Ketika Wanita Menggoda

Allah ta’ala telah menganugerahkan kepada kaum wanita keindahan yang membuat kaum lelaki tertarik kepada mereka. Namun syariat yang suci ini tidak memperkenankan keindahan itu diobral seperti layaknya barang dagangan di etalase atau di emperan toko. Tapi kenyataan yang kita jumpai sekarang ini wanita justru menjadi sumber fitnah bagi laki-laki. Di jalan-jalan, di acara TV atau di VCD para wanita mengumbar aurat seenaknya bak kontes kecantikan yang melombakan keindahan tubuh, sehingga seolah-olah tidak ada siksa dan tidak kenal apa itu dosa. Benarlah sabda Rasulullah yang mulia dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, di mana beliau bersabda, “Tidak pernah kutinggalkan sepeninggalku godaan yang lebih besar bagi kaum lelaki daripada wanita.” (HR. Bukhari Muslim)

Ya, begitulah realitasnya, wanita menjadi sumber godaan yang telah banyak membuat lelaki bertekuk lutut dan terbenam dalam lumpur yang dibuat oleh syaitan untuk menenggelamkannya. Usaha-usaha untuk menggoda bisa secara halus, baik disadari maupun tidak, secara terang-terangan maupun berkedok seni. Tengoklah kisah Nabi Allah Yusuf ‘alaihis salam tatkala istri pembesar Mesir secara terang-terangan menggoda Beliau untuk diajak melakukan tindakan tidak pantas. Nabi Yusuf pun menolak dan berkata, “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukanku dengan baik.” (QS. Yusuf: 23)

Muhammad bin Ishaq menceritakan, As-Sirri pernah lewat di sebuah jalan di kota Mesir. Karena tahu dirinya menarik, wanita ini berkata, “Aku akan menggoda lelaki ini.” Maka wanita itu membuka wajahnya dan memperlihatkan dirinya di hadapan As-Sirri. Beliau lantas bertanya, “Ada apa denganmu?” Wanita itu berkata, “Maukah anda merasakan kasur yang empuk dan kehidupan yang nikmat?” Beliau malah kemudian melantunkan syair,”Berapa banyak pencandu kemaksiatan yang mereguk kenikmatan dari wanita-wanita itu, namun akhirnya ia mati meninggalkan mereka untuk merasakan siksa yang nyata. Mereka menikmati kemaksiatan yang hanya sesaat, untuk merasakan bekas-bekasnya yang tak kunjung sirna. Wahai kejahatan, sesungguhnya Allah melihat dan mendengar hamba-Nya, dengan kehendak Dia pulalah kemaksiatan itu tertutupi jua.” (Roudhotul Muhibbin wa Nuzhatul Musytaqin, karya Ibnul Qayyim)

Perhatikanlah bagaimana Rasulullah telah mewanti-wanti kepada kita sekalian lewat sabda beliau, “Hati-hatilah pada dunia dan hati-hatilah pada wanita karena fitnah pertama bagi Bani Isroil adalah karena wanita.” (HR. Muslim) Kini, di era globalisasi, ketika arus informasi begitu deras mengalir, godaan begitu gampang masuk ke rumah-rumah kita. Cukup dengan membuka surat kabar dan majalah, atau dengan mengklik tombol remote control, godaan pun hadir di tengah-tengah kita tanpa permisi, menampilkan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok memamerkan aurat yang semestinya dijaga.

Lalu, sebagian muslimah ikut-ikutan terbawa oleh propaganda gaya hidup seperti ini. Pakaian kehormatan dilepas, diganti dengan pakaian-pakaian ketat yang membentuk lekuk tubuh, tanpa merasa risih. Godaan pun semakin kencang menerpa, dan pergaulan bebas menjadi hal biasa. Maka, kita perlu merenungkan dua bait syair yang diucapkan oleh Sufyan Ats-Tsauri: “Kelezatan-kelezatan yang didapati seseorang dari yang haram, toh akan hilang juga, yang tinggal hanyalah aib dan kehinaan, segala kejahatan akan meninggalkan bekas-bekas buruk, sungguh tak ada kebaikan dalam kelezatan yang berakhir dengan siksaan dalam neraka.”

Seorang ulama yang masyhur, Ibnul Qayyim pun memberikan nasihat yang sangat berharga: “Allah Subhanahu wa ta’ala telah menjadikan mata itu sebagai cerminan hati. Apabila seorang hamba telah mampu meredam pandangan matanya, berarti hatinya telah mampu meredam gejolak syahwat dan ambisinya. Apabila matanya jelalatan, hatinya juga akan liar mengumbar syahwat…”

Wallahul Musta’an.

