<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Dari Redaksi: Wahai Saudaraku, Prioritaskan Dakwah Tauhid!!</title>
	<atom:link href="http://muslim.or.id/dari-redaksi/dari-redaksi-wahai-saudaraku-prioritaskan-dakwah-tauhid.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslim.or.id/dari-redaksi/dari-redaksi-wahai-saudaraku-prioritaskan-dakwah-tauhid.html</link>
	<description>Pesantren online agama Islam berdasarkan Qur&#039;an dan Sunnah dengan pemahaman Salafus Shalih</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 May 2012 14:39:11 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>Oleh: abunurul</title>
		<link>http://muslim.or.id/dari-redaksi/dari-redaksi-wahai-saudaraku-prioritaskan-dakwah-tauhid.html/comment-page-1#comment-62146</link>
		<dc:creator>abunurul</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Oct 2010 12:31:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=150#comment-62146</guid>
		<description>Penjelasan dari abu muhammad sangat simple dan terang..saya sangat setuju sekali masalah khilafah bukanlah tujuan utama.. Tauhidlah sebenarnya masalah bangsa ini..mulai dari orang awam,pejabat,sampai sampai kyai pun tidak luput dari masalah tauhid dan masih perlu di dakwahi juga..
watak pemimpin bangsa ini adalah cermin dari masyarakatnya itu sendiri..

jazakallah khair ya abu muhammad !!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Penjelasan dari abu muhammad sangat simple dan terang..saya sangat setuju sekali masalah khilafah bukanlah tujuan utama.. Tauhidlah sebenarnya masalah bangsa ini..mulai dari orang awam,pejabat,sampai sampai kyai pun tidak luput dari masalah tauhid dan masih perlu di dakwahi juga..<br />
watak pemimpin bangsa ini adalah cermin dari masyarakatnya itu sendiri..</p>
<p>jazakallah khair ya abu muhammad !!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abu Syafiq</title>
		<link>http://muslim.or.id/dari-redaksi/dari-redaksi-wahai-saudaraku-prioritaskan-dakwah-tauhid.html/comment-page-1#comment-62138</link>
		<dc:creator>Abu Syafiq</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Oct 2010 08:43:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=150#comment-62138</guid>
		<description>Assalammu&#039;alaikum, mungkin sekedar saran bwt pengurus website. Mungkin lebih bagus jika per artikel ada link &quot;like&quot; untuk facebook, sehingga jika meng-&quot;like&quot; artikel tadi, di status facebook akan muncul bahwa si fulan suka artikel ini berikut dengan alamat web tsb dan secara tidak lsg ikut berdakwah, mski tdk spt tool &quot;share&quot; pd fb. Afwan jika krg berkenan. Cth spt di link berikut ust aris berikut : http://ustadzaris.com/sepuluh-amal-penghapus-dosa</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalammu&#8217;alaikum, mungkin sekedar saran bwt pengurus website. Mungkin lebih bagus jika per artikel ada link &#8220;like&#8221; untuk facebook, sehingga jika meng-&#8221;like&#8221; artikel tadi, di status facebook akan muncul bahwa si fulan suka artikel ini berikut dengan alamat web tsb dan secara tidak lsg ikut berdakwah, mski tdk spt tool &#8220;share&#8221; pd fb. Afwan jika krg berkenan. Cth spt di link berikut ust aris berikut : <a href="http://ustadzaris.com/sepuluh-amal-penghapus-dosa" rel="nofollow">http://ustadzaris.com/sepuluh-amal-penghapus-dosa</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: yadi</title>
		<link>http://muslim.or.id/dari-redaksi/dari-redaksi-wahai-saudaraku-prioritaskan-dakwah-tauhid.html/comment-page-1#comment-57311</link>
		<dc:creator>yadi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 16:10:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=150#comment-57311</guid>
		<description>assalamualaikum

