<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Bingkisan untuk Ayah dan Ibu</title>
	<atom:link href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/bingkisan-untuk-ayah-dan-ibu.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/bingkisan-untuk-ayah-dan-ibu.html</link>
	<description>Muslim.or.id adalah pesantren online bagi siapa saja yang ingin mempelajari agama Islam berdasarkan pemahaman para salafus shalih</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Mar 2010 09:59:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Faisal anwar</title>
		<link>http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/bingkisan-untuk-ayah-dan-ibu.html/comment-page-1#comment-46669</link>
		<dc:creator>Faisal anwar</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Jan 2010 08:13:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=395#comment-46669</guid>
		<description>Ana minta izin dicopy y..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ana minta izin dicopy y..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: elfi</title>
		<link>http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/bingkisan-untuk-ayah-dan-ibu.html/comment-page-1#comment-36128</link>
		<dc:creator>elfi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 08:57:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=395#comment-36128</guid>
		<description>Subhanallah...tulisan ini cocok sekali dengan kondisi muslim saat ini. Saya mohon izin utk menyebarkan tulisan ini... Jazakallah khair</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Subhanallah&#8230;tulisan ini cocok sekali dengan kondisi muslim saat ini. Saya mohon izin utk menyebarkan tulisan ini&#8230; Jazakallah khair</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abu yusuf</title>
		<link>http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/bingkisan-untuk-ayah-dan-ibu.html/comment-page-1#comment-28681</link>
		<dc:creator>abu yusuf</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 01:46:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=395#comment-28681</guid>
		<description>Bismillah...

@akhi abu faisal

Barakallahu fiikum akhi.
Alhamdulillah...ana sudah pernah mendengar tentang masalah tersebut, hanya saja sebagian orang ada yang menggunakannya sebagai hujjah, ana khawatir apabila masalah tersebut dikemukakan maka yang terjadi adalah ketidakilmiyahan di dalam berdiskusi....
bahkan bisa jadi tuduhan2 lain seperti mengikuti hawa napsu....taqlid kelompok...dan lain2...na&#039;udzubillahi min dzallik

dan memang realita yang terjadi seperti itu akh..

@akhi Aswad

Jazakallahu khair atas penjelasannya.

Afwan akh..gimana cara menulis teks arab di kolom komen.?

@muslim.or.id 

Semoga Allah menjaga kalian</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah&#8230;</p>
<p>@akhi abu faisal</p>
<p>Barakallahu fiikum akhi.<br />
Alhamdulillah&#8230;ana sudah pernah mendengar tentang masalah tersebut, hanya saja sebagian orang ada yang menggunakannya sebagai hujjah, ana khawatir apabila masalah tersebut dikemukakan maka yang terjadi adalah ketidakilmiyahan di dalam berdiskusi&#8230;.<br />
bahkan bisa jadi tuduhan2 lain seperti mengikuti hawa napsu&#8230;.taqlid kelompok&#8230;dan lain2&#8230;na&#8217;udzubillahi min dzallik</p>
<p>dan memang realita yang terjadi seperti itu akh..</p>
<p>@akhi Aswad</p>
<p>Jazakallahu khair atas penjelasannya.</p>
<p>Afwan akh..gimana cara menulis teks arab di kolom komen.?</p>
<p>@muslim.or.id </p>
<p>Semoga Allah menjaga kalian</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abduh</title>
		<link>http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/bingkisan-untuk-ayah-dan-ibu.html/comment-page-1#comment-28680</link>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 01:41:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=395#comment-28680</guid>
		<description>Kepada para pengunjung muslim sekalian,

kami dari muslim.or.id mohon dalam mengajukan pertanyaan dan permasalahan agar bisa sesuai dengan tema pembahasan artikel agar pembahasannya tidak campur baur.

Kalau memang mau menanyakan pertanyaan di luar materi, silakan bisa mengajukan ke email muslim. 

