Waktu-Waktu Terkabulnya Do’a


Sungguh berbeda Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan makhluk-Nya. Dia Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Lihatlah manusia, ketika ada orang meminta sesuatu darinya ia merasa kesal dan berat hati. Sedangkan Allah Ta’ala mencintai hamba yang meminta kepada-Nya. Sebagaimana perkataan seorang penyair:

الله يغضب إن تركت سؤاله  وبني آدم حين يسأل يغضب

Allah murka pada orang yang enggan meminta kepada-Nya, sedangkan manusia ketika diminta ia marah

Ya, Allah mencintai hamba yang berdoa kepada-Nya, bahkan karena cinta-Nya Allah memberi ‘bonus’ berupa ampunan dosa kepada hamba-Nya yang berdoa. Allah Ta’ala berfirman dalam sebuah hadits qudsi:

يا ابن آدم إنك ما دعوتني ورجوتني غفرت لك على ما كان منك ولا أبالي

Wahai manusia, selagi engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, aku mengampuni dosamu dan tidak aku pedulikan lagi dosamu” (HR. At Tirmidzi, ia berkata: ‘Hadits hasan shahih’)

Sungguh Allah memahami keadaan manusia yang lemah dan senantiasa membutuhkan akan Rahmat-Nya. Manusia tidak pernah lepas dari keinginan, yang baik maupun yang buruk. Bahkan jika seseorang menuliskan segala keinginannya dikertas, entah berapa lembar akan terpakai.

Maka kita tidak perlu heran jika Allah Ta’ala melaknat orang yang enggan berdoa kepada-Nya. Orang yang demikian oleh Allah ‘Azza Wa Jalla disebut sebagai hamba yang sombong dan diancam dengan neraka Jahannam. Allah Ta’ala berfirman:

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60)

Ayat ini juga menunjukkan bahwa Allah Maha Pemurah terhadap hamba-Nya, karena hamba-Nya diperintahkan berdoa secara langsung kepada Allah tanpa melalui perantara dan dijamin akan dikabulkan. Sungguh Engkau Maha Pemurah Ya Rabb…

Berdoa Di Waktu Yang Tepat

Diantara usaha yang bisa kita upayakan agar doa kita dikabulkan oleh Allah Ta’ala adalah dengan memanfaatkan waktu-waktu tertentu yang dijanjikan oleh Allah bahwa doa ketika waktu-waktu tersebut  dikabulkan. Diantara waktu-waktu tersebut adalah:

1. Ketika sahur atau sepertiga malam terakhir

Allah Ta’ala mencintai hamba-Nya yang berdoa disepertiga malam yang terakhir. Allah Ta’ala berfirman tentang ciri-ciri orang yang bertaqwa, salah satunya:

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون

Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan” (QS. Adz Dzariyat: 18)

Sepertiga malam yang paling akhir adalah waktu yang penuh berkah, sebab pada saat itu Rabb kita Subhanahu Wa Ta’ala turun ke langit dunia dan mengabulkan setiap doa hamba-Nya yang berdoa ketika itu. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

ينزل ربنا تبارك وتعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا ، حين يبقى ثلث الليل الآخر، يقول : من يدعوني فأستجيب له ، من يسألني فأعطيه ، من يستغفرني فأغفر له

Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘” (HR. Bukhari no.1145, Muslim no. 758)

Namun perlu dicatat, sifat ‘turun’ dalam hadits ini jangan sampai membuat kita membayangkan Allah Ta’ala turun sebagaimana manusia turun dari suatu tempat ke tempat lain. Karena tentu berbeda. Yang penting kita mengimani bahwa Allah Ta’ala turun ke langit dunia, karena yang berkata demikian adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam diberi julukan Ash shadiqul Mashduq (orang jujur yang diotentikasi kebenarannya oleh Allah), tanpa perlu mempertanyakan dan membayangkan bagaimana caranya.

Dari hadits ini jelas bahwa sepertiga malam yang akhir adalah waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak berdoa. Lebih lagi di bulan Ramadhan, bangun di sepertiga malam akhir bukanlah hal yang berat lagi karena bersamaan dengan waktu makan sahur. Oleh karena itu, manfaatkanlah sebaik-baiknya waktu tersebut untuk berdoa.

2. Ketika berbuka puasa

Waktu berbuka puasa pun merupakan waktu yang penuh keberkahan, karena diwaktu ini manusia merasakan salah satu kebahagiaan ibadah puasa, yaitu diperbolehkannya makan dan minum setelah seharian menahannya, sebagaimana hadits:

للصائم فرحتان : فرحة عند فطره و فرحة عند لقاء ربه

Orang yang berpuasa memiliki 2 kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak” (HR. Muslim, no.1151)

Keberkahan lain di waktu berbuka puasa adalah dikabulkannya doa orang yang telah berpuasa, sebagaimana sabda  Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

ثلاث لا ترد دعوتهم الصائم حتى يفطر والإمام العادل و المظلوم

‘”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi)

Oleh karena itu, jangan lewatkan kesempatan baik ini untuk memohon apa saja yang termasuk kebaikan dunia dan kebaikan akhirat. Namun perlu diketahui, terdapat doa yang dianjurkan untuk diucapkan ketika berbuka puasa, yaitu doa berbuka puasa. Sebagaimana hadits

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله

Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka puasa membaca doa:

ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله

/Dzahabaz zhamaa-u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah/

(‘Rasa haus telah hilang, kerongkongan telah basah, semoga pahala didapatkan. Insya Allah’)” (HR. Abu Daud no.2357, Ad Daruquthni 2/401, dihasankan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/232)

Adapun doa yang tersebar di masyarakat dengan lafazh berikut:

اللهم لك صمت و بك امنت و على رزقك افطرت برحمتك يا ارحم الراحمين

adalah hadits palsu, atau dengan kata lain, ini bukanlah hadits. Tidak terdapat di kitab hadits manapun. Sehingga kita tidak boleh meyakini doa ini sebagai hadits Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.

