<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Hadits, Atsar dan Kisah Dha&#8217;if dan Palsu Seputar Tawassul (2): Atsar-Atsar Lemah dan Palsu</title>
	<atom:link href="http://muslim.or.id/aqidah/hadits-atsar-dan-kisah-dhaif-dan-palsu-seputar-tawassul-2-atsar-atsar-lemah-dan-palsu.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslim.or.id/aqidah/hadits-atsar-dan-kisah-dhaif-dan-palsu-seputar-tawassul-2-atsar-atsar-lemah-dan-palsu.html</link>
	<description>Pesantren online agama Islam berdasarkan Qur&#039;an dan Sunnah dengan pemahaman Salafus Shalih</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Feb 2012 16:06:07 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: ibnu abi irfan</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/hadits-atsar-dan-kisah-dhaif-dan-palsu-seputar-tawassul-2-atsar-atsar-lemah-dan-palsu.html/comment-page-1#comment-75617</link>
		<dc:creator>ibnu abi irfan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Jul 2011 17:18:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=297#comment-75617</guid>
		<description>kalo boleh ana menambahkan, mungkin hadits tersebut tidak bisa dijadikan dalil bertawasul kepada benda mati adalah karena kedudukan Nabi yang sudah dekat dengan Alloh, bahkan doa beliau bisa dijadikan tawasul. sedangkan debu dan air liur adalah makhluq Alloh yang tidak mempunyai kedudukan apapun, bahkan hajar aswad saja tidak akan dicium oleh Umar andai saja tidak dicontohkan oleh Nabi.

jika ada yang salah mohon pemikiran ana ini diluruskan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo boleh ana menambahkan, mungkin hadits tersebut tidak bisa dijadikan dalil bertawasul kepada benda mati adalah karena kedudukan Nabi yang sudah dekat dengan Alloh, bahkan doa beliau bisa dijadikan tawasul. sedangkan debu dan air liur adalah makhluq Alloh yang tidak mempunyai kedudukan apapun, bahkan hajar aswad saja tidak akan dicium oleh Umar andai saja tidak dicontohkan oleh Nabi.</p>
<p>jika ada yang salah mohon pemikiran ana ini diluruskan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yulian Purnama</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/hadits-atsar-dan-kisah-dhaif-dan-palsu-seputar-tawassul-2-atsar-atsar-lemah-dan-palsu.html/comment-page-1#comment-60517</link>
		<dc:creator>Yulian Purnama</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Sep 2010 04:46:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=297#comment-60517</guid>
		<description>#masromi 
Wa&#039;alaikumussalam. Hadits tersebut lengkapnya adalah sebagai berikut:
أَنَّ النَّبِيَّ صلى اللهُ عليه وسلم كَانَ إِذَا اشْتَكَى اْلإِنْسَانُ الشَّيْءَ مِنْهُ، أَوْ كَانَتْ قَرْحَةٌ أَوْ جَرْحٌ، قَالَ النَّبِيُّ صلى اللهُ عليه وسلم بِإِصْبَعِهِ هكَذَا (وَوَضَعَ سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ الرَّاوِي: سَبَّابَتَهُ بِاْلأَرْضِ ثُمَّ رَفَعَهَا) وَقَالَ: بِاسْمِ اللهِ، تُرْبَةُ أَرْضِنَا، بِرِيْقَةِ بَعْضِنَا، يُشْفَى بِهِ سَقِيْمُنَا، بِإِذْنِ رَبِّنَا. 
&quot;&lt;em&gt;Bahwa Nabi[Shallallahu &#039;alaihi wasallam], jika ada seseorang mengeluh kesakitan, keluar nanah atau terluka, maka Nabi[Shallallahu &#039;alaihi wasallam] memposisikan jarinya demikian (Sufyan bin Uyainah, perawi hadits, meletakkan jari telunjuknya di tanah kemudian mengangkatnya) seraya bersabda, &#039;Dengan menyebut nama Allah, tanah bumi kita, dengan ludah sebagian dari kita, dengannya penyakit kita sembuh dengan seizin Rabb kita&#039;.&lt;/em&gt;&quot; 

