Segala puji bagi Allah yang telah menetapkan hukum yang sempurna. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.
Seringkali kita saksikan begitu mudahnya sebagian orang mengolok-ngolok saudaranya yang ingin menjalankan syaria’t. Ada yang berjenggot kadang diolok-olok dengan kambing dan sebagainya. Ada pula yang mengenakan jilbab atau pun cadar juga dikenakan hal yang sama. Seharusnya setiap muslim tahu bahwa perbuatan seperti ini bukanlah dosa biasa. Simak pembahasan berikut agar mendapat penjelasan. Hanya Allah yang memberi taufik.
Allah Ta’ala berfirman,
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآَيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ (65) لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ
“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman.” (QS. At-Taubah 9: 65-66)
Diriwayatkan dari Ibnu Umar, Muhammad bin Ka’ab, Zaid bin Aslam dan Qotadah, hadits dengan rangkuman sebagai berikut. Disebutkan bahwa pada suatu perjalanan perang (yaitu perang Tabuk), ada orang di dalam rombongan tersebut yang berkata, “Kami tidak pernah melihat seperti para ahli baca Al-Qur’an ini (yang dimaksudkan adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya), kecuali sebagai orang yang paling buncit perutnya, yang paling dusta ucapannya dan yang paling pengecut tatkala bertemu dengan musuh.”
(Mendengar hal ini), ‘Auf bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata kepada orang tersebut, “Engkau dusta, kamu ini munafik. Aku akan melaporkan ucapanmu ini kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
Maka ‘Auf bin Malik radhiyallahu ‘anhu pun pergi menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun sebelum ‘Auf sampai, wahyu telah turun kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam (tentang peristiwa itu). Kemudian orang yang bersenda gurau dengan menjadikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai bahan candaan itu mendatangi beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam yang saat itu sudah berada di atas untanya. Orang tadi berkata, “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami tadi hanyalah bersenda gurau, kami lakukan itu hanyalah untuk menghilangkan kepenatan dalam perjalanan sebagaimana hal ini dilakukan oleh orang-orang yang berada dalam perjalanan!”
Ibnu Umar (salah seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berada di dalam rombongan) bercerita, “Sepertinya aku melihat ia berpegangan pada tali pelana unta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedangkan kakinya tersandung-sandung batu sembari mengatakan, “Kami tadi hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.”
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya (dengan membacakan firman Allah):
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآَيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ (65) لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ
“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman.” (QS. At-Taubah 9 : 65-66).
Beliau mengucapkan itu tanpa menoleh orang tersebut dan beliau juga tidak bersabda lebih dari itu.” (HR. Ibnu Jarir Ath Thobariy dan Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Umar dan Syaikh Muqbil dalam Ash-Shohihul Musnad min Asbabin Nuzul mengatakan bahwa sanad Ibnu Abi Hatim hasan)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Dinukil dari Imam Syafi’iy bahwa beliau ditanyakan mengenai orang yang bersenda gurau dengan ayat-ayat Allah T’ala. Beliau mengatakan bahwa orang tersebut kafir dan beliau berdalil dengan firman Allah Ta’ala,
أَبِاللَّهِ وَآَيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ (65) لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ
“Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman.” (QS. At-Taubah 9: 65-66)” -Demikianlah dinukil dari Ash Shorim Al Maslul ‘ala Syatimir Rosul-
Ayat di atas menunjukkan bahwa mengolok-olok Allah, Rasulullah dan ayat-ayat Allah adalah suatu bentuk kekafiran. Dan barang siapa mengolok-olok salah satu dari ketiga hal ini, maka dia juga telah mengolok-olok yang lainnya (semuanya). (Lihat Kitab At Tauhid, Dr. Sholih bin Fauzan bin Abdillah Al Fauzan, hal. 59)
Perlu diketahui bahwa mengolok-olok Allah dan agama-Nya ada dua bentuk :
Pertama, yang bentuknya jelas dan terang-terangan sebagaimana terdapat dalam kisah turunnya surat At Taubah ayat 65-66.
Kedua, yang bentuknya sindiran dan isyarat seperti isyarat mata atau menjulurkan lidah.
Dan termasuk dalam mengolok-olok adalah mengolok-olok orang yang komitmen dengan ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti mengatakan, ‘agama itu bukanlah pada tampilan rambut’. Perkataan ini dimaksudkan untuk mengejek orang-orang yang berjenggot. Atau termasuk juga ucapan-ucapan yang lainnya yang hampir sama. (Lihat Kitab At Tauhid, Dr. Sholih bin Fauzan bin Abdillah Al Fauzan, hal. 62)
Berikut ini kami akan menukilkan perkataan ulama lainnya untuk mendukung pernyataan di atas.
