah antara membasuh kepala dengan membasuh telinga padahal yang benar adalah membasuh kepala dan telinga dalam satu kali ciduk. Dan ini hanya dilakukan satu kali, bukan tiga kali seperti pada bagian lain, hal ini berdasarkan hadits dari Utsman bin Affan rodhiyallohu ‘anhu tentang tata cara berwudhu”

    ichwan: terdapat perbedaan mendasar antara membasuh dan mengusap. dan yang tertera dalam hadits adalah mengusap kepala bukan membasuh kepala. selain itu, setahu ana hadits yang menerangkan pengusapan kepala hanya sebanyak 1 kali tercantum dalam hadits Abdullah bin Zaid, bukan hadits Utsman bin Affan. mohon diperhatikan.

  2. awisawisan
    15 Jul 2008 [Permalink]

    assalaamu’alaykum.
    syukr0n katsiir artikelnya.
    ‘afwan,tp sy masih agak bingung dgn p0in n0.4,apa bisa diterangkan lebih spesifik lg ttg caranya?

  3. ryper
    15 Jul 2008 [Permalink]

    maksud dari point no 4 adalah…

    pada saaat berkumur-kumur, selain kita memasukkan air kedalam mulut, kita harus memasukkan air kedalam hidung pada saat yang bersamaan dalam satu kali cidukan…

    dan perlu diperhatikan, dalam memasukkan air ke dalam hidung tidak dengan cara menyela dengan jari2 kita, tetapi memasukkannya dengan menghirupnya kemudian dikeluarkan, tapi ingat ngirupnya jangan dalam2 nanti bisa batuk hehe….

  4. fitria
    22 Jul 2008 [Permalink]

    askum, sy masih belum jelas tentang poin no 6. terutama yg berhubungan dgn teknis. terima kasih
    wskum

  5. ryper
    23 Jul 2008 [Permalink]

    untuk point no 6..

    mungkin kebanyakan kita salah kaprah di dalam berwudhu, yakni pada point ini..
    kebanyakan kita ketika mengusap kepala dan mengusap telinga dibedakan, yakni mengusap kepala 3 kali lalu mengusap telinga kanan dan kiri 3 kali…

    padahal di dalam hadist abdullah bin zaid disebutkan bahwasanya rosulullah mengusap kepala dan telinga adalah satu kali

    caranya :pertama membasahi tangan dengan air, kemudian mengusap kepala dari depan (dahi) sampai belakang (tengkuk) kepala, lalu tangan yang telah ada di tengkuk dibalikkan lagi sampai ke depan kepala, baru kemudian mengusap kedua telinga secara bersamaan dengan tidak membasahi tangan lagi…

    semoga penjelasan di atas dapat dimengerti

    barokallahu fiikum

  6. Rahmad supriyadi
    06 Aug 2008 [Permalink]

    kenapa ya orang yang wudhunya benar malah disalahkan. padahal susuai dengan tuntunan rosul. buku2 yang ada dengan tata cara yang salah kok tidak ditarik dari peredaran. kan menyesatkan………………..

  7. arfin
    14 Aug 2008 [Permalink]

    Mau tanya, kalo kita lupa tasmiyah ketika berwudhu sudah sampai membasuh muka gimana ya? Apa diulang lagi wudhu dari awal atau langsung tasmiyah saat itu juga?

  8. Read-1
    14 Aug 2008 [Permalink]

    Untuk tata cara wudhu yang benar coba penulis berikan satu file lengkap dengan picturenya, supaya semua pembaca bisa mendapatkan informasi secara legkap tanpa mengira-ngira, karena dengan informasi yang kurang lengkap terkadang kita menjadi bingung terima kasih, sy tunggu informasi selanjutnya
    Wasalam…

  9. Bekti
    23 Sep 2008 [Permalink]

    Ass.. Jika kita sedang puasa dan ketika wudhu tidak berkumur karena takut air wudhu tertelan, Yang ingin saya tanyakan apakah sholat tersebut syah? Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih. Wass….

  10. ryper
    24 Sep 2008 [Permalink]

    untuk saudara arfin
    pertanyaan antum pernah ditanyakan kepada syaikh Abdul Aziz Muhammad Assalman sebagai berikut
    Pertanyaan.
    Apa dalil yang mewajibkan membaca basmalah dalam berwudhu dan gugur kewajiban tersebut kalau lupa atau tidak tahu ?

    Jawaban
    Dalil yang mewajibkan membaca basmalah adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda.

