Ringan di Lisan Berat di Timbangan

Kategori: Doa dan Wirid

35 Komentar // 9 February 2009

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua buah kalimat yang ringan di lisan namun berat di dalam timbangan, dan keduanya dicintai oleh ar-Rahman, yaitu ‘Subhanallahi wabihamdihi, subhanallahil ‘azhim’.” (HR. Bukhari [7573] dan Muslim [2694])

Syaikh al-Utsaimin rahimahullah menerangkan, “Kedua kalimat ini merupakan penyebab kecintaan Allah kepada seorang hamba.” Beliau juga berpesan, “Wahai hamba Allah, sering-seringlah mengucapkan dua kalimat ini. Ucapkanlah keduanya secara kontinyu, karena kedua kalimat ini berat di dalam timbangan (amal) dan dicintai oleh ar-Rahman, sedangkan keduanya sama sekali tidak merugikanmu sedikitpun sementara keduanya sangat ringan diucapkan oleh lisan, ‘Subhanallahi wabihamdih, subhanallahil ‘azhim’. Maka sudah semestinya setiap insan mengucapkan dzikir itu dan memperbanyaknya.” (Syarh Riyadh as-Shalihin, 3/446).

Di dalam hadits ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut Allah dengan nama-Nya ar-Rahman –Yang Maha pemurah-. Hikmahnya adalah –wallahu a’lam- karena untuk menunjukkan keluasan kasih sayang Allah ta’ala. Sebagai contohnya, di dalam hadits ini diberitakan bahwa Allah berkenan memberikan balasan pahala yang banyak walaupun amal yang dilakukan hanya sedikit (lihat Taudhih al-Ahkam, 4/883)

Subhanallahi Wabihamdih
Makna ucapan subhanallah –Maha suci Allah- adalah; anda menyucikan Allah ta’ala dari segala aib dan kekurangan dan anda menyatakan bahwa Allah Maha sempurna dari segala sisi. Hal itu diiringi dengan pujian kepada Allah –wabihamdih- yang menunjukkan kesempurnaan karunia dan kebaikan yang dilimpahkan-Nya kepada makhluk serta kesempurnaan hikmah dan ilmu-Nya (lihat Syarh Riyadh as-Shalihin li Ibni Utsaimin, 3/446)

Apabila telah terpatri dalam diri seorang hamba mengenai pengakuan dan keyakinan terhadap kesucian pada diri Allah dari segala kekurangan dan aib, maka secara otomatis akan terpatri pula di dalam jiwanya bahwa Allah adalah Sang pemilik berbagai kesempurnaan sehingga yakinlah dirinya bahwa Allah adalah Rabb bagi seluruh makhluk-Nya. Sedangkan keesaan Allah dalam hal rububiyah tersebut merupakan hujjah/argumen yang mewajibkan manusia untuk mentauhidkan Allah dalam hal ibadah –tauhid uluhiyah-. Dengan demikian maka kalimat ini mengandung penetapan kedua macam tauhid tersebut –rububiyah dan uluhiyah- (lihat Taudhih al-Ahkam, 4/885)

Makna pujian kepada Allah
Al-Hamdu atau pujian adalah sanjungan kepada Allah dikarenakan sifat-sifat-Nya yang sempurna, nikmat-nikmat-Nya yang melimpah ruah, kedermawanan-Nya kepada hamba-Nya, dan keelokan hikmah-Nya. Allah ta’ala memiliki nama, sifat dan perbuatan yang sempurna. Semua nama Allah adalah nama yang terindah dan mulia, tidak ada nama Allah yang tercela. Demikian pula dalam hal sifat-sifat-Nya tidak ada sifat yang tercela, bahkan sifat-sifat-Nya adalah sifat yang sempurna dari segala sisi. Perbuatan Allah juga senantiasa terpuji, karena perbuatan-Nya berkisar antara menegakkan keadilan dan memberikan keutamaan. Maka bagaimana pun keadaannya Allah senantiasa terpuji (lihat al-Qawa’id al-Fiqhiyah karya Syaikh as-Sa’di, hal. 7)

Syaikh al-Utsaimin rahimahullah berkata, “al-hamdu adalah mensifati sesuatu yang dipuji dengan sifat-sifat sempurna yang diiringi oleh kecintaan dan pengagungan -dari yang memuji-, kesempurnaan dalam hal dzat, sifat, dan perbuatan. Maka Allah itu Maha sempurna dalam hal dzat, sifat, maupun perbuatan-perbuatan-Nya.” (Tafsir Juz ‘Amma, hal. 10)

Subhanallahil ‘Azhim
Makna ucapan ini adalah tidak ada sesuatu yang lebih agung dan berkuasa melebihi kekuasaan Allah ta’ala dan tidak ada yang lebih tinggi kedudukannya daripada-Nya, tidak ada yang lebih dalam ilmunya daripada-Nya. Maka Allah ta’ala itu Maha agung dengan dzat dan sifat-sifat-Nya (lihat Syarh Riyadh as-Shalihin li Ibni Utsaimin, 3/446).

