Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.
An Nawawi dalam Shohih Muslim membawakan bab dengan judul “Keutamaan tidak beranjak dari tempat shalat setelah shalat shubuh dan keutamaan masjid“.
Dalam bab tersebut terdapat suatu riwayat dari seorang tabi’in –Simak bin Harb-. Beliau rahimahullah mengatakan bahwa dia bertanya kepada Jabir bin Samuroh,
“Apakah engkau sering menemani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk?”
Jabir menjawab,
“Iya. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya tidak beranjak dari tempat duduknya setelah shalat shubuh hingga terbit matahari. Apabila matahari terbit, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri (meninggalkan tempat shalat). Dulu para sahabat biasa berbincang-bincang (guyon) mengenai perkara jahiliyah, lalu mereka tertawa. Sedangkan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya tersenyum saja.” (HR. Muslim no. 670)
An Nawawi mengatakan, “Dalam hadits ini terdapat anjuran berdzikir setelah shubuh dan mengontinukan duduk di tempat shalat jika tidak memiliki udzur (halangan). Al Qadhi Husain mengatakan bahwa inilah sunnah yang biasa dilakukan oleh salaf dan para ulama. Mereka biasa memanfaatkan waktu tersebut untuk berdzikir dan berdo’a hingga terbit matahari.” (Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, 8/29, Asy Syamilah)
Membaca Dzikir Pagi Menjadi Kebiasaan Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu
Dari Abu Wa’il, dia berkata, “Pada suatu pagi kami mendatangi Abdullah bin Mas’ud selepas kami melaksanakan shalat shubuh. Kemudian kami mengucapkan salam di depan pintu. Lalu kami diizinkan untuk masuk. Akan tetapi kami berhenti sejenak di depan pintu. Lalu keluarlah budaknya sembari berkata, “Mari silakan masuk.” Kemudian kami masuk sedangkan Ibnu Mas’ud sedang duduk sambil berdzikir.
Ibnu Mas’ud lantas berkata, “Apa yang menghalangi kalian padahal aku telah mengizinkan kalian untuk masuk?”
Lalu kami menjawab, “Tidak, kami mengira bahwa sebagian anggota keluargamu sedang tidur.”
Ibnu Mas’ud lantas bekata, “Apakah kalian mengira bahwa keluargaku telah lalai?”
Kemudian Ibnu Mas’ud kembali berdzikir hingga dia mengira bahwa matahari telah terbit. Lantas beliau memanggil budaknya, “Wahai budakku, lihatlah apakah matahari telah terbit.” Si budak tadi kemudian melihat ke luar. Jika matahari belum terbit, beliau kembali melanjutkan dzikirnya. Hingga beliau mengira lagi bahwa matahari telah terbit, beliau kembali memanggil budaknya sembari berkata, “Lihatlah apakah matahari telah terbit.” Kemudian budak tadi melihat ke luar. Jika matahari telah terbit, beliau mengatakan,
“Segala puji bagi Allah yang telah menolong kami berdzikir pada pagi hari ini.” (HR. Muslim no. 822)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Menjadi Malas Beraktivitas Disebabkan Lupa Dzikir Pagi
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah adalah orang yang gemar beribadah dan bukanlah orang yang kelihatan bengis sebagaimana anggapan sebagian orang. Kita dapat melihat aktivitas beliau di pagi hari sebagaimana dikisahkan oleh muridnya –Ibnu Qayyim Al Jauziyah.-
Ketika menjelaskan faedah dzikir bahwa dzikir dapat menguatkan hati dan ruh, Ibnul Qayim mengatakan,
“Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah suatu saat shalat shubuh. Kemudian (setelah shalat shubuh) beliau duduk sambil berdzikir kepada Allah Ta’ala hingga pertengahan siang. Kemudian berpaling padaku dan berkata, ‘Ini adalah kebiasaanku di pagi hari. Jika aku tidak berdzikir seperti ini, hilanglah kekuatanku’ –atau perkataan beliau yang semisal ini-.” (Al Wabilush Shoyib min Kalamith Thoyib, hal.63, Maktabah Syamilah)
Di Antara Dzikir Pagi yang Ringan yang Bisa Rutin Dibaca