perkara sudah jelas dan terang benderang :
1. Tauhid adalah prioritas
2. DEMOKRASI = haram, tidak perlu kita ikut kedalamnya,.dan DEMOKRASI Insya Alloh akan cepat bubar jika masyarakat sudah bertauhid dg benar
3. partai politik adalah bagian tidak terpisahkan dari DEMOKRAZY,..  tidaklah usah kita bergabung kedalamnya,.karena terbukti mereka menyimpang meskipun terdapat label dan atribut islam..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum</p>
<p>perkara sudah jelas dan terang benderang :<br />
1. Tauhid adalah prioritas<br />
2. DEMOKRASI = haram, tidak perlu kita ikut kedalamnya,.dan DEMOKRASI Insya Alloh akan cepat bubar jika masyarakat sudah bertauhid dg benar<br />
3. partai politik adalah bagian tidak terpisahkan dari DEMOKRAZY,..  tidaklah usah kita bergabung kedalamnya,.karena terbukti mereka menyimpang meskipun terdapat label dan atribut islam..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abduh Tuasikal</title>
		<link>http://muslim.or.id/dari-redaksi/dari-redaksi-wahai-saudaraku-prioritaskan-dakwah-tauhid.html/comment-page-1#comment-54561</link>
		<dc:creator>Abduh Tuasikal</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 May 2010 13:25:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=150#comment-54561</guid>
		<description>@ Aboud. 
Wa&#039;alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh,
Semoga Allah senantiasa merahmati antum.
Silakan merenungkan baik2 artikel khilafah berikut ini, insya Allah pertanyaan antum akan terjawab.
http://buletin.muslim.or.id/manhaj/tauhid-dulu-ataukah-khilafah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Aboud.<br />
Wa&#8217;alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh,<br />
Semoga Allah senantiasa merahmati antum.<br />
Silakan merenungkan baik2 artikel khilafah berikut ini, insya Allah pertanyaan antum akan terjawab.<br />
<a href="http://buletin.muslim.or.id/manhaj/tauhid-dulu-ataukah-khilafah" rel="nofollow">http://buletin.muslim.or.id/manhaj/tauhid-dulu-ataukah-khilafah</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Aboud</title>
		<link>http://muslim.or.id/dari-redaksi/dari-redaksi-wahai-saudaraku-prioritaskan-dakwah-tauhid.html/comment-page-1#comment-54284</link>
		<dc:creator>Aboud</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 May 2010 16:36:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=150#comment-54284</guid>
		<description>Assalammu&#039;alaikum wr wb.

Saya sangat tertarik dengan penjelasan yang diberikan oleh ustadz Abu Muhammad, tetapi hal tersebut masih menyisakan satu pertanyaan dalam benak saya...tepatnya pada kalimat ini &quot;MAKA DENGAN SENDIRINYA MASYARAKAT AKAN MEMBENTUK SUATU KHILAFAH…&quot;

JIka dmeikian, maka setelah di tarbiyah maka OTOMATIS akan muncul khilafah, yg ingin saya tanyakan apakah benar otomatis? saya masih sulit membayangkan hal otomatis bisa terjadi dalam kasus yg cukup serius seperti ini

Alasannya, katakan masyarakat sudah gak maun dukun - dukunan, imannya bener dan rajin ibadah seikhlas - ikhlas nya...tetapi di satu sisi pemerintah masih berdemokrasi ria, menerapkan kapitalisme - neoliberalisme serta macam - macam isme yg tidak jelas. Tentunya keadaan mereka masih cukup kuat lalu bagaimana nanti caranya khilafah berdiri? tersu terang saya tanya karena tidak terbayang dalam kepala saya