Hal itu menunjukkan keagungan, kemuliaan, dan kekuasaan Allah ta’ala, inilah sifat-sifat yang dimiliki oleh-Nya. Di dalam bacaan dzikir ini tergabung antara pujian dan pengagungan yang mengandung perasaan harap dan takut kepada Allah ta’ala (lihat Taudhih al-Ahkam, 4/884-885).

35 Komentar

  1. rohim
    10 Feb 2009 [Permalink]

    makasih ya artikelnya.
    semoga bermanfaat…..

  2. wong dheso
    10 Feb 2009 [Permalink]

    Ketika berjalan atau berkendaraan di jalan menurun ucapkan ” Subhanallah “

  3. azzamzami ad din
    10 Feb 2009 [Permalink]

    Rasulullah SAW selalu menganjurkan para sahabat & kaum mukmin tuk selalu membasahi bibir dengan kalimat-kalimat dzikir (tasbih, tahmid & tahlil). Ibadah semacam ini dapat menghadirkan ketenangan & kemaslahatan bagi jiwa seseorang. Ucapan yang paling mulia dan tinggi nilainya disisiNya adalah dzikir dan shalawat. Pengharapan yang paling mulia dalam ibadah manusia adalah do’a. Hamdallah.

  4. hamba Allah
    11 Feb 2009 [Permalink]

    Assalamu’alaikum
    kpd admin situs ini,ana mohon dibahas bgmn menyikapi perbedaan yang ada dalam islam.krn tdk sedikit orang yg selalu mengajak menghargai perbedaan tanpa ada batasan yg jelas perbdaan yg dimaksud,bahkan trmasuk menghargai perbedaan dng syi’ah,krn diantara 4 imam madshab pun tidak smua pendapatnya sama persis
    nb:klo bisa koment ini tidak usah di post

  5. amrul
    15 Feb 2009 [Permalink]

    bismillah.. syukron artikelnya dan semoga bermanfaat. ana inin copy ya

  6. Denny
    24 Feb 2009 [Permalink]

    Aq seorg mualaf thn 2006, mhon bantuan ny utk mengenal islam lbh jauh. Trims, wassalam

  7. ummu ibrahim
    02 Mar 2009 [Permalink]

    Ana ijin copy artikel ini ke blog ana ya, jazakumullah khair

  8. iyan
    26 Mar 2009 [Permalink]

    Syukur Alhamdulilllah…klo boleh usul (tulis juga donk hadist ama ayat al-qur’annya,pasti lebih indah dan enak dibacanya)sukses selalu oke

  9. ade arif
    03 Apr 2009 [Permalink]

    Alhamdulilah ada pencerahan di hati ane

  10. faisal anwar
    16 Aug 2009 [Permalink]

    ass…
    ana copy y

  11. tarkim
    19 Oct 2009 [Permalink]

    mohon izin copas ya…makasih

  12. khafidl khafidi
    28 Oct 2009 [Permalink]

    assalamu’alaikum wrwb.
    afwann sy ijin share di facebook dan pasang di blog sy ya. jazakumullahu khoiro.
    wassalamu’alaikum wrwb

  13. hadi sukaryanto
    03 Feb 2010 [Permalink]

    assalamu alaikum wr.wb

    setelah saya membaca artikel2 yang terdapat di muslim.or.id. hati saya seakan-akan lupa akan dunia dan saya hanya memikirkan akhirat, bergetar hati saya, takut menyelimuti dalam diriku. terima kasih kepada muslim.or.id

    wassalamu alaikum wr.wb

  14. aditya
    14 May 2010 [Permalink]

    Assalamualaikum.akhi, syukran..artikelnya bagus.semoga Allah selalu memberikan antum hidayah diatas Al-qur’an dan Sunnah menurut pemahaman Shalafsh Sholeh^_^
    minta tolong ana di tag juga ya..
    afwan, ana izin mengkopi untuk di sebarkan perkara yang Haqq ini^_^
    baarokallaahu fiiKUM…

  15. anik
    18 May 2010 [Permalink]

    ijin copy ya…. makasih

  16. Akhmad Rohim
    09 Jun 2010 [Permalink]

    Syukron atas informasinya…Jazakallah

  17. ali
    20 Jun 2010 [Permalink]

    subhanallah
    amalah: ringan di lidah, berat dalam timbangan di akhirat. sungguh rugi orang yg melalaikan amalan ini…

    smg kita termasuk orang2 yg dimudahkan Allah untuk selalu berdzikir kepada-Nya, khususnya dalam mengamalkan dzikir ini….

