<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Menyoal Pemaknaan Syahadat</title>
	<atom:link href="http://muslim.or.id/aqidah/menyoal-pemaknaan-syahadat.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslim.or.id/aqidah/menyoal-pemaknaan-syahadat.html</link>
	<description>Pesantren online agama Islam berdasarkan Qur&#039;an dan Sunnah dengan pemahaman Salafus Shalih</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 12:06:33 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: Hasib</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/menyoal-pemaknaan-syahadat.html/comment-page-1#comment-81646</link>
		<dc:creator>Hasib</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 13:26:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=235#comment-81646</guid>
		<description>geleng-geleng kepala ane melihat artikel dan comentatornya yang nulis pendapatnya panjang2 banget,kayanya yang mengunjungi situs ini ahli tafsir semua deh,semoga ane bisa ikutan pintar dah :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>geleng-geleng kepala ane melihat artikel dan comentatornya yang nulis pendapatnya panjang2 banget,kayanya yang mengunjungi situs ini ahli tafsir semua deh,semoga ane bisa ikutan pintar dah :)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Firmansyah dari Palu</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/menyoal-pemaknaan-syahadat.html/comment-page-1#comment-79079</link>
		<dc:creator>Firmansyah dari Palu</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Oct 2011 06:35:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=235#comment-79079</guid>
		<description>Assalamua&#039;alikum war.wab.

Salam kenal semuanya, saya juga baru belajar mengenai manhaj Salaf dan saya sangat tertarik dengannya...

dilihat dari forum  ini saya jadi terharu, sebab jarang sekali ada orang yang berdiskusi seperti ini dengan kepala dingin. Hanya di forum ini saja saya mendaptakannya(mungkin).

semoga Allah subhanahu wa ta&#039;ala selalu mengistiqamahkan kita di jalan-Nya amin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamua&#8217;alikum war.wab.</p>
<p>Salam kenal semuanya, saya juga baru belajar mengenai manhaj Salaf dan saya sangat tertarik dengannya&#8230;</p>
<p>dilihat dari forum  ini saya jadi terharu, sebab jarang sekali ada orang yang berdiskusi seperti ini dengan kepala dingin. Hanya di forum ini saja saya mendaptakannya(mungkin).</p>
<p>semoga Allah subhanahu wa ta&#8217;ala selalu mengistiqamahkan kita di jalan-Nya amin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abuerzha</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/menyoal-pemaknaan-syahadat.html/comment-page-1#comment-69915</link>
		<dc:creator>abuerzha</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Mar 2011 04:48:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=235#comment-69915</guid>
		<description>izin cpoas yaa ustadz..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>izin cpoas yaa ustadz..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ina</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/menyoal-pemaknaan-syahadat.html/comment-page-1#comment-68727</link>
		<dc:creator>ina</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Mar 2011 04:44:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=235#comment-68727</guid>
		<description>asslamualaikum izin copy ya,,,
syukron katsir</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>asslamualaikum izin copy ya,,,<br />
syukron katsir</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: @be</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/menyoal-pemaknaan-syahadat.html/comment-page-1#comment-62197</link>
		<dc:creator>@be</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Oct 2010 08:02:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=235#comment-62197</guid>
		<description>assalamualaikum, minta ijin buat di copy....


