radio muslim

Bacaan Dzikir Setelah Shalat

Kategori: Fiqh dan Muamalah

42 Komentar // 16 Oktober 2011

Alhamdulillah, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Dzikir akan menguatkan seorang muslim dalam ibadah, hati akan terasa tenang dan mudah mendapatkan pertolongan Allah. Dzikir setelah shalat adalah di antara dzikir yang mesti kita amalkan. Seusai shalat tidak langsung bubar, namun hendaknya kita merutinkan beristighfar dan bacaan dzikir lainnya.

[1]

أَسْتَغْفِرُ اللهَ (3x) اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ.

Astaghfirullah (3x). Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikrom.

“Aku minta ampun kepada Allah,” (3x). Lantas membaca: “Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dariMu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Yang Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.”[1]

[2]

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ، اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ.

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir. Allahumma laa maani’a lima a’thoita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfau dzal jaddi minkal jaddu.

“Tiada Rabb yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal shalihnya yang menyelamatkan dari siksaan). Hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan.” [2]

[3]

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ.

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir. Laa hawla wa laa quwwata illa billah. Laa ilaha illallah wa laa na’budu illa iyyah. Lahun ni’mah wa lahul fadhl wa lahuts tsanaaul hasan. Laa ilaha illallah mukhlishiina lahud diin wa law karihal kaafiruun.

“Tiada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujaan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepadaNya. Bagi-Nya nikmat, anugerah dan pujaan yang baik. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah, dengan memurnikan ibadah kepadaNya, sekalipun orang-orang kafir sama benci.”[3]

[4]

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَاللهُ أَكْبَرُ (33 ×) لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.

Subhanallah wal hamdulillah wallahu akbar (33 x). Laa ilaha illallah wahda, laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

“Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, dan Allah Maha Besar (33 x). Tidak ada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan. BagiNya pujaan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.”[4]

[5]

Membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas setiap selesai shalat (fardhu).[5]

[6]

Membaca ayat Kursi setiap selesai shalat (fardhu).[6]

[7]

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. 10× بعد صلاة المغرب والصبح

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumiit wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir .

“Tiada Rabb yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya, bagiNya kerajaan, bagi-Nya segala puja. Dia-lah yang menghidupkan (orang yang sudah mati atau memberi roh janin yang akan dilahirkan) dan yang mematikan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10 x setiap sesudah shalat Maghrib dan Subuh)[7]

[8]

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً.

Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyiba, wa ‘amalan mutaqobbala.

“Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal dan amal yang diterima.” (Dibaca setelah salam shalat Shubuh).[8]

Semoga dzikir yang sederhana ini bisa rutin kita amalkan setelah shalat sehingga Allah berkahi aktivitas harian kita.

Wallahu waliyyut taufiq. Walhamdulillah, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala aalihi wa shohbihi wa sallam.

Referensi:

Hish-nul Muslim min Adzkar Al Kitab was Sunnah, Syaikh Sa’ad bin Wahf Al Qohthoni

Tash-hih Syarh Hish-nul Muslim min Adzkar Al Kitab was Sunnah, Majdi bin ‘Abdul Wahab Al Ahmad, terbitan Maktabah Al Malik Fahd Al Wathoniyah, cetakan keempat, 1430 H

 

@ Ummul Hamam, Riyadh KSA

16 Dzulqo’dah 1432 H (14/10/2011)

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.muslim.or.id

==========

Silakan like FB fanspage Muslim.Or.Id dan follow twitter @muslimindo

==========

Muhammad Abduh Tuasikal, ST., MSc.

Pimpinan at Pesantren Darush Sholihin
Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta. S1 Teknik Kimia UGM. S2 Polymer Engineering, King Saud University Riyadh. Murid Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan, Syaikh Dr. Sa’ad bin Nashir Asy Syatsriy, Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir Al Barrak, Syaikh Sholih bin 'Abdullah bin Hamad Al 'Ushoimi. Pimpinan Redaksi Muslim.Or.Id. Pengasuh Web Rumaysho.Com. Pimpinan Pesantren Darush Sholihin, Gunungkidul, Yogyakarta

Latest posts by Muhammad Abduh Tuasikal, ST., MSc. (see all)

Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di muslim.or.id dengan menyertakan muslim.or.id sebagai sumber artikel
tas radio muslim

42 Komentar

  1. abu hafsh
    16 Okt 2011 [#]

    izin copas artikelnya ustadz, buat di artikel di blog ana… jazakumullahu khairan

  2. alif
    16 Okt 2011 [#]

    Assalamu’alaykum
    untuk bacaan yang pertama hukumnya apa?
    Jazaakallahu khairan

  3. abi naufal
    18 Okt 2011 [#]

    ustad,
    untuk bagian ‘Membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas setiap selesai shalat (fardhu).[5]‘
    – berapakah bilangannya apakah langsung 3x setiap suratnya?

