Ngalap Berkah Kebo Kyai Slamet


Kaum muslimin yang semoga selalu mendapat taufik Allah Ta’ala. Pada hari yang dikatakan sakral oleh sebagian kaum muslimin, terdapat suatu kenyataan yang sangat memilukan yang menunjukkan kekurangan akal. Hari tersebut adalah tanggal siji suro (1 Muharram). Sebagian kaum muslimin yang selalu menginginkan kemudahan dalam hidupnya dan ingin mencari kebaikan malah mencarinya dengan cara yang tidak masuk akal. Mereka mencari berkah dari seekor kerbau (kebo bule) yang disebut dengan ‘Kyai Slamet’, yakni mereka saling berebut untuk mendapatkan kotoran kerbau tersebut, lalu menyimpannya, seraya berkeyakinan rizki akan lancar dan usaha akan berhasil dengan sebab kotoran tersebut. Seorang yang punya akal sehat tentu tidak mungkin melakukan hal yang demikian. Tetapi kok mereka bisa melakukan hal yang demikian?! Ke mana akal sehat mereka?!!


Itulah tabaruk (baca: mencari berkah atau ‘ngalap berkah’), mereka melakukan yang demikian untuk mendapatkan berkah dari kotoran tersebut. Maka perhatikanlah pembahasan kali ini, agar kaum muslimin sekalian dapat mengetahui manakah cara mencari berkah yang dibenarkan dan manakah yang dilarang oleh agama ini.

Keberkahan Hanya dari Allah

Mencari berkah atau tabaruk adalah meminta kebaikan yang banyak dan meminta tetapnya kebaikan tersebut. Dalam Al Qur’an dan hadits menunjukkan bahwasanya keberkahan hanya berasal dari Allah semata dan tidak ada seorang makhluk pun yang dapat memberikan keberkahan. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Allah yang memberikan berkah, telah menurunkan Al Furqaan (yaitu Al Qur’an) kepada hamba-Nya.” (Qs. Al Furqon: 1), yaitu menunjukkan banyaknya dan tetapnya kebaikan yang Allah berikan kepada hamba-Nya berupa Al Qur’an. Allah juga berfirman yang artinya, “Kami limpahkan keberkahan atasnya dan atas Ishaq.” (Qs. Ash Shofaat: 113). “Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada.” (Qs. Maryam: 31). Ayat-ayat yang mulia ini menunjukkan bahwasanya yang memberikan berkah hanyalah Allah. Maka tidak boleh seseorang mengatakan, ‘Saya memberikan berkah pada perbuatan kalian, sehingga perbuatan tersebut lancar’. Karena berkah, banyaknya kebaikan, dan kelanggengan kebaikan hanya Allah  yang mampu memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya.

Berkah yang Tidak Bisa Berpindah Secara Dzat

Kaum muslimin yang semoga dirahmati Allah. Al Qur’an dan hadits menunjukkan bahwa sesuatu yang Allah halalkan sebagai berkah ada 2 macam yaitu (1) berkah dari tempat dan waktu, dan (2) berkah dari zat manusia.

Berkah yang pertama ini seperti yang Allah berikan pada Baitul Haram (ka’bah) dan sekeliling Baitul Maqdis. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami.” (Qs. Al Isro’: 1). Maksud dari memberkahi tempat tersebut adalah memberikan kebaikan yang banyak dan terus menerus di tempat tersebut, sehingga para hamba-Nya senantiasa ingin dan senang berdo’a di tempat tersebut, untuk memperoleh berkah di dalamnya. Ini bukan berarti -seperti anggapan sebagian kaum muslimin- bahwa seseorang boleh mengusap-ngusap bagian masjid tersebut (seperti dinding) untuk mendapatkan berkah yang banyak. Karena berkah dari masjid tersebut bukanlah berkah secara dzatnya, tetapi keberkahannya adalah secara maknawi saja, yaitu keberkahan yang Allah himpun pada bangunan ini yaitu dengan mendatanginya, thowaf di sekeliling ka’bah, dan beribadah di dalamnya yang pahalanya lebih banyak daripada beribadah di masjid lainnya. Begitu juga hajar aswad, keberkahannya adalah dengan maksud ibadah, yaitu seseorang menciumnya atau melambaikan tangan kepadanya karena mentaati dan mencontoh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berkah yang dia peroleh adalah berkah karena mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Umar radhiyallahu ‘anhu telah mengatakan, “Sesungguhnya aku mengetahui bahwa kamu adalah batu biasa, tidak dapat memberikan manfaat, begitu juga tidak dapat mendatangkan bahaya.” (HR. Bukhari). Maksudnya, hajar aswad tidak dapat memberikan manfaat dan tidak pula memberikan bahaya kepada seseorang sedikit pun. Sesungguhnya hal ini dilakukan dalam rangka melakukan ketaatan kepada Allah dan mencontoh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, beliau radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Dan aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka aku juga menciummu.”