sukron.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum, minta ijin buat di copy&#8230;.</p>
<p>sukron.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Joe</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/menyoal-pemaknaan-syahadat.html/comment-page-1#comment-46945</link>
		<dc:creator>Joe</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 18:05:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=235#comment-46945</guid>
		<description>Ass..wrh..wbr..
Saya telah mengikuti perdebatan/diskusi ini dari awal, sehingga saya pun tertarik untuk memberi komentar.
Menurut saya apa yang diperdebatkan disini adalah persepsi setiap pihak(saudara/saudariku) mengenai arti atau makna dari kata &#039;&#039;ilah&quot; yang mana setiap pihak(saudara/i) punya landasan sendiri atas argumennya yang mana kesemuanya itu benar adanya. 
Sehingga kalau boleh saya sarankan agar dalam pembuatan artikel artikel selanjutnya hendaknya ditulis dengan pola bahasa yang mudah dicerna dan disertai penjelasan untuk setiap kata atau kalimat yang mengandung makna yang dalam seperti pada kata &quot;ilah&quot;. Apa lagi untuk orang awam seperti saya yang tidak tahu bahasa arab akan sangat kesulitan untuk mencerna kata &#039;tersebut&#039;.....(makanan kali.. {dicerna})
mohon ma&#039;af atas kehilafan
Wassalam..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass..wrh..wbr..<br />
Saya telah mengikuti perdebatan/diskusi ini dari awal, sehingga saya pun tertarik untuk memberi komentar.<br />
Menurut saya apa yang diperdebatkan disini adalah persepsi setiap pihak(saudara/saudariku) mengenai arti atau makna dari kata &#8221;ilah&#8221; yang mana setiap pihak(saudara/i) punya landasan sendiri atas argumennya yang mana kesemuanya itu benar adanya.<br />
Sehingga kalau boleh saya sarankan agar dalam pembuatan artikel artikel selanjutnya hendaknya ditulis dengan pola bahasa yang mudah dicerna dan disertai penjelasan untuk setiap kata atau kalimat yang mengandung makna yang dalam seperti pada kata &#8220;ilah&#8221;. Apa lagi untuk orang awam seperti saya yang tidak tahu bahasa arab akan sangat kesulitan untuk mencerna kata &#8216;tersebut&#8217;&#8230;..(makanan kali.. {dicerna})<br />
mohon ma&#8217;af atas kehilafan<br />
Wassalam..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Remo Harsono</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/menyoal-pemaknaan-syahadat.html/comment-page-1#comment-46417</link>
		<dc:creator>Remo Harsono</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 01:58:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=235#comment-46417</guid>
		<description>uhhh...diskusinya panjang banget yak...salut buat anda-anda semua yang mampu berdiskusi dengan kepala dingin...moga2 saya ketularan :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>uhhh&#8230;diskusinya panjang banget yak&#8230;salut buat anda-anda semua yang mampu berdiskusi dengan kepala dingin&#8230;moga2 saya ketularan :)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: edyhazz</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/menyoal-pemaknaan-syahadat.html/comment-page-1#comment-23196</link>
		<dc:creator>edyhazz</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2009 15:20:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=235#comment-23196</guid>
		<description>بسم الله ارحمن ارحيم
semoga Akhi &amp; ukhti selalu dlm Rahmat Allah SWT..amin
masya Allah Diskusi yg menarik.polemik tentang pemaknaan kata ilah,rububiah,uluhiyah,tauhid..dsjnsnya memerlukan pemahaman yang benar tntang ilmu Usuludin ( dasar agama ). perbedaan definisi/tarif 1 kata antar 2 orang saja menimbulkan perbedaan pemahaman yg extrim,perbedaan pemahaman akan menimbulkan imej yg beda pula tntng sesuatu itu. apalagi antar klompok. 
contoh pada kata &#039;benar&#039;.masing2 indvdu/kelompok pasti mengklaim bahwa argumennya yang Benar,saking bagusnya benar.padahal ssorang /kelompok yang mengklaim bahwa argumennya yg benar tidak tau ,sebenernya &#039;Benar itu apa sih? ..
saya akan kirimkan komentar saya selanjutnya. afwan..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>بسم الله ارحمن ارحيم<br />
semoga Akhi &amp; ukhti selalu dlm Rahmat Allah SWT..amin<br />
masya Allah Diskusi yg menarik.polemik tentang pemaknaan kata ilah,rububiah,uluhiyah,tauhid..dsjnsnya memerlukan pemahaman yang benar tntang ilmu Usuludin ( dasar agama ). perbedaan definisi/tarif 1 kata antar 2 orang saja menimbulkan perbedaan pemahaman yg extrim,perbedaan pemahaman akan menimbulkan imej yg beda pula tntng sesuatu itu. apalagi antar klompok.<br />
contoh pada kata &#8216;benar&#8217;.masing2 indvdu/kelompok pasti mengklaim bahwa argumennya yang Benar,saking bagusnya benar.padahal ssorang /kelompok yang mengklaim bahwa argumennya yg benar tidak tau ,sebenernya &#8216;Benar itu apa sih? ..<br />
saya akan kirimkan komentar saya selanjutnya. afwan..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muslim.or.id</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/menyoal-pemaknaan-syahadat.html/comment-page-1#comment-4060</link>
		<dc:creator>Muslim.or.id</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2008 00:56:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=235#comment-4060</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum ukhti Erlina dan ikhwah yang lain:
Alhamdulillah, semoga Allah mengokohkan kita semua pada agama Islam dan pada manhaj Rasulullah shallallahu &#039;alaihi wa sallam dan para sahabat hingga kita dibangkitkan pada yaumil akhir nanti.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum ukhti Erlina dan ikhwah yang lain:<br />
Alhamdulillah, semoga Allah mengokohkan kita semua pada agama Islam dan pada manhaj Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dan para sahabat hingga kita dibangkitkan pada yaumil akhir nanti.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Erlina</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/menyoal-pemaknaan-syahadat.html/comment-page-1#comment-3956</link>
		<dc:creator>Erlina</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 03:25:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=235#comment-3956</guid>
		<description>Alhamdulillah. Forum ini sangat bermanfaat bagi saya yang masih harus banyak menggali ilmu. Saya jadi banyak belajar, mencari dan membaca kitab/buku2 untuk mengcross check dan membuktikan apakah dalil2 ini kuat atau tidak, untuk bersama-sama berdiskusi dan mencari kebenaran, karena kalimat syahadat ini sangat penting dalam hidup kita. 
Alhamdulillah, terima kasih banyak atas bantuannya dengan menanggapi komentar saya, sampai akhirnya kita punya pendapat yang sama bahwa “artikel ini memang tidak bertujuan untuk mengakui adanya ilah2 selain Allah,
akan tetapi menjelaskan bahwa inti kalimat tauhid adalah menyatakan bahwa peng-ilahan (penyembahan) selain Allah adalah tidak dibenarkan, tidak pada tempatnya dan merupakan kezhaliman yang amat besar (QS 31:13)”. Terimakasih akhi Agus (yang lain).