    « (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ) وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ حِينَ تُمْسِى وَحِينَ تُصْبِحُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَىْءٍ »

    “Membaca Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlas) dan Al Muwa’idzatain (surat Al Falaq dan An Naas) ketika sore dan pagi hari sebanyak tiga kali akan mencukupkanmu dari segala sesuatu).” (HR. Abu Daud no. 5082. Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abi Daud mengatakan bahwa hadits ini hasan)

  4. dian
    18 Okt 2011 [#]

    sangat bagus isi & temanya, bila lebih berkenan mohon ditambahkan keterangan faedah2x dan kelebihan dari setiap masing2x doa dan dzikir.
    wss

  5. marai
    21 Okt 2011 [#]

    afwan,bagaimana adanya sebagian ikhwan yang setelah salam mlangsung takbir 3 kali dengan suara agak keras apakah ada dalilnya dan apkah lebih utama daripada susunan dzikir diatas mohon tarjihnya

  6. Yulian Purnama
    11 Nov 2011 [#]

    #marai
    Kami belum tahu dalil tentang takbir 3x tersebut.

  7. kumbara
    11 Nov 2011 [#]

    maaf ustadz, usul agar sumber dalil hadis diikutsertakan. dari sumber nya (www.rumaysho.com) catatan kaki disampaikan secara lengkap (dengan dalil-dalil hadis).

    harap abaikan komentar ini jika telah ditambahkan catatan kaki (dalil-dalil hadis nya).

    terima kasih

  8. Yulian Purnama
    13 Nov 2011 [#]

    #alif
    Wa’alaikumussalam, semua bacaan di atas hukumnya sunnah.

    #abi naufal
    Huruf و tidak menunjukkan urutan, sehingga urutannya bebas. Bisa tiap surat dibaca 3x dahulu lalu membaca surat yang lain, atau ketiganya dibaca semua lalu diulang lagi. Allahu’alam.

  9. wendywulandari
    14 Jan 2012 [#]

    trimakasih,,,ini sangat bermanfaat dan menambahkan pengetahuan..

  10. Farrah Annisa
    02 Feb 2012 [#]

    Assalamualaikum…
    bagus sekali… ngomong2 ada posting tentang materi ilmu tajwid nggak??? terimakasih-

  11. Ferdy M.Saleh
    29 Feb 2012 [#]

    Assalammualaikum,,
    Saya minta ijin Copy ya,,
    Terima Kasih sebelumnya.

  12. mulyanto
    06 Apr 2012 [#]

    mohon izin share untuk catatan saya di FB

  13. santura
    03 Mei 2012 [#]

    Assalamualaikum,,
    Izin copy yah,buat belajar,,
    thx

  14. RIO
    04 Jun 2012 [#]

    assalamualaikum………

    saya minta ijin copy paste ya
    terima kasih ats info semoga kita mendapat safaatnya amin

  15. afriezal
    31 Jul 2012 [#]

    ijin copy ya buad belajar.. semoga di izinkan dan bermanfaat bagi umat.. amin

  16. ichsan
    08 Agu 2012 [#]

    mohon izin copas ustad

  17. amri
    14 Okt 2012 [#]

    Ustadz, kalau boleh minta ditambahkan ukuran font arabic-nya.

  18. Istimroor
    11 Nov 2012 [#]

    Terima kasih atas ilmunya, semoga kita dapat mengamalkannya. amin

  19. Adrian
    11 Des 2012 [#]

    Assalamu’alaikum..

    Izin copas artikelnya..

  20. Imat
    19 Des 2012 [#]

    Ass.wr.wb…
    izin copas artikelnya

  21. Tody
    31 Des 2012 [#]

    Ustadz. Saya ingin menanyakan apakah dzikir setelah sholat sunnat sama dengan sholat fardhu? Kalau berbeda apa saja dzikir setelah sholat sunnat? Jazakkallahu Khair.