Jazakumullahu khoiron.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada para pengunjung muslim sekalian,</p>
<p>kami dari muslim.or.id mohon dalam mengajukan pertanyaan dan permasalahan agar bisa sesuai dengan tema pembahasan artikel agar pembahasannya tidak campur baur.</p>
<p>Kalau memang mau menanyakan pertanyaan di luar materi, silakan bisa mengajukan ke email muslim. </p>
<p>Jazakumullahu khoiron.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aswad</title>
		<link>http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/bingkisan-untuk-ayah-dan-ibu.html/comment-page-1#comment-28672</link>
		<dc:creator>Aswad</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2009 13:28:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=395#comment-28672</guid>
		<description>Bismillah..

Riwayat yang dibawakan akhi Abu Yusuf adalah benar dari Imam Ahmad bin Hambal, dan beliau memang berpendapat bolehnya membaca Qur&#039;an untuk di kuburan. Riwayat ini dibawakan Ibnu Qudamah Al Maqdisi dalam kitab Al Mughni (2/423), yang merupakan kitab Fiqh Hambali. Berikut ana kutipkan teks arabnya: 
قال : ولا بأس بالقراءة عند القبر وقد روي عن أحمد أنه قال : اذا دخلتم المقابر اقرأوا آية الكرسي وثلاث مرار قل هو الله أحد ثم قل اللهم ان فضله لأهل المقابر وروي عنه أنه قال : القراءة عند القبر بدعة وروي ذلك عن هشيم قال أبو بكر : نقل ذلك عن أحمد جماعة ثم رجع رجوعا أبان به عن نفسه فروى جماعة أن أحمد نهى ضريرا أن يقرأ عند القبر وقال له إن القراءة عند القبر بدعة فقال له محمد بن قدامة الجوهري يا أبا عبد الله ما تقول في مبشر الحلبي ؟ قال ثقة فأخبرني مبشر عن أبيه أنه أوصى اذا دفن يقرأ عنده بفاتحة البقرة وخاتمتها وقال سمعت ابن عمر يوصي بذلك قال أحمد بن حنبل فارجع فقل للرجل يقرأ وقال الخلال : حدثني أبو علي الحسن بن الهيثم البزاز شيخنا الثقة المأمون قال رأيت أحمد بن حنبل يصلي خلف ضرير يقرأ على القبور وقد روي عن النبي صلى الله عليه و سلم أنه قال : [ من دخل المقابر فقرأ سورة يس خفف عنهم يومئذ وكان له بعدد من فيها حسنات ] وروي عنه عليه السلام : [ من زار قبر والديه فقرأ عنده أو عندهما يس غفر له ]

Dalam permasalahan membaca Qur&#039;an untuk mayyit di kuburan memang &lt;b&gt;terdapat beberapa pendapat ulama&lt;/b&gt;. Ibnu Abil &#039;Izz Al Hanafi membahas hal ini dalam Kitab Syarah Aqidah Ath Thahawiyyah dan menyebutkan 3 pendapat ulama: 
&quot;Ulama yang berpendapat tentang haramnya hal tersebut, seperti Abu Hanifah, Malik dan salah satu pendapat Ahmad, mereka beralasan bahwa hal tersebut adalah bid&#039;ah. Dan membaca Qur&#039;an mirip dengan shalat. Shalat menghadap kuburan itu terlarang, maka begitu juga membaca Qur&#039;an di kuburan.
Ulama yang berpendapat bahwa hal ini boleh, seperti Muhammad Bin Hasan dan salah satu pendapat Ahmad berdalil dengan riwayat dari Ibnu Umar Radhiallahu&#039;anhu yang berwasiat untuk dibacakan awal dan akhir surat Al Baqarah saat beliau hendak dimakamkan. Hal ini juga diriwayatkan dari sebagian Muhajirin.
Ulama yang berpendapat hanya boleh pada saat hendak dimakamkan saja beralasan dengan riwayat dari Ibnu Umar dan Muhajirin. 
Amma ba&#039;du, (Adapun menurutku) sebagaimana juga hukum membaca Qur&#039;an secara bergantian di kuburan, hukumnya makruh. Karena tidak terdapat contoh dari Sunnah Nabi Shallallahu&#039;alaihi Wasallam. Dan tidak ada riwayat dari salaf yang dapat dijadikan dasar. Dan pendapat ini (menurutku) lebih kuat dari pendapat yang lain, karena mengkompromikan kedua dalil&quot; [Syarah Aqidah Ath Thahawiyyah, hal 477, Tahqiq Ahmad Syakir, cetakan Darul Aqidah]