Syaikh Ibnu Jibrin menjelaskan bahwa ini adalah contoh pengobatan tradisional dari Nabi Shallallahu&#039;alaihi Wasallam untuk menyembuhkan luka atau nanah, ketika tidak tersedia obat-obatan. Yaitu menggunakan ludah yang disentuhkan dengan debu lalu diusap ke luka. Ludah Nabi tentu mengandung berkah. Ditambah lagi dengan bertabarruk menggunakan nama Allah. Boleh saja bagi kita mencontoh pengobatan tradisional ini, namun tentu ludah kita tidak mengandung berkah. 

Hadits ini tidak bisa dijadikan dalil bertabarruk dengan ludah kyai, syaikh, atau habib untuk penyembuhan atau bahkan untuk minta lancar rezeki, jodoh, naik jabatan, dll
Hadits ini juga terlalu jauh jika dijadikan dalil bolehnya bertabarruk dengan kuburan atau tanah kuburan.

Shalat di kuburan itu terlarang, kecuali shalat jenazah. Ingat, shalat jenazah itu bukan untuk meminta sesuatu dari mayyit tapi untuk mendoakan si mayyit. Dan dalam shalat jenazah itu tidak ada sujud. 
Wallahu&#039;alam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#masromi<br />
Wa&#8217;alaikumussalam. Hadits tersebut lengkapnya adalah sebagai berikut:<br />
أَنَّ النَّبِيَّ صلى اللهُ عليه وسلم كَانَ إِذَا اشْتَكَى اْلإِنْسَانُ الشَّيْءَ مِنْهُ، أَوْ كَانَتْ قَرْحَةٌ أَوْ جَرْحٌ، قَالَ النَّبِيُّ صلى اللهُ عليه وسلم بِإِصْبَعِهِ هكَذَا (وَوَضَعَ سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ الرَّاوِي: سَبَّابَتَهُ بِاْلأَرْضِ ثُمَّ رَفَعَهَا) وَقَالَ: بِاسْمِ اللهِ، تُرْبَةُ أَرْضِنَا، بِرِيْقَةِ بَعْضِنَا، يُشْفَى بِهِ سَقِيْمُنَا، بِإِذْنِ رَبِّنَا.<br />
&#8220;<em>Bahwa Nabi[Shallallahu 'alaihi wasallam], jika ada seseorang mengeluh kesakitan, keluar nanah atau terluka, maka Nabi[Shallallahu 'alaihi wasallam] memposisikan jarinya demikian (Sufyan bin Uyainah, perawi hadits, meletakkan jari telunjuknya di tanah kemudian mengangkatnya) seraya bersabda, &#8216;Dengan menyebut nama Allah, tanah bumi kita, dengan ludah sebagian dari kita, dengannya penyakit kita sembuh dengan seizin Rabb kita&#8217;.</em>&#8221; </p>
<p>Syaikh Ibnu Jibrin menjelaskan bahwa ini adalah contoh pengobatan tradisional dari Nabi Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam untuk menyembuhkan luka atau nanah, ketika tidak tersedia obat-obatan. Yaitu menggunakan ludah yang disentuhkan dengan debu lalu diusap ke luka. Ludah Nabi tentu mengandung berkah. Ditambah lagi dengan bertabarruk menggunakan nama Allah. Boleh saja bagi kita mencontoh pengobatan tradisional ini, namun tentu ludah kita tidak mengandung berkah. </p>
<p>Hadits ini tidak bisa dijadikan dalil bertabarruk dengan ludah kyai, syaikh, atau habib untuk penyembuhan atau bahkan untuk minta lancar rezeki, jodoh, naik jabatan, dll<br />
Hadits ini juga terlalu jauh jika dijadikan dalil bolehnya bertabarruk dengan kuburan atau tanah kuburan.</p>
<p>Shalat di kuburan itu terlarang, kecuali shalat jenazah. Ingat, shalat jenazah itu bukan untuk meminta sesuatu dari mayyit tapi untuk mendoakan si mayyit. Dan dalam shalat jenazah itu tidak ada sujud.<br />
Wallahu&#8217;alam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: masromi</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/hadits-atsar-dan-kisah-dhaif-dan-palsu-seputar-tawassul-2-atsar-atsar-lemah-dan-palsu.html/comment-page-1#comment-59721</link>
		<dc:creator>masromi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 20:05:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=297#comment-59721</guid>
		<description>Assalaamu&#039;alaikum,
mungkin komentar saya ini agak telat, tapi saya memang baru saja membaca/memperhatikan artikel ini, saya juga pernah membaca dalam sebuah buku yang berjudul Sahih Bukhari Muslim yang disusun Al Bayan terbitan Jabal hadist yang berbunyi seperti berikut :
Rasulullah mendoakan orang yang sakit : “Dengan Nama Allah, dengan debu/tanah bumi kami, dengan air liur/ludah sebagian dari kami, sembuhlah yang sakit pada kami, dengan izin tuhan kami”
