<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Kapankah Kejayaan Umat Kan Dicapai?</title>
	<atom:link href="http://muslim.or.id/aqidah/kejayaan-umat.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslim.or.id/aqidah/kejayaan-umat.html</link>
	<description>Pesantren online agama Islam berdasarkan Qur&#039;an dan Sunnah dengan pemahaman Salafus Shalih</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 02:47:32 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: akh muhyi</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/kejayaan-umat.html/comment-page-1#comment-56824</link>
		<dc:creator>akh muhyi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 08:28:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=455#comment-56824</guid>
		<description>bismillah,kejayaan islam terbentuk dari diri kita(tauhid kita),keluarga kita,lingkungan kita dstnya.tidak akan tewujud kejayaan islam jika sistem yang dianut seperti sekarang.pemimpin yang adil dan amanah akan terwujud jika rakyatnya sudah terbentuk ketauhidanya dan imanya terlebih dahulu,bukan memilih pemimpin untuk merubah kondisi rakyat,ekonomi dll seperti sekarang.
tugas kita sekarang adalah tolabul&#039;ilmi untuk mencapai cita-cita muslim yang mukmin.

waallahu&#039;alam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bismillah,kejayaan islam terbentuk dari diri kita(tauhid kita),keluarga kita,lingkungan kita dstnya.tidak akan tewujud kejayaan islam jika sistem yang dianut seperti sekarang.pemimpin yang adil dan amanah akan terwujud jika rakyatnya sudah terbentuk ketauhidanya dan imanya terlebih dahulu,bukan memilih pemimpin untuk merubah kondisi rakyat,ekonomi dll seperti sekarang.<br />
tugas kita sekarang adalah tolabul&#8217;ilmi untuk mencapai cita-cita muslim yang mukmin.</p>
<p>waallahu&#8217;alam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abu abdillah</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/kejayaan-umat.html/comment-page-1#comment-31310</link>
		<dc:creator>abu abdillah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 05:04:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=455#comment-31310</guid>
		<description>bismillah
untuk islah:
seandainya amal sholih yang rosululloh inginkan adalah pemerintahan/kekuasaan kenapa beliau tidak menerima tawaran kaum qurays saat mereka menawarkan kepada beliau kekuasaan, harta dan wanita?
kemudian, &#039;iman dan ketauhidan adalah sesuatu yang pasti&#039;, maksudnya bgmn? bukankah hati kita berada diantara jari-jemari Alloh? maka bgmn kita bisa memastikan iman dan tauhid kita akan stabil sampai kita mati? kalaulah iman dan ketauhidan sesuatu yang pasti dalam arti semua yang mengucapkan kalimat syahadat pasti paham maka lebih parah lagi, karena bisa disaksiakan sendiri betapa banyak masyarakat kita yang jatuh dalam perbuatan kesyirikan sebelum mereka jatuh dalam syirik hukkam..
tolong d jawab dengan dalil naql dan aql.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bismillah<br />
untuk islah:<br />
seandainya amal sholih yang rosululloh inginkan adalah pemerintahan/kekuasaan kenapa beliau tidak menerima tawaran kaum qurays saat mereka menawarkan kepada beliau kekuasaan, harta dan wanita?<br />
kemudian, &#8216;iman dan ketauhidan adalah sesuatu yang pasti&#8217;, maksudnya bgmn? bukankah hati kita berada diantara jari-jemari Alloh? maka bgmn kita bisa memastikan iman dan tauhid kita akan stabil sampai kita mati? kalaulah iman dan ketauhidan sesuatu yang pasti dalam arti semua yang mengucapkan kalimat syahadat pasti paham maka lebih parah lagi, karena bisa disaksiakan sendiri betapa banyak masyarakat kita yang jatuh dalam perbuatan kesyirikan sebelum mereka jatuh dalam syirik hukkam..<br />
tolong d jawab dengan dalil naql dan aql.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Islah</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/kejayaan-umat.html/comment-page-1#comment-31265</link>
		<dc:creator>Islah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2009 10:22:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=455#comment-31265</guid>
		<description>Janji Allah pada firman-Nya diatas pasti akn trjdi. Dg iman dan amal sholeh. Yg jd prtnyaan adlah amal sholih sperti ap yg akan menghntarkan qt pada janji Allah tsb. 