***

Penulis: Abu Harun Aminuddin
Artikel www.muslim.or.id

89 Komentar

  1. suyono
    28 Jun 2008 [Permalink]

    kami sangat menyukaibacaan semacam ini.kami mengharapkan ada banyak lagi bacaan semacam in yang lebih megena pada realita masa kini

  2. suyono
    28 Jun 2008 [Permalink]

    kenyataannya memang seperti itu ,sekarang ini banyak skali kemaksiatan yang terang-terangan,perangi kemasiatan dengan syariat yang benar

  3. hafid
    29 Jun 2008 [Permalink]

    fenomena ini tdk bisa kita pungkiri bnyak terjadi dalam keluarga islam saat ini…seperti yg di jabar kan bacaan di atas mari kita perkuat iman kita mulai dari yg terkecil yaitu KELUARGA .kalau iman telah kuat dalam suatu keluarga INSYA ALLAH ..fenomena seperti bacaan diatas kecil kemungkinan terjadi…

  4. Andri
    30 Jun 2008 [Permalink]

    Orang-orang yahudi tahu tentang isi Alquran dan Hadits sehingga mereka dengan mudah mengalahkan kaum muslimin dengan godaan wanita

  5. Haryo Prabowo
    30 Jun 2008 [Permalink]

    Allahumma… benar sekali…
    Saat wanita menggoda, kembalilah meluruskan niat.

  6. Dhedhi
    02 Jul 2008 [Permalink]

    memang cewe menggoda??? lah wong pake jilbab kok menggoda ??

  7. aswad
    04 Jul 2008 [Permalink]

    Akhi Dhedi, semoga Allah senantiasa memudahkanmu dalam setiap urusan

    Mari kita renungkan, lebih utama mana wanita di zaman Rasulullah yaitu para sahabiyyah dengan wanita di zaman ini? Tentu para shahabiyyah jauh lebi utama kedudukannya, di dunia dan di akhirat. Mereka berbusana muslimah yang syar’i, tidak ketat, menutup semua bagian tubuhnya, bahkan sebagian mereka memakai cadar! Namun apa yang disabdakan Rasulullah?
    Hati-hatilah pada dunia dan hati-hatilah pada wanita karena fitnah pertama bagi Bani Isroil adalah karena wanita” (HR. Muslim)
    Fitnah (bencana) karena wanita, akan tetap yang menjadi paling bahaya bagi lelaki, walaupun para wanita semuanya bercadar sekalipun.

  8. Abu_Najwa
    25 Sep 2008 [Permalink]

    akh Dedi:

    apakah menggoda itu mesti buka busana? (tidak berjilbab)??

  9. Abu Mush'ab
    17 Oct 2008 [Permalink]

    Subhanalloh..nasehat itu begitu mengguncang hatiku, astaghfirullahal’adzim…

  10. bahtiar
    29 Oct 2008 [Permalink]

    saya rasa, dari hadist itu tidak hanya maknanya secara fisik wanita itu menggoda, tetapi dilihat keteguhan lelaki tersebut, ingat tidak kisah nabi Yusuf yang sangat teguh pendiriannya, walaupun disana dia punya kesempatan. jadi jangan dilihat bagaimana wanitanya, karena pemimpin itu lelaki, jadi yang bertanggung jawab adalah kaum lelaki untuk menjaga wanita tersebut.

  11. abu ahmad
    21 Dec 2008 [Permalink]

    subhanallah, ketika jiwa ini merasa “tergoda” untuk terjebak dalam fitnah ternyata menemukan artikel yang bisa menahan jiwa ini agar tak tergoda.
    Awalnya fitnah selanjutnya zina ( Na’udzubillah min dzalik )
    Kepada admin dan penulis saya mau re-post artikel ini.
    Jazakumullah khoiron

  12. Machfudz
    10 Jan 2009 [Permalink]

    subhanallah, terima kasih telah menulis artikel semacam ini. semoga ada manfaatnya bagi ikhwan2 semuanya. amiin.

  13. safri
    27 Jan 2009 [Permalink]

    kenapa harus wanita, dan kenapa di neraka yg paling banyak wanita?

  14. Abu Mujahid
    03 Feb 2009 [Permalink]

    Ketika kami berperang di medan perang kami bagaikan Singa yang bebas.

