Rayuan Setan Dalam Pacaran

Kategori: Akhlaq dan Nasehat, Tazkiyatun Nufus

83 Komentar // 16 June 2008

Para pembaca yang budiman, ketika seseorang beranjak dewasa, muncullah benih di dalam jiwa untuk mencintai lawan jenisnya. Ini merupakan fitrah (insting) yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan terhadap perkara yang dinginkannya berupa wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenagan hidup di dunia. Dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik.” (QS. Ali Imran: 14)

Adab Bergaul Antara Lawan Jenis

Islam adalah agama yang sempurna, di dalamnya diatur seluk-beluk kehidupan manusia, bagaimana pergaulan antara lawan jenis. Di antara adab bergaul antara lawan jenis sebagaimana yang telah diajarkan oleh agama kita adalah:

1. Menundukkan pandangan terhadap lawan jenis

Allah berfirman yang artinya, “Katakanlah kepada laki-laki beriman: Hendahlah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. an-Nur: 30). Allah juga berfirman yang artinya,”Dan katakalah kepada wanita beriman: Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. an-Nur: 31)

2. Tidak berdua-duaan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan (kholwat) dengan wanita kecuali bersama mahromnya.” (HR. Bukhari & Muslim)

3. Tidak menyentuh lawan jenis

Di dalam sebuah hadits, Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Demi Allah, tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun saat membaiat (janji setia kepada pemimpin).” (HR. Bukhari). Hal ini karena menyentuh lawan jenis yang bukan mahromnya merupakan salah satu perkara yang diharamkan di dalam Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, (itu) masih lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thabrani dengan sanad hasan)

Jika memandang saja terlarang, tentu bersentuhan lebih terlarang karena godaannya tentu jauh lebih besar.

Salah Kaprah Dalam Bercinta

Tatkala adab-adab bergaul antara lawan jenis mulai pudar, luapan cinta yang bergolak dalam hati manusia pun menjadi tidak terkontrol lagi. Akhirnya, setan berhasil menjerat para remaja dalam ikatan maut yang dikenal dengan “pacaran“. Allah telah mengharamkan berbagai aktifitas yang dapat mengantarkan ke dalam perzinaan. Sebagaimana Allah berfirman yang artinya, “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesugguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. al-Isra’: 32). Lalu pintu apakah yang paling lebar dan paling dekat dengan ruang perzinaan melebihi pintu pacaran?!!

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah menetapkan untuk anak adam bagiannya dari zina, yang pasti akan mengenainya. Zina mata adalah dengan memandang, zina lisan adalah dengan berbicara, sedangkan jiwa berkeinginan dan berangan-angan, lalu farji (kemaluan) yang akan membenarkan atau mendustakannya.” (HR. Bukhari & Muslim). Kalaulah kita ibaratkan zina adalah sebuah ruangan yang memiliki banyak pintu yang berlapis-lapis, maka orang yang berpacaran adalah orang yang telah memiliki semua kuncinya. Kapan saja ia bisa masuk. Bukankah saat berpacaran ia tidak lepas dari zina mata dengan bebas memandang? Bukankah dengan pacaran ia sering melembut-lembutkan suara di hadapan pacarnya? Bukankah orang yang berpacaran senantiasa memikirkan dan membayangkan keadaan pacarnya? Maka farjinya pun akan segera mengikutinya. Akhirnya penyesalan tinggallah penyesalan. Waktu tidaklah bisa dirayu untuk bisa kembali sehingga dirinya menjadi sosok yang masih suci dan belum ternodai. Setan pun bergembira atas keberhasilan usahanya….

Iblis, Sang Penyesat Ulung

Tentunya akan sulit bagi Iblis dan bala tentaranya untuk menggelincirkan sebagian orang sampai terjatuh ke dalam jurang pacaran gaya cipika-cipiki atau yang semodel dengan itu. Akan tetapi yang perlu kita ingat, bahwasanya Iblis telah bersumpah di hadapan Allah untuk menyesatkan semua manusia. Iblis berkata, “Demi kekuasaan-Mu, aku akan menyesatkan mereka semuanya.” (QS. Shaad: 82). Termasuk di antara alat yang digunakan Iblis untuk menyesatkan manusia adalah wanita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah (ujian) yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.” (HR. Bukhari & Muslim). Kalaulah Iblis tidak berhasil merusak agama seseorang dengan menjerumuskan mereka ke dalam gaya pacaran cipika-cipiki, mungkin cukuplah bagi Iblis untuk bisa tertawa dengan membuat mereka berpacaran lewat telepon, SMS atau yang lainnya. Yang cukup menyedihkan, terkadang gaya pacaran seperti ini dibungkus dengan agama seperti dengan pura-pura bertanya tentang masalah agama kepada lawan jenisnya, miss called atau SMS pacarnya untuk bangun shalat tahajud dan lain-lain.