Saya juga membaca tentang turunnya  Al An’aam 19-20 (baca dalam Kitab Asbabun Nuzul) karena an Nahham bin Zaid, Qardun bin Kaab dan Bahri bin Umar datang menghadap Rasulullah saw dan berkata: “Hai Muhammad! Engkau tidak mengetahui bahwa ada Tuhan selain Allah.” Kemudian beliau bersabda: “Tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dengan membawa penjelasan itu, maka aku diutus dan kepada kepercayaan itu aku berdakwah.” (diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq dan Ibnu Jarir dari said atau Ikrimah dari Ibnu Abbas). 
Memang ilah-ilah lain selain Allah itu tidak ada, yang ada hanya sesuatu/apapun yang dijadikan ilah.  Sehingga hal ini relevan dengan Al Anbiyaa’ 21.  Ilah itu hanya satu/esa, tuhan itu hanya satu tidak banyak, kalau banyak pastilah dunia sudah binasa.

Akhi Abdul Jabbar selama 27 tahun saya beragama Kristen, mengakui Yesus adalah tuhan dan sekaligus menyembahnya. Dan sekarang saya sudah 11 tahun menjadi mualaf. Saya jadi mengerti salah satu sebab mengapa Yesus di-tuhankan, karena ada sejarah pelantikan Yesus sebagai tuhan melalui konsili Nicea (325M) dan masih ada sebab2 yg lain. Oleh karena itu saya sama sekali tidak berani mengakui Yesus adalah tuhan/ilah walau sekarang saya tidak menyembahnya, hanya mengakui Yesus sebagai ilah saja saya tidak berani, karena hal ini bisa menyebabkan kecemburuan Allah. Mohon doakan saya untuk istiqomah di dalam Islam, mati di dalam Islam, dan mendidik anak2 saya di dalam Islam.

Sekali lagi terima kasih banyak atas bantuan saudara-saudara dalam diskusi ini. Di forum ini kita sama-sama mencari kebenaran, untuk mengcross check dan membuat check point akan pemahaman kita, siapa tahu kita masih dalam kondisi yang salah. Karena kalau kita sudah sangat yakin kita benar dan selamat, mengapa Allah mewajibkan kita membaca Al Fatihah setiap kita sholat dan memohon: ‘Ihdinash shirathal mustaqim’ (Tunjukilah kami jalan yang lurus),  pastilah ada tujuannya Allah memerintahkan ini. Karena supaya kita selalu mencari kebenaran, selalu membuat check point untuk mengecheck kebenaran pemahaman/jalan kita apakah sudah sesuai dan tidak bertentangan dengan Quran dan hadist.

Pemahaman saya mungkin masih terlalu kecil dan sedikit, ilmu saya juga terlalu kecil untuk paham akan penciptaan, pemeliharaan, dan pengaturan alam semesta termasuk tubuh manusia yang sangat luar biasa, tetapi yang sangat sedikit inipun cukup untuk menundukkan saya, mengharuskan saya, dan memberi alasan yang sangat kuat kepada saya untuk hanya menyembah Allah.

