<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Nasihat dari Bumi Perantauan Kepada Sanak Saudaraku di Kampung Halaman (3)</title>
	<atom:link href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/nasihat-dari-bumi-perantauan-kepada-sanak-saudaraku-di-kampung-halaman-3.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/nasihat-dari-bumi-perantauan-kepada-sanak-saudaraku-di-kampung-halaman-3.html</link>
	<description>Pesantren online agama Islam berdasarkan Qur&#039;an dan Sunnah dengan pemahaman Salafus Shalih</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 May 2012 09:31:51 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>Oleh: Wayer Haris</title>
		<link>http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/nasihat-dari-bumi-perantauan-kepada-sanak-saudaraku-di-kampung-halaman-3.html/comment-page-1#comment-86977</link>
		<dc:creator>Wayer Haris</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 05:45:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=546#comment-86977</guid>
		<description>Barokallahufyk Ustadz Syukron atas artikel dan pembahasannya..........</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Barokallahufyk Ustadz Syukron atas artikel dan pembahasannya&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abu Nabila</title>
		<link>http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/nasihat-dari-bumi-perantauan-kepada-sanak-saudaraku-di-kampung-halaman-3.html/comment-page-1#comment-53551</link>
		<dc:creator>Abu Nabila</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 May 2010 15:31:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=546#comment-53551</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaykum wa rahmatullah,
Izinkan kami mengisi komentar di kolom ini saja, setelah membaca secara bersambung tiga tulisan akhi Ali Musri.
Memang merugi sekali orang yang makanan, minuman dan pakaiannya dari yang haram, dan yang dibesarkan dari yang haram. Jika doa sudah tidak diterima -apalagi dikabulkan-, maka bagaimana pulakah dengan sholatnya, mengingat ada ulama kita yang berpendapat kalau sholat itu adalah termasuk doa juga.
Dan siapa pula yang di maksud dengan orang yang dibesarkan dari yang haram. Kalau bukan anak2 yang dibesarkan orangtua yang memberi kebutuhan dari hasil yang haram. Seperti orangtua yang menerima warisan yang dibagikan tidak menurut ketetapan yang dari Allah dan Rasul-Nya.
&quot;Tidaklah patut bagi mukminin, dan tidak pula bagi mukminat, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan yang lain di tentang urusan mereka. Barangsiapa durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya, sesungguhnya ia telah sesat, sesat yang nyata&quot;.
(QS. al-Ahzab 36).
Bagaimana kalau warisan itu berwujud sawah ladang. Apakah tidak selamanya dari sawah ladang itu ia memanen hasil yang haram. Sungguh, alangkah meruginya mereka.
Mudah2an dengan masih adanya pilihan lain (aturan adat istiadat dll) daripada menuruti ketetapan Allah dan Rasul-Nya, sudah mencukupi untuk memaksa kita bersatu pendapat bahwa
ADAT ISTIADAT YANG MENDOMINASI TATANAN MASYARAKAT MUSLIM DI NEGARA INI MASIH MEMILIKI PONDASI YANG KOKOH UNTUK DAPAT DIRUNTUHKAN DENGAN BEGITU SAJA.