mohon pencerahannya ustadz....semoga Allah membalas kebaikan anda</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalammu&#8217;alaikum wr wb.</p>
<p>Saya sangat tertarik dengan penjelasan yang diberikan oleh ustadz Abu Muhammad, tetapi hal tersebut masih menyisakan satu pertanyaan dalam benak saya&#8230;tepatnya pada kalimat ini &#8220;MAKA DENGAN SENDIRINYA MASYARAKAT AKAN MEMBENTUK SUATU KHILAFAH…&#8221;</p>
<p>JIka dmeikian, maka setelah di tarbiyah maka OTOMATIS akan muncul khilafah, yg ingin saya tanyakan apakah benar otomatis? saya masih sulit membayangkan hal otomatis bisa terjadi dalam kasus yg cukup serius seperti ini</p>
<p>Alasannya, katakan masyarakat sudah gak maun dukun &#8211; dukunan, imannya bener dan rajin ibadah seikhlas &#8211; ikhlas nya&#8230;tetapi di satu sisi pemerintah masih berdemokrasi ria, menerapkan kapitalisme &#8211; neoliberalisme serta macam &#8211; macam isme yg tidak jelas. Tentunya keadaan mereka masih cukup kuat lalu bagaimana nanti caranya khilafah berdiri? tersu terang saya tanya karena tidak terbayang dalam kepala saya</p>
<p>mohon pencerahannya ustadz&#8230;.semoga Allah membalas kebaikan anda</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: djineman rowoh</title>
		<link>http://muslim.or.id/dari-redaksi/dari-redaksi-wahai-saudaraku-prioritaskan-dakwah-tauhid.html/comment-page-1#comment-40190</link>
		<dc:creator>djineman rowoh</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 14:35:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=150#comment-40190</guid>
		<description>@ Ustad ABU dan Ari : Subhanallah. Sebagai seorang awam dlm al Islam ini ( mendapat pelajaran Islam dari &#039;sekolah umum&#039;)sungguh tersentuh dan tercerahkan dengan argumen yg begitu indah : bgmn mungkin menbangun khilafah tanpa pondasi (tauhid)dengan membangun atapnya terlebih dahulu. Yah, memang kita semestinya realistis dg kondisi riel masyarakat. Kita mungkin terlalu bangga dan berharap banyak dg predikat &#039;mayoritas&#039; padahal kenyataannya  kemusyrikan ada dimana mana dari kemusrikan klasik spt pemujaan makam wali pengkultusan tokoh idola sampai perdukunan (dukun cilik ponari) sampi dg msyrik modern harta tahta wanita bahkan pemberhalaan akal pikiran. Awalnya memang saya &#039;terpaksa&#039; berharap penegakan syraiah dpt diperjuangkan lewat salah satu partai dg jargon partai dakwah namun dlm perjalanannya ternyata larut dlm politik pragmatis tdk konsisten dg platform yg diusung. Yah, kita memang harus realistis dg memprioritaskan pemurnian tauhid/akidah mulai dari diri sendiri keluarga dan masyarakat. Mudah2an kita bisa terhindar dari kemusyrikan sbg satu dosa tak terampuni. Wallahu&#039;alam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Ustad ABU dan Ari : Subhanallah. Sebagai seorang awam dlm al Islam ini ( mendapat pelajaran Islam dari &#8216;sekolah umum&#8217;)sungguh tersentuh dan tercerahkan dengan argumen yg begitu indah : bgmn mungkin menbangun khilafah tanpa pondasi (tauhid)dengan membangun atapnya terlebih dahulu. Yah, memang kita semestinya realistis dg kondisi riel masyarakat. Kita mungkin terlalu bangga dan berharap banyak dg predikat &#8216;mayoritas&#8217; padahal kenyataannya  kemusyrikan ada dimana mana dari kemusrikan klasik spt pemujaan makam wali pengkultusan tokoh idola sampai perdukunan (dukun cilik ponari) sampi dg msyrik modern harta tahta wanita bahkan pemberhalaan akal pikiran. Awalnya memang saya &#8216;terpaksa&#8217; berharap penegakan syraiah dpt diperjuangkan lewat salah satu partai dg jargon partai dakwah namun dlm perjalanannya ternyata larut dlm politik pragmatis tdk konsisten dg platform yg diusung. Yah, kita memang harus realistis dg memprioritaskan pemurnian tauhid/akidah mulai dari diri sendiri keluarga dan masyarakat. Mudah2an kita bisa terhindar dari kemusyrikan sbg satu dosa tak terampuni. Wallahu&#8217;alam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: abu muhammad</title>
		<link>http://muslim.or.id/dari-redaksi/dari-redaksi-wahai-saudaraku-prioritaskan-dakwah-tauhid.html/comment-page-1#comment-20502</link>
		<dc:creator>abu muhammad</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2008 07:59:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=150#comment-20502</guid>
		<description>Re :
Syah

&quot;mengapa pemimpin yang terpilih harus tetap ditaati walaupun terpilih melalui sistem demokrasi&quot;

jawab:
karena mentaati pemimpin diperintahkan oleh Allah Ta&#039;ala kepada orang2 yang ber-iman
&quot;Wahai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul serta ( taatilah) pemimpin kamu... &quot; (An-Nisaa:59)

sedangkan demokrasi?..siapa yang mencetuskan demokrasi?
Rosulullah salallahu ‘alaihi wa sallam kah? islam kah?..
ya akhi demokrasi adalah ideologi kaum kuffar..tanyakan kepada orang2 IM..mengapa mereka malah memboikot produk2 orang kafir yang halal namun malah memakai ideologi orang orang kuffar..sungguh aneh..

