radio muslim

Waktu-Waktu Terkabulnya Do’a

Kategori: Doa dan Wirid

125 Komentar // 1 Juli 2010

Sungguh berbeda Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan makhluk-Nya. Dia Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Lihatlah manusia, ketika ada orang meminta sesuatu darinya ia merasa kesal dan berat hati. Sedangkan Allah Ta’ala mencintai hamba yang meminta kepada-Nya. Sebagaimana perkataan seorang penyair:

الله يغضب إن تركت سؤاله  وبني آدم حين يسأل يغضب

Allah murka pada orang yang enggan meminta kepada-Nya, sedangkan manusia ketika diminta ia marah

Ya, Allah mencintai hamba yang berdoa kepada-Nya, bahkan karena cinta-Nya Allah memberi ‘bonus’ berupa ampunan dosa kepada hamba-Nya yang berdoa. Allah Ta’ala berfirman dalam sebuah hadits qudsi:

يا ابن آدم إنك ما دعوتني ورجوتني غفرت لك على ما كان منك ولا أبالي

Wahai manusia, selagi engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, aku mengampuni dosamu dan tidak aku pedulikan lagi dosamu” (HR. At Tirmidzi, ia berkata: ‘Hadits hasan shahih’)

Sungguh Allah memahami keadaan manusia yang lemah dan senantiasa membutuhkan akan Rahmat-Nya. Manusia tidak pernah lepas dari keinginan, yang baik maupun yang buruk. Bahkan jika seseorang menuliskan segala keinginannya dikertas, entah berapa lembar akan terpakai.

Maka kita tidak perlu heran jika Allah Ta’ala melaknat orang yang enggan berdoa kepada-Nya. Orang yang demikian oleh Allah ‘Azza Wa Jalla disebut sebagai hamba yang sombong dan diancam dengan neraka Jahannam. Allah Ta’ala berfirman:

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60)

Ayat ini juga menunjukkan bahwa Allah Maha Pemurah terhadap hamba-Nya, karena hamba-Nya diperintahkan berdoa secara langsung kepada Allah tanpa melalui perantara dan dijamin akan dikabulkan. Sungguh Engkau Maha Pemurah Ya Rabb…

Berdoa Di Waktu Yang Tepat

Diantara usaha yang bisa kita upayakan agar doa kita dikabulkan oleh Allah Ta’ala adalah dengan memanfaatkan waktu-waktu tertentu yang dijanjikan oleh Allah bahwa doa ketika waktu-waktu tersebut  dikabulkan. Diantara waktu-waktu tersebut adalah:

1. Ketika sahur atau sepertiga malam terakhir

Allah Ta’ala mencintai hamba-Nya yang berdoa disepertiga malam yang terakhir. Allah Ta’ala berfirman tentang ciri-ciri orang yang bertaqwa, salah satunya:

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون

Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan” (QS. Adz Dzariyat: 18)

Sepertiga malam yang paling akhir adalah waktu yang penuh berkah, sebab pada saat itu Rabb kita Subhanahu Wa Ta’ala turun ke langit dunia dan mengabulkan setiap doa hamba-Nya yang berdoa ketika itu. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

ينزل ربنا تبارك وتعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا ، حين يبقى ثلث الليل الآخر، يقول : من يدعوني فأستجيب له ، من يسألني فأعطيه ، من يستغفرني فأغفر له

Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘” (HR. Bukhari no.1145, Muslim no. 758)

Namun perlu dicatat, sifat ‘turun’ dalam hadits ini jangan sampai membuat kita membayangkan Allah Ta’ala turun sebagaimana manusia turun dari suatu tempat ke tempat lain. Karena tentu berbeda. Yang penting kita mengimani bahwa Allah Ta’ala turun ke langit dunia, karena yang berkata demikian adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam diberi julukan Ash shadiqul Mashduq (orang jujur yang diotentikasi kebenarannya oleh Allah), tanpa perlu mempertanyakan dan membayangkan bagaimana caranya.

Dari hadits ini jelas bahwa sepertiga malam yang akhir adalah waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak berdoa. Lebih lagi di bulan Ramadhan, bangun di sepertiga malam akhir bukanlah hal yang berat lagi karena bersamaan dengan waktu makan sahur. Oleh karena itu, manfaatkanlah sebaik-baiknya waktu tersebut untuk berdoa.