    “Artinya : Tidak sah shalat bagi orang yang tidak berwudhu dan tidak sah wudhu orang yang tidak menyebut nama Allah atas wudhunya” [1]

    Adapun dalil gugurnya kewajiban mengucapkan basmalah kalau lupa atau tidak tahu adalah hadits.

    “Artinya : Dimaafkan untuk umatku, kesalahan dan kelupaan”.

    Tempatnya adalah di lisan dengan mengucapkan bisamillah.

    Untuk saudara Bekti
    Diantara rukun2 wudhu adalah berkumur2, dan yang namanya rukun ketika ditinggalkan akan membatalkan hal tersebut, sehingga walaupun kita sedang berpuasa, berkumur-kumur ketika berwudhu tetap harus kita lakukan karena hal itu adalah wajib, adapun jika airnya tertelan, maka itu dimaafkan (tapi ingat klo airnya diminum semua ya jelas batal donk), karena yang namanya berkumur2 pasti air itu akan tersisa dimulut kita dan akhirnya tertelan walaupun sedikit, sehingga hal ini sesuatu yang wajar dan tidak membatalkan puasa kita, insyaallah, wallahu a’lam

  11. iwan
    05 Oct 2008 [Permalink]

    Ass… mw tanya ketika berwudhu, membasuh tangan dan kaki apakah kita perlu mengalirkan ke sela2 kuku-kuku baik kuku yang panjang atau pendek, soalnya takut pada bagian itu tidak terkena air. Terima kasih sebelumnya… Wass..

  12. ferry
    14 Oct 2008 [Permalink]

    saya moslem, tapi saya sampai saat bingung mana sih ajaran islam yang benar, semua orang yang pintar/merasa pintar (ulama) di agama sering menyatakan ini salah itu salah sedang ulama lain mengatakan itu benar, malahan meraka sendiri yang saling menyalahkan. kalau membaca artikel diatas, saya merasa selama ini wudhu saya salah, tapi itulah yang diajarkan oleh ustad saya sedari kecil. makasih

  13. satria
    14 Oct 2008 [Permalink]

    Alhamdulillah, sebenarnya Allah ta’ala telah menjelaskan kebenaran dengan sejelas-jelasnya dan telah menjelaskan kebatilan dengan sejelas-jelasnya, Allah ta’ala berfirman, “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. karena itu Barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut (sesembahan selain Allah) dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang Amat kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 256)
    Standar ajaran yang benar adalah yang bersandar kepada Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah yang shahih berdasarkan pemahaman yang benar dari pemahaman para sahabat dan ulama-ulama yang mengikuti mereka dengan baik.
    Pelajarilah islam dengan lebih intensif, hadirilah kajian-kajian ilmiah yang membahas islam dengan sandaran yang benar, dengan bersandar pada al-qur’an, hadits atas pemahaman yang benar. Ketika saudara menemui perbedaan maka cobalah lihat dalil dari masing2, kemudian pilihlah yang paling membuat saudara tenang, sambil terus belajar dan belajar, meninggalkan fanatik buta untuk mencari kebenaran, sehingga akan semakin teranglah kebenaran atas pilihan yang kt ambil.
    Contohnya dalam masalah wudhu di atas, kalau ternyata ajarannya berbeda, sudahkah saudara membandingkan dalil yang di bawakan oleh ustad saudara dan dalil yang dibawakan di sini? Insya Allah pembahasan di sini mengambil dalil dan kesimpulan yang kokoh..
    Wahai saudaraku, sering-seringlah berdoa kepada Allah agar menunjuki kita jalan kebenaran, “(ya Allah) Tunjukilah aku jalanmu yang lurus.” (QS. Al=Fatihah: 6), carilah kebenaran tersebut dengan banyak berusaha dan berusaha, gunakanlah akal sehat untuk memilahnya, dan yakinlah bahwa kebenaran tersebut sangat jelas sejelas terangnya siang di hari yang terik. Ketika kebenaran tersebut telah di dapatkan terimalah, tinggalkanlah hawa nafsu dan tunduklah kepada kebenaran tersebut. “Al haqqu ahaqqu an yuttaba’, kebenaran itu lebih layak untuk diikuti…
    Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita agar menerima kebenaran dan tunduk kepada kebenaran tersebut.

  14. Abu Daffa
    17 Dec 2008 [Permalink]

    Assalamu’alaikum.
    Untuk point no. 6 dalam hal membasuh kepala samapi tengkuk, bagaimana untuk ahwat yg mempunyai rambut panjang, sukron.

  15. mukhlis
    07 Feb 2009 [Permalink]

    ???
    apa hukumnya wudhu di toilet?
    untuk artikel, mohon dicantumkan lafal haditsnya, terus dapet dari kitab apa.. biar lebih jelas..
    afwan..

