Adab Membaca Al-Quran


Al Qur’anul Karim adalah firman Alloh yang tidak mengandung kebatilan sedikitpun. Al Qur’an memberi petunjuk jalan yang lurus dan memberi bimbingan kepada umat manusia di dalam menempuh perjalanan hidupnya, agar selamat di dunia dan di akhirat, dan dimasukkan dalam golongan orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Alloh Ta’ala. Untuk itulah tiada ilmu yang lebih utama dipelajari oleh seorang muslim melebihi keutamaan mempelajari Al-Qur’an. Sebagaimana sabda Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Sebaik-baik kamu adalah orang yg mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Ketika membaca Al-Qur’an, maka seorang muslim perlu memperhatikan adab-adab berikut ini untuk mendapatkan kesempurnaan pahala dalam membaca Al-Qur’an:

1. Membaca dalam keadaan suci, dengan duduk yang sopan dan tenang.

Dalam membaca Al-Qur’an seseorang dianjurkan dalam keadaan suci. Namun, diperbolehkan apabila dia membaca dalam keadaan terkena najis. Imam Haromain berkata, “Orang yang membaca Al-Qur’an dalam keadaan najis, dia tidak dikatakan mengerjakan hal yang makruh, akan tetapi dia meninggalkan sesuatu yang utama.” (At-Tibyan, hal. 58-59)

2. Membacanya dengan pelan (tartil) dan tidak cepat, agar dapat menghayati ayat yang dibaca.

Rosululloh bersabda, “Siapa saja yang membaca Al-Qur’an (khatam) kurang dari tiga hari, berarti dia tidak memahami.” (HR. Ahmad dan para penyusun kitab-kitab Sunan)

Sebagian sahabat membenci pengkhataman Al-Qur’an sehari semalam, dengan dasar hadits di atas. Rosululloh telah memerintahkan Abdullah Ibnu Umar untuk mengkhatam kan Al-Qur’an setiap satu minggu (7 hari) (HR. Bukhori, Muslim). Sebagaimana yang dilakukan Abdullah bin Mas’ud, Utsman bin Affan, Zaid bin Tsabit, mereka mengkhatamkan Al-Qur’an sekali dalam seminggu.

3. Membaca Al-Qur’an dengan khusyu’, dengan menangis, karena sentuhan pengaruh ayat yang dibaca bisa menyentuh jiwa dan perasaan.

Alloh Ta’ala menjelaskan sebagian dari sifat-sifat hamba-Nya yang shalih, “Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.” (QS. Al-Isra’: 109). Namun demikian tidaklah disyariatkan bagi seseorang untuk pura-pura menangis dengan tangisan yang dibuat-buat.

4. Membaguskan suara ketika membacanya.

Sebagaimana sabda Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Hiasilah Al-Qur’an dengan suaramu.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim). Di dalam hadits lain dijelaskan, “Tidak termasuk umatku orang yang tidak melagukan Al-Qur’an.” (HR. Bukhari dan Muslim). Maksud hadits ini adalah membaca Al-Qur’an dengan susunan bacaan yang jelas dan terang makhroj hurufnya, panjang pendeknya bacaan, tidak sampai keluar dari ketentuan kaidah tajwid. Dan seseorang tidak perlu melenggok-lenggokkan suara di luar kemampuannya.

5. Membaca Al-Qur’an dimulai dengan isti’adzah.

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan bila kamu akan membaca Al-Qur’an, maka mintalah perlindungan kepada Alloh dari (godaan-godaan) syaithan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98)

Membaca Al-Qur’an dengan tidak mengganggu orang yang sedang shalat, dan tidak perlu membacanya dengan suara yang terlalu keras atau di tempat yang banyak orang. Bacalah dengan suara yang lirih secara khusyu’.

Rosululloh shollallohu ‘alaihiwasallam bersabda, “Ingatlah bahwasanya setiap dari kalian bermunajat kepada Rabbnya, maka janganlah salah satu dari kamu mengganggu yang lain, dan salah satu dari kamu tidak boleh bersuara lebih keras daripada yang lain pada saat membaca (Al-Qur’an).” (HR. Abu Dawud, Nasa’i, Baihaqi dan Hakim). Wallohu a’lam.