2. Ketika berbuka puasa

Waktu berbuka puasa pun merupakan waktu yang penuh keberkahan, karena diwaktu ini manusia merasakan salah satu kebahagiaan ibadah puasa, yaitu diperbolehkannya makan dan minum setelah seharian menahannya, sebagaimana hadits:

للصائم فرحتان : فرحة عند فطره و فرحة عند لقاء ربه

Orang yang berpuasa memiliki 2 kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak” (HR. Muslim, no.1151)

Keberkahan lain di waktu berbuka puasa adalah dikabulkannya doa orang yang telah berpuasa, sebagaimana sabda  Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

ثلاث لا ترد دعوتهم الصائم حتى يفطر والإمام العادل و المظلوم

‘”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi)

Oleh karena itu, jangan lewatkan kesempatan baik ini untuk memohon apa saja yang termasuk kebaikan dunia dan kebaikan akhirat. Namun perlu diketahui, terdapat doa yang dianjurkan untuk diucapkan ketika berbuka puasa, yaitu doa berbuka puasa. Sebagaimana hadits

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله

Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka puasa membaca doa:

ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله

/Dzahabaz zhamaa-u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah/

(‘Rasa haus telah hilang, kerongkongan telah basah, semoga pahala didapatkan. Insya Allah’)” (HR. Abu Daud no.2357, Ad Daruquthni 2/401, dihasankan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/232)

Adapun doa yang tersebar di masyarakat dengan lafazh berikut:

اللهم لك صمت و بك امنت و على رزقك افطرت برحمتك يا ارحم الراحمين

adalah hadits palsu, atau dengan kata lain, ini bukanlah hadits. Tidak terdapat di kitab hadits manapun. Sehingga kita tidak boleh meyakini doa ini sebagai hadits Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.

Oleh karena itu, doa dengan lafazh ini dihukumi sama seperti ucapan orang biasa seperti saya dan anda. Sama kedudukannya seperti kita berdoa dengan kata-kata sendiri. Sehingga doa ini tidak boleh dipopulerkan apalagi dipatenkan sebagai doa berbuka puasa.

Memang ada hadits tentang doa berbuka puasa dengan lafazh yang mirip dengan doa tersebut, semisal:

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال : اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت فتقبل مني إنك أنت السميع العليم

“Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka membaca doa: Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu fataqabbal minni, innaka antas samii’ul ‘aliim

Dalam Al Futuhat Ar Rabbaniyyah (4/341), dinukil perkataan Ibnu Hajar Al Asqalani: “Hadits ini gharib, dan sanadnya lemah sekali”. Hadits ini juga di-dhaif-kan oleh Al Albani di Dhaif Al Jami’ (4350). Atau doa-doa yang lafazh-nya semisal hadits ini semuanya berkisar antara hadits dhaif atau munkar.

3. Ketika malam lailatul qadar

Malam lailatul qadar adalah malam diturunkannya Al Qur’an. Malam ini lebih utama dari 1000 bulan. Sebagaimana firmanAllah Ta’ala:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Malam Lailatul Qadr lebih baik dari 1000 bulan” (QS. Al Qadr: 3)

Pada malam ini dianjurkan memperbanyak ibadah termasuk memperbanyak doa. Sebagaimana yang diceritakan oleh Ummul Mu’minin Aisyah Radhiallahu’anha:

قلت يا رسول الله أرأيت إن علمت أي ليلة ليلة القدر ما أقول فيها قال قولي اللهم إنك عفو كريم تحب العفو فاعف عني

“Aku bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar? Beliau bersabda: Berdoalah:

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni ['Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku'']”(HR. Tirmidzi, 3513, Ibnu Majah, 3119, At Tirmidzi berkata: “Hasan Shahih”)

Pada hadits ini Ummul Mu’minin ‘Aisyah Radhiallahu’anha meminta diajarkan ucapan yang sebaiknya diamalkan ketika malam Lailatul Qadar. Namun ternyata Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengajarkan lafadz doa. Ini menunjukkan bahwa pada malam Lailatul Qadar dianjurkan memperbanyak doa, terutama dengan lafadz yang diajarkan tersebut.

