<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Kaidah-Kaidah Penting untuk Memahami Nama dan Sifat Allah (1)</title>
	<atom:link href="http://muslim.or.id/aqidah/kaidah-kaidah-penting-untuk-memahami-nama-dan-sifat-allah-1.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslim.or.id/aqidah/kaidah-kaidah-penting-untuk-memahami-nama-dan-sifat-allah-1.html</link>
	<description>Pesantren online agama Islam berdasarkan Qur&#039;an dan Sunnah dengan pemahaman Salafus Shalih</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 May 2012 14:39:11 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/kaidah-kaidah-penting-untuk-memahami-nama-dan-sifat-allah-1.html/comment-page-1#comment-78799</link>
		<dc:creator>Muhammad Abduh Tuasikal</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Sep 2011 04:57:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=279#comment-78799</guid>
		<description>@ Firman
Selama ulama tersebut bersandar pada dalil, maka boleh diambil pendapatnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Firman<br />
Selama ulama tersebut bersandar pada dalil, maka boleh diambil pendapatnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Firman Asyhari</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/kaidah-kaidah-penting-untuk-memahami-nama-dan-sifat-allah-1.html/comment-page-1#comment-78794</link>
		<dc:creator>Firman Asyhari</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Sep 2011 00:08:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=279#comment-78794</guid>
		<description>Apakah Ulama Salaf Pasti Benar Pendapatnya? Siapakah yg menjamin ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah Ulama Salaf Pasti Benar Pendapatnya? Siapakah yg menjamin ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Muhammad Nur Ichwan</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/kaidah-kaidah-penting-untuk-memahami-nama-dan-sifat-allah-1.html/comment-page-1#comment-65564</link>
		<dc:creator>Muhammad Nur Ichwan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Jan 2011 11:27:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=279#comment-65564</guid>
		<description>@ryo
apa yang anda tanyakan tersebut erat kaitannya dengan madzhab tafwidh dlm permasalahan sifat-sifat Allah.
tafwidh secara bahasa berarti ar radd, mengembalikan/menyerahkan. dalam permasalahan sifat-sifat Allah, tafwidh itu ada dua macam:
1. tafwidhul kaif, yaitu menyerahkan bentuk kaifiyah sifat-sifat Allah dengan tetap menetapkan makna bagi sifat-sifat tersebut. hal ini merupakan madzhab salaf ahlus sunnah wal jama&#039;ah sebagaimana yang dinyatakan oleh imam Malik rahimahullah ketika ditanya tentang sifat Istiwa,
الاستواء غير مجهول والكيف غير معقول والإيمان به واجب والسؤال عنه بدعة
“Istiwa diketahui maknanya, namun hakikat (kaifiyah/bentuk)nya tidak dapat dinalar (dijangkau oleh logika). Beriman kepadanya wajib dan bertanya mengenai hakikatnya adalah bid’ah.” 
2. tafwidhul ma&#039;na, beriman kepada sifat tapi tidak mau menetapkan makna sifat tersebut. inilah tafwidh yang tercela dan dinyatakan sbg golongan terjelek. hal ini dikarenakan beberapa hal:
&lt;strong&gt;pertama&lt;/strong&gt;, perkataan tsb berarti mengklaim bahwa ayat-ayat Allah dan hadits-hadits nabi yg membicarakan sifat tidak memiliki makna, dengan demikian konsekuensinya Allah telah bertindak sia-sia karena sebagian ayat Al Quran ada yang tidak memiliki makna.
&lt;strong&gt;kedua&lt;/strong&gt;, perkataan ini berarti menganggap para sahabat bodoh karena tidak mengetahui makna ayat-ayat Al Quran dan hadits-hadits nabi yg membicarakan sifat Allah.
&lt;strong&gt;ketiga&lt;/strong&gt;, konsekuensi dari poin pertama dan kedua, perkataan ini berarti menuduh rasulullah berbicara dan menyampaikan kepada umat islam dengan sesuatu yang tidak ada artinya.