Ringkasnya sms-an dengan lawan jenis, bukan saudara dan bukan karena kebutuhan mendesak adalah haram dengan beberapa alasan: (a) ini adalah semi berdua-duaan, (b) buang-buang pulsa, dan (c) ini adalah jalan menuju perkara yang haram. Mudah-mudahan Allah memudahkan kita semua untuk menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.

***

Penulis: Ibnu Sutopo Yuono
Artikel www.muslim.or.id

83 Komentar

  1. lia
    28 Jul 2010 [Permalink]

    sbnarnya saya tdk ingin berpcaran,tp kdg faktor lingkungan yg selalu membuat keraguan,mgkn disitulah setan adl peran utama.bukan hanya pcrn utk mjd wanita muslimah(yg sbnrnya) sja begitu sulit.rasanya pgn keluar dari lingkungan ku saat ini,tp saya adl perempuan,,yg pny bnyk klmhn. tolong carikan solusi utk posisi saya……….!

  2. Yulian Purnama
    29 Jul 2010 [Permalink]

    #dino
    Coba lihat junjungan kita, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, dari 11 istri beliau adakah yang pernikahannya dimulai dengan pacaran? Nah, silakan simak solusinya:
    http://remajaislam.com/gaya-muda/pra-nikah/59-kiat-kiat-menuju-pelaminan.html
    http://remajaislam.com/gaya-muda/pra-nikah/9-apakah-mengenal-pasangan-harus-lewat-pacaran.html

  3. Abduh Tuasikal
    30 Jul 2010 [Permalink]

    @ Lia
    1. Banyak mohon pertolongan pd Allah agr bisa dapat jalan keluar dari maksiat.
    2. Tinggalkan lingkungan yang jelek.

  4. fulan
    25 Aug 2010 [Permalink]

    Banyak yang sudah tahu pacaran itu tidak diperbolehkan. Namun mereka tetap melakukannya secara jarak jauh, dengan telepon dan sms, atau lewat internet. Mungkin mereka beranggapan gaya hubungan seperti itu dibolehkan dan lebih aman karena tidak terjadi pertemuan langsung secara fisik. Ini marak terjadi, terutama pada mereka yang mungkin sering juga ikut kajian-kajian. Jadi, mohon diulas lebih tajam dari sisi ini. Ini lebih parah daripada yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak tahu hukum pacaran.

    Maaf, nama dan email saya adalah samaran.

  5. abuerzha
    25 Aug 2010 [Permalink]

    nice articel yaa ustadz..faktor lainnya mungkin TV, yg banyak mempertontonkan pergaulan antara ikhwan dan akhwat bukan mahromnya spt rangkulan,pegangan tangan,pelukan dll.hal seperti ini dianggap hal yg biasa (terdengar klise yaa)tapi itulah fakta yg terjadi di masyarakat.kita ga sadar kalo anak2 kita sedang dihancurkan akhlak dan moralnya.semoga Alloh melindungi umat muslim…

  6. ayuk
    25 Aug 2010 [Permalink]

    ya ALLAH ….
    salah kabeh ….

  7. fherline
    25 Aug 2010 [Permalink]

    aduh,,,,,,,,,,,,,,duh,,duh,,
    cmzn e gak oleh……….
    slah kbeh aku……………………………………

  8. Ummu Maryam
    25 Aug 2010 [Permalink]

    Ustadz, ana pernah menikah lewat ta’aruf tapi tidak lama ana dicerai dan ditinggal pergi. Ana belum pernah pacaran (insya Alloh tidak mau) dan insya Alloh gak berpikir dengan pacaran akan lebih langgeng.

    Gimana ya untuk memastikan calon suami itu baik, sabar, gak main cerai kalo ada sedikit masalah, dan istiqomah dalam manhaj salaf? Ana sekarang kurang percaya dengan keterangan orang, bahkan keluarga yang bersangkutan.