Agaknya dengan nasehat (agar kembali kepada tauhid yang murni) dan kesabaran saja tidak mencukupi jika tidak dilakukan dengan tetap dan kontinyu dan memohon pertolongan Rabb Semesta Alam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaykum wa rahmatullah,<br />
Izinkan kami mengisi komentar di kolom ini saja, setelah membaca secara bersambung tiga tulisan akhi Ali Musri.<br />
Memang merugi sekali orang yang makanan, minuman dan pakaiannya dari yang haram, dan yang dibesarkan dari yang haram. Jika doa sudah tidak diterima -apalagi dikabulkan-, maka bagaimana pulakah dengan sholatnya, mengingat ada ulama kita yang berpendapat kalau sholat itu adalah termasuk doa juga.<br />
Dan siapa pula yang di maksud dengan orang yang dibesarkan dari yang haram. Kalau bukan anak2 yang dibesarkan orangtua yang memberi kebutuhan dari hasil yang haram. Seperti orangtua yang menerima warisan yang dibagikan tidak menurut ketetapan yang dari Allah dan Rasul-Nya.<br />
&#8220;Tidaklah patut bagi mukminin, dan tidak pula bagi mukminat, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan yang lain di tentang urusan mereka. Barangsiapa durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya, sesungguhnya ia telah sesat, sesat yang nyata&#8221;.<br />
(QS. al-Ahzab 36).<br />
Bagaimana kalau warisan itu berwujud sawah ladang. Apakah tidak selamanya dari sawah ladang itu ia memanen hasil yang haram. Sungguh, alangkah meruginya mereka.<br />
Mudah2an dengan masih adanya pilihan lain (aturan adat istiadat dll) daripada menuruti ketetapan Allah dan Rasul-Nya, sudah mencukupi untuk memaksa kita bersatu pendapat bahwa<br />
ADAT ISTIADAT YANG MENDOMINASI TATANAN MASYARAKAT MUSLIM DI NEGARA INI MASIH MEMILIKI PONDASI YANG KOKOH UNTUK DAPAT DIRUNTUHKAN DENGAN BEGITU SAJA.<br />
Agaknya dengan nasehat (agar kembali kepada tauhid yang murni) dan kesabaran saja tidak mencukupi jika tidak dilakukan dengan tetap dan kontinyu dan memohon pertolongan Rabb Semesta Alam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: syamsulb</title>
		<link>http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/nasihat-dari-bumi-perantauan-kepada-sanak-saudaraku-di-kampung-halaman-3.html/comment-page-1#comment-42518</link>
		<dc:creator>syamsulb</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 13:53:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=546#comment-42518</guid>
		<description>ass.wr.wb
mohon maaf ustad mungkin pertanyaan ini tdk sesuai dg topik,namun ada kalimat bid&#039;ah, yg saya tanyakan, bagaimana hukumnya apabila ada tetangga kita akan berangkat haji,namun beliau mengadakan doa selamat besar-besar dg mengundang tetangga dan sahabatnya, seperti pesta besar,kalau dilihat sepertinya sdh ria,apakah ini ada hukum dan ajaran didalam Islam. terimakasih 
wass@syamsulb</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ass.wr.wb<br />
mohon maaf ustad mungkin pertanyaan ini tdk sesuai dg topik,namun ada kalimat bid&#8217;ah, yg saya tanyakan, bagaimana hukumnya apabila ada tetangga kita akan berangkat haji,namun beliau mengadakan doa selamat besar-besar dg mengundang tetangga dan sahabatnya, seperti pesta besar,kalau dilihat sepertinya sdh ria,apakah ini ada hukum dan ajaran didalam Islam. terimakasih<br />
wass@syamsulb</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Joni Kurnia</title>
		<link>http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/nasihat-dari-bumi-perantauan-kepada-sanak-saudaraku-di-kampung-halaman-3.html/comment-page-1#comment-41311</link>
		<dc:creator>Joni Kurnia</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 15:04:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=546#comment-41311</guid>
		<description>Assalamualaikum, wr.wbr.. Semoga lindungan ALLAH SWT selalu mengiringi perjuangan Ustad. amiin..
terimaksih atas nasihatnya yang sangat bermamfaat bagi saya untuk selalu berpegang teguh dijalan ALLAH. 