baru-baru ini bahkan salah seorang tokoh IM yang ada di indonesia mendesak MUI untuk membuat fatwa haramnya tidak melakukan demokrasi..masya Allah...


pertanyaan kedua:
&quot;yang kedua kalau ga lewat parlemen, dari mana salaf ini bisa mengganti pemerintahan, apa kerajaan atau yang lainnya&quot;

jawab:
untuk mengubah sesuatu kemungkaran tidaklah harus masuk ke dalamnya..jika anda ingin mengubah sebuah diskotik apakah anda harus ikut asyik masyuk di dalam diskotik tersebut?..tentu saja jawabnya tidak..

untuk mengganti pemerintahan agar menjadi pemerintahan islam..tentu saja dengan pensucian agama ini dari noda syirik,bid’ah dan segala penyimpangan dalam agama islam..serta pembinaan dan pendidikan Aqidah yang shahih,manhaj yang benar serta seluruh aspek yang terdapat dalam agama islam,yang kami mulai DARI DIRI SENDIRI,LALU KELUARGA, DAN KEMUDIAN MASYARAKAT…MAKA JIKA MASYARAKAT SUDAH BERHASIL UNTUK DI TASHFIYAH DAN DI TARBIYAH MAKA DENGAN SENDIRINYA MASYARAKAT AKAN MEMBENTUK SUATU PEMERINTAHAN ISLAM/KHILAFAH YANG BAIK…


dan jangan lupakan do&#039;a ..karena do&#039;a adalah senjata pamungkas bagi orang orang yang beriman..

dan ingat, untuk membangun suatu pemerintahan islam haruslah dibutuhkan adanya kesabaran..bukan dengan politik praktis seperti yang banyak terjadi sekarang ini

tetap sabar dan istiqomah dalam men tashfiyah dan men tarbiyah umat..dan kita di akhirat tidaklah ditanya apakah kita sudah masuk parlemen dsb..tetapi yang akan di tanya adalah apakah kita sudah ber Aqidah,bermanhaj, dan beragama dengan benar sebagaimana 3 pertanyaan qubur yang akan ditanyakan kepada kita kelak..

pertanyaan ketiga

&quot;dan menurutnya demokrasi adalah hal darurat&quot;

jawab:

ya katakanlah/misalkanlah demokrasi itu hal darurat..apakah kita harus terus terbenam di dalam rusaknya demokrasi..dan menjadikan kekuasaan di parlemen sebagai tujuan utama? yang dengan segala cara dilakukan...entah itu halal atau haram..(sebagaimana yang terjadi di karanganyar solo..sebuah partai islam mendukung seorang wanita mjd pemimpin dan di bali partai islam tersebut mendukung orang kafir/hindu)