Oleh karena itu, doa dengan lafazh ini dihukumi sama seperti ucapan orang biasa seperti saya dan anda. Sama kedudukannya seperti kita berdoa dengan kata-kata sendiri. Sehingga doa ini tidak boleh dipopulerkan apalagi dipatenkan sebagai doa berbuka puasa.

Memang ada hadits tentang doa berbuka puasa dengan lafazh yang mirip dengan doa tersebut, semisal:

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال : اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت فتقبل مني إنك أنت السميع العليم

“Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka membaca doa: Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu fataqabbal minni, innaka antas samii’ul ‘aliim

Dalam Al Futuhat Ar Rabbaniyyah (4/341), dinukil perkataan Ibnu Hajar Al Asqalani: “Hadits ini gharib, dan sanadnya lemah sekali”. Hadits ini juga di-dhaif-kan oleh Al Albani di Dhaif Al Jami’ (4350). Atau doa-doa yang lafazh-nya semisal hadits ini semuanya berkisar antara hadits dhaif atau munkar.

3. Ketika malam lailatul qadar

Malam lailatul qadar adalah malam diturunkannya Al Qur’an. Malam ini lebih utama dari 1000 bulan. Sebagaimana firmanAllah Ta’ala:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Malam Lailatul Qadr lebih baik dari 1000 bulan” (QS. Al Qadr: 3)

Pada malam ini dianjurkan memperbanyak ibadah termasuk memperbanyak doa. Sebagaimana yang diceritakan oleh Ummul Mu’minin Aisyah Radhiallahu’anha:

قلت يا رسول الله أرأيت إن علمت أي ليلة ليلة القدر ما أقول فيها قال قولي اللهم إنك عفو كريم تحب العفو فاعف عني

“Aku bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar? Beliau bersabda: Berdoalah:

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni ['Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku'']”(HR. Tirmidzi, 3513, Ibnu Majah, 3119, At Tirmidzi berkata: “Hasan Shahih”)

Pada hadits ini Ummul Mu’minin ‘Aisyah Radhiallahu’anha meminta diajarkan ucapan yang sebaiknya diamalkan ketika malam Lailatul Qadar. Namun ternyata Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengajarkan lafadz doa. Ini menunjukkan bahwa pada malam Lailatul Qadar dianjurkan memperbanyak doa, terutama dengan lafadz yang diajarkan tersebut.

4. Ketika adzan berkumandang

Selain dianjurkan untuk menjawab adzan dengan lafazh yang sama, saat adzan dikumandangkan pun termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa.  Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ثنتان لا تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهم بعضا

Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”)

5. Di antara adzan dan iqamah

Waktu jeda antara adzan dan iqamah adalah juga merupakan waktu yang dianjurkan untuk berdoa, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة

Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi, 212, ia berkata: “Hasan Shahih”)

Dengan demikian jelaslah bahwa amalan yang dianjurkan antara adzan dan iqamah adalah berdoa, bukan shalawatan, atau membaca murattal dengan suara keras, misalnya dengan menggunakan mikrofon. Selain tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah  Shallallahu’alaihi Wasallam, amalan-amalan tersebut dapat mengganggu orang yang berdzikir atau sedang shalat sunnah. Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

لا إن كلكم مناج ربه فلا يؤذين بعضكم بعضا ولا يرفع بعضكم على بعض في القراءة أو قال في الصلاة

Ketahuilah, kalian semua sedang bermunajat kepada Allah, maka janganlah saling mengganggu satu sama lain. Janganlah kalian mengeraskan suara dalam membaca Al Qur’an,’ atau beliau berkata, ‘Dalam shalat’,” (HR. Abu Daud no.1332, Ahmad, 430, dishahihkan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Nata-ijul Afkar, 2/16).

Selain itu, orang yang shalawatan atau membaca Al Qur’an dengan suara keras di waktu jeda ini, telah meninggalkan amalan yang di anjurkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, yaitu berdoa. Padahal ini adalah kesempatan yang bagus untuk memohon kepada Allah segala sesuatu yang ia inginkan. Sungguh merugi jika ia melewatkannya.

6. Ketika sedang sujud dalam shalat

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

أقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجد . فأكثروا الدعا

Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim, no.482)

7. Ketika sebelum salam pada shalat wajib

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

قيل يا رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الدعاء أسمع قال جوف الليل الآخر ودبر الصلوات المكتوبات

Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda: “Diakhir malam dan diakhir shalat wajib” (HR. Tirmidzi, 3499)

Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam Zaadul Ma’ad (1/305) menjelaskan bahwa yang dimaksud ‘akhir shalat wajib’ adalah sebelum salam. Dan tidak terdapat riwayat bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabat merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam pada shalat wajib. Ahli fiqih masa kini, Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah berkata: “Apakah berdoa setelah shalat itu disyariatkan atau tidak? Jawabannya: tidak disyariatkan. Karena Allah Ta’ala berfirman:

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ

Jika engkau selesai shalat, berdzikirlah” (QS. An Nisa: 103). Allah berfirman ‘berdzikirlah’, bukan ‘berdoalah’. Maka setelah shalat bukanlah waktu untuk berdoa, melainkan sebelum salam” (Fatawa Ibnu Utsaimin, 15/216).

Namun sungguh disayangkan kebanyakan kaum muslimin merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam pada shalat wajib yang sebenarnya tidak disyariatkan, kemudian justru meninggalkan waktu-waktu mustajab yang disyariatkan yaitu diantara adzan dan iqamah, ketika adzan, ketika sujud dan sebelum salam.