Perkataan Pertama
Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah, seorang ulama besar dan faqih di Saudi Arabia pernah ditanyakan, “Apakah termasuk dalam dua ayat yang disebutkan sebelumnya (yaitu surat At Taubah ayat 65-66 -pen) bagi orang-orang yang mengejek dan mengolok-olok orang yang memelihara jenggot dan yang komitmen dengan agama ini?”
Beliau rahimahullah menjawab, “Mereka yang mengejek orang yang komitmen dengan agama Allah dan yang menunaikan perintah-Nya, jika mereka mengejek ajaran agama yang mereka laksanakan, maka ini termasuk mengolok-olok mereka dan mengolok-olok syariat (ajaran) Islam. Dan mengolok-olok syariat ini termasuk kekafiran.
Adapun jika mereka mengolok-olok orangnya secara langsung (tanpa melihat pada ajaran agama yang dilakukannya baik itu pakaian atau jenggot), maka semacam ini tidaklah kafir. Karena seseorang bisa saja mengolok-olok orang tersebut atau perbuatannya. Namun setiap orang seharusnya berhati-hati, jangan sampai dia mengolok-olok para ulama atau orang-orang yang komitmen dengan Kitabullah dan Sunnah (petunjuk) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Lihat Fatawal Aqidah wa Arkanil Islam, Darul ‘Aqidah, hal. 120)
Perkataan Kedua
Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah, pernah menjabat ketua Lajnah Da’imah (semacam Komite Fatwa MUI) dan juga pakar hadits, pernah ditanyakan, “Saat ini banyak di tengah masyarakat muslim yang mengolok-olok syariat-syariat agama yang nampak seperti memelihara jenggot, menaikkan celana di atas mata kaki, dan selainnya. Apakah hal ini termasuk mengolok-olok agama yang membuat seseorang keluar dari Islam? Bagaimana nasihatmu terhadap orang yang terjatuh dalam perbuatan seperti ini? Semoga Allah memberi kepahaman padamu.”
Syaikh rahimahullah menjawab, “Tidak diragukan lagi bahwa mengolok-olok Allah, Rasul-Nya, ayat-ayat-Nya dan syariat-Nya termasuk dalam kekafiran sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,
قُلْ أَبِاللَّهِ وَآَيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ (65) لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ
“Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman.” (QS. At-Taubah 9: 65-66)
Termasuk dalam hal ini adalah mengolok-olok masalah tauhid, shalat, zakat, puasa, haji atau berbagai macam hukum dalam agama ini yang telah disepakati.
Adapun mengolok-olok orang yang memelihara (memanjangkan) jenggot, yang menaikkan celana di atas mata kaki (tidak isbal) atau semacamnya yang hukumnya masih samar, maka ini perlu diperinci lagi. Tetapi setiap orang wajib berhati-hati melakukan perbuatan semacam ini.
Kami menasihati kepada orang-orang yang melakukan perbuatan olok-olok seperti ini untuk segera bertaubat kepada Allah dan hendaklah komitmen dengan syariat-Nya. Kami menasihati untuk berhati-hati melakukan perbuatan mengolok-olok orang yang berpegang teguh dengan syariat ini dalam rangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Hendaklah seseorang takut akan murka dan azab (siksaan) Allah serta takut akan murtad dari agama ini sedangkan dia tidak menyadarinya. Kami memohon kepada Allah agar kami dan kaum muslimin sekalian mendapatkan maaf atas segala kejelakan dan Allah-lah sebaik-baik tempat meminta. Wallahu waliyyut taufiq. (Lihat Kayfa Nuhaqqiqut Tauhid, Madarul Wathon Linnashr, hal.61-62)
Perkataan ketiga
Fatwa Al Lajnah Ad Da’imah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’ (komisi fatwa di Saudi Arabia) no. 4127 tentang mengolok-olok hijab (jilbab) muslimah.
Pertanyaan :
Apa hukum orang yang mengolok-olok wanita yang memakai hijab (jilbab) syar’i dengan menjuluki bahwa wanita semacam itu adalah ifrit (setan) atau dijuluki ‘kemah yang bergerak’ atau ucapan olok-olok lainnya?
Jawaban :
Barang siapa mengejek muslimah atau seorang muslim yang berpegang teguh dengan syariat Islam maka dia kafir. Baik mengejek tersebut terhadap hijab (jilbab) muslimah yang menutupi dirinya sesuai tuntunan syariat atau boleh jadi dalam masalah lainnya. Hal ini dikarenakan terdapat riwayat dari Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma. Beliau berkata, “Seorang laki-laki ketika perang Tabuk berkata di suatu majelis (kumpulan) : Aku tidak pernah melihat semisal ahli baca al-Qur’an (yang dimaksudkan adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya, pen) yang paling perutnya buncit, sering berdusta dengan lisannya, dan paling takut (pengecut) ketika bertemu musuh.” Lalu ada seseorang yang berkata :’Engkau dusta. Engkau adalah munafik. Sungguh, aku akan melaporkan hal ini kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian berita ini sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan turunlah ayat mengenai mereka. Lalu Abdullah bin ‘Umar berkata, “Sepertinya aku melihat ia berpegangan pada tali pelana unta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu kakinya tersandung batu sembari berkata, ‘Wahai Rasulullah, kami tadi hanyalah bersendau gurau dan bermain-main saja.’ Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan (dengan membawakan ayat yang turun tadi, pen), “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman. Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (QS. At Taubah 9: 65-66)
(Dalam ayat di atas) Allah menjadikan ejekan kepada orang mukmin adalah ejekan kepada Allah, ayat-Nya dan Rasul-Nya. Semoga Allah memberi taufik. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya serta shahabatnya.
