Hakikat Sabar (1)


Sabar adalah pilar kebahagiaan seorang hamba. Dengan kesabaran itulah seorang hamba akan terjaga dari kemaksiatan, konsisten menjalankan ketaatan, dan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Kedudukan sabar dalam iman laksana kepala bagi seluruh tubuh. Apabila kepala sudah terpotong maka tidak ada lagi kehidupan di dalam tubuh.” (Al Fawa’id, hal. 95)

Pengertian Sabar

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Sabar adalah meneguhkan diri dalam menjalankan ketaatan kepada Allah, menahannya dari perbuatan maksiat kepada Allah, serta menjaganya dari perasaan dan sikap marah dalam menghadapi takdir Allah….” (Syarh Tsalatsatul Ushul, hal. 24)

Macam-Macam Sabar

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Sabar itu terbagi menjadi tiga macam:

  1. Bersabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah
  2. Bersabar untuk tidak melakukan hal-hal yang diharamkan Allah
  3. Bersabar dalam menghadapi takdir-takdir Allah yang dialaminya, berupa berbagai hal yang menyakitkan dan gangguan yang timbul di luar kekuasaan manusia ataupun yang berasal dari orang lain (Syarh Tsalatsatul Ushul, hal. 24)

Sebab Meraih Kemuliaan

Di dalam Taisir Lathifil Mannaan Syaikh As Sa’di rahimahullah menyebutkan sebab-sebab untuk menggapai berbagai cita-cita yang tinggi. Beliau menyebutkan bahwa sebab terbesar untuk bisa meraih itu semua adalah iman dan amal shalih.

Di samping itu, ada sebab-sebab lain yang merupakan bagian dari kedua perkara ini. Di antaranya adalah kesabaran. Sabar adalah sebab untuk bisa mendapatkan berbagai kebaikan dan menolak berbagai keburukan. Hal ini sebagaimana diisyaratkan oleh firman Allah ta’ala, “Dan mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat.” (QS. Al Baqarah [2]: 45).

Yaitu mintalah pertolongan kepada Allah dengan bekal sabar dan shalat dalam menangani semua urusan kalian. Begitu pula sabar menjadi sebab hamba bisa meraih kenikmatan abadi yaitu surga. Allah ta’ala berfirman kepada penduduk surga, “Keselamatan atas kalian berkat kesabaran kalian.” (QS. Ar Ra’d [13] : 24).

Allah juga berfirman, “Mereka itulah orang-orang yang dibalas dengan kedudukan-kedudukan tinggi (di surga) dengan sebab kesabaran mereka.” (QS. Al Furqaan [25] : 75).

Selain itu Allah pun menjadikan sabar dan yakin sebagai sebab untuk mencapai kedudukan tertinggi yaitu kepemimpinan dalam hal agama. Dalilnya adalah firman Allah ta’ala, “Dan Kami menjadikan di antara mereka (Bani Isra’il) para pemimpin yang memberikan petunjuk dengan titah Kami, karena mereka mau bersabar dan meyakini ayat-ayat Kami.” (QS. As Sajdah [32]: 24) (Lihat Taisir Lathifil Mannaan, hal. 375)

Sabar Dalam Ketaatan

Sabar Dalam Menuntut Ilmu

Syaikh Nu’man mengatakan, “Betapa banyak gangguan yang harus dihadapi oleh seseorang yang berusaha menuntut ilmu. Maka dia harus bersabar untuk menahan rasa lapar, kekurangan harta, jauh dari keluarga dan tanah airnya. Sehingga dia harus bersabar dalam upaya menimba ilmu dengan cara menghadiri pengajian-pengajian, mencatat dan memperhatikan penjelasan serta mengulang-ulang pelajaran dan lain sebagainya.

Semoga Allah merahmati Yahya bin Abi Katsir yang pernah mengatakan, “Ilmu itu tidak akan didapatkan dengan banyak mengistirahatkan badan”, sebagaimana tercantum dalam shahih Imam Muslim. Terkadang seseorang harus menerima gangguan dari orang-orang yang terdekat darinya, apalagi orang lain yang hubungannya jauh darinya, hanya karena kegiatannya menuntut ilmu. Tidak ada yang bisa bertahan kecuali orang-orang yang mendapatkan anugerah ketegaran dari Allah.” (Taisirul wushul, hal. 12-13)

Sabar Dalam Mengamalkan Ilmu

Syaikh Nu’man mengatakan, “Dan orang yang ingin beramal dengan ilmunya juga harus bersabar dalam menghadapi gangguan yang ada di hadapannya. Apabila dia melaksanakan ibadah kepada Allah menuruti syari’at yang diajarkan Rasulullah niscaya akan ada ahlul bida’ wal ahwaa’ yang menghalangi di hadapannya, demikian pula orang-orang bodoh yang tidak kenal agama kecuali ajaran warisan nenek moyang mereka.

Sehingga gangguan berupa ucapan harus diterimanya, dan terkadang berbentuk gangguan fisik, bahkan terkadang dengan kedua-keduanya. Dan kita sekarang ini berada di zaman di mana orang yang berpegang teguh dengan agamanya seperti orang yang sedang menggenggam bara api, maka cukuplah Allah sebagai penolong bagi kita, Dialah sebaik-baik penolong” (Taisirul wushul, hal. 13)

Sabar Dalam Berdakwah

Syaikh Nu’man mengatakan, “Begitu pula orang yang berdakwah mengajak kepada agama Allah harus bersabar menghadapi gangguan yang timbul karena sebab dakwahnya, karena di saat itu dia tengah menempati posisi sebagaimana para Rasul. Waraqah bin Naufal mengatakan kepada Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tidaklah ada seorang pun yang datang dengan membawa ajaran sebagaimana yang kamu bawa melainkan pasti akan disakiti orang.”