4. Ketika adzan berkumandang

Selain dianjurkan untuk menjawab adzan dengan lafazh yang sama, saat adzan dikumandangkan pun termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa.  Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ثنتان لا تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهم بعضا

Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”)

5. Di antara adzan dan iqamah

Waktu jeda antara adzan dan iqamah adalah juga merupakan waktu yang dianjurkan untuk berdoa, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة

Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi, 212, ia berkata: “Hasan Shahih”)

Dengan demikian jelaslah bahwa amalan yang dianjurkan antara adzan dan iqamah adalah berdoa, bukan shalawatan, atau membaca murattal dengan suara keras, misalnya dengan menggunakan mikrofon. Selain tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah  Shallallahu’alaihi Wasallam, amalan-amalan tersebut dapat mengganggu orang yang berdzikir atau sedang shalat sunnah. Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

لا إن كلكم مناج ربه فلا يؤذين بعضكم بعضا ولا يرفع بعضكم على بعض في القراءة أو قال في الصلاة

Ketahuilah, kalian semua sedang bermunajat kepada Allah, maka janganlah saling mengganggu satu sama lain. Janganlah kalian mengeraskan suara dalam membaca Al Qur’an,’ atau beliau berkata, ‘Dalam shalat’,” (HR. Abu Daud no.1332, Ahmad, 430, dishahihkan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Nata-ijul Afkar, 2/16).

Selain itu, orang yang shalawatan atau membaca Al Qur’an dengan suara keras di waktu jeda ini, telah meninggalkan amalan yang di anjurkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, yaitu berdoa. Padahal ini adalah kesempatan yang bagus untuk memohon kepada Allah segala sesuatu yang ia inginkan. Sungguh merugi jika ia melewatkannya.

6. Ketika sedang sujud dalam shalat

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

أقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجد . فأكثروا الدعا

Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim, no.482)

7. Ketika sebelum salam pada shalat wajib

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

قيل يا رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الدعاء أسمع قال جوف الليل الآخر ودبر الصلوات المكتوبات

Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda: “Diakhir malam dan diakhir shalat wajib” (HR. Tirmidzi, 3499)

Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam Zaadul Ma’ad (1/305) menjelaskan bahwa yang dimaksud ‘akhir shalat wajib’ adalah sebelum salam. Dan tidak terdapat riwayat bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabat merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam pada shalat wajib. Ahli fiqih masa kini, Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah berkata: “Apakah berdoa setelah shalat itu disyariatkan atau tidak? Jawabannya: tidak disyariatkan. Karena Allah Ta’ala berfirman:

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ

Jika engkau selesai shalat, berdzikirlah” (QS. An Nisa: 103). Allah berfirman ‘berdzikirlah’, bukan ‘berdoalah’. Maka setelah shalat bukanlah waktu untuk berdoa, melainkan sebelum salam” (Fatawa Ibnu Utsaimin, 15/216).

Namun sungguh disayangkan kebanyakan kaum muslimin merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam pada shalat wajib yang sebenarnya tidak disyariatkan, kemudian justru meninggalkan waktu-waktu mustajab yang disyariatkan yaitu diantara adzan dan iqamah, ketika adzan, ketika sujud dan sebelum salam.

8. Di hari Jum’at

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر يوم الجمعة ، فقال : فيه ساعة ، لا يوافقها عبد مسلم ، وهو قائم يصلي ، يسأل الله تعالى شيئا ، إلا أعطاه إياه . وأشار بيده يقللها

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari  Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852 dari sahabat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu)

Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Baari ketika menjelaskan hadits ini beliau menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun secara umum terdapat 4 pendapat yang kuat.

Pendapat pertama, yaitu waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jum’at, berdasarkan hadits:

هي ما بين أن يجلس الإمام إلى أن تقضى الصلاة

Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai” (HR. Muslim, 853 dari sahabat Abu Musa Al Asy’ari Radhiallahu’anhu).

Pendapat ini dipilih oleh Imam Muslim, An Nawawi, Al Qurthubi, Ibnul Arabi dan Al Baihaqi.

Pendapat kedua, yaitu setelah ashar sampai terbenamnya matahari. Berdasarkan hadits:

يوم الجمعة ثنتا عشرة يريد ساعة لا يوجد مسلم يسأل الله عز وجل شيئا إلا أتاه الله عز وجل فالتمسوها آخر ساعة بعد العصر

Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza Wa Jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar” (HR. Abu Daud, no.1048 dari sahabat Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu. Dishahihkan Al Albani di Shahih Abi Daud). Pendapat ini dipilih oleh At Tirmidzi, dan Ibnu Qayyim Al Jauziyyah. Pendapat ini yang lebih masyhur dikalangan para ulama.