Demikianlah tarjih dari Ibnu Abil &#039;Izz Al Hanafi. Namun, Wallahu Ta&#039;ala A&#039;lam, yang benar adalah pendapat yang mengharamkan membaca Qur&#039;an bagi mayyit. Karena:
1. Hukum asal ibadah adalah diharamkan kecuali terdapat dalil, dan tidak terdapat dalil dalam hal ini yang menyatakan bahwa Rasulullah Shallallahu&#039;alaihi Wasallam mencontohkan atau memerintahkannya. Wa Khoirul Hadyi Hadyu Muhammadin Shallallahu&#039;alaihi Wasallam.
2. Tidak ada contoh dari salafush shalih. Sedangkan riwayat dari Ibnu Umar tersebut tidak shahih. Sebagaimana dijelaskan Al Albani dalam Silsilah Ahadits Dho&#039;ifah [Jilid pertama, hal. 126, Terbitan Maktabah Al Ma&#039;arif Riyadh]
3. Hadits yang dijadikan dalil oleh Ibnu Qudamah yaitu 
من دخل المقابر فقرأ سورة يس خفف عنهم يومئذ وكان له بعدد من فيها حسنات 
&quot;&lt;i&gt;Orang yang memasuki kuburan dengan membaca surat Yasin akan diringankan siksa kubur bagi mereka (penghuni kubur) pada hari itu dan ia mendapat banyak kebaikan darinya&lt;/i&gt;&quot;
Hadits ini DHAIF (lemah), sebagaimana dijelaskan Ibnu Jauzi dalam &quot;Al Maudhuat&quot; (2/313) dan Asy Syaukani dalam &quot;Al Fawaaidul Maj&#039;muah&quot; (942). (Keterangan ini saya dapatkan dari Syaikh Shalih Al Munajjid di &lt;a href=&quot;http://www.islamqa.com/ar/ref/75894&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;http://www.islamqa.com/ar/ref/75894&lt;/a&gt;)
Juga hadits:
 من زار قبر والديه فقرأ عنده أو عندهما يس غفر له 
&quot;&lt;i&gt;Orang yang berziarah ke kuburan kedua orang tuanya, lalu membaca surat Yasin bagi salah satu atau keduanya, maka ia diampuni dosanya&lt;/i&gt;&quot;
Hadits ini MAUDHU&#039; (palsu), sebagaimana dijelaskan Al Albani dalam Silsilah Ahadits Dho&#039;ifah [Jilid pertama, hal. 126, Terbitan Maktabah Al Ma&#039;arif Riyadh]