Sehingga jika dia mengajak kepada tauhid didapatinya para da’i pengajak kesyirikan tegak di hadapannya, begitu pula para pengikut dan orang-orang yang mengenyangkan perut mereka dengan cara itu. Sedangkan apabila dia mengajak kepada ajaran As Sunnah maka akan ditemuinya para pembela bid’ah dan hawa nafsu. Begitu pula jika dia memerangi kemaksiatan dan berbagai kemungkaran niscaya akan ditemuinya para pemuja syahwat, kefasikan dan dosa besar serta orang-orang yang turut bergabung dengan kelompok mereka.

Mereka semua akan berusaha menghalang-halangi dakwahnya karena dia telah menghalangi mereka dari kesyirikan, bid’ah dan kemaksiatan yang selama ini mereka tekuni.” (Taisirul wushul, hal. 13-14)

Sabar dan Kemenangan

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Allah ta’ala berfirman kepada Nabi-Nya, “Dan sungguh telah didustakan para Rasul sebelummu, maka mereka pun bersabar menghadapi pendustaan terhadap mereka dan mereka juga disakiti sampai tibalah pertolongan Kami.” (QS. Al An’aam [6]: 34).

Semakin besar gangguan yang diterima niscaya semakin dekat pula datangnya kemenangan. Dan bukanlah pertolongan/kemenangan itu terbatas hanya pada saat seseorang (da’i) masih hidup saja sehingga dia bisa menyaksikan buah dakwahnya terwujud. Akan tetapi yang dimaksud pertolongan itu terkadang muncul di saat sesudah kematiannya. Yaitu ketika Allah menundukkan hati-hati umat manusia sehingga menerima dakwahnya serta berpegang teguh dengannya. Sesungguhnya hal itu termasuk pertolongan yang didapatkan oleh da’i ini meskipun dia sudah mati.

Maka wajib bagi para da’i untuk bersabar dalam melancarkan dakwahnya dan tetap konsisten dalam menjalankannya. Hendaknya dia bersabar dalam menjalani agama Allah yang sedang didakwahkannya dan juga hendaknya dia bersabar dalam menghadapi rintangan dan gangguan yang menghalangi dakwahnya. Lihatlah para Rasul shalawatullaahi wa salaamuhu ‘alaihim. Mereka juga disakiti dengan ucapan dan perbuatan sekaligus.

Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Demikianlah, tidaklah ada seorang Rasul pun yang datang sebelum mereka melainkan mereka (kaumnya) mengatakan, ‘Dia adalah tukang sihir atau orang gila’.” (QS. Adz Dzariyaat [51]: 52). Begitu juga Allah ‘azza wa jalla berfirman, “Dan demikianlah Kami menjadikan bagi setiap Nabi ada musuh yang berasal dari kalangan orang-orang pendosa.” (QS. Al Furqaan [25]: 31). Namun, hendaknya para da’i tabah dan bersabar dalam menghadapi itu semua…” (Syarh Tsalatsatul Ushul, hal. 24)

Sabar di atas Islam

Ingatlah bagaimana kisah Bilal bin Rabah radhiyallahu ‘anhu yang tetap berpegang teguh dengan Islam meskipun harus merasakan siksaan ditindih batu besar oleh majikannya di atas padang pasir yang panas (Lihat Tegar di Jalan Kebenaran, hal. 122). Ingatlah bagaimana siksaan tidak berperikemanusiaan yang dialami oleh Ammar bin Yasir dan keluarganya. Ibunya Sumayyah disiksa dengan cara yang sangat keji sehingga mati sebagai muslimah pertama yang syahid di jalan Allah. (Lihat Tegar di Jalan Kebenaran, hal. 122-123)

Lihatlah keteguhan Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu yang dipaksa oleh ibunya untuk meninggalkan Islam sampai-sampai ibunya bersumpah mogok makan dan minum bahkan tidak mau mengajaknya bicara sampai mati. Namun dengan tegas Sa’ad bin Abi Waqqash mengatakan, “Wahai Ibu, demi Allah, andaikata ibu memiliki seratus nyawa kemudian satu persatu keluar, sedetikpun ananda tidak akan meninggalkan agama ini…” (Lihat Tegar di Jalan Kebenaran, hal. 133) Inilah akidah, inilah kekuatan iman, yang sanggup bertahan dan kokoh menjulang walaupun diterpa oleh berbagai badai dan topan kehidupan.

Saudaraku, ketahuilah sesungguhnya cobaan yang menimpa kita pada hari ini, baik yang berupa kehilangan harta, kehilangan jiwa dari saudara yang tercinta, kehilangan tempat tinggal atau kekurangan bahan makanan, itu semua jauh lebih ringan daripada cobaan yang dialami oleh salafush shalih dan para ulama pembela dakwah tauhid di masa silam.

Mereka disakiti, diperangi, didustakan, dituduh yang bukan-bukan, bahkan ada juga yang dikucilkan. Ada yang tertimpa kemiskinan harta, bahkan ada juga yang sampai meninggal di dalam penjara, namun sama sekali itu semua tidaklah menggoyahkan pilar keimanan mereka.

Ingatlah firman Allah ta’ala yang artinya, “Dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan sebagai seorang muslim.” (QS. Ali ‘Imran [3] : 102).

Ingatlah juga janji Allah yang artinya, “Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya akan Allah berikan jalan keluar dan Allah akan berikan rezeki kepadanya dari jalan yang tidak disangka-sangka.” (QS. Ath Thalaq [65] : 2-3).

Disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya datangnya kemenangan itu bersama dengan kesabaran. Bersama kesempitan pasti akan ada jalan keluar. Bersama kesusahan pasti akan ada kemudahan.” (HR. Abdu bin Humaid di dalam Musnadnya [636] (Lihat Durrah Salafiyah, hal. 148) dan Al Haakim dalam Mustadrak ‘ala Shahihain, III/624). (Syarh Arba’in Ibnu ‘Utsaimin, hal. 200)

Sabar Menjauhi Maksiat

Syaikh Zaid bin Muhammad bin Hadi Al Madkhali mengatakan, “Bersabar menahan diri dari kemaksiatan kepada Allah, sehingga dia berusaha menjauhi kemaksiatan, karena bahaya dunia, alam kubur dan akhirat siap menimpanya apabila dia melakukannya. Dan tidaklah umat-umat terdahulu binasa kecuali karena disebabkan kemaksiatan mereka, sebagaimana hal itu dikabarkan oleh Allah ‘azza wa jalla di dalam muhkam al-Qur’an.

Di antara mereka ada yang ditenggelamkan oleh Allah ke dalam lautan, ada pula yang binasa karena disambar petir, ada pula yang dimusnahkan dengan suara yang mengguntur, dan ada juga di antara mereka yang dibenamkan oleh Allah ke dalam perut bumi, dan ada juga di antara mereka yang di rubah bentuk fisiknya (dikutuk).”

Pentahqiq kitab tersebut memberikan catatan, “Syaikh memberikan isyarat terhadap sebuah ayat, “Maka masing-masing (mereka itu) kami siksa disebabkan dosanya, Maka di antara mereka ada yang kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (QS. Al ‘Ankabuut [29] : 40).

“Bukankah itu semua terjadi hanya karena satu sebab saja yaitu maksiat kepada Allah tabaaraka wa ta’ala. Karena hak Allah adalah untuk ditaati tidak boleh didurhakai, maka kemaksiatan kepada Allah merupakan kejahatan yang sangat mungkar yang akan menimbulkan kemurkaan, kemarahan serta mengakibatkan turunnya siksa-Nya yang sangat pedih. Jadi, salah satu macam kesabaran adalah bersabar untuk menahan diri dari perbuatan maksiat kepada Allah. Janganlah mendekatinya.

Dan apabila seseorang sudah terlanjur terjatuh di dalamnya hendaklah dia segera bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya, meminta ampunan dan menyesalinya di hadapan Allah. Dan hendaknya dia mengikuti kejelekan-kejelekannya dengan berbuat kebaikan-kebaikan. Sebagaimana difirmankan Allah ‘azza wa jalla, “Sesungguhnya kebaikan-kebaikan akan menghapuskan kejelekan-kejelekan.” (QS. Huud [11] : 114). Dan juga sebagaimana disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Dan ikutilah kejelekan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapuskannya.” (HR. Ahmad, dll, dihasankan Al Albani dalam Misykatul Mashaabih 5043)…” (Thariqul wushul, hal. 15-17)

Sabar Menerima Takdir

Syaikh Zaid bin Muhammad bin Hadi Al Madkhali mengatakan, “Macam ketiga dari macam-macam kesabaran adalah Bersabar dalam menghadapi takdir dan keputusan Allah serta hukum-Nya yang terjadi pada hamba-hamba-Nya. Karena tidak ada satu gerakan pun di alam raya ini, begitu pula tidak ada suatu kejadian atau urusan melainkan Allah lah yang mentakdirkannya. Maka bersabar itu harus. Bersabar menghadapi berbagai musibah yang menimpa diri, baik yang terkait dengan nyawa, anak, harta dan lain sebagainya yang merupakan takdir yang berjalan menurut ketentuan Allah di alam semesta…” (Thariqul wushul, hal. 15-17)

Sabar dan Tauhid

Syaikh Al Imam Al Mujaddid Al Mushlih Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullahu ta’ala membuat sebuah bab di dalam Kitab Tauhid beliau yang berjudul, “Bab Minal iman billah, ash-shabru ‘ala aqdarillah” (Bab Bersabar dalam menghadapi takdir Allah termasuk cabang keimanan kepada Allah)

Syaikh Shalih bin Abdul ‘Aziz Alusy Syaikh hafizhahullahu ta’ala mengatakan dalam penjelasannya tentang bab yang sangat berfaedah ini, “Sabar tergolong perkara yang menempati kedudukan agung (di dalam agama). Ia termasuk salah satu bagian ibadah yang sangat mulia. Ia menempati relung-relung hati, gerak-gerik lisan dan tindakan anggota badan. Sedangkan hakikat penghambaan yang sejati tidak akan terealisasi tanpa kesabaran.

Hal ini dikarenakan ibadah merupakan perintah syari’at (untuk mengerjakan sesuatu), atau berupa larangan syari’at (untuk tidak mengerjakan sesuatu), atau bisa juga berupa ujian dalam bentuk musibah yang ditimpakan Allah kepada seorang hamba supaya dia mau bersabar ketika menghadapinya.

Hakikat penghambaan adalah tunduk melaksanakan perintah syari’at serta menjauhi larangan syari’at dan bersabar menghadapi musibah-musibah. Musibah yang dijadikan sebagai batu ujian oleh Allah jalla wa ‘ala untuk menempa hamba-hamba-Nya. Dengan demikian ujian itu bisa melalui sarana ajaran agama dan melalui sarana keputusan takdir.

