Bahaya Orang yang Enggan Melunasi Hutangnya


Alhamdulillahi robbil ‘alamin. Allahumma sholli ‘ala nabiyyina Muhammad, wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Risalah kali ini adalah lanjutan dari risalah sebelumnya. Pada risalah sebelumnya, kami telah menjelaskan mengenai keutamaan orang yang memberi pinjaman, keutamaan memberi tenggang waktu pelunasan dan keutamaan orang yang membebaskan sebagian atau keseluruhan hutangnya. Pada risalah kali ini agar terjadi keseimbangan pembahasan, kami akan menjelaskan beberapa hal mengenai bahaya orang yang enggan melunasi hutangnya. Semoga bermanfaat.


Keutamaan Orang yang Terbebas dari Hutang

Dari Tsauban, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ فَارَقَ الرُّوحُ الْجَسَدَ وَهُوَ بَرِىءٌ مِنْ ثَلاَثٍ دَخَلَ الْجَنَّةَ مِنَ الْكِبْرِ وَالْغُلُولِ وَالدَّيْنِ

“Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan dia terbebas dari tiga hal: [1] sombong, [2] ghulul (khianat), dan [3] hutang, maka dia akan masuk surga.” (HR. Ibnu Majah no. 2412. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih). Ibnu Majah membawakan hadits ini pada Bab “Peringatan keras mengenai hutang.”

Mati Dalam Keadaan Masih Membawa Hutang, Kebaikannya Sebagai Ganti

Dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِىَ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ

“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah no. 2414. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih). Ibnu Majah juga membawakan hadits ini pada Bab “Peringatan keras mengenai hutang.”

Itulah keadaan orang yang mati dalam keadaan masih membawa hutang dan belum juga dilunasi, maka untuk membayarnya akan diambil dari pahala kebaikannya. Itulah yang terjadi ketika hari kiamat karena di sana tidak ada lagi dinar dan dirham untuk melunasi hutang tersebut.

Urusan Orang yang Berhutang Masih Menggantung

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ

“Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi no. 1078. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaiman Shohih wa Dho’if Sunan At Tirmidzi)

Al ‘Iroqiy mengatakan, “Urusannya masih menggantung, tidak ada hukuman baginya yaitu tidak bisa ditentukan apakah dia selamat ataukah binasa, sampai dilihat bahwa hutangnya tersebut lunas atau tidak.” (Tuhfatul Ahwadzi, 3/142)

Orang yang Berniat Tidak Mau Melunasi Hutang Akan Dihukumi Sebagai Pencuri

Dari Shuhaib Al Khoir, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا رَجُلٍ يَدَيَّنُ دَيْنًا وَهُوَ مُجْمِعٌ أَنْ لاَ يُوَفِّيَهُ إِيَّاهُ لَقِىَ اللَّهَ سَارِقًا

“Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah no. 2410. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shohih)

Al Munawi mengatakan, “Orang seperti ini akan dikumpulkan bersama golongan pencuri dan akan diberi balasan sebagaimana mereka.” (Faidul Qodir, 3/181)

Ibnu Majah membawakan hadits di atas pada Bab “Barangsiapa berhutang dan berniat tidak ingin melunasinya.”

Ibnu Majah juga membawakan riwayat lainnya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيدُ إِتْلاَفَهَا أَتْلَفَهُ اللَّهُ

“Barangsiapa yang mengambil harta manusia, dengan niat ingin menghancurkannya, maka Allah juga akan menghancurkan dirinya.” (HR. Bukhari no. 18 dan Ibnu Majah no. 2411). Di antara maksud hadits ini adalah barangsiapa yang mengambil harta manusia melalui jalan hutang, lalu dia berniat tidak ingin mengembalikan hutang tersebut, maka Allah pun akan menghancurkannya. Ya Allah, lindungilah kami dari banyak berhutang dan enggan untuk melunasinya.