***

Penulis: Abu Hudzaifah Yusuf
Artikel www.muslim.or.id

  • http://muslim.or.id/al-quran/adab-membaca-al-quran.html wong dheso

    Kalau bisa membacanya menghadap kiblat dan meletakkan Al-Qur’an jangan di dasar(karpet atau lantai) tapi di meja kecil atau dudukan Al-Qur’an

  • http://muslim.or.id/al-qura/adab-membaca-al-quran.html wong dheso

    setelah selesai membaca Al-Qur’an letakkan di atas buku agama atau buku tulis jangan sampai Al-Qur’an paling di bawah buku-buku umum bila melihat di pindah paling atas

  • Machfudz

    Assalamua`alaikum wr.wb.
    Ana mau bertanya, apakah ada di syari`at kan membaca shodakhaullahul a`zim sehabis membaca al-Qur`an??? dan apa hukumnya???

  • M.Ihsan

    Tidak disyari’atkan dan tidak ada hukumnya.

  • http://imarliati@yahoo.co.id ufahirah

    bagaimana hukumnya membaca Al-quran di pengajian atau perwiritan denhan di dengar oleh orang banyak.

  • nur sholichin

    *Cah Pati Ags 24, 2009, 15:09
    Bolehkah, jika Al qur’an diletakkan di bawah/di lantai…? dan bagaimana hukumnya…?

  • Cah Pati

    Bolehkah Al qur’an diletakkan di bawah/di lantai? dan bagaimanakah hukumnya?

  • http://deuix85.multiply.com dewi

    boleh kah wanita yg sedang haid membaca al quran? bagaimana dengan membaca al quran tanpa memiliki wudhu?

  • salman

    aku, mau minta datanya, OC?!

  • ibnu

    bagaimanakah cara menghapal al quran dengan mudah

  • Ghozy

    Hormatilah Al Qur’an…

  • m.tarom

    Ass. wr.wb. cukup bagus, tapi bagaimana dengan trend sekarang baca qurán pakai pengeras suara, dengan suara keras, tidak enak, tidak tartil dan kadang diiringi ketawa

  • hery

    Mau bertanya : apa hukumnya kita selaku umat muslim membaca kitab suci Al-Qur’an ? ( apakah wajib, sunah, atau yang lainnya ? )

  • noer yanto

    pada dasarnya membaca al quran itu disunahkan,bahkan kelak al qur’an dapat memberi syafaat bagi ahli-ahli al quran dan yang cinta kpada Al quran.Al quran itu bisa melaknati bagi mereka yang membaca untuk mainan ,tertawa2 bahan sampai lakhen( keluar dari makna yang dikehendaki)sebaiknya kita dalam membaca al quran niat karena Allah Swt, kita hayati dan bila perlu kita sampai menangis menghayati setiap ayat-ayat suci al quran.membaca alquran pada waktu haid tidak boleh,tapi bila diniati dzikir(untuk mengingat apalan Al qur’an maka di perbolehkan,bagi yang tidak mempunyai wudhu hendaklah bila membaca Al quran jangan menyentuh Al quran,seperti tulisan yang ada di sampingnya Al qur’an “jangan menyentuh kecuali suci”.wong nglutuk.

  • nataya

    ass. saya perlu infonya,tadi dikatakan membaca alqur’an dalam keadaan najis boleh tapi dia meninggalkan hal yang utama (suci), bagaimana dengan wanita haid.syukron

  • http://jabon.web.id/ jabon

    saya mau tanya mengenai hal ini
    bagaimana hukumya saat kita belom suci terus melihat Al-Qur’an berada pada tempat yg tidak seharusnya contoh di bawah meja nah bagaimana tindakan yg seharusnya kita lakukan?

    • http://rumaysho.com Abduh Tuasikal

      @ Jabon
      Silakan al qurannya diambil namun tanpa disentuh, gunakanlah alas lainnya.

  • arief

    apa hukum nya orang yang bersumpah dengan atas nama alquran???

  • Ihwan

    Membaca Al-Qur’an dimulai dengan isti’adzah. Apakah hanya isti’adzah saja? harus pakai basmallah kah? adakah dalil yang mengharuskan membaca alQur’an dengan Basmallah?.

    Jazakallahu Khoiron

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Ihwan
      Jika dimulai dari tengah surat, tidak perlu membaca basmalah. Jika membaca dari awal surat, para ulama berbeda pendapat, sebagian mengatakan mustahab (dianjurkan), namun jumhur ulama mewajibkan dengan alasan karena bismillah adalah bagian dari surat, jika meninggalkan basmalah maka meninggalkan sebagian ayat Qur’an.
      Wallahu’alam.