Adapun ujian dengan dibebani ajaran-ajaran agama adalah sebagaimana tercermin dalam firman Allah jalla wa ‘ala kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam sebuah hadits qudsi riwayat Muslim dari ‘Iyaadh bin Hamaar. Dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda “Allah ta’ala berfirman: ‘Sesungguhnya Aku mengutusmu dalam rangka menguji dirimu. Dan Aku menguji (manusia) dengan dirimu’.”

Maka hakikat pengutusan Nabi ‘alaihish shalaatu was salaam adalah menjadi ujian. Sedangkan adanya ujian jelas membutuhkan sikap sabar dalam menghadapinya. Ujian yang ada dengan diutusnya beliau sebagai rasul ialah dengan bentuk perintah dan larangan.

Untuk melaksanakan berbagai kewajiban tentu saja dibutuhkan bekal kesabaran. Untuk meninggalkan berbagai larangan dibutuhkan bekal kesabaran. Begitu pula saat menghadapi keputusan takdir kauni (yang menyakitkan) tentu juga diperlukan bekal kesabaran. Oleh sebab itulah sebagian ulama mengatakan, “Sesungguhnya sabar terbagi tiga; sabar dalam berbuat taat, sabar dalam menahan diri dari maksiat dan sabar tatkala menerima takdir Allah yang terasa menyakitkan.”

Karena amat sedikitnya dijumpai orang yang sanggup bersabar tatkala tertimpa musibah maka Syaikh pun membuat sebuah bab tersendiri, semoga Allah merahmati beliau. Hal itu beliau lakukan dalam rangka menjelaskan bahwasanya sabar termasuk bagian dari kesempurnaan tauhid. Sabar termasuk kewajiban yang harus ditunaikan oleh hamba, sehingga ia pun bersabar menanggung ketentuan takdir Allah.

Ungkapan rasa marah dan tak mau sabar itulah yang banyak muncul dalam diri orang-orang tatkala mereka mendapatkan ujian berupa ditimpakannya musibah. Dengan alasan itulah beliau membuat bab ini, untuk menerangkan bahwa sabar adalah hal yang wajib dilakukan tatkala tertimpa takdir yang terasa menyakitkan. Dengan hal itu beliau juga ingin memberikan penegasan bahwa bersabar dalam rangka menjalankan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan hukumnya juga wajib.

Secara bahasa sabar artinya tertahan. Orang Arab mengatakan, “Qutila fulan shabran” (artinya si polan dibunuh dalam keadaan “shabr”) yaitu tatkala dia berada dalam tahanan atau sedang diikat lalu dibunuh, tanpa ada perlawanan atau peperangan. Dan demikianlah inti makna kesabaran yang dipakai dalam pengertian syar’i.

Ia disebut sebagai sabar karena di dalamnya terkandung penahanan lisan untuk tidak berkeluh kesah, menahan hati untuk tidak merasa marah dan menahan anggota badan untuk tidak mengekspresikan kemarahan dalam bentuk menampar-nampar pipi, merobek-robek kain dan semacamnya. Maka menurut istilah syari’at sabar artinya: Menahan lisan dari mengeluh, menahan hati dari marah dan menahan anggota badan dari menampakkan kemarahan dengan cara merobek-robek sesuatu dan tindakan lain semacamnya.

Imam Ahmad rahimahullah berkata, “Di dalam al-Qur’an kata sabar disebutkan dalam 90 tempat lebih. Sabar adalah bagian iman, sebagaimana kedudukan kepala bagi jasad. Sebab orang yang tidak punya kesabaran dalam menjalankan ketaatan, tidak punya kesabaran untuk menjauhi maksiat serta tidak sabar tatkala tertimpa takdir yang menyakitkan maka dia kehilangan banyak sekali bagian keimanan”

Perkataan beliau “Bab Minal imaan, ash shabru ‘ala aqdaarillah” artinya: salah satu ciri karakteristik iman kepada Allah adalah bersabar tatkala menghadapi takdir-takdir Allah. Keimanan itu mempunyai cabang-cabang. Sebagaimana kekufuran juga bercabang-cabang.

Maka dengan perkataan “Minal imaan ash shabru” beliau ingin memberikan penegasan bahwa sabar termasuk salah satu cabang keimanan. Beliau juga memberikan penegasan melalui sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim yang menunjukkan bahwa niyaahah (meratapi mayit) itu juga termasuk salah satu cabang kekufuran. Sehingga setiap cabang kekafiran itu harus dihadapi dengan cabang keimanan. Meratapi mayit adalah sebuah cabang kekafiran maka dia harus dihadapi dengan sebuah cabang keimanan yaitu bersabar terhadap takdir Allah yang terasa menyakitkan” (At Tamhiid, hal.389-391)

-bersambung insya Allah-

***

Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi
Artikel www.muslim.or.id

  • Lukman singaraja Bali

    Alhmdulillah bertambah ilmu

  • http://adiisa.blogspot.com adi isa

    betul sekali……..
    sabar untuk menjalankan segala perintahnya dan menjauhi larangannya…
    dan jangan lupa baik terhadap sesama.

  • yamtie klaten/ Giant jgj

    Mahasuci Engkau Ya Allah,
    yg telah merahmatiku dengan Taufik dan Hidayah-MU
    aku bersyukur pada-Mu karna aq bisa mengenal-MU
    jadikan aq orang yg sabar di jalan-MU
    amin3x

  • http://@yahoo.com hina kelana

    Subhanallah…sungguh indah sabar itu, semoga Allah SWT menganugerahkan sabar kepada hamba-Mu yang hina ini
    Aminn…

  • http://salafiyunpad.wordpress.com amir

    assalamu’alaikum…
    silakan download ebook artikel ini di sini ..

    ebook baru: HAKIKAT KESABARAN http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/12/15/ebook-gratis-hakikat-kesabaran/

  • abah dodi akbar

    ya Allaah, jadikan kami orang yang shabar….