Masih Ada Hutang, Enggan Disholati

Dari Salamah bin Al Akwa’ radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:
Kami duduk di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu didatangkanlah satu jenazah. Lalu beliau bertanya, “Apakah dia memiliki hutang?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Tidak ada.” Lalu beliau mengatakan, “Apakah dia meninggalkan sesuatu?” Lantas mereka (para sahabat) menjawab, “Tidak.” Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyolati jenazah tersebut.
Kemudian didatangkanlah jenazah lainnya. Lalu para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah shalatkanlah dia!” Lalu beliau bertanya, “Apakah dia memiliki hutang?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Iya.” Lalu beliau mengatakan, “Apakah dia meninggalkan sesuatu?” Lantas mereka (para sahabat) menjawab, “Ada, sebanyak 3 dinar.” Lalu beliau mensholati jenazah tersebut.
Kemudian didatangkan lagi jenazah ketiga, lalu para sahabat berkata, “Shalatkanlah dia!” Beliau bertanya, “Apakah dia meningalkan sesuatu?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Tidak ada.” Lalu beliau bertanya, “Apakah dia memiliki hutang?” Mereka menjawab, “Ada tiga dinar.” Beliau berkata, “Shalatkanlah sahabat kalian ini.” Lantas Abu Qotadah berkata, “Wahai Rasulullah, shalatkanlah dia. Biar aku saja yang menanggung hutangnya.” Kemudian beliau pun menyolatinya.” (HR. Bukhari no. 2289)

Dosa Hutang Tidak Akan Terampuni Walaupun Mati Syahid

Dari ‘Abdillah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلاَّ الدَّيْنَ

“Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang.” (HR. Muslim no. 1886)

Oleh karena itu, seseorang hendaknya berpikir: “Mampukah saya melunasi hutang tersebut dan mendesakkah saya berhutang?” Karena ingatlah hutang pada manusia tidak bisa dilunasi hanya dengan istighfar.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Sering Berlindung dari Berhutang Ketika Shalat

Bukhari membawakan dalam kitab shohihnya pada Bab “Siapa yang berlindung dari hutang”. Lalu beliau rahimahullah membawakan hadits dari ‘Urwah, dari ‘Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كَانَ يَدْعُو فِى الصَّلاَةِ وَيَقُولُ « اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ » . فَقَالَ لَهُ قَائِلٌ مَا أَكْثَرَ مَا تَسْتَعِيذُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مِنَ الْمَغْرَمِ قَالَ « إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ » .

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berdo’a di akhir shalat (sebelum salam): ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL MA’TSAMI WAL MAGHROM (Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan banyak utang).”

Lalu ada yang berkata kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Kenapa engkau sering meminta perlindungan adalah dalam masalah hutang?” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika orang yang berhutang berkata, dia akan sering berdusta. Jika dia berjanji, dia akan mengingkari.” (HR. Bukhari no. 2397)

Al Muhallab mengatakan, “Dalam hadits ini terdapat dalil tentang wajibnya memotong segala perantara yang menuju pada kemungkaran. Yang menunjukkan hal ini adalah do’a Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berlindung dari hutang dan hutang sendiri dapat mengantarkan pada dusta.” (Syarh Ibnu Baththol, 12/37)

Adapun hutang yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung darinya adalah tiga bentuk hutang:

  1. Hutang yang dibelanjakan untuk hal-hal yang dilarang oleh Allah dan dia tidak memiliki jalan keluar untuk melunasi hutang tersebut.
  2. Berhutang bukan pada hal yang terlarang, namun dia tidak memiliki cara untuk melunasinya. Orang seperti ini sama saja menghancurkan harta saudaranya.
  3. Berhutang namun dia berniat tidak akan melunasinya. Orang seperti ini berarti telah bermaksiat kepada Rabbnya. Orang-orang semacam inilah yang apabila berhutang lalu berjanji ingin melunasinya, namun dia mengingkari janji tersebut. Dan orang-orang semacam inilah yang ketika berkata akan berdusta. (Syarh Ibnu Baththol, 12/38)

Itulah sikap jelek orang yang berhutang sering berbohong dan berdusta. Semoga kita dijauhkan dari sikap jelek ini.

Kenapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sering berlindung dari hutang ketika shalat? Ibnul Qoyyim dalam Al Fawa’id (hal. 57, Darul Aqidah) mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta perlindungan kepada Allah dari berbuat dosa dan banyak hutang karena banyak dosa akan mendatangkan kerugian di akhirat, sedangkan banyak utang akan mendatangkan kerugian di dunia.”

