15 June 2008 | 28 komentar

Kategori: Fiqh dan Muamalah

Beberapa Kesalahan Dalam Berwudhu

Wudhu memiliki kedudukan yang penting dalam agama kita. Tidak sahnya wudhu seseorang dapat menyebabkan sholat yang ia kerjakan menjadi tidak sah, sedangkan sholat adalah salah satu rukun Islam yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Oleh karena itu merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim untuk memperhatikan bagaimana dia berwudhu. Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak diterima sholat yang dilakukan tanpa wudhu dan tidak diterima shodaqoh yang berasal dari harta yang didapat secara tidak halal.” (HR. Muslim)

Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh kaum muslimin pada tata cara berwudhu diantaranya:

1. Melafazhkan niat. Kebiasaan salah yang sering dilakukan kaum muslimin ini bukan hanya dalam masalah wudhu saja, bahkan dalam berbagai macam ibadah. Rosululloh tidak pernah melafazhkan niat ketika berwudhu sedangkan orang yang mengamalkan perkara ibadah yang tidak pernah ada contohnya dari Rosululloh maka amalan itu tertolak (Lihat hadits Arba’in Nawawiyah no. 5) dan bahkan akan mendatangkan murka Alloh. Patokan dalam tata cara ibadah adalah mengikuti Rosululloh, bukan akal pikiran atau perasaaan kita sendiri yang akan menjadi hakim mana yang baik dan mana yang buruk. Andaikan itu adalah hal yang baik, mengapa Rosululloh tidak mengajarkannya atau tidak melakukannya? Apa mereka merasa lebih pintar, lebih sholih, lebih bertaqwa, lebih berilmu daripada Rosululloh? Apakah mereka merasa bahwa Rosululloh bodoh terhadap hal-hal yang baik sampai mereka berkarya sendiri? Maka siapakah yang kalian ikuti dalam ibadah ini wahai para pelafazh niat…???

2. Membaca doa-doa khusus dalam setiap gerakan wudhu seperti doa membasuh muka, do’a membasuh kepala dan lain-lain. Tidak ada riwayat shohih yang menjelaskan tentang hal tersebut.

3. Tidak membaca “bismillah” padahal Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak sempurna wudhu’ sesorang yang tidak membaca basmallah.” (HR. Ahmad)

4. Hanya berkumur tanpa istinsyaq (memasukkan air ke hidung) padahal keduanya termasuk dalam membasuh wajah. Adapun yang sesuai sunnah adalah menyatukan antara berkumur-kumur dangan beristinsyaq dengan satu kali cidukan berdasarkan hadits Utsman bin Affan rodhiyallohu ‘anhu tentang tata cara berwudhu. (HR. Bukhari, Muslim)

5. Tidak membasuh kedua tangan sampai siku, hal ini sering kita lihat pada orang yang berwudhu cepat bagaikan kilat sehingga tidak memperhatikan bahwa sikunya tidak terbasuh. Padahal Alloh Ta’ala berfirman, “Dan basuhlah kedua tanganmu hingga kedua siku.” (Al Maaidah: 6)

6. Memisah antara membasuh kepala dengan membasuh telinga padahal yang benar adalah membasuh kepala dan telinga dalam satu kali ciduk. Dan ini hanya dilakukan satu kali, bukan tiga kali seperti pada bagian lain, hal ini berdasarkan hadits dari Utsman bin Affan rodhiyallohu ‘anhu tentang tata cara berwudhu. (HR. Bukhari, Muslim)

7. Tidak memperhatikan kebagusan wudhunya sehingga terkadang ada anggota wudhunya yang seharusnya terbasuh tetapi belum terkena air. Rosululloh pernah melihat seorang yang sedang sholat sedangkan pada punggung telapak kakinya ada bagian seluas uang dirham yang belum terkena air, kemudian beliau memerintahkannya untuk mengulang wudhu dan sholatnya.

8. Was-was ketika berwudhu. Sering kita melihat ketika seseorang berwudhu hingga sampai ke tangannya, dia teringat bahwa lafazh niatnya belum mantap sehingga dia mengulang wudhunya dari awal bahkan kejadian ini terus berulang dalam wudhunya tersebut hingga iqomah dikumandangkan, hal seperti ini adalah was-was dari syaithon yang tidak berdasar. Wallahul musta’an.

Demikianlah sedikit paparan mengenai sekelumit kesalahan dalam berwudhu yang banyak kita jumpai pada kaum Muslimin khususnya di negeri kita ini, semoga bermanfaat dan menjadikan kita lebih memperhatikannya lagi. Wallohu a’lam bish showab.