Maap...sedikit koreksi Ustad... mungkin itu salah ketik... ada tulisan yang bukan pada tempatnya yaitu pada alenia di bawah firman ALLAH (QS Al-Kahfi) tertulis...ALLAH shallallahu alaihi wasalam.. selayaknya... ALLAH Azawajalla atau SWT... wasalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum, wr.wbr.. Semoga lindungan ALLAH SWT selalu mengiringi perjuangan Ustad. amiin..<br />
terimaksih atas nasihatnya yang sangat bermamfaat bagi saya untuk selalu berpegang teguh dijalan ALLAH.<br />
Maap&#8230;sedikit koreksi Ustad&#8230; mungkin itu salah ketik&#8230; ada tulisan yang bukan pada tempatnya yaitu pada alenia di bawah firman ALLAH (QS Al-Kahfi) tertulis&#8230;ALLAH shallallahu alaihi wasalam.. selayaknya&#8230; ALLAH Azawajalla atau SWT&#8230; wasalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: harmaini</title>
		<link>http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/nasihat-dari-bumi-perantauan-kepada-sanak-saudaraku-di-kampung-halaman-3.html/comment-page-1#comment-25437</link>
		<dc:creator>harmaini</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 04:10:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=546#comment-25437</guid>
		<description>Alhamdulillah, mudah2an Nasehat berharga yang disampaikan oleh ustadz kita bisa menjadi pelajaran bagi kita semua,memang sungguh memiris dan memilukan hati kalau kita melihat kondisi beragama kampung kita.
Kita yang sudah ngaji ketika pulang kampung akan dianggap aneh oleh saudara2 kita walau hanya menampakkan sedikit sunnah yang tidak terlalu berat pelaksanaanya seperti Jeggot dan tidak isbal serta pakaian jilbab yang dikenakan oleh isteri kita.
Mudah2an Allah memberi taufiq kepada masyarakat Minang khususnya serta masyarakat muslim seluruh Indonesia.
Mudah2an dengan telah adanya ustadz2 kita yang balik kampung serta menetap dikota Padang bisa membuka kejumudan masyarakat/saudara2 kita.
Mudah2an Allah memberi Inayah dan petunjuknya kepada kita semua.amin...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, mudah2an Nasehat berharga yang disampaikan oleh ustadz kita bisa menjadi pelajaran bagi kita semua,memang sungguh memiris dan memilukan hati kalau kita melihat kondisi beragama kampung kita.<br />
Kita yang sudah ngaji ketika pulang kampung akan dianggap aneh oleh saudara2 kita walau hanya menampakkan sedikit sunnah yang tidak terlalu berat pelaksanaanya seperti Jeggot dan tidak isbal serta pakaian jilbab yang dikenakan oleh isteri kita.<br />
Mudah2an Allah memberi taufiq kepada masyarakat Minang khususnya serta masyarakat muslim seluruh Indonesia.<br />
Mudah2an dengan telah adanya ustadz2 kita yang balik kampung serta menetap dikota Padang bisa membuka kejumudan masyarakat/saudara2 kita.<br />
Mudah2an Allah memberi Inayah dan petunjuknya kepada kita semua.amin&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Lukman singaraja Bali</title>
		<link>http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/nasihat-dari-bumi-perantauan-kepada-sanak-saudaraku-di-kampung-halaman-3.html/comment-page-1#comment-25159</link>
		<dc:creator>Lukman singaraja Bali</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Mar 2009 08:09:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=546#comment-25159</guid>
		<description>Menurut logika betul sekali kita beribadah mengikuti contoh dari Rosulullah agr ibadah kita tidak sia-sia sebab jk masing2 orang boleh berkreasi akn banyak ibadah yang menyimpang yg akn diikuti generasi yang akn datang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut logika betul sekali kita beribadah mengikuti contoh dari Rosulullah agr ibadah kita tidak sia-sia sebab jk masing2 orang boleh berkreasi akn banyak ibadah yang menyimpang yg akn diikuti generasi yang akn datang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: wong dheso</title>
		<link>http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/nasihat-dari-bumi-perantauan-kepada-sanak-saudaraku-di-kampung-halaman-3.html/comment-page-1#comment-24823</link>
		<dc:creator>wong dheso</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2009 02:27:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=546#comment-24823</guid>
		<description>Dalam  mengerjakan sholat Dhuha ketika membaca  surat Al-Fatihah bacaan basmalah di baca ngak ya ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam  mengerjakan sholat Dhuha ketika membaca  surat Al-Fatihah bacaan basmalah di baca ngak ya ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