  9. Yulian Purnama
    25 Aug 2010 [Permalink]

    #Ummu Maryam
    Sebaiknya mengupayakan melalui seorang perantara yang kapasitas agamanya bagus, semisal ustadz atau penuntut ilmu yang multazim. Namun anda juga perlu menyadari tidak ada gading yang tak retak, andai anda menemukan suami yang istiqamah dalam manhaj, belum tentu sempurna dalam semua sisi.

  10. mav
    01 Sep 2010 [Permalink]

    bagus un tuk ku dan mu

  11. andi
    29 Sep 2010 [Permalink]

    gmana kalau ia ingn nikah,kmudian ia melhat wanita yg cocok utknya dan meliatnya scara diam2 dan mencri tau ttg dia?

  12. Halimah
    18 Oct 2010 [Permalink]

    Ustadz, ana malah sedang takut sudah berlebihan karena tidak suka jika melihat laki-laki dan perempuan ngobrol baik langsung, lewat telepon, atau lewat jejaring sosial yang sekedar mengurusi dagangan atau pelajaran. Rasanya risih, apalagi kalau komunikasi itu sekedar ngobrol, bukan darurat. Bahkan ana gak ingin kalau suatu hari punya suami yang kerja di kantor karena ana tahu situasi ikhtilath di kantor dari ayah ana yang dulunya pekerja kantoran. Ana mesti gimana yah ustadz biar gak risih? Ana khawatir itu termasuk su’uzhon sama orang yang nggak ngapa-ngapain. Jazakumullah khoir.

  13. Abdul Hasan
    18 Oct 2010 [Permalink]

    remaja itu rusak karena orang tua sendiri yang mengizin/membiarkan ank2 berpacaran serta kurangnya ilmu agama yg ad pada ank ramaja.

    ane pesan jg ne buat ank rohis kampus:
    “klo kalian berdakwah yg serius! bilang tdk boleh pacaran dan jalan berdua yg bkan muhrim hrs ad aplikasinya d diri kalian yg berdakwah ato jg yg menjadi anggota rohis itu sendiri”

    note:
    ini curhat dr sobat yg pernah ikut rohis tp liat seniornya gk konsisten.

  14. fulanah
    19 Oct 2010 [Permalink]

    assalamu’alaikum,
    betul sekali apa yang dituLis oleh akhi Abdul Hasan.
    dengan berwibawanya mereka mengatakan begini begitu, namun kenyataannya NOL!!!!

  15. Yulian Purnama
    20 Oct 2010 [Permalink]

    #Halimah
    Rasa risih tersebut hendaknya mudah-mudahan merupakan hidayah dari Allah agar anda terhindar dari fitnah. Karena ketika rasa risih itu mulai hilang akan terbuka pintu untuk bermudah-mudah hingga terkena fitnah. Namun hendaknya, anda atau suami anda kelak, menghiasi diri dengan ilmu syar’i agar dapat menimbang batasan-batasan pergaulan. Karena tataran praktek lebih sulit dari teorinya, dan tidak mungkin anda melaluinya dengan baik tanpa ilmu syar’i.

  16. Aris Munandar
    20 Oct 2010 [Permalink]

    #andi
    Boleh, bahkan melihat itu suatu hal yang dianjurkan menurut pendapat yang paling kuat.

  17. Ukhty Fillah
    27 Oct 2010 [Permalink]

    Assalammualaikumwarahmatullah…
    syukran ya atas artikel nya ni…
    ustaz, ana ingin bertanya…ana punya sahabat baik..enggak mau pacaran…niatnya tu..mau nikah terus…suatu hari ni..ada seorang laki2 menurutnya baik..kelihatannya dia seorang memelihara solat..calon yg terbaik jadi zauji dia..tapi ustaz..ana ga tahu di mana silapnya..laki2 itu sebenarnya suka main2kan wanita..shbt wanita ana yg lain sudah menjadi mangsanya…ana bingung..g mana mau ngomong sama teman ana..teman ana seorang yg baik dan ssh mau suka dgn seseorang..melainkan agmnya betul2 elok…
    Nauzubillahhiminzalik..adkh laki2 ni menggunakan alsn agm utk mendekati teman ana spt dlm artikel di ats…?bantu ana ustaz..ana sayang bangat sama teman ana….=(