Al Lajnah Ad Da’imah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’
Anggota: Abdullah bin Qu’ud, Abdullah bin Ghodayan
Wakil Ketua: Abdur Rozaq Afifi
Ketua: Abdul ‘Aziz bin Abdillah bin Baz
Segera Bertaubat
Setelah diketahui bahwa bentuk mengolok-olok atau mengejek orang yang berkomitmen dengan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam termasuk kekafiran, maka seseorang hendaknya menjauhinya. Dan jika telah terjatuh dalam perbuatan semacam ini hendaknya segera bertaubat. Semoga firman Allah Ta’ala berikut bisa menjadi pelajaran.
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang’.” (QS. Az Zumar 39: 53)
Jika seseorang bertaubat dari berbagai macam dosa termasuk berbagai hal yang dapat mengeluarkannya dari Islam dan dia melakukan hal ini dengan memenuhi syarat-syaratnya, maka taubatnya tersebut akan diterima.
Adapun syarat taubat adalah:
- Taubat dilakukan dengan ikhlas dan bukan riya’ atau sum’ah (ingin dipuji orang lain).
- Menyesal dengan dosa yang telah dilakukan.
- Tidak terus-menerus dalam dosa. Jika meninggalkan yang wajib, segeralah melaksanakannya dan jika melakukan sesuatu yang haram, segeralah meninggalkannya.
- Bertekad untuk tidak mengulangi dosa tersebut di waktu akan datang.
- Taubat tersebut dilakukan pada saat waktu diterimanya taubat yaitu sebelum kematian datang dan sebelum matahari terbit dari sebelah barat. (Lihat pembahasan syarat Taubat di Syarh Riyadhus Sholihin, Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin)
Semoga kita menjadi hamba Allah yang bertaubat dan hamba Allah yang disucikan. Amin Ya Mujibad Da’awat.
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.muslim.or.id

Tommi
22 Apr 2010 [Permalink]
Assalamu’alaikum,
Sebelum saya kenal manhaj salaf, saya sering mengejek teman2 yg celananya cingkrang dengan sebutan celana kebanjiran. Baru setelah kenal manhaj ini, saya sadar bahwa ucapan saya waktu itu amatlah buruk. Skrg saya amat senang dan berucap alhamdulillah jika melihat saudara2 muslim ada yg bercelana cingkrang dan memanjangkan jenggot.
Dan ketika saya memanjangkan jenggot, apa yg dialami oleh teman2 saya itu jg kena ke saya, ejekan2 hilir mudik mampir ke telinga, ada yg mengejek mirip teroris, ada yg bilang saya dekil dan kotor, ada yg tiba2 memanggil saya dengan sebutan ustadz (pdhl saya murni tholabul ilmi) bahkan ada seorg teman saya yg menjuluki saya dengan ‘Nabi Isa’.
Alhamdulillah, saya sudah tidak risih lg dengan semua kata2 itu. Saya tanggapi saja dengan senyuman karena saya berpikir mereka hanya blm mengerti dan semoga Allah Ta’ala membukakan hati mereka terhadap Sunnah.
Wassalamu’alaikum.
faqih bandung
22 Apr 2010 [Permalink]
afwan, ane mau bertanya yg mungkin sedikit beda dr topik,tapi msh berhubungan dengan nabi Muhammad saw.
di internet banyak sekali gambar tentang suatu makam yg dikatakan makam nabi kita. digambarkan makam tsb sangat mewah berbalut hiasan emas. yang saya tanyakan adalah
apakah itu memang makam nabi kita? padahal banyak hadisy yg bertentangan dgn hal tsb.Imam Muslim : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kuburan dikapur, diduduki, dan dibangun.”, Diriwayatkan dari ‘Aisyah r.a, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda saat beliau sakit yang beliau tidak bangkit lagi, ‘Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani, mereka menjadikan makam para Nabi mereka sebagai masjid’.”