Berikut ini fatwa Syaikh Muhammad Bin Shalih Al Utsaimin, Syaikh Abdul Aziz Bin Baz dan Lajnah Daimah:
&lt;a href=&quot;http://www.binbaz.org.sa/mat/9920&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Fatwa Syaikh Bin Baz&lt;/a&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.ibnothaimeen.com/all/noor/article_4161.shtml&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Fatwa Syaikh Utsaimin&lt;/a&gt;
&lt;a href=&quot;http://alifta.com/Search/ResultDetails.aspx?lang=ar&amp;view=result&amp;fatwaNum=&amp;FatwaNumID=&amp;ID=10922&amp;searchScope=3&amp;SearchScopeLevels1=&amp;SearchScopeLevels2=&amp;highLight=1&amp;SearchType=exact&amp;bookID=&amp;LeftVal=0&amp;RightVal=0&amp;simple=&amp;SearchCriteria=allwords&amp;PagePath=%D9%81%D8%AA%D8%A7%D9%88%D9%89%20%D8%A7%D9%84%D9%84%D8%AC%D9%86%D8%A9%20%D8%A7%D9%84%D8%AF%D8%A7%D8%A6%D9%85%D8%A9%20%D9%84%D9%84%D8%A8%D8%AD%D9%88%D8%AB%20%D8%A7%D9%84%D8%B9%D9%84%D9%85%D9%8A%D8%A9%20%D9%88%D8%A7%D9%84%D8%A5%D9%81%D8%AA%D8%A7%D8%A1%20-%20%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%AC%D9%85%D9%88%D8%B9%D8%A9%20%D8%A7%D9%84%D8%AB%D8%A7%D9%86%D9%8A%D8%A9%20-%20%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%AC%D9%84%D8%AF%20%D8%A7%D9%84%D8%AB%D8%A7%D9%86%D9%8A%20(%D8%A7%D9%84%D8%B9%D9%82%D9%8A%D8%AF%D8%A9)%20-%20%D8%A7%D9%84%D8%A8%D8%AF%D8%B9%20-%20%D8%A5%D9%87%D8%AF%D8%A7%D8%A1%20%D8%AB%D9%88%D8%A7%D8%A8%20%D9%82%D8%B1%D8%A7%D8%A1%D8%A9%20%D8%A7%D9%84%D9%82%D8%B1%D8%A2%D9%86%20%D9%84%D9%84%D9%85%D9%8A%D8%AA&amp;siteSection=1&amp;searchkeyword=%D9%84%D9%84%D9%85%D9%8A%D8%AA#firstKeyWordFound&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Fatwa Lajnah Daimah&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah..</p>
<p>Riwayat yang dibawakan akhi Abu Yusuf adalah benar dari Imam Ahmad bin Hambal, dan beliau memang berpendapat bolehnya membaca Qur&#8217;an untuk di kuburan. Riwayat ini dibawakan Ibnu Qudamah Al Maqdisi dalam kitab Al Mughni (2/423), yang merupakan kitab Fiqh Hambali. Berikut ana kutipkan teks arabnya:<br />
قال : ولا بأس بالقراءة عند القبر وقد روي عن أحمد أنه قال : اذا دخلتم المقابر اقرأوا آية الكرسي وثلاث مرار قل هو الله أحد ثم قل اللهم ان فضله لأهل المقابر وروي عنه أنه قال : القراءة عند القبر بدعة وروي ذلك عن هشيم قال أبو بكر : نقل ذلك عن أحمد جماعة ثم رجع رجوعا أبان به عن نفسه فروى جماعة أن أحمد نهى ضريرا أن يقرأ عند القبر وقال له إن القراءة عند القبر بدعة فقال له محمد بن قدامة الجوهري يا أبا عبد الله ما تقول في مبشر الحلبي ؟ قال ثقة فأخبرني مبشر عن أبيه أنه أوصى اذا دفن يقرأ عنده بفاتحة البقرة وخاتمتها وقال سمعت ابن عمر يوصي بذلك قال أحمد بن حنبل فارجع فقل للرجل يقرأ وقال الخلال : حدثني أبو علي الحسن بن الهيثم البزاز شيخنا الثقة المأمون قال رأيت أحمد بن حنبل يصلي خلف ضرير يقرأ على القبور وقد روي عن النبي صلى الله عليه و سلم أنه قال : [ من دخل المقابر فقرأ سورة يس خفف عنهم يومئذ وكان له بعدد من فيها حسنات ] وروي عنه عليه السلام : [ من زار قبر والديه فقرأ عنده أو عندهما يس غفر له ]</p>
<p>Dalam permasalahan membaca Qur&#8217;an untuk mayyit di kuburan memang <b>terdapat beberapa pendapat ulama</b>. Ibnu Abil &#8216;Izz Al Hanafi membahas hal ini dalam Kitab Syarah Aqidah Ath Thahawiyyah dan menyebutkan 3 pendapat ulama:<br />
&#8220;Ulama yang berpendapat tentang haramnya hal tersebut, seperti Abu Hanifah, Malik dan salah satu pendapat Ahmad, mereka beralasan bahwa hal tersebut adalah bid&#8217;ah. Dan membaca Qur&#8217;an mirip dengan shalat. Shalat menghadap kuburan itu terlarang, maka begitu juga membaca Qur&#8217;an di kuburan.<br />
Ulama yang berpendapat bahwa hal ini boleh, seperti Muhammad Bin Hasan dan salah satu pendapat Ahmad berdalil dengan riwayat dari Ibnu Umar Radhiallahu&#8217;anhu yang berwasiat untuk dibacakan awal dan akhir surat Al Baqarah saat beliau hendak dimakamkan. Hal ini juga diriwayatkan dari sebagian Muhajirin.<br />
Ulama yang berpendapat hanya boleh pada saat hendak dimakamkan saja beralasan dengan riwayat dari Ibnu Umar dan Muhajirin.<br />