Inilah do’a yang seharusnya kita amalkan agar terlindung dari hutang: ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL MA’TSAMI WAL MAGHROM (Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan banyak utang).

Berbahagialah Orang yang Berniat Melunasi Hutangnya

Ibnu Majah dalam sunannya membawakan dalam Bab “Siapa saja yang memiliki hutang dan dia berniat melunasinya.” Lalu beliau membawakan hadits dari Ummul Mukminin Maimunah.

كَانَتْ تَدَّانُ دَيْنًا فَقَالَ لَهَا بَعْضُ أَهْلِهَا لاَ تَفْعَلِى وَأَنْكَرَ ذَلِكَ عَلَيْهَا قَالَتْ بَلَى إِنِّى سَمِعْتُ نَبِيِّى وَخَلِيلِى -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدَّانُ دَيْنًا يَعْلَمُ اللَّهُ مِنْهُ أَنَّهُ يُرِيدُ أَدَاءَهُ إِلاَّ أَدَّاهُ اللَّهُ عَنْهُ فِى الدُّنْيَا ».

Dulu Maimunah ingin berhutang. Lalu di antara kerabatnya ada yang mengatakan, “Jangan kamu lakukan itu!” Sebagian kerabatnya ini mengingkari perbuatan Maimunah tersebut. Lalu Maimunah mengatakan, “Iya. Sesungguhnya aku mendengar Nabi dan kekasihku shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang muslim memiliki hutang dan Allah mengetahui bahwa dia berniat ingin melunasi hutang tersebut, maka Allah akan memudahkan baginya untuk melunasi hutang tersebut di dunia.” (HR. Ibnu Majah no. 2399. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih kecuali kalimat fid dunya -di dunia-)

Dari hadits ini ada pelajaran yang sangat berharga yaitu boleh saja kita berhutang, namun harus berniat untuk mengembalikannya. Perhatikanlah perkataan Maimunah di atas.

Juga terdapat hadits dari ‘Abdullah bin Ja’far, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ مَعَ الدَّائِنِ حَتَّى يَقْضِىَ دَيْنَهُ مَا لَمْ يَكُنْ فِيمَا يَكْرَهُ اللَّهُ

“Allah akan bersama (memberi pertolongan pada) orang yang berhutang (yang ingin melunasi hutangnya) sampai dia melunasi hutang tersebut selama hutang tersebut bukanlah sesuatu yang dilarang oleh Allah.” (HR. Ibnu Majah no. 2400. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Sebaik-baik orang adalah yang paling baik dalam membayar hutang. Ketika dia mampu, dia langsung melunasinya atau melunasi sebagiannya jika dia tidak mampu melunasi seluruhnya. Sikap seperti inilah yang akan menimbulkan hubungan baik antara orang yang berhutang dan yang memberi hutangan.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ خِيَارَكُمْ أَحْسَنُكُمْ قَضَاءً

“Sesungguhnya yang paling di antara kalian adalah yang paling baik dalam membayar hutang.” (HR. Bukhari no. 2393)

Ya Allah, lindungilah kami dari berbuat dosa dan beratnya hutang, mudahkanlah kami untuk melunasinya.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shollallahu ‘ala nabiyyiina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Kami ucapkan jazakumullah khoiron kepada guru kami Al Ustadz Aris Munandar yang telah mengoreksi ulang tulisan ini. Semoga Allah selalu memberkahi ilmu dan umur beliau.

Yogyakarta, 6 Shofar 1430 H

Yang selalu mengharapkan ampunan dan rahmat Rabbnya

***

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Muroja’ah: Ustadz Aris Munandar
Artikel www.muslim.or.id

  • istirahat dulu

    assalamu’alaikum. mohon juga kiranya ditulis akhlak bagi yang memberi hutang. pahami keadaan yang berhutang. tidak semua orang yang berhutang adalah orang yang malas. setidaknya akhlaq bagi yang menghutangi juga dibeberkan bagaimana seharusnya jadi tidak terkesan dzolim kepada yang berhutang dengan mengatakan nacaman dalil ini itu padahal yang berhutang berkeinginan untuk membayarnya dan terus menerus berdoa agar diberikan kelapangan untuk bisa membayar hutang sebelum meninggal.