Adapun mendapatkan berkah dari waktu adalah seperti pada bulan Ramadhan. Bulan tersebut disebut dengan bulan yang penuh berkah (banyak kebaikan). Seperti di dalamnya terdapat malam lailatul qodar yaitu barangsiapa yang beribadah pada malam tersebut maka dia seperti beribadah seribu bulan lamanya.

Berkah dari Para Nabi Dapat Berpindah Secara Dzat

Kaum muslimin, berkah jenis kedua ini adalah berkah yang Allah berikan pada orang-orang mukmin dari para Nabi ‘alaihimus salam. Berkah yang terdapat pada mereka adalah berkah secara dzat (dapat berpindah secara dzat). Seluruh bagian tubuh para Nabi mulai dari Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, sampai Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, semuanya adalah berkah. Di antara kaum Nabi tersebut ada yang mencari berkah dari badan mereka, baik dengan mengusap-ngusap tubuh mereka atau mengambil keringat mereka atau mengambil berkah dari rambut mereka. Semua ini diperbolehkan karena Allah menjadikan tubuh mereka adalah berkah. Sebagaimana Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, badannya adalah berkah. Hal ini dapat dilihat dalam hadits bahwasanya para sahabat Nabi mengambil berkah dari ludah dan rambut beliau. Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu, mereka saling berebut untuk mendapat bekas wudhu beliau.

Berkah secara dzat seperti ini hanya dikhususkan kepada para Nabi ‘alaihimus salam saja dan tidak diperbolehkan bagi selain mereka. Begitu juga para sahabat Nabi sekalipun atau sahabat yang paling mulia dan sudah dijamin masuk surga seperti Abu Bakar dan Umar radhiyallahu ‘anhuma tidak boleh seorang pun mengambil berkah dari mereka karena hal seperti ini tidak pernah dilakukan oleh para sahabat yang lain kepada mereka berdua, sebagaimana mereka mengambil berkah dari rambut dan keringat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Bagaimana Mencari Berkah dari ‘Kebo’ [?]

Sebagian kaum muslimin saat ini ketika menghadapi kesulitan dalam hidupnya, mereka malah mencari berkah dari para kyai. Mereka menyamakan/meng-qiyas-kan hal ini dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam boleh diambil rambut dan keringatnya sebagai suatu keberkahan, maka menurut mereka para kyai juga pantas untuk dimintai berkahnya baik dari ludahnya atau rambutnya. Bahkan ada pula yang mengambil kotoran kyai/gurunya untuk mendapatkan berkah, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang sufi. Tidakkah mereka tahu bahwa mencari berkah secara dzat seperti ini tidak diperbolehkan untuk selain para Nabi?!!

Qiyas (penyamaan hukum) yang mereka lakukan adalah qiyas yang keliru dan jelas-jelas berbeda. Jangankan mencari berkah dari kyai, mencari berkah dari Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu -sahabat yang mulia, yang keimanannya jika ditimbang  akan lebih berat dari keimanan umat ini dan sudah dijamin masuk surga-  saja tidak diperbolehkan karena beliau bukan Nabi dan tidak pernah di antara para sahabat yang lain mencari berkah dari beliau radhiyallahu ‘anhu. Apalagi dengan para kyai yang tingkat keimanannya di bawah Abu Bakar dan belum dijamin masuk surga, maka tidaklah pantas seorang pun mengambil berkah darinya.