Amma ba&#8217;du, (Adapun menurutku) sebagaimana juga hukum membaca Qur&#8217;an secara bergantian di kuburan, hukumnya makruh. Karena tidak terdapat contoh dari Sunnah Nabi Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam. Dan tidak ada riwayat dari salaf yang dapat dijadikan dasar. Dan pendapat ini (menurutku) lebih kuat dari pendapat yang lain, karena mengkompromikan kedua dalil&#8221; [Syarah Aqidah Ath Thahawiyyah, hal 477, Tahqiq Ahmad Syakir, cetakan Darul Aqidah]</p>
<p>Demikianlah tarjih dari Ibnu Abil &#8216;Izz Al Hanafi. Namun, Wallahu Ta&#8217;ala A&#8217;lam, yang benar adalah pendapat yang mengharamkan membaca Qur&#8217;an bagi mayyit. Karena:<br />
1. Hukum asal ibadah adalah diharamkan kecuali terdapat dalil, dan tidak terdapat dalil dalam hal ini yang menyatakan bahwa Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam mencontohkan atau memerintahkannya. Wa Khoirul Hadyi Hadyu Muhammadin Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam.<br />
2. Tidak ada contoh dari salafush shalih. Sedangkan riwayat dari Ibnu Umar tersebut tidak shahih. Sebagaimana dijelaskan Al Albani dalam Silsilah Ahadits Dho&#8217;ifah [Jilid pertama, hal. 126, Terbitan Maktabah Al Ma'arif Riyadh]<br />
3. Hadits yang dijadikan dalil oleh Ibnu Qudamah yaitu<br />
من دخل المقابر فقرأ سورة يس خفف عنهم يومئذ وكان له بعدد من فيها حسنات<br />
&#8220;<i>Orang yang memasuki kuburan dengan membaca surat Yasin akan diringankan siksa kubur bagi mereka (penghuni kubur) pada hari itu dan ia mendapat banyak kebaikan darinya</i>&#8221;<br />
Hadits ini DHAIF (lemah), sebagaimana dijelaskan Ibnu Jauzi dalam &#8220;Al Maudhuat&#8221; (2/313) dan Asy Syaukani dalam &#8220;Al Fawaaidul Maj&#8217;muah&#8221; (942). (Keterangan ini saya dapatkan dari Syaikh Shalih Al Munajjid di <a href="http://www.islamqa.com/ar/ref/75894" rel="nofollow">http://www.islamqa.com/ar/ref/75894</a>)<br />
Juga hadits:<br />
 من زار قبر والديه فقرأ عنده أو عندهما يس غفر له<br />
&#8220;<i>Orang yang berziarah ke kuburan kedua orang tuanya, lalu membaca surat Yasin bagi salah satu atau keduanya, maka ia diampuni dosanya</i>&#8221;<br />
Hadits ini MAUDHU&#8217; (palsu), sebagaimana dijelaskan Al Albani dalam Silsilah Ahadits Dho&#8217;ifah [Jilid pertama, hal. 126, Terbitan Maktabah Al Ma'arif Riyadh]</p>
<p>Berikut ini fatwa Syaikh Muhammad Bin Shalih Al Utsaimin, Syaikh Abdul Aziz Bin Baz dan Lajnah Daimah:<br />
<a href="http://www.binbaz.org.sa/mat/9920" rel="nofollow">Fatwa Syaikh Bin Baz</a><br />
<a href="http://www.ibnothaimeen.com/all/noor/article_4161.shtml" rel="nofollow">Fatwa Syaikh Utsaimin</a><br />
<a href="http://alifta.com/Search/ResultDetails.aspx?lang=ar&amp;view=result&amp;fatwaNum=&amp;FatwaNumID=&amp;ID=10922&amp;searchScope=3&amp;SearchScopeLevels1=&amp;SearchScopeLevels2=&amp;highLight=1&amp;SearchType=exact&amp;bookID=&amp;LeftVal=0&amp;RightVal=0&amp;simple=&amp;SearchCriteria=allwords&amp;PagePath=%D9%81%D8%AA%D8%A7%D9%88%D9%89%20%D8%A7%D9%84%D9%84%D8%AC%D9%86%D8%A9%20%D8%A7%D9%84%D8%AF%D8%A7%D8%A6%D9%85%D8%A9%20%D9%84%D9%84%D8%A8%D8%AD%D9%88%D8%AB%20%D8%A7%D9%84%D8%B9%D9%84%D9%85%D9%8A%D8%A9%20%D9%88%D8%A7%D9%84%D8%A5%D9%81%D8%AA%D8%A7%D8%A1%20-%20%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%AC%D9%85%D9%88%D8%B9%D8%A9%20%D8%A7%D9%84%D8%AB%D8%A7%D9%86%D9%8A%D8%A9%20-%20%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%AC%D9%84%D8%AF%20%D8%A7%D9%84%D8%AB%D8%A7%D9%86%D9%8A%20(%D8%A7%D9%84%D8%B9%D9%82%D9%8A%D8%AF%D8%A9)%20-%20%D8%A7%D9%84%D8%A8%D8%AF%D8%B9%20-%20%D8%A5%D9%87%D8%AF%D8%A7%D8%A1%20%D8%AB%D9%88%D8%A7%D8%A8%20%D9%82%D8%B1%D8%A7%D8%A1%D8%A9%20%D8%A7%D9%84%D9%82%D8%B1%D8%A2%D9%86%20%D9%84%D9%84%D9%85%D9%8A%D8%AA&amp;siteSection=1&amp;searchkeyword=%D9%84%D9%84%D9%85%D9%8A%D8%AA#firstKeyWordFound" rel="nofollow">Fatwa Lajnah Daimah</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abu faisal</title>
		<link>http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/bingkisan-untuk-ayah-dan-ibu.html/comment-page-1#comment-28579</link>
		<dc:creator>abu faisal</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 06:05:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=395#comment-28579</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum

Afwan akhi abu yusuf, yang ana tahu ulama&#039; meragukan bahwa kitab Ar-Ruh ini merupakan karangan Imam Ibnu Qayyim. Diantaranya adalah Syaikh Albani. Beliau (syaikh albani) mengatakan bahwa didalam kitab ini banyak terdapat kisah-kisah dan riwayat2 munkar dan juga beliau (syaikh albani) mengatakan belum pernah melihat kitab aslinya/makhtuthah(maksudnya kitab tulisan tangan ibnu qayyim).
Ada juga yg berusaha mengkompromikan, bahwasanya kitab ini ditulis sebelum beliau rahimahullah bertemu dengan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, dimana pada masa itu Ibnu Qayyim masih menganut metode pemikiran sufiyyah.

Akan tetapi-wallahu A&#039;lam- yang ana tahu para ulama sepakat bahwa kitab Ar-Ruh ini banyak mengandung perkataan2 yg aneh dan munkar.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum</p>
<p>Afwan akhi abu yusuf, yang ana tahu ulama&#8217; meragukan bahwa kitab Ar-Ruh ini merupakan karangan Imam Ibnu Qayyim. Diantaranya adalah Syaikh Albani. Beliau (syaikh albani) mengatakan bahwa didalam kitab ini banyak terdapat kisah-kisah dan riwayat2 munkar dan juga beliau (syaikh albani) mengatakan belum pernah melihat kitab aslinya/makhtuthah(maksudnya kitab tulisan tangan ibnu qayyim).<br />
Ada juga yg berusaha mengkompromikan, bahwasanya kitab ini ditulis sebelum beliau rahimahullah bertemu dengan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, dimana pada masa itu Ibnu Qayyim masih menganut metode pemikiran sufiyyah.</p>
<p>Akan tetapi-wallahu A&#8217;lam- yang ana tahu para ulama sepakat bahwa kitab Ar-Ruh ini banyak mengandung perkataan2 yg aneh dan munkar.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abu yusuf</title>
		<link>http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/bingkisan-untuk-ayah-dan-ibu.html/comment-page-1#comment-28514</link>
		<dc:creator>abu yusuf</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 04:43:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=395#comment-28514</guid>
		<description>Bismillah...