  • Abu Muhammad Naufal Zaki

    Salah satu ikhtilaf (perbedaan pendapat) di kalangan ulama adalah mengenai : “Apakah Bismillah merupakan ayat dari al fatihah ataukah bukan.”
    Ikhtilaf dalam hal ini suatu yang diperbolehkan dan ilmiyyah. Keduanya memiliki landasan masing-masing dengan dalil-dalil. Dan beginilah seharusnya adab dalam berbeda pendapat yakni saling mengajukan argumen.
    Marilah kita amati kedua pendapat ini dan kemudian kita tarik kesimpulan manakah yang lebih kuat argumennya. Dan dalam hal ini, saya (Abu Muhammad Naufal Z)tidak mengajak untuk bersikap netral, namun akan memilih mana yang menurut ana lebih kuat berdasarkan dalil-dalil… Dan semoga ini bermanfaat bagi kita semua.. (Ustadz Abdul Hakim pernah menjelaskan : bahwa bagi thullab/pelajar : dia wajib mempelajari dan memeriksanya dan kemudian menyimpulkannya dg ilmunya, mana pendapat yg lebih kuat. Tidak boleh baginya bersikap netral yg menunjukkan sebenarnya dia tidak punya pendapat. Kecuali dia taqlid terhadap ahli ilmu (Mujtahid) krn dia tidak bisa menentukan sendiri dan ini adalah taklid yg benar krn dia mengetahui ilmunya dan disebut pula ittiba.. adapun taqlid buta (ikut tanpa reserve atau tanpa tahu dalil maka inilah yg tercela)):
    (1) Pendapat pertama : Bismillah bagian dari al Fatihah
    Madzhab ini berpendapat berdasarkan hadits yg umum dari Nabi dalam riwayat yg panjang ketika Nabi menjelaskan keutamaan al fatihah bhw Alloh tidak menurunkan surat yg setara dgnya baik itu di Taurat, Injil dan Zabur maupun al-Furqon. Ia merupakan 7 ayat yg diucapkan berulang-ulang..(Riwayat Imam Ahmad)
    Dan Rosul bersabda, “Sesungguhnya Fatihah itu sebagai 7 ayat yang dibaca berulang-ulang dan sebagai al Qur’an yg mulia yang diberikan kepadaku.” (HR Tirmidzi)
    (2) Pendapat Kedua : Bukan merupakan bagian dari ayat al Fatihah, dan inilah pendapat yang paling kuat yg dipegang oleh Para Imam, termasuk Amirul Mukminin Fi Tafsir : Al Imam AL Hafidz Ibnu Katsir rohimahulloh ta’ala…
    Dari beberapa risalah yg ana baca dari beberapa ulama (syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Syaikh Utsaimin, Syaikh Bin Baz, Syaikh Albani) dan dijelaskan di majalah as-sunnah edisi 04 tahun x/1427 h/2006H….. bahwa :
    “bahwa, ayat Basmallah di awal setiap surat merupakan ayat al qur’an… namun bukan merupakan bagian dari surat itu… jadi Al Fatihah, dimulai dari : Alhamdulillah… dan ayat ke enamnya = Shirothol ladzina an’amta’alaihim… dan ayat ke tujuh = ghairil maghdhubi ‘alaihim waladholin……. “
    Imam Ibnu Katsir menjelaskan dalam tafsirnya bhw pendapat yg shohih (yang kuat dan tegas) bahwa Bismillah merupakan pemisah antar surat, sebagaimana yang dikatakan Imam Mufassir dan Mufassirnya Para Sahabat ridwanullohi ajmain : Ibnu Abbas yg diriwayatkan oleh Al Imam Abu Dawud, “Bahwa Rosululloh saw tidak mengetahui pemisah surat sehingga diturunkannya ayat : Bismillahirrohmanirrohim….
    Imam Ibnu Katsir menjelaskan pula : Bagi yg berpandangan Bismillahirrohmanirrohim merupakan ayat al fatihah maka wajib baginya menjaharkan (mengeraskan) bacaan ini dalam Sholatnya, adapun yg berpendapat bukan maka dia membaca dengan sir (pelan atau tidak terdengar kecuali oleh dirinya dan orang yg paling dekat dengannya). Dan 2 pendapat ini dianut oleh para sahabat rodhiyallohu ‘ahu ajmain sesuai pandangan mereka masing-masing. Adapun Madzhab Kholifah yang 4 (Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali) mengsirkan bacaannya (yakni menganggap Bismillah bukan ayat dari al fatihah), dan ini madzhab dari Abu Hanifah, Imam Ats-Tsauri dan Ibnu Hambal..
    Kemudian dalil hadits yang memperkuat pendapat yg menyatakan bhw Bismillahirrohmanirrohim bukan merupakan ayat dari Al Fatihah salah satunya adalah :
    Dari Anas bin Malik, bahwa Nabi saw, Abu Bakar dan Umar (dan Utsman) mereka semua membuka sholat dengan : Alhamdulillah… (HR Bukhari 743, Muslim 399 dan tambahan dan Utsman dari HR Tirmidzi)
    Dari Anas bin Malik dia berkata, “Aku sholat bersama Rasululloh saw dan bersama Abu Bakar, Umar, Utsman. Aku tidak mendengar seorangpun dari mereka membaca Bismillahirrahmanirrahim..” (HR Muslim 399)
    Dan ini diperjelas dan diperkuat dengan Hadits Qudsi
    Alloh Yang bertambah-tambah berkah-Nya dan KetinggianNya berfirman, “Sholat (al fatihah) itu dibagi antara Aku dengan hambaKu menjadi separuh-separuh. Separuh untukKu dan separuh lainnya untuk amba-Ku Dan hambaKu mendapatkan apa yang dia mohonkan. RASULULLOH BERSABDA, “BACALAH”. HAMBA BERKATA, “SEGALA PUJI BAGI ALLOH RABB SEKALIAN ALAM” ALLOH BERFIRMAN, “HAMBAKU TELAH MEMUJIKU.” HAMBA BERKATA, “YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG.” ALLOH BERFIRMAN, “HAMBAKU TELAH MEMUJAKU.” HAMBA BERKATA, “YANG MENGUASAI HARI PEMBALASAN.” ALLOH BERFIRMAN, “HAMBAKU TELAH MEMULIAKAN AKU.” HAMBA BERKATA, “HANYA KEPADAMULAH KAMI BERIBADAH DAN HANYA KEPADAMULAH KAMI MEMINTA PERTOLONGAN.” ALLOH BERFIRMAN, “INI ADALAH ANTARA AKU DAN HAMBAKU, DAN BAGI HAMBAKU ADALAH APA YANG DIMOHONKANNYA.” HAMBA BERKATA, “TUNJUKILAH KAMI JALAN YANG LURUS ( AYAT 5, penj) (YAITU) JALAN ORANG-ORANG YANG TELAH ENGKAU ANUGERAHI NIKMAT KEPADA MEREKA ( AYAT 6, penj ). BUKAN JALAN MEREKA YANG DIMURKAI DAN BUKAN (PULA JALAN) MEREKA YANG SESAT ( AYAT 7, penj ). ALLOH BERFIRMAN, “SEMUA ITU ADALAH BAGI HAMBAKU DAN BAGI HAMBAKU ADALAH APA YANG DIMOHONKANNYA.”
    (HR MUSLIM, ABU UWANAH, DAN MALIK)….
    INILAH PENDAPAT JUMHUR ULAMA… dan bisa di baca di Tafsir Juz Amma karya Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin hal.10-11……. ttg apakah Basmallah termasuk surat al fatihah
    Inilah salah satu ikhtilaf yg diperboleh dan berlandaskan ilmu dan bukan akal-akalan. Dan penulis sendiri mengikuti madzhab yang kedua ini. Wallohu ‘alam…
    .
    Afwan jika ada kekeliruan dan kesalahan dari penjabaran ini…