Secara singkat, bhwa janji Allah itu adlh dlm knteks yg luas ykni kekuasaan / ke-khilafah-an. Iman atau ktauhidan itu adlh ssuatu yg pasti. Sdangkn amal sholihny adlh sesuatu yg yg brhubungan dg pemerintahan/kekuasaan, yakni politik islam. Itulah yg sring trlalaikan oleh qt. Hnya saja bukn brati qt hrus trjun dlm politik praktis lbih2 itu adlh demokrasi yg sudah jls mempertuhankn hukum manusia. Lalu kalo qt msh memprthnkan dmokrasi dan enggan mnggantinya dg sistem islam, dimanakah tauhid qt??
Mari ganti sistemnya, krena hal itulah bntuk iman dan amal sholih yg akn menuju janji kemenangan disamping amal sholih mahdoh lainnya. Wallahu a&#039;lam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Janji Allah pada firman-Nya diatas pasti akn trjdi. Dg iman dan amal sholeh. Yg jd prtnyaan adlah amal sholih sperti ap yg akan menghntarkan qt pada janji Allah tsb.<br />
Secara singkat, bhwa janji Allah itu adlh dlm knteks yg luas ykni kekuasaan / ke-khilafah-an. Iman atau ktauhidan itu adlh ssuatu yg pasti. Sdangkn amal sholihny adlh sesuatu yg yg brhubungan dg pemerintahan/kekuasaan, yakni politik islam. Itulah yg sring trlalaikan oleh qt. Hnya saja bukn brati qt hrus trjun dlm politik praktis lbih2 itu adlh demokrasi yg sudah jls mempertuhankn hukum manusia. Lalu kalo qt msh memprthnkan dmokrasi dan enggan mnggantinya dg sistem islam, dimanakah tauhid qt??<br />
Mari ganti sistemnya, krena hal itulah bntuk iman dan amal sholih yg akn menuju janji kemenangan disamping amal sholih mahdoh lainnya. Wallahu a&#8217;lam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abinyadiahdila</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/kejayaan-umat.html/comment-page-1#comment-20740</link>
		<dc:creator>abinyadiahdila</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Dec 2008 01:55:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=455#comment-20740</guid>
		<description>asslamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.
kuncinya bertauhid yang benar dan beramal sholeh,terus dan teruslah berbuat baik ajari orang yang jahil beri makan orang yang lapar kasih baju orang yang telanjang. dan masih banyak lagi yang harus dikerjakan bukan,afwan seperti menggurui ya,wallahu a&#039;lam.wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>asslamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.<br />
kuncinya bertauhid yang benar dan beramal sholeh,terus dan teruslah berbuat baik ajari orang yang jahil beri makan orang yang lapar kasih baju orang yang telanjang. dan masih banyak lagi yang harus dikerjakan bukan,afwan seperti menggurui ya,wallahu a&#8217;lam.wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tami</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/kejayaan-umat.html/comment-page-1#comment-19724</link>
		<dc:creator>tami</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 08:38:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=455#comment-19724</guid>
		<description>bismillah, ana setuju dengan komentar/penjelasan akhi aswad. memang untuk meraih persatuan umat harus dimulai dari memahami tauhid secara benar sesuai tuntunan Al Qur&#039;an dan sunnah Rasulullah. Mulailah dari diri kita sendiri bersemangatlah untuk selalu belajar agama sehingga kita tahu tauhid yang benar/sesuai dengan Al Qur&#039;an dan As Sunnah. jangan pernah putus asa untuk menyebarkan dan ( sesuai kemampuan kita ) pemahaman tauhid yang benar dimulai dari diri kemudian dilanjutkan kepada keluarga terdekat kita. Insya allah, Allah akan memudahkan jalan kita.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bismillah, ana setuju dengan komentar/penjelasan akhi aswad. memang untuk meraih persatuan umat harus dimulai dari memahami tauhid secara benar sesuai tuntunan Al Qur&#8217;an dan sunnah Rasulullah. Mulailah dari diri kita sendiri bersemangatlah untuk selalu belajar agama sehingga kita tahu tauhid yang benar/sesuai dengan Al Qur&#8217;an dan As Sunnah. jangan pernah putus asa untuk menyebarkan dan ( sesuai kemampuan kita ) pemahaman tauhid yang benar dimulai dari diri kemudian dilanjutkan kepada keluarga terdekat kita. Insya allah, Allah akan memudahkan jalan kita.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kudama</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/kejayaan-umat.html/comment-page-1#comment-19680</link>
		<dc:creator>kudama</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 00:48:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=455#comment-19680</guid>
		<description>assalaamu’alaykum wa rahmatullaahi wa barakatuh
wa subhanallah,

jika kita melihat sejarah lahirnya islam ,  pada saat itu terdapat 2 kekaisaran dunia , yang saling berganti menguasai dunia  yaitu parsia dan romawi.