Pendapat ketiga, yaitu setelah ashar, namun diakhir-akhir hari Jum’at. Pendapat ini didasari oleh riwayat dari Abi Salamah. Ishaq bin Rahawaih, At Thurthusi, Ibnul Zamlakani menguatkan pendapat ini.

Pendapat keempat, yang juga dikuatkan oleh Ibnu Hajar sendiri, yaitu menggabungkan semua pendapat yang ada. Ibnu ‘Abdil Barr berkata: “Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan”. Dengan demikian seseorang akan lebih memperbanyak doanya di hari Jum’at tidak pada beberapa waktu tertentu saja. Pendapat ini dipilih oleh Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu ‘Abdil Barr.

9. Ketika turun hujan

Hujan adalah nikmat Allah Ta’ala. Oleh karena itu tidak boleh mencelanya. Sebagian orang merasa jengkel dengan turunnya hujan, padahal yang menurunkan hujan tidak lain adalah Allah Ta’ala. Oleh karena itu, daripada tenggelam dalam rasa jengkel lebih baik memanfaatkan waktu hujan untuk berdoa memohon apa yang diinginkan kepada Allah Ta’ala:

ثنتان ما تردان : الدعاء عند النداء ، و تحت المطر

Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078)

10. Hari Rabu antara Dzuhur dan Ashar

Sunnah ini belum diketahui oleh kebanyakan kaum muslimin, yaitu dikabulkannya doa diantara shalat Zhuhur dan Ashar dihari Rabu. Ini diceritakan oleh Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu:

أن النبي صلى الله عليه وسلم دعا في مسجد الفتح ثلاثا يوم الاثنين، ويوم الثلاثاء، ويوم الأربعاء، فاستُجيب له يوم الأربعاء بين الصلاتين فعُرِفَ البِشْرُ في وجهه
قال جابر: فلم ينزل بي أمر مهمٌّ غليظ إِلاّ توخَّيْتُ تلك الساعة فأدعو فيها فأعرف الإجابة

Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam berdoa di Masjid Al Fath 3 kali, yaitu hari Senin, Selasa dan Rabu. Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu diantara dua shalat. Ini diketahui dari kegembiraan di wajah beliau. Berkata Jabir : ‘Tidaklah suatu perkara penting yang berat pada saya kecuali saya memilih waktu ini untuk berdoa,dan saya mendapati dikabulkannya doa saya‘”

Dalam riwayat lain:

فاستجيب له يوم الأربعاء بين الصلاتين الظهر والعصر

Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu di antara shalat Zhuhur dan Ashar” (HR. Ahmad, no. 14603, Al Haitsami dalam Majma Az Zawaid, 4/15, berkata: “Semua perawinya tsiqah”, juga dishahihkan Al Albani di Shahih At Targhib, 1185)

11. Ketika Hari Arafah

Hari Arafah adalah hari ketika para jama’ah haji melakukan wukuf di Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah. Pada hari tersebut dianjurkan memperbanyak doa, baik bagi jama’ah haji maupun bagi seluruh kaum muslimin yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sebab Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

خير الدعاء دعاء يوم عرفة

Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah” (HR. At Tirmidzi, 3585. Di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)

12. Ketika Perang Berkecamuk

Salah satu keutamaan pergi ke medan perang dalam rangka berjihad di jalan Allah adalah doa dari orang yang berperang di jalan Allah ketika perang sedang berkecamuk, diijabah oleh Allah Ta’ala. Dalilnya adalah hadits yang sudah disebutkan di atas:

ثنتان لا تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهم بعضا

Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”)

13. Ketika Meminum Air Zam-zam

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ماء زمزم لما شرب له

Khasiat Air Zam-zam itu sesuai niat peminumnya” (HR. Ibnu Majah, 2/1018. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah, 2502)

Demikian uraian mengenai waktu-waktu yang paling dianjurkan untuk berdoa. Mudah-mudahan Allah Ta’ala mengabulkan doa-doa kita dan menerima amal ibadah kita.

Amiin Ya Mujiibas Sa’iliin.