  • novi

    sabar itu kelihatanya gampang tp pas di jalankan sangat berat.ya alllah berikan aq kekuatan u/ jd orang yang sabar dlm menjalni hidup yg sementara.

  • Ningrum

    Untuk bìsa jadi seorang yang sabar perlu keiklasan dalam menerima apapun dari Allah, dan menyakini bahwa semua datang dari Allah dan akan kembali pada Allah.

  • http://rucira.blogspot.com Sri Atmaja P. Rosyidi

    Jazakallah, terima kasih atas pencerahannya.
    Mohon ijin untuk di share dalam blog saya.

  • Rika Rahim

    sabar adalah mencoba menjadi orang yang tetap tegar dalam menjalani hidup meski sabar tak semudah yang di katakan. menco untuk sabar akan menambah keimanan kita dan menjadikan kita menjadi makhluk tuhan yang istiqomah. amiin (Rika YB)

  • Rini

    Ya Allah jangan Kau biarkan hati ini condong kepada kesesatan setelah Engkau beri petunjuk…… dan jadikanlah Aku orang yang selalu Sabar di Jalanmu…. Amin…

    Orang yang Bertauhid bisa kah disebut orang yang sabar…?

  • alvy

    aslmualaikum wr wb..

    syukron akhy atas tausiahnya,

    sangat menyejukan hati sekali, dan semoga kita trmazuk dlm glongan orang2 yg sabar dn trhindar dari segala bentuk kemunafikan….amin, oia akhy….apakah kita berdosa apbila mngeluh dgn orng lain ktika kita mendapat cobaan atau musibh? dan syarat trkabulx sebuah doa it ap akhy?

  • Baehaki

    Alhamdulillah dan terima kasih atas informasinya sebagai referensi dan penambahan ilmu bagi saya. Semoga saya dan keluarga menjadi orang yang sabar dan tentunya sekaligus bersyukur. Sabar sekaligus menjadi syarat bagi mekanisme tercapainya keberuntngan dan terhindar dari kerugian. Tidak cukup iman dan amal soleh tapi ada mekanisme tausiah dalam kebenaran dan sabar. Syukron.

  • http://www.rocketmail.com ritno

    KesabaraN Adalah Cita2 Ku,Tp Kapan Bs MeraiHnya Cita2 Itu….?
    YA ALLAH BerikaN HAmBamu Ini Jalan MenuJu RidhO Mu’Amien……!

  • mujilah

    Alhamdulillah sekali buat orang yang bisa sabar. karena sabar adalah kewajiban bagi setiap Muslim.Tapi kesabaran itu sungguh sulit bagiku

  • Abdul Halim

    Sabar itu benar adanya.
    Dan wjib dimiliki oleh manusia & org2 yg mgerti arti khdupan.
    Kita bersbar sbnarnya bkn lah utk org lain melainkan utk dri kita pribadi, untk kbhgian dunia maupun di akhirat.
    So, orang muslim kudu lbih sbr ya mnghadapi khdupan yg fana ini.
    Cma sbntar kok!!

  • kardin gumay

    Semoga Allah SWT selalu memberikan bimbingan kepada setiap hamba-Nya yang berusaha sabar dalam menghadapi persoalan hidup yang kadang cenderung membuat orang jadi sebaliknya.

  • hamba Allah

    “tiada daya upayaku melainkan dengan kuasa Allah”

    Sabar adalah cabang kepada bahasa akal.
    Dari mana datangnya sabar?!
    Dengan menjinakan nafsu… nafsu amarah…

    Adakah pernah difikirkan dari mana datang kesemuanya?
    “tiada daya upayaku melainkan dengan kuasa Allah”

    Mampukah angkat tangan sendiri?! Mampukah bernafas sendiri?
    Mampukah jantung berdegup sendiri? Mampukah akal fikiran (idea) timbul sendiri?

    Dan yang terakhir…. kenalkah kita dengan pencipta?!
    Allah ada di mana?! Di mana-mana… Di mana-mana itu di mana?!

    “dirikanlah sembahyang untuk mengingatiKu”

    Mampukah mengingati sebelum mengenali?!

    Kenapa sembahyang menghadap ke kiblat?! Adakah menyembah kiblat?!

  • difa put anisty

    ya memeng bnar sbar dpat menghindrkan kta dri perbuan bruk
    tpi bwat sya sbar tu msih susah bwat sya jlanin

  • shazni

    assalamualaikum

  • shazni

    Alhamdulilah.Akhirnya saya dapat petunjuk dengan adanya website ini.Saya mendapat petunjuk dalam menjalani kehidupan dengan melayari website ini.Adalah benar Allah berfirman,”aku menyertai orang-orang yang sabar”.Syukurnya dan diri berasa sungguh tenang apabila dapat tahu bahawa sifat sabar ini sebenarnya banyak manfaatnya.

  • shazni

    Sabar Menjauhi Maksiat

  • Nur choliz

    Ya Alloh sungguh mulia orang yang bisa menempatkan kesabaran dalam jalan-Mu,berikanlah jalan bagi kami yang belum sempurna untuk menjalankan keridoan-Mu,,dan berikanlah kesabaran dan ketabahan agar kami kuat serta mampu untuk melaksanakan keridoan-Mu..ampunilah segala dosa dan kesalahan kami dan berikanlah jalan untuk kami lebih baik…Amin

  • ima

    Alhamdulillah setelah baca artikel ini semoga saya bisa menjadi sabar, utamanya saya sering tidak bisa menahan amarah. Smg saya bisa benar-benar belajar untuyk bisa sabar………. Amin 3x Ya Rabbal”alamiin.