maka ikhlaskan hati dan renungkanlah...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Re :<br />
Syah</p>
<p>&#8220;mengapa pemimpin yang terpilih harus tetap ditaati walaupun terpilih melalui sistem demokrasi&#8221;</p>
<p>jawab:<br />
karena mentaati pemimpin diperintahkan oleh Allah Ta&#8217;ala kepada orang2 yang ber-iman<br />
&#8220;Wahai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul serta ( taatilah) pemimpin kamu&#8230; &#8221; (An-Nisaa:59)</p>
<p>sedangkan demokrasi?..siapa yang mencetuskan demokrasi?<br />
Rosulullah salallahu ‘alaihi wa sallam kah? islam kah?..<br />
ya akhi demokrasi adalah ideologi kaum kuffar..tanyakan kepada orang2 IM..mengapa mereka malah memboikot produk2 orang kafir yang halal namun malah memakai ideologi orang orang kuffar..sungguh aneh..</p>
<p>baru-baru ini bahkan salah seorang tokoh IM yang ada di indonesia mendesak MUI untuk membuat fatwa haramnya tidak melakukan demokrasi..masya Allah&#8230;</p>
<p>pertanyaan kedua:<br />
&#8220;yang kedua kalau ga lewat parlemen, dari mana salaf ini bisa mengganti pemerintahan, apa kerajaan atau yang lainnya&#8221;</p>
<p>jawab:<br />
untuk mengubah sesuatu kemungkaran tidaklah harus masuk ke dalamnya..jika anda ingin mengubah sebuah diskotik apakah anda harus ikut asyik masyuk di dalam diskotik tersebut?..tentu saja jawabnya tidak..</p>
<p>untuk mengganti pemerintahan agar menjadi pemerintahan islam..tentu saja dengan pensucian agama ini dari noda syirik,bid’ah dan segala penyimpangan dalam agama islam..serta pembinaan dan pendidikan Aqidah yang shahih,manhaj yang benar serta seluruh aspek yang terdapat dalam agama islam,yang kami mulai DARI DIRI SENDIRI,LALU KELUARGA, DAN KEMUDIAN MASYARAKAT…MAKA JIKA MASYARAKAT SUDAH BERHASIL UNTUK DI TASHFIYAH DAN DI TARBIYAH MAKA DENGAN SENDIRINYA MASYARAKAT AKAN MEMBENTUK SUATU PEMERINTAHAN ISLAM/KHILAFAH YANG BAIK…</p>
<p>dan jangan lupakan do&#8217;a ..karena do&#8217;a adalah senjata pamungkas bagi orang orang yang beriman..</p>
<p>dan ingat, untuk membangun suatu pemerintahan islam haruslah dibutuhkan adanya kesabaran..bukan dengan politik praktis seperti yang banyak terjadi sekarang ini</p>
<p>tetap sabar dan istiqomah dalam men tashfiyah dan men tarbiyah umat..dan kita di akhirat tidaklah ditanya apakah kita sudah masuk parlemen dsb..tetapi yang akan di tanya adalah apakah kita sudah ber Aqidah,bermanhaj, dan beragama dengan benar sebagaimana 3 pertanyaan qubur yang akan ditanyakan kepada kita kelak..</p>
<p>pertanyaan ketiga</p>
<p>&#8220;dan menurutnya demokrasi adalah hal darurat&#8221;</p>
<p>jawab:</p>
<p>ya katakanlah/misalkanlah demokrasi itu hal darurat..apakah kita harus terus terbenam di dalam rusaknya demokrasi..dan menjadikan kekuasaan di parlemen sebagai tujuan utama? yang dengan segala cara dilakukan&#8230;entah itu halal atau haram..(sebagaimana yang terjadi di karanganyar solo..sebuah partai islam mendukung seorang wanita mjd pemimpin dan di bali partai islam tersebut mendukung orang kafir/hindu)</p>
<p>maka ikhlaskan hati dan renungkanlah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: abu muhammad</title>
		<link>http://muslim.or.id/dari-redaksi/dari-redaksi-wahai-saudaraku-prioritaskan-dakwah-tauhid.html/comment-page-1#comment-20500</link>
		<dc:creator>abu muhammad</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2008 07:18:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=150#comment-20500</guid>
		<description>Re :
Abdulmalik

&quot;Lalu apa yang sudah atau sedang dilakukan oleh anda dkk dengan cita2 khilafah? saya minta komentar dalam tataran praktek dan ujung tombak cita2 ini bukan dalam tataran wacana atau teori saja&quot;

jawab: yang sudah kami lakukan adalah berusaha dengan sekuat tenaga untuk melakukan pensucian agama ini dari noda syirik,bid&#039;ah dan segala penyimpangan dalam agama islam..serta pembinaan dan pendidikan Aqidah yang shahih,manhaj yang benar serta seluruh aspek yang terdapat dalam agama islam,yang kami mulai DARI DIRI SENDIRI,LALU KELUARGA, DAN KEMUDIAN MASYARAKAT...MAKA JIKA MASYARAKAT SUDAH BERHASIL UNTUK DI TASHFIYAH DAN DI TARBIYAH MAKA DENGAN SENDIRINYA MASYARAKAT AKAN MEMBENTUK SUATU KHILAFAH...
jadi membentuk khilafah adalah dari pondasi...sebagaimana membuat sebuah rumah tidak mungkin tegak tanpa pondasi..apakah mungkin membuat rumah langsung membuat atap?