mohon penjelasannya apakah hadist tersebut memah sahih mengingat diriwayatkan oleh dua ahli hadits (Bukhari &amp; Muslim) kalau memang sahih bagaimanakah penjelasan hadist tersebut? saya juga membaca sebuah hadist dalam buku yang sama tentang Rasulullah shalallahu&#039;alaihi wasallam pernah melakukan sholat jenazah didekat kuburan, padahal setau saya sholat dikuburan itu dilarang, bagaimanakah penjelasannya, terimakasih
wassalamu’alaikum wa rohmatullohi wa barokatuh</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamu&#8217;alaikum,<br />
mungkin komentar saya ini agak telat, tapi saya memang baru saja membaca/memperhatikan artikel ini, saya juga pernah membaca dalam sebuah buku yang berjudul Sahih Bukhari Muslim yang disusun Al Bayan terbitan Jabal hadist yang berbunyi seperti berikut :<br />
Rasulullah mendoakan orang yang sakit : “Dengan Nama Allah, dengan debu/tanah bumi kami, dengan air liur/ludah sebagian dari kami, sembuhlah yang sakit pada kami, dengan izin tuhan kami”<br />
mohon penjelasannya apakah hadist tersebut memah sahih mengingat diriwayatkan oleh dua ahli hadits (Bukhari &amp; Muslim) kalau memang sahih bagaimanakah penjelasan hadist tersebut? saya juga membaca sebuah hadist dalam buku yang sama tentang Rasulullah shalallahu&#8217;alaihi wasallam pernah melakukan sholat jenazah didekat kuburan, padahal setau saya sholat dikuburan itu dilarang, bagaimanakah penjelasannya, terimakasih<br />
wassalamu’alaikum wa rohmatullohi wa barokatuh</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: zen-azza</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/hadits-atsar-dan-kisah-dhaif-dan-palsu-seputar-tawassul-2-atsar-atsar-lemah-dan-palsu.html/comment-page-1#comment-33113</link>
		<dc:creator>zen-azza</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 06:37:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=297#comment-33113</guid>
		<description>Assamu&#039;alaikum
Alhamdulillah dgn artikel ini ana jadi tau ksalahan2 ttng bertawassul,oh ya sebarkan jg dong hadits2 palsu ttng tasawuf ana prnah baca ada riwayat dr abu huroiroh ra&#039;Bunyinya:aku diberi oleh nabi ilmu(maksudnya ilmu tasawuf)apabila kusebarkan maka dipenggalah leherku.ni bagaimana akhi benar ga?trimakasih wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assamu&#8217;alaikum<br />
Alhamdulillah dgn artikel ini ana jadi tau ksalahan2 ttng bertawassul,oh ya sebarkan jg dong hadits2 palsu ttng tasawuf ana prnah baca ada riwayat dr abu huroiroh ra&#8217;Bunyinya:aku diberi oleh nabi ilmu(maksudnya ilmu tasawuf)apabila kusebarkan maka dipenggalah leherku.ni bagaimana akhi benar ga?trimakasih wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abu fathon</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/hadits-atsar-dan-kisah-dhaif-dan-palsu-seputar-tawassul-2-atsar-atsar-lemah-dan-palsu.html/comment-page-1#comment-24619</link>
		<dc:creator>Abu fathon</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 05:19:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=297#comment-24619</guid>
		<description>Memang masyarakat kita mah memang mendarah daging udah jd budaya kali atau tabìat gitu. Bahkan sbagian membabibuta dlm minta bantuan, sampai2 sama kburan. Maka jgn heran kadang pmakaman lbih rame dr masjid, lebih megah dr surau. Sy sangat brtrimakasih artikel inì jg pndebat (yusuf), smoga smua d brikan lindungan oleh ALLAH.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang masyarakat kita mah memang mendarah daging udah jd budaya kali atau tabìat gitu. Bahkan sbagian membabibuta dlm minta bantuan, sampai2 sama kburan. Maka jgn heran kadang pmakaman lbih rame dr masjid, lebih megah dr surau. Sy sangat brtrimakasih artikel inì jg pndebat (yusuf), smoga smua d brikan lindungan oleh ALLAH.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Subkhi Ramadhan</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/hadits-atsar-dan-kisah-dhaif-dan-palsu-seputar-tawassul-2-atsar-atsar-lemah-dan-palsu.html/comment-page-1#comment-24443</link>
		<dc:creator>Subkhi Ramadhan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2009 04:10:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=297#comment-24443</guid>
		<description>Assamualaikum Wr..Wb..