  • vitauli tamba

    asslamualaikum,,,
    subhanallah…
    memang sabr bisa merubah segalanya…
    ya allah jadikanlah hambamu ini termasuk golongan hamba2mu yang sabar,,dan janganlah kemarahan dan kekufuran manyelimuti hati ku.ami…………..n.
    wassalamualaikum wr.wb

  • tingkir

    ya,allah tolonglah hambamu untuk bisa menjadi orang sabar,dan kami apabila kami serig mudah marah ataupun berbuat salah,,,amin

  • ummu dzakwan

    ass..jzkllh buat pengisi website ini dakwah trus ya,memang kesabaran itu tdk ada btsanx,unt suamiku yg dh 7bln lbh melawan sktx,sbr ya insyaALLAH pertolongan Allh akn dtg.amien.

  • Deby

    Subhanallah sungguh indah kesabaran itu.

  • risyad

    makasih buat artikelnya..
    minta do’any spya sya lancar mendakwahkan materi tentang sabar ini.
    amin.

  • Susanti

    Alhamdullillah…
    Smg kesabaran kita akan menolong d setiap pekerjaan…
    N sesungguhx Allah akan sll bersama dengan orang2 yg sabar… Amien.

  • Daryono Kd

    Alhamdulillah tambah ilmu. Ya Allah, berilah selalu kesabaran pada diri hambamu yang lemah ini. Amiiin.

  • andjani trimawarni

    banyak orang mengatakan sabar itu ada batasnya… tapi saya pernah dengar sabar itu tidak ada batasnya… saya ingin tanya apa alasan atau bukti sabar itu tidak ada batasnya…?

  • Waliush Sholihin…

    Sabar…
    Sabar itu pada pukulan prtma, tdk ada kesabaran stelah keluh kesah, jk ingin melihat bgmna keadaan iman qt, bgmna kadar iman qt kpd takdir Allah, lihatlah pa yg qt lakukan ktka musibah itu menghampiri qt!
    Untk melatih kesabaran qt harus tau bgmna bersabar itu, qt hrz tau ciri2 0rg yg sabar, qt jg hrz tau untuk pa qt brsabar, qt hrz pnya panutan/c0nt0h dlm hal kesabaran, jgn prnh merasa bhwa qt adalah 0rg yg paling besar c0baannya shgga qt merasa boleh untuk tdk sabar, kalo ja qt tau apa yg dirasakan Rasulullah SAW dlm dakwahnya, bgmna c0baan yg menimpa beliau, apa ja yg prnah dilakukan 0rg2 kafir terhadap beliau pasti qt akan mgatakan bhwa qt lbh pantas bersabar, Krna apa yg menimpa qt msh jauh dr kesusahan, kesedihan, dll..
    bacalah kisah2 tentang para ulama2 dlm kesabarannya menentang 0rg2 yg nendukung bid’ah insya Allah qt bs blajar dr mereka mkna kesabaran!
    Wa Allah A’lam…

  • arivynt

    insyaAlloh sabar

  • Mitzi ozi

    Assalamualaikum ustad,saya ingin tanyakan,sejauh manakah tingkat kesabaran yg wajib kita sabar?ats jwbn ustad saya ucapkan trimakasih.

    • http://rumaysho.com Muslim.Or.Id

      @ Mitzi . Tingkatan sabar yang wajib adalah tidak mengeluh dalam hati, tidak menggerutu dengan lisan dan tidak mencaci maki dengan anggota badan. Semoga Allah beri taufik.

  • http://pingsite.uni.cc ping

    seperti saya ni ya lg pake smart…wah koneksinya bisa buat belajar bersabar

  • aman

    timo kasey. Ilmu akan saya kembangkan kepada anak didik kat sekolah.

    Teruskan.

  • zulkarnaen

    sudah 4 bln lebih saya sakit dan saya tetap bersabar karena saya yakin bahwa dibalik cobaan saya ini pasti ad kmudahan.

  • mbahget

    mantap.
    trusanx cepet yow

  • Restu Eko Purwanto

    Terima kasih,tulisannya bagus dan telah membantu aku yang sedang belajar untuk menjadi orang Sabar.

  • Rikrik Himawan

    Subhanallah…

    Sungguh besar dan mulia ajaran Allah ttg kesabaran ini, berbahagialah orang yang hidupnya dipenuhi rasa sabar untuk istiqomah dalam menjalankan kebaikan, Mudah-mudahan kita semua termasuk didalamnya amin ya Rab. Wassalam

  • http://jetsed@drjettysedyawan.com Jetty Rajati Hasan sedyawan

    Aslm Wr Wb.,

    Betapa indahnya tulisan ini, begitu banyak referensi yg dapat saya telusuri , insha Alloh dapat menguatkan hati dan meningfkatkan keimanan yg membacanya karena Alloh SWT.
    Mohon ijin utk mengutip dan menyampaikan kepada pasien2 saya, murid2 saya dan teman2 saya

    Waslm Wr Wb,

  • Mohamad B. Tamim

    alhamdulillah
    hari ini kita selalu bersabar >>>

    mksh mudah 2an kita menjadi orang yang penyabar dan dapat di katagorikan org yang mencotoh kepada Nabi Muhammad SAW. sebagai Nabi yang Ulul azmi yg terkenal dengan kesabarannya<<<

  • andini

    Sabar itu sangat penting,tapi mengendalikan diri dari emosi sedih,dan amarah itu sangatlah sulit,perlu latihan yang keras.