  16. fenti
    25 Feb 2009 [Permalink]

    Assalamu ‘alaikum wr wb,
    sy mo nanyain, bgmn kalo kita wudhu dalam keadaan batuk sehingga menyebabkan berkumur2 lebih dari 1X, kemudian apabila kita dlm kead pilek trus memasukkan air ke hidung jg lebih dari 1x, apakah wudhu nya batal n hrs diulang dr awal, Mohon dijelaskan?Terima kasih

  17. Edy Irwan
    12 Jul 2009 [Permalink]

    Assalamu‘alaikum wr wb,

    Di dalam surat al maidah ayat 6 disebutkan beberapa yang wajib dalam berwudhu yaitu membersihkan tangan, mengusap muka, membersihkan lengan sampai siku, mengusap kepala dan membersihkan kaki sampai mata kaki. Pertanyaannya:
    1. Apakah dibulan puasa, apabila saya berwudhu tidak berkumur-kumur dan ber istinsyaq bisa dianggap syah wudhunya?
    2. Apabila terlupa membaca doa setelah wudhu, bagaimana hukumnya?

    Wassalamualaikum..wrwb

  18. Fahrul
    12 Jul 2009 [Permalink]

    Assalamu ‘alaikum
    Untuk Mas Edy Irwan sepengatahuan saya untuk berkumur-kumur dalam berwudhu saat berpuasa tetap dilakukan karena sudah diperintah oleh Nabi Muhammad yang kita muliakan

  19. Tommi
    13 Jul 2009 [Permalink]

    Do’a setelah wudhu : Asyhadu alla ilaaha illallahu wahdahu la syarikalah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh (HR. Muslim)

    Adapun keutamaan dari doa setelah wudhu ini, bahwa diriwayatkan dari Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah saw bersabda, artinya,
    “Tidaklah salah seorang diantara kalian berwudhu, lalu membaguskan wudhunya kemudian mengucapkan, “Asyhadu alla ilaaha illallahu wahdahu la syarika lahu, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh, kecuali akan dibukakan untuknya pintu-pintu surga yang delapan lalu dia boleh masuk dari pintu mana saja yang dia inginkan.” (HR Muslim)

    Do’a setelah wudhu ini sunnah yg memiliki keutamaan yg begitu besar berdasarkan hadits diatas. Tapi meninggalkannya karena terlupa adalah tidak apa2 dan tidak berdosa namun kita meninggalkan satu keutamaan.

  20. dewi
    30 Aug 2009 [Permalink]

    Terkait memasukkan air ke hidung,, kalo air sudah dihirup kemudian dikeluarkan lagi lewat hidung-kah? afwan saya belum pernah melakukan.. kalo kita tahu aturan istinsyaq itu tapi takut untuk melakukan karena 1.Karena belum pernah, takut tertelan
    2.merasa pastinya sakit
    apakah wudhu kita diterima??!diperbolehkan.
    afwan, ana yang awam ini mohon penjelasan, kebetulan saya sedang mengajari anak2 tpa ditempat saya,praktek wudhu.. tapi saya belum mengajarkan istinsyqaq karena saya sendiri belum mempraktekkannya

    jazakumullah khoiron atas infonya.

  21. Muh. Akmal Fattan
    30 Oct 2009 [Permalink]

    Ass. Wr. Wb

    Terima kasih atas artikelnya. Mohon penjelasan mengenai tata cara berwudhu yang sesuai dengan syari’at nabi saat kita berada di kamar mandi??!!!Bagaimana cara berwudhunya??!!

    Wassalam

  22. mawan
    28 Nov 2009 [Permalink]

    asslamu’alaikum wr.wb.
    aq copy ya….syukron

  23. royani
    08 Dec 2009 [Permalink]

    makasih yah, saya copy artiklenya..

  24. AN-NISA MANDAR
    11 Dec 2009 [Permalink]

    jazakallah..

  25. achmad mufqi
    12 Jan 2010 [Permalink]

    Ass. saya kadang2 bingung karna banyak sekali yang berbeda2 pendapat tentang ajaran islam,saya menjadi ragu

  26. Muhammad Abduh Tuasikal
    13 Jan 2010 [Permalink]

    @ achmad, pilihlah manakah yang lebih mengikuti Al Quran dan As Sunnah. Itulah yang paling benar.