***

Penulis: Abu Fatah Amrullah Al Bakasy
Artikel www.muslim.or.id

Kirim Komentar




Mohon memberikan komentar yang sesuai dengan topik artikel. Komentar Anda akan kami review dahulu sebelum ditampilkan.

28 Komentar

  • “Memisah antara membasuh kepala dengan membasuh telinga padahal yang benar adalah membasuh kepala dan telinga dalam satu kali ciduk. Dan ini hanya dilakukan satu kali, bukan tiga kali seperti pada bagian lain, hal ini berdasarkan hadits dari Utsman bin Affan rodhiyallohu ‘anhu tentang tata cara berwudhu”

    ichwan: terdapat perbedaan mendasar antara membasuh dan mengusap. dan yang tertera dalam hadits adalah mengusap kepala bukan membasuh kepala. selain itu, setahu ana hadits yang menerangkan pengusapan kepala hanya sebanyak 1 kali tercantum dalam hadits Abdullah bin Zaid, bukan hadits Utsman bin Affan. mohon diperhatikan.

  • assalaamu’alaykum.
    syukr0n katsiir artikelnya.
    ‘afwan,tp sy masih agak bingung dgn p0in n0.4,apa bisa diterangkan lebih spesifik lg ttg caranya?

  • maksud dari point no 4 adalah…

    pada saaat berkumur-kumur, selain kita memasukkan air kedalam mulut, kita harus memasukkan air kedalam hidung pada saat yang bersamaan dalam satu kali cidukan…

    dan perlu diperhatikan, dalam memasukkan air ke dalam hidung tidak dengan cara menyela dengan jari2 kita, tetapi memasukkannya dengan menghirupnya kemudian dikeluarkan, tapi ingat ngirupnya jangan dalam2 nanti bisa batuk hehe….

  • askum, sy masih belum jelas tentang poin no 6. terutama yg berhubungan dgn teknis. terima kasih
    wskum

  • untuk point no 6..

    mungkin kebanyakan kita salah kaprah di dalam berwudhu, yakni pada point ini..
    kebanyakan kita ketika mengusap kepala dan mengusap telinga dibedakan, yakni mengusap kepala 3 kali lalu mengusap telinga kanan dan kiri 3 kali…

    padahal di dalam hadist abdullah bin zaid disebutkan bahwasanya rosulullah mengusap kepala dan telinga adalah satu kali

    caranya :pertama membasahi tangan dengan air, kemudian mengusap kepala dari depan (dahi) sampai belakang (tengkuk) kepala, lalu tangan yang telah ada di tengkuk dibalikkan lagi sampai ke depan kepala, baru kemudian mengusap kedua telinga secara bersamaan dengan tidak membasahi tangan lagi…

    semoga penjelasan di atas dapat dimengerti

    barokallahu fiikum

  • kenapa ya orang yang wudhunya benar malah disalahkan. padahal susuai dengan tuntunan rosul. buku2 yang ada dengan tata cara yang salah kok tidak ditarik dari peredaran. kan menyesatkan………………..

  • Mau tanya, kalo kita lupa tasmiyah ketika berwudhu sudah sampai membasuh muka gimana ya? Apa diulang lagi wudhu dari awal atau langsung tasmiyah saat itu juga?

  • Untuk tata cara wudhu yang benar coba penulis berikan satu file lengkap dengan picturenya, supaya semua pembaca bisa mendapatkan informasi secara legkap tanpa mengira-ngira, karena dengan informasi yang kurang lengkap terkadang kita menjadi bingung terima kasih, sy tunggu informasi selanjutnya
    Wasalam…

  • Ass.. Jika kita sedang puasa dan ketika wudhu tidak berkumur karena takut air wudhu tertelan, Yang ingin saya tanyakan apakah sholat tersebut syah? Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih. Wass….

  • untuk saudara arfin
    pertanyaan antum pernah ditanyakan kepada syaikh Abdul Aziz Muhammad Assalman sebagai berikut
    Pertanyaan.
    Apa dalil yang mewajibkan membaca basmalah dalam berwudhu dan gugur kewajiban tersebut kalau lupa atau tidak tahu ?

    Jawaban
    Dalil yang mewajibkan membaca basmalah adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda.

    “Artinya : Tidak sah shalat bagi orang yang tidak berwudhu dan tidak sah wudhu orang yang tidak menyebut nama Allah atas wudhunya” [1]

    Adapun dalil gugurnya kewajiban mengucapkan basmalah kalau lupa atau tidak tahu adalah hadits.

    “Artinya : Dimaafkan untuk umatku, kesalahan dan kelupaan”.

    Tempatnya adalah di lisan dengan mengucapkan bisamillah.