  • anggit

    ya alloh sabar itu sangat berat tapi mudah mudahan aku kuat menghadapinya

  • masriy

    sabar itu menrut saya adalah orang yang selalu berbuat baik walau apapun yang terjadi pada dirinya dan menerima dengan tulus…!

  • andry

    Assalam….akhi ana ijin copy naskah diatas ya..insya ALLAH mau ana jadikan bahan mentoringe ….

  • rinal

    subhanallah walhamdulillah sy masih di beri kesempatan hidup & sabar dalam menjalani hidup ini..orang yang sabar adalah kekasih allah amin…

  • Dimas

    terima kasih atas tulisannya, membangkitkan semangat untuk bersabar untuk kita semua khususnya untuk para pembaca

  • siska

    setelah baca artikel ini,hamba bisa menjadi tambah yakin atas nikmat yang akan dtg nanti jika kita selalu bersabar..

  • wahuri

    Semoga jadi tambahan ilmu yang mencerahkan buat kita semua,menjadi lebih sabar, lebih teguh dalam iman, selamat menapaki jalan jalan kemulian. syukron utk ilmunya membuat ana lebih bersemangat….

  • http://elqolam.myblogrepublika.com/ El-Qolam

    Terima kasih atas tausiahnya, semoga Allah membalas kebaikan anda. Jadikanlah kami sebagai hamba yang bersabar.

  • http://um.ac.id sogol

    assalaamu’alaikum,memang SABAR adalah suatu amalan yang paling berat dilaksanakan apalagi hidup di zaman sekarang dan semoga kita bisa mengusahakan semaksimal mungkin.Kalau kata orang sabar itu ada batasnya tapi kata Alloh sabar itu tak ada batasnya(QS.Ali imron:200)

  • Pingback: Sejarah Singkat Imam An-Nawawi « Rafifsalafi's Blog

  • azy

    Allah sentiasa bersama2 orang yang bersabar.. aku harap aku mampu bersabar,…

  • Ishaq

    Trimakasi ya Allah, Engkau telah memberikan hamba mu ini sifat sabar.
    Trima lah kesabaran-kesabaran dari setiap hamba-hamba mu dan janganlah Engkau menghentikan berkah sifat sabar ini di saat Engkau memberikan cobaan yang berat kepada hanba-hamba mu yang lemah ini.

  • Ishaq

    Treimaksih ya Allah Engkau telah memberikan kesabaran kepada hamba.
    Terimalah kesabaran-kesabaran dari setiap hamba-hamba Mu dan hamba mohon jangan lah Engkau menghentikan/mengurangi berkah sifat sabar ini di saat Engkau memberikan cobaan yang berat kepada hamba-hamba Mu yang lemah ini.
    Amin..

  • thanthowy

    Ya Allah jadikan hambaMu ini sabar dalam menghadapi cobaan2 ini.Ya Allah hambaMu ampunilah segala dosa2ku ,dosa kedua orangtuaku dan dosa saudara2ku sesama muslim.

  • Sandi Fajar Sidiq

    Semoga Saya Termasuk Orang Orang Yang Sabar Dalam Menjalani Hidup Ini

  • Pingback: Sejarah Singkat Imam An-Nawawi « Pustaka Eidariesky

  • http://akhmad06.student.ipb.ac.id putri

    Subhanallah, makasie ya tulisannya.. membuatku bersemangat untuk terus bersabar jalani hidup ini.
    Visit akhmad06.student.ipb.ac.id

  • ahmad baehaqi

    Subhanallah cobaan ini berat bgt tpi dengan adanya tulisan ini membuatku tmbah sabar,.krna dibalik kesabaran seseorang pasti kan menimbulkan kebaikan dan kemaslahatan,.amin!!!!!!

  • Pingback: Sejarah Singkat Imam An-Nawawi « Aneka Resep Kehidupan

  • sarwestu

    saya masih ingin terus belajar untuk sabar,matur suwun informasinya. jika ada artikel yang menarik semacam ini , mohon saya di beri, matur suwun sekali lagi

  • anas al hasan

    masyaAllah ya kher,,,
    semoga setelah membaca keterangan di atas, saya lebih bisa bersabar,, menghadapi warnw warni kehidupan ini. Amin
    LANJUTKAN……………………………….!

  • nisrina

    sabar

  • maya

    artikelnya bagus mohon ijin copy ya..trims

  • maya

    artikelnya bagus…mohon ijin copy ya ..trims

  • http://pengusahacintapati.blogspot.com ruhan

    makasih ya atas artikelnya………

  • http://goldfingernet.blogspotcom ………….
  • david

    subhanallah,.,
    hakikat sabar memang luar biasa,.,

  • http://www.fmipa.unand.ac.id myun

    subhanallah…
    blog myun

  • Gusti

    ya emang sabar harus kita pendami, aku selalu bersabar dalam menghadapi masalah, tapi masalah terus datang. aku hanya bisa berdoa. semogs masalah ku cepat selesai. amin

  • peni

    Subhanalloh.berarti kesabaran sy bέlu♏ ada apa2nya…

  • superman

    teman sabar adalah air mata

  • andirasmuhayat

    subhanallah sungguh indah tulisan ini agar kita lebih mendekatkan diri kepada allah untuk menjadi lebih sabar..