8. Di hari Jum’at

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر يوم الجمعة ، فقال : فيه ساعة ، لا يوافقها عبد مسلم ، وهو قائم يصلي ، يسأل الله تعالى شيئا ، إلا أعطاه إياه . وأشار بيده يقللها

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari  Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852 dari sahabat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu)

Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Baari ketika menjelaskan hadits ini beliau menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun secara umum terdapat 4 pendapat yang kuat.

Pendapat pertama, yaitu waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jum’at, berdasarkan hadits:

هي ما بين أن يجلس الإمام إلى أن تقضى الصلاة

Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai” (HR. Muslim, 853 dari sahabat Abu Musa Al Asy’ari Radhiallahu’anhu).

Pendapat ini dipilih oleh Imam Muslim, An Nawawi, Al Qurthubi, Ibnul Arabi dan Al Baihaqi.

Pendapat kedua, yaitu setelah ashar sampai terbenamnya matahari. Berdasarkan hadits:

يوم الجمعة ثنتا عشرة يريد ساعة لا يوجد مسلم يسأل الله عز وجل شيئا إلا أتاه الله عز وجل فالتمسوها آخر ساعة بعد العصر

Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza Wa Jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar” (HR. Abu Daud, no.1048 dari sahabat Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu. Dishahihkan Al Albani di Shahih Abi Daud). Pendapat ini dipilih oleh At Tirmidzi, dan Ibnu Qayyim Al Jauziyyah. Pendapat ini yang lebih masyhur dikalangan para ulama.

Pendapat ketiga, yaitu setelah ashar, namun diakhir-akhir hari Jum’at. Pendapat ini didasari oleh riwayat dari Abi Salamah. Ishaq bin Rahawaih, At Thurthusi, Ibnul Zamlakani menguatkan pendapat ini.

Pendapat keempat, yang juga dikuatkan oleh Ibnu Hajar sendiri, yaitu menggabungkan semua pendapat yang ada. Ibnu ‘Abdil Barr berkata: “Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan”. Dengan demikian seseorang akan lebih memperbanyak doanya di hari Jum’at tidak pada beberapa waktu tertentu saja. Pendapat ini dipilih oleh Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu ‘Abdil Barr.

9. Ketika turun hujan

Hujan adalah nikmat Allah Ta’ala. Oleh karena itu tidak boleh mencelanya. Sebagian orang merasa jengkel dengan turunnya hujan, padahal yang menurunkan hujan tidak lain adalah Allah Ta’ala. Oleh karena itu, daripada tenggelam dalam rasa jengkel lebih baik memanfaatkan waktu hujan untuk berdoa memohon apa yang diinginkan kepada Allah Ta’ala:

ثنتان ما تردان : الدعاء عند النداء ، و تحت المطر

Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078)

10. Hari Rabu antara Dzuhur dan Ashar

Sunnah ini belum diketahui oleh kebanyakan kaum muslimin, yaitu dikabulkannya doa diantara shalat Zhuhur dan Ashar dihari Rabu. Ini diceritakan oleh Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu:

أن النبي صلى الله عليه وسلم دعا في مسجد الفتح ثلاثا يوم الاثنين، ويوم الثلاثاء، ويوم الأربعاء، فاستُجيب له يوم الأربعاء بين الصلاتين فعُرِفَ البِشْرُ في وجهه
قال جابر: فلم ينزل بي أمر مهمٌّ غليظ إِلاّ توخَّيْتُ تلك الساعة فأدعو فيها فأعرف الإجابة

Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam berdoa di Masjid Al Fath 3 kali, yaitu hari Senin, Selasa dan Rabu. Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu diantara dua shalat. Ini diketahui dari kegembiraan di wajah beliau. Berkata Jabir : ‘Tidaklah suatu perkara penting yang berat pada saya kecuali saya memilih waktu ini untuk berdoa,dan saya mendapati dikabulkannya doa saya‘”

Dalam riwayat lain:

فاستجيب له يوم الأربعاء بين الصلاتين الظهر والعصر

Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu di antara shalat Zhuhur dan Ashar” (HR. Ahmad, no. 14603, Al Haitsami dalam Majma Az Zawaid, 4/15, berkata: “Semua perawinya tsiqah”, juga dishahihkan Al Albani di Shahih At Targhib, 1185)

11. Ketika Hari Arafah

Hari Arafah adalah hari ketika para jama’ah haji melakukan wukuf di Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah. Pada hari tersebut dianjurkan memperbanyak doa, baik bagi jama’ah haji maupun bagi seluruh kaum muslimin yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sebab Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

خير الدعاء دعاء يوم عرفة

Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah” (HR. At Tirmidzi, 3585. Di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)

12. Ketika Perang Berkecamuk

Salah satu keutamaan pergi ke medan perang dalam rangka berjihad di jalan Allah adalah doa dari orang yang berperang di jalan Allah ketika perang sedang berkecamuk, diijabah oleh Allah Ta’ala. Dalilnya adalah hadits yang sudah disebutkan di atas:

ثنتان لا تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهم بعضا

Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”)

13. Ketika Meminum Air Zam-zam

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ماء زمزم لما شرب له

Khasiat Air Zam-zam itu sesuai niat peminumnya” (HR. Ibnu Majah, 2/1018. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah, 2502)

Demikian uraian mengenai waktu-waktu yang paling dianjurkan untuk berdoa. Mudah-mudahan Allah Ta’ala mengabulkan doa-doa kita dan menerima amal ibadah kita.

Amiin Ya Mujiibas Sa’iliin.

Penulis: Yulian Purnama

Artikel www.muslim.or.id

  • http://www.yahoo.com Fahrul

    Assalamu ‘alaikum
    Ana mau minta izin untuk menyalin dan/atau menyebarluaskan artikel ini.

  • http://www.yahoo.com Fahrul

    oh ya saya ada pertanyaan maksudnya hari rabu antara shalat zhuhur dan shalat ashar apakah dilaksanakan di luar shalat antara 2 waktu tersebut atau harus di dalam shalat zhuhur atau ashar?