Tetapi  pada saat risalah Rasullalah  di jalankan oleh orang arab badui,  yang notabene  bangsa nomaden , yang terpecah dari berbagai kabilah , akhirnya 2 kekaisaran tersebut tumbang  ,

Dari hal tersebut sebenarnya ada yang harus diambil hikmahnya, apakah bangsa pengembara tersebut memang suatu bangsa yang hebat ????   , sehingga bisa menaklukan dunia pada saat tersebut ??, karena sejarah sudah membuktikan   , sebelum risalah nabi kita turun bangsa tsb tidak pernah tertulis dalam sejarah dunia.....

Rahasia apakah yang mengantarkan bangsa tersebut hingga dapat menguasai dunia pada saat itu ???  ..
Rahasianya adalah  karena nabi kita telah mengajarkan TAUHID kedalam jiwa  bangsa arab pada saat itu,  sehingga hanya kepada Allah SWT, mereka bergantung dalam segala hal , hanya kepada Allah SWT mereka beribadah.
Mereka meninggikan kalimat TAUHID dan mengamalkan dalam kehidupan mereka .
Dan sejarah pun membuktikan pula  dengan melunturnya  kalimat TAUHID  pada generasi selanjutnya  mengakibatkan keterpurukan umat islam pada periode selanjutnya ...
Jadi intinya walaupun umat islam sebanyak buih di muka bumi , tetapi TAUHID dalam jiwa mereka sudah ternoda / luntur , maka jangan harap  , KITA MENDAPATKAN KEJAYAAN  SEPERTI DULU ....

Fenomena menarik dapat kita lihat pada kasus pendudukan UNI SOVYET pada afganistan,   kalau dilihat dari teori  , bagaimana bisa sebuah bangsa  termasuk terbelakang dapat mengalahkan negara besar uni sovyet  yang mempunyai pasukan dan perlengkapan tempur yang sangat hebat di dunia.
Dan kalau kita jujur runtuhnya Uni sovyet secara ekonomi dan politik  ,  karena mereka masuk ke Afganistan, sehingga saat ini mereka hanya dikenal dengan bangsa Rusia
Tetapi intinya  , bagaamana Uni sovyet bisa dikalahkan ? 

Rusia dikalahkan oleh tauhid yang ada didalam pejuang pejuang islam  , yang dimana Allah swt ridha terhadap   mereka, sehingga dengan ijinNya   , memberikan kemenangan pada pejuang pejuang muslim.
Sulit dibayangkan suatu negara yang mempunyai perlengkapan tempur yang canggih, menguasai angkasa luar, mempunyai armada kapal selam terbesar, armada udara yang  besar dan mempunyai peralatan nuklir  , dapat diusir dengan memalukan oleh mujahidin yang relatif hanya bersenjatakan sederhana.

Peristiwa ini  sebenarnya dapat menjadi pelajaran buat kita, tetapi  barangkali dengan kehebatan media masa barat, peristiwa ini dapat ditutupi/dikamufalse 

Kasus  ini  hampir sama dengan kemenangan yang diberikan Allah swt , kepada kaum muslimin terhadap 2 kekaisaran dunia terdahulu.