  • http://Www.yahoo.co.id Wirahtama

    Aku baca tulisan ini saat aku dalam keadaan sock. Artikel ini sgt membantu aku unt menerima takdir allah atas diri ku. Trims ya

  • abuazizah

    afwan ana numpang share buat blog ana boleh

  • fuadiah

    syukran,,,

  • Lilis wulansari

    Smga qt termsk org2 yg brsbr…ämìn…

  • melFa

    Subhanalloh.. Artikel yg bagus, ternyata ‘sabar’nya saya blm ada apa2nya..

  • RAHMAN HAKIM

    alhamdulilah….dgn adanya tulisan ini hati sy merasa nyaman dan semakin tawadhu dlm menjlni ketaatan peribadatan mudahmudahan alloh aja wa jalaa melimpahkan curahan rahmatnya kepada,,nabi muhammad swa,para keluarga,sahabat,dan para pengikutnya ila yaumil kiyamah,,,amin.
    ASSALAMUALAIKUM WR,WB

  • noer

    Alhamdulillah Alloh masih mamberi petunjuk dan kekuatan kepadaku untuk menjadi orang yang sabar dalam menghadapi takdir Alloh yang menurutku amat menyakitkan

  • yangyang

    trimksih aartikel ini sangt bermanfaat…..mari kita perbayak artikel yang lain tentang ajaran islam

  • Pingback: Sejarah Singkat Imam Nawawi R.A » GALAXY ILMU 13

  • zahra

    subhanallah… syukran atas artikel2nya Pak…
    Bolehkah izin share ke teman2 saya or copas menambah dokumen bacaan dan tsaqofah saya…?? afwan., jazakallahu khairan..

  • ratna

    alhmd. lagi btuh ilmu ttg sabar, ada lengkap smuany d sni, trmksih ats artikel yg insylh manfaat

  • andi subandi

    alhmdllah,,hri ini q msih dbri ptnjuk oleh Allah SWT lwat artikel ini,,,trmksih,,smga kt smua dlmpahkn knikmtan kmenangan dblan suci ini,,

  • sri

    Syukron

  • http://muslim.or.id abdul muid

    alhamdulillah banyak tau tentang apa itu sabar yang sesungguhnya.semoga apa yang kita dapatkan bermanfaat dunia akhirat.amiin….

  • ady

    جزاكالله خيراكثيرا

  • Adhi hugo

    Alhamdulillah.. Smoga bacaan in bermanfaat bg kt smua.dan Allah .. Memberikan ridho utk yg membuat artikel in.dan utk yg membaca serta melaksanakan utk kehidupan sejari2.amin..

  • endah

    sungguh harus bersabar menghadapi suaniku yg rewel
    berikan sabar itu gusti….
    astaqfirullahaladzim…

  • http://rumahbukuislami.com/ suroto

    sabar itu pahit tapi buahnya benar benar manis…………
    buku islami

  • Pingback: Imam An-Nawawi « shafakaltim

  • AZIZAH

    subhanallah,,,,,,,,,allah selalu memberi cobaan kepada hambanya yang sholih, dan bagi orang yang solih.. cobaan itu adalah nikmat dari allah

  • Pingback: yuk sabar (^_^) « dhea aazhara

  • maman

    assalamualaikum wr.wb,,,aku merasa sangat bangga dan bahagia stlh mmbca tausiah diatas,,,smoga islam dan sabar slamanya ttp abadi…tx

  • Bang Uddin

    Astaghfirullah
    La Haula Wala Quwwata Illa Billah

  • Pingback: Hakikat Sabar

  • Lidya

    Suabar suabar… Menghadapi pengucilan jamiyah jamiyah yang tidak jelas, jamiyah jamiyah yang enteng menyatakan selain golonganya adalah kafir

  • lukman hakim

    sabar yang tak ada batasnya itu lah yg terpenting

  • Pingback: aditcahyo » Blog Archive » Hakikat Sabar (1)

  • Pingback: HAKIKAT SABAR |

  • Pingback: Saya Sedang Tertimpa Musibah, Alhamdulillah… (3) |

  • http://Hidayatullah.com Yusro

    Sabar adalah pertolongan Allah. (QS.An Nahl:127)

  • cha’ pasmada

    insya ALLAH Q khan sLLu brsbar dLam mnghdpi cbaan dri engaku Ya rabb…

  • http://www.butikmojo.com butik baju muslim

    subhanaloohh.. artikelnya bagus.. setelah baca ini jadi sadar akan semua nikmat

  • http://www.deety,co.id ty

    ya allah lapangkanlah jln tuk ku,dan sabarkan ku dlm masalah ini.

  • http://www.deety,co.id ty

    bisakah ku tuk bersabar???

  • Gunawan

    Subhanalloh,, nice article ijin share

  • andi sukri

    Alhamdulillah setelah membacanya..jadi tenang

  • http://goo.gl/YvzWDa Yusuf Mansur

    Semoga kita bisa masuk ke dalam golongan orang-orang yang senantiasa bersabar… Amin Ya Rabbal alamin… :)

  • http://goo.gl/3d06Ud InFo Penyakit

    sabar akan indah pada waktunya

  • Pingback: Pelajaran Dasar Agama Islam | Muslim.Or.Id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

  • Muy Nagato

    kata motivasi – surga itu tempatnya orang yang bersabar..
    sabar untuk terus mematuhi aturan tuhan
    sabar untuk terus iklas atas keputusan tuhan…

  • Pingback: Sebar Sabar | Nimitta's_blog

  • Cahya Nurrohman

    Izin Copas Mas Tapi Saya Sertakan Alamat Link Ini :)

@muslimindo

    Message: Rate limit exceeded, Please check your Twitter Authentication Data or internet connection.