Penulis: Yulian Purnama

Artikel www.muslim.or.id

==========

Silakan like FB fanspage Muslim.Or.Id dan follow twitter @muslimindo

==========

Anda diperkenankan untuk menyebarkan, re-publikasi, copy-paste atau mencetak artikel yang ada di muslim.or.id dengan menyertakan muslim.or.id sebagai sumber artikel
cara cepat mudah menghafal alquran

125 Komentar

  1. Fahrul
    01 Jul 2010 [#]

    Assalamu ‘alaikum
    Ana mau minta izin untuk menyalin dan/atau menyebarluaskan artikel ini.

  2. Fahrul
    01 Jul 2010 [#]

    oh ya saya ada pertanyaan maksudnya hari rabu antara shalat zhuhur dan shalat ashar apakah dilaksanakan di luar shalat antara 2 waktu tersebut atau harus di dalam shalat zhuhur atau ashar?

  3. Abu Syahna
    02 Jul 2010 [#]

    Assalamu’alaikum ustadz, mohon izin sharing di fb

  4. Abu Hilmi
    02 Jul 2010 [#]

    Ustadz,ana mau nanya “Wajibkah kita mengangkat kedua tangan kita saat berdo’a,lalu jika kita melihat seorang khatib ketika berdo’a dgn mengangkat kedua tangannya ketika berkhotbah apakah langsung kita do’a kan ia dgn hadits dr sahabat yg bunyinya kurang lebih jelekan kedua tangannya” ?

  5. Dhika
    02 Jul 2010 [#]

    Assalamu’alaikUm Ustad …
    Mohon Ijin share ke Fb ya , semoga Allah me-Ridhoi amal Ibadah Qita Amin …
    Jazzakallah . . .

  6. Ovik Purwasih
    02 Jul 2010 [#]

    Assalamu ‘alaikum
    saya mau minta izin untuk menyalin dan/atau menyebarluaskan artikel ini.

  7. Aris
    02 Jul 2010 [#]

    Assalamu’alaykum

    ‘Afwan Akh….

    Ana izin shar diblog ana ya…

    jazakallah khoir

  8. khfidl khfidi
    03 Jul 2010 [#]

    assalamu’alaikum warohmatulloh wabarokaatuh. pak, afwan sy ijin share di FB ya. jazakallahu khoiro. wassalamu’alaikum warohmatulloh wabarokaatuh.

  9. Abduh Tuasikal
    03 Jul 2010 [#]

    @ Fahrul
    Ketika itu ada kebebasan. Wallahu a’lam.

  10. koesnoto
    03 Jul 2010 [#]

    Assalamu ‘alaikum

    Mas saya mo nanya, kadang2 saya kalo copy artikel dari muslim.or.id, lalu saya paste ke microsoft word, kok tulisan arab yg di microsoft word jadi berubah (tulisannya berbeda; tdk sama dgn yg ada di web muslim.or.id
    kenapa yo mas?
    apakah settingan microsoft word (office) di komputer saya ada yg salah/kurang ?
    mohon penjelasan. (mohon kirim ke alamat email saya)
    sblmnya saya ucapkan terimakasih atas penjelasannya.

    wassalamu’alaikum warohmatulloh wabarokaatuh

  11. andry
    03 Jul 2010 [#]

    Subhanallah…terima kasih ilmu yang diberi…saya ijin share ya?…

  12. wirit
    04 Jul 2010 [#]

    assalamu’alaykum

    saya mau tanya. apabila doa dalam shalat (ketika sujud dan sebelum salam pada shalat wajib) dalam bahasa indonesia bagaimana?bagaimana jika diucapkannya dalam hati?
    syukron

  13. fitri
    05 Jul 2010 [#]

    terimakasih atas info yang sudah diberikan. kadang-kadang kita salah kaprah karena berdoanya biasa setelah sholat

  14. Rahmi
    05 Jul 2010 [#]

    Assalamu’alaykum..
    Saya ingin brtanya,,apa hukum mengusap wajah setelah berdoa?

  15. Rexie
    05 Jul 2010 [#]

    Makasih ya, sekalian ijin sharing ya….

  16. Fashi
    05 Jul 2010 [#]

    suhanallaah.. terima kasih atas tambahan ilmunya..minta ijin untuk menyebar luaskan, ya..