Jadi kalau kita ingin mencapai kejayaan seperti dahulu,   belajarlah pada sejarah ....., temukan inti bagaimana mendapatkan pertolongan dari Allah swt yaitu dengan menanamkan semangat TAUHID ke dalam jiwa anak cucu kita, memurnikan ajaran tauhid sepeti dahulu ,sehingga nantinya dapat melahirkan generasi muslim  yang kita idamkan ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalaamu’alaykum wa rahmatullaahi wa barakatuh<br />
wa subhanallah,</p>
<p>jika kita melihat sejarah lahirnya islam ,  pada saat itu terdapat 2 kekaisaran dunia , yang saling berganti menguasai dunia  yaitu parsia dan romawi.</p>
<p>Tetapi  pada saat risalah Rasullalah  di jalankan oleh orang arab badui,  yang notabene  bangsa nomaden , yang terpecah dari berbagai kabilah , akhirnya 2 kekaisaran tersebut tumbang  ,</p>
<p>Dari hal tersebut sebenarnya ada yang harus diambil hikmahnya, apakah bangsa pengembara tersebut memang suatu bangsa yang hebat ????   , sehingga bisa menaklukan dunia pada saat tersebut ??, karena sejarah sudah membuktikan   , sebelum risalah nabi kita turun bangsa tsb tidak pernah tertulis dalam sejarah dunia&#8230;..</p>
<p>Rahasia apakah yang mengantarkan bangsa tersebut hingga dapat menguasai dunia pada saat itu ???  ..<br />
Rahasianya adalah  karena nabi kita telah mengajarkan TAUHID kedalam jiwa  bangsa arab pada saat itu,  sehingga hanya kepada Allah SWT, mereka bergantung dalam segala hal , hanya kepada Allah SWT mereka beribadah.<br />
Mereka meninggikan kalimat TAUHID dan mengamalkan dalam kehidupan mereka .<br />
Dan sejarah pun membuktikan pula  dengan melunturnya  kalimat TAUHID  pada generasi selanjutnya  mengakibatkan keterpurukan umat islam pada periode selanjutnya &#8230;<br />
Jadi intinya walaupun umat islam sebanyak buih di muka bumi , tetapi TAUHID dalam jiwa mereka sudah ternoda / luntur , maka jangan harap  , KITA MENDAPATKAN KEJAYAAN  SEPERTI DULU &#8230;.</p>
<p>Fenomena menarik dapat kita lihat pada kasus pendudukan UNI SOVYET pada afganistan,   kalau dilihat dari teori  , bagaimana bisa sebuah bangsa  termasuk terbelakang dapat mengalahkan negara besar uni sovyet  yang mempunyai pasukan dan perlengkapan tempur yang sangat hebat di dunia.<br />
Dan kalau kita jujur runtuhnya Uni sovyet secara ekonomi dan politik  ,  karena mereka masuk ke Afganistan, sehingga saat ini mereka hanya dikenal dengan bangsa Rusia<br />
Tetapi intinya  , bagaamana Uni sovyet bisa dikalahkan ? </p>
<p>Rusia dikalahkan oleh tauhid yang ada didalam pejuang pejuang islam  , yang dimana Allah swt ridha terhadap   mereka, sehingga dengan ijinNya   , memberikan kemenangan pada pejuang pejuang muslim.<br />
Sulit dibayangkan suatu negara yang mempunyai perlengkapan tempur yang canggih, menguasai angkasa luar, mempunyai armada kapal selam terbesar, armada udara yang  besar dan mempunyai peralatan nuklir  , dapat diusir dengan memalukan oleh mujahidin yang relatif hanya bersenjatakan sederhana.</p>
<p>Peristiwa ini  sebenarnya dapat menjadi pelajaran buat kita, tetapi  barangkali dengan kehebatan media masa barat, peristiwa ini dapat ditutupi/dikamufalse </p>
<p>Kasus  ini  hampir sama dengan kemenangan yang diberikan Allah swt , kepada kaum muslimin terhadap 2 kekaisaran dunia terdahulu.</p>
<p>Jadi kalau kita ingin mencapai kejayaan seperti dahulu,   belajarlah pada sejarah &#8230;.., temukan inti bagaimana mendapatkan pertolongan dari Allah swt yaitu dengan menanamkan semangat TAUHID ke dalam jiwa anak cucu kita, memurnikan ajaran tauhid sepeti dahulu ,sehingga nantinya dapat melahirkan generasi muslim  yang kita idamkan &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aswad</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/kejayaan-umat.html/comment-page-1#comment-19567</link>
		<dc:creator>aswad</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 00:15:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=455#comment-19567</guid>
		<description>Akhi Widi, semoga Allah Ta&#039;ala menjagamu dalam kebaikan...

Akhi, siapa gerangan yang tidak mengidamkan persatuan? Begitu indahnya persatuan hingga tak mungkin sirna dari benak tiap muslim mendambakannya. Bahkan persatuan adalah syariat yang diperintahkan Allah Ta&#039;ala:
واَعْتصِمُواْ بِحَبْلِ الله جَمِيْعًا
Artinya: &quot;&lt;i&gt;Berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah   dan janganlah berpecah belah&lt;/i&gt;&quot; [Al Imran: 103]
Siapa pula gerangan yang tidak iba melihat keadaan di Palestine, di Afghanistan atau tempat lain dimana sebagian kaum muslim tertindas?? Rasulullah Shallallahu&#039;alaihi Wasallam bersabda:
المؤمن للمؤمن كالبنيان يَشُدُّ بعضُه بعضاً
Artinya: &quot;&lt;i&gt;Hubungan sesama mu&#039;min bagaikan bagian-bagian bangunan yang saling menguatkan&lt;/i&gt;&quot; [HR. Bukhari Muslim]. Membayangkan jika yang disana adalah orang tua, suadara dan kerabat kita, sungguh membuat pilu jiwa.
Namun akhi, lisan anda sendiri berkata &quot;&lt;i&gt;Tauhid itu paling penting dan wajib&lt;/i&gt;&quot;. Maka jangan sampai beda lisan beda lagi di perbuatan.
Bukankah banyak saudara kita yang belum memahami tauhid dengan benar? Bukankan banyak di antara mereka yang terbiasa dengan ritual yang mengandung kesyirikan?? Coba bayangkan, jika mereka adalah orang tua, adik, kakak, nenek, paman dan saudara kita terdekat!?! 
Tentunya anda tahu bahwa pelaku kesyirikan yang mati dalam keadaan belum bertaubat akan kekal di neraka. Mengerikan bukan jika itu terjadi pada orang tua, adik, kakak, nenek, paman dan saudara kita terdekat!?!
Ya akhi, jika demikian mana yang lebih urgent? Orang tua, adik, kakak, nenek, paman, saudara, teman sebangkumu, teman sepermainanmu ataukan lebih penting orang lain selain mereka? Atau bahkan, saya dan anda sendiri belum paham tauhid dengan benar dan maish terjerumus dalam kesyirikan!! 
Ya akhi, selamatkan diri sendiri dulu baru orang lain. Selamatkan keluargamu dulu baru saudara kita di Palestine.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
Artinya: &quot;Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka&quot; [At Tahrim: 6]
Maka, sebaiknya anda berpikir lagi sebelum berkata &quot;...Kesannya seperti tak ada hal lain yg lebih urgent&quot;.
Kaidah yang anda bawakan ’sesuatu yang tanpa dengannya maka sebuah kewajiban tak dapat dilaksanakan, maka sesuatu itu menjadi wajib’ akan menjadi tepat jika terpenuhi 2 syarat:

