<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Penjelasan Hadits Arba&#8217;in Nawawiyah Ke-19: Menjaga Syariat Allah dan Iman Kepada Takdir</title>
	<atom:link href="http://muslim.or.id/aqidah/penjelasan-hadits-arbain-nawawiyah-iman-kepada-takdir.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslim.or.id/aqidah/penjelasan-hadits-arbain-nawawiyah-iman-kepada-takdir.html</link>
	<description>Pesantren online agama Islam berdasarkan Qur&#039;an dan Sunnah dengan pemahaman Salafus Shalih</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Feb 2012 06:03:43 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: Lili Rohili</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/penjelasan-hadits-arbain-nawawiyah-iman-kepada-takdir.html/comment-page-1#comment-71089</link>
		<dc:creator>Lili Rohili</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 May 2011 02:21:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=615#comment-71089</guid>
		<description>makasih buat penjelasannya !! ^_^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>makasih buat penjelasannya !! ^_^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: naja</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/penjelasan-hadits-arbain-nawawiyah-iman-kepada-takdir.html/comment-page-1#comment-70247</link>
		<dc:creator>naja</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Apr 2011 05:49:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=615#comment-70247</guid>
		<description>alhamdulilah smg ini dpt bermanfaat untuk umat islam ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>alhamdulilah smg ini dpt bermanfaat untuk umat islam &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: irham bachtyar</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/penjelasan-hadits-arbain-nawawiyah-iman-kepada-takdir.html/comment-page-1#comment-66150</link>
		<dc:creator>irham bachtyar</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Jan 2011 02:11:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=615#comment-66150</guid>
		<description>bismillah, mumtaaz stadz mohon kirimi ana tulisan2 antum untuk ana sebarkan di samarinda dan sekitarnya insyaAlloh</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bismillah, mumtaaz stadz mohon kirimi ana tulisan2 antum untuk ana sebarkan di samarinda dan sekitarnya insyaAlloh</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fast Payday Loans</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/penjelasan-hadits-arbain-nawawiyah-iman-kepada-takdir.html/comment-page-1#comment-63377</link>
		<dc:creator>Fast Payday Loans</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Nov 2010 17:04:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=615#comment-63377</guid>
		<description>I have been meaning to write about something like this on one of my blogs and you have given me an idea. Thanks.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>I have been meaning to write about something like this on one of my blogs and you have given me an idea. Thanks.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: imelza</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/penjelasan-hadits-arbain-nawawiyah-iman-kepada-takdir.html/comment-page-1#comment-62831</link>
		<dc:creator>imelza</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Nov 2010 12:50:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=615#comment-62831</guid>
		<description>izin share. syukran.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>izin share. syukran.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kaos distro</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/penjelasan-hadits-arbain-nawawiyah-iman-kepada-takdir.html/comment-page-1#comment-50333</link>
		<dc:creator>kaos distro</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Mar 2010 05:33:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=615#comment-50333</guid>
		<description>makacih penjelasannya :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>makacih penjelasannya :D</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kamisama</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/penjelasan-hadits-arbain-nawawiyah-iman-kepada-takdir.html/comment-page-1#comment-41364</link>
		<dc:creator>kamisama</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 09:19:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=615#comment-41364</guid>
		<description>kpn syariat bs dtegakan dgn baik</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kpn syariat bs dtegakan dgn baik</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sahabat</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/penjelasan-hadits-arbain-nawawiyah-iman-kepada-takdir.html/comment-page-1#comment-29445</link>
		<dc:creator>Sahabat</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 04:27:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=615#comment-29445</guid>
		<description>Karena ada kekurangan dalam pemahaman ilmu Alquran dan hadist tentang taqdir, ada dua pemahaman yang saling bertentangan yaitu qodariyah dan jabariyah. 

Belakangan, yang dinyatakan benar adalah pemahaman di antara keduanya, pemahaman yang mengambil jalan tengah. Namun, Alloh tidak menjadikan manusia memiliki dua hati yang memilik dua jenis pemahanan yang saling bertentangan. 