  • http://rumaysho.wordpress.com Muh Abduh T

    Wa’alaikumus salam wa rahmatullahi wa barakatuh.
    Silakan lihat pembahasan kami di posting sebelumnya di sini:
    http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/mudahkanlah-orang-yang-berutang-padamu.html

    Insya Allah sudah dijawab pada posting tersebut.
    Barakallahu fikum.

  • amin
  • akank cell garut

    terima kasih atas segala pencerahannya. jangan berhenti untuk terus menulis….

  • abu fathon

    assalamu’alaykum. ya ustadz izinkan saya menanyakan permasalahan saya, dan saya harap secepatnya ada tanggapan. dulu istriku suka menghutang bahkan ke rentenir tanpa sepengetahuan saya, akhirnya sayapun harus membayar hutangnya. berkali – kali dia lakukan, dan kini masih ada hutang yang belum terlunasi pada salah satu temanya. saya kesal jadi saya males atau enggan untuk membantu membayarnya. dia bilang bertobat tak melakukan lagi. saya sudah mencoba memberikan pengertian buruknya hutang, dan kebutuhan sehari – hari terpenuhi (alhamdulillah cukup). pertanyaannya bagaimana sikap saya dan istri saya?

  • hamba allah

    Doa kan saya agar saya di beri kemudahan untuk membayar hutang saya dan semoga allah memberikemudahan saya agar saya dapat membayar hutang saya di dunia amien

    semoga allah memeberikan keberkahannya dan menjaga hidayah nya yang dan tetrap teguh di jalan allah azzawajala kepada mas abduh tausikal dan ustad aris munandar

  • Dicky Budi Prasetyo

    Wa’alaikum salam wr.wb
    Hutang memang terlihat sepele walaupun kecil nilainya atau mungkin sampai jutaan rupiah tapi yang terjadi di masyarakat kita setiap orang yang akan berhutang kata-katanya sangatlah manis tapi giliran habis waktu dan harus membayar alangkah kasarnya dia seolah-olah dia yang benar .Inna lillahi wa inna ilahi rojiun
    Sifat ini sangatlah tidak etis ditinjau dari segi agama Islam walaupun dalam hal pergaulan karena yang tadinya bershabat tapi gara-gara berhutang menjadi musuh bebuyutan .
    Kita harus kembalikan porsi masing-masing dan apabila hal ini terjadi diantara saudara kita sendiri bagaimana dan apakah hubungan silaturohim harus terputus sedangkan Hadits Rasululloah “bahwa barang siapa telah memutuskan hubungan silaturohim maka dia bukan umatku “,begiru kerasnya peringatan Rasul tentang hubungan silaturohim.
    Instrospeksilah diri kita masing-masing.

  • shayan

    assalamualaikum wr wb.

    adakah amalan-amalan atau doa-doa agar terbebas dari hutang atau melancarkan rizki, karena saya ingin segera melunasi hutang-hutang namun saya belum ada rizki untuk melunasinya..

    wasalam
    shayan

  • iwan irawan

    Apakah ada jalan keluar atau semacam doa dalam menghadapi hutang yang banyak agar cepat selesai? Tx

  • samih

    saya memiliki Problem hutang yang sangat berat tapi alhamdulillah saya memiliki niat untuk melunasinya dengan doa dan iktiar semoga kita termasuk hamba yang selalu bersyukur dan mendapatkan banyak ampunann…..

  • Dicky Budi Prasetyo

    Assalammu’alaikum Wrwb.
    Alhamdulillah dengan membaca artikel jelaslah bahwa kita memang diwajibkan untuk membersihkan diri kita dari utang karena selain melilit diri kita di dunia juga menghambat kita masuk syurga.
    Tapi terkadangmasih banyak teman-teman kita yang meremehkan utang walaupun katanya sedikit,padahal kalau ada niat membayar pasti bisa dengan izin Allah Ta’ala tapi memang karena dia merasa hebat sehingga hal sepele diremehkan.
    na’uzubillah tsumma na’uzubillah minzalik.
    Wassalammu’alaikum wr.wb.
    Jazakummalahu khairan