    • http://rumaysho.com Abduh Tuasikal

      @ Fahrul
      Ketika itu ada kebebasan. Wallahu a’lam.

  • Abu Syahna

    Assalamu’alaikum ustadz, mohon izin sharing di fb

  • Abu Hilmi

    Ustadz,ana mau nanya “Wajibkah kita mengangkat kedua tangan kita saat berdo’a,lalu jika kita melihat seorang khatib ketika berdo’a dgn mengangkat kedua tangannya ketika berkhotbah apakah langsung kita do’a kan ia dgn hadits dr sahabat yg bunyinya kurang lebih jelekan kedua tangannya” ?

  • Dhika

    Assalamu’alaikUm Ustad …
    Mohon Ijin share ke Fb ya , semoga Allah me-Ridhoi amal Ibadah Qita Amin …
    Jazzakallah . . .

  • Ovik Purwasih

    Assalamu ‘alaikum
    saya mau minta izin untuk menyalin dan/atau menyebarluaskan artikel ini.

  • http://muslim-penuntutilmu.blogspot.com/ Aris

    Assalamu’alaykum

    ‘Afwan Akh….

    Ana izin shar diblog ana ya…

    jazakallah khoir

  • http://buletindarulilmy.blogspot.com khfidl khfidi

    assalamu’alaikum warohmatulloh wabarokaatuh. pak, afwan sy ijin share di FB ya. jazakallahu khoiro. wassalamu’alaikum warohmatulloh wabarokaatuh.

  • koesnoto

    Assalamu ‘alaikum

    Mas saya mo nanya, kadang2 saya kalo copy artikel dari muslim.or.id, lalu saya paste ke microsoft word, kok tulisan arab yg di microsoft word jadi berubah (tulisannya berbeda; tdk sama dgn yg ada di web muslim.or.id
    kenapa yo mas?
    apakah settingan microsoft word (office) di komputer saya ada yg salah/kurang ?
    mohon penjelasan. (mohon kirim ke alamat email saya)
    sblmnya saya ucapkan terimakasih atas penjelasannya.

    wassalamu’alaikum warohmatulloh wabarokaatuh

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #koesnoto
      Wa’alaikumussalam. Tolong cek kembali setting font-arabic di komputer anda.

  • andry

    Subhanallah…terima kasih ilmu yang diberi…saya ijin share ya?…

  • Pingback: Waktu-Waktu Terkabulnya Do’a « Niki blog

  • wirit

    assalamu’alaykum

    saya mau tanya. apabila doa dalam shalat (ketika sujud dan sebelum salam pada shalat wajib) dalam bahasa indonesia bagaimana?bagaimana jika diucapkannya dalam hati?
    syukron

    • http://rumaysho.com Abduh Tuasikal

      Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh.
      @ Wirit
      Berikut jawaban yg kami terjemahkan dari Syaikh ‘Abdul Karim Al Khudair ketika beliau ditanya “Bolehkah berdo’a dg bahasa Inggris?”
      Jawaban beliau:
      الدعاء في اللغة الإنجليزية وغيرها من اللغات جائز خارج الصلاة ، وأما الصلاة فلا يجوز شيء منها بغير العربية عند جمهور العلماء

      على أن التزام المسلم باللغة العربية في سائر أحواله لا سيما في عباداته – وَالدعاء هو العبادة – لا شك أنه أولى وأفضل .

      Do’a dalam bahasa Inggris dan bahasa lainnya dibolehkan jika do’anya di luar shalat. Adapun jika do’anya di dalam shalat, maka itu tdk boleh selain dg bahasa Arab. Inilah pendapat mayoritas ulama. Oleh karenanya, seharusnya seorang muslim berusaha untuk berdoa dg bahasa Arab dlm setiap keadaaannya lebih2 dalam ibadahnya -karena do’a adalah ibadah. Inilah yang lebih utama dan lebih afdhol tanpa diragukan lagi.

      Sumber: http://islamqa.com/ar/ref/11588

  • fitri

    terimakasih atas info yang sudah diberikan. kadang-kadang kita salah kaprah karena berdoanya biasa setelah sholat

  • Rahmi

    Assalamu’alaykum..
    Saya ingin brtanya,,apa hukum mengusap wajah setelah berdoa?

    • http://rumaysho.com Abduh Tuasikal

      @ rahmi // Wa’alaikumus salam
      Haidts yg menybutkan hal tersebut lemah sehingga tdk perlu mengusap wajah setelah berdoa. itulah yg tepat.

  • Rexie

    Makasih ya, sekalian ijin sharing ya….

  • http://tokocamilanonline.blogspot.com Fashi

    suhanallaah.. terima kasih atas tambahan ilmunya..minta ijin untuk menyebar luaskan, ya..

  • Eby

    Assalamu’alaikum. .Mau tanya. . Waktu brdoa pada saat sedang sujud dan waktu2 yg lain apa boleh pke bhasa indonesia atau harus bahasa arab??

    • http://rumaysho.com Abduh Tuasikal

      @ Eby
      Wa’alaikumus salam. Sebaiknya dalam shalat menggunakan bahasa Arab. Kita juga bisa berdoa dg doa sapu jagad ketika itu.

  • ummu riza

    subhanallah.. jazakillah khaer atas tmbhn ilmunya,smg b’mnfaat bg sy n yg m’bcnya. sy ijin share ya..

  • widyo

    assalamu’alaikum warohmatulloh wabarokaatuh.sy ijin share di FB ya. jazakallahu khoiro. wassalamu’alaikum warohmatulloh wabarokaatuh.

  • Mifa

    Assalaamu’alaykum….
    Saya mo tanya ayat al-quran yg terjemahannya ““Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60)”. Setau saya itu terjemahan dri QS.Al-Mu’min:60.Saya cek daftar surat di al-qur’an tdk ada surat Ghafir,apakah sama Surat Al-Mu’min dgn surat Ghafir? mohon tabayyun….