dan ingat..mendirikan suatu khilafah bukan merupakan tujuan utama..semua ahlu sunnah menginginkan tegaknya khilafah,namun perbaiki dulu hal yang lebih penting..yaitu tauhid dan aqidah..bukankah bertauhid itu tujuan kita diciptakan? yaitu untuk beribadah hanya kepada Allah Ta&#039;ala saja? 

ikhlaskan hati lalu renungkanlah...

sekarang coba anda perhatikan bagaimana aqidah kelompok2 dakwah yang ada sekarang...ada yang menolak hadits ahad dalam hal aqidah..ada yang ber pemahaman tafwidh..,ada yang murji&#039;ah,ada yang syi&#039;ah,ada yang berpemahaman khawarij..dan masih sangat sangat banyak penyimpangan2 lain..

jika hal tersebut anda biarkan..bagaimana mungkin akan terbentuk sebuah khilafah yang baik jika umat islam nya saja terpecah belah...

maka wahai saudaraku yang semoga di rahmati oleh Allah Ta&#039;ala...kembalilah kepada manhaj para Nabi,para Sahabat dan yang mengikuti mereka dengn baik..
pegang teguhlah Al-qur&#039;an dan sunnah Rosulullah salallahu &#039;alaihi wa sallam sesuai dengan pemahaman para Sahabat ridwanullah &#039;alaihim ajma&#039;in dan sesuai dng pemahaman salafusshaleh..

dan mari kita terus berdo&#039;a kepada Allah Ta&#039;ala dengan benar-benar meng ikhlaskan hati untuk mencari kebenaran yang hakiki..semoga dengan sebab do&#039;a yang kita panjatkan dengan tulus, Allah Ta&#039;ala memberikan kita kemudahan dalam mencari jalan kebenaran..shiratal mustaqiem..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Re :<br />
Abdulmalik</p>
<p>&#8220;Lalu apa yang sudah atau sedang dilakukan oleh anda dkk dengan cita2 khilafah? saya minta komentar dalam tataran praktek dan ujung tombak cita2 ini bukan dalam tataran wacana atau teori saja&#8221;</p>
<p>jawab: yang sudah kami lakukan adalah berusaha dengan sekuat tenaga untuk melakukan pensucian agama ini dari noda syirik,bid&#8217;ah dan segala penyimpangan dalam agama islam..serta pembinaan dan pendidikan Aqidah yang shahih,manhaj yang benar serta seluruh aspek yang terdapat dalam agama islam,yang kami mulai DARI DIRI SENDIRI,LALU KELUARGA, DAN KEMUDIAN MASYARAKAT&#8230;MAKA JIKA MASYARAKAT SUDAH BERHASIL UNTUK DI TASHFIYAH DAN DI TARBIYAH MAKA DENGAN SENDIRINYA MASYARAKAT AKAN MEMBENTUK SUATU KHILAFAH&#8230;<br />
jadi membentuk khilafah adalah dari pondasi&#8230;sebagaimana membuat sebuah rumah tidak mungkin tegak tanpa pondasi..apakah mungkin membuat rumah langsung membuat atap?</p>
<p>dan ingat..mendirikan suatu khilafah bukan merupakan tujuan utama..semua ahlu sunnah menginginkan tegaknya khilafah,namun perbaiki dulu hal yang lebih penting..yaitu tauhid dan aqidah..bukankah bertauhid itu tujuan kita diciptakan? yaitu untuk beribadah hanya kepada Allah Ta&#8217;ala saja? </p>
<p>ikhlaskan hati lalu renungkanlah&#8230;</p>
<p>sekarang coba anda perhatikan bagaimana aqidah kelompok2 dakwah yang ada sekarang&#8230;ada yang menolak hadits ahad dalam hal aqidah..ada yang ber pemahaman tafwidh..,ada yang murji&#8217;ah,ada yang syi&#8217;ah,ada yang berpemahaman khawarij..dan masih sangat sangat banyak penyimpangan2 lain..</p>
<p>jika hal tersebut anda biarkan..bagaimana mungkin akan terbentuk sebuah khilafah yang baik jika umat islam nya saja terpecah belah&#8230;</p>
<p>maka wahai saudaraku yang semoga di rahmati oleh Allah Ta&#8217;ala&#8230;kembalilah kepada manhaj para Nabi,para Sahabat dan yang mengikuti mereka dengn baik..<br />
pegang teguhlah Al-qur&#8217;an dan sunnah Rosulullah salallahu &#8216;alaihi wa sallam sesuai dengan pemahaman para Sahabat ridwanullah &#8216;alaihim ajma&#8217;in dan sesuai dng pemahaman salafusshaleh..</p>
<p>dan mari kita terus berdo&#8217;a kepada Allah Ta&#8217;ala dengan benar-benar meng ikhlaskan hati untuk mencari kebenaran yang hakiki..semoga dengan sebab do&#8217;a yang kita panjatkan dengan tulus, Allah Ta&#8217;ala memberikan kita kemudahan dalam mencari jalan kebenaran..shiratal mustaqiem..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Syah</title>
		<link>http://muslim.or.id/dari-redaksi/dari-redaksi-wahai-saudaraku-prioritaskan-dakwah-tauhid.html/comment-page-1#comment-16353</link>
		<dc:creator>Syah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2008 00:58:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=150#comment-16353</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum...
Kaka ana seorang IM, ana beri jawaban secukupnya tentang salaf, yang dia tidak puas adalah mengapa pemimpin yang terpilih harus tetap ditaati walaupun terpilih melalui sistem demokrasi, yang kedua kalau ga lewat parlemen, dari mana salaf ini bisa mengganti pemerintahan, apa kerajaan atau yang lainnya, dan menurutnya demokrasi adalah hal darurat karna mereka bisa melihat peraturan2 yang dibuat agar tidak merugikan Islam, jadi apa dengan dakwah kepada masyarakat saja cukup, lalu bagaimana kita mengganti pemerintahan ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum&#8230;<br />
Kaka ana seorang IM, ana beri jawaban secukupnya tentang salaf, yang dia tidak puas adalah mengapa pemimpin yang terpilih harus tetap ditaati walaupun terpilih melalui sistem demokrasi, yang kedua kalau ga lewat parlemen, dari mana salaf ini bisa mengganti pemerintahan, apa kerajaan atau yang lainnya, dan menurutnya demokrasi adalah hal darurat karna mereka bisa melihat peraturan2 yang dibuat agar tidak merugikan Islam, jadi apa dengan dakwah kepada masyarakat saja cukup, lalu bagaimana kita mengganti pemerintahan ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abdulmalik</title>
		<link>http://muslim.or.id/dari-redaksi/dari-redaksi-wahai-saudaraku-prioritaskan-dakwah-tauhid.html/comment-page-1#comment-2810</link>
		<dc:creator>Abdulmalik</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 05:24:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=150#comment-2810</guid>
		<description>Re :
Manhaj Salaf.......