&lt;b&gt;Hanya ada jalan satu-satunya dan tidak ada jalan lain&lt;/b&gt;. Pergi ke masjid untuk shalat berjama&#039;ah wajib hukumnya. Namun berjalan kaki ke masjid tidak wajib. Karena masih ada cara lain, dengan naik sepeda atau naik motor. Beragama dengan benar wajib hukumnya, dan hanya ada 1 cara yaitu dengan belajar agama. Maka disini belajar agama wajib hukumnya
&lt;b&gt;Sarana tersebut tidak melanggar syariat&lt;/b&gt;. Menjalankan kewajiban tidak menghalalkan segala cara bukan??
 إن الله طيب لا يقبل إلا طيباً 
Artinya: &quot;&lt;i&gt;Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik&lt;/i&gt;&quot; [HR. Muslim]


Jika yang anda maksud dengan &#039;Mengusahakan pemerintahan ....&#039; adalah kita ikut serta dlam sistem demokrasi maka ini tidak memenuhi 2 syarat tersebut. Ikut terjun ke dalam sistem demokrasi bukan satu-satunya cara, bahkan Rasulullah Shallallahu&#039;alaihi Wasallam tidak menggunakan cara itu. Artinya, ada cara lain untuk membangun pemerintahan Islam yaitu caranya Rasulullah Shallallahu&#039;alaihi Wasallam. Selain itu sistem demokrasi jelas-jelas bertentangan dengan syariat. Maka, kaidah yang anda bawakan tidak bisa membenarkan penyataan anda.
Mencaci sesama muslim adalah perbuatan fasiq. Rasulullah Shallallahu&#039;alaihi Wasallam bersabda:
سباب المسلم فسوق وقتاله كفر
Artinya: &quot;&lt;i&gt;Mencaci seorang muslim itu perbuatan kefasikan dan membunuh seorang muslim itu perbuatan kekufuran&lt;/i&gt;&quot; [HR.Bukhari-Muslim]
Maka tentu perbuatan mencaci maki saudara muslim ini tidak dapat dibenarkan dan bertentangan dengan Al Qur&#039;an dan Sunnah. Orang yang berpegang teguh pada sunnah tentu tidak demikian, bahkan mereka adalah orang-orang yang gemar menasehati dalam kebaikan dan kesabaran, serta senantiasa menjaga dan memperingatkan ummat dari keburukan yang mengotori agama.
Menanggapi pernyataan anda : &quot;&lt;i&gt;Saya hanya bingung mengamati umat yg saling menyalahkan&lt;/i&gt;&quot; maka saya mengajak anda, juga ummat muslim sekalian untuk bersemangat dalam belajar agama, supaya tidak bingung. Agar bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah dalam beragama. Juga dengan ilmu tersebut kita bisa berjuang menegakkan bendera tauhid, minimal di jiwa-jiwa kita masing-masing. &lt;i&gt;Wallahu&#039;alam bishowab&lt;/i&gt;.
Semoga Allah memberikan hidayah-Nya agar kita menapaki jalan yang lurus, yaitu jalannya orang-orang yang di beri ni&#039;mat bukan jalan orang-orang yang dimurkai atau jalan orang yang menyimpang. Saya hanyalah hamba yang mengharap ampunan Rabb-Nya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Akhi Widi, semoga Allah Ta&#8217;ala menjagamu dalam kebaikan&#8230;</p>
<p>Akhi, siapa gerangan yang tidak mengidamkan persatuan? Begitu indahnya persatuan hingga tak mungkin sirna dari benak tiap muslim mendambakannya. Bahkan persatuan adalah syariat yang diperintahkan Allah Ta&#8217;ala:<br />
واَعْتصِمُواْ بِحَبْلِ الله جَمِيْعًا<br />
Artinya: &#8220;<i>Berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah   dan janganlah berpecah belah</i>&#8221; [Al Imran: 103]<br />
Siapa pula gerangan yang tidak iba melihat keadaan di Palestine, di Afghanistan atau tempat lain dimana sebagian kaum muslim tertindas?? Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam bersabda:<br />
المؤمن للمؤمن كالبنيان يَشُدُّ بعضُه بعضاً<br />
Artinya: &#8220;<i>Hubungan sesama mu&#8217;min bagaikan bagian-bagian bangunan yang saling menguatkan</i>&#8221; [HR. Bukhari Muslim]. Membayangkan jika yang disana adalah orang tua, suadara dan kerabat kita, sungguh membuat pilu jiwa.<br />
Namun akhi, lisan anda sendiri berkata &#8220;<i>Tauhid itu paling penting dan wajib</i>&#8220;. Maka jangan sampai beda lisan beda lagi di perbuatan.<br />
Bukankah banyak saudara kita yang belum memahami tauhid dengan benar? Bukankan banyak di antara mereka yang terbiasa dengan ritual yang mengandung kesyirikan?? Coba bayangkan, jika mereka adalah orang tua, adik, kakak, nenek, paman dan saudara kita terdekat!?!<br />