Maka bagaimana pula dengan mengambil berkah dari kyai -yang tidak punya akal- seperti kerbau ‘Kyai Slamet’?!! Sungguh perbuatan ini tidaklah masuk akal dan tidak mungkin memberikan kebaikan sama sekali, tetapi malah akan menambah dosa. Dosa ini bukan sembarang dosa, namun dosa ini adalah dosa paling besar dari dosa-dosa lainnya yaitu dosa syirik dan Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik. Dan Dia mengampuni dosa yang berada di bawah syirik, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (Qs. An Nisa’: 116)

Tingkat Kesyirikan Tabaruk (Mencari Berkah)

Syaikh Sholih Alu Syaikh hafidzohullah menjelaskan bahwa jika kita memperhatikan apa yang dilakukan oleh para penyembah kubur (yang datang ke kuburan para wali dan beribadah kepadanya, -pen) di zaman kita ini, di negeri-negeri yang di sana tersebar berbagai macam kesyirikan, kita akan mendapati di antara mereka ada yang melakukan ibadah sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang musyrik terdahulu terhadap laata, ‘uzza, dan dzatu anwat. Para penyembah kubur tersebut duduk-duduk di kuburan atau di sekeliling pagarnya, mereka berada di atas kuburan atau di celah-celah dinding yang mengelilingi kuburan. Mereka berkeyakinan apabila mereka menyentuhnya (dengan tujuan mencari berkah,-pen) seolah-olah mereka menyentuh orang yang berada dalam kuburan tersebut, terhubungkan roh mereka dengannya dan mereka meyakini bahwa orang yang berada di dalam kubur akan menjadi perantara antara mereka dengan Allah. Itulah pengagungan kepada kubur tersebut. Inilah syirik akbar (syirik yang mengeluarkan seseorang dari Islam,-pen) karena perkara ini mengandung ketergantungan hati kepada selain Allah dalam mengambil manfaat dan menolak bahaya serta menjadikan perantara antara diri mereka dengan Allah. Perbuatan seperti ini adalah sebagaimana yang dilakukan orang-orang musyrik dahulu (yang telah dianggap kafir oleh Allah dan Rasul-Nya,-pen). Hal ini dapat dilihat pada firman Allah yang artinya, “Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya. “Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.” (Qs. Az Zumar: 3)

Adapun apabila mereka mengusap-ngusap kubur tersebut dan meyakini bahwa kubur tersebut adalah tempat yang penuh berkah dan hanya sebagai sebab mendapatkan berkah. Maka ini adalah syirik ashgor.

(Sebagian pembahasan di atas diambil dari kitab ‘At Tamhid lii Syarhi Kitabit Tauhid’ yang ditulis oleh Menteri Wakaf Kerajaan Saudi Arabia, Syaikh Sholih Alu Syaikh -semoga Allah menjaga beliau-)

Wahai kaum muslimin, inilah tingkat kesyirikan tabaruk. Seseorang bisa keluar dari Islam disebabkan melakukan perbuatan syirik akbar ini. Maka renungkanlah, apakah perbuatan lain yang merupakan bentuk mencari berkah seperti ‘grebeg mulud’ (tumpukan tumpeng yang saling diperebutkan pada hari ‘maulud Nabi’) termasuk mencari berkah yang disyari’atkan atau tidak. Benarkah tumpeng yang diambil berkahnya tersebut bisa melariskan dagangan, melancarkan rizki seseorang, bisa membuat seseorang mendapatkan jodoh?!!

Semoga Allah menunjukkan kita kepada kebenaran  dan meneguhkan kita di atasnya. Sesungguhnya Allah menunjuki pada jalan yang lurus bagi siapa yang dikehendaki.

