<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Bagaimana Kita Merayakan Nuzulul Quran?</title>
	<atom:link href="http://muslim.or.id/al-quran/bagaimana-kita-merayakan-nuzulul-quran.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslim.or.id/al-quran/bagaimana-kita-merayakan-nuzulul-quran.html</link>
	<description>Pesantren online agama Islam berdasarkan Qur&#039;an dan Sunnah dengan pemahaman Salafus Shalih</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 12:06:33 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: Mari Sambut Ramadhan 2011 &#124; Cipto.NET</title>
		<link>http://muslim.or.id/al-quran/bagaimana-kita-merayakan-nuzulul-quran.html/comment-page-1#comment-84152</link>
		<dc:creator>Mari Sambut Ramadhan 2011 &#124; Cipto.NET</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 09:07:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1307#comment-84152</guid>
		<description>[...] Bagaimana Kita Merayakan Nuzulul Quran? [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Bagaimana Kita Merayakan Nuzulul Quran? [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tetti thiar</title>
		<link>http://muslim.or.id/al-quran/bagaimana-kita-merayakan-nuzulul-quran.html/comment-page-1#comment-84102</link>
		<dc:creator>tetti thiar</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 05:29:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1307#comment-84102</guid>
		<description>subhahanalloh, thanks for your information</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>subhahanalloh, thanks for your information</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dani</title>
		<link>http://muslim.or.id/al-quran/bagaimana-kita-merayakan-nuzulul-quran.html/comment-page-1#comment-79108</link>
		<dc:creator>dani</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Oct 2011 10:11:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1307#comment-79108</guid>
		<description>web nya sngat menyentuuh hati nurani</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>web nya sngat menyentuuh hati nurani</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tatang m. amirin</title>
		<link>http://muslim.or.id/al-quran/bagaimana-kita-merayakan-nuzulul-quran.html/comment-page-1#comment-76938</link>
		<dc:creator>tatang m. amirin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Aug 2011 12:49:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1307#comment-76938</guid>
		<description>Komentar Yulian Purnama sederhana tapi masuk akal.Tak mungkin kita meniru Nabi saw solat dalam satu raka&#039;at sampai dua tiga surat sekaligus, yang hapal surat-surat pendek saja tidak terlampau banyak, apalagi hapal satu surat Al-Baqarah. Kita berbahasa ibu berbeda dari bahasa Al-Qur&#039;an, sehingga untuk hapal Al-Qur&#039;an tidak mudah. Makmum Nabi semuanya paham bahasa Arab (Qur&#039;an), jadi tanpa diperantarai pun sudah bisa memahami isi kandungan Al-Qur&#039;an. Kita dibacakan surat pendek Juz &#039;amma saja tak paham. Jadi, ya perlulah Al-Qur&#039;an itu &quot;dijelaskan&quot; oleh yang paham, seperti Anda menjelaskan ayat-ayat dan hadis-hadis berbahasa Arab yang saya dan banyak teman saya tak paham. Kan jadi bagus jika memperingati nuzulul-qur&#039;an itu diisi dengan penjelasan kandungan Al-Qur&#039;an, bukan hanya membacanya saja tanpa mengerti isinya. Supaya tak bosan para pendengarnya, ditambahilah dengan sesuatu yang bisa menarik dan menyenangkan. Jadi jika ada qasidah, tarian, makan-makan dsb itu bukan yang utama, tapi penting untuk menarik orang-orang awam alias Islam KTP. Karena itulah para wali dengan bijak mengisi wayang menjadi bernuansa islami, karena orang awam ketika itu suka pertunjukan. Itulah hakekat &quot;al-mauw-izhat al-hasanat&quot;, saya kira. Allahu a&#039;lam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Komentar Yulian Purnama sederhana tapi masuk akal.Tak mungkin kita meniru Nabi saw solat dalam satu raka&#8217;at sampai dua tiga surat sekaligus, yang hapal surat-surat pendek saja tidak terlampau banyak, apalagi hapal satu surat Al-Baqarah. Kita berbahasa ibu berbeda dari bahasa Al-Qur&#8217;an, sehingga untuk hapal Al-Qur&#8217;an tidak mudah. Makmum Nabi semuanya paham bahasa Arab (Qur&#8217;an), jadi tanpa diperantarai pun sudah bisa memahami isi kandungan Al-Qur&#8217;an. Kita dibacakan surat pendek Juz &#8216;amma saja tak paham. Jadi, ya perlulah Al-Qur&#8217;an itu &#8220;dijelaskan&#8221; oleh yang paham, seperti Anda menjelaskan ayat-ayat dan hadis-hadis berbahasa Arab yang saya dan banyak teman saya tak paham. Kan jadi bagus jika memperingati nuzulul-qur&#8217;an itu diisi dengan penjelasan kandungan Al-Qur&#8217;an, bukan hanya membacanya saja tanpa mengerti isinya. Supaya tak bosan para pendengarnya, ditambahilah dengan sesuatu yang bisa menarik dan menyenangkan. Jadi jika ada qasidah, tarian, makan-makan dsb itu bukan yang utama, tapi penting untuk menarik orang-orang awam alias Islam KTP. Karena itulah para wali dengan bijak mengisi wayang menjadi bernuansa islami, karena orang awam ketika itu suka pertunjukan. Itulah hakekat &#8220;al-mauw-izhat al-hasanat&#8221;, saya kira. Allahu a&#8217;lam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abidin achmad</title>