Tentunya anda tahu bahwa pelaku kesyirikan yang mati dalam keadaan belum bertaubat akan kekal di neraka. Mengerikan bukan jika itu terjadi pada orang tua, adik, kakak, nenek, paman dan saudara kita terdekat!?!<br />
Ya akhi, jika demikian mana yang lebih urgent? Orang tua, adik, kakak, nenek, paman, saudara, teman sebangkumu, teman sepermainanmu ataukan lebih penting orang lain selain mereka? Atau bahkan, saya dan anda sendiri belum paham tauhid dengan benar dan maish terjerumus dalam kesyirikan!!<br />
Ya akhi, selamatkan diri sendiri dulu baru orang lain. Selamatkan keluargamu dulu baru saudara kita di Palestine.<br />
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا<br />
Artinya: &#8220;Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka&#8221; [At Tahrim: 6]<br />
Maka, sebaiknya anda berpikir lagi sebelum berkata &#8220;&#8230;Kesannya seperti tak ada hal lain yg lebih urgent&#8221;.<br />
Kaidah yang anda bawakan ’sesuatu yang tanpa dengannya maka sebuah kewajiban tak dapat dilaksanakan, maka sesuatu itu menjadi wajib’ akan menjadi tepat jika terpenuhi 2 syarat:</p>
<p><b>Hanya ada jalan satu-satunya dan tidak ada jalan lain</b>. Pergi ke masjid untuk shalat berjama&#8217;ah wajib hukumnya. Namun berjalan kaki ke masjid tidak wajib. Karena masih ada cara lain, dengan naik sepeda atau naik motor. Beragama dengan benar wajib hukumnya, dan hanya ada 1 cara yaitu dengan belajar agama. Maka disini belajar agama wajib hukumnya<br />
<b>Sarana tersebut tidak melanggar syariat</b>. Menjalankan kewajiban tidak menghalalkan segala cara bukan??<br />
 إن الله طيب لا يقبل إلا طيباً<br />
Artinya: &#8220;<i>Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik</i>&#8221; [HR. Muslim]</p>
<p>Jika yang anda maksud dengan &#8216;Mengusahakan pemerintahan &#8230;.&#8217; adalah kita ikut serta dlam sistem demokrasi maka ini tidak memenuhi 2 syarat tersebut. Ikut terjun ke dalam sistem demokrasi bukan satu-satunya cara, bahkan Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam tidak menggunakan cara itu. Artinya, ada cara lain untuk membangun pemerintahan Islam yaitu caranya Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam. Selain itu sistem demokrasi jelas-jelas bertentangan dengan syariat. Maka, kaidah yang anda bawakan tidak bisa membenarkan penyataan anda.<br />
Mencaci sesama muslim adalah perbuatan fasiq. Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam bersabda:<br />
سباب المسلم فسوق وقتاله كفر<br />
Artinya: &#8220;<i>Mencaci seorang muslim itu perbuatan kefasikan dan membunuh seorang muslim itu perbuatan kekufuran</i>&#8221; [HR.Bukhari-Muslim]<br />
Maka tentu perbuatan mencaci maki saudara muslim ini tidak dapat dibenarkan dan bertentangan dengan Al Qur&#8217;an dan Sunnah. Orang yang berpegang teguh pada sunnah tentu tidak demikian, bahkan mereka adalah orang-orang yang gemar menasehati dalam kebaikan dan kesabaran, serta senantiasa menjaga dan memperingatkan ummat dari keburukan yang mengotori agama.<br />
Menanggapi pernyataan anda : &#8220;<i>Saya hanya bingung mengamati umat yg saling menyalahkan</i>&#8221; maka saya mengajak anda, juga ummat muslim sekalian untuk bersemangat dalam belajar agama, supaya tidak bingung. Agar bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah dalam beragama. Juga dengan ilmu tersebut kita bisa berjuang menegakkan bendera tauhid, minimal di jiwa-jiwa kita masing-masing. <i>Wallahu&#8217;alam bishowab</i>.<br />
Semoga Allah memberikan hidayah-Nya agar kita menapaki jalan yang lurus, yaitu jalannya orang-orang yang di beri ni&#8217;mat bukan jalan orang-orang yang dimurkai atau jalan orang yang menyimpang. Saya hanyalah hamba yang mengharap ampunan Rabb-Nya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: art</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/kejayaan-umat.html/comment-page-1#comment-19389</link>
		<dc:creator>art</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Dec 2008 13:41:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=455#comment-19389</guid>
		<description>Ass. wr.wb.