    Akan tetapi, ketika musim damai telah tiba kami menjadi budak biduanita-biduanita yang cantik nan bermata jeli.

  15. Ihsan
    09 Feb 2009 [Permalink]

    Sulit bagi pemuda yang belum menikah untuk lepas dari fitnah wanita. Karena itu Nabi Saw berwasiat agar segera menikah bagi pemuda yang telah memiliki kemampuan untuk menikah. Bila belum berkemampuan hendaknya berpuasa.
    Demikian Wallohu’alam

  16. Abu Mujahid
    19 Feb 2009 [Permalink]

    Kami adalah kaum yang mudah lunak
    oleh gadis-gadis cantik
    Meskipun kami sanggup melunakkan orang-orang yang berhati besi
    Kami takut ketika para gadis mulai emosi

  17. Lukman singaraja Bali
    05 Apr 2009 [Permalink]

    Sungguh benar apa yg disabdakan Rosulullah SAW bahwa fitnah wanita merupakan fitnah terbesar yg bs membawa lelaki trjerumus ke lembah perziihan. Karena itu banyak ayat Al Quran dan al Hadits yg memberi peringatan agar hati-hati trhadap wanita antara lain tdk ikhtilat atau berdua-duaan laki dan perempuan tanpa muhrim. Karena pada kenyataanya pergaulan bebas sdh membudaya seperti tanpa batas akibatnya kebebasan sex sudah hal biasa trbukti menurut data Trans TV bhw 90 % siswi SMA dan 65 % siswa SMP di kota besar tidak gadis lagi sungguh memprihatinkan. Perlu adanya upaya pncegahan antara lain pembekalan iman pd generasi muda sejak usia dini jika tdak, apa yg trjadi pd generasi mendatang kita tdk tahu smoga Allah tdk murka pada kita, demikian smoga ada solusi sehingga masalah ini bisa teratasi. Amin

  18. ema
    16 Jun 2009 [Permalink]

    asw,,,,semoga dakwah ini berjln lancr n semoga bermanfaat

  19. abdurrahman
    22 Jun 2009 [Permalink]

    ahamdulillah nasehatnya bagus bagaimnkah klu seorang akhwat mengodanya lewat sms /telpn

  20. Abu Tsurayya
    24 Jun 2009 [Permalink]

    Subhanallah… tulisan yg sgt bermanfaat jazakulloh khair

  21. sandhi
    24 Jun 2009 [Permalink]

    Betul, harus menutup aurat. Bahkan ternyata NU telah memutuskan bahwa pendapat terkuat adalah wanita wajib menutup wajahnya ketika keluar rumah. Berikut isi keputusannya:

    MUKTAMAR VIII NAHDLATUL ULAMA
    Keputusan Masalah Diniyyah Nomor : 135 / 12 Muharram 1352 H / 7 Mei 1933
    Tentang
    HUKUM KELUARNYA WANITA DENGAN
    TERBUKA WAJAH DAN KEDUA TANGANNYA

    Pertanyaan :
    Bagaimana hukumnya keluarnya wanita akan bekerja dengan terbuka muka dan kedua tangannya? Apakah HARAM atau Makruh? Kalau dihukumkan HARAM, apakah ada pendapat yang menghalalkan? Karena demikian itu telah menjadi Dharurat, ataukah tidak? (Surabaya)

    Jawaban :
    Hukumnya wanita keluar yang demikian itu HARAM, menurut pendapat yang Mu’tamad ( yang kuat dan dipegangi – penj ).
    Menurut pendapat yang lain, boleh wanita keluar untuk jual-beli dengan terbuka muka dan kedua tapak tangannya, dan menurut Mazhab Hanafi, demikian itu boleh, bahkan dengan terbuka kakinya, APABILA TIDAK ADA FITNAH.

    Keterangan :

    (a) Kitab Maraqhil-Falah Syarh Nurul-Idlah (yang membolehkan):