    Untuk saudara Bekti
    Diantara rukun2 wudhu adalah berkumur2, dan yang namanya rukun ketika ditinggalkan akan membatalkan hal tersebut, sehingga walaupun kita sedang berpuasa, berkumur-kumur ketika berwudhu tetap harus kita lakukan karena hal itu adalah wajib, adapun jika airnya tertelan, maka itu dimaafkan (tapi ingat klo airnya diminum semua ya jelas batal donk), karena yang namanya berkumur2 pasti air itu akan tersisa dimulut kita dan akhirnya tertelan walaupun sedikit, sehingga hal ini sesuatu yang wajar dan tidak membatalkan puasa kita, insyaallah, wallahu a’lam

  • Ass… mw tanya ketika berwudhu, membasuh tangan dan kaki apakah kita perlu mengalirkan ke sela2 kuku-kuku baik kuku yang panjang atau pendek, soalnya takut pada bagian itu tidak terkena air. Terima kasih sebelumnya… Wass..

  • saya moslem, tapi saya sampai saat bingung mana sih ajaran islam yang benar, semua orang yang pintar/merasa pintar (ulama) di agama sering menyatakan ini salah itu salah sedang ulama lain mengatakan itu benar, malahan meraka sendiri yang saling menyalahkan. kalau membaca artikel diatas, saya merasa selama ini wudhu saya salah, tapi itulah yang diajarkan oleh ustad saya sedari kecil. makasih

  • Alhamdulillah, sebenarnya Allah ta’ala telah menjelaskan kebenaran dengan sejelas-jelasnya dan telah menjelaskan kebatilan dengan sejelas-jelasnya, Allah ta’ala berfirman, “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. karena itu Barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut (sesembahan selain Allah) dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang Amat kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 256)
    Standar ajaran yang benar adalah yang bersandar kepada Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah yang shahih berdasarkan pemahaman yang benar dari pemahaman para sahabat dan ulama-ulama yang mengikuti mereka dengan baik.
    Pelajarilah islam dengan lebih intensif, hadirilah kajian-kajian ilmiah yang membahas islam dengan sandaran yang benar, dengan bersandar pada al-qur’an, hadits atas pemahaman yang benar. Ketika saudara menemui perbedaan maka cobalah lihat dalil dari masing2, kemudian pilihlah yang paling membuat saudara tenang, sambil terus belajar dan belajar, meninggalkan fanatik buta untuk mencari kebenaran, sehingga akan semakin teranglah kebenaran atas pilihan yang kt ambil.
    Contohnya dalam masalah wudhu di atas, kalau ternyata ajarannya berbeda, sudahkah saudara membandingkan dalil yang di bawakan oleh ustad saudara dan dalil yang dibawakan di sini? Insya Allah pembahasan di sini mengambil dalil dan kesimpulan yang kokoh..
    Wahai saudaraku, sering-seringlah berdoa kepada Allah agar menunjuki kita jalan kebenaran, “(ya Allah) Tunjukilah aku jalanmu yang lurus.” (QS. Al=Fatihah: 6), carilah kebenaran tersebut dengan banyak berusaha dan berusaha, gunakanlah akal sehat untuk memilahnya, dan yakinlah bahwa kebenaran tersebut sangat jelas sejelas terangnya siang di hari yang terik. Ketika kebenaran tersebut telah di dapatkan terimalah, tinggalkanlah hawa nafsu dan tunduklah kepada kebenaran tersebut. “Al haqqu ahaqqu an yuttaba’, kebenaran itu lebih layak untuk diikuti…
    Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita agar menerima kebenaran dan tunduk kepada kebenaran tersebut.

  • Assalamu’alaikum.
    Untuk point no. 6 dalam hal membasuh kepala samapi tengkuk, bagaimana untuk ahwat yg mempunyai rambut panjang, sukron.

  • ???
    apa hukumnya wudhu di toilet?
    untuk artikel, mohon dicantumkan lafal haditsnya, terus dapet dari kitab apa.. biar lebih jelas..
    afwan..

  • Assalamu ‘alaikum wr wb,
    sy mo nanyain, bgmn kalo kita wudhu dalam keadaan batuk sehingga menyebabkan berkumur2 lebih dari 1X, kemudian apabila kita dlm kead pilek trus memasukkan air ke hidung jg lebih dari 1x, apakah wudhu nya batal n hrs diulang dr awal, Mohon dijelaskan?Terima kasih

  • Assalamu‘alaikum wr wb,

    Di dalam surat al maidah ayat 6 disebutkan beberapa yang wajib dalam berwudhu yaitu membersihkan tangan, mengusap muka, membersihkan lengan sampai siku, mengusap kepala dan membersihkan kaki sampai mata kaki. Pertanyaannya:
    1. Apakah dibulan puasa, apabila saya berwudhu tidak berkumur-kumur dan ber istinsyaq bisa dianggap syah wudhunya?
    2. Apabila terlupa membaca doa setelah wudhu, bagaimana hukumnya?

