Adab Membaca Al-Quran

Kategori: Al-Quran

83 Komentar // 24 Mei 2008

Al Qur’anul Karim adalah firman Alloh yang tidak mengandung kebatilan sedikitpun. Al Qur’an memberi petunjuk jalan yang lurus dan memberi bimbingan kepada umat manusia di dalam menempuh perjalanan hidupnya, agar selamat di dunia dan di akhirat, dan dimasukkan dalam golongan orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Alloh Ta’ala. Untuk itulah tiada ilmu yang lebih utama dipelajari oleh seorang muslim melebihi keutamaan mempelajari Al-Qur’an. Sebagaimana sabda Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Sebaik-baik kamu adalah orang yg mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Ketika membaca Al-Qur’an, maka seorang muslim perlu memperhatikan adab-adab berikut ini untuk mendapatkan kesempurnaan pahala dalam membaca Al-Qur’an:

1. Membaca dalam keadaan suci, dengan duduk yang sopan dan tenang.

Dalam membaca Al-Qur’an seseorang dianjurkan dalam keadaan suci. Namun, diperbolehkan apabila dia membaca dalam keadaan terkena najis. Imam Haromain berkata, “Orang yang membaca Al-Qur’an dalam keadaan najis, dia tidak dikatakan mengerjakan hal yang makruh, akan tetapi dia meninggalkan sesuatu yang utama.” (At-Tibyan, hal. 58-59)

2. Membacanya dengan pelan (tartil) dan tidak cepat, agar dapat menghayati ayat yang dibaca.

Rosululloh bersabda, “Siapa saja yang membaca Al-Qur’an (khatam) kurang dari tiga hari, berarti dia tidak memahami.” (HR. Ahmad dan para penyusun kitab-kitab Sunan)

Sebagian sahabat membenci pengkhataman Al-Qur’an sehari semalam, dengan dasar hadits di atas. Rosululloh telah memerintahkan Abdullah Ibnu Umar untuk mengkhatam kan Al-Qur’an setiap satu minggu (7 hari) (HR. Bukhori, Muslim). Sebagaimana yang dilakukan Abdullah bin Mas’ud, Utsman bin Affan, Zaid bin Tsabit, mereka mengkhatamkan Al-Qur’an sekali dalam seminggu.

3. Membaca Al-Qur’an dengan khusyu’, dengan menangis, karena sentuhan pengaruh ayat yang dibaca bisa menyentuh jiwa dan perasaan.

Alloh Ta’ala menjelaskan sebagian dari sifat-sifat hamba-Nya yang shalih, “Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.” (QS. Al-Isra’: 109). Namun demikian tidaklah disyariatkan bagi seseorang untuk pura-pura menangis dengan tangisan yang dibuat-buat.

4. Membaguskan suara ketika membacanya.

Sebagaimana sabda Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Hiasilah Al-Qur’an dengan suaramu.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim). Di dalam hadits lain dijelaskan, “Tidak termasuk umatku orang yang tidak melagukan Al-Qur’an.” (HR. Bukhari dan Muslim). Maksud hadits ini adalah membaca Al-Qur’an dengan susunan bacaan yang jelas dan terang makhroj hurufnya, panjang pendeknya bacaan, tidak sampai keluar dari ketentuan kaidah tajwid. Dan seseorang tidak perlu melenggok-lenggokkan suara di luar kemampuannya.

5. Membaca Al-Qur’an dimulai dengan isti’adzah.

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan bila kamu akan membaca Al-Qur’an, maka mintalah perlindungan kepada Alloh dari (godaan-godaan) syaithan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98)

Membaca Al-Qur’an dengan tidak mengganggu orang yang sedang shalat, dan tidak perlu membacanya dengan suara yang terlalu keras atau di tempat yang banyak orang. Bacalah dengan suara yang lirih secara khusyu’.