  17. Eby
    05 Jul 2010 [#]

    Assalamu’alaikum. .Mau tanya. . Waktu brdoa pada saat sedang sujud dan waktu2 yg lain apa boleh pke bhasa indonesia atau harus bahasa arab??

  18. ummu riza
    06 Jul 2010 [#]

    subhanallah.. jazakillah khaer atas tmbhn ilmunya,smg b’mnfaat bg sy n yg m’bcnya. sy ijin share ya..

  19. widyo
    06 Jul 2010 [#]

    assalamu’alaikum warohmatulloh wabarokaatuh.sy ijin share di FB ya. jazakallahu khoiro. wassalamu’alaikum warohmatulloh wabarokaatuh.

  20. Mifa
    06 Jul 2010 [#]

    Assalaamu’alaykum….
    Saya mo tanya ayat al-quran yg terjemahannya ““Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60)”. Setau saya itu terjemahan dri QS.Al-Mu’min:60.Saya cek daftar surat di al-qur’an tdk ada surat Ghafir,apakah sama Surat Al-Mu’min dgn surat Ghafir? mohon tabayyun….

  21. anni hidayah
    06 Jul 2010 [#]

    alhamdulillah aku dapat ilmu baru……

  22. Mutia
    06 Jul 2010 [#]

    Subhanaallah..
    Terimakasih untuk informasinya, mohon izin untk share..

  23. Abduh Tuasikal
    07 Jul 2010 [#]

    @ Mifa
    Wa’alaikumus salam. Surat Al Mu’min sama dg surat Ghafir, demikian dikatakan oleh para ulama.

  24. Abduh Tuasikal
    07 Jul 2010 [#]

    @ rahmi // Wa’alaikumus salam
    Haidts yg menybutkan hal tersebut lemah sehingga tdk perlu mengusap wajah setelah berdoa. itulah yg tepat.

  25. Abduh Tuasikal
    07 Jul 2010 [#]

    @ Eby
    Wa’alaikumus salam. Sebaiknya dalam shalat menggunakan bahasa Arab. Kita juga bisa berdoa dg doa sapu jagad ketika itu.

  26. joko
    07 Jul 2010 [#]

    Assalamualaikum …
    Alhamdulillah dapat hikmah dan mohon ijin untuk disave.Terimakasih.
    Wassalamu’alaikum …

  27. ummu khansa
    07 Jul 2010 [#]

    asslmkm.ijin share artkel2 nya y ustd.wasslmkm

  28. Hasan Ar-Rosyid
    07 Jul 2010 [#]

    Alhamdulillah, nambah ilmu lagi, berdoa pada hari rabu ketika antara dzuhur en ashar itu memang baru saja ana ketahui, dapat berkah dengan buka situs ini walau tidak bisa tiap hari. syukron katsir

  29. Yulian Purnama
    08 Jul 2010 [#]

    #koesnoto
    Wa’alaikumussalam. Tolong cek kembali setting font-arabic di komputer anda.

  30. nurdianshah
    08 Jul 2010 [#]

    Assalamualaikum, …

    ustadz saya mau menanyakan tentang doa dalam sujud ataupun dalam akhir shalat sebelum salam, itu doanya apakah harus berbahasa arab (kalo iya, doa apa saja yang dianjurkan)?

    wassalamualaikum…

  31. Abduh Tuasikal
    09 Jul 2010 [#]

    @ Nurdhianshah
    Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh.
    Coba pahami dua artikel berikut:
    1. Apakah ada tuntunan baca do’a pada sujud terakhir? >>http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/3091-adakah-anjuran-memperlama-sujud-terakhir-untuk-berdoa.html
    2. Cukupkanlah do’a dari tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja agar tidak salah dalam berdoa >> http://muslim.or.id/manhaj/doa-nabi-doa-terbaik.html

    Hanya Allah yang beri taufik.

  32. Abduh Tuasikal
    09 Jul 2010 [#]

  33. Abduh Tuasikal
    09 Jul 2010 [#]

    Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh.
    @ Wirit
    Berikut jawaban yg kami terjemahkan dari Syaikh ‘Abdul Karim Al Khudair ketika beliau ditanya “Bolehkah berdo’a dg bahasa Inggris?”
    Jawaban beliau:
    الدعاء في اللغة الإنجليزية وغيرها من اللغات جائز خارج الصلاة ، وأما الصلاة فلا يجوز شيء منها بغير العربية عند جمهور العلماء

    على أن التزام المسلم باللغة العربية في سائر أحواله لا سيما في عباداته – وَالدعاء هو العبادة – لا شك أنه أولى وأفضل .