  27. ummu ahmad
    11 Feb 2010 [Permalink]

    assalamu’alaikum

    apakah tidak sah wudhu yg tidak mengucapkan bismillah terlebih dahulu?
    bagaimana jk seorang wanita dlm safar, ia hendak berwudhu di kamar mandi umum,namun sebelum berwudhu ia buang air kecil dulu, apakah ia harus keluar kamar mandi lg untuk mengucapkan bismillah, sedangkan jk keluar kamar mandi adalah langsung berhadapan dengan pandangan umum (banyak orang, terutama laki2)?

    syukron
    jazaakumullahu khaira

  28. Muslim.Or.Id
    12 Feb 2010 [Permalink]

    @ Ummu Ahmad
    Wa’alaikumus salam.
    Ketika itu ucapkan basmalah dalam hati. Yg tepat membaca basmalah wajib namun bukan syarat. Wallahu a’lam.

  29. shasha
    07 Apr 2010 [Permalink]

    assalamu’alaikum
    saya mau tnya, bagaimana hukum mengusap telinga saat puasa, dan apakah mengusap dan membasuh itu berbeda?
    mohon disertai dalilnya
    terima kasih

  30. Muslim.Or.Id
    08 Apr 2010 [Permalink]

    @ Shasha
    Wa’alaikumus salam.
    1. Mengusap telinga ketika puasa itu dibolehkan.
    2. Mengusap itu berbeda dengan membasuh. Mengusap (al mashu) cukup dengan tangan dibasahi lalu diusap ke kepala misalnya. Sedangkan membasuh (al ghoslu) mesti dengan air dialiri.

    Semoga Allah beri kepahaman.

  31. Kusnani Azahri.Ch
    09 Apr 2010 [Permalink]

    Alhamdulillah…setelah membaca artikel tata cara berwudhu yang sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW di web.ini beberapa waktu lalu, aku jadi faham bahwa wudhuku selama ini masih jauh dari kebenaran,sekarang aku sudah menjalankan pengetahuan yg kudapat ini, Terimakasih saudara/saudari di muslim.co.id, semoga Allah SWT melimpahi kita semua ilmu yg bermanfaat dan jalan yang lurus..Amiin

  32. Bagus
    15 May 2010 [Permalink]

    Assalamu’alaikum
    saya mau tanya tentang 2 hal yang belum jelas ini :
    1.Berapa kali istinsyaq dilakukan ,apakah 1x atau 3x.
    2.Apakah setelah istinsyaq masiH harus membasuh muka ?

  33. Yulian Purnama
    16 May 2010 [Permalink]

    #Bagus
    Wa’alaikumussalam
    1. Yang wajib 1x, yang mustahab (dianjurkan) 3x
    2. Ya, keduanya termasuk rukun wudhu. Kalau hanya istinsyaq saja, belum dikatakan sudah membasuh wajah.
    Wallahu’alam.

  34. Bagus
    26 May 2010 [Permalink]

    Alhamdulillah . . .
    hilang sudah keragu-raguan saya ,terima kasih #Yulian Purnama

  35. anya
    27 May 2010 [Permalink]

    afwan, ana pgn nanya,
    kl unt akhwat yg memakai jilbab, gmn cr mengusap kepalanya,.? Haruskh sampai tengkuk jg..?
    Kn kt g mgk ngelepas jilbab ditempt umum mis aj ditemp kt kerja..
    Jazakallah..

  36. Yulian Purnama
    28 May 2010 [Permalink]

    #anya
    Para ulama mengatakan, yang namanya ‘mengusap’ itu tidak harus seluruhnya, bila hanya sebagian saja sudah dikatakan mengusap.
    Adapun cara mengusap jilbab ketika wudhu, boleh jika dibutuhkan, dengan memilih salah satu dari 2 cara:
    1. Mengusap ubun-ubun lalu mengusap jilbab, boleh sebagian atau sampai tengkuk
    2. Langsung mengusap jilbab, boleh sebagian atau sampai tengkuk
    Namun perlu diberi catatan, pada saat mengusap telinga, tidak boleh dengan mengusap jilbab yang menutupi telinga, melainkan harus memasukan tangan ke sela-sela jilbab untuk mengusap telinga.

  37. abu phyton
    23 Jun 2010 [Permalink]

    kebanyakan dari umat mengusap jidat 3x bukan kepala yang ditumbuhi rambut. ada lagi membasuh kaki sampai lutut.semoga ALLOH memberi hidayah kepada saudara kita yang masih taklid buta.

  38. Yudith
    03 Aug 2010 [Permalink]

    Assalamu,alaikum…
    Saya mau tanya tentang poin ke satu,,
    apa benar bahwa jika berwudhu tidak perlu melafalkan niat,karena sudah selama ini saya selalu melafalkan niat sebelum berwudhu sebagaimana yang diajarkan oleh guru2 dan orang tua saya,,sekian terima kasih..
    Semoga Allah selalu memberikan hidayah dan ridlo-Nya pada kita semua,,amiin..