***

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.muslim.or.id

  • AWAM

    Assalaamu’alaikum…

    Sebenarnya bukan mereka (para pelaku ngalap berkah “kyai Slamet”) saja yang layak disebut sebagai orang yang tidak berakal sehat.

    Tapi julukan “orang yang tidak berakal sehat” ini SANGAT-lah pantas ditujukan juga kepada mereka yang begitu NGOTOT-nya mempertahankan ADAT ISTIADAT/TRADISI yang syirik seperti ini, degan mengatas-namakan SENI & BUDAYA.

  • ababilqisti

    assalamu’alaykum, sungguh kesyirikan yang benarr-benar nyata.
    lalu bagaimana kita musti menyadarkan para sesepuh kita yang sudah terlanjur begitu parah aqidahnya?????

  • http://www.warteg.zzn.com abu hamzah al tegally

    hanya orang “bodoh” yg melakukan perbuatan tsb, knp mereka tdk berpikir? beleh aja tuh kerbau, dagingnya kasihin ke gembira loka, buat makan macan, singa & buaya

  • FIQR

    Selain kerbau, ada juga yg masih meyakini hitung-hitungan hari baik/buruk utk menentukan tgl pernikahan, pindah rumah/kantor,dll… Dengan dalil utk mendapatkan kebahagiaan, kelanggengan, berkah, dll.. yg jelas2 hanya Allah Ta’ala yg bisa memberikannya.

    Bahkan sy juga pernah terima email yg isinya mengajak setiap penerima email utk mem’forward’ email tsb ke banyak orang/teman dengan tujuan agar IBU KAMI PANJANG UMUR!
    Sungguh suatu syirik yg luar biasa, mengingat panjang/pendek umur seseorang hanya ada dlm genggaman Allah SWT. Dan sayangnya masih banyak juga saudara2 kita yg ‘percaya’ dgn email tsb, dgn melihat banyaknya history forward di email sy.

    Wahai saudara2ku.. tdk kah kita tlh mengetahui bahwa dosa yg tdk akan diampuni adalah menyekutukan Allah???….

  • ikhsan

    Assalamu’alaikum
    sdikit berbagi,kalo tentang jilbab,jenggot,banyak orang yg tidak mau melaksanakan dengan alasan itu hanyalah budaya walau hal itu sesuai syari’at
    tp disisi lain,mereka ngoto mempertahankan,mlaksanakan n marah klo diberitahu bahwa apa yg mereka lakukan bertentangan dengan syari’at:misal apa yg disebut di atas dengan alasan itu adalah budaya
    tanya kenapa?

  • http://www.aroka.peperonity.com COEN

    Mereka lebih mirip hindu ketimbang muslim

  • http://www.eramediaislami.com Husein Wibisono

    Mari kita semua dakwah kepada mereka, kita katakan bahwa yang mereka lakukan itu salah!
    Yuk Dakwah! Luruskan Iman dengan akhlak yang santun/hikmah sehingga mereka mau menerima.
    “Hai Musa, Katakan kepada Fir’aun dengan suara lemah lembut, agar ia beriman atau takuk kepada KU (Allah)”. (Al Ayat)

  • JAYA

    Assalamu ‘alaikum wr. wb.

    Berhati hatilah dalam memberikan tanggapan atas suatu kegiatan jangan hanya mengamini dari buku-buku yang belum semuanya dibaca.

    Hadits riwayat Bukhori dan Muslim dari Ibnu Umar:

    اِذَا قَالَ الرَّجُلُ لأِخِهِ: يَا كَافِرُ! فَقَدْ بَاءَ بِهَا أحَدُهُمَا فَاِنْ كَانَ

    كَمَا قَالَ وَاِلَى رَجَعَتْ عَلَيْـهِ.

    Artinya: “Barangsiapa yang berkata pada saudaranya ‘hai kafir’ kata-kata itu akan kembali pada salah satu diantara keduanya. Jika tidak (artinya yang dituduh tidak demikian) maka kata itu kembali pada yang mengucapkan (yang menuduh)”.

    Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Bukhori :

    “Man syahida an Laa ilaha illallahu was taqbala giblatanaa wa shollaa sholaatana wa akala dzabiihatanaa fa hua al muslimu lahu lil muslimi ‘alaihi maa ‘alal muslimi”

    Artinya: “Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, menganut kiblat kita (ka’bah), shalat sebagaimana shalat kita, dan memakan daging sembelih an sebagaimana sembelihan kita, maka dialah orang Islam. Ia mempunyai hak sebagaimana orang-orang Islam lainnya. Dan ia mem- punyai kewajiban sebagaimana orang Islam lainnya”.

    Hadits riwayat At-Thabrani dalam Al-Kabir ada sebuah hadits dari Abdullah bin Umar dengan isnad yang baik bahwa Rasulallah saw.pernah memerintah kan:

    كُفُّوْا عَنْ أهْلِ (لاَ إِِلَهَ إِلاَّ اللهُ) لاَ تُكَفِّرُوهُمْ بِذَنْبٍ وَفِى رِوَايَةٍ وَلاَ تُخْرِجُوْهُمْ مِنَ الإِسْلاَمِ بِعَمَلٍ.

    “Tahanlah diri kalian (jangan menyerang) orang ahli ‘Laa ilaaha illallah’ (yakni orang Muslim). Janganlah kalian mengkafirkan mereka karena suatu dosa”. Dalam riwayat lain dikatakan: “Janganlah kalian mengeluarkan mereka dari Islam karena suatu amal ( perbuatan)”.

    Wassalamu’alaikum wr. wb

  • kudama

    Assalamu ‘alaikum wr. wb
    Bukankan dalam Al’Quran kita diwajibkan beribadah dengan mengikhlaskan hanya Kepada Allah SWT.
    Intinya terimalah yang diturunkan melalui Al’Quran dan sunnah Rasulnya apa adanya dan tanpa syarat.
    Jangan dengan alasan menerima risalah islam tapi dengan syarat tertentu, seperti mengadopsi adat JAHILIYAH pada ajaran islam.
    Ingat, Iblis diberi tangguh untuk menyesatkan keturunan Adam as , kecuali untuk orang orang yang muhklis. Jadi semua umat manusia dapat disesatkan iblis, termasuk orang yang shalat, berpuasa, berzakat , berhadji . Iblis cukup menghadirkan rasa ketidak ihklasan dalam diri umat dalam beribadah sehingga rusak amal ibadah .
    Insyallah hanya orang yang ihklas yang selamat dari kesesatan iblis ,sesuai janjiNya ….

  • http://mbahjogo.wordpress.com mabhjogo

    Alhamdulillah, ternyata masih ada yang cara argumentasinya (komentar) yang sangat santun dan bijak.
    Awalnya aku sangat prihatin, banyak komentator yang tidak sejuk dan menjurus meerasa paling benar.

    Untuk saudaraku Yahya,
    tingkat gaya komentarmu dengan berfikir yang bijak dan iman. Rasanya nyaman dan sejuk serta enak dibaca.
    Insya Allah, orang yang awam (termasuk yang suka ke kebo kyai slamet, dll) akan tertarik dan mudah mendapat hidayah Allah. amin……….

    Semoga engkau di Rahmati Allah.

  • http://www.muslim.or.id Muslim.or.id

    Mbah Jogo dan Mas Jaya. Perlu Anda ketahui, bahwa seseorang yang mengucapkan kalimah syahadat akan tetapi dalam prakteknya dia masih dengan enteng berbuat syirik, sudah didakwahi tapi masih ngeyel dan menentang, maka syahadatnya telah batal.

    Ucapan kalimah syahadat bukan cuma di bibir saja Mas, Mbah…

    Ucapan syahadat harus diaplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari.

    Orang yang ahli Laa Ilaa ha illallah (ahli tauhid) adalah orang yang tauhidnya sudah kuat dan benar dan menghindari dirinya dari pembatal-pembatal tauhidnya. Lha, masak orang yang suka ngalap berkah kebo kyai Slamet, suka ruwatan, suka ngasih sesajen dibilang ahli tauhid?!!