  22. Muhammad Abduh Tuasikal
    01 Jan 2013 [#]

    @ Tody

    Dzikir sesudah shalat sunnah tdk diajarkan dzikir tertentu, dzikirnya bebas.

  23. Maryanto
    10 Jan 2013 [#]

    Assalamu’alaikum.
    Ustad ana mau nanya bacaan dzikir diatas di baca semua atau dipilih salah satu aja?

  24. ihsanudin
    17 Jan 2013 [#]

    Assalamualaikum…mohon ijin ngopy, Jazzakumullah…

  25. ellen
    22 Jan 2013 [#]

    Ustadz, kalo setelah sholat fardhu kita baca shalawat nabi boleh ga? kalo boleh berapa kali atau bebas? terimakasih

  26. Yulian Purnama
    22 Jan 2013 [#]

    #ellen
    Setelah shalat, yang dianjurkan adalah membaca dzikir-dzikir di atas, adapun shalawatan dianjurkan pada waktu-waktu berikut:
    http://muslim.or.id/manhaj/siapa-bilang-salafi-pelit-bershalawat.html

  27. iyaz
    24 Jan 2013 [#]

    Assalamu’alaikum,
    Ustadz, untuk bacaan Tasbih, Tahmid, Takbir (33x), kalau dari text hadits yang shahih itu bacanya digabung dulu (Subhanallah Walhamdulillah Wallahu Akbar) lalu diulang 33x atau masing2 33x?
    Karena saya baca di konsultasi syariah pada text hadits-nya disebutkan masing2 33x sepertinya tidak digabung dulu baru diulang 33x (mohon maaf kalau salah interpretasi):

    مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

    “Barang siapa yang bertasbih, bertahmid, dan bertakbir sebanyak 33 kali setelah melaksanakan shalat fardhu sehingga berjumlah 99 kemudian menggenapkannya untuk yang keseratus dengan ucapan “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ” , maka kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (Sahih; H.R. Muslim, no. 597)

    Baca selengkapnya: http://www.konsultasisyariah.com/zikir-dan-doa-sesudah-shalat-fardhu/#ixzz2IrFu33f4

    Terima kasih
    Wassalamu’alaikum

  28. arum
    25 Jan 2013 [#]

    kok gak bsa di copy y..pengen dprint biar bisa diamalkan :(

  29. anjas
    29 Jan 2013 [#]

    asslammualaikum warohmatullahiwabarokatuh….kalo membacanya sebagian apakah boleh ustad?maksudnya kita cm hapal yg bagian pertama…ketiga atau keempat saj

  30. Yulian Purnama
    07 Feb 2013 [#]

    #Maryanto
    Wa’alaikumussalam, semuanya hukumnya sunnah. Kalau hanya sebagian saja tidak mengapa, semuanya lebih bagus.

  31. Destara
    24 Feb 2013 [#]

    Sy minta ijin buat copy artikelnya , Terimakasih

  32. oim abdurahim
    08 Mar 2013 [#]

    assalamualaikum
    ijin copas untuk belajar,syukron

  33. Yulian Purnama
    09 Mar 2013 [#]

    #iyaz
    Benar yang disebutkan di konsultasisyariah.com

  34. Yulian Purnama
    20 Mar 2013 [#]

    #anjar
    wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh, boleh.

  35. edi wirawan
    04 Mei 2013 [#]

    Bermanfaat sekali, mohon izin untuk di copy
    semoga Usatad terus medapat pahala dari Allah SWT..Amin

  36. Asep rahman
    26 Mei 2013 [#]

    ‘sukron ustadz ,ijin share .barakallahu fiykum..

  37. Hariyanto
    29 Mei 2013 [#]

    Assalamu’alaikum

    Sangat bermanfaat, Mohn ijin untuk copy artikelnya.

    Terima Kasih,-

    Wassalamu’alaikum

  38. H Aam Hamimzar Nas
    05 Jun 2013 [#]

    Istilah zikir berasal dari bahasa Arab, dzakara-yadzkuru-dzikr. Artinya menyucikan dan memuji (Allah); ingat, mengingat, peringatan; menutur; menyebut; dan melafalkan. Di dalam Alquran yang juga disebut Adz Dzikra kita dapat menjumpai kata itu dalam berbagai bentuknya lebih dari 280 kali dengan beragam makna.
    AamHNas’69

Tinggalkan Komentar

Biojanna

Kembali ke Atas