Abu Hurairah r.a, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Semoga Allah melaknat kaum Yahudi, mereka telah menjadikan makam-makam Nabi mereka sebagai masjid (tempat ibadah)’,” (HR Bukhari [437] dan Muslim [530]).
syukron jazakallah atas jawabannya
abu hanifah alim
23 Apr 2010 [Permalink]
mungkin hampir serupa dengan saudara kita Tommi, saya dulu juga termasuk orang yang suka mencibir orang-orang yang berushaa mengamalkan sunnah,
namun alhamdulillah Allah berikan hidayah sehingga yang dulunya suka mencela sekarang insya’Allah sangat cinta kepada orang yang mengamalkan sunnah, dan kini saya giliran yang suka diledekin oleh orang lain,
semoga saya bisa bersabar dan mudah-mudahan sebagai penebus atas kesalahan-kesalahan yang telah saya lakukan dahulu
nugroho
23 Apr 2010 [Permalink]
betul apa yang dikatakan saudara2 kita ini. saya juga baru mengenal manhaj salaf mengalaminya. semoga Allah menguatkan iman kita.
abu khansa
23 Apr 2010 [Permalink]
assalamualaikum
bagaimana kalau yg diolok2 adalah nabi kita, tentu dengan tuduhan2 yg tidak beralasan dan tanpa ilmu sama sekali hanya berdasarkan kebencian saja?
Misal pelakunya memang bukan muslim, apakah benar boleh dibunuh, kalau benar siapakah yg berhak melakukan hukum bunuh itu?
Apakah hadist berikut shahih?
1. ‘Ali bin Abi Thalib menuturkan bahwa ada seorang wanita Yahudi yang sering mencela dan menjelek-jelekkan Nabi saw. (Karena perbuatannya itu) perempuan tersebut telah dicekik sampai mati oleh seorang lelaki. Ternyata Rasulullah saw. menghalalkan darahnya. (Hadis ini juga diriwayatkan oleh Abu Dawud).
2. (Abdullah bin Abbas berkata) bahwa ada seorang lelaki buta yang istrinya selalu mencela dan menjelek-jelekkan Nabi saw. Lelaki itu berusaha memperingatkan dan melarang istrinya agar tidak melakukan hal itu. Namun, ia tetap melakukannya. Pada suatu malam, istrinya mulai mencela dan menjelek-jelekkan lagi Nabi saw. (Karena tidak tahan) lelaki itu mengambil kapak dan dihunjamkan ke perut istrinya hingga mati. Keesokan harinya turunlah wahyu kepada Rasulullah saw. yang menjelaskan kejadian itu. Lalu beliau saw mengumpulkan kaum Muslim seraya bersabda:
»أُنْشِدُ اللهَ رَجُلاً فَعَلَ مَا فَعَلَ لِي عَلَيْهِ حَقٌ اِلاَّ قَامَ«
Dengan menyebut asma Allah, aku berharap, orang yang melakukannya, yang tindakannya itu haq (benar), berdiri.
Kemudian (aku melihat) lelaki buta itu berdiri dan berjalan meraba-raba hingga tiba di hadapan Rasulullah saw. Lalu ia duduk dan berkata, “Wahai Rasulullah, akulah suami yang melakukan itu. Kulakukan karena ia selalu mencela dan menjelek-jelekkan dirimu. Aku telah berusaha melarang dan selalu mengingatkannya, namun ia tetap melakukannya. Dari wanita itu aku memperoleh dua orang anak (yang cantik) bagai mutiara. Istriku amat sayang kepadaku. Akan tetapi, kemarin kembali ia mencela dan menjelek-jelekkan dirimu. Karena itu, aku pun mengambil kapak sekaligus menebaskan dan menghunjamkannya ke perut istriku hingga ia mati.” (Mendengar itu) Rasulullah saw bersabda,
»أَلاَّ اَشْهِدُوا أَنَّ دَمَّهَا هَدْرٌ«
Saksikanlah bahwa darah (wanita itu) halal. (HR Abu Dawud dan an-Nasa’i).
Kalau melihat hadist di atas sepertinya siapa saja berhak membunuh orang yg menghina nabi
Erny
23 Apr 2010 [Permalink]
Kenapa yah setiap orang berbuat baik ada aja halangannya seperti di olok-olok? Apa sudah digariskan setiap perbuatan baik pasti ada ujianya menghampiri.
Ada yang bisa menjawab ?
Kusnani Azahri.Ch
23 Apr 2010 [Permalink]
Saya jg dulu sering ngeledek sdr2 muslimah yg memakai hijab syar’i krn ketidak tahuan saya, tp Alhamdulillah…sejak thn 2000 sy dibukakan mata hati oleh Allah, sy dibuat faham bahwa berhijab itu wajib, saya berharap tetap dpt istiqomah & mudah2an kita semua selalu dlm petunjuk Allah SWT. Terimakasih atas artikel yg sangat bermanfaat ini.
abu muhammad naufal zaki
23 Apr 2010 [Permalink]
Ya akhi dan ukhti. . . tidak usah bersedih. Kenapa kita mengambil hati akan hal tersebut. . Tidakkah kita ingat bhw Nabi saja diolok-olok sebagai orang yang gila? (Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila. QS : AT Takwirr[81] : 22)… (Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Al Quran dan mereka berkata: “Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila : QS Al Qolam[68]:51).. .