    (وَجَمِيْعُ بَدَنِ الْحُرَّةِ عَوْرَةٌ إلاَّ وَجْهَهَا وَكَفََّّيْهَا). بَاطِنَهُمَا وَظَاهِرَهُمَا فِيْ اْلأَصَحِّ وَهُوَ الْمُخْتَارُ. وَ ذِرَاعُ الْحُرَّةِ عَوْرَةٌ فِيْ ظَاهِرِ الرِّوَايَةِ وَهِيَ اْلأَصَحُّ. وَعَنْ أَبِيْ حَنِيْفَةَ لَيْسَ بِعَوْرَةٍ (وَ) إِلاَّ (قَدَمَيْهَا) فِيْ أَصَحِّ الرِّوَايَتَيْنِ بَاطِنِهِمَا وَظَاهِرِهِمَا الْعُمُوْمِ لِضَرُوْرَةِ لَيْسَا مِنَ الْعَوْرَةِ فَشَعْرُ الْحُرَّةِ حَتىَّ الْمُسْتَرْسَلِ عَوْرَةٌ فِيْ اْلأَصَحِّ وَعَلَيْهِ الْفَتَوَي

    Seluruh anggota badan wanita merdeka itu aurat kecuali wajah dan kedua telapak tangannya, baik bagian dalam maupun luarnya, menurut pendapat yang tersahih dan dipilih. Demikian pula lengannya termasuk aurat. Berbeda dengan pendapat Abu Hanifah yang tidak menganggap lengan tersebut sebagai aurat. Menurut salah satu riwayat yang sahih, kedua telapak kaki wanita itu tidak termasuk aurat baik bagian dalam maupun bagian luarnya. Sedangkan rambutnya sampai bagian yang menjurai sekalipun, termasuk aurat, demikian fatwa atasnya.

    (b) Kitab Bajuri Hasyiah Fatchul-Qarib Jilid. II Bab Nikah (yang mengharamkan) :

    (قَوْلُهُ إِلىَ أَجْنَـبِّيَةِ) أَي إِلىَ شَيْءٍ مِنْ اِمْرَأَةٍ أَجْنَـبِّيَّةٍ أَي غَيْرِ مَحْرَمَةٍ وَلَوْ أَمَةً وَشَمِلَ ذَلِكَ وَجْهَهَا وَكَفََّّيْهَا فَيَحْرُمُ النَّظَرُ إِلَيْهَا وَلَوْ مِنْ غَيْرِ شَهْوَةٍ أَوْ خَوْفٍ فِتْنَةٍ عَلىَ الصَّحِيْحِ كَمَا فِيْ الْمِنْحَاجِ وَغَيْرِهِ إِلىَ أَنْ قَالَ وَقِيْلَ لاَ يَحْرُمُ لِقَوْلِهِ تَعَالَى ” وَلاَ يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلاَّ مَا ظَهَرَ مِنْهَا” وَهُوَ مُفَسَّرٌ بِالْوَجْهِ وَالْكَفَّيْنِ وَالْمُعْتَمَدُ اْلأَوَّلُ. وَلاَ بَأْسَ بِتَقْلِيْدِ الْـثَانِيْ لاَسِيَّمَا فِيْ هَذَا الزَّمَانِ الَّذِيْ كَثُرَ فِيْهِ خُوْرُجُ النِّسَاءِ فِيْ الطُّرُقِ وَاْلأَسْوَاقِ وَشَمِلَ ذَلِكَ أَيْضًا شَعْرَهَا وَظَفْرَهَا.

    (PENDAPAT PERTAMA) (Perkataannya atas yang bukan mahram / asing) yakni, pada segala sesuatu pada diri wanita yang bukan mahramnya walaupun budak termasuk wajah dan kedua telapak tangannya, maka haram melihat semua itu walaupun tidak disertai syahwat ataupun kekhawatiran timbulnya adanya fitnah sesuai pendapat yang sahih sebagaimana yang tertera dalam kitab al-Minhaj dan lainnya. PENDAPAT LAIN (KEDUA) menyatakan atau dikatakan (qila) tidak haram sesuai dengan firman Allah “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya” (QS.An-Nuur : 31).
    PENDAPAT PERTAMA (yang mengharamkan) LEBIH SAHIH, dan tidak perlu mengikuti pendapat kedua (yang tidak mengharamkan) terutama pada masa kita sekarang ini di mana banyak wanita keluar di jalan-jalan dan pasar-pasar. Keharaman ini juga mencakup rambut dan kuku.

    Lihat : Ahkamul Fuqaha, Solusi Problematika Hukum Islam, Keputusan Muktamar, Munas, dan Konbes Nahdlatul Ulama (1926-2004 M), h.123-124, Pengantar: Rais ‘Am PBNU, DR.KH.MA Sahal Mahfudh, Penerbit Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) NU Jawa Timur dan Khalista, cet.III, Pebruari 2007

  22. rahmayani
    03 Jul 2009 [Permalink]

    wanita,perhisan dunia berada diantara permata dan kaca,sayangnya sudah hilang cahaya sehingga tiada beda antaranya,uhkti fillah pelihara cahaya agar tetap menjadi permata bukan kaca.

