Dari ‘Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
مَن تَعارَّ من الليل فقال: لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ ولهُ الْحَمْدُ وهُوَ على كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، الحمدُ للهِ، وسبحانَ اللهِ، ولا إله إلا اللهُ، واللهُ أَكْبَرُ، ولا حَوْلَ ولا قُوَّةَ إلا بِاللهِ، ثم قال: اَللّهُمَّ اغْفِرْ لي – أو دعا – استُجِيبَ له، فإنْ توضأ وصلى قُبِلتْ صلاتُه
“Barangsiapa yang terjaga di malam hari, kemudian dia membaca (zikir tersebut di atas):
لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ ولهُ الْحَمْدُ وهُوَ على كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، الحمدُ للهِ، وسبحانَ اللهِ، ولا إله إلا اللهُ، واللهُ أَكْبَرُ، ولا حَوْلَ ولا قُوَّةَ إلا بِاللهِ
[Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syain qodiir. Alhamdulillah wa subhanallah, wa laa ilaha illallah, wallahu akbar, wa laa hawla wa laa quwwata illa billah] Segala puji bagi Allah Tiada sembahan yang benar kecuali Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dia maha mampu atas segala sesuatu, segala puji bagi Allah, maha suci Allah, tiada sembahan yang benar kecuali Allah, Allah maha besar, serta tiada daya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah, kemudian dia mengucapkan:
اَللّهُمَّ اغْفِرْ لي
“Ya Allah, ampunilah (dosa-dosa)ku“, atau dia berdoa (dengan doa yang lain), maka akan dikabulkan doanya, jika dia berwudhu dan melaksanakan shalat maka akan diterima shalatnya”[1].
Hadits yang mulia ini menunjukkan besarnya keutamaan orang yang berzikir ketika terjaga di malam hari, kemudian dia berdoa kepada Allah atau melakukan shalat[2].
Imam Ibnu Baththal berkata: “Allah menjanjikan melalui lisan (ucapan) nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa barangsiapa yang terjaga dari tidurnya (di malam hari) dalam keadaan dia lidahnya selalu mengucapkan (kalimat) tauhid kepada Allah, tunduk pada kekuasaan-Nya, dan mengakui (besarnya limpahan) nikmat-Nya yang karenanya dia memuji-Nya, serta mensucikan-Nya dari (sifat-sifat) yang tidak layak bagi-Nya dengan bertasbih (menyatakan kemahasucian-Nya), tunduk kepada-Nya dengan bertakbir (menyatakan kemahabesaran-Nya), dan berserah diri kepada-Nya dengan (menyatakan) ketidakmampuan (dalam segala sesuatu) kecuali dengan pertolongan-Nya, sesungguhnya (barangsiapa yang melakukan ini semua) maka jika dia berdoa kepada-Nya akan dikabulkan, dan jika dia melaksanakan shalat akan diterima shalatnya. Maka bagi orang sampai kepadanya hadits ini, sepantasnya dia berusaha mengamalkannya dan mengikhlaskan niatnya (ketika mengamalkannya) untuk Allah Ta’ala“[3].
Faidah-faidah penting yang terkandung dalam hadits ini:
- Imam Ibnu Hajar berkata: “Perbuatan yang disebutkan dalam hadits ini hanyalah (mampu dilakukan) oleh orang telah terbiasa, senang dan banyak berzikir (kepada Allah), sehingga zikir tersebut menjadi ucapan (kebiasaan) dirinya sewaktu tidur dan terjaga, maka Allah Ta’ala memuliakan orang yang demikian sifatnya dengan mengabulkan doanya dan menerima shalatnya”[4].
- Keutamaan mengucapkan zikir ini juga berlaku bagi orang yang terjaga di malam hari kemudian dia mengucapkan zikir ini (berulang-ulang) sampai dia tertidur. Imam an-Nawawi berkata: “Orang yang terjaga di malam hari dan ingin tidur (lagi) setelahnya, dianjurkan baginya untuk berzikir kepada Allah Ta’ala sampai dia tertidur. Zikir-zikir yang dibaca (pada waktu itu) banyak sekali yang disebutkan (dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam), di antaranya … kemudian beliau menyebutkan hadits di atas[5].
- Di antara para ulama ada yang menjelasakan bahwa peluang dikabulkannya doa dan diterimanya shalat pada saat setelah mengucapkan zikir ini lebih besar dibandingkan waktu-waktu lainnya[6].