  • deni

    Assalamualaikum…
    saya mau nanya, bolehkah membaca Al-Quran dengan duduk di kursi atau di sofa, karena biasanya membaca Al quran adalah duduk bersila dilantai dengan meja kecil untuk alas Al Quran, mohon pencerahan….terima kasih

    • http://rumaysho.com Abduh Tuasikal

      @ Deni. Wa’alaikumus salam. Seperti itu dibolehkan karena tidak ada larangan dalam masalah tersebut.

  • kokok

    Assalaamu’alaikum

    mau tanya :..
    Bolehkah membaca Al-Qur’an secara berjama’ah. (maksudnya dengan bersamaan tak hanya waktu tapi juga suara)? jika ya apakah dasarnya.

    terima kasih jawabaannya …

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #kokok
      Wa’alaikumussalam. Ulama besar mazhab Syafi’i, yaitu Imam An Nawawi -rahimahullah- berkata:
      لا تجوز قراءة القرآن بالعجمية سواء أحسن العربية أو لم يحسنها سواء كان في الصلاة أم في غيرها فإن قرأ بها في الصلاة لم تصح صلاته هذا مذهبنا ومذهب مالك وأحمد وداود وأبو بكر بن المنذر
      Tidak boleh membaca Al Qur’an secara berjama’ah. Baik sudah mahir atau belum mahir membaca tulisan arab. Baik dalam shalat ataupun di luar shalat. Bahkan jika membaca Qur’an dalam shalat secara berjama’ah, tidak sah shalatnya. Inilah pendapat mazhab kami (Syafi’iyyah), Malik, Ahmad, Daud dan Abu Bakar Ibnul Mundzir” (At Tibyan Fi Adab Hamalatil Qur’an hal. 96)