  23. Abu Hanif
    19 Jul 2009 [Permalink]

    Sungguh benar apa yang disabdakan Nabi shalallahu alaihi wa sallam, Fitnah terbesar bagi kaum laki-laki adalah wanita. Kita memohon kepada Allah azza wa jalla agar terhindar dari fitnah wanita… Akh ana minta izin memposting artikelnya di blog ana… jazakumullahu khoiron..

  24. Street.Walker
    22 Jul 2009 [Permalink]

    Naudzubillahimindzalik…
    Ya Allah ampunilah mata ini yg masih suka jelalatan, sadar maupun tidak….

  25. Antonabu wahyu
    22 Jul 2009 [Permalink]

    Assalamu alaikum,wr wb, ana mau nanya nih bgm hukumnya bagi wanita yg bekerja meninggalkan kewajibannya dlm mengurus rumah tangga,dan bgm hukumnya se orang suami yang kerja ke luar negeri meninggalkan anak dan istri selama 2 thn?sukron

  26. abu salman al kendaly
    22 Jul 2009 [Permalink]

    wahai saudaraku,kumohon berikanlah selalu nasehat nasehat untuk menjaga diri dari fitnah wanita dan fitnah dunia di zaman yang penuh godaan ini,jangan berhenti!!! barokallohu fikum

  27. baby_pink
    25 Jul 2009 [Permalink]

    Assalamualaikum wrwb…

    subhanallah…
    bacaan yang sangat bagus…

    jangan lupa skali2 berkunjung ke web saya yach…

    sykron
    wassalam wrwb

  28. hery
    01 Aug 2009 [Permalink]

    terkadang tak slalu kaum lelaki kuat hadpi in,tp insy allah apabla dr dkt pd yg kuasa kt dapat trhindar dr hal yg zolim

  29. Faisal anwar
    02 Aug 2009 [Permalink]

    Sekarang makin banyak ajj wanita berpakaian tapi telanjang…..

  30. ahlan
    03 Aug 2009 [Permalink]

    ia benar skali….mdh2an Allah swt melindungi kita semua dr hal2 tersebut…………melindungi mata kita dari melihat sesuatu yang tidak halal utk kita lihat…………….

  31. catur
    12 Aug 2009 [Permalink]

    sekarang sangat2 mudh menemukan kemaksiat terutama lewat hp bnyk remaja telah melaupaui batas gaya hidp orng yahudi di pakek capek deh!!!!

  32. hadi
    19 Aug 2009 [Permalink]

    kalau ta’aruf beda manhaj gimana? sedang kita sama2 bertauhid,kalau satu manhaj berarti kita taklid dan merasa benar,mohon jawabannya karena itu yang sekarang saya alami

  33. akhwat
    19 Aug 2009 [Permalink]

    Assalamu’alaykum..

    na’am..
    benar sekali..

    bahkan khalwat dianggap bukan perbuatan dosa..
    rasanya kuper jika tidak punya teman dekat seseorang yang bukan mahrom..
    rasanya ada yang kurang ketika sehari saja tidak bergaul bersama mereka..

    pemikiran semacam inilah yang menjadi “tumor ganas” hati generasi saat ini..
    na’udzubillahimindzalik..

  34. Tengku Nauf
    21 Aug 2009 [Permalink]

    fitnah paling berat adalah fitnah wanita.

  35. Muhammad Alfuraihani
    15 Sep 2009 [Permalink]

    BISMILLAH.
    artikel.x sngt bagus.ana ijin copy ya?
    jazakumullahukhair.

  36. Edo
    22 Sep 2009 [Permalink]

    Izin share..
    Jazakumullohu khoir

  37. Lyda
    23 Sep 2009 [Permalink]

    Ass.. Buat lelaki2..Sbaiknya menjaga pandangan dari wanita yg bukan muhrim/istrinya. Kalau sudah jadi istri..Digoda tiap hari ~ra p0 po~ ~menambah kharm0nisan R.Tan9ga~

  38. phyton
    24 Sep 2009 [Permalink]

    mulut bisa diam untuk tidak berkata kotor dan sia sia, telinga bisa menghindar dari perkataan yang sia sia, tapiiiiiiiiiiiiiiii………..mata ini sulit mengelak untuk tidak melihat ………, ya Alloh ampunilah hambamu ini,teguhkan hatiku jagalah pengelihatanku.
    mas andri : banyak orang orang islam tidak tahu isi alqur`an dan hadist jadi mudah dikalahkan oleh musuh