Ana mau tanya, mungkin agak melenceng dari topik yang di bicarakan.  Diartikel yang anda tulis, kita tidak boleh  melakukan sholat di atas kuburan.  Saya mau tanya bila kita melakukan yasinan diatas kuburan itu termasuk bid&#039;ah atau tidak? Saya masih bingung, karena yang artikel yang anda tulis tentang larangan beribadah di atas kuburan tidak spesifik..Mohon penjelasannya...Asslamualaikum Wr. Wb...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assamualaikum Wr..Wb..</p>
<p>Ana mau tanya, mungkin agak melenceng dari topik yang di bicarakan.  Diartikel yang anda tulis, kita tidak boleh  melakukan sholat di atas kuburan.  Saya mau tanya bila kita melakukan yasinan diatas kuburan itu termasuk bid&#8217;ah atau tidak? Saya masih bingung, karena yang artikel yang anda tulis tentang larangan beribadah di atas kuburan tidak spesifik..Mohon penjelasannya&#8230;Asslamualaikum Wr. Wb&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rofi</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/hadits-atsar-dan-kisah-dhaif-dan-palsu-seputar-tawassul-2-atsar-atsar-lemah-dan-palsu.html/comment-page-1#comment-22496</link>
		<dc:creator>rofi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2009 17:55:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=297#comment-22496</guid>
		<description>assalamu&#039;alaikum wa rohmatullohi wa barokatuh

ustadz...ana mau tanya, bagaimana menjawab syubhat tentang tawasul berikut ini?

1. Dengan Hak Nabi Muhammad

Utsman bin Hanif datang kepada Rasulullah saw agar beliau mendoakan kepada Allah swt. Kemudian beliau menyuruhnya berwudhu&#039; dan melakukan shalat dua rakaat dan berdoa sebagai berikut:
&quot;Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu dengan/melalui nabi-Mu nabi pembawa rahmat. Wahai Muhammad, denganmu aku menghadap kepada Tuhanku agar Dia menunaikan hajatku. Ya Allah, jadikan dia (Muhammad) pemberi syafaat bagiku.&quot;

Hadis tersebut terdapat di dalam:
1) Sunan Ibnu Majah 1: 441, hadis ke 1385. 2) Musnad Ahmad 4: 138. 3) Mustadrak Ash-Shahihayn, Al-Hakim An-Naisaburi, jilid 1, halaman 313. 4) Jami&#039; Ash-Shaghir As-Suyuthi, halaman 59, mengutip dari At-Tirmidzi dan Al-Hakim. 5) Al-Tajul Jami&#039; 1: 286.