      Jazaakallah atas koreksi dari Al Akh Bahrul Huda. Kami ralat jawaban kami:
      Permasalahan ini terdapat perselisihan di antara ulama, Imam An Nawawi membolehkan, diantaranya dengan dasar hadits:
      ما اجتمع قوم في بيت من بيوت الله تعالى يتلون كتاب الله ويتدارسونه بينهم إلا نزلت عليهم السكينة وغشيتهم الرحمة وحفتهم الملائكة وذكره الله فيمن عنده
      Beberapa orang yang berkumpul di masjid Allah dan mereka membaca Al Qur’an dan mempelajarinya, pasti akan diturunkan bagi mereka sakinah, rahmat Allah meliputi mereka, para malaikat melingkupi mereka dan Allah menyebut-nyebut nama mereka kepada para malaikat” (HR. Muslim)
      Namun Imam Malik melarang hal tersebut dengan alasan yang di maksud hadits tersebut bukanlah membaca secara berjama’ah dengan satu suara namun satu orang membaca dan yang lain mendengarkan. Wallahu’alam.

  • dewi

    assalamu’alaikum wr.wb
    jika berniat mengkhatamkan al quran tetapi tidak dibaca tiap hari apa bisa? soalnya saya membacanya gak rutin. kadang jeda gak bacanya bisa sampai hitungan bulan. kalau gitu bisa di kategorikan khatam atau gak?
    apakah khatam al quran wajib?

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Dewi
      Wa’alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh,
      Bisa insya Allah. Khatam qur’an tidak wajib, yang wajib adalah mempelajari dan mengamalkan Al Qur’an. Wallahu’alam.

  • kasman

    bagaimana dengan wanita membaca alquran dengan suara nyaring apakah sah-sah saja, tidak dibenarkan, haram-kah, makruh-kah, atau fitnah -kah, mohon penjelasan nya?

    • http://rumaysho.com Abduh Tuasikal

      @ Kasman
      Selama itu tdk menggoda si pria, mk tdk mengapa dinyaringkan.

  • murom

    Assalamualaikum.
    Boleh kah membaca Al-Quran tetapi td suci?
    Apakah membaca Al-Quran harus menghadap kiblat??

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #murom
      Wa’alaikumussalam. Boleh berdasarkan kesepakatan para ulama, sebagaimana dijelaskan oleh An Nawawi dalam At Tibyan Fii Adab Hamalatil Qur’an. Namun yang afdhal adalah dalam kondisi suci. Demikian juga menghadap kiblat, tidak harus namun afdhal.

  • Kiki

    Assalamu’alaikum wr.wb.

    Bagaimana dengan hukumnya wanita yg sedang haid, apakah boleh membaca Al Qur’an?

    Terima kasih.

    wassalamu’alaikum

  • umy

    Assalaamu’alaykum.
    Apakah membaca Al-Qur’an harus dengan keadaan menutup aurat ? Baik laki-laki maupun perempuan

    • http://rumaysho.com Abduh Tuasikal

      @ Umy: Wa’alaikumus salam
      Sebaiknya menutup aurat.

  • fadli

    Assalammualaikaum… kalau membaca Alquran di dlm Masjid gak pakai meja kecil hanya di letakkan dia atas sajadah ada larangan gak?

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #fadli
      Wa’alaikumussalam. Boleh.

  • SariDewi

    assalamu’alaikum wr.wb

    kalau membaca terjemahan al quran, apakah adabnya sama dengan membaca al quran? dan apakah boleh dibaca dalam hati saja?
    mohon penjelasannya.

    wassalamu’alaikum wr.wb

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #saridewi
      Adabnya berbeda, karena terjemahan Al Qur’an bukanlah Al Qur’an. Membaca Qur’an dalam hati boleh dalam rangka merenung, memikirkan maknanya, meresapi kandungannya. Namun yang diganjar pahala 10 setiap satu huruf, pahala syafaat di hari kiamat, dll adalah jika dengan lafazh dan suara, minimal didengar oleh diri sendiri.

  • Ummi

    Apakah ada dalil
    - yang tidak boleh meletakkan al quran di bawah lutut krn jika di bawah lutut = merendahkan al quran
    - membaca harus memakai alas minimal bantal karena tidak boleh diletakkan di lantai
    - Jika menyentuh sampulnya/cover apakah harus wudhu dulu?
    - jika memegang kertas atau tulisan mengandung ayat al quran apakah harus keadaan suci ?
    - Jika menulis ayat quran minimal “Bismillah..” harus suci dulu?