Rosululloh shollallohu ‘alaihiwasallam bersabda, “Ingatlah bahwasanya setiap dari kalian bermunajat kepada Rabbnya, maka janganlah salah satu dari kamu mengganggu yang lain, dan salah satu dari kamu tidak boleh bersuara lebih keras daripada yang lain pada saat membaca (Al-Qur’an).” (HR. Abu Dawud, Nasa’i, Baihaqi dan Hakim). Wallohu a’lam.

***

Penulis: Abu Hudzaifah Yusuf
Artikel www.muslim.or.id

buku saku

83 Komentar

  1. cicilya
    25 Jan 2011 [Permalink]

    Jadi maksudnya tidak boleh membaca Qur’an berjama’ah itu seperti apa?
    Ana tidak mengerti. Afwan..

  2. Yulian Purnama
    25 Jan 2011 [Permalink]

    #cicilya
    Yang diperselisihkan oleh para ulama tentang tidak bolehnya adalah membaca secara bersama-sama dengan satu suara.

  3. eko triyanto
    26 Jan 2011 [Permalink]

    mohon ijin saya copy untuk saya jadikan bahan tulisan

  4. alaika s
    25 Feb 2011 [Permalink]

    maaf, kalau saya gak salah baca, dalam kutipan mas yulian purnama tentang membaca al-qur’an dengan berjamaah di situ dikutipkan pernyataan an-nawawi dari kitab at-tibyan. di situ tertulis bil-ajamiyyati. sepengetahuan saya yang awam ini, ajamiyyah itu berarti bahasa non-arab. jadi, kutipan tersebut menjelaskan ketidakbolehan membaca al-qur’an dengan bahasa non arab. kutipan itu tidak menyinggung membaca al-qur’an secara berjamaah. hal ini korelatif dengan pernyataan an-nawawi selanjutnya tentang larangan untuk untuk membaca al-qur’an dg bahasa non arab di waktu shalat.
    mohon maaf kalau saya salah. tolong dikoreksi saya yg awam ini. terima kasih.wallahu a’lam.

  5. Yulian Purnama
    26 Feb 2011 [Permalink]

    #alaika
    Hal tersebut memang kesalahan kami dalam menerjemahkan, sudah kami koreksi di atas.

  6. Tri Muhrodji
    28 Mar 2011 [Permalink]

    Berdasarkan keterangan tidak bolehnya membaca Al-Qur’an bersama-sama,bagaimana kalau mengajarkan membaca alqur’an (makhroj/tajwid dsb.) dengan cara ustadz/ustadzah memberi contoh, kemudian ditirukan peserta (jama’ah)secara bersama-sama. Bolehkah?

  7. Abduh Tuasikal
    28 Mar 2011 [Permalink]

    @ Tri
    Kalau dalam keadaan mengajar, itu dibolehkan. Wallahu a’lam.

  8. rahma
    04 Apr 2011 [Permalink]

    assalamu alaikum wr.wb.
    bagaimana hukumnya wanita haid membaca Al Qur’an?apakah boleh membacanya tanpa menyentuhnya atau tdk boleh disentuh apalagi membacanya?

  9. Yulian Purnama
    04 Apr 2011 [Permalink]

  10. iin
    21 Apr 2011 [Permalink]

    saat acara akad nikah bolehkah yang membaca alquran wanita?mohon penjelasannya

  11. Aris Munandar
    22 Apr 2011 [Permalink]

    #iin
    Setahu saya membaca al Qur’an di awal acara hanya dibenarkan jika acaranya adalah acara pengajian. Silahkan baca di sini:
    http://ustadzaris.com/hukum-baca-al-qur%E2%80%99an-di-awal-acara

  12. mencari kebenaran
    11 Mei 2011 [Permalink]

    Assalamualaikum.
    syukran atas perkongsian nya,
    saya ada sedikit persoalan
    1)bagaimana pula halnya bagi wanita yang berada dalam keadaan tidak suci membaca Quran dalam hati, adakah dibolehkan?
    2) jika membaca ayat Quran dalam buku ilmiah adakah perlunya adab-adab seperti suci dan menutup aurat?