    Wassalamualaikum..wrwb

  • Assalamu ‘alaikum
    Untuk Mas Edy Irwan sepengatahuan saya untuk berkumur-kumur dalam berwudhu saat berpuasa tetap dilakukan karena sudah diperintah oleh Nabi Muhammad yang kita muliakan

  • Do’a setelah wudhu : Asyhadu alla ilaaha illallahu wahdahu la syarikalah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh (HR. Muslim)

    Adapun keutamaan dari doa setelah wudhu ini, bahwa diriwayatkan dari Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah saw bersabda, artinya,
    “Tidaklah salah seorang diantara kalian berwudhu, lalu membaguskan wudhunya kemudian mengucapkan, “Asyhadu alla ilaaha illallahu wahdahu la syarika lahu, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh, kecuali akan dibukakan untuknya pintu-pintu surga yang delapan lalu dia boleh masuk dari pintu mana saja yang dia inginkan.” (HR Muslim)

    Do’a setelah wudhu ini sunnah yg memiliki keutamaan yg begitu besar berdasarkan hadits diatas. Tapi meninggalkannya karena terlupa adalah tidak apa2 dan tidak berdosa namun kita meninggalkan satu keutamaan.

  • Terkait memasukkan air ke hidung,, kalo air sudah dihirup kemudian dikeluarkan lagi lewat hidung-kah? afwan saya belum pernah melakukan.. kalo kita tahu aturan istinsyaq itu tapi takut untuk melakukan karena 1.Karena belum pernah, takut tertelan
    2.merasa pastinya sakit
    apakah wudhu kita diterima??!diperbolehkan.
    afwan, ana yang awam ini mohon penjelasan, kebetulan saya sedang mengajari anak2 tpa ditempat saya,praktek wudhu.. tapi saya belum mengajarkan istinsyqaq karena saya sendiri belum mempraktekkannya

    jazakumullah khoiron atas infonya.

  • Ass. Wr. Wb

    Terima kasih atas artikelnya. Mohon penjelasan mengenai tata cara berwudhu yang sesuai dengan syari’at nabi saat kita berada di kamar mandi??!!!Bagaimana cara berwudhunya??!!

    Wassalam

  • asslamu’alaikum wr.wb.
    aq copy ya….syukron

  • makasih yah, saya copy artiklenya..

  • jazakallah..

  • Ass. saya kadang2 bingung karna banyak sekali yang berbeda2 pendapat tentang ajaran islam,saya menjadi ragu

  • @ achmad, pilihlah manakah yang lebih mengikuti Al Quran dan As Sunnah. Itulah yang paling benar.

  • assalamu’alaikum

    apakah tidak sah wudhu yg tidak mengucapkan bismillah terlebih dahulu?
    bagaimana jk seorang wanita dlm safar, ia hendak berwudhu di kamar mandi umum,namun sebelum berwudhu ia buang air kecil dulu, apakah ia harus keluar kamar mandi lg untuk mengucapkan bismillah, sedangkan jk keluar kamar mandi adalah langsung berhadapan dengan pandangan umum (banyak orang, terutama laki2)?

    syukron
    jazaakumullahu khaira

  • @ Ummu Ahmad
    Wa’alaikumus salam.
    Ketika itu ucapkan basmalah dalam hati. Yg tepat membaca basmalah wajib namun bukan syarat. Wallahu a’lam.

donasi dakwah

Iklan

muslim.or.id

Iklan

radioalhikmah Download Kajian Distributor Pulsa Elektrik Toko Muslim Pustaka Muslim Konsultasi Syariah

Doa dan Zikir

Bacaan sholawat setelah tasyahud

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ , كَمَا صَلَيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ , إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ , اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ , إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

“Ya Allah, berilah rahmat kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. Berilah berkah kepada Muhammad dan keluarganya (termasuk anak dan istri atau umatnya), sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.”
— HR. Bukhari dalam Fathul Baari: 6/408.

Silakan menyebarkan artikel yang ada di muslim.or.id dengan harus menyertakan muslim.or.id sebagai sumber artikel. Muslim.or.id menerima bantuan penerjemahan artikel muslim.or.id ke dalam bahasa inggris. Silakan hubungi muslim.or.id@gmail.com. Info iklan silakan hubungi muslimadv@gmail.com

Kasyen theme originally design by cizkah powered by Wordpress