  18. Ukhty Fillah
    28 Oct 2010 [Permalink]

    Assalammualaikumwarahmatullah..
    ustaz,ana ingin nanyak..ana punya teman baik..dia jenisnya yg ssh mau suka sama laki2..melainkan akhlak dan agm nya bgus…dia kenalan sama sorang laki2..kelihatannya akhlak dia baik serta agm..(menurut penceritaanya ustaz)
    teman ana yang lain bilang ka ana..laki2 itu cuma suka mempermainkan wnta..ramai sudah yg jadi mangsa laki2 itu ustaz…
    adkh laki2 ini menggunakan alsn agm utk mndekati teman ana ustaz?ana ga tau mcm mana mau ngobrol sama teman ana…ana sayang bangat sama dia ustaz…

  19. Abduh Tuasikal
    28 Oct 2010 [Permalink]

    @ Ukhty
    Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuh.
    Terus nasehati dan doakan dia dalam kebaikan.

  20. Abduh Tuasikal
    28 Oct 2010 [Permalink]

    @Ukhty
    Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh

    Silakan baca tulisan berikut: http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/terapi-penyakit-suka-sesama-jenis.html

  21. ahyar
    28 Oct 2010 [Permalink]

    syukran atas artikelnya…
    setelah sy baca artikel ustaz ana sadar akan kesalahan ana.sy ingin sekali meribah kebiasaan buruk berpacaran.tp ana tak tau harus berkata apa kpd pacar ana biar dy tak sakit hati…mohon bimbibinganya/

  22. Yulian Purnama
    29 Oct 2010 [Permalink]

    #ahyar
    Katakan saja bahwa anda memutuskan hubungan tersebut agar anda dan dia dicintai oleh Allah, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
    —سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ تَعَالَى فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ إِمَامٌ عَدْلٌ وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللَّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ
    —“Ada tujuh golongan yang akan dilindungi Allah di hari yang tiada perlindungan selain perlindungan Allah: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam keadaan senantiasa beribadah kepada Allah, seseorang yang hatinya terkait dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah karena Allah….” (HR. Bukhari-Muslim)
    Bertemu karena Allah adalah bertemu karena mengharap pahala Allah, semisal menikah.
    Berpisah karena Allah adalah berpisah karena mengharap pahala Allah, semisal meninggalkan pacaran supaya terhindar dari maksiat.

  23. ahyar
    05 Feb 2011 [Permalink]

    syukran tas sarannya!

  24. rita mulyani
    06 Feb 2011 [Permalink]

    assalamualaikum…ijin share ya ustadz.

  25. Prasetyo
    19 Mar 2011 [Permalink]

    ijin share, jazakallah khairan.

  26. Nurul aini muslimah dari widuri
    26 Apr 2011 [Permalink]

    asslmkum .ukhti .
    sharing ni..temanku ada yg pernah pacaran mpe cibir,tapi dia skarang dah sadar ,tapi terus ngerasa bersalah .apa saranya?

  27. Nurul aini muslimah dari widuri
    26 Apr 2011 [Permalink]

    apakah kalo kita menyesal n mengulangi dari semula.atau ngurangi smsan .
    masih bsa di ampuni?

  28. Yulian Purnama
    12 May 2011 [Permalink]

    #Nurul aini
    Diantara syarat taubat adalah menyesal, menjauhi dan tidak mencoba-coba lagi mendekati maksiat yang pernah dilakukan. Simak juga:
    http://ustadzaris.com/pacaran-terselubung-via-chatting-dan-hp

  29. ummu hafshah
    01 Jul 2011 [Permalink]

    ijin share ust. syukran

  30. Ummu Aisyah
    08 Aug 2011 [Permalink]

    Assalamu’alaikum Ustadz. Ana ingin bertanya. Bolehkah seorang lelaki mengajar les private dengan wanita non muslim di rumah wanita tersebut? Apakah hal ini dibolehkan dengan tujuan mengajarkan ilmu (dunia)?

  31. Ummu Muhammad
    11 Aug 2011 [Permalink]

    izin copas. jazaakallah

  32. Yulian Purnama
    16 Aug 2011 [Permalink]

  33. rosmiyanti
    04 Oct 2011 [Permalink]

    assalamu’alaikum ukhty & akhy fillah,,,

    idzin share ya,,

    jazakalloh…

    wassalmu’alaikum

Tinggalkan Komentar

Kembali ke Atas