    Tugas kita yaa terus berdakwah agar saudara-saudara kita lepas dari pengaruh bid’ah dan syirik. Begitu, Mbah…

  • AWAM

    Assalamu ‘alaikum…

    Bagaimana kalau kita sudah menyampaikan/menasehatinya tapi malah dijawab :
    “Emang gue pikirin!!”

    Kemudian dijelaskan kepadanya bahwa itu bisa menyebabkan kekufuran, tapi dia semakin keras menjawab dan mengatakan:
    “Biarin, ntar gue syahadat lagi!!”

    Hal ini terjadi belum lama, ketika saya menasehati salah seorang kerabat. Dia (kerabat saya) bercerita bahwa ketika dia mengadakan walimah turunnya hujan deras disebabkan (menurutnya) pawang hujannya pulang.

    Sejujurnya dalam hati saya waktu itu marah sekali, sampai-sampai saya melarang istri saya untuk tidak mengijinkan dia masuk kerumah saya. Karena saya takut perilakunya itu berakibat buruk terhadap anak-anak saya.

  • kudama

    Ada fenomena menarik tentang sapi atau kerbau Digambarkan dalam Alquran pada kejadian kekonyolan / keengganan bani israil dalam perintah untuk mengorbankan sapi dengan pertanyaan pertanyaan yang nyeleneh….
    Kekonyolan bani israil dalam menyembah anak sapi , setelah diselamatkan nabi Musa as dari cekraman firaun. Kepala Baphomet sebagai simbol dewa , dikeramatkan sapi oleh orang hindu di india, dan di indonesia pun terjadi pengkeramatan kerbau oleh saudara kita ……..

  • JAYA

    Assalamu’alaikum wr. wb

    Terima kasih atas komentar muslim.or.id atas komentar saya,
    memang kegiatan tersebut bagi sebagian orang dianggap sesat. mungkin mereka kiyaskan dengan mencium Hajar Aswad di Baitullah dan menjiarahi makam nabi Muhammad SAW & Nabi Ibrahim AS kemudian berdoa saja tidak dianggap Syirik. mungkin sedikit demi sedikit kita luruskan saja bahwa pertama tama kita sampaikan bahwa acara tersebut adalah sesuatu yang tidak berguna, bahwa yang memberi manfaat dan madhorot hanyalah Allah SWT semata.
    mari kita sama-sama dengan bijak berdoa untuk mereka yang mungkin tidak tahu atas tindakan mereka.
    sesuai firman Allah

     Surat Ali Imran (3) :159:… “Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka.”

     Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim , Abu Dawud dan lainnya bahwa Rasulallah saw. bersabda:

    وَاللهُ فِى عَوْنِ العَبْدِ مَاكَانَ العَبْدُ فِى عَوْنِِ أخِيْهِ

    ‘…Allah menolong hamba-Nya selagi hamba itu mau menolong saudaranya’.

    firman Allah :

    ‘Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran’. (QS Al-Baqarah [2] :186)

    Terima kasih
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb

  • M.Amin

    Semoga mereka dibukakan hidayah.. hanya karena pertolongan Allah swt, mereka yang ngeyel merasa benar mereka akan sadar…semoga..

  • Sis

    Assalamu’laikum wr wb, Di tempat saya mayoritas umat islam masih suka bepergian ziarah ke tempat wali , termasuk pemuka2 agama ditempat saya. yg saya tanyakan apakah perbuatan orang skitar saya termasu syirik ??,mohon jawabanya,.wassalam..

  • http://myspace.com/syabuun-bdg Ahmed Al-Asyif

    Assalamu’alaikum

    wah beneran mas ada yg sampe nyimpen kotoran? kayanya pas dirumah dimamam….hahahaa
    wong edannnn…
    ini yg ngajarin awalnya siapa? ahaha ngakak….

@muslimindo

    Message: Rate limit exceeded, Please check your Twitter Authentication Data or internet connection.