    Jazakallah

    • http://ustadzaris.com Aris Munandar

      #Ummi
      Boleh meletakkan mushaf al Qur’an di lantai yang bersih jika memang ada kebutuhan yang mengharuskan untuk berbuat demikian meski meletakkannya di tempat yang lebih tinggi itulah yang lebih baik. Demikian fatwa Ibnu Baz di Majmu Fatawa beliau tepatnya pada jilid ke-24

      “Jika menyentuh sampulnya/cover apakah harus wudhu dulu?”
      Jawab:
      Lebih hati-hatinya adalah demikian. (Baca : Menyentuh Mushaf Al Qur’an bagi Orang yang Berhadats )

      “jika memegang kertas atau tulisan mengandung ayat al quran apakah harus keadaan suci ?”
      Jawab:
      Jika tulisan tersebut hanya mengandung ayat al Qur’an maka harus disentuh dalam keadaan suci.

      “Jika menulis ayat quran minimal “Bismillah..” harus suci dulu?”
      Jawab:
      Saya tidak mengetahui dalil yang mengharuskan berwudhu sebelum menulis bismillah.

  • Giarti

    Ass.wr.wb,

    Bolehkan membaca alquran sambil berbaring, sehabis kerja seharian terkadang duduk terasa berat, jadi membaca alquran dan terjemahan sambil berbaring ditempat tidur.

  • http://www.bukuahsana.com Teguh 1987

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..
    Ada satu hal yg saya ingin tanyakan ustadz.

    * Bolehkah membaca ayat Al-Qur’an tanpa Mushaf apabila seseorang sudah hafal Al-Qur’an (tanpa Mushaf untuk Juz yang sudah dihafalnya)? Jika boleh, maka lebih utama mana dengan nelihat Mushaf atau tanpa melihat Mushaf?

    Trima kasih.

    • Abu Yazid Nurdin

      #Teguh 1987
      Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.
      Boleh. Adapun mana yang lebih utama, maka tergantung hafalannya. Jika hafalannya bagus (tidak ada kesalahan dalam membacanya), maka lebih utama tanpa melihat mushaf. Namun jika hafalannya kurang bagus, maka lebih utama dengan melihat mushaf. Wallaahu a’lam.

  • http://www.yahoo.com fahrul

    Assalamu`alaikum
    apa dalilnya Al Qur`an tak boleh disentuh orang berhadats,bukannya soal ayat dimaksud dlm Al-Qur`an adalah malaikat yang bisa menyentuh Lauh Mafudz kan. Jazakallah.

  • Putera Pujangga Bahrul Huda

    Afwan,kutipan di atas ;Ulama besar mazhab Syafi’i, yaitu Imam An Nawawi -rahimahullah- berkata:
    لا تجوز قراءة القرآن بالعجمية سواء أحسن العربية أو لم يحسنها سواء كان في الصلاة أم في غيرها فإن قرأ بها في الصلاة لم تصح صلاته هذا مذهبنا ومذهب مالك وأحمد وداود وأبو بكر بن المنذر
    “Tidak boleh membaca Al Qur’an secara berjama’ah. Baik sudah mahir atau belum mahir membaca tulisan arab. Baik dalam shalat ataupun di luar shalat. Bahkan jika membaca Qur’an dalam shalat secara berjama’ah, tidak sah shalatnya. Inilah pendapat mazhab kami (Syafi’iyyah), Malik, Ahmad, Daud dan Abu Bakar Ibnul Mundzir” (At Tibyan Fi Adab Hamalatil Qur’an hal. 96)

    Apakah lafadz “Al-’ajamiah” itu maknanya memang berjama’ah?kerana sepengetahuan ana maknanya “a-’ajamiah” itu adalah bahasa yg selain bahasa arab.

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Bahrul Huda
      Anda benar, kami kurang cermat dalam menerjemahkan. Seharusnya ‘ujmiyyah, yang artinya bahasa selain arab. Jazaakallah atas koreksinya. Kami juga koreksi jawaban kami di atas.
      Rahimallahumra-an ahdaa ‘alayya ‘uyuubi
      (Semoga Allah merahmati orang yang menunjukkan kesalahan-kesalahanku)

  • cicilya

    Jadi maksudnya tidak boleh membaca Qur’an berjama’ah itu seperti apa?
    Ana tidak mengerti. Afwan..

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #cicilya
      Yang diperselisihkan oleh para ulama tentang tidak bolehnya adalah membaca secara bersama-sama dengan satu suara.