    “Allahu a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatika”

  18. sadewa
    20 Aug 2010 [Permalink]

    assalamualaikum Wr.Wb, minta Izin share and copy.

  19. salmon nofendra
    06 Sep 2010 [Permalink]

    assalamu’alaikum wrwb. mohon izin copi pas …………makasih ………salam ..

  20. indra
    17 Sep 2010 [Permalink]

    aslm
    perkenalkan saya indra. Saya meminta do’a yang sesuai dengan sunah rasul untuk saudara/orang yang telah wafat dan adab2 nya
    waslm

  21. uun
    23 Sep 2010 [Permalink]

    subhanallah…

  22. Yulian Purnama
    13 Nov 2010 [Permalink]

    #Indra
    Berikut ini kami nukilkan beberapa doa dari sunnah Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, dari kitab Al Adzkar An Nabawiyyah Fil Hayah Yahumiyyah karya Syaikh Abdullah Bin Ahmad Al ‘Allaf Al Ghamidi.
    Doa 1
    “اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وارحمْهُ وعافِهِ واعفُ عنه وأكرم نُزُله ووسِّع مُدْخَله، واغسله بالماء والثلجِ والبرد، ونَقِّه من الخطايا كما نقَّيْتَ الثوبَ الأبيض من الدّنَس، وأبدِلْهُ داراً خيراً من دارِهِ، وأهلاً خيراً من أهله وزوجاً خيراً من زوجه وأدْخِلهُ الجنَّة وأعِذه من عذاب القبرِ (ومن عذاب النَّار)”
    (رواه مسلم 2/663)
    Doa 2
    “اللَّهُمَّ إن فُلانَ بن فَلان في ذِمَّتِك، وحبْلِ جِوارِكَ، فَقِهِ من فتنة القبر وعذاب النَّار، وأنت أهلُ الوفاءِ والحقِّ ، فاغفِرْ لَهُ وارحمْهُ إنَّك أنتَ الغفورُ الرَّحيم” .
    صحيح (صحيح ابن ماجه 1/251)
    Doa 3
    “اللَّهُمَّ عبدك وابن عبدك وابن أمتك احتاج إلى رحمتك، وأنت غني عن عذابِه، إن كان مُحسناً فزده في حسناته وإن كان مُسيئاً فتجاوز عنه” رواه الحاكم وصححه ووافقه الذهبي .
    (انظر أحكام الجنائز للألباني ص 159)
    Doa 4
    Jika mayyit adalah seorang anak kecil:
    “اللَّهُمَّ أعِذه من عذاب القبر”
    حسن (أحكام الجنائز للألباني ص 161)
    Doa 5
    “اللَّهُمَّ اجعله فرطاً وسلفاً، وأجراً) .
    موقوف على الحسن ـ البخاري تعليقاً
    Doa 6
    “اللهم اغفر (لفلان) وارفعِ درجَتَهُ من المهديِّين واخلُفْهُ في عَقبِهِ في الغَابِرينَ واغفِرْ لنَا ولَهُ يا ربَّ العالمينَ وافسَحْ لهُ في قبرِه ونوِّر لَهُ فيه”. (رواه مسلم 2/634)

  23. umi nabilah
    07 Dec 2010 [Permalink]

    mohon ijin share artikel y

  24. umi nabilah
    07 Dec 2010 [Permalink]

    mohon ijin share artikel ya jazakillah khoir

  25. aginc
    04 Feb 2011 [Permalink]

    mohon ijin share artikelnya, terima kasih.

  26. venus
    25 Mar 2011 [Permalink]

    mohon izin share y ustad

  27. Nia
    03 Apr 2011 [Permalink]

    Subhanallah..
    Mohon izin share ya ustadz

  28. yadi
    10 May 2011 [Permalink]

    subhanallah…mhn ijin share ya..jazakillah khoiron

  29. anggi mugiana
    20 May 2011 [Permalink]

    assalamu’alaikum..
    mhon izin share ya…
    jazakallahu..

  30. ummu nabilah
    24 May 2011 [Permalink]

    mohon ijin share artikel y jazakillah khoir

  31. Winarti
    25 Jun 2011 [Permalink]

    Jazakallah,Subhanallah…..Alhamdulillah, ….Ilmu dan Info serta pencerahan Fikiran dan kalbu ini InsyaAllah akan sangat bermanfaat untuk kami

  32. Muhammad blablabla
    04 Sep 2011 [Permalink]

    Assalamualaikum WR WB
    Pak Ustad maksudnya ringan di Lisan berat di timbangan maksudnya berat di timbangan itu maksudnya Pahalanya berat ketika ditimbang di akhirat kelak?wasalamualaikum wr wb

  33. Yulian Purnama
    16 Sep 2011 [Permalink]

    #Muhammad
    Wa’alaikumussalam, ya.

Tinggalkan Komentar

Kembali ke Atas