Penulis: Ustadz Abdullah Taslim, MA
Artikel www.muslim.or.id
[1] HSR al-Bukhari (no. 1103), Abu Dawud (no. 5060), at-Tirmidzi (no. 3414) & Ibnu Majah (no. 3878).
[2] Lihat kitab “Shahih Ibni Hibban” (6/330) dan “al-Washiyyatu biba’dhis sunani syibhil mansiyyah” (hal. 185).
[3] Dinukil oleh imam Ibnu Hajar dalam kitab “Fathul Baari” (3/41).
[4] Kitab “Fathul Baari” (3/40).
[5] Kitab “al-Adzkaar” (hal. 79 – cet. Darul Manar, Kairo, 1420 H).
[6] Lihat kitab “Tuhfatul ahwadzi” (9/254).
==========
Silakan like FB fanspage Muslim.Or.Id dan follow twitter @muslimindo
==========




budi
01 Apr 2010 [#]
Alhamdulillah makasi banyak atas ilmunya, mohon ijin untuk saya sebar luaskan
aria
01 Apr 2010 [#]
alhamdulillah, terima kasih atas artikel yang bermanfaat ini
Akhmad
01 Apr 2010 [#]
Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh
Afwan, ana izin copas di fb.
jazakumullah khairan katsir.
aburey
02 Apr 2010 [#]
Ustad, bacaan dzikirnya apa di sela2 selesai sholat malam. atau gimana
Ahya
02 Apr 2010 [#]
ijin mengcopy
syaiful nur hidayat
03 Apr 2010 [#]
Alhamdulillah.
Insyaa Allah, diamalkan.
Jazaakumullahu Khairan.
@ muslim.or.id
Dzikirnya dimulai dari lafadz :
لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ ولهُ الْحَمْدُ وهُوَ على كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
atau
الحمدُ للهِ
Syukran.
Akh_Arif
03 Apr 2010 [#]
Assalamu’alaikum,
Afwan,minta izin untuk ana copas di blog ana.
jazakumullah khairan katsir.
abu faadhilah
03 Apr 2010 [#]
assalamu’alaikum, mohon izin untuk share artikelnya. jazakallah khairan.
dodi hendarin
03 Apr 2010 [#]
alhamdulillah…mohon ijin menyebarkannya di fb
Muslim.Or.Id
04 Apr 2010 [#]
@Pak Syaiful
Sudah kami perbaiki. Semoga Allah memaafkan keteledoran kami karena salah mengcopy.
Islam nasehat
04 Apr 2010 [#]
Syukr0n m0ga manfaat dan dpt barokah yg membaca+melihatna dan yg mampu mengamal kan it semata krn Rahmat Allah
titik
05 Apr 2010 [#]
subhanallah….setelah baca artikel ini jadi lebih bersemangat lagi untuk memperbanyak zikir bukan hanya setelah sholat aja…tapi diwaktu2 luang juga harus diisi dengan zikir nich…
dewi
05 Apr 2010 [#]
minta ijin untuk disebarluaskan.
ani
09 Apr 2010 [#]
minta izin untuk menyebarkannya
mardin
10 Apr 2010 [#]
assalamu’ alaikum afwan ijin ana mo copy dan sekalian mo di sebarin ke ikhwan2 ana
hadi
11 Apr 2010 [#]
Ass… wr wb
mohon ijin mo copy dtaruh dfb dan d sebarin ktmn2.
khaerudin
05 Mei 2010 [#]
terima kasih
mohon izin copy dan menyebarkannya
Maman Surjaman
04 Nov 2010 [#]
syukron sangat bagus dan bermamfaat sekali infonya, utk lebih menigkatkan pengamalannya.
Siregar
27 Nov 2010 [#]
Subhanalloh…. Sangat bermanfaat.
Mohon ijin menyebarluaskannya.
Wassalam,
umi nabilah
07 Des 2010 [#]
mohon ijin share jazakillah khoir
fatkhiyah umami
05 Okt 2011 [#]
Asslm.Mohon ijin share….
fatkhiyah umami
05 Okt 2011 [#]
Asslm. Mohon ijin share….
andhika
28 Des 2011 [#]
assalamu’alaikum..,ana ijin untuk copy…..syukron
zuhri
26 Apr 2012 [#]
izin copy terima kasih
hana
06 Mei 2012 [#]
izin share untuk teman2 di FB
jazakumullah khair
Faruq
03 Feb 2013 [#]
alhamdullilah