    Ikhwan

  • Rudi Irawan

    Asalamualaikum wr wb
    segala puji bagi Allah atas kesempurnaan yg dimiliki Nya
    Ya Allah lindungilah kami dari berbuat dosa, dan ringankanlah kami dalam membayar hutang

    yang mau saya tanyakan
    berhutang unt modal usaha apa bs mendapatkan ridho dari Allah, adakah riwayat yg mengisahkan hal itu d atas

  • Galuh

    Assalamu’alaikum. Apakah yg harus kita lakukan jika ada orang yg ingin berhutang pd kita untuk hal2 yg tidak penting(gaya hidup mis:kredit mobil,rumah kedua) dan kehidupannya jauh diatas kita. Sedangkan kita tahu dia sulit ditagih. Bagaimana caranya supaya kita tidak memberi hutang tapi ukhuwah tetap terjaga, soalnya kalau berdusta juga tidak boleh. Mohon jawabannya.

    • http://rumaysho.com Muslim.Or.Id

      @ Galuh
      Wa’alaikumus salam. Untuk keadaan smacam ini tidak perlu diberi utangan karena kondisi dr si peminjam semacam itu. Masih banyak cara lainnya untuk berbuat baik kepadanya semacam memberinya hadiah. Semoga Allah mudahkan.

  • hadi sukaryanto

    assalamu alaikum wr.wb

    saya mau tanya ? kayaknya saya punya hutang kepada teman saya tetapi teman saya berkata tidak ada . apakah saya harus melunasi hutangnya sedangkan saya tidak tahu nilai nominalnya?

    wassalamu alaikum wr.wb

    • http://rumaysho.com Muslim.Or.Id

      @ Hadi.
      Wa’alaikumus salam. Lunasi utang tersebut sampai antum yakin lunas.

  • Nu’man

    Bagaimana dengan orang yang tempat matinya tidak diketahui? dan tidak seorang pun tau bahwa dia memiliki hutang, apakah akan jiwanya tertahan/bergantung sampai lunas hutangnya

    • http://ustadzkholid.com Kholid Syamhudi

      #Nu’man
      Klo memang ia berhutang maka demikianlah hukumnya umum, baik diketahui orang atau tidak.

  • http://www.ceritasumi.blogspot.com sumi

    teman saya ada yang berhutang, tetapi sampai skg belum dilunasi, katanya belum punya uang, tapi saya lihat dia bisa saja shoping dll, skg apa yang harus saya lakukan?

    • http://rumaysho.com Abduh Tuasikal

      @ Sumi
      Trus nasehati ia untuk melunasi. Dan jelaskan bagaimana akitat orang yg berutang lantas dibawa mati.

  • hamba Allah

    bagai mana hukumnya klo hutangnya pada Bank?klo pada Bank kan klo g bisa melunasi jaminannya yg di sita/cabut apakah itu juga sudah di anggap lunas..??terimakasih sebelumnya atas jawabannya..

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #hamba Allah
      Bila bank sudah menganggap lunas, maka lunas.

  • fina

    assalamualikum,,

    Saya mau tanya, saya pnya hutang sm tmen sy, tp u/ skg sy blum bsa byar hutang tsb,,karna kondisi sy skg lg trjepit msalah, shingga mmbutuhkan bnyak uang, tp sy jnji dg diri sy, bhwa sy akn mmbayar htang tsb, ap kah sy brdosa..??

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #fina
      wa’alaikumussalam, selama ada keinginan kuat untuk melunasinya, maka anda tidak berdosa bahkan mudah2an anda termasuk dalam orang yang ditolong Allah untuk melunasinya sebagaimana hadits Maimunah di atas.

  • muhammad afnan

    kawan saye berhutang dengan kwn baik saye sebanyak rm1500,dan saye menjadi orang tengah nye,janji nye hendak membayar hutan tersebut sebulan selepas meminjam nye,tetapi sudah hampir 3bulan berlalu,kawan saye ini asyik memberi kan pelbagai2 alasan bile saye meminta nye,dan demi menjage hubungan saye dengan kawan baik saye ini,saye membayar nye terlebih dahulu dengan harapan kan saye ini akan membayar nye kepade saye di kemudian hari,tetapi kini kawan saye itu mengelakkan diri dari saye,bah kan mengugut saye apebile saye meminta hutang saye,dan kini saye tidak tahu ape lagi yg boleh saye lakukan,boleh x beri kan saye pendapat….??