Salah satu hiburan bagi kita adalah membaca kisah para Nabi yg mereka demikian keras ditentang oleh ummatnya bhk sampai ada yg dibunuh. . juga para ulama salaf spt Imam Bukhori yg dituduh sbg orang yg berpendapat al qur’an itu makhluq shg dikucilkan dan dilarang mengajarkan ilmu dan beliau meninggal dalam kesedihan atas tuduhan tsb yg membuatnay tidak bisa mengajarkan ilmunya. . .
SUngguh. . ujian yg kita alami . . sangatlah tidak berarti dibandingkan ujian para Nabi an orang-orang yg sholih. . ini yg selalu ana dengar dr lisan ustadz ana ketika ada yg merasa berat atas celaan dan hinaan tsb maupun dikucilkan. . .
Ya akhi dan ukhti. . setiap ujian adalah keniscayaan dan wujud kecintaan ALloh kpd kita utk menghapuskan dosa kita, menaikkan derajat kita : “supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (Al Mulk : 2). .
Ujian itu ibarat saringan mana yg emas 24 karat dan mana yang hanya sepuhan bahkan loyang. . . (Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta : Al Ankabuut : 2-3)
.
Jadi bersabarlah.. ringankan hati kita untuk tidak menanggapinya..
abu muhammad naufal zaki
23 Apr 2010 [Permalink]
Untuk Abu Khansa.. saat ramai2nya penghinaan thd Nabi Shollollohu’alaihi wa sallam dg dimuatnya kartun yg dipersonafikasikan beliau, mk Ustadz ABdul Hakim dg tegas mengecamnya dg keras. . namun beliau menasehati kita untuk tidak melakukan demonstrasi. . beliau jelaskan hukuman bagi Non Muslim maupun Muslim yg tidak bertaubat akan hal ini adalah hukuman mati. . dan yang berhak melakukannya adalah Amir/Penguasa dan bukan orang perorang. . itupun setelah ditegakkan hujjah atas orang tsb. . beliau bhk mengimbau pemerintah untuk memutuskan hubungan dengan negara yg melindungi si pencela tsb (semoga ALloh menjelekkan wajah orang tsb)
adapun hadits yg antum bawakan adalah juga ditegakkan hujjah oleh sang suami utk tidka melakukannya dan dia melakukannya kemudian direstui oleh Nabi. . dan ingat Nabi adalah pemimpin saat itu. .
Nah jika berdasarkan hadits ini kemudian kita datangi orang tsb dan ternyata penguasa tidak setuju maka antum akan ditangkap dan dihukum. . dan mudhorotnya akan lebih besar.. karena itu biarkanlah yang melakukannya adlah amir/penguasa atau wakilnya..
Adapun jika pemerintah tidak melakukannya maka kita bersabar atas hal ini karena telah menyampaikan (nasehat) kpd penguasa. . . .
Dan perlu pula diingat bhw saat itu Islam dalam keadaan yang berkuasa shg mudhorot thd pembunuhan itu hampir tidak ada bhk mashlahatnya sangat besar yg akan membuat musuh-musuh Islam semakin takut…
Adapun sekarang kita lemah.. bhkn si pencela itu dilindungi oleh negaranya dan negaranya dilindungi oleh NATO.. mk menurut kita apakah mereka akan berdiam diri?
Yulian Purnama
23 Apr 2010 [Permalink]
#Abu Khansa
Mengenai hadits ke-2, haditsnya shahih dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasa’i (4081).
Saya pernah membaca salah satu fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz yang di dalamnya menjelaskan bahwa wanita yang diceritakan hadits ini adalah budak dari si lelaki buta, bukan istri. Jika ada orang yang mencela Rasulullah Shalallallahu’alaihi Wasallam, kewajiban pertama adalah diingatkan dan dinasehati sampai tidak ada syubhat lalu dimintai taubat. Jika ia terus melakukannya dengan sadar maka termasuk riddah, orangnya murtad, dapat dijatuhkan hukuman hadd (pidana) yaitu dibunuh.
Dan sayyid (pemilik budak) dihalalkan menegakkan hadd terhadap budaknya, sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Abdul ‘Azhim Al Badawi dalam Al Wajiz Fi Fiqhis Sunnah (429). Sehingga tidak tepat kalau disimpulkan semua orang berhak membunuh. Wallahu’alam.
Mengenai hadits pertama, mohon sertakan bahasa arabnya, atau halaman/nomor hadits pada kitab hadits yang meriwayatkannya.
