29 May 2008 | 6 komentar

Kategori: Akhlaq dan Nasehat / Tazkiyatun Nufus

Hijrah Kepada Allah dan Rasul-Nya

Di dalam Risalah Tabukiyah, Imam Ibnul Qoyyim membagi hijrah menjadi 2 macam. Pertama, hijrah dengan hati menuju Alloh dan Rosul-Nya. Hijrah ini hukumnya fardhu ‘ain bagi setiap orang di setiap waktu. Macam yang kedua yaitu hijrah dengan badan dari negeri kafir menuju negeri Islam. Diantara kedua macam hijrah ini hijrah dengan hati kepada Alloh dan Rosul-Nya adalah yang paling pokok.

Hijrah Dengan Hati Kepada Alloh

Alloh berfirman, “Maka segeralah (berlari) kembali mentaati Alloh.” (Adz Dzariyaat: 50)

Inti hijrah kepada Alloh ialah dengan meninggalkan apa yang dibenci Alloh menuju apa yang dicintai-Nya. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang muslim ialah orang yang kaum muslimin lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Dan seorang muhajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Alloh.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Hijrah ini meliputi ‘dari’ dan ‘menuju’: Dari kecintaan kepada selain Alloh menuju kecintaan kepada-Nya, dari peribadahan kepada selain-Nya menuju peribadahan kepada-Nya, dari takut kepada selain Alloh menuju takut kepada-Nya. Dari berharap kepada selain Alloh menuju berharap kepada-Nya. Dari tawakal kepada selain Alloh menuju tawakal kepada-Nya. Dari berdo’a kepada selain Alloh menuju berdo’a kepada-Nya. Dari tunduk kepada selain Alloh menuju tunduk kepada-Nya. Inilah makna Alloh, “Maka segeralah kembali pada Alloh.” (Adz Dzariyaat: 50). Hijrah ini merupakan tuntutan syahadat Laa ilaha illalloh.

Hijrah Dengan Hati Kepada Rosululloh

Alloh berfirman, “Maka demi Robbmu (pada hakikatnya) mereka tidak beriman hingga mereka menjadikanmu sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan di dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (An Nisaa’: 65)

Hijrah ini sangat berat. Orang yang menitinya dianggap orang yang asing diantara manusia sendirian walaupun tetangganya banyak. Dia meninggalkan seluruh pendapat manusia dan menjadikan Rosululloh sebagai hakim di dalam segala perkara yang diperselisihkan dalam seluruh perkara agama. Hijrah ini merupakan tuntutan syahadat Muhammad Rosululloh.

Pilihan Alloh dan Rosul-Nya itulah satu-satunya pilihan

Alloh berfirman, “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukmin, apabila Alloh dan Rosul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barang siapa yang mendurhakai Alloh dan Rosul-Nya maka sungguh dia telah sesat, sesat yang nyata.” (Al Ahzab: 36)

Dengan demikian seorang muslim yang menginginkan kecintaan Alloh dan Rosul-Nya tidak ragu-ragu bahkan merasa mantap meninggalkan segala perkara yang melalaikan dirinya dari mengingat Alloh. Dia rela meninggalkan pendapat kebanyakan manusia yang menyelisihi ketetapan Alloh dan Rosul-Nya walaupun harus dikucilkan manusia.

Seorang ulama’ salaf berkata, “Ikutilah jalan-jalan petunjuk dan janganlah sedih karena sedikitnya pengikutnya. Dan jauhilah jalan-jalan kesesatan dan janganlah gentar karena banyaknya orang-orang binasa (yang mengikuti mereka).

(Disadur dari majalah As Sunnah edisi 11/VI/1423 H)

***

Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi
Artikel www.muslim.or.id

Kirim Komentar




Mohon memberikan komentar yang sesuai dengan topik artikel. Komentar Anda akan kami review dahulu sebelum ditampilkan.