Saya akhiri komentar saya tentang kalimat syahadat ini. Semoga Allah selalu memberi petunjuk kepada kita.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah. Forum ini sangat bermanfaat bagi saya yang masih harus banyak menggali ilmu. Saya jadi banyak belajar, mencari dan membaca kitab/buku2 untuk mengcross check dan membuktikan apakah dalil2 ini kuat atau tidak, untuk bersama-sama berdiskusi dan mencari kebenaran, karena kalimat syahadat ini sangat penting dalam hidup kita.<br />
Alhamdulillah, terima kasih banyak atas bantuannya dengan menanggapi komentar saya, sampai akhirnya kita punya pendapat yang sama bahwa “artikel ini memang tidak bertujuan untuk mengakui adanya ilah2 selain Allah,<br />
akan tetapi menjelaskan bahwa inti kalimat tauhid adalah menyatakan bahwa peng-ilahan (penyembahan) selain Allah adalah tidak dibenarkan, tidak pada tempatnya dan merupakan kezhaliman yang amat besar (QS 31:13)”. Terimakasih akhi Agus (yang lain).</p>
<p>Saya juga membaca tentang turunnya  Al An’aam 19-20 (baca dalam Kitab Asbabun Nuzul) karena an Nahham bin Zaid, Qardun bin Kaab dan Bahri bin Umar datang menghadap Rasulullah saw dan berkata: “Hai Muhammad! Engkau tidak mengetahui bahwa ada Tuhan selain Allah.” Kemudian beliau bersabda: “Tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dengan membawa penjelasan itu, maka aku diutus dan kepada kepercayaan itu aku berdakwah.” (diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq dan Ibnu Jarir dari said atau Ikrimah dari Ibnu Abbas).<br />
Memang ilah-ilah lain selain Allah itu tidak ada, yang ada hanya sesuatu/apapun yang dijadikan ilah.  Sehingga hal ini relevan dengan Al Anbiyaa’ 21.  Ilah itu hanya satu/esa, tuhan itu hanya satu tidak banyak, kalau banyak pastilah dunia sudah binasa.</p>
<p>Akhi Abdul Jabbar selama 27 tahun saya beragama Kristen, mengakui Yesus adalah tuhan dan sekaligus menyembahnya. Dan sekarang saya sudah 11 tahun menjadi mualaf. Saya jadi mengerti salah satu sebab mengapa Yesus di-tuhankan, karena ada sejarah pelantikan Yesus sebagai tuhan melalui konsili Nicea (325M) dan masih ada sebab2 yg lain. Oleh karena itu saya sama sekali tidak berani mengakui Yesus adalah tuhan/ilah walau sekarang saya tidak menyembahnya, hanya mengakui Yesus sebagai ilah saja saya tidak berani, karena hal ini bisa menyebabkan kecemburuan Allah. Mohon doakan saya untuk istiqomah di dalam Islam, mati di dalam Islam, dan mendidik anak2 saya di dalam Islam.</p>
<p>Sekali lagi terima kasih banyak atas bantuan saudara-saudara dalam diskusi ini. Di forum ini kita sama-sama mencari kebenaran, untuk mengcross check dan membuat check point akan pemahaman kita, siapa tahu kita masih dalam kondisi yang salah. Karena kalau kita sudah sangat yakin kita benar dan selamat, mengapa Allah mewajibkan kita membaca Al Fatihah setiap kita sholat dan memohon: ‘Ihdinash shirathal mustaqim’ (Tunjukilah kami jalan yang lurus),  pastilah ada tujuannya Allah memerintahkan ini. Karena supaya kita selalu mencari kebenaran, selalu membuat check point untuk mengecheck kebenaran pemahaman/jalan kita apakah sudah sesuai dan tidak bertentangan dengan Quran dan hadist.</p>
<p>Pemahaman saya mungkin masih terlalu kecil dan sedikit, ilmu saya juga terlalu kecil untuk paham akan penciptaan, pemeliharaan, dan pengaturan alam semesta termasuk tubuh manusia yang sangat luar biasa, tetapi yang sangat sedikit inipun cukup untuk menundukkan saya, mengharuskan saya, dan memberi alasan yang sangat kuat kepada saya untuk hanya menyembah Allah.</p>
<p>Saya akhiri komentar saya tentang kalimat syahadat ini. Semoga Allah selalu memberi petunjuk kepada kita.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