    • http://rumaysho.com Abduh Tuasikal

      @ Mifa
      Wa’alaikumus salam. Surat Al Mu’min sama dg surat Ghafir, demikian dikatakan oleh para ulama.

  • anni hidayah

    alhamdulillah aku dapat ilmu baru……

  • Mutia

    Subhanaallah..
    Terimakasih untuk informasinya, mohon izin untk share..

  • joko

    Assalamualaikum …
    Alhamdulillah dapat hikmah dan mohon ijin untuk disave.Terimakasih.
    Wassalamu’alaikum …

  • ummu khansa

    asslmkm.ijin share artkel2 nya y ustd.wasslmkm

  • Hasan Ar-Rosyid

    Alhamdulillah, nambah ilmu lagi, berdoa pada hari rabu ketika antara dzuhur en ashar itu memang baru saja ana ketahui, dapat berkah dengan buka situs ini walau tidak bisa tiap hari. syukron katsir

  • nurdianshah

    Assalamualaikum, …

    ustadz saya mau menanyakan tentang doa dalam sujud ataupun dalam akhir shalat sebelum salam, itu doanya apakah harus berbahasa arab (kalo iya, doa apa saja yang dianjurkan)?

    wassalamualaikum…

  • Fatih

    Assalamualaikum
    Sangat bagus sekali muatannya. Tapi ada satu hal yang ingin saya tanyakan, tentang tambahan keterangan “berikut Namun sungguh disayangkan kebanyakan kaum muslimin merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam pada shalat wajib yang sebenarnya tidak disyariatkan, kemudian justru meninggalkan waktu-waktu mustajab yang disyariatkan yaitu diantara adzan dan iqamah, ketika adzan, ketika sujud dan sebelum salam.”
    Misal seperti saya yang tdk pahm bahasa arab, kalo mau doa di waktu tersebut dengan bahasa Indonesia. Lalu bagaimana dengan hadits nabi, Sholatlah seperti kamu melihat aku (nabi) sholat. Apakah berati tidak menambah-nambahi bacaan dalalm sholat?

    Sukron, Wassalamualikum.

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Fatih
      Wa’alaikumussalam. Hukumnya makruh, menurut pendapat yang terkuat. Oleh karena itu sebaiknya menggunakan bahasa arab. Berdoalah dengan doa2 bahasa arab yang umum yang mencakup seluruh kebaikan seperti ‘Rabbana Atiina Fid Dunya Hasanah …dst’

  • zaenal

    Ijin Share ya Ustad..Syukron “Wassaalam”

  • ainy

    izin share..jzkllh..

  • ainy

    izin share..jazakallah..

  • ummi hatim athiyya

    assalamu’alaikum

    izin copy dan share yaa

    barakallahu fikum,
    wasalamu’alaikum

  • agus

    Alhamdulillah…
    Izin share Ustad..

  • yadi

    Alhamdulillah, nambah ilmu

  • ade imelda moeloek

    Assalamualaikum.,

    trimkasih ilmu nya ustads.
    Mau tanya., jika kita sdh memohon d waktu2 doa d ijabah, tp doa2 tsb belum terjawab.

    Bgm kita mensikapiny agar tetep yakin Allah pasti mengabulkan permohonan kita tsb.

  • adrian

    izin share ya ustad.

  • adrian

    ustadz izin share jazakallah khairan

  • muhamad roijal

    ana masih bingung berarti doa buka puasa yang selama ini saya baca gag ada hadist yang di ajarkan oleh rasullah saw
    terus doa yang mana yang dibaca ketika berbuka tadz

  • Andri bin Hajidi

    sangat bermanfaat,, ijin share ustad,, syukron

  • samingun

    izin copas

  • http://fadhilahlowe.wordpress.com nur fadhilah

    minta izin share ye.

  • Rizky

    Alhamdulillah..

  • tya

    subhanallah

  • feri

    Alhamdulillah ana dapat ilmu yang lebih dalam

  • dedy

    Alhamdulillah, semoga saudara saudara kita juga membaca artikel ini. Amiin

  • suhaepi

    assalamualaikum
    saya mo nya kenapa arab nya ga ad patah domah nya,,????

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #suhaepi
      Wa’alaikumussalam. Agar pembaca terpacu untuk belajar bahasa arab. Silakan kunjungi:
      http://badaronline.com

  • aginc

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Alhamdulillah dapat hikmah dan mohon ijin untuk disave.Terimakasih.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  • Abu Sulthan

    Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh ! Akhi Yulian, saya mau bertanya tentang waktu berdo’a sebelum salam pada shalat wajib. Di dalam kitab Sifat Shalat Nabi karya Syekh Albani bahwa setelah shalawat pada Nabi SAW di tahiyat akhir disunnahkan bahkan dibilang sunnah muakaddah untuk membaca do’a berlindung dari azab jahannam, azab kubur, fitnah hidup & mati, dan fitnah dajjal. Pertanyaan saya adalah apakah membaca do’a ini pada shalat sunnah menyalahi syari’at Nabi SAW ? Selanjutnya pertanyaan saya yaitu apakah adab-adab berdo’a seperti membaca ashma’ul husna, shalawat Nabi dan amin dan yang lainnya berlaku sama pada saat ber’oa waktu sujud dan sebelum salam? Jazaakallahu bikhair !

  • ANWAR

    ALHAMDULILLAH IJIN SHARE

  • La Asa

    Terimah kasih ya Allah Engkau bukakan pikiran dan hatiku untuk lebih mengenal Mu,,, terimah ksih semua saudaraku,,, dimanapun anda berada. ijin untuk menyebarkan ya stat..