@Akhi Abdul Jabbar

Afwan sepertinya gak ada teks Arabnya

Hanya saja bisa dilihat di Kitab Ar Ruh karya Ibnul Qayyim al Jauziah..
Memang perkara ini akan lebih jelas apabila ada teks aselinya
 untuk menjawab syubhat di bawah :

&quot;Tapi bukankah melafadzkan Qur&#039;an tanpa membaca/memegang kitabnya dapat juga dikatakan &quot;sedang membaca Qur&#039;an&quot;...?&quot;


u/ admin : apabila komen ana menimbulkan syubhat bagi yang lain, sebaiknya tidak usah ditampilkan.

Jazakallohu khair..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah&#8230;</p>
<p>@Akhi Abdul Jabbar</p>
<p>Afwan sepertinya gak ada teks Arabnya</p>
<p>Hanya saja bisa dilihat di Kitab Ar Ruh karya Ibnul Qayyim al Jauziah..<br />
Memang perkara ini akan lebih jelas apabila ada teks aselinya<br />
 untuk menjawab syubhat di bawah :</p>
<p>&#8220;Tapi bukankah melafadzkan Qur&#8217;an tanpa membaca/memegang kitabnya dapat juga dikatakan &#8220;sedang membaca Qur&#8217;an&#8221;&#8230;?&#8221;</p>
<p>u/ admin : apabila komen ana menimbulkan syubhat bagi yang lain, sebaiknya tidak usah ditampilkan.</p>
<p>Jazakallohu khair..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abu yusuf</title>
		<link>http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/bingkisan-untuk-ayah-dan-ibu.html/comment-page-1#comment-28398</link>
		<dc:creator>abu yusuf</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 00:16:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=395#comment-28398</guid>
		<description>Bismillah..

@Akhi Abdul Jabbar

gimana caranya nampilin teks arab di kolom komentar..? ana masih awam..

Jazakallahu khair</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah..</p>
<p>@Akhi Abdul Jabbar</p>
<p>gimana caranya nampilin teks arab di kolom komentar..? ana masih awam..</p>
<p>Jazakallahu khair</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abdul Jabbar</title>
		<link>http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/bingkisan-untuk-ayah-dan-ibu.html/comment-page-1#comment-28305</link>
		<dc:creator>Abdul Jabbar</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 15:19:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=395#comment-28305</guid>
		<description>Kepada Abu Yusuf: ada teks arabnya gak akh? dari terjemah atsar di atas jelas sekali bahwa orang buta tersebut membaca Al-Quran di sisi kuburan, yang mana perbuatan tersebut terlarang dalam Islam, hukumnya masuk ke permasalahan bid&#039;ah sekaligus syirik. Silakan baca penjelasannya di Syarah Kitab Tauhid (Fathul Madjid dll). Wallahu a&#039;lam...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada Abu Yusuf: ada teks arabnya gak akh? dari terjemah atsar di atas jelas sekali bahwa orang buta tersebut membaca Al-Quran di sisi kuburan, yang mana perbuatan tersebut terlarang dalam Islam, hukumnya masuk ke permasalahan bid&#8217;ah sekaligus syirik. Silakan baca penjelasannya di Syarah Kitab Tauhid (Fathul Madjid dll). Wallahu a&#8217;lam&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abu yusuf</title>
		<link>http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/bingkisan-untuk-ayah-dan-ibu.html/comment-page-1#comment-28302</link>
		<dc:creator>abu yusuf</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 10:15:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=395#comment-28302</guid>
		<description>Bismillah..