Kapankah kejayaan umat kan dicapai?
suatu pertanyaan yang gampang - gampang - susah
ingat ! gampangnya 2 x susahnya 1 x
tinggal tunggu waktu aja, kapan kita mau
dikatakan gampang ya gampang kalau kita mau bersatu, katanya bersatu kita teguh
dikatakan susah ya memang susah, jangankan diajak berpikir, diajak makan (buka puasa) bersama saja susah, yang datang itu-itu saja, yang lain kemana?
negeri kita ini demokrasi, suara terbanyak yang menang jadi pemimpin
repotnya kalau suatu daerah yang non muslimnya 40 %, mengajukan calon pemimpin 1 orang, muslim 60 % mengajukan calon peminpin 3 orang, diatas kertas saja kita sudah miris, apakah calon muslim akan menang ? (60% dibagi 3 orang)
saya dukung dakwah ustad, persatukan umat, saya orang awam bingung, lebaran Idul Fitri saja nggak serentak ?
mohon maaf kalau ada kata yang kurang berkenan

Wassalam wr. wb</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass. wr.wb.</p>
<p>Kapankah kejayaan umat kan dicapai?<br />
suatu pertanyaan yang gampang &#8211; gampang &#8211; susah<br />
ingat ! gampangnya 2 x susahnya 1 x<br />
tinggal tunggu waktu aja, kapan kita mau<br />
dikatakan gampang ya gampang kalau kita mau bersatu, katanya bersatu kita teguh<br />
dikatakan susah ya memang susah, jangankan diajak berpikir, diajak makan (buka puasa) bersama saja susah, yang datang itu-itu saja, yang lain kemana?<br />
negeri kita ini demokrasi, suara terbanyak yang menang jadi pemimpin<br />
repotnya kalau suatu daerah yang non muslimnya 40 %, mengajukan calon pemimpin 1 orang, muslim 60 % mengajukan calon peminpin 3 orang, diatas kertas saja kita sudah miris, apakah calon muslim akan menang ? (60% dibagi 3 orang)<br />
saya dukung dakwah ustad, persatukan umat, saya orang awam bingung, lebaran Idul Fitri saja nggak serentak ?<br />
mohon maaf kalau ada kata yang kurang berkenan</p>
<p>Wassalam wr. wb</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: WIDI</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/kejayaan-umat.html/comment-page-1#comment-19202</link>
		<dc:creator>WIDI</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2008 07:25:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=455#comment-19202</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum.

Indahnya islam dlm persatuan. Tauhid itu paling penting dan wajib. Mengusahakan pemerintahan yg mampu melindungi dan mendukung rakyatnya untuk mengimplementasikan ketauhidan jg penting. Bukankah kaidah fiqih menyatakan &#039;sesuatu yang tanpa dengannya maka sebuah kewajiban tak dapat dilaksanakan, maka sesuatu itu menjadi wajib&#039;

Maaf atas kelancangan dan kejahilan saya. Saya hanya bingung mengamati umat yg saling menyalahkan. Kesannya seperti tak ada hal lain yg lebih urgent. Bukankah israel, amerika (yahudi, nasrani dsb) saat ini dgn leluasa membantai saudara kita? semangat mengkritik untuk perbaikan itu perlu, tetapi kalo sudah mengarah pd mencaci sesama saudara sambil merasa dirinya sendiri yg paling paham + mampu menjalankan perintah Quran + Sunnah, maka hal tersebut menjadi tidak relevan lagi.