  • sundarmi

    alhamdulillah dapat tambahan ilmu

  • http://gurukita-maribelajar.blogspot.com ummiyatii al hariri

    subhanallah, dan sekarang hari rabu, di antara sholat dzuhur dan ashar…

  • eka wahyu

    assalamu’alaikum
    alhamdulillah,,
    eka dan teman2(umat islam)mmbutuhkan para ulama’,dan orang2 yg mngrti islam,,untuk mnuju syurgaMU,
    AMIN . .. . . ..

  • Caton

    Assalamu’alaikum,

    Ustadz, ketika kita akan berdo’a sebelum salam [poin no. 7], apakah kita tetap berisyarat dengan jari telunjuk (tetap menegakkan jari telunjuk) sampai ketika kita akan mengucapkan salam (menyudahi sholat)?

    Jika berdo’a sebelum salam tersebut disyariatkan pada sholat wajib, bagaimana dengan sholat sunnah seperti pada sholat istikharah dan tahajjud? Apakah tidak diperbolehkan, atau dialihkan setelah salam (sholat sunnah)?

    Terima kasih atas jawaban ustadz. Jazzakallahu khair.

    • http://ustadzaris.com Aris Munandar

      #Caton #GusMind #Abu Sulthan
      Wa’alaikumussalam,
      - Tetap berisyarat
      - Doa sebelum salam itu berlaku untuk shalat wajib dan shalat sunnah.

  • Izzah

    Alhamdulillah…
    Apakah ada doa2 tertentu sj…
    atw bolehkah kita meminta/berdoa apa sj?

    • http://rumaysho.com Abduh Tuasikal

      @ Izzah, boleh minta doa apa sj saat itu untuk urusan akhirat dan dunia.

  • black lotuz

    ass pak ustd.
    bleh tanya gk?
    ini tentang kunut waktu subuh, apakah itu benar – benar sunat?
    trus apabila tidak itu bagaimana?
    klo bisa pak ustadz krim via e-mail sya.
    nama saya lotuz, sya orang yang zalim, mohon bantuan ustadz untuk bisa membantu tobatku..
    wass.
    ditunggu

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #black lotus
      Yang benar, tidak perlu membaca doa qunut. Berdasarkan hadits Abu Malik bin Sa’id Al Asy-ja’i:
      عَنْ أَبِيهِ صَلَّيْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يَقْنُتْ ، وَصَلَّيْتُ خَلْفَ أَبِي بَكْرٍ فَلَمْ يَقْنُتْ ، وَصَلَّيْتُ خَلْفَ عُمَرَ فَلَمْ يَقْنُتْ ، وَصَلَّيْتُ خَلْفَ عُثْمَانَ فَلَمْ يَقْنُتْ وَصَلَّيْتُ خَلْفَ عَلِيٍّ فَلَمْ يَقْنُتْ ، ثُمَّ قَالَ يَا بُنَيَّ إنَّهَا بِدْعَةٌ } رَوَاهُ النَّسَائِيّ وَابْنُ مَاجَهْ وَالتِّرْمِذِيُّ وَقَالَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
      Dari ayahku, ia berkata: ‘Aku pernah shalat menjadi makmum Nabi Shallallahu’alaihi Wassallam namun ia tidak membaca Qunut, Aku pernah shalat menjadi makmum Abu Bakar namun ia tidak membaca Qunut, Aku pernah shalat menjadi makmum Umar namun ia tidak membaca Qunut, Aku pernah shalat menjadi makmum Utsman namun ia tidak membaca Qunut, Aku pernah shalat menjadi makmum Ali namun ia tidak membaca Qunut. Wahai anakku ketahuilah itu perkara bid’ah‘” (HR. Nasa-i, Ibnu Majah, At Tirmidzi. At Tirmidzi berkata: “Hadits ini hasan shahih”)

  • http://www.watchmosphere.com wahyudi

    Ya Allah Kabulkanlah do’a dan akhirilah cobaanMu dengan sesuatu yang sangat indah kuatkanlah iman ……. amin

  • Pingback: Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah » Menghadapi Orang Tua Yang Bermaksiat

  • http://totokdariyanto.blogspot.com totok dariyanto

    mohon ijin share ke blog saya. semoga Halal dengan menyertakan sumbernya

  • Acep lukmanul hakim

    ألف شكر جزيل

  • Acep lukmanul hakim

    JAZZAKUMULLAH KHOIRON KATSIRO

  • Tri Muhrodji

    Sesuai dengan hadis Rasulullah: “Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim, no.482)Ada yang memahami dengan melakukan sujud berlama-lama pada rakaat terakhir sambil membaca doa. Sementara ada yang berpendapat Nabi SAW tidak pernah melakukannya. Mana yang benar, mohon penjelasan dari Al-Ustadz. Sukron

  • Pingback: Menghadapi Orang Tua Yang Bermaksiat « Muslim.Or.Id Mobile

  • GIlang Arianto

    syukron pak ustadz.. saya dapet ilmu lagi.. amiinnn smoga berkah ilmunya..

  • bino

    Alhamdulillah,,,sangat bermanfaat membaca artikel ini, saya jadi lebih tau, makasih ya ustad dan minta izin untuk di share ya ustad,

  • Gus Mind

    Assalamu’alaikum.
    Doa setelah shalat tidak ada syariat dan hadits yang shahih?
    Mengenai waktu mustajabbah point 6 dan 7, ketika sujud dan sebelum salam, apakah hanya pada shalat-shalat wajib atau juga pada shalat sunah. Dan bagaimana tata cara dan lafadz doa-doanya. Mohon penjelasan, jika ada tambahkan link tentang cara dan lafadz2 doanya dari hadits yang shahih.