Kepada Muslim or.id.
Afwan sebelumnya, ana ada sedikit kebingungan...

Apakah atsar di bawah ini shahih dari imam ahmad :

Khallil berkata, “Hasan bin Ahmad al Fizari mengabarkan kepadaku, Ali bin Musa Al Hadad bertutur kepadaku- dan ia adalah orang yang jujur, shaduq-, ‘Aku bersama Ahmad bin Hanbal dan Muhammad bin Qudamah al Jawhari melayat jenazah, seusai dikebumikan, ada seorang buta duduk di sisi kuburan sambil membaca Alqur’an, maka Ahmad berkata kepadanya, ‘Hai Anda, ketahuilah bahwa membaca Alqur’an itu bid’ah!”

Ketika kami keluar dari pekuburan, Muhammad bin Qudamah berkata kepada Ahmad bin Hanbal, ‘Wahai Abu Abdillah, apa pendapatmu tentang Mubasysyir al Halabi? Ia menjawab, ‘Ia tsiqah (terpercaya dalam membawakan hadis), ia berkata, ‘Apakah Anda meriwayatkan sesuatu darinya?’ Ya, jawab Ahmad.

Maka Muhammad berkata, &quot;Mubasysyir mengabarkan kepadaku dari Abdurrahman bin al Ali bin al Lajlj dari ayahnya bahwa ia berwasiat agar jika kelak ia dikuburkan agar ada yang membacakan pembukaan dan penutupan surah al Baqarah di sisi kepalanya. Dan ia berkata, bahwa Ibnu Umar juga berwasiat demikian.&quot;

Maka segera Ahmad memerintahkannya agar kembali dan mengatakan kepada orang yang ia tegur itu agar kembali membaca Alqur&#039;an lagi.

NB : 
Apabila komen ana bisa menimbulkan syubhat bagi yang lain, maka sebaiknya tidak usah ditampilkan.

Jazakallahu khair</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah..</p>
<p>Kepada Muslim or.id.<br />
Afwan sebelumnya, ana ada sedikit kebingungan&#8230;</p>
<p>Apakah atsar di bawah ini shahih dari imam ahmad :</p>
<p>Khallil berkata, “Hasan bin Ahmad al Fizari mengabarkan kepadaku, Ali bin Musa Al Hadad bertutur kepadaku- dan ia adalah orang yang jujur, shaduq-, ‘Aku bersama Ahmad bin Hanbal dan Muhammad bin Qudamah al Jawhari melayat jenazah, seusai dikebumikan, ada seorang buta duduk di sisi kuburan sambil membaca Alqur’an, maka Ahmad berkata kepadanya, ‘Hai Anda, ketahuilah bahwa membaca Alqur’an itu bid’ah!”</p>
<p>Ketika kami keluar dari pekuburan, Muhammad bin Qudamah berkata kepada Ahmad bin Hanbal, ‘Wahai Abu Abdillah, apa pendapatmu tentang Mubasysyir al Halabi? Ia menjawab, ‘Ia tsiqah (terpercaya dalam membawakan hadis), ia berkata, ‘Apakah Anda meriwayatkan sesuatu darinya?’ Ya, jawab Ahmad.</p>
<p>Maka Muhammad berkata, &#8220;Mubasysyir mengabarkan kepadaku dari Abdurrahman bin al Ali bin al Lajlj dari ayahnya bahwa ia berwasiat agar jika kelak ia dikuburkan agar ada yang membacakan pembukaan dan penutupan surah al Baqarah di sisi kepalanya. Dan ia berkata, bahwa Ibnu Umar juga berwasiat demikian.&#8221;</p>
<p>Maka segera Ahmad memerintahkannya agar kembali dan mengatakan kepada orang yang ia tegur itu agar kembali membaca Alqur&#8217;an lagi.</p>
<p>NB :<br />
Apabila komen ana bisa menimbulkan syubhat bagi yang lain, maka sebaiknya tidak usah ditampilkan.</p>
<p>Jazakallahu khair</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->