Faisal anwar
24 Apr 2010 [Permalink]
Assalamua’alaikum…
Ijin dishare y akhi…
abu muhammad naufal zaki
24 Apr 2010 [Permalink]
Kadang kita hanya sebatas menganggap orang yg memperolok-olok Islam adalah mereka yg menghina Nabi, padahal siapa saja yg menghina seorangpun sahabat hakikatnya dia telah menghina pula Nabi yg merupakan guru mereka.. (dijelaskan oleh Ustadz kami termasuk di radio rodja kemarin) karena sesungguhnya hinaan kepada para sahabat adalah untuk membatalkan hujjah Islam ini karena semua amalan dalam Islam ini adalah melalui perantaraan para sahabat kepada kita semua.
Termasuk adalah para pencela hadits-hadits shohih. . . bahkan perkataan salah satu pentolan JIL yg menyakikan hati adalah (sebagaimana yg telah disebutkan salah seorang ikhwan di komentarnya di web site ini) bhw Luthfie Syaukani menyamakan keselahan Lia Eden sama dengan kesalahan Nabi Muhammad di awal2 penyebarannya kpd Kaum QUraisy yg mayoritas shg Nabi dikejar2 dan dimusuhi oleh kaumnya. Naudzubillah! Semoga Alloh membalas keburukan atas kelancangan ucapan dari mulut yg dusta dan kotor ini.. .
Bukankah ini jelas selain memperolok pribadi Nabi yang mulia juga secara tidak langsung mencela Islam dengan terang benderang karena menyamakan ajaran Lia Eden dan Ajaran Nabi yang mulia shollollohu ‘alaihi wa sallam bahkan lebih hebat kekufurannya dibandingkan sekedar menggambarkan perawakan Nabi yg jauh dari kebenaran (reka-reka semata)?
Seandainya tegak hukum Islam thd pencela Nabi di bumi ini mk tidak perlu kita jauh-jauh untuk melakukan hukuman mati… di depan mata kita pun banyak termasuk para pengaku Nabi Nabi dajjal made in Indonesia. . .
Namun, sikap kita sebenarnya cukuplah mendorong MUI dna pemerintah untuk menindak orang pendusta bermulut kotor tsb. . jangan menuruti kata hati untuk bertindak sendiri krn jika itu terjadi mk media dengan mudah akan mendekreditkan ummat Islam apalagi Salaf sbg pelaku kejahatan mengatasnamakan HAM dan lain-lain shg aan timbul mudhorot yg lebih besar… cukuplah bagi kita berdoa agar ALloh membalas ucapan orang tsb dengan seburuk-buruk balasan (kecuali jika kemudian dia taubat dan mengumumkan taubatnya thd ucapannya tsb)….
hotel di malioboro
24 Apr 2010 [Permalink]
jadi bahan renungan. kadang jadi bahan bercanda juga
Sebut saja saya budi
25 Apr 2010 [Permalink]
Assalamualaikum, mungkin saya menulis ini bukan pada tempatnya, saya akan sedikit berbicara! Saya akui saya seorang gay umur saya 18 tahun dan berasal dari keluarga yang taat beragama! Tapi entah mengapa saya bisa jadi seorang gay, mungkin saya yang boleh dikata anak yang broken home. Saya sangat ingin sembuh, satu-satunya penghalang saya adalah nafsu! Saya susah sekali merubah nafsu saya dari yang suka laki2 ke perempuan. Sama halnya jika saya suruh anda jadi menyukai laki2 begitulah susahnya. Saya takut akan lebih jauh lagi dari dunia gay karna saat ini saya hanya memendam dan tidak sama sekali berhubungan dengan kaum gay yang lain. Mengapa saya bisa menyukai laki2 mungkin salah ajaran atau tidak ada yang ajarin saya tentang sex. Saya ingin sekali tobat… Tolong bantuannya! Apa boleh untuk program perubahan saya apa saya boleh mulai dari pacaran / hipnotis, dan saya punya program dalam 3 bulan saya tidak akan onani kecuali mimpi basah dan setelah itu saya akan belajar dengan melihat wanita yang dapat menumbuhkan haryrat nafsu meski saya gak nafsu.. Dan mulai berpacaran… Mohon bantuannya… Tolong saya.
ahmad shariv
25 Apr 2010 [Permalink]
Assalamualaikum..setiap perubahan memang ada halangannya , seperti kita mamu mendaki ke puncak gunung , kita kan perlu bekal , semangat , fisik yg kuat serta rintangan . sm jg kita akan mengikuti Sunnah Rasulullah SAW…itu jg ada rintangan tp rintangan yg terbesar adalah rintangan Rasulullah makanya kia hrs mencontoh/mengikuti Sunnah Rasulullah SAW , Afwan.