  39. Reza
    04 Aug 2010 [Permalink]

    Assalamu’alaikum,
    Afwan saya mau tanya, apakah Istinsyaq disini adalah menghirup air kedalam hidung dalam jumlah yg cukup banyak ATAU hanya menghirup air kedalam hidung dari sisa air cidukan untuk kumur-kumur yg masih terdapat di tangan?? Karena saya pernah mencoba menghirup dalam jumlah yg banyak, dan itu membuat saya pusing.

  40. abu rajwaa albani
    04 Aug 2010 [Permalink]

    Assalamu’alaikum warohmatullah…

    Mengenai wudhu seorang akhwat yang berjilbab, alhamdulillah ana sudah mengetahui seperti jawaban tersebut di atas, tp bagaimana dengan membasuh tangan hingga siku dan kaki sampai mata kaki jika akhwat tersebut berwudu di tempat umum yg kebetulan bercampur antara pria dan wanita. Ana sangat berharap dengan jawabannya karena hal ini banyak ditanyakan ke ana juga.

    Jazakullah khair…

    Abu Rajwaa Albani

  41. Yulian Purnama
    04 Aug 2010 [Permalink]

    #Yudith
    Wa’alaikumussalam. Demikianlah yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, juga diajarkan oleh Imam Asy Syafi’i rahimahullah, bahwa niat tidak perlu dilafalkan.

  42. Yulian Purnama
    04 Aug 2010 [Permalink]

    #Reza
    Wa’alaikumussalam. Istinsyaq dan berkumur menggunakan sekali cidukan dan dilakukan sekaligus, bukan dari sisa air berkumur. Air yang dimasukkan agak banyak, karena Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersungguh-sungguh dalam istinsyaq:
    وبالغ في الاستنشاق إلا أن تكون صائما
    Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersungguh-sungguh dalam istinsyaq kecuali ketika sedang berpuasa” (HR. At Tirmidzi, ia berkata: “Hasan Shahih”)

  43. Yulian Purnama
    04 Aug 2010 [Permalink]

    #Abu Rajwaa
    Tidak boleh wanita berwudhu di tempat yang bercampur antara laki-laki dengan wanita, mengingat larangan ikhtilat dan khawatir tersingkapnya aurat. Jika tidak ada yang terpisah, bisa berwudhu di kamar mandi. Wallahu’alam.

  44. Joko
    07 Aug 2010 [Permalink]

    Bagaimana pengertian membasuh tangan 3 kali…kanan..kiri..kanan..kiri..kana..kiri atau, kanan 3x…kiri..3x

  45. Abduh Tuasikal
    09 Aug 2010 [Permalink]

    @ Joko
    Kanan dulu 3x, setelah itu kiri 3x.

  46. budiono
    17 Aug 2010 [Permalink]

    Assalamu’alaykum,
    Sesuai keterangan diatas bahwa orang yg Wudhunya tidak sesuai dengan Sunnah Rasulullah saw, maka wudhunya tidak sah. Begitu juga dengan Shalatnya. Lalu bagaimana “hukum” jika kita ber ma’mum kepada Imam yg berwudhu tidak sesuai dengan sunnah tersebut? Sahkah shalat kita?
    Wassalam

  47. Yulian Purnama
    17 Aug 2010 [Permalink]

    #budiono
    Wa’alaikumussalam. Tidak semua kesalahan berwudhu tersebut menyebabkan tidak sahnya wudhu. Jika kesalahan wudhu berkaitan dengan tidak sempurnanya rukun wudhu maka wudhu tidak sah. Silakan simak: http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/fiqih-wudhu.html

    Jika rukun wudhu dipenuhi namun ada langkah-langkah yang tidak sesuai sunnah maka ia berdosa karena tidak mengikuti sunnah Nabi dalam berwudhu. Namun wudhunya sah, dan shalatnya sah. Wallahu’alam.

  48. abu faisal
    25 Aug 2010 [Permalink]

    assalammu’alaikum, ana ijin mengkopi artikelnya yah …… sukron…

  49. choirul anam
    01 Sep 2010 [Permalink]

    siipp

  50. syed ali hassan
    31 Oct 2010 [Permalink]

    assalamualaikum.

    mahu bertanya, tiap kali ingin copy & paste tulisan tulisan diruangan ni diwajibkan meminta ijin terlebih dulu dari pehak pemiliknya!

Tinggalkan Komentar

Kembali ke Atas