<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Amalan Setelah Ramadhan (2)</title>
	<atom:link href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/amalan-setelah-ramadhan-2.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/amalan-setelah-ramadhan-2.html</link>
	<description>Pesantren online agama Islam berdasarkan Qur&#039;an dan Sunnah dengan pemahaman Salafus Shalih</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 12:06:33 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah &#187; Artikel Zakat Fitri, Lebaran Dan Puasa Syawwal</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/amalan-setelah-ramadhan-2.html/comment-page-1#comment-77102</link>
		<dc:creator>Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah &#187; Artikel Zakat Fitri, Lebaran Dan Puasa Syawwal</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2011 15:50:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=394#comment-77102</guid>
		<description>[...] Amalan Setelah Ramadhan (2) [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Amalan Setelah Ramadhan (2) [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sekarang.org &#124; Blog &#124; Artikel Zakat Fitri, Lebaran Dan Puasa Syawwal</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/amalan-setelah-ramadhan-2.html/comment-page-1#comment-59589</link>
		<dc:creator>sekarang.org &#124; Blog &#124; Artikel Zakat Fitri, Lebaran Dan Puasa Syawwal</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 22:23:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=394#comment-59589</guid>
		<description>[...] Amalan Setelah Ramadhan (2) [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Amalan Setelah Ramadhan (2) [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Artikel Zakat Fitri, Lebaran Dan Puasa Syawwal &#171; Muslim.Or.Id Mobile</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/amalan-setelah-ramadhan-2.html/comment-page-1#comment-59482</link>
		<dc:creator>Artikel Zakat Fitri, Lebaran Dan Puasa Syawwal &#171; Muslim.Or.Id Mobile</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 08:23:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=394#comment-59482</guid>
		<description>[...] Amalan Setelah Ramadhan (2) [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Amalan Setelah Ramadhan (2) [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fuad munir</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/amalan-setelah-ramadhan-2.html/comment-page-1#comment-40313</link>
		<dc:creator>fuad munir</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 13:19:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=394#comment-40313</guid>
		<description>Ya Allah Mudah mudahan kami bisa nenjalankan syariatMu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya Allah Mudah mudahan kami bisa nenjalankan syariatMu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Elfizon Anwar</title>
		<link>http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/amalan-setelah-ramadhan-2.html/comment-page-1#comment-13308</link>
		<dc:creator>Elfizon Anwar</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 00:18:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=394#comment-13308</guid>
		<description>Setelah Ramadhan seyogianya kita bukan hanya sekedar meningkatkan ritual &#039;ibadah&#039; semata, tetapi setelah melalui terapi puasa kita perlu mengkaji kembali langkah memajukan umat Islam khususnya di Indonesia dan dunia pada umumnya. Coba lihat, kita banyak punya juragan, orang terkaya juga ada, tapi apa yang dapat kita harapkan, untuk pendirian stasiun televisi atau radio yang bermisikan Islami saja, sulit kita penuhi. Ada Muhammadiyah, Nahdatul Ulama dan lain-lain organisasi besar Islam, tapi tak ada satu pun yang mempunyai sarana komunikasi seperti stasiun televisi dan radio. Ada stasiun televisi komunitas seperti yang dimiliki oleh Aa&#039; Gym, itupun sekarang sudah sakarat. Marilah, kita mencoba merubah misi dakwah kita ini ke arah yang dapat menyongsong masa depan umat kita yang mayoritas penghuni bumi Indonesia. Indonesia ini, yang mendirikannya bukan orang lain, tetapi mayoritas tokoh Muslim baik dia beraliran politik nasionalisme atau Islamisme dll. Tokoh Umat Islam pula yang menyelamatkan negeri ini dari kehancuran tatkala menjadi negera federal, yakni dengan Mosi Integral oleh satu-satunya Partai Islam Masyumi pada tanggal 3 April 1950. Mengapa, kini kita tidak mampu memakmurkan negeri kita sendiri, apakah kita kurang pandai bersyukur???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah Ramadhan seyogianya kita bukan hanya sekedar meningkatkan ritual &#8216;ibadah&#8217; semata, tetapi setelah melalui terapi puasa kita perlu mengkaji kembali langkah memajukan umat Islam khususnya di Indonesia dan dunia pada umumnya. Coba lihat, kita banyak punya juragan, orang terkaya juga ada, tapi apa yang dapat kita harapkan, untuk pendirian stasiun televisi atau radio yang bermisikan Islami saja, sulit kita penuhi. Ada Muhammadiyah, Nahdatul Ulama dan lain-lain organisasi besar Islam, tapi tak ada satu pun yang mempunyai sarana komunikasi seperti stasiun televisi dan radio. Ada stasiun televisi komunitas seperti yang dimiliki oleh Aa&#8217; Gym, itupun sekarang sudah sakarat. Marilah, kita mencoba merubah misi dakwah kita ini ke arah yang dapat menyongsong masa depan umat kita yang mayoritas penghuni bumi Indonesia. Indonesia ini, yang mendirikannya bukan orang lain, tetapi mayoritas tokoh Muslim baik dia beraliran politik nasionalisme atau Islamisme dll. Tokoh Umat Islam pula yang menyelamatkan negeri ini dari kehancuran tatkala menjadi negera federal, yakni dengan Mosi Integral oleh satu-satunya Partai Islam Masyumi pada tanggal 3 April 1950. Mengapa, kini kita tidak mampu memakmurkan negeri kita sendiri, apakah kita kurang pandai bersyukur???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