  • eko triyanto

    mohon ijin saya copy untuk saya jadikan bahan tulisan

  • alaika s

    maaf, kalau saya gak salah baca, dalam kutipan mas yulian purnama tentang membaca al-qur’an dengan berjamaah di situ dikutipkan pernyataan an-nawawi dari kitab at-tibyan. di situ tertulis bil-ajamiyyati. sepengetahuan saya yang awam ini, ajamiyyah itu berarti bahasa non-arab. jadi, kutipan tersebut menjelaskan ketidakbolehan membaca al-qur’an dengan bahasa non arab. kutipan itu tidak menyinggung membaca al-qur’an secara berjamaah. hal ini korelatif dengan pernyataan an-nawawi selanjutnya tentang larangan untuk untuk membaca al-qur’an dg bahasa non arab di waktu shalat.
    mohon maaf kalau saya salah. tolong dikoreksi saya yg awam ini. terima kasih.wallahu a’lam.

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #alaika
      Hal tersebut memang kesalahan kami dalam menerjemahkan, sudah kami koreksi di atas.

  • Tri Muhrodji

    Berdasarkan keterangan tidak bolehnya membaca Al-Qur’an bersama-sama,bagaimana kalau mengajarkan membaca alqur’an (makhroj/tajwid dsb.) dengan cara ustadz/ustadzah memberi contoh, kemudian ditirukan peserta (jama’ah)secara bersama-sama. Bolehkah?

    • http://rumaysho.com Abduh Tuasikal

      @ Tri
      Kalau dalam keadaan mengajar, itu dibolehkan. Wallahu a’lam.

  • rahma

    assalamu alaikum wr.wb.
    bagaimana hukumnya wanita haid membaca Al Qur’an?apakah boleh membacanya tanpa menyentuhnya atau tdk boleh disentuh apalagi membacanya?

  • iin

    saat acara akad nikah bolehkah yang membaca alquran wanita?mohon penjelasannya

  • mencari kebenaran

    Assalamualaikum.
    syukran atas perkongsian nya,
    saya ada sedikit persoalan
    1)bagaimana pula halnya bagi wanita yang berada dalam keadaan tidak suci membaca Quran dalam hati, adakah dibolehkan?
    2) jika membaca ayat Quran dalam buku ilmiah adakah perlunya adab-adab seperti suci dan menutup aurat?

  • Mustikasari Nike

    Apakah wanita yg sedang haid diperbolehkan membaca Al Quran?mohon penjelasan dgn Al Quran dan hadistnya.tks

  • akbar

    Assalamu’alaikum wr wb.
    maaf, saya mau bertanya,apakah setiap membaca Al-Quran harus membaca Basmalah, walaupun ayat yang dibaca bukan permulaan surah?

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #akbar
      Wa’alaikumussalam, tidak perlu, cukup membaca ta’awudz jika pada pertengahan surah.

  • irwandy

    Salam,

    Ust, saya nak tanya pasal terjemahan al-quran. Saya selalu baca tanpa menutup aurat. Boleh ke saya buat begitu? Kadang2 baca waktu surfing guna smart phone jer.

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #irwandy
      Boleh.

  • http://لايوجد الاسم : سفط هودويو

    يا أيها أستاذ كيف أن يكون القرائة القرأن سهولة للفهم وللحفظ ؟ شكرا

    يا أيها أستاذ كيف أن يكون القرائة القرأن سهولة للفهم وللهفذ

  • idhar

    assalamu’alaikum wr.wb.
    bgmana adab seorg wanita jk membaca Al-Qur’an
    apakah hrs tertutup rapat auratnya sebgaimana sedang sholat ?
    wsssalaamu’alaikum wr,wb

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #idhar
      wa’alaikumussalam, menutup aurat ketika membaca Al Qur’an hukumnya sunnah.

  • seff

    Ataupun kalau bisa dalil dari al-qur;an maupun Sunnah tidak apa2… Syukran…

  • Rahmady

    Apakah ada dalil yg menuntunkan bila selesai membaca Al Qur’an, lalu mengucapkan : “Shodaqallaahul ‘Adziim.”, mohon jawaban dikirim jg ke E-mail saya ya … jazakalloh khairan

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Rahmady
      Tidak ada dalil yang shahih.

  • Firmansyah Palu

    Assalamu’alaikum war.wab

    afwan mau tanya, haruskah kita baca al-qur’an dengan duduk bersila?. bolehkan membaca alqur’an sambil tiduran?

    jazakallah khair atas jawabannya

    wassalamu’alaikum war. wab.

  • zuko

    subhanallah..ilmu yang sangat bermanfaat bagi pemula,ataupun bagi yang ingin mendalami nya…salam untuk semuanya ..

  • fitriati sabari

    mau tanya adakah dalil dr hadits atau quran bacaan doa khatam quran yang biasanya dilakukan oleh rasulullah?