tifara adila prastiwi
26 Apr 2010 [Permalink]
Alhamdulillah thn 2008 sy sudah pakei cadar awal memng berat sekali,bukan hanya dari teman tapi sodara pun teraneh aneh dengan perubahan penampilan saya,pokoknya jng pernah perdulikan hinaan orng..ingat Alloh sangat menyukai kebaikan dan jk kt berbuat baik Alloh akan membalasnya dng yg lebih baik lg amin…(TF)
Abduh Tuasikal
26 Apr 2010 [Permalink]
Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh
@ Sebut saja saya budi
Kami cukup prihaitn dengan hal ini. Memang faktor lingkungan bisa jadi pengaruh utama dan juga dorongan nafsu yang tak bisa terbendung. Saran kami, silakan baca artikel2 berikut di website ini. Semoga Allah beri taufik.
1. http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/aku-ingin-bertaubat-tetapi.html (tentang taubat)
2. http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/kiat-agar-tetap-istiqomah.html (kiat agar istiqomah)
3. http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/memilih-pasangan-idaman.html (memilih pasangan idaman)
4. http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/rayuan-setan-dalam-pacaran.html (hukum pacaran).
Juga tentang bahaya perbuatan gay bisa dibaca di sini: http://rumaysho.com/faedah-ilmu/15-faedah-ilmu/2738-perlakuan-islam-terhadap-pelaku-homoseksual-dan-lesbian.html.
Semoga Allah beri taufik.
nany suryani
26 Apr 2010 [Permalink]
Assalamualaikum. yg saya alami adalah terhadap guru saya, sy ikut pengajian(majelis) untuk menambah ilmu sy tentang agama islam, dan yg saya tahu islam itu cinta damai, tdk boleh menghina serta rendah hati. tp justru sebaliknya yg sy dpt dari pengajian, bahwa gol. kami adalah yg benar yg lain salah dan menghina seorang muslim yg menggunakan cadar.terkadang ketika sedang membahas materi dibarengi dengan bercanda yg klw sy bilang kelewat batas. akhirnya sy tdk berminat lagi, sypun sudah menyampaikan alasan saya seperti diatas. yg dia katakan urusan seseorang adalah terhadap tuhannya. sy keluar masuk majelis, bukan sy tdk istiqomah tp sy tdk ingin salah jalan.
abu khansa
26 Apr 2010 [Permalink]
saya tidak tahu bahasa arabnya hadist yg saya tanyakan, saya mengkopi dari tulisan seseorang, kalau referensinya di tulisan tersebut adalah asy-Syaukani, Nayl al-Authar, jld. VII, hlm. 213-215.
Abu Nuralif
28 Apr 2010 [Permalink]
@Sebut saja saya budi
Saya sarankan anda untuk bergaul dengan orang ‘alim yang berkarakter tegas dan disiplin. Karena anda mengidap penyakit psikologis,maka penyempuhannyapun lebih banyak psikologisnya.
Insya Allah,Jika anda terus-menerus mendalami agama Islam,baik belajar Aqidah Ahlus Sunnah,Tahuid,Ilmu Fiqih,Ilmu HAdits dsb akan terurai sedikit demi sedikit penyakit itu.
Jangan biarkan waktu anda dimakan hal-hal yang tidak bermanfaat,gunakanlah untuk Belajar dan mencari Ilmu Agama. Maka ketika itulah pemikiran anda akan teralihkan kepada Ajaran agama yang didalamnya akan dirasakan mempertebal keyakinan dan keimanan.
Pengalaman saya dulu,meskipun berbeda masalahnya,tapi kesulitannya hampir sama,yaitu sangat sulit melepaskan gangguan Jin,berobat ke mana-mana malah gangguan Jin semakin bertambah,Alhamdulillah Saya kenal Manhaj Salaf yang lebih memacu kepada INGIN MENGETAHUI AGA SECARA ILMIYAH, maka ketika saya sibukkkan diri untuk mendalaminya,Alhamdulillah penyakit saya sembuh tanpa harus berobat kemana-mana.
Tekunlah dalam mencari Ilmu dan Ibadah, itu menurut saya salah satu kunci dari pengobatan yang anda alami
Sesungguhnya Syetan Laknatullah lah yang lebih besar mempengaruhi jiwa anda,agar terdampar dalam lautan dosa,dan menjadi teman kekal di Neraka Nanti,Naudzubillah….
Maka Lawanlah Syetan itu dengan Lebih banyak beribadah,mencari Ilmu dan bergaul dengan orang-orang baik dan tegas
Maafkan bila ada kata-kata yang tidak berkenan..