		<link>http://muslim.or.id/al-quran/bagaimana-kita-merayakan-nuzulul-quran.html/comment-page-1#comment-76652</link>
		<dc:creator>abidin achmad</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Aug 2011 03:31:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1307#comment-76652</guid>
		<description>cukup memuaskan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>cukup memuaskan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: as silm</title>
		<link>http://muslim.or.id/al-quran/bagaimana-kita-merayakan-nuzulul-quran.html/comment-page-1#comment-76622</link>
		<dc:creator>as silm</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Aug 2011 12:41:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1307#comment-76622</guid>
		<description>semoga Allah memabalas dg balasan yang lebih baik</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semoga Allah memabalas dg balasan yang lebih baik</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hanwi Dmayanti</title>
		<link>http://muslim.or.id/al-quran/bagaimana-kita-merayakan-nuzulul-quran.html/comment-page-1#comment-76503</link>
		<dc:creator>Hanwi Dmayanti</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2011 04:52:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1307#comment-76503</guid>
		<description>terimakasih tausiahnya..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terimakasih tausiahnya..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hanwi Dmayanti</title>
		<link>http://muslim.or.id/al-quran/bagaimana-kita-merayakan-nuzulul-quran.html/comment-page-1#comment-76502</link>
		<dc:creator>Hanwi Dmayanti</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2011 04:51:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1307#comment-76502</guid>
		<description>Bagus siraman rohaninya...saya senang web ini</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagus siraman rohaninya&#8230;saya senang web ini</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yulian Purnama</title>
		<link>http://muslim.or.id/al-quran/bagaimana-kita-merayakan-nuzulul-quran.html/comment-page-1#comment-75829</link>
		<dc:creator>Yulian Purnama</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jul 2011 22:54:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1307#comment-75829</guid>
		<description>#Danial Holimin 
Seorang imam memang semestinya memperhatikan kondisi makmum, jika makmumnya kuat-kuat maka lebih panjang bacaan lebih berpahala. Bukankah membaca dan mendengarkan Qur&#039;an itu berpahala? Adapun jika makmumnya ada orang tua yang lemah atau orang sakit, atau wanita, maka hendaknya menyesuaikan. Rasulullah Shallallahu&#039;alaihi Wasallam bersabda:
فمن صلى بالناس فليخفف ، فإن فيهم المريض والضعيف وذا الحاجة
“Jika seseorang menjadi imam, hendaknya ia ringankan shalatnya. Karena di barisan ma’mum terdapat orang sakit, orang lemah dan orang yang memiliki keperluan” (HR. Bukhari)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#Danial Holimin<br />
Seorang imam memang semestinya memperhatikan kondisi makmum, jika makmumnya kuat-kuat maka lebih panjang bacaan lebih berpahala. Bukankah membaca dan mendengarkan Qur&#8217;an itu berpahala? Adapun jika makmumnya ada orang tua yang lemah atau orang sakit, atau wanita, maka hendaknya menyesuaikan. Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam bersabda:<br />
فمن صلى بالناس فليخفف ، فإن فيهم المريض والضعيف وذا الحاجة<br />
“Jika seseorang menjadi imam, hendaknya ia ringankan shalatnya. Karena di barisan ma’mum terdapat orang sakit, orang lemah dan orang yang memiliki keperluan” (HR. Bukhari)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kumpulan Artikel Ramadhan &#171; Blognya Ukht Yanti</title>
		<link>http://muslim.or.id/al-quran/bagaimana-kita-merayakan-nuzulul-quran.html/comment-page-1#comment-75680</link>
		<dc:creator>Kumpulan Artikel Ramadhan &#171; Blognya Ukht Yanti</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Jul 2011 23:48:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=1307#comment-75680</guid>
		<description>[...] Bagaimana Kita Merayakan Nuzulul Quran? [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Bagaimana Kita Merayakan Nuzulul Quran? [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