Afwan, saya khawatir. Karena pernah terjadi ditangkapnya seorang pengkhianat dlm barisan mujahid di palestina. Dan ketika diinterogasi ia mengatakan bahwa salah satu strategi yahudi israel menghancurkan umat adalah dgn mendukung penerbitan buku + ajaran yg membuat bangga golongannya ato jamaahnya sendiri dan menjelekkan jamaah lain. Dan buku2 tersebut ternyata malah tersebar  dkalangan madrasah2 yg banyak djadikan rujukan untuk menimba ilmu.

afwan skali lg. mungkin komentar sy bs dbilang &#039;bathil&#039; ato &#039;sesat.&#039; Tapi sesungguhnya ini berasal dr hati terdalam saya yg gak habis pikir melihat realita umat masa kini. Mungkin ini juga dkotori oleh hawa nafsu dan keterbatasan ilmu saya. afwan

Bangkitlah umat islam..!!! Karena sy melihat trend smangat religiusitas bangsa indonesia smakin meningkat. wallahua&#039;lam bishshowab</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum.</p>
<p>Indahnya islam dlm persatuan. Tauhid itu paling penting dan wajib. Mengusahakan pemerintahan yg mampu melindungi dan mendukung rakyatnya untuk mengimplementasikan ketauhidan jg penting. Bukankah kaidah fiqih menyatakan &#8216;sesuatu yang tanpa dengannya maka sebuah kewajiban tak dapat dilaksanakan, maka sesuatu itu menjadi wajib&#8217;</p>
<p>Maaf atas kelancangan dan kejahilan saya. Saya hanya bingung mengamati umat yg saling menyalahkan. Kesannya seperti tak ada hal lain yg lebih urgent. Bukankah israel, amerika (yahudi, nasrani dsb) saat ini dgn leluasa membantai saudara kita? semangat mengkritik untuk perbaikan itu perlu, tetapi kalo sudah mengarah pd mencaci sesama saudara sambil merasa dirinya sendiri yg paling paham + mampu menjalankan perintah Quran + Sunnah, maka hal tersebut menjadi tidak relevan lagi.</p>
<p>Afwan, saya khawatir. Karena pernah terjadi ditangkapnya seorang pengkhianat dlm barisan mujahid di palestina. Dan ketika diinterogasi ia mengatakan bahwa salah satu strategi yahudi israel menghancurkan umat adalah dgn mendukung penerbitan buku + ajaran yg membuat bangga golongannya ato jamaahnya sendiri dan menjelekkan jamaah lain. Dan buku2 tersebut ternyata malah tersebar  dkalangan madrasah2 yg banyak djadikan rujukan untuk menimba ilmu.</p>
<p>afwan skali lg. mungkin komentar sy bs dbilang &#8216;bathil&#8217; ato &#8216;sesat.&#8217; Tapi sesungguhnya ini berasal dr hati terdalam saya yg gak habis pikir melihat realita umat masa kini. Mungkin ini juga dkotori oleh hawa nafsu dan keterbatasan ilmu saya. afwan</p>
<p>Bangkitlah umat islam..!!! Karena sy melihat trend smangat religiusitas bangsa indonesia smakin meningkat. wallahua&#8217;lam bishshowab</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fajrul</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/kejayaan-umat.html/comment-page-1#comment-18774</link>
		<dc:creator>fajrul</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 08:58:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=455#comment-18774</guid>
		<description>Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatu

Afwan, saya hanya mencoba mengusulkan agar pendidikan tauhid dan juga politik Islam. Sebab politik juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam Islam. 
Politik dalam islam diartikan sebagai cara untuk mengurusi kepentingan ummat. Bukan cara untuk meraih kekuasaan. Sehingga itulah yang membedakan politik dalam Islam dan politik di era sekarang.
Dengan demikian, selain memiliki tauhid yang kuat, ummat muslim juga memiliki kemampuan berpolitik (spt. politik luar negeri, dalam negeri dll) yang cukup untuk mendirikan sebuah Daulah Khilafah.

afwan atas segala kekurangannya.
 
Wassalamu alaikum.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatu</p>
<p>Afwan, saya hanya mencoba mengusulkan agar pendidikan tauhid dan juga politik Islam. Sebab politik juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam Islam.<br />
Politik dalam islam diartikan sebagai cara untuk mengurusi kepentingan ummat. Bukan cara untuk meraih kekuasaan. Sehingga itulah yang membedakan politik dalam Islam dan politik di era sekarang.<br />
Dengan demikian, selain memiliki tauhid yang kuat, ummat muslim juga memiliki kemampuan berpolitik (spt. politik luar negeri, dalam negeri dll) yang cukup untuk mendirikan sebuah Daulah Khilafah.</p>
<p>afwan atas segala kekurangannya.</p>
<p>Wassalamu alaikum.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