Terima kasih atas respon dari Ikhwan Ari Wahyudi, ada sedikit catatan: kenapa komentar anda hanya mengkritisi elemen lain dalam masyarakat. Lalu apa yang sudah atau sedang dilakukan oleh anda dkk dengan cita2 khilafah? saya minta komentar dalam tataran praktek dan ujung tombak cita2 ini bukan dalam tataran wacana atau teori saja.
bagaimana dalam tataran ghazwul fikr? anda dan kawan-kawan yang anda kritisi siapa? umat islam? umat islam yang mana? yang abangan, sekular, muhammadiyah, NU, salafi atau para pemuja filsafat? 
Apa strategi dakwah anda dalam menghadapi masyarakat yang awam islam, abangan, sekular?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Re :<br />
Manhaj Salaf&#8230;&#8230;.</p>
<p>Terima kasih atas respon dari Ikhwan Ari Wahyudi, ada sedikit catatan: kenapa komentar anda hanya mengkritisi elemen lain dalam masyarakat. Lalu apa yang sudah atau sedang dilakukan oleh anda dkk dengan cita2 khilafah? saya minta komentar dalam tataran praktek dan ujung tombak cita2 ini bukan dalam tataran wacana atau teori saja.<br />
bagaimana dalam tataran ghazwul fikr? anda dan kawan-kawan yang anda kritisi siapa? umat islam? umat islam yang mana? yang abangan, sekular, muhammadiyah, NU, salafi atau para pemuja filsafat?<br />
Apa strategi dakwah anda dalam menghadapi masyarakat yang awam islam, abangan, sekular?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