[1] Membaca istigfar sebanyak 100x: Astagfirullah wa atubu ilaih
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا أَصْبَحْتُ غَدَاةً قَطٌّ إِلاَّ اِسْتَغْفَرْتُ اللهَ مِائَةَ مَرَّةٍ
“Tidaklah aku berada di pagi hari (antara terbit fajar hingga terbit matahari, pen) kecuali aku telah beristigfar pada Allah sebanyak 100 kali.” (HR. An Nasa’i. Dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shohihah no. 1600. Lihat Al Mu’jam Al Awsath lith Thobroniy, 8/432, Asy Syamilah)
[2] Membaca sayyidul istighfar 1x
Dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
“Penghulu istigfar adalah apabila engkau mengucapkan,
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
[Allahumma anta robbi laa ilaha illa anta, kholaqtaniy wa ana 'abduka wa ana 'ala 'ahdika wa wa'dika mastatho'tu. A'udzu bika min syarri maa shona'tu, abu-u laka bi ni'matika 'alayya wa abu-u bi dzanbi. Faghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuba illa anta] “Ya Allah! Engkau adalah Rabbku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (HR. Bukhari no. 6306)
[3] Membaca surat Al Ikhlash, Al Falaq, dan An Naas masing-masing sebanyak 3x
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ) وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ حِينَ تُمْسِى وَحِينَ تُصْبِحُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَىْءٍ »
“Membaca Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlas) dan Al Muwa’idzatain (surat Al Falaq dan An Naas) ketika sore dan pagi hari sebanyak tiga kali akan mencukupkanmu dari segala sesuatu).” (HR. Abu Daud no. 5082. Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abi Daud mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Jika ingin mengetahui dan mengamalkan dzikir-dzikir pagi lainnya, silakan dilihat di kitab Hisnul Muslim (karya Syaikh Sa’id bin Wahf Al Qohthoni hafizhohullah, sudah banyak diterjemahkan) atau buku Do’a dan Dzikir karya Al Ustadz Yazid bin Abdil Qodir Jawas hafizhohullah.
Semoga Allah menjadikan waktu pagi kita menjadi waktu yang penuh berkah. Semoga Allah memudahkan kita melakukan amalan yang bermanfaat di dalamnya.
***
Di pagi hari yang penuh berkah, 9 Rabi’ul Akhir 1430 H
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.muslim.or.id

tifara adila prastiwi
26 Apr 2010 [Permalink]
Assalamualaikum dg membaca kajian diatas rasanya sy jd ingin sekali melaksanakan aqidah sesuai sunah, sy mohon ada pembahasan mengenai keikhlasan dalam beribadah,bagaimana agar ibadah sy diterima oleh Alloh swt? Terimakasih Asslamualaikum wr wb
Dwi
26 Apr 2010 [Permalink]
Assalamu ‘alaikum
Ustadz,ana mau tanya apakah hukum membaca dzikir pagi dan petang wajib atau tidak? Hal ini ditanyakan karena kami tinggal di kota Bekasi yang banyak bekerja di Jakarta sehingga kami harus berangkat dari selepas shalat shubuh untuk menghindari kemacetan dan tepat waktu saat bekerja. Jazakallah
nara
27 Apr 2010 [Permalink]
Assalamualaikum wrwb.
@ admin : 1. tidak ada kolom khusus untuk memuat pertanyaan ya?
2. mohon menyajikan hadist / keutamaan dalam bekerja.saya merasa sedikit saja (kalo tidak salah) menemukan syariat islam tentang bekerja.
terimakasih..semoga dapat membangkitkan prestasi
Yulian Purnama
27 Apr 2010 [Permalink]
#Nara
Wa’alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh
1. Jika yang anda maksud adalah kolom konsultasi, sementara blm ada
2. Silakan baca ini http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/bagimu-pemuda-malas-nan-enggan-bekerja.html
Abduh Tuasikal
28 Apr 2010 [Permalink]
@ Dwi
Wa’alaikumus salam.
Hukumnya tidak sampai wajib, namun sungguh sayang jika ditinggalkan karena faedah luar biasa dari dzikir tersebut.
Untuk para pekerja yg berangkat pagi bisa baca dzikir tsb di perjalanan.