Pemahaman yang benar adalah pemahanan yang memiliki keterkaitan antara kedua pemahaman yang nampaknya saling bertentangan itu sesuai dengan yang tersirat dalam Alquran dan Hadist serta dilengkapi dengan sains sebagai ayat-ayat Alloh di alam semesta. Sehingga menjadi satu kesatuan yang saling menguatkan.

Semua mahluk yang Alloh ciptakan tunduk kepada aturan/hukum sebab akibat. Benda-benda/materi yang tidak memiliki ruh tunduk pada hukum alam (bagian dari sunattulah) yang pilihannya sudah ditetapkan dari Alloh sendiri sesuai hukum alam yang mempengaruhinya. Namun, mahluk yang berpikiran, khususnya manusia,  bukanlah wayang, manusia merasakan sendiri senang dan susahnya,
manusia adalah subjek  yang bisa melakukan pilihannya sendiri, merubah alam dengan memanfaatkan hukum alam yang berlaku.

Untuk poyek penciptaan alam semesta yang maha besar dan rumit ini, Alloh melakukan simulasi yang sangat rumit dan kompleks, jauh sangat jauh melebihi simulasi manusia sebelum terbang ke bulan, untuk mengetahui apa yang akan terjadi dan melakukan kontrol, sebelum mewujudkannya. Salah satu kontrol Nya agar manusia selamat adalah diberitakannya melalui Rosululloh akan adanya siksaan neraka. 

&quot;Dan ingatlah pada hari kiamat itu nanti orang yang gemar
melakukan kezaliman akan menggigit kedua tangannya dan mengatakan, ‘Aduhai alangkah baik seandainya dahulu aku mengambil jalan mengikuti rasul itu. Aduhai sungguh celaka diriku, andai saja dulu aku tidak menjadikan si fulan itu sebagai teman dekatku. Sungguh dia telah menyesatkanku dari peringatan itu (al-Qur’an) setelah peringatan itu datang kepadaku.’ Dan memang syaitan itu tidak mau memberikan pertolongan kepada manusia.” (QS. al-Furqan : 27-29)

Walaupun kejadian ini belum pernah terjadi, tetapi Alloh yang paling berkuasa di alam semesta, telah mengetahuinya (yang dalam istilah sains dan teknologi disebut sebagai &quot;simulasi&quot; sebelum realita terjadi) yang tertulis dalam Kitab Induk Lauful Mahfuz. 

Sepenggal ayat dari simulasi ini menjadi feed back yang disisipkan kedalam ruas perjalanan waktu pada zaman Rosululloh SAW sampai akhir zaman sedemikian hingga yang tadinya ada orang yang sudah di tepi jurang neraka menjadi terselamatkan setelah mengingat ayat tersebut.

&quot;...dan kamu dahulu telah berada di tepi jurang Neraka, lalu Allah selamatkan kamu dari Neraka itu...&quot; Al Imran:3.

Diturunkannya pengetahuan adanya takdir ini adalah salah satu kontrol agar orang beriman tidak terlalu gembira atau sedih dengan apa yang diperolehnya. 

Semuanya dari yang sangat kecil sampai sangat besar sudah tercatat dalam Kitab Lauful mahfuz, bahkan apa yang dicatat oleh para malaikat pencatat amal. Dan Alloh kini sedang mewujudkannya sehingga diketahui dengan fakta, realita, pembuktian. Salah satunya adalah agar Kami (Alloh dan mahluk tertentu) mengetahui dengan fakta mana orang yang beriman.