2. Dengan Benda Mati

Rasulullah mendoakan orang yang sakit : “Dengan Nama Allah, dengan debu/tanah bumi kami, dengan air liur/ludah sebagian dari kami, sembuhlah yang sakit pada kami, dengan izin tuhan kami” (shahih Bukhari hadits no.5413, dan Shahih Muslim hadits no.2194)

terima kasih, wassalamu&#039;alaikum wa rohmatullohi wa barokatuh</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaikum wa rohmatullohi wa barokatuh</p>
<p>ustadz&#8230;ana mau tanya, bagaimana menjawab syubhat tentang tawasul berikut ini?</p>
<p>1. Dengan Hak Nabi Muhammad</p>
<p>Utsman bin Hanif datang kepada Rasulullah saw agar beliau mendoakan kepada Allah swt. Kemudian beliau menyuruhnya berwudhu&#8217; dan melakukan shalat dua rakaat dan berdoa sebagai berikut:<br />
&#8220;Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu dengan/melalui nabi-Mu nabi pembawa rahmat. Wahai Muhammad, denganmu aku menghadap kepada Tuhanku agar Dia menunaikan hajatku. Ya Allah, jadikan dia (Muhammad) pemberi syafaat bagiku.&#8221;</p>
<p>Hadis tersebut terdapat di dalam:<br />
1) Sunan Ibnu Majah 1: 441, hadis ke 1385. 2) Musnad Ahmad 4: 138. 3) Mustadrak Ash-Shahihayn, Al-Hakim An-Naisaburi, jilid 1, halaman 313. 4) Jami&#8217; Ash-Shaghir As-Suyuthi, halaman 59, mengutip dari At-Tirmidzi dan Al-Hakim. 5) Al-Tajul Jami&#8217; 1: 286.</p>
<p>2. Dengan Benda Mati</p>
<p>Rasulullah mendoakan orang yang sakit : “Dengan Nama Allah, dengan debu/tanah bumi kami, dengan air liur/ludah sebagian dari kami, sembuhlah yang sakit pada kami, dengan izin tuhan kami” (shahih Bukhari hadits no.5413, dan Shahih Muslim hadits no.2194)</p>
<p>terima kasih, wassalamu&#8217;alaikum wa rohmatullohi wa barokatuh</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yusuf</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/hadits-atsar-dan-kisah-dhaif-dan-palsu-seputar-tawassul-2-atsar-atsar-lemah-dan-palsu.html/comment-page-1#comment-11444</link>
		<dc:creator>Yusuf</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2008 11:25:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=297#comment-11444</guid>
		<description>yg ga penting di show, yang penting malah ga show</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yg ga penting di show, yang penting malah ga show</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yusuf</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/hadits-atsar-dan-kisah-dhaif-dan-palsu-seputar-tawassul-2-atsar-atsar-lemah-dan-palsu.html/comment-page-1#comment-11443</link>
		<dc:creator>Yusuf</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2008 11:23:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=297#comment-11443</guid>
		<description>afwan, yang sebelumnya, hadist dan terjemahannya gak show?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>afwan, yang sebelumnya, hadist dan terjemahannya gak show?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yusuf</title>
		<link>http://muslim.or.id/aqidah/hadits-atsar-dan-kisah-dhaif-dan-palsu-seputar-tawassul-2-atsar-atsar-lemah-dan-palsu.html/comment-page-1#comment-11297</link>
		<dc:creator>Yusuf</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Oct 2008 11:21:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=297#comment-11297</guid>
		<description>untuk semua umat Rasulullah SAW. Minal aidin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin.

dishow dong comment saya, terus beri tanggapan. saya yang ingin banyak mencari &#039;ilmu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>untuk semua umat Rasulullah SAW. Minal aidin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin.</p>
<p>dishow dong comment saya, terus beri tanggapan. saya yang ingin banyak mencari &#8216;ilmu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