  39. Karyanto
    25 Sep 2009 [Permalink]

    kepada kang Dedhy yg dimaksud pada artikel diatas kan bagi wanita yg memakai pakaian atau busana yg membangkitkan gairah syahwat kaum pria bukannya yg pakai jilbab…..akan tetapi jangan salah lho ada juga wanita yg memakai jilbab tetapi tidak didukung dengan kelengkapan busana atau pakaian yg layak “sopan” sehingga dapat pula menimbulkan fitnah dan membangkitkan syahwat seperti model jilbab gantung diri “jilbab yg dipakainya dengan melilitkannya dileher serta memakai kerudung tetapi memakai pakaian atau celana ketat sehingga terlihat liuk tubuhnya masya Allah……..

  40. Abu Hanifah Alim
    29 Sep 2009 [Permalink]

    ya ukhti jagalah kemuliaan kalian dgn syariat,
    jangan kalian menjadi sarana bagi kami kaum laki2 yg tipis imannya ini masuk neraka karena kalian,
    ya Allah lindungi kami ya Allah..

  41. myra
    05 Oct 2009 [Permalink]

    Izin share..
    Jazakumullohu khoir

  42. tarkim
    19 Oct 2009 [Permalink]

    mohon izin copas ya…nuhun

  43. Dicky Budi Prasetyo
    19 Oct 2009 [Permalink]

    Assalammu’alaikum wr.wb.
    Dengan makin canggihnya teknologi maka budaya timur yang dipegang eratpun serasa hampir punah dengan pengaruh budaya barat dan pakaian muslimah juga beraneka ragam sampai-sampai bentuk badannya terlihat jelas walaupun dia memakai jilbab.
    Mengapa hal ini terjadi di lingkungan masyarakat kita ? karena setiap ada perubahan zaman maka godaan dunia juga beraneka ragam sehingga pengikut syetan makin bertambah untuk itu satu-satu jalan agar kita terhindar dari godaan tersebut maka perbanyak bacaan Al-Qur’an dan wirid untuk membesarkan Asma Allah Ta’ala.
    Amin yaa robbal ‘alamin
    Jazakummullahu khairan

    Wassalammualaikum wr.wb

    Ikhwan

  44. Shondy al-Dageny
    24 Oct 2009 [Permalink]

    Subhaanallah,artikel yg sangat menyadarkan qt kaum laki2..ijin copy paste..

  45. vian
    28 Oct 2009 [Permalink]

    subhanallah..sungguh benar artikel ini..skr byk acara d tv yg menampilkan wanita2 yg mengundang syahwat..

  46. uspa m
    03 Nov 2009 [Permalink]

    memang wanita sekarang telah banyak menjadi sumber kehancuran….mari kita waspadai hal ini … bekali diri dengan ilmu iman yang mantap ..

  47. yuan
    04 Nov 2009 [Permalink]

    Ass…Memang benar sabda nabi,wanita memang godaan terbera apalagi dijaman ini .Ibarat tak menggoda malah digoda .Moga kita semua diberi kekuatan tuk mengatasinya. Wass

  48. Yossi
    06 Nov 2009 [Permalink]

    Subhanallah wal hamdulillah.Artikel yg sangat bagus. Buat akhwaty muslimah,perbnyaklah ibadah.Krn para wanita itu sadar atau tidak taktsirul li’an dan takfirul ‘asyir,menyebabkan wanita mayoritas penghuni neraka.Jadi kita sebagai hambaNya wajib mengikuti suruhannya dan menjauhi larangannya.berpakaian,bersikap dan bertindaklah sesuai dgn syariat agama kita.Jangan beri peluang diri tuk terlempar k neraka.
    Wahai kaum adam ingatlah yg d katakan Nabi bahwa wanita itu d kelilingi syetan. Dan syetan akan membuat kaum adam tergoda. Maka seretlah diri antum smua utk smkin dekat dgn ALLAH.
    Semoga setiap langkah kita selalu dalam ridhoNya. Allahumma amin…

  49. ummu hirr
    27 Nov 2009 [Permalink]

    afwan, saya ijin copy paste tulisannya ya..

  50. abi Zalfaa
    03 Dec 2009 [Permalink]

    afwan, ana copy artikel untuk dakwah
    syukron

Tinggalkan Komentar

Kembali ke Atas