  • http://iqrominissa.multiply.com Alifianty

    Jazakillah, bermanfaat sekali. Izin share

  • abu hafshah

    ijin share ustadz..jazakallah khairan

  • http://www.suksesarea.com M.Bayu Aji

    Subhanallah ilmu yang sangat bermanfaat bagi kita semua perlu selalu diamalkan semoga doa kita yang terbaik secepatnya dikabulkan:_) Amin Ya ALLAH SWT

  • Pingback: Seorang Salafi Bershalawat Ratusan Kali Setiap Hari « Kang Aswad

  • Pingback: Jejak Browsing | Perseverance

  • Pingback: Kaum Salafi Pelit Untuk Ber-Shalawat…?! Eitss… Nanti Dulu… « Blog Abu Umamah™

  • yosi

    Alhamdulillah tulisan ini menambah ilmu lagi terutama tentang mustajabahnya doa pada hari rabu antara Dhuhur dan Ashar yang benar benar ana tidak mengetahuinya.
    Jazakumulloh Khoir

  • abu hizba

    Lihatlah manusia, ketika ada orang meminta sesuatu darinya ia merasa kesal dan berat hati. Sedangkan Allah Ta’ala mencintai hamba yang meminta kepada-Nya. Bolehkah kita membandingkan sifat Allah dengan makhluknya? Bukankah bagi Allah tidak ada perbandingan ?

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #abu hizba
      Pembandingan sifat Allah dengan sifat makhluk itu banyak terdapat di dalam Al Qur’an, tentu saja ini dalam rangka menunjukkan betapa kecilnya dan lemahnya makhluk dibandingkan dengan Allah.

      إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَنْ يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ وَإِنْ يَسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْئًا لَا يَسْتَنْقِذُوهُ مِنْهُ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوبُ (73) مَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ
      Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah. Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa” (QS. Al Hajj: 22)

      أَوَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَكَانُوا أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعْجِزَهُ مِنْ شَيْءٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ إِنَّهُ كَانَ عَلِيمًا قَدِيرًا
      Dan apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka, sedangkan orang-orang itu adalah lebih besar kekuatannya dari mereka? Dan tiada sesuatupun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa” (QS. Fathir: 44)

      وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
      Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS. Al Baqarah: 216)

      وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللَّهُ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ
      Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya” (QS. Al Anfal: 30)

      Dan masih banyak lagi…

  • masrul

    Semoga ummat makin banyak membacanya dan mengamalkannya

  • nur azis

    asslamualaikum, ustd..ana pernah melihat seorang ikhwan mengankat tangan berdoa ketika selesai sholat sunnah rowatib qobliyah,apakah hal ini ada tuntunannya? syukron

  • Ali Rachman

    Ass, Ustd mohon izin untuk mengcopy untuk ditampilkan di wall facebook, Insya Allah mdh-2an menjadi tambahan Ilmu untuk saya dan teman-2…Wass

  • niSa

    assalamualaikum warahmatullah..

    saya ingin bertanya, apa bila kita pernah berdoa tentang keburukan,apakah kita bisa menarik doa tersebut?
    maksudnya menyesali doa tersebut, dan berharap kebaikan…

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #niSa
      Wa’alaikumussalam Warahmatulllah, Allah tidak menerima do’a yang buruk. Namun Allah Ta’ala mengabulkan doa orang yang dizhalimi andai ia meminta keburukan ditimpakan kepada orang yang menzhalimi. Namun jika yang dizhalimi memaafkan itu lebih baik dan Allah Maha Mengetahui.

  • viedz

    Assalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh,
    saya mo tanya ttg surat annisa ayat 103 tentang berdo’a stlh shalat yang bpk tulis

    kalimat ” fajkurullaha ” itukan artinya “mengingat” bukan “berdzikir” dan kata mengingat itu kan luas maknanya pak

    mohon pencerahannya supaya bisa lebih dmengerti
    terima kasih

    wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #viedz
      Secara bahasa, dzikir artinya mengingat. Namun para ulama menafsirkan ayat tersebut dengan dzikir ibadah, bukan sekedar mengingat.
      Demikian juga, shalat secara bahasa artinya doa. Apakah cukup dengan berdoa 5x sehari lantas kita sudah memenuhi kewajiban shalat?

  • Pingback: Kompilasi Artikel Islam Pilihan (bagian 1) | DAKWAH TAUHID

  • sugeng thea

    assalamu alaikum warohmatullohi wabarokatuh… ijin share ya. syukron.

  • Thamrin

    Assalamu’alikum wr.wb.
    Mohon penjelasannya untuk do’a bersama untuk acara setelah pengajian, setelah pemakaman mayyit di-kuburan atau kunjungan kepada seseorang yang sedang sakit.
    Dzasakumullah Khoir.

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Thamrin
      Wa’alaikumussalam, semua itu tidak pernah di ajarkan oleh Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.

  • joelian

    Assalamualaikum
    Jika berdoa setelah shalat wajib dilakukan tidak rutin, hanya kadang-kadang atau sesekali apakah boleh?

    salam

    • http://rumaysho.com Muhammad Abduh Tuasikal

      @ Joelian
      Wa’alaikumus salam. Do’a sesudah shalat wajib itu boleh asalkan sesudah membaca dzikir setelah shalat. Demikian pandangan para ulama madzhab.

  • halim

    syukron sdh berbagi ilmu, yg mana pesantren kebanyakan blum mengajarkan selengkap ini,. .. .. semoga para kiyai dan ustad pesantren dan muslim pada umumnya lebih banyak belajr hadist dan kajian AlQuran lagi.

    amiiin…

  • agung

    Assalamu’alikum wr.wb.
    Do’a berbuka puasa yg tersebar luas dimasyarakat menurut anda haditsnya palsu. yg benar menurut hadits ato yg sering dibaca oleh rasul saat berbuka puasa do’anya apa? mohon penjelasannya…….wassalam

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #agung
      Wa’alaikumussalam, silakan dibaca dengan cermat, sudah saya tuliskan doa yang benar.