6 Komentar

  • alhamdulillah, sedikit cerita di atas tadi memberikan penyegaran kembali akan semangat saya untuk kembali pada Allah SWT. saya pernah hampir berputus asa atas dosa2 saya… sebagai orang yang beragama islam, saya termasuk manusia yang hidup dalam pergaulan sex bebas di kalangan mahasiswa. godaan yang harus saya hadapi terasa begitu berat karena mode pakaian cewek sekarang yang cenderung mengundang birahi. semoga kita semua bisa tetap istiqomah di jalan Allah………

  • subhanallah, mengingatkan saya tentang hijrah…jazzakallah
    tapi yang membuat saya masih bingung, di awal artikel disebutkan bahwa hijrah menjadi 2 macam ? maksudnya apa ya ? apakah 2 macam itu merupan plihan diantara 2, yang lebih baik di ambil yang kurang di tinggalkan atau hijrah itu memang kedua-duanya di jalankan.

  • asalamualikum wr.wb
    sebenarnya hijrah yang sebenarnya dalam islam itu seperti apa?
    kmrin saya mendapatkan pemahaman tentang hijrah,,dimana sebelum kita hijrah ada proses intervieu,,,semacam sebelum kerja dan hijrah itu hanya 1 hari,,,,dan dalam al-qur’an pun dijelaskan barang siapa yang mau berhijrah bersiap untuk meninggalkan bapak,ibu,usaha yang kita jalanin,,,,,dan kita pun harus bayar shodaqoh sebesar 700rb…
    sebenarnya itu semua benar/tidak?

  • @budiyono: Wa’alaikumussalam. Sebelumnya kami ingin menanyakan kepada Pak Budiyono: darimana Anda mendapatkan pemahaman tentang hijrah tersebut?

  • assalamu’alaikum wr.wb

    saya pernah diajak “hijrah” oleh sekelompok orang 2 tahun yang lalu, pada awalnya mereka mengajak belajar al qur,an bersama, lama-lama topik yang dibicarakan dan dibahas adalah tentang”negara islam indonesia”. kita harus membayar shodaqoh untuk membantu “perjuangan” sebelum berangkat “hijrah” sebesar 2 jt, kemudian perbulan 20 dollar amerika kurang lebih 200rb/bln..namun saya sadar bahwa hal tersebut tidaklah benar…
    hati-hatilah wahai saudaraku..hati2lah dengan perkataan mereka yang mengajak hijrah dengan dasar dalil2 ayat al quran yang seenaknya sendiri mereka tafsirkan…

    wassalam

  • Assalamu’alaikum. . . .
    Wah, ternyata banyak juga yang seperti saya. Diajak hijrah!. . .
    Tapi, hijrah sistem itu ada gak sih?

donasi dakwah

Iklan

muslim.or.id

Iklan

radioalhikmah Download Kajian Distributor Pulsa Elektrik Toko Muslim Pustaka Muslim Konsultasi Syariah

Doa dan Zikir

Bacaan setelah adzan
Membaca sholawat kemudian membaca :

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ , وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ , آتِ مُحَمَّدًا الوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ , وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ

“Ya Allah, Tuhan Pemilik panggilan yang sempurna (adzan) ini dan shalat (wajib) yang didirikan. Berilah Al-Wasilah (derajat di Surga, yang tidak akan diberikan selain kepada Nabi) dan fadhilah kepada Muhammad. Dan bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati maqam terpuji yang telah Engkau janjikan.
— HR. Bukhari: 1/152

Silakan menyebarkan artikel yang ada di muslim.or.id dengan harus menyertakan muslim.or.id sebagai sumber artikel. Muslim.or.id menerima bantuan penerjemahan artikel muslim.or.id ke dalam bahasa inggris. Silakan hubungi muslim.or.id@gmail.com. Info iklan silakan hubungi muslimadv@gmail.com

Kasyen theme originally design by cizkah powered by Wordpress