Komentar singkat ini (sebenarnya bisa panjang dengan hadist dan ayat-ayat pendukung) hanya untuk direnungkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Karena ada kekurangan dalam pemahaman ilmu Alquran dan hadist tentang taqdir, ada dua pemahaman yang saling bertentangan yaitu qodariyah dan jabariyah. </p>
<p>Belakangan, yang dinyatakan benar adalah pemahaman di antara keduanya, pemahaman yang mengambil jalan tengah. Namun, Alloh tidak menjadikan manusia memiliki dua hati yang memilik dua jenis pemahanan yang saling bertentangan. </p>
<p>Pemahaman yang benar adalah pemahanan yang memiliki keterkaitan antara kedua pemahaman yang nampaknya saling bertentangan itu sesuai dengan yang tersirat dalam Alquran dan Hadist serta dilengkapi dengan sains sebagai ayat-ayat Alloh di alam semesta. Sehingga menjadi satu kesatuan yang saling menguatkan.</p>
<p>Semua mahluk yang Alloh ciptakan tunduk kepada aturan/hukum sebab akibat. Benda-benda/materi yang tidak memiliki ruh tunduk pada hukum alam (bagian dari sunattulah) yang pilihannya sudah ditetapkan dari Alloh sendiri sesuai hukum alam yang mempengaruhinya. Namun, mahluk yang berpikiran, khususnya manusia,  bukanlah wayang, manusia merasakan sendiri senang dan susahnya,<br />
manusia adalah subjek  yang bisa melakukan pilihannya sendiri, merubah alam dengan memanfaatkan hukum alam yang berlaku.</p>
<p>Untuk poyek penciptaan alam semesta yang maha besar dan rumit ini, Alloh melakukan simulasi yang sangat rumit dan kompleks, jauh sangat jauh melebihi simulasi manusia sebelum terbang ke bulan, untuk mengetahui apa yang akan terjadi dan melakukan kontrol, sebelum mewujudkannya. Salah satu kontrol Nya agar manusia selamat adalah diberitakannya melalui Rosululloh akan adanya siksaan neraka. </p>
<p>&#8220;Dan ingatlah pada hari kiamat itu nanti orang yang gemar<br />
melakukan kezaliman akan menggigit kedua tangannya dan mengatakan, ‘Aduhai alangkah baik seandainya dahulu aku mengambil jalan mengikuti rasul itu. Aduhai sungguh celaka diriku, andai saja dulu aku tidak menjadikan si fulan itu sebagai teman dekatku. Sungguh dia telah menyesatkanku dari peringatan itu (al-Qur’an) setelah peringatan itu datang kepadaku.’ Dan memang syaitan itu tidak mau memberikan pertolongan kepada manusia.” (QS. al-Furqan : 27-29)</p>
<p>Walaupun kejadian ini belum pernah terjadi, tetapi Alloh yang paling berkuasa di alam semesta, telah mengetahuinya (yang dalam istilah sains dan teknologi disebut sebagai &#8220;simulasi&#8221; sebelum realita terjadi) yang tertulis dalam Kitab Induk Lauful Mahfuz. </p>
<p>Sepenggal ayat dari simulasi ini menjadi feed back yang disisipkan kedalam ruas perjalanan waktu pada zaman Rosululloh SAW sampai akhir zaman sedemikian hingga yang tadinya ada orang yang sudah di tepi jurang neraka menjadi terselamatkan setelah mengingat ayat tersebut.</p>
<p>&#8220;&#8230;dan kamu dahulu telah berada di tepi jurang Neraka, lalu Allah selamatkan kamu dari Neraka itu&#8230;&#8221; Al Imran:3.</p>
<p>Diturunkannya pengetahuan adanya takdir ini adalah salah satu kontrol agar orang beriman tidak terlalu gembira atau sedih dengan apa yang diperolehnya. </p>
<p>Semuanya dari yang sangat kecil sampai sangat besar sudah tercatat dalam Kitab Lauful mahfuz, bahkan apa yang dicatat oleh para malaikat pencatat amal. Dan Alloh kini sedang mewujudkannya sehingga diketahui dengan fakta, realita, pembuktian. Salah satunya adalah agar Kami (Alloh dan mahluk tertentu) mengetahui dengan fakta mana orang yang beriman.</p>
<p>Komentar singkat ini (sebenarnya bisa panjang dengan hadist dan ayat-ayat pendukung) hanya untuk direnungkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