Hanif Muslim (toko Ihya jogja)
28 Apr 2010 [Permalink]
Sangat bermanfaat dan benar apa yang ditulis oleh Ust. abduh Tuasikal tersebut. testimoni membuktikan,…. silakan mencoba.
abu khansa
29 Apr 2010 [Permalink]
kalau membaca subhanallah wabihamdihi 100 X setiap habis subuh dan ashar apakah ada hadistnya mengenai jumlahnya 100 x, selain membaca astagfirullah?
sesuai dengan
Al Mu’min:55. Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi
Abduh Tuasikal
29 Apr 2010 [Permalink]
@ Abu Khansa,
Spt itu ada dalilnya, diriwatkan oleh Muslim.
حَدَّثَنِى مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ الأُمَوِىُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ الْمُخْتَارِ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ سُمَىٍّ عَنْ أَبِى صَالِحٍ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِى سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ. لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلاَّ أَحَدٌ قَالَ مِثْلَ مَا قَالَ أَوْ زَادَ عَلَيْهِ ».
Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin ‘Abdul Malik Al Umawi telah menceritakan kepada kami ‘Abdul ‘Aziz bin Al Mukhtar dari Suhail dari Sumayya dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Barang siapa, ketika pagi dan sore, membaca doa; Subhanallah wa bi hamdih (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya) sebanyak seratus kali, maka pada hari kiamat tidak ada orang lain yang melebihi pahalanya kecuali orang yang juga pernah mengucapkan bacaan seperti itu atau lebih dan itu.’”
Hadits ini dibawakan oleh An Nawawi dalam Shahih Muslim pada Bab:
- باب فَضْلِ التَّهْلِيلِ وَالتَّسْبِيحِ وَالدُّعَاءِ.
“Keutamaan tahlil (bacaan Laa ilaha illallah), Tasbih (bacaan Subhanallah) dan Do’a”
nasrudin nur isnaini
05 May 2010 [Permalink]
Assalamu’alaykum. apakah yang dimaksud dzikir pagi hari adalah membaca al-ma’tsurat ..?
Yulian Purnama
05 May 2010 [Permalink]
#nasrudin
Yang dimaksud adalah dzikir2 yang berdasarkan hadits-hadits shahih dianjurkan dibaca para pagi hari. Silakan simak di http://radiomuslim.com/dzikir-rutin-di-pagi-hari-2/
ummu dhiya
05 May 2010 [Permalink]
Assalaamu’allikum…ustadz kl zikir itu dibaca tdk sambil dlm posisi setelah sholat maksudnya ana kan ibu rumah tangga jd bisa nggak kl zikir itu dibaca misalnya smbl nyapu atau mengerjakan pekerjaan RT …?
Abduh Tuasikal
06 May 2010 [Permalink]
@ Ummu Dhiya
Wa’alaikumus salam. Boleh dalam keadaan spt itu asal bisa merenungkan maknanya.
abu khansa
18 May 2010 [Permalink]
Ustadz Yulian
adakah link ke website yg lengkap berisi dzikir pagi dan petang yang berupa tulisan sehingga bila kita belum hapal bisa baca dari tulisannya, selain itu agar bisa disertakan dalil-nya
Yulian Purnama
18 May 2010 [Permalink]
#abu khansa
Coba simak link berikut http://ahmadfajarqomarudin.blogspot.com/2009/07/dzikir-pagi-dan-sore.html
HERU PURNAMA PENINGGU MASJID AL IKHLAS KARANGBENDO
12 Jul 2010 [Permalink]
http://ahlussunnah.info/2009/12/16/artikel-ke-11-bidah-dalam-kitab-al-matsurat-karya-hasan-al-banna
erlan
17 Oct 2010 [Permalink]
izin share ke fb akhi
artie
10 Feb 2011 [Permalink]
ustadz, ana baru beli buku “sunnah nabi shollallohu alaihi wasallam 24 jam penulis Khalid al Husainani, mau tanya…sesuai dgn ahlussunnah ngga? saya jadi takut ada yg bid’ah..
syukron…
Yulian Purnama
16 Feb 2011 [Permalink]
#artie
Maaf kami tidak tahu
shandi
04 Mar 2011 [Permalink]
assalam’alaikum.. ustd, apakah membaca saydul istighfar ada byk faedahnya?jazakalloh
Yulian Purnama
10 Apr 2011 [Permalink]
#shandi
wa’alaikumussalam, silakan simak:
http://www.radiorodja.com/live-madinah/syarah-sayyidul-istighfar/