  • sutzilo

    Assalamulaikum wr wb…

    Ustadz, mohon izin untuk menge-share ya…
    terima kasih
    Wassalamulaikum wr wb

  • hafidz

    alhamdulillah.. syukran, jazakumullah khairan atas ilmunya..

  • http://petani-berdasi.blogspot.com nofrianil

    assalamu’alaikum ustadz, ana minta bantuan ustadz untuk menjawab hal yang masih ragu dalam pemahaman ana, yaitu apakah boleh membaca doa ketika sujud baik shalat fardhu maupun shalat sunnah untuk keperluan kita dengan bahasa indonesia?? tolong disertakan dalilnya ustadz
    terimakasih

  • walker

    mau tanya, apabila doa yang pada waktu shalat sujud dan sebelum salam apakah harus pakai bahasa arab? lalu waktunya pasti terbatas jika berjamaah, lalu kalau begitu apakah tidak diperbolehkan berdoa setelah dzikir shalat? (dari segi bahasa dan waktu)

    maaf……

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #walker
      Jika ingin berdoa yang waktunya luas, banyak sekali kesempatannya diantara waktu2 yang kami sebutkan di atas. Salah satunya, antara adzan dan iqamah.

      Adapun setelah shalat wajib, tidak boleh merutinkan berdoa ketika itu atau menganggap dianjurkannya berdoa ketika itu, karena berarti menambah 1 tata cara baru dalam shalat. Adapun jika berdoa setelah shalat itu karena kebetulan ada hajat yang ingin diminta kepada Allah ketika itu maka tidak masalah.

      kata عند menunjukkan waktunya itu berdekatan dengan berbuka, baik sebelum atau sesudahnya. Allahu’alam.

  • walker

    nambah yang waktu bebruka itu buka dulu baru doa atau doa dulu baru buka?
    atau tidak ada masalah antara keduanya…….?

  • slamet riyadi

    jazakumullah khairan,, terima kasih akhi atas pemaparannya.
    mudah2an ats izin allah semuanya mendpat berkah.

  • Nanang Suhendri

    Assalamu’alaikum, ini akh Yulian yang dulu Dewan Formatur KMFM ya? Ana mau nanya mungkin ini subhat dalam hati ana, kadang terbersit dalam hati, kalo Alloh selalu turun ke langit dunia tiap sepertiga malam akhir, bagaimana dengan keadaan di negeri kita waktu sahur, di belahan negeri lain mungkin masih tengah malam. Apakah Alloh (yang maha suci dari penyerupaan dengan makhluk)setelah turun ke langit dunia di belahan negeri yang mendapati sepertiga malam akhir dan terus DIA kembali bersemayam ke Arsy-NYA dan turun ke belahan negeri yang lain yang waktu itu tengah berada pada sepertiga malam yang akhir?

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Nanang Suhendri
      Wa’alaikumussalam, iya akhi, baarakallahu fiik.
      Allah memiliki sifat nuzul (turun), namun turunnya Allah tidak sama seperti turunnya makhluk. Pertanyaan yang demikian mau-tidak-mau harus mengasumsikan bahwa turunnya Allah sama dengan turunnya makhluk.
      Adapun aqidah ahlussunnah, mengimani sifat Allah tanpa takyif, yaitu tanpa mempertanyakan bagaimana-nya.

  • http://forumfredy.com Abu Ahmad

    Assalamu alaikum, Yaa Utadz
    Berkaitan dengan point 7, yaitu berdoa di akhir sholat, saat sholat berjama’ah, apakah panjangnya do’a kita disesuaikan dengan salam-nya imam, atau kami boleh memperpanjang tasyahud kami karena do’a kami yang panjang, sehingga walaupun imam sudah mengucapkan salam, kami tetap membaca do’a?? Mohon jawabannya Ustadz,

    Jazakallohu Khoiron

  • Mas Aries

    Assalamualaikum….

    Senang berjumpa dg Yulian Purnama…..numpang berkenalan…
    sy suka sekali membaca ulasan Hadits yg sdr muat dalam forum ini…bahkan sy sering jg mengcopy ulasan Hadits yg sdr muat …mohon maaf, karena sy telah memuat di Facebook dlm status tulisan sy tanpe seijin sdr..sekali lagi mohon maaf….semoga ilmu yg saudara sampaikan dapat menambah wawasan sy…..
    dan bermanfaat bagi orang-orang yg membaca tulisan sdr…
    wasalam…

  • HariFDay

    Assalamualaikum Warahmatullah,

    Mohon penjelasan saya tidak bisa copas beberapa potong artikel dalam muslim.or.id. bagaimana saya supaya saya bisa copas bagian-bagian artikel tertentu terset. Ini sebagai pelengkap catatan saya.

    Baarakallufyk,

  • diar

    Subhanalloh…ijin copas..

  • dwi

    bagaimana dengan ayat dalam Alquran yang menyuruh kita berdoa setelah sholat (wajib)?

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #dwi
      Coba sebutkan ayatnya

  • ami

    Assalamualaikum, alhamdulillah bagus bisa gak di tag, syukron

  • Pingback: Shalawat Nabi | Mualaf Indonesia

  • Pingback: WAKTU – WAKTU TERKABULNYA DOA | censafalrablog

  • Pingback: Siapa Bilang Salafi Pelit Bershalawat? | Ukhtii '90

  • Pingback: Siapa Bilang Salafi Pelit Bershalawat? | Muslim.Or.Id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

  • Pingback: Allah Begitu Dekat pada Orang yang Berdoa | Muslim.Or.Id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

  • Pingback: Waktu-Waktu yang Baik Buat Berdo’a | KMFM UGM

  • daniel ramadhan

    assalamualaikum

    izin copast buat blog saya
    terimakasih

@muslimindo

    Message: Rate limit exceeded, Please check your Twitter Authentication Data or internet connection.