  13. Mustikasari Nike
    11 Mei 2011 [Permalink]

    Apakah wanita yg sedang haid diperbolehkan membaca Al Quran?mohon penjelasan dgn Al Quran dan hadistnya.tks

  14. akbar
    17 Mei 2011 [Permalink]

    Assalamu’alaikum wr wb.
    maaf, saya mau bertanya,apakah setiap membaca Al-Quran harus membaca Basmalah, walaupun ayat yang dibaca bukan permulaan surah?

  15. Yulian Purnama
    03 Jun 2011 [Permalink]

  16. Yulian Purnama
    03 Jun 2011 [Permalink]

    #akbar
    Wa’alaikumussalam, tidak perlu, cukup membaca ta’awudz jika pada pertengahan surah.

  17. Yulian Purnama
    08 Jun 2011 [Permalink]

  18. irwandy
    26 Jun 2011 [Permalink]

    Salam,

    Ust, saya nak tanya pasal terjemahan al-quran. Saya selalu baca tanpa menutup aurat. Boleh ke saya buat begitu? Kadang2 baca waktu surfing guna smart phone jer.

  19. الاسم : سفط هودويو
    26 Jun 2011 [Permalink]

    يا أيها أستاذ كيف أن يكون القرائة القرأن سهولة للفهم وللحفظ ؟ شكرا

    يا أيها أستاذ كيف أن يكون القرائة القرأن سهولة للفهم وللهفذ

  20. idhar
    03 Jul 2011 [Permalink]

    assalamu’alaikum wr.wb.
    bgmana adab seorg wanita jk membaca Al-Qur’an
    apakah hrs tertutup rapat auratnya sebgaimana sedang sholat ?
    wsssalaamu’alaikum wr,wb

  21. Yulian Purnama
    14 Jul 2011 [Permalink]

    #irwandy
    Boleh.

  22. Yulian Purnama
    04 Agu 2011 [Permalink]

    #idhar
    wa’alaikumussalam, menutup aurat ketika membaca Al Qur’an hukumnya sunnah.

  23. seff
    13 Agu 2011 [Permalink]

    Ataupun kalau bisa dalil dari al-qur;an maupun Sunnah tidak apa2… Syukran…

  24. Yulian Purnama
    16 Agu 2011 [Permalink]

  25. Rahmady
    05 Sep 2011 [Permalink]

    Apakah ada dalil yg menuntunkan bila selesai membaca Al Qur’an, lalu mengucapkan : “Shodaqallaahul ‘Adziim.”, mohon jawaban dikirim jg ke E-mail saya ya … jazakalloh khairan

  26. Yulian Purnama
    16 Sep 2011 [Permalink]

    #Rahmady
    Tidak ada dalil yang shahih.

  27. Firmansyah Palu
    14 Okt 2011 [Permalink]

    Assalamu’alaikum war.wab

    afwan mau tanya, haruskah kita baca al-qur’an dengan duduk bersila?. bolehkan membaca alqur’an sambil tiduran?

    jazakallah khair atas jawabannya

    wassalamu’alaikum war. wab.

  28. Yulian Purnama
    14 Okt 2011 [Permalink]

  29. zuko
    09 Jan 2012 [Permalink]

    subhanallah..ilmu yang sangat bermanfaat bagi pemula,ataupun bagi yang ingin mendalami nya…salam untuk semuanya ..

  30. fitriati sabari
    23 Feb 2012 [Permalink]

    mau tanya adakah dalil dr hadits atau quran bacaan doa khatam quran yang biasanya dilakukan oleh rasulullah?

  31. Muhammad Abduh Tuasikal
    25 Feb 2012 [Permalink]

    @ Fitriari Sabari

    Silakan lihat bahasannya di sini:
    http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3390-doa-khatam-al-quran.html

  32. Irwan Pujianto
    05 Apr 2012 [Permalink]

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    mohon ijin copy…Afwan

Tinggalkan Komentar

Kembali ke Atas