  • Irwan Pujianto

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    mohon ijin copy…Afwan

  • Pingback: adab membaca al-qur’an | sedikit berbagi

  • wahyudi kurniawan

    Assalamualaikum,saya mau tanya: kalo seandainya pda malam hari kita solat tahajut di suatu ruangan dan di situ ad seorang yg sdang istirahat/tidur.. Trus dya terganggu atw terbangun karna suara kita mengaji. Sdangkan di sunahkan d stu bahwa kita d anjurkan membaca Al-Qur’an bersuara.. Terimakasih wasalam.

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #wahyudi kurniawan
      Wa’alaikumussalam, cukup bersuara sebatas yang terdengar diri sendiri saja

  • Pingback: Adab Membaca Al-Quran

  • putri

    maf,,,izin di copy ya,,afwan

  • http://belajarquranku.blogspot.com/ faris

    izin copas ustadz…Artikelnya sangat menarik, saya akan berkunjung lagi

  • Pingback: Marhaban Ya Ramadhan – | aribudiyanto.com

  • aji

    kalo kita hendak mengerti artinya dgn cara membacanya 1 ayat dilanjut membaca terjemahannya, dilanjut ayat selanjutnya dan terjemahannya, bolehkah?

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #aji
      Mengingat bahwa memahami qur’an itu tidak cukup dengan membaca terjemahan. Hendaknya memisahkan alokasi waktu antara membaca dan tadabbur.

  • abu

    assalaamu’alaikum wr wb. ana biasa sebelum membaca qur’an didahului membaca al fatihah. juga sering ana lihat banyak orang sebelum berdoa membaca “ilaa haadiniyyah al fatihah”. benarkah cara kedua hal tersebut? apakah ada dalil yang sahih dari Rasulullah shallaahu ‘alaihi wa sallam? mohon penjelasannya. jazakallah khairan katsiiron.

  • annisa

    hmmm….

  • Pingback: Pelajaran Dasar Agama Islam — Muslim.Or.Id

  • Pingback: Adab Membaca Al-Quran

  • Aprill

    silahkan cari di google “punk baca alquran” gambar anak punk ala rambut super saiya. dengan tangan tattoan sedang baca alquran. saya tidak habis pikir sebuah motivasi terpampang “punk aja baca alquran, jangan sampai kita nggak” apakah motivasi harus dengan gambar spt itu? apakah tidak ada gambar motivasi yang lebih baik. kontra pun terjadi. aada yang dukung ada yang enggak. dan seumpama punk sedang tobat, kenapa tidak dimulai dengan memperbaiki penampilan dulu. karena menurut saya alquran itu suci. mungkin islam itu gampang tapi ada aturan juga. itulah yang terjadi jika islam dilonggar2kan. bagaimana menurut anda???

  • arum

    assalamualaikum wr.wb.
    mw tanya kalo membaca al-qur’an dan terjemahan saat sedang datang bulan boleh atau tidak?

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #arum
      wa’alaikumussala, boleh

      • https://www.facebook.com/isma.rekathakusuma Isma

        tentu saja tidak boleh
        “tidak menyentuhnya (Al-Qur’an) kecuali orang-orang yg disucikan” (QS 56:79)

  • Ircham

    Bagaimana hukum Membaca Al quran namun belum memahami isi kandungan ayat…?
    syukron,

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #Ircham
      Tetap berpahala karena Allah dan Rasul-Nya memerintahkan kita membaca Al Qur’an.

  • Pingback: Adab Membaca Al-Qur’an | Blog Zulfa Qur'ani

  • Zulkifli

    Assalamu’alaykum Warahmatullah Wabarakatuh

    Ya Ustadz, Barakallahufikum,

    Ana mau tanya Apa itu Mujawad dalam membaca Al Qur’an seperti bayati, hijaz dan nahawand Dan apa hukum mempelajari hal tersebut?

    Mohon penjelasannya,

    Wassalamu’alaykum Warahmatullah

    Zulkifli bin Muhammad

  • http://cintaquran.com Hafidz341

    Jazakallah atas tulisannya. Sangat bermanfaat untuk selalu menjaga adab ketika membaca AlQUran.

  • nurul

    ijin copas uztad. terima kasih

  • Pingback: Adab Membaca Al-Quran | ikhwamuji

  • https://www.facebook.com/isma.rekathakusuma Isma

    membaca al-quran itu harus suci.
    bahkan orang yang terkena najis tidak boleh memegang Al-quran kecuali memang sangat terpaksa.

@muslimindo

    Message: Rate limit exceeded, Please check your Twitter Authentication Data or internet connection.