  • tri wahyuni

    ustaz,saya tinggal di daerah yang baru,di t4 tgl ini saya jumpai orang disini amat hobi hutang.kata salah seorang dari mereka pada saya yang menjual barang secara cicilan,katanya rugi kalo ga hutang. saya heran.dan dalam hati berkata memang daerah ini sudah mendarah daging soal berhutang.hampir setiap ibu rumah tangga di daerah ini punya hutang.bukan pada saya saja,tapi lebih dari satu orang bahkan tiap hari yang menagih beda orang. dan saya punya masalah yang membuat saya bingung harus berbuat apa , mohon solusinya. sebenarnya masih ada beberapa orang yang masih memiliki hutang pada saya. di awal transaksi bilangnya sekian bulan lunas dengan cicilan sekian tiap minggunya.tapi setelah berjalan beberapa minggu,perjanjian yang disepakati dilanggar oleh pelanggan saya.kadang saya yang kesal sendiri.bilangnya tiap minggu setor,tapi sering kosong.dan bilangnya besok.tp di tagih besok dia ingkar lagi.saya berusaha sabar,dan saking sabarnya,yang diawal perjanjian sekian bulan lunas,akhirnya sampai molor berbulan bulan belum lunas.padahal dia punya penghasilan.dia selalu bilang banyak alasan buat ini buat itu,belum ada uang ya,besok ya.bagaimana sikap saya sebaiknya.saya sudah sabar.malah kadang saya kaya orang pengemis yang minta hak saya.dan sebentar lagi saya akan meninggalkan daerah ini karena saya lihat lingkungan ini tidak baik untuk pendidikan anak saya dan keluarga.tapi masih ada orang yang belum melunasinya. bagaimana ya ustaz? mohon solusi. jazakalloh khoir

  • chan

    mohon izin copy pak.

  • http://informasigila.blogspot.com/ Mantan Penjual Pulsa

    Waktu saya Jual Pulsa saya juga Terkadang kesal banyak Orang gak mau bayar Utang mentang-mentang utangnya sedikit, padahal kita untungnya Juga Dikit..sedikit2kan jadi banyak..malah gara2 itu saya jd bingung balikin Modalnya…saya berharap Artikel ini mampu memberi Motifasi bagi semua orang agar segera Membayar Utang Jika memang sanggup Melunasinya

  • http://aditertawa.blogspot.com/ Suara Hati

    Terkadang orang memang menganggap sepele Utang apalagi ke pedagang padahal Pedagang itu Untungnya cuma dikit..tau sendirilah persaingan kan ketat kalau untung banyak gak bakal laku..kita kadang dilema mau gak dikasih utang kita Kenal di kasih Utang gak bayar..gimana usaha bisa Lancar

  • Pingback: Bahaya Hutang « Menceritakan Bahagianya Berkeluarga

  • yuyuk

    saya dulu punya hutang pada teman saya dan saya tidak tau dia sekarang dimana tidak banyak sih cuma sebesar 1 lembar kartu telfon, bagai mana saya bisa mengembalikannya tersebeut padahal saya tidak tau sekarang dia ada dimana

    • http://kangaswad.wordpress.com Yulian Purnama

      #yuyuk
      Disedekahkan dengan niat atas nama teman anda tersebut

  • Pingback: Teladan pak Pur | Iwan Nugroho, to share academic and positive experiences

  • Pingback: Teladan pak Pur | Long Journey

  • Hamba Allah

    Assalamualaikum, tadz saya mau tanya, kawan saya berhutang pd saya, dia sudah melunasi sbagian hutangnya, tp untuk sebagian lagi saya lihat dia kesulitan melunasinya, saya kasihan dengan keadaanya, bolehkah saya membebaskanya? adakah hukumnya? bagaimana kah baiknya?

  • vijar

    izin share

@muslimindo

    Message: Rate limit exceeded, Please check your Twitter Authentication Data or internet connection.