Dengan demikian, akhil karim, madzhab ahlus sunnah wal jama&#039;ah dalam permasalahan sifat adalah &lt;strong&gt;menetapkan makna bagi sifat Allah namun menyerahkan bentuk/kaifiyah sifat tersebut kepada Allah ta&#039;ala&lt;/strong&gt;. sebagai contoh ayat yang antum bawakan dalam surat Az Zumar (yang artinya), &quot;dan langit akan digulung dengan tangan kanan-Nya.&quot;, maka kata &quot;yamin&quot; dalam ayat tersebut maknanya adalah tangan kanan, namun bagaimana bentuk/kaifiyahnya, kita serahkan kepada Allah ta&#039;ala. 
semoga dapat dipahami.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ryo<br />
apa yang anda tanyakan tersebut erat kaitannya dengan madzhab tafwidh dlm permasalahan sifat-sifat Allah.<br />
tafwidh secara bahasa berarti ar radd, mengembalikan/menyerahkan. dalam permasalahan sifat-sifat Allah, tafwidh itu ada dua macam:<br />
1. tafwidhul kaif, yaitu menyerahkan bentuk kaifiyah sifat-sifat Allah dengan tetap menetapkan makna bagi sifat-sifat tersebut. hal ini merupakan madzhab salaf ahlus sunnah wal jama&#8217;ah sebagaimana yang dinyatakan oleh imam Malik rahimahullah ketika ditanya tentang sifat Istiwa,<br />
الاستواء غير مجهول والكيف غير معقول والإيمان به واجب والسؤال عنه بدعة<br />
“Istiwa diketahui maknanya, namun hakikat (kaifiyah/bentuk)nya tidak dapat dinalar (dijangkau oleh logika). Beriman kepadanya wajib dan bertanya mengenai hakikatnya adalah bid’ah.”<br />
2. tafwidhul ma&#8217;na, beriman kepada sifat tapi tidak mau menetapkan makna sifat tersebut. inilah tafwidh yang tercela dan dinyatakan sbg golongan terjelek. hal ini dikarenakan beberapa hal:<br />
<strong>pertama</strong>, perkataan tsb berarti mengklaim bahwa ayat-ayat Allah dan hadits-hadits nabi yg membicarakan sifat tidak memiliki makna, dengan demikian konsekuensinya Allah telah bertindak sia-sia karena sebagian ayat Al Quran ada yang tidak memiliki makna.<br />
<strong>kedua</strong>, perkataan ini berarti menganggap para sahabat bodoh karena tidak mengetahui makna ayat-ayat Al Quran dan hadits-hadits nabi yg membicarakan sifat Allah.<br />
<strong>ketiga</strong>, konsekuensi dari poin pertama dan kedua, perkataan ini berarti menuduh rasulullah berbicara dan menyampaikan kepada umat islam dengan sesuatu yang tidak ada artinya.</p>
<p>Dengan demikian, akhil karim, madzhab ahlus sunnah wal jama&#8217;ah dalam permasalahan sifat adalah <strong>menetapkan makna bagi sifat Allah namun menyerahkan bentuk/kaifiyah sifat tersebut kepada Allah ta&#8217;ala</strong>. sebagai contoh ayat yang antum bawakan dalam surat Az Zumar (yang artinya), &#8220;dan langit akan digulung dengan tangan kanan-Nya.&#8221;, maka kata &#8220;yamin&#8221; dalam ayat tersebut maknanya adalah tangan kanan, namun bagaimana bentuk/kaifiyahnya, kita serahkan kepada Allah ta&#8217;ala.<br />
semoga dapat dipahami.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ryo</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/kaidah-kaidah-penting-untuk-memahami-nama-dan-sifat-allah-1.html/comment-page-1#comment-65512</link>
		<dc:creator>Ryo</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jan 2011 04:38:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=279#comment-65512</guid>
		<description>Ustadz.. mau nanya maksud dari kalimat ini &quot; Orang-orang yang menyatakan dirinya jahil/tidak mengetahui keinginan Allah dan Rasul-Nya shallallaahu ‘alaihi wa sallam pada lafazh, makna maupun kaifiyah Nama dan Sifat Allah. Mereka mengatakan, “Saya menyerahkan itu semua kepada Allah Ta’ala.” Mereka ini adalah golongan terjelek.&quot;

penjelasan gimana ustadz? 

seperti ayat :..Allah menggulung bumi dengan Tangan Kanannya.

apakah jika saya menyatakan saya beriman dan bahwa saya menyerahkan maknanya kepada Allah..

apakah saya termasuk dalam golongan terjelek itu ustadz ?

mohon pencerahannya..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ustadz.. mau nanya maksud dari kalimat ini &#8221; Orang-orang yang menyatakan dirinya jahil/tidak mengetahui keinginan Allah dan Rasul-Nya shallallaahu ‘alaihi wa sallam pada lafazh, makna maupun kaifiyah Nama dan Sifat Allah. Mereka mengatakan, “Saya menyerahkan itu semua kepada Allah Ta’ala.” Mereka ini adalah golongan terjelek.&#8221;</p>
<p>penjelasan gimana ustadz? </p>
<p>seperti ayat :..Allah menggulung bumi dengan Tangan Kanannya.</p>
<p>apakah jika saya menyatakan saya beriman dan bahwa saya menyerahkan maknanya kepada Allah..</p>
<p>apakah saya termasuk dalam golongan terjelek itu ustadz ?</p>
<p>mohon pencerahannya..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: netha</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/kaidah-kaidah-penting-untuk-memahami-nama-dan-sifat-allah-1.html/comment-page-1#comment-34784</link>
		<dc:creator>netha</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 09:45:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=279#comment-34784</guid>
		<description>bguz bgt, tp aqwh bngung ne, , ,
yg qwh cri bkan ini</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bguz bgt, tp aqwh bngung ne, , ,<br />
yg qwh cri bkan ini</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