Semoga Bermanfaat
Wallohu’alam
abu khansa
29 Apr 2010 [Permalink]
kalau melakukan tindakan yg merendahkan Islam apakah termasuk mengolok2? Seperti yg minta2 di bus atau angkot dengan menjual nama Islam, seperti sekolah2 yg berlabel Islam tetapi sangat rendah mutu pendidikannya, seperti rumah sakit yg berlabel Islam yg berarti rumah sakit yg kurang terurus, kotor dan sangat tidak melayani. Hal ini bertolak belakang dengan agama nasrani, sepertinya sekolah2 yg berlabel nasrani berarti pendidikan bermutu dan rumah2 sakit nasrani adalah rumah sakit yg bersih dan profesional dalam pelayanan. Seolah2 yg berlabel Islam bermutu rendah, tentu ini merendahkan dan menghina oleh umatnya sendiri.
Abduh Tuasikal
29 Apr 2010 [Permalink]
@ Abu Khansa
Itu bukan mengolok-olok dan menghina yg dimaksudkan dalam pembahasan ini.
abu muhammad naufal zaki
30 Apr 2010 [Permalink]
@ abu Khansa,
Pernyataan antum mengingatkan ana dg perkataan salah seorang Ustadz ana yaitu :
(1) Perbuatan orang perorang bahkan orang banyak, organisasi dan instansi yg mengatasnamakan Islam yang tidak mencerminkan akhlaq Islam tidaklah bisa menjadi contoh atas ketinggian Islam dan tidak akan merendahkan Islam.
(2) Perbuatan peminta2 di jalanan/bus dll telah ditentang oleh para ulama dan para ustadz krn ini bertentangan dg Islam krn ketika Nabi menjelaskan kpd sahabat tentang infaq mk para sahabat segera bertebaran mencari nafkah kemudian memberikan infaqnya semampu mereka… adapun perbuatan sebagian orang tsb mereka terkadang melakukan penipuan dg memanfaatkan agama…
(3)Tidak semua sekolah Islam dan RS Islam seperti yg antum gambarkan dan tidak semua rumah sakit dan sekolah nasrani spt itu pula keadaannya. Namun tidak dipungkiri bhw ada dan mungkin yg sering tampak adalah demikian…
(4) Akhi, sejelek2nya yg antum labelkan kpd instansi Islam mk mereka lebih utama krn : (a) Alloh hanya ridho kpd agama Islam… mk keridhoan mana lagi yg lebih besar drpd keridhoan ALloh. Sedangkan yg antum puji Alloh telah cela mereka dan antum sendiri 17 x sehari mencela mereka saat sholat dg membaca ..waladhdhollin… (b) Antum katakan mereka bersih? Sebenarnya tidak krn mereka tidak beristinja akhi ketika buang air kecil, mereka tdk mandi wajib ketika junub dan hadats besar akhi sehingga meski mereka telah mandi dg sabun setonpun tetap dalam pandangan Islam mereka itu kotor dan junub berhadats besar, mereka terancam adzab kubur krn tdk menjaga dari air seninya? Ini yg dijelaskan Ustadz Abdul Hakim ketika ada yg memuji2 kebersihan orang nashrani… mereka tampak bersih di mata manusia namun di mata Alloh mereka kotor akhi….
(5) Ustadz menjelaskan bhw seharusnya ummat ini yg ikut bertanggung jawab mendakwahi mereka dan ikut membantu dana bagi mereka namun yg terjadi ummat Islam yg kaya raya di Indonesia tidak terlalu peduli bhk lebih mempedulikan acara ulang tahun TVnya yg mengeluarkan 100 milyar pdhl berisi acara yg dimurkai Alloh bhk utk pernikahan anaknya umpamanya…
Namun bgmnpun masukan antum adalah sangat berharga bagi ummat Islam krn “Sesungguhnya Alloh itu indah dan Alloh menyukai keindahan… Bersuci (At Thuhur) bagian dari iman… Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain…” Jika ummat Islam menghayati syariat ini mk mereka akan memperhatikan kebersihan dan keprofesionalisan dalam aktivitasnya… jd ISlam telah mengajarkannya sampai dg tata cara buang hajat… namuan seberapa banyak ummat ini yg mengamalkannya????
ummudhiya
07 May 2010 [Permalink]
ijin copas ya….
khfidl khfidi
11 Jun 2010 [Permalink]
assalamu’alaikum warohmatulloh. pak, afwan sy ijin share ya. thx. wassalamu’alaikum warohmatulloh wabarokatuh
Abu nurul
14 Nov 2010 [Permalink]
Mas ijin cpy ya artikelnx mantap buat nasehatin temen2 yg suka berolok2 masalah agama karena kebodohan nya..
Jazakallahu khair
www.busanamuslimanak.com
29 Jun 2011 [Permalink]
ijin copas ustadz…
www.busanamuslimanak.com
29 Jun 2011 [Permalink]
ijin copas
ummu kultsum
07 Nov 2011 [Permalink]
assalamu’alaikum wa rohmatulloh, subhanallloh artikelnya bagus, ana izin copas utk mengingatkan teman2, jazakumulloh khoiron..