    Do’a dalam bahasa Inggris dan bahasa lainnya dibolehkan jika do’anya di luar shalat. Adapun jika do’anya di dalam shalat, maka itu tdk boleh selain dg bahasa Arab. Inilah pendapat mayoritas ulama. Oleh karenanya, seharusnya seorang muslim berusaha untuk berdoa dg bahasa Arab dlm setiap keadaaannya lebih2 dalam ibadahnya -karena do’a adalah ibadah. Inilah yang lebih utama dan lebih afdhol tanpa diragukan lagi.

    Sumber: http://islamqa.com/ar/ref/11588

  34. Fatih
    12 Jul 2010 [#]

    Assalamualaikum
    Sangat bagus sekali muatannya. Tapi ada satu hal yang ingin saya tanyakan, tentang tambahan keterangan “berikut Namun sungguh disayangkan kebanyakan kaum muslimin merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam pada shalat wajib yang sebenarnya tidak disyariatkan, kemudian justru meninggalkan waktu-waktu mustajab yang disyariatkan yaitu diantara adzan dan iqamah, ketika adzan, ketika sujud dan sebelum salam.”
    Misal seperti saya yang tdk pahm bahasa arab, kalo mau doa di waktu tersebut dengan bahasa Indonesia. Lalu bagaimana dengan hadits nabi, Sholatlah seperti kamu melihat aku (nabi) sholat. Apakah berati tidak menambah-nambahi bacaan dalalm sholat?

    Sukron, Wassalamualikum.

  35. Yulian Purnama
    14 Jul 2010 [#]

    #Fatih
    Wa’alaikumussalam. Hukumnya makruh, menurut pendapat yang terkuat. Oleh karena itu sebaiknya menggunakan bahasa arab. Berdoalah dengan doa2 bahasa arab yang umum yang mencakup seluruh kebaikan seperti ‘Rabbana Atiina Fid Dunya Hasanah …dst’

  36. zaenal
    11 Agu 2010 [#]

    Ijin Share ya Ustad..Syukron “Wassaalam”

  37. ainy
    14 Agu 2010 [#]

    izin share..jzkllh..

  38. ainy
    14 Agu 2010 [#]

    izin share..jazakallah..

  39. ummi hatim athiyya
    15 Agu 2010 [#]

    assalamu’alaikum

    izin copy dan share yaa

    barakallahu fikum,
    wasalamu’alaikum

  40. agus
    16 Agu 2010 [#]

    Alhamdulillah…
    Izin share Ustad..

  41. yadi
    25 Agu 2010 [#]

    Alhamdulillah, nambah ilmu

  42. ade imelda moeloek
    26 Agu 2010 [#]

    Assalamualaikum.,

    trimkasih ilmu nya ustads.
    Mau tanya., jika kita sdh memohon d waktu2 doa d ijabah, tp doa2 tsb belum terjawab.

    Bgm kita mensikapiny agar tetep yakin Allah pasti mengabulkan permohonan kita tsb.

  43. adrian
    26 Agu 2010 [#]

    izin share ya ustad.

  44. Abduh Tuasikal
    26 Agu 2010 [#]

    @ Ade
    Wa’alaikumus salam. Silakan simak artikel berikut: http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/2951-di-saat-impian-belum-terwujud.html

  45. adrian
    26 Agu 2010 [#]

    ustadz izin share jazakallah khairan

  46. muhamad roijal
    31 Agu 2010 [#]

    ana masih bingung berarti doa buka puasa yang selama ini saya baca gag ada hadist yang di ajarkan oleh rasullah saw
    terus doa yang mana yang dibaca ketika berbuka tadz

  47. Andri bin Hajidi
    24 Sep 2010 [#]

    sangat bermanfaat,, ijin share ustad,, syukron

  48. samingun
    13 Nov 2010 [#]

    izin copas

  49. nur fadhilah
    15 Nov 2010 [#]

    minta izin share ye.

  50. Rizky
    20 Nov 2010 [#]

    Alhamdulillah..

Tinggalkan Komentar